Penulis Topik: pertanyaan-pertanyaan pada saat ta'aruf?  (Dibaca 8427 kali)


Offline maswahyu

  • Moderator
  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 15.778
  • Lokasi: Bandar Lampung - Sleman - Yogyakarta - Bandung - Jakarta - Bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #165 pada: 06 Oktober 2008, 16:39:06 »
^
Oooo gak ada Format baku ya....  Yo Maaf... soalnya pas ane lihat Proposal-proposal yang dipake ama temen-temen terus ada juga yang sempet nawarin dan yang ane Isi sendiri juga sama semua.. jadi ane berkesimpulan seperti itu....

Mungkin aja sumbernya sama... :hmmm:

Kalau sumbernya dari saya pasti beda formatnya...

Offline viraisti

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 4.560
  • Jenis kelamin: Wanita
  • :: ternyata kini aku Pejuang :D ::
    • Lihat Profil
« Jawab #166 pada: 06 Oktober 2008, 21:28:52 »

Yang ditanyakan Janggut_naga83

Pertanyaan Utama

1. Siapkah Anti lapar..?
2. Siapkah anti ditinggal pergi atau bahkan mati ?
3. Siapkah di poligami ?


Hmm, nyimak plus ngomentarin dikit ah,

1. Pertanyaan ini sebenarnya standar, hampir sebagian ikhwan suka nanyain yang beginian kayaknya. Sama gak yah dengan pertanyaan,
"Anti mau gak kalo diajak hidup susah ?" ,
pernah dengar kajian seorang ustadz ketika di jogja dulu,kalo ditanya gini ma ikhwan jangan mau.. masa' mo menikah untuk diajak hidup susah. Yang ada mah orang menikah itu buat hidup senang, bukannya buat hidup susah. Kan pinginnya sakinah mawaddah wa rahmah, gak ada tuh kata2 susah. kata si ustadz panjang lebar...  Tapi.. kalo dalam proses pencapaian menuju sakinah mawaddah warahmah itu melalui jalan yang berliku dan hidup susah mah siap2 aja... kan hidup susah dan senang akan bergantian dan ada masanya.. hehehe, ternyata jawabannya diplomatis banget.
kalo si ikhwannya dah duluan mutung dengar jawaban akhwatnya pertama kali, berarti ikhwannya tuh yang gak siap tuh .. Ni, kata si ustadz loh ... bukannya saya  %peace%
Jika memang takdir..
cinta pasti bertemu meski kau dan aku ada diujung dunia ^^

Offline atikmeilin

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.234
  • Lokasi: Jember - Surabaya
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #167 pada: 06 Oktober 2008, 21:34:21 »
pertanyaan2 itu, sepertinya udah biasa kalau muncul di depan kita, tapi..permasalahannya adalah, keluarga ana itu engga  biasa dengan pertanyaan2 seperti itu..
tapi ana inginnya menanyakan hal2 begituan..(duhh..ngerti gak yah,,kira2 maksudnya??)
begitu juga dari keluarga laki-laki.
ana khawatir entar pas tanya penghasilan ples pengeluaran, dikirainnya ana matre :hihi:
jadi..kaliamatnya yg gimana, biar tidak ada yang tersinggung dengan pertanyaan yg intinya sama???
"Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu,dan dipersaksikannya kepada Allah(atas kebenaran)isi hatinya, padahal ia adalah penentang yang paling keras" (1:204)

Offline idrus_syah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.236
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • No More Wasting Time
    • Lihat Profil
    • Wilujeng Sumping
« Jawab #168 pada: 06 Oktober 2008, 21:38:58 »
@atasku

ya gpp kayanya ... fungsi taaruf kan untuk mengenal dan memahami. nanyain hal2 yang berhubungan dengan pernikahan baik sebelum atau sesudah ... saya sebagai seorang ikhwan merasa itu wajar ditanyakan akwhat :)

daripada repot pas sesudah menikah karena baik si ikhwan atau akhwat gak bisa menerima kekurangan masing2 .... kan repot :D

btw, tetap semangatttttttttttttt ... Allahu Akbar %peace%

Offline janggut_naga83

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 1.321
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Semoga Allaah Azza Wajalla mengampuni kita.. Amin
    • Lihat Profil
« Jawab #169 pada: 07 Oktober 2008, 08:56:43 »
Hmm, nyimak plus ngomentarin dikit ah,

1. Pertanyaan ini sebenarnya standar, hampir sebagian ikhwan suka nanyain yang beginian kayaknya. Sama gak yah dengan pertanyaan,
"Anti mau gak kalo diajak hidup susah ?"


Hehehe.. ya jelas Beda atuh.... sangat beda....
Penjelasan saya kiranya sudah jelas pemaparannya.... setiap manusia mempunyai fitrah untuk tertarik dengan Rezeki berupa "harta yang cukup" begitu pula dengan saya pribadi yang akan senantiasa berusaha optomal untuk itu... akan tetapi hal ikhwal pertanyaan tersebut di paparkan guna mengetahui pemahaman serta kesiapannya jika Allaah Subhanahu wata`ala memberikan kita Rezeki yang menurut takaran kasar manusia sedikit.

Setiap manusia tentu akan selalu siap jika hidup dalam "kesenangan"
akan tetapi
apakah setiap orang siap untuk hidup dalam "keterbatasan"..? yang merupakan salah satu ketentuan Allaah Subhanahu wata`ala juga dan bersabar dengannya?

Ini hanya sebuah cara pandang yang berbeda dari sebuah "cara" untuk memahami pemahaman seseorang.. Allaahu`alam


dan jika seperti di atas.. tentunya sangat bertolak belakang dengan pemaparan yang ini....

di pemaparan yang di bawah.. ya jelas.. jangan lah diterima.. karena tujuannya itu "Hidup Susah"
 

pernah dengar kajian seorang ustadz ketika di jogja dulu,kalo ditanya gini ma ikhwan jangan mau.. masa' mo menikah untuk diajak hidup susah. Yang ada mah orang menikah itu buat hidup senang, bukannya buat hidup susah. Kan pinginnya sakinah mawaddah wa rahmah, gak ada tuh kata2 susah. kata si ustadz panjang lebar... 

pernyataan Ustadz Di atas pula bertolak belakang sendiri dengan pernyataan beliau berikutnya

Tapi.. kalo dalam proses pencapaian menuju sakinah mawaddah warahmah itu melalui jalan yang berliku dan hidup susah mah siap2 aja... kan hidup susah dan senang akan bergantian dan ada masanya.. hehehe, ternyata jawabannya diplomatis banget.

Cara pandang yang sangat berbeda... di kutipan yang di tekankan "Ustadz" lebih kepada "susah" secara materi.... yang di kemukakan hanya "susah" dan "senang"  yang pasti pemikiran seperti ini  sangatlah sempit (menurut saya pribadi).

*******************************************************************************************

Perlu di pahami... bahwa Rezeki seseorang sudah di tentukan Allaah Subhanahu wata`ala.. yang dalam hal ini kemudahan serta Kebarakahan rezeki janganlah diartikan hanya dengan mudahnya kita mengumpulkan materi....

tentulah di paham sekalian.. bahwa jika bukan rezeki kita.... sesuatu yang sudah kita telan pun bisa saja keluar dan menjadi rezekinya yang lain. (contoh karena muntah)

Dalam hal ini pula berlimpahnya materi serta keterbatasan materi sekalipun merupakan Rezeki yang terbaik yang Allaah subhanahu wata`ala berikan.

tentunya Doa dan usaha maksimal tetap kita lakukan.. selepas itu kita bertawaqal kepada Allaah Subhanahu wata`ala. mengenai apakah hasilnya bagaimana.. baik atau buruk menurut ukuran manusia.. kita serahkan kepada Allaah Subhanahu wata`ala.


Saya mengemukakan hal itu di karenakan tidak mau ada penyesalan di kemudian hari jika seandainya Allaah Subhanahu Wata`ala memberikan keterbatasan materi....


Pernah ada Kisah pada Jaman Rasulullaah Shalallaahu `Alaihi Wassalam
"Seorang Sahabat Rhadiallaahuanhu menjamu tamunya dengan makanan satu-satunya, sedangkan keluarga dan anak-anaknya sendiri belum makan...." (saya hanya mengutip kasar Hadits ini jadi teksnya berbeda dengan yang aslinya)

Sebagian orang mungkin akan berkomentar
 "untuk apa ngasih makan orang lain yang tidak di kenal... sedangkan keluarga sendiri saja sedang membutuhkan makanan itu!!"

Sekilas memang benar dan akan terasa berat adanya... akan tetapi.... apakah seperti demikian adanya?

ternyata tidak... pada Waktu Shubuh Rasulullaah Shalallaahu `Alaihi Wassalam memberikan kabar.. bahwa Allaah Subhanahu Wata`ala berterima kasih kepada orang itu (yang menjamu tamunya)..... Subhanallaah Allaahu Akbar

Kira-kira apakah dunia serta isinya bisa mengalahkan nikmat tersebut...?


Kembali lagi

1. Siapkah Anti lapar

Pertanyaan yang pertama Ini hanya persiapan.... dan Bukan Tujuan...!!


Allaahu`alam

Semoga Allaah Subhanahu Wata`ala memudahkan setiap urusan hamba-Nya... Amiin

Offline janggut_naga83

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 1.321
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Semoga Allaah Azza Wajalla mengampuni kita.. Amin
    • Lihat Profil
« Jawab #170 pada: 07 Oktober 2008, 09:11:38 »
ana khawatir entar pas tanya penghasilan ples pengeluaran, dikirainnya ana matre :hihi:
jadi..kaliamatnya yg gimana, biar tidak ada yang tersinggung dengan pertanyaan yg intinya sama???

Mmmm sebenarnya masalh tersinggung atau enggaknya tergantung pada pola pikir dari Ikhwan tersebut...

Ada yang sukarela membeberkannya
ada yang perlu ditanya dan senang hati membeberkannya
ada yang gak mau di tanya dan akan tersinggung sebagaimanapun halusnya cara kita?
Ada yang di tanya akan tetapi tetap merahasiakan sebagian besar daripadanya?

Dalam artian kasar tergantung dari pola pikirnya... akan tetapi InsyaAllaah jika Ikhwan itu orang yang sedikit banyak paham tentang Agama.. maka tidak akan merasa keberatan ditanya mengenai penghasilan.... dan InsyaAllaah akan jauh daripada pemikiran menganggap anda Materialistis....


Kl mau sedikit contoh yang netral seh ada

1. Apakah masih ada tanggungan keluarga?
2. Apakah mempunyai hutang yang belum terselesaikan?
3. Adakah mempunyai tabungan?

InsyaAllaah dari sini kita bisa menerka "kemampuan Finnansialnya" (meskipun secara kasar)

Allaahu`alam

Offline Lun4

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 123
    • Lihat Profil
« Jawab #171 pada: 07 Oktober 2008, 11:45:32 »
Bukannya sunnahnya kalo lanjut Alhamdulillah klo nggak AllohuAkbar :)
(sambil berusaha menahan ucapan " Emangnya akhwat didunia ini, cuma anti seorang?")    :siul:

Bukan sunnah, tapi ucapannya Bilal..ketika pinangannya dterima berucap bertahmid, klo ditolak berucapa takbir..

Offline Lun4

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 123
    • Lihat Profil
« Jawab #172 pada: 07 Oktober 2008, 11:48:13 »

Kl mau sedikit contoh yang netral seh ada

1. Apakah masih ada tanggungan keluarga?
2. Apakah mempunyai hutang yang belum terselesaikan?
3. Adakah mempunyai tabungan?

InsyaAllaah dari sini kita bisa menerka "kemampuan Finnansialnya" (meskipun secara kasar)

Allaahu`alam

Jazakallah khoir nih pak, kebetulan ana jg sedang dalam tahap ta'aruf..dan lagi butuh pertanyaan2 kyk spt ini :).

Offline kumpay

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2008
  • Tulisan: 1.101
  • Lokasi: Bogor kota seribu angkot
  • Jenis kelamin: Pria
  • Life is Struggle
    • Lihat Profil
    • Life is Struggle
« Jawab #173 pada: 07 Oktober 2008, 13:22:43 »
ada peluang buat ane gak nih?? :siul:





*kan masih ta'aruf blm khitbah :D


Offline kumpay

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2008
  • Tulisan: 1.101
  • Lokasi: Bogor kota seribu angkot
  • Jenis kelamin: Pria
  • Life is Struggle
    • Lihat Profil
    • Life is Struggle
« Jawab #174 pada: 07 Oktober 2008, 13:42:18 »
tanya:
udah punya istri atau belum?

ke siapa mbak??? ke saya??? (oon mode on :D)


Offline amiable

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 19
    • Lihat Profil
« Jawab #175 pada: 07 Oktober 2008, 15:10:18 »
Oot, apaan ya? ...he..he...he...maklum anak baru... ;D

Offline sarah_azizty

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.317
  • Lokasi: bumi Allah
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Bidadari chubbynya Syahban ^_^
    • Lihat Profil
« Jawab #176 pada: 07 Oktober 2008, 16:38:44 »
wedew..kalajengking ma pakde syahril kebanyakn OOT!



ada ga ya..taaruf nanya....

"antum mau ga jagain kucing saya ntar... :D" (awas ajah kalo kenapa2 ma kucing sayah mah  :awas:

Offline ronyajadech

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 2.086
  • Lokasi: Earth!
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #177 pada: 07 Oktober 2008, 18:39:10 »
wedew..kalajengking ma pakde syahril kebanyakn OOT!



ada ga ya..taaruf nanya....

"antum mau ga jagain kucing saya ntar... :D" (awas ajah kalo kenapa2 ma kucing sayah mah  :awas:


whehehehehe.... pengen ketawa aja :hihi:

Offline zackyah

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2008
  • Tulisan: 14
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Ya Rabbi... Getting Better!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #178 pada: 13 Oktober 2008, 12:37:20 »
pengalaman aja nih....

1. Motivasi menikah...
2. Arti menikah itu apa
3. bagaimana pola mendidik anak
4. bagaimana kalau suami tidak menghendaki adanya TV d rumah
5. bagaimana kalau suami tidak suka musik
6. Rencana ke depan
7. Biodata lengkap
8. Keluarga
9. Sudah berapa lama ikut tarbiyah
10. bagaimana pola pembinaan diri selama ini dan rencana pembinaan ke depan
11. dll masih banyak yang tidak saya sebutkan disini....


Selamat mencoba.... %peace%

Ooo.. Gitu toch mbk,,
Mo nyobain ah,hehe :)
Thx

Offline big_eyes

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 970
    • Lihat Profil
« Jawab #179 pada: 26 Oktober 2008, 20:48:02 »
pernah pacaran??wqqqq. ini pertanyaan awal yg pasti saya ajukan.