dik, jangan sungkan adukan kesahmu
karna aku sayang kamu,dik
(dari seorang mbak yg sangat sayangi adiknya)
ngga maut sya, biasa banget malah

*ya iyalah, klo ngga curhat ke suami, mau curhat ke mana lagi dia. malahan emang sudah seharusnya, pasangan kita itu menjadi tempat curhat yang pertama kali, orang pertama yang paling tahu tentang keadaan (gundah-gulana, keluh kesah) sang pasangannya
salah satu saran dari saya, kalau mau buat rayuan maut adalah:
-> udah umum, bilang "cinta" "sayang" "rindu" "kamu cantik" dst
paling dalam hati seorang wanita akan bilang, "ah, gombal banget sih, rayuan standar"

nah, gunakan cara yang sedikit kreatif

*minimal melakukan modifikasi dalam "rayuan2 yang umum" tersebut

salah satu contohnya begini nih...
Beberapa waktu yang lalu (udah agak lama sih), ketika saya baru datang dari balikpapan, ke samarinda (tempat istri), saya belum makan malam, maka, dari terminal bis, saya naik angkot dan turun di dekat warung sate. Jam menunjukkan pukul 9.30 malam.
*istri ngga makan sih, cuma nemenin ajah, dan jemput saya di depan gang, naik motor.
Ketika lagi makan, saya bilang ke dia *tampaknya doi udah rada2 ngantuk gituh*
ipin: "Ridha, kamu tampak cantik sekali malam ini"

ridhaajah: "halagh, gombal"

ipin: "yaaah, kamu ini, ngga percaya gituh sih"

ridhaajah:

Ketika selesai makan, saya bayar ke mba penjual sate. Saya tanya ke dia,
ipin: "mba, istri saya cantik kan ya?"
mba penjual sate: "iya"
ridhaajah: "apa?" *dia ngga terlalu denger yang dibilang mba-nya, karena memang jaraknya agak jauh*
Maka, sembari saya melingkarkan tangan di pundaknya istri, saya ulangi lagi pertanyaan saya ke si mba penjual sate,
ipin: "mba, istri saya cantik kan ya?"
mba penjual sate: "iya, cantik"
ipin: "nah kan, bener kan, apa yang saya bilang tadi"

ridhaajah: *halagh*
