Hmm, nyimak plus ngomentarin dikit ah,
1. Pertanyaan ini sebenarnya standar, hampir sebagian ikhwan suka nanyain yang beginian kayaknya. Sama gak yah dengan pertanyaan,
"Anti mau gak kalo diajak hidup susah ?"
Hehehe.. ya jelas Beda atuh.... sangat beda....
Penjelasan saya kiranya sudah jelas pemaparannya.... setiap manusia mempunyai fitrah untuk tertarik dengan Rezeki berupa "harta yang cukup" begitu pula dengan saya pribadi yang akan senantiasa berusaha optomal untuk itu... akan tetapi hal ikhwal pertanyaan tersebut di paparkan guna mengetahui pemahaman serta kesiapannya jika Allaah Subhanahu wata`ala memberikan kita Rezeki yang menurut takaran kasar manusia sedikit.
Setiap manusia tentu akan selalu siap jika hidup dalam "kesenangan"
akan tetapi
apakah setiap orang siap untuk hidup dalam "keterbatasan"..? yang merupakan salah satu ketentuan Allaah Subhanahu wata`ala juga dan bersabar dengannya?
Ini hanya sebuah cara pandang yang berbeda dari sebuah "cara" untuk memahami pemahaman seseorang.. Allaahu`alam
dan jika seperti di atas.. tentunya sangat bertolak belakang dengan pemaparan yang ini....
di pemaparan yang di bawah.. ya jelas.. jangan lah diterima.. karena tujuannya itu "Hidup Susah"
pernah dengar kajian seorang ustadz ketika di jogja dulu,kalo ditanya gini ma ikhwan jangan mau.. masa' mo menikah untuk diajak hidup susah. Yang ada mah orang menikah itu buat hidup senang, bukannya buat hidup susah. Kan pinginnya sakinah mawaddah wa rahmah, gak ada tuh kata2 susah. kata si ustadz panjang lebar...
pernyataan Ustadz Di atas pula bertolak belakang sendiri dengan pernyataan beliau berikutnya
Tapi.. kalo dalam proses pencapaian menuju sakinah mawaddah warahmah itu melalui jalan yang berliku dan hidup susah mah siap2 aja... kan hidup susah dan senang akan bergantian dan ada masanya.. hehehe, ternyata jawabannya diplomatis banget.
Cara pandang yang sangat berbeda... di kutipan yang di tekankan "Ustadz" lebih kepada "susah" secara materi.... yang di kemukakan hanya "susah" dan "senang" yang pasti pemikiran seperti ini sangatlah sempit (menurut saya pribadi).
*******************************************************************************************
Perlu di pahami... bahwa Rezeki seseorang sudah di tentukan Allaah Subhanahu wata`ala.. yang dalam hal ini kemudahan serta Kebarakahan rezeki janganlah diartikan hanya dengan mudahnya kita mengumpulkan materi....
tentulah di paham sekalian.. bahwa jika bukan rezeki kita.... sesuatu yang sudah kita telan pun bisa saja keluar dan menjadi rezekinya yang lain. (contoh karena muntah)
Dalam hal ini pula berlimpahnya materi serta keterbatasan materi sekalipun merupakan Rezeki yang terbaik yang Allaah subhanahu wata`ala berikan.
tentunya Doa dan usaha maksimal tetap kita lakukan.. selepas itu kita bertawaqal kepada Allaah Subhanahu wata`ala. mengenai apakah hasilnya bagaimana.. baik atau buruk menurut ukuran manusia.. kita serahkan kepada Allaah Subhanahu wata`ala.
Saya mengemukakan hal itu di karenakan tidak mau ada penyesalan di kemudian hari jika seandainya Allaah Subhanahu Wata`ala memberikan keterbatasan materi....
Pernah ada Kisah pada Jaman Rasulullaah Shalallaahu `Alaihi Wassalam
"Seorang Sahabat Rhadiallaahuanhu menjamu tamunya dengan makanan satu-satunya, sedangkan keluarga dan anak-anaknya sendiri belum makan...." (saya hanya mengutip kasar Hadits ini jadi teksnya berbeda dengan yang aslinya)
Sebagian orang mungkin akan berkomentar
"untuk apa ngasih makan orang lain yang tidak di kenal... sedangkan keluarga sendiri saja sedang membutuhkan makanan itu!!"
Sekilas memang benar dan akan terasa berat adanya... akan tetapi.... apakah seperti demikian adanya?
ternyata tidak... pada Waktu Shubuh Rasulullaah Shalallaahu `Alaihi Wassalam memberikan kabar.. bahwa Allaah Subhanahu Wata`ala berterima kasih kepada orang itu (yang menjamu tamunya)..... Subhanallaah Allaahu Akbar
Kira-kira apakah dunia serta isinya bisa mengalahkan nikmat tersebut...?
Kembali lagi
1. Siapkah Anti lapar
Pertanyaan yang pertama Ini hanya persiapan.... dan Bukan Tujuan...!!Allaahu`alam
Semoga Allaah Subhanahu Wata`ala memudahkan setiap urusan hamba-Nya... Amiin