Penulis Topik: pertanyaan-pertanyaan pada saat ta'aruf?  (Dibaca 8411 kali)


Offline ruhusyabab

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 413
  • Lokasi: MaTraMan-Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« pada: 05 November 2006, 08:30:37 »

akhifillah wa ukhtifillah...
sharing donx... apa aja sih yang ditanyakan....?
jazakallahu
الله غايتنا * الرسول قدوتنا * القران دستورنا * الجهاد سبيلنا * الموت في سبيل الله اسم امانينا

Offline Scorpion14

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 11.251
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Ya Allah... jadiknlah aku trmsuk orang2 yang sabar
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 06 November 2006, 09:06:49 »
tanyakan.......
1. Siapkah hidup miskin ?
2. Siapkah dipoligami ? %peace%
3. Bagaimana cara mendidik anak ?


itu dulu deh......ntar klo ada ta tambahin %peace%

Offline andywahyudi

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 47
  • Lokasi: solo
  • Jenis kelamin: Pria
  • wanita yang utama ialah wanita yang mudah dinikahi
    • Lihat Profil
    • bersama kita membumikan shalawat
« Jawab #2 pada: 06 November 2006, 09:37:55 »
@ Scorpion14

saya mau memberikan usul saya sehubungan dengan pendapat mas Moch alias scorpion14.

tanyakan.......
1. Siapkah hidup miskin ?


Mungkin seharusnya yang ditanyakan "Siapkah kita bersama-sama hidup kaya dengan mengawali hidup dengan seadanya?". Kalo dipikir, siapa sih yang mau hidup kekurangan?! Maksud saya, Kalo kita hidup kekurangan ibadah mungkin rada kesulitan. Mau sedekah lebih banyak belum bisa. Mau nyekolahin anak asuh belum bisa. Pengen naik haji belum bisa. Rasul pun tidak menganjurkan kita miskin, tetapi zuhud (mengutamakan akherat daripada dunia).

2. Siapkah dipoligami ? Peace ahhh!

Hmmm...saya sudah pernah menyakan ke beberapa wanita yang 'katanya sudah siap nikah' dan 'beragama bagus' (menurut saya) soal poligami. Kesimpulannya, wanita yang tidak mau dipoligami masih mendominasi. Walaupun kita sudah memberikan pengertian bahwa poligami itu merupakan salah satu ajaran Islam.
Nah tentunya kita harus melihat dari sisi kaum pria. Bahwa mesti bersikap adil dalam berpoligami. Kalo tidak bisa, maka lebih baik tidak usah.

QS. An Nisaa' : 3
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil[265], maka (kawinilah) seorang saja[266], atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.


3. Bagaimana cara mendidik anak ?
Saya rasa pertanyaannya masih terlalu luas. karena wanita yang akan kita nikahi belum pernah mendidik anak. Dan dalam mendidik anak tidak hanya dari wanita, tetapi kebersamaan dari suami dan istri. Kekompakan suami-istri merupakan kunci keberhasilan pendidikan anak. Silakan membaca buku 'Cara Nabi Mendidik Anak'.
Mungkin hal tersebut masih terlalu dini untuk dipertanyakan, tetapi mesti direncanakan dan mesti diawali dari orang tua sendiri. Bisa mendidik anak, maka perlu menempa diri sendiri dulu.

Wassalam...

(maaf kalo ada yang salah kata)
"bersama kita membumikan shalawat"
"bersama kita menggapai syafa'at"

Offline hnim

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.115
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Sdg mereka pun wanita2 yg memelihara diri QS.4:25
    • Lihat Profil
    • smart up your life
« Jawab #3 pada: 06 November 2006, 10:05:36 »
Pertanyaan2 yang bisa diajukan saat menjalani proses taaruf... (pertanyaan ini lebih pas diajukan dari pihak akhwat ke pihak ikhwan, tp bisa jg sebaliknya)

1. Kapan antum pertama kali mendapatkan hidayah dari Allah utk mengenal Islam secara kaffah dan bagaimana ceritanya?

2 & 3 (telah sy edit demi kebaikan bersama  ;) , diganti aja pertanyaannya, sudah mandi belum?  %peace% doyan pecel nggak?  :hihi: )

4. Antum tilawah berapa ayat dalam sehari?

5. Dalam 3 minggu terakhir, berapa kali antum tertinggal sholat jamaah di masjid?

6. Apa visi dan misi antum dalam berkeluarga?

7. Bagaimana cara antum dalam menghidupkan sunnah di dalam keluarga yang akan antum bina kelak?

8. Bagaimana antum mendudukkan peran dan fungsi suami, istri dan anak dalam kehidupan berkeluarga kelak?

9. Apakah antum mau/sanggup berbagi peran dengan istri dlm mengerjakan pekerjaan rumah tangga?

10. Bagaimana jika suatu saat penghasilan antum belum bisa mencukupi perekonomian keluarga, apa yang antum akan lakukan? Apakah antum akan mengijinkan istri antum bekerja?



cukup 1 s/d 10 dulu masukan dari saya, mudah-mudahan bermanfaat,amin  :)
« Edit Terakhir: 06 November 2006, 11:38:10 oleh hnim »
Dan bantuan yg paling berharga utk orang lain adalah membantu mereka mengenal dan tunduk kpd Allah swt. Jika kalian menolong agama Allah, Dia akan menolong dan mengokohkan pijakan kaki kalian.

batik cantik http://myquran.org/forum/index.php/topic,67151.new.html#new

Offline AdnanRasulSayyaf

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 5.171
  • Lokasi: Cihanjuang, Cimahi
  • Jenis kelamin: Pria
  • ~ Argo Wilis ~
    • Lihat Profil
    • Just Try To Be A Bloggrammer
« Jawab #4 pada: 06 November 2006, 10:08:20 »
seminggu lagi dari sekarang ?, siapkah antum menemui orangtua saya ?
Visit My Blog

Jika anda dapat mengkomunikasikan apa saja, kapan saja dan di mana saja, lalu mengapa anda harus punya kantor ?, kerja bukan tempat yg anda

Offline adamlf

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2006
  • Tulisan: 183
  • Lokasi: JaKarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • :) Ini waktu saya di JMS pertama kali tahun; 2004.
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 06 November 2006, 10:08:45 »
Assalaamu'alaikum wr wb.

Pertanyaan yahh..

 ^-^ yah biasanya sih urutannya begini (Awal2) ;
Fase 1

1. Nama
2. Tempat Tinggal
3. Asbab (Kuliah/Kerja)
4. Kegiatan sehari2....
5. Lihat Photo masing2

Fase 2 (Apabila Fase 1 berjalan lancar jaya !!  :) )

1. Bisa ketemuan tidak ?
2. Boleh Silaturahim ke rumah tidak ?
3. Melihat masing2 punya tampilan (Bentuk tubuh, wajah, dll)
4. Masing2 sudah mulai melihat kepribadiannya.
5. Utarakan niat ke tahap yang Seurieus (Nikah)

Fase 3 (Klo lulus di Fase 2.  :D (hahahaa kaya ujian aja yach) )

1. Melamar / Langsung tentukan hari Walimah.

 ;D  :malu:  hehheee padahal blom pernah punya pengalama sama sekali lhoo.. berhubungan sama Akhwat... yah inimah hasil analisa sajah kok..  %peace%  O0

Salam Ta'aruf deee yahh.. smoga Suksess !
Inga-Inga !!! perhatikan cara2 Ta'aruf secara Islami yeeee...

Wassalamu'alaikum wr wb.

"Apabila ummatku sdh mengagungkan
dunia, maka akan tercabut darinya kehebatan islam,& apabila ummatku meninggalkan amar ma'ruf nahi munkar,
maka terhalang (atas mereka) keberkahan wahyu; & apabila ummatku saling menghina satu sama lain, maka jauhlah mereka dr pandangan Allah".(Hr.Hakim,Tirmdzi-DM)

Offline heru_kr

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.830
  • Lokasi: Jakarta - Indonesia
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Personal Blogs
« Jawab #6 pada: 06 November 2006, 10:18:00 »
pertanyaan dari hnim tuh... berat banget :hihi:

intinya sih, setelah tau biodata ybs... tanyakan aja apa yang dia tuliskan... klarifikasi n penjelasan gitu deh :)

tahu latar belakang ybs memang diperlukan. tapi jangan sampai nanti di jadikan senjata bila dia melakukan kesalahan.

wallahua'lam...

Offline Scorpion14

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 11.251
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Ya Allah... jadiknlah aku trmsuk orang2 yang sabar
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 06 November 2006, 10:24:43 »
@ Scorpion14

saya mau memberikan usul saya sehubungan dengan pendapat mas Moch alias scorpion14.

tanyakan.......
1. Siapkah hidup miskin ?


Mungkin seharusnya yang ditanyakan "Siapkah kita bersama-sama hidup kaya dengan mengawali hidup dengan seadanya?". Kalo dipikir, siapa sih yang mau hidup kekurangan?! Maksud saya, Kalo kita hidup kekurangan ibadah mungkin rada kesulitan. Mau sedekah lebih banyak belum bisa. Mau nyekolahin anak asuh belum bisa. Pengen naik haji belum bisa. Rasul pun tidak menganjurkan kita miskin, tetapi zuhud (mengutamakan akherat daripada dunia).

klo pertanyaan seperti itu semua wanita jg bersedia. ;D ........ pertanyaan saya bukan berarti memang berharap hidup miskin.......siapa yang mau sih hidup miskin.......pertanyaan saya memang seperti menyatakan kondisi setelah pernikahan adalah kemiskinan.....dan orang yang diberikan pertanyaan ini mungkin akan lumayan berfikir keras........padahal ini hanya pertanyaan menjebak.......

jika anda seorang wanita ;D tentunya anda sudah saya tolak

Kutip
2. Siapkah dipoligami ? Peace ahhh!

Hmmm...saya sudah pernah menyakan ke beberapa wanita yang 'katanya sudah siap nikah' dan 'beragama bagus' (menurut saya) soal poligami. Kesimpulannya, wanita yang tidak mau dipoligami masih mendominasi. Walaupun kita sudah memberikan pengertian bahwa poligami itu merupakan salah satu ajaran Islam.
Nah tentunya kita harus melihat dari sisi kaum pria. Bahwa mesti bersikap adil dalam berpoligami. Kalo tidak bisa, maka lebih baik tidak usah.

QS. An Nisaa' : 3
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil[265], maka (kawinilah) seorang saja[266], atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

saya bertanya seperti itu bukan berarti saya berniat poligami kan.......wanita yang bersedia dipoligami......berarti dia mendahulukan kecintaan pada Allah daripada suaminya........
Kutip
3. Bagaimana cara mendidik anak ?
Saya rasa pertanyaannya masih terlalu luas. karena wanita yang akan kita nikahi belum pernah mendidik anak. Dan dalam mendidik anak tidak hanya dari wanita, tetapi kebersamaan dari suami dan istri. Kekompakan suami-istri merupakan kunci keberhasilan pendidikan anak. Silakan membaca buku 'Cara Nabi Mendidik Anak'.
Mungkin hal tersebut masih terlalu dini untuk dipertanyakan, tetapi mesti direncanakan dan mesti diawali dari orang tua sendiri. Bisa mendidik anak, maka perlu menempa diri sendiri dulu.

Wassalam...

(maaf kalo ada yang salah kata)

setidaknya wanita tersebut sudah memiliki visi misi kedepan ketimbang wanita yang sama sekali tidak memiliki hal tersebut.......

cobalah memahami pertanyaan saya dengan bijak

Offline Scorpion14

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 11.251
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Ya Allah... jadiknlah aku trmsuk orang2 yang sabar
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 06 November 2006, 10:27:05 »
seminggu lagi dari sekarang ?, siapkah antum menemui orangtua saya ?

;D ada apa neh pertanyaannya

Offline AdnanRasulSayyaf

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 5.171
  • Lokasi: Cihanjuang, Cimahi
  • Jenis kelamin: Pria
  • ~ Argo Wilis ~
    • Lihat Profil
    • Just Try To Be A Bloggrammer
« Jawab #9 pada: 06 November 2006, 10:28:12 »
prinsip umum

jangan nanya yg susah kalo tidak ingin ditanya yg susah ?
jangan mempersulit orang lain kalo tidak ingin dipersulit
bertanya hanya untuk mengetahui calon bukan mengintimidasi
so happy taaruf  O0
Visit My Blog

Jika anda dapat mengkomunikasikan apa saja, kapan saja dan di mana saja, lalu mengapa anda harus punya kantor ?, kerja bukan tempat yg anda

Offline hnim

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.115
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Sdg mereka pun wanita2 yg memelihara diri QS.4:25
    • Lihat Profil
    • smart up your life
« Jawab #10 pada: 06 November 2006, 10:38:57 »
pertanyaan dari saya dinilai berat ya  :hihi:

yach mo bgmn lg  :hihi:  :jaim:

eh itu hanya sebuah pertanyaan loh, tafadhol ikhwannya mau jwb apa ngga  %peace%

intinya siy, kalau beliaunya tdk berkenan menjawab ya ga usah dipaksa  :)

pernikahan itu mensinergikan 'kekuatan' utk membentuk ruh baru dlm berdakwah, insya Allah... jadi pertanyannya ya... gitu deh  %peace%  :hihi:
Dan bantuan yg paling berharga utk orang lain adalah membantu mereka mengenal dan tunduk kpd Allah swt. Jika kalian menolong agama Allah, Dia akan menolong dan mengokohkan pijakan kaki kalian.

batik cantik http://myquran.org/forum/index.php/topic,67151.new.html#new

Offline wargabiasa

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 2.624
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 06 November 2006, 10:43:09 »
pertanyaan dari saya dinilai berat ya  :hihi:

yach mo bgmn lg  :hihi:  :jaim:

eh itu hanya sebuah pertanyaan loh, tafadhol ikhwannya mau jwb apa ngga  %peace%

intinya siy, kalau beliaunya tdk berkenan menjawab ya ga usah dipaksa  :)

pernikahan itu mensinergikan 'kekuatan' utk membentuk ruh baru dlm berdakwah, insya Allah... jadi pertanyannya ya... gitu deh  %peace%  :hihi:

kalau antum punya cita-cita dan selalu bekerja keras menjadi seseorang yang besar seperti Aa Gym, Hidayat Nur Wahid dan sejenisnya.. kagak apa-apa nanyakin kayak gitu... tapi kalau cuma jadi warga biasa... itu pertanyaan ketelewatan.. atau dengan kata lain.. terlalu angkuh

Offline ikan

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 36
  • berenang menyelami indahnya dien Islam ^^
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 06 November 2006, 11:02:41 »
manusia oh manusia...

diskusi yg ada, sukanya berkomentar thdp opini org lain  :hihi:

biarin aja atuh, tiap orang punya list pertanyaan masing-masing, dan itu hak preprogatif dia, kita mah orang luar ga boleh asal berkomentar kalau ga diminta  :)

Republik Komentar  ;D
call me ikan ^^

Offline ikan

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 36
  • berenang menyelami indahnya dien Islam ^^
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 06 November 2006, 11:33:09 »
pertanyaan pertama, sudahkan anda menikah sebelumnya  %peace%
call me ikan ^^

Offline moveit

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 902
  • Lokasi: Karawang - Purwakarta PP
  • Jenis kelamin: Pria
  • Abi Nailah Mufid Ibn Machbul Ibn Abdurrahman
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 06 November 2006, 11:34:27 »
Bersediakah antum menikah dengan ana ??  %peace%