Penulis Topik: NII (Negara Ilusi dan Impian) KWIX yang Semakin meresahkan Kampus  (Dibaca 10784 kali)


Offline Abu Fauzan

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 399
  • Lokasi: Muntilan - Klaten - Surabaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • Mulailah Segala Sesuatu yang Baik dengan Basmalah
    • Lihat Profil
    • Profil
« pada: 20 Maret 2007, 18:53:07 »
ikhwanifillah, baru2 ini ana dapet cerita dr temen yg kuliah di UI ktnya NII, semakin meresahkan kampus...prihatin deh jadinya
Kutip
NII Yang Meresahkan

NII, orang memanjangkannya sebagai
Negara Islam Indonesia, saya mulai
mengenal istilah ini sedari SMA atau
bahkan sejak SMP mungkin. Gambarannya
waktu itu kalau kita ikut gerakan ini
maka kita akan disumpah dan diwajibkan
menginfakkan sebagian besar harta
kita, bahkan harus siap meninggalkan
lingkungan dan keluarga kita. Waktu
itu saya tidak terlalu memedulikannya,
mungkin karena pengikut dan kasusnya
masih belum banyak dan kelihatan.
*ditambah saya juga masih terlampau
culun untuk perhatian ama masalah
beginian

Ketika kuliah di Jakarta, pada
semester-semester awal kembali
mendengar mengenai NII ini dari kawan-
kawan dekat. Cuma ceritanya agak lain
karena kawan-kawan ini bercerita bukan
sebagai pengikut, namun lebih sebagai
orang iseng yang sudah tahu bahwa
gerakan ini aneh dan coba-coba
melakukan keanehan balik, semisal:
ngajak debat keras orang yang ngajakin
gabung, diteror malah neror balik,
sebelum disumpahin malah ngata-ngatain
duluan. Yang ada malah jadi semacam
guyonan.

Beberapa bulan belakangan ini, kasus-
kasus (perekrutan untuk gabung) NII
ini mulai merebak lagi. Bahkan
kedengarannya lebih santer, lebih
agresif dalam melakukan perekrutan di
kalangan mahasiswa. Almamater saya tak
luput dari incaran, seorang kawan
dekat yang kuliah 4 tahun dibawah saya
sudah menjadi korban dan ikutan gabung
dengan NII. Dan (hampir) tiap kali
saya berkesempatan mampir ke masjid
dekat kampus untuk sekedar berdiskusi
dengan kawan-kawan, maka bahasan
mengenai NII ini sering mengemuka.
Tiga kawan melaporkan pernah didekatin
untuk diajak gabung, motifnya mirip.
Menyimak bagaimana pola rekrutmen
mereka dan bagaimana mereka bergerak,
maka wajar jika hal ini menimbulkan
keresahan.

Pagi tadi seorang kawan meneruskan
sebuah email (ke milis alumni kampus)
dari seorang mahasiswi (yang saya
curiga kuliah di kampus yang sama
dengan saya dulu) yang mengalami
rangkaian proses didekati untuk diajak
bergabung dengan NII namun
alhamdulillah bisa menghindar. Berikut
kutipan kesimpulannya:

YANG PERLU LOE KETAHUIN TTG NII
(KESIMPULAN GW):

Kalo dia nargetin loe,dia udah ngincer
loe sejak lama.Inget2 deh,apa ada
temen loe yang pernah nanya “Apa loe
punnya sodara TNI,polisi,abri? ” Kalo
loe bilang gak,loe jadi target mereka
cos NII paling takut ama ABRI,liat
sejarahnya aja,anak ips pasti tau..
Gw pernah ditanyain ama 2 orang temen
gw,1 di Universitas X,1 di univ laen
pertanyaan itu.
NII gak nyari orang2 yang bego2
itu,dia seneng tampang2 orang
serius,concern akan sesuatu n suka
diajak diskusi. *tambahan dari
pengamatan saya: orang yang lagi
bersemangat untuk mendalami agama,
cuma pikirannya terlampau sempit dan
menjadikan kehilangan daya nalar.
NII dalam praktekknya selalu di mall
(untuk target mahasiswa)
NII selalu bawa alquran denngan
disampuli cover hitam kulit motif
bintil2 berukuran setengan buku
tulis “CAMPUS”,sehingga dari luar
orang gak tau itu alquran
Hati2 kalo diajakin MLM(multi level
marketing)!modusnya hampir sama tuh..
NII kalo ngomong selalu berpatokan
quran,tapi ˝ ˝ ,diambil ayat2 tertentu
aja
Biasanya orang NII ngaku kalo mereka
pernah lama di Mesir,lama di pesantren
ini lah,pernah ikut studi banding di
Malay,lah..
Gw gak ngerti deh,orang NII juga
selalu ngaku2 anak psiko “Univ-negeri-
you-know- lah-secara- loe-semua-
pengen-masuk- sana-semua- “. (kasus gw
n Sita)ada apa dengan psiko univ itu?
Kosakata yang loe perlu tahu tentang
NII:
Negara Karunia Allah
Hijrah
Camat,lurah, gubernur
Pengecekan
Dia selalu bilang kalo loe tuh KAFIR
Infak perbulan
Hati2 ama kuesioner(selain kueisioner
produk ya..)apalagi temanya udah
agama2 getu,dengan loe ngisi
kuesoner,mereka tau cara pandang loe
terhadap suatu masalah.
Emailnya panjang kali lebar sama
dengan luas, saya sarankan untuk
membacanya habis disini. *gaya
bertuturnya membuat saya seolah-olah
tengah membaca cerpen remaja je Saya
memang tidak mengenal mahasiswi ini,
belum juga melakukan klarifikasi.
Pandangan saya, apa yang dia sampaikan
sama dengan apa yang saya dengar dari
cerita kawan-kawan dekat (yang bisa
saya percaya) mengenai NII sehingga
menyebabkan saya gagal menemukan
halangan untuk tidak ikut mengutip dan
menyebarluaskannya.

Mungkin saja ada dari pembaca posting
ini yang juga pendukung NII atau
minimal punya kedekatan dan kemudian
menganggap tulisan ini terlalu
tendensius dan memojokkan, ya silahkan
lakukan klarifikasi melalui kolom
komentar. Atau mungkin saja bagi
pendukung berat kebebasan berpikir dan
berkelompok menyatakan, “sah-sah saja
tho sekelompok orang punya sebuah
pemikiran kemudian mencoba membesarkan
kelompoknya dengan melakukan rekrutmen
dan menyebarluaskan pemikirannya”.
Iya, emang sah-sah sajalah, cuma kalau
kemudian salah satu pemikirannya
adalah mewajibkan infak yang mana asal
usul uangnya terserah, bahkan
diajarkan untuk mencuri demi memenuhi
infak tersebut, ya itu namanya
kriminal bung! Meresahkan!

Yang mana saya secara ilmu agama masih
terlampau cetek, mungkin ada yang bisa
membantu memberikan pandangan dari
sisi hukum agama terkait NII ini dan
barangkali juga dari sisi hukum
positif. Bagi yang punya pengalaman
sejenis, silahkan berbagi di kolom
komentar atupun japri. Bagi yang
memang tidak sepakat dengan cara
gerakan NII ini, silahkan kutip dan
sebarluaskan email diatas. Syukur-
syukur mau menaut ke posting ini agar
makin banyak orang yang perhatian dan
waspada mengenai hal ini. *enough is
enough!
Berkata Imaam 'Ali radhiyallahu 'anhu,"Waktu adalah pedang, jika engkau tidak cepat menebasnya maka ia akan menebasmu terlebih dahulu"


Offline Abu Fauzan

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 399
  • Lokasi: Muntilan - Klaten - Surabaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • Mulailah Segala Sesuatu yang Baik dengan Basmalah
    • Lihat Profil
    • Profil
« Jawab #1 pada: 20 Maret 2007, 18:57:07 »
Kutip dari: www.detik.com
Setoran Lancar, Anggota NII Nekat Berbuat Kriminal
Erna Mardiana - detikcom

Bandung - Untuk memenuhi kewajiban sodaqoh yang cukup besar setiap bulannya, jamaah NII menghalalkan segala cara. Menipu orangtua, berpura-pura jadi pembantu hingga mencuri kendaraan bermotor. Hal itu dilakukan, dengan alasan orang di luar NII adalah kafir sehingga halal hartanya.

Muhammad Andri (24) mengaku kapok telah masuk NII. Meskipun berdomisili di Bandung, dia direkrut masuk ke NII KW IX yang meliputi wilayah Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Dia masuk NII KW IX pada 1999 hingga 2001.

"Meski saya tidak sampai mencuri, tapi saya seringkali menipu orangtua agar dikasih uang. Saya juga sering pinjam uang sama teman, tapi tidak saya kembalikan," tutur Andri di ruang tunggu Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Selasa (20/3/2007).

Andri sengaja mendatangi Polda Jabar bersama lima rekan lainnya yang juga mengaku korban NII. Tiga tahun aktif di NII KW IX, dia berhasil merekrut delapan anggota dan menjadi koordinator tim atau disebut qobilah. Setiap bulannya, Andri dan delapan anggotanya diwajibkan menyetor uang ke Desa (setingkat kelurahan) sebesar Rp 4 juta hingga Rp 5 juta, atau masing-masing sekitar Rp 500 ribu.

Untuk memehuni tuntutan sodaqoh itu, lanjut dia, tidak sedikit anggota NII yang melakukan segala cara, bahkan mencuri. "Kami ditanamkan doktrin bahwa orang di luar NII adalah kafir dan hartanya halal. Jadi kami merasa tidak berdosa mencuri harta di luar NII," tuturnya.

Andri mengungkapkan berbagai modus pencurian yang dilakukan anggota NII. Antara lain pura-pura ikut salat di rumah teman atau orang yang tidak dikenal. "Di kamar bukannya salat, tapi malah mencari barang berharga yang bisa dicuri," katanya.

Bahkan, tidak sedikit yang pura-pura menjadi pembantu. Setelah mencuri barang majikannya, lalu melarikan diri. "Jangan heran, tidak sedikit dari mereka yang terlibat pencurian kendaraan bermotor," ujar Andri.(ern/asy)
« Edit Terakhir: 20 Maret 2007, 19:01:19 oleh Abu Fauzan »
Berkata Imaam 'Ali radhiyallahu 'anhu,"Waktu adalah pedang, jika engkau tidak cepat menebasnya maka ia akan menebasmu terlebih dahulu"


Offline Abu Fauzan

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 399
  • Lokasi: Muntilan - Klaten - Surabaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • Mulailah Segala Sesuatu yang Baik dengan Basmalah
    • Lihat Profil
    • Profil
« Jawab #2 pada: 20 Maret 2007, 18:59:30 »
Kutip dari: www.detik.com
ikhwanifillah, baru2 ini ana dapet cerita dr temen yg kuliah di UI ktnya NII, semakin meresahkan kampus...prihatin deh jadinya
Korban NII Datangi Polda Jabar
Erna Mardiana - detikcom

Bandung - Prihatin dengan merebaknya kembali korban NII (Negara Islam Indonesia) KW IX, enam orang korban NII mendatangi Polda Jabar. Mereka mendesak tindak lanjut pengaduan mereka tujuh tahun lalu yang hingga saat ini tidak jelas juntrungannya.

Juru bicara korban NII, Egi Rahmadi mengatakan tujuan kedatangan mereka ke Polda Jabar untuk mempertanyakan pengembangan kasus mengenai pengaduan korban NII KW IX yang telah dilayangkan pada 2000 lalu.

"Pada 2000 sudah dilakukan BAP, tapi saya lupa nomor berkasnya. Kami menginginkan kasus ini segera diusut tuntas, karena kami prihatin makin banyaknya korban NII yang terus berjatuhan," ujar dia kepada wartawan di ruang
tunggu Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Selasa (20/3/2007).

Menurut dia, jumlah korban NII KW IX di Bandung yang turut melaporkan kasus sebanyak 50 orang. Diduga masih banyak korban NII KW IX lainnya yang belum terdata.

"Orang yang telah masuk ke NII, lama-lama pasti melakukan perbuatan kriminal untuk memenuhi tuntutan setoran. Ini jelas berbahaya," kata dia.

Dia menjelaskan gerakan ini mencari korban dengan setiap jamaah diwajibkan mencari satu orang tiap harinya untuk didoktrin. Kemudian diarahkan agar hijrah dan berbaiat sebagai anggota NII. Karena dengan baiat, maka dosa seseorang terhapus dan menjadi ahli surga. Untuk itu, peserta ini harus mengeluarkan shadaqah hijrah yang besarnya tergantung dosa yang dilakukan.

"Saya juga tidak mengerti hitung-hitungan dosanya. Mereka menghitung dosa dari mandi saja untuk saya sebesar Rp 25 juta," ujar Dede Akhmad, korban NII KW IX.

Dia mengaku hanya menyumbang Rp 1 juta untuk biaya hijrah. Itu pun dengan negosiasi yang cukup alot. Setelah itu, setiap bulannya dia diwajibkan menyetor dana Rp 400 ribu.

Dede masuk NII KW IX setelah diajak temannya pada 1997 hingga 2000. Dirinya memutuskan keluar dari NII KW IX, setelah hartanya terkuras habis. "Saya seringkali berbohong pada orangtua dan teman-teman saya untuk memenuhi sodaqoh yang diwajibkan," katanya. Dalam tiga tahun di NII, Dede mengeluarkan uang Rp 15 juta.

Dari blog yang ditemukan detikcom dengan alamat nii-alzaytun.blogspot.com dijelaskan bahwa NII terdiri dari sembilan wilayah yaitu KW I hingga KW IX. Jakarta, Tanggerang, dan Bekasi termasuk wilayah KW IX.(ern/asy)
Berkata Imaam 'Ali radhiyallahu 'anhu,"Waktu adalah pedang, jika engkau tidak cepat menebasnya maka ia akan menebasmu terlebih dahulu"


Offline Abu Fauzan

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 399
  • Lokasi: Muntilan - Klaten - Surabaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • Mulailah Segala Sesuatu yang Baik dengan Basmalah
    • Lihat Profil
    • Profil
« Jawab #3 pada: 20 Maret 2007, 19:01:04 »
yah semoga Qta dpt mengambil ibroh..........
Berkata Imaam 'Ali radhiyallahu 'anhu,"Waktu adalah pedang, jika engkau tidak cepat menebasnya maka ia akan menebasmu terlebih dahulu"


Offline hafez

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 3.054
  • Lokasi: Surabaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • Rise and Shine Mujahid!
    • Lihat Profil
    • my humble blog (and i mean it!)
« Jawab #4 pada: 20 Maret 2007, 19:02:21 »
masih ada aja yang bisa terbujuk nii....
I am a sinner...but i know god's forgiveness is greater than my sins

Offline yuli sudriani

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.155
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 20 Maret 2007, 19:14:53 »
yup,banyak mereka itu mengambil kader kadernya dari org org yang pengetahuan agamanya akan tafsir alquran tidak dalam.lalu mereka selalu mengatakan bahwa mereka adalah yg paling benar dan mempunyai alquran yang mempunyai tafsir sendiri.

yang kasihan adalah orang yang tidak tahu apa apa ttg ilmu alquran ini,dan kebetulan setiap kampus ada beberapa pejabat tinggi yang mewakili 1 kampus.dan kebetulan pejabat tinggi utk NII yang mewakili kampus ane,adalah teman sekelas ane sendiri 8-),mantapzzzzzzzzzzzz
<br /><br />i want turn to u,my lord,avatar sudah dipatenkan,dilarang mengkopi,memperbanyak tanpa izin dari saya bwahahahahahha

Offline kuringtea

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 2.834
  • Lokasi: Bandung-bogor-bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
  • Inspirasi "mujahid" dilampu motorku
    • Lihat Profil
    • www.perisaidakwah.com
« Jawab #6 pada: 20 Maret 2007, 21:15:53 »
Ana pernah di nii,2 tahun.awal2x dibaiat+tertarik cita.cita tegaknya,hukum ALLAH,ayat ayat nya penguat+motivasi takfir persislah yg sering kita liat dr postingan @lovelymoslem,.keraguan muncul..setelah ada materi "furqon",yg mulai timbul takfir,halal ambil harta yg lain.,shalat.misah,jumatan sndiri,dan tentu sistem periode mekah,mulailah proses pencarian kebenaran dr keraguan ini,dialog mulai dari ketua MUI Jabar,pak miftah faridh,ngobrol dgn ustadz erwan/abu haidar assundawi (alumni sma sy,yg pernah jd mas^ul nii)sampai akhirnya berkenal dgn ustadz mantan komando jihad nii,yg sdh aktif ditarbiyah.alhamdulilah ,itulah momen awal pknalan dgn tarbiyah thn 93,dan keluar dari nii,sekaliqus sy boyong adik2 kelas yg sdh sy rekruit,alhamdulilah.btw beberapa hal dialog sy dgn mas`ul nii ketika.itu,yg dia sndiri gelagapan,adalah,ktka ane katakan berarti seluruh pejuang+mujahidin yg berjuang di selrh dunia,palestina,afghanistan,dll adalah non muslim,karena blum sempat baiat ke imam kita,di indonesia,?yg ngak bait ke imam mereka,dicap jahiliyah+kafir,atau msh mukmin tapi blm islam..katanya:-(),trus sy tanya kenapa ngak perangi imam yg lain (nii.banyak fraksi),kan ada hadistnya kalau ada imam kedua diangkat perangi?dia jawab ngalor ngidul,kadang untk menguat diri mereka bilang..kita ini adalah islam murni yg msh ada ,ibarat sekoci terakhir dr bahtera islam yg berantakan,dan lanjutan dari nabi lalu ampe saad bin abi waqas yg wafat di china,dilanjut ke kartosuwiryo,lanjut..terus ampe ke imam skarang.[pdhl kalo dipikir,yg ngaku imam syah nii aja banyak,ada abu toto,aceng kurnia,abdul fatah w,adah jaelani,dodo m.darda bin kertosuwiryo,ajengan masduki,dll].kadang mereka comot buku hasan albanna,said hawwa untk dukung argumen mereka+lalu sy balikin,saya sdh baca buku mereka./tokoh IM-tapi Ngak ada tuh teori+praktek pengkafiran,seperti diketahui gerakan ini dibantai,dipenjara pemerintah mesir waktu itu,tetapi tetap menahan diri untk tdk mengkafirkan pemerintah/masyarakat,yg akhirnya yg ngak puas,keluar bntk jamaah hijrah+wal takfir,sbgai
cikal bakal jamaah islamiyah.
intinya memang NII.ini memang sdh bnyk tercampur aduk,ada infiltrasi intelejen..amir yg motivasi duniawi..orang2x yg "tulus"ingin tegaknya daulah islam,yg memang tidak dibackup dgn ilmu yg benar,sehingga praktek2 takfir,infaq paksa,dll terjadi,semoga ALLAH senantiasa bimbing+istiqomahkan kita dlm,kebenaran.AMIN.afwan kalo ada kesalahan.ini bdasarkan
pgalaman pribadi.mga manfaat
Sahabat ‘Umar Ibn al-Khaththab berkata,

“Bukanlah orang yang berakal itu adalah yang dapat mengetahui kebaikan dari keburukan, namun orang yang berakal adalah yang mampu mengetahui yang terbaik dari dua keburukan.”

[ Raudhatul Muhibbin,hal 8)
Mangga mampir di : makadir.wordpress.com

Offline aisyah 110

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 50
  • Lokasi: Kediri
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 20 Maret 2007, 21:20:43 »
Tampilnya firqoh-firqoh sesat seperti NII itu didasari karena kurangnya ilmu dan pemahaman terhadap agama ini. wallahu'alam :)
Wanita yang terhormat adalah wanita yang menjaga kodratnya dan menjaga agamanya.

Offline ^Fby^

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.834
  • Lokasi: << In the zone >>
  • Jenis kelamin: Wanita
  • So common and simple
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 20 Maret 2007, 21:45:24 »
Jangan salah...mereka itu tidak bisa dianggap remeh.Bahkan 2 of my family member,pernah menjadi korban mereka dalam waktu yg berlainan.Feb sendiri sudah bersinggungan dg NII ini mulai dr jaman SD.Karena mereka jaringan dan kaderisasinya lihai bgt...Alhamdulillah,semuanya bisa "terselamatkan".Udah waktunya kita lebih concern dg keberadaan mereka,supaya ga ada lg korban yg mereka bisa perdaya...
"Keunggulan mnusia sbnarnya dtentukan o/ pmungsian elemen2 dsar khdupan mrka: mata, telinga, &hati. Ksemua itu tcermin dlm proses pngamatan, pdengarn, bpikir, dan bdzikir. Jika hal ini dpenuhi scr maksimal, maka dpt dlahirkan seorg mnusia unggul dlm pngertian yg plg hakiki, tdk sbtas intlektual sja"

Offline ruhusyabab

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 413
  • Lokasi: MaTraMan-Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 21 Maret 2007, 07:56:35 »
sharing aja...
dulu waktu masih sekolah kakak ane juga nii, alhamdulillah udah nggak skrang. dan kakak ane skrang ngotot mau nyari yg merekut dia buat diajak diskusi biar tobat.
terus 2 org temen deket ane juga pernah kena bujuk mereka. yg satu baru tahap didoktrin tapi berhasil melepaskan diri dan teman sy yg kedua malah sempet punya bawahan,,, tapi berhasil melepaskan diri juga.
benar kata imel diatas mereka itu takut sama tni dan polisi.
trus tempat ngumpul mereka di daerah kp. rambutan digrebek polisi alhamdulillah teman saya tersebut gak ikut tertangkap.
trus keganjilannya mereka juga menyuruh yg "didakwahi" utk melawan org tua kita sendiri karena mereka masih kafir katanya.
الله غايتنا * الرسول قدوتنا * القران دستورنا * الجهاد سبيلنا * الموت في سبيل الله اسم امانينا

Offline El Farouq

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 447
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 21 Maret 2007, 09:18:58 »
Klarifikasi

Sejak 13 tahun yang lalu, kami menjadi warga NII, Riasah Wilayah 9, Jakarta dan sekitarnya. Sepanjang pengalaman kami, kami tidak pernah disuruh, melakukan ataupun menyuruh:
1. Mencap kafir atau memusuhi semua mereka yang berada diluar NII.
2. Memusuhi atau melawan kepada orang tua.
3. Berbuat kriminal atau pun melanggar hukum, baik hukum Allah maupun hukum positif di NKRI.

Offline seiya_83

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 42
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 21 Maret 2007, 10:56:01 »
@atasku
gak ada asap kl gak ada api.anda mengklarifikasi gak gini gak gitu,tapi fakta dilapangan lain mas. >:( >:(

Offline El Farouq

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 447
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 21 Maret 2007, 11:00:06 »
fakta dilapangan?

Set back dulu!
Bagaimana anda atau semuanya yang bukan warga NII memandang NII?
Sebagai institusi negara yang mencita-citakan penegakan Hukum Allah di bumi nusantara, atau sebagai organisasi pengajian belaka?


Offline ipoet

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 256
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 21 Maret 2007, 11:26:10 »
afwan Kalo OOT

mas @kuringtea, kebetulan adik suami kakak saya ikut kelompok ini... disuruh kuliah ga selesai.. mau usaha dikasih modal eh usahanya ga jalan... sekarang seppertinya motornya dah ga keliatan lagi...

kalo bisa saya minta tolong supaya dibimbing u/ diajak diskusi atow gmn cara baiknya... jazakallah..

Offline El Farouq

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 447
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 21 Maret 2007, 11:29:48 »
klarifikasi lagi

1. kebetulan kuliah kami udah selesai/lulus.
2. usaha alhamdulilah jalan dengan baik dan menguntungkan.
3. motor masih ada dan udah nambah.