Penulis Topik: Mendirikan Televisi Umat Islam  (Dibaca 7170 kali)


Offline ukhti_shafa

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 29
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #30 pada: 21 Mei 2007, 19:27:31 »
Seandainya saja semua  pengusaha muslim bersatu dan memiliki komitmen yg sama ....
Insyaallah MQTV juga dapat diterma sampai ke batam O0  :)
Rabb... Masukkan hamba ke dalam golongan orang-orang yang selalu Engkau beri Petunjuk....

Offline Hamza_dinejad

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2007
  • Tulisan: 412
  • Lokasi: Di dunia yang fana ...
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Underconstruction T_T
« Jawab #31 pada: 21 Mei 2007, 21:39:00 »
Kalau pakai parabola bahkan MQTV sampai ke Bekasi bisa diterima dengan baik O0 ...



Offline arifrahman

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2007
  • Tulisan: 1.044
  • Lokasi: rembang
  • Jenis kelamin: Pria
  • Lov U For Alloh
    • Lihat Profil
« Jawab #32 pada: 30 September 2007, 12:36:43 »
waduh, sayang semarang gak nyampe...  padahal pengen banget liat acara MQTV...
:) piss n luv :)

Offline Keadilan

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 1.263
    • Lihat Profil
« Jawab #33 pada: 11 Oktober 2007, 03:07:35 »
Bismilahirrahmanirrahiim
ALLAH akan berikan syurga dunia dan akirat bagi orang2 yg beriman dan bertaqwa.....artinya ulama2 yang  Khafah yang berakhlaq al Quran dan ekonomi nya kuat...Ulama2 yag khafah ini disebut KHalifah Fil Ardh..



10 000 saja ulama2 seperti Aa Gym ini ada di Indonesia,maka terbukalah banyak lapangan kerja untuk pemuda2nya...
makin makmurlah umat islam.....sehingga bisa memiliki TV Islam sendiri...

inilah yang bpk harapkan kepada setiap ulama2,usztad2 untuk meningkatkan kemajuan ekonomi,mulai dari diri sendiri....

Benar2 ikutlah sunnah Rasul kita yg kita cintai...dlm mencari nafkah..tingkat ilmu dagang,belajar dari China saudara2 kita...

Insya ALLAH akan sukses

wassalam.


Offline zhee_tenks

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 2
    • Lihat Profil
« Jawab #34 pada: 14 Oktober 2007, 15:46:24 »
 O0 MQTV adalah media alternatif bagi umat islam yang merindukan acara2 yg berkualitas dan edukatif. dengan tim kreatif yg punya idealisme, yg bukan hanya mengejar target iklan/ rating yang tinggi.. tetapi mengedepankan internalisasi nilai2 islam yang dapat memberikan kesejukan dan pengetahuan bagi masyarakat. MQTV sekarang acaranya semakin variatif,  iklannya makin bertambah ( salah satu indikator kepercayaan dari relasi akan eksistensi MQTV ),,, Go... Go... Go... Terus berjuang, supaya bisa me-NASIONAL & men-DUNIA... INSYA ALLAH....

Online idrus_syah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.197
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • No More Wasting Time
    • Lihat Profil
    • Wilujeng Sumping
« Jawab #35 pada: 17 Oktober 2007, 13:17:53 »
Kutip dari: http://www.eramuslim.com/ustadz/dll/7a12100338-mendirikan-televisi-umat-islam.htm?other

Assalamu'alaikum???

Salam kenal Ustadz!

Kebetulan saya, mengenal Ustadz saat I'tikaf di At-Tin yang lalu. Begini Ustadz, Menyikapi, perkembangan dunia media yang semakin menantang! Pada akhirnya saya masuk kuliah dalam bidang broadcasting!

Sebagai muslim banyak pertimbangan dari saya mengapa saya berkeputusan akan hal itu. Yaa, melihat dari kondisi media sekarang yang sudah jauh dari nilai agama, banyaknya pengaruh sekulerisme & monopoli media dari pihak yahudi.

Terlebih media TV, yang notabene, di negara kita pun, walau disebut sbg negara termiskin kesekian, tetapi di setiap kepala keluarga setidaknya sudah mempunyai TV, sebagai kebutuhan PRIMER!

Maka dari itu, saya hanya ingin bertanya. Apakah akan ada media berupa TV, yang syarat akan nilai-nilai agama/syar'i kedepannya?

Kalaupun ada, mohon informasinya lebih lanjut! Dan kalaupun boleh saya dapat ikut bergabung nantinya!

Dan satu lagi, bagaimana agama Islam mengajarkan akan kita mengenai media?

Jazakalloh Khoiron Katsir!

Aga Kwardani
dany_464@yahoo.com

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi waarakatuh

Selamat bertemu kembali diEramuslim.com, semoga i'tikaf kita pada Ramadhan kemarin diterima Allah SWT.

Membangun media televisi Islam?

Pasti, wajib, mesti, kudu dan harus. Hukumnya fardhu kifayah bagi umat Islam. Kalau sampai umat Islam di negeri ini tidak punya media sendiri yang besar, kuat, mandiri, netral, berwibawa, sehat secara fikrah dan finansial, maka 200 juta umat ini berdosa.


Sama kasusnya dengan bila ada mayat muslim yang tidak dimandikan, dikafani, dishalatkan dan dikuburkan, maka semua umat Islam menjadi berdosa karenanya.

Apalagi mengingat umat Islam habis dijadikan bulan-bulanan oleh semua media yang ada. Nyaris semua kompak menyudutkan umat Islam serta dengan paksa mendudukkan kita di kursi terdakwa. Jaringan koran, majalah, radio, televisi dan kantor berita seakan kompak dalam meruntuhkan bangunan Islam di negeri ini.

Ke depan, sudah bukan musimnya lagi kita sebagai muslim meributkan urusan internal kelompok, partai, fraksi, kepentingan ormas, jamaah kecil-kecil dan seterusnya. Kita harus secara bersama mengusung berdirinya koran Islam, yang sampai hari ini baru punya satu saja. Padahal mestinya kita bukan hanya punya satu, tapi sepuluh kalau perlu seratus koran Islam yang kompak, bersinergi dan bisa bermain cantik.

Cukup menggelikan memang, umat Islam ini hobinya bikin ormas sampai bikin partai baru. Sampai-sampai para pendukungnya sikut-sikutan rebutan konstituen sampai rebutan kursi. Tapi kok ngga ada ya yang rebutan bikin televisi untuk umat Islam? Padahal masih sedikityang menggarapnya, berarti lahannya masih terbuka luas. Sementara dari segi bisnis, sebenarnya tetap menjanjikan.

Secara umumnya media massa, kita butuh bukan hanya Sabili, Ummi, Ermuslim Digest saja, tapi kita butuh ratusan lagi majalah Islam yang berbobot, berkualitas, menarik isinya, bermanfaat untuk umat Islam. Dan yang paling penting, sehat keuangannya.

Dan ke depan, kita wajib punya jaringan televisi. Bukan sekedar satu atau dua stasiun televisi, tapi jaringan televisi yang tersebar di seluruh wilayah negeri ini, menjangkau semua wilayah NKRI, bukan hanya di kota saja tetapi masuk sampai ke pinggir peradaban.

Yang harus disiapkan sekarang ini bukan hanya modal besar, tetapi lebih dari itu kita perlu jutaan SDM, baik yang bersifat teknik maupun kebijakan. Kita juga butuh teknologi yang sudah semakin berkembang, di mana kita telah tertinggal puluhan tahun dari negeri lain.

Anda mungkin satu dari sekian juta umat Islam yang gregetan karena sampai hari ini nyaris belum ada satu pun televisi milik umat Islam. Kegeraman anda itu kami rasakanjuga di berbagai tempat, juga dari pemuda seperti anda.

Namun perlu diingat bahwa membangun stasiun televisi memang bukan hal yang murah, langkahnya pun tidak mudah, meski masa depannya tetap cerah.

Maka sebelum impian kita bersama tercapai, kita perlu juga membuat step demi step road map-nya. Mungkin tidak ada salahnya, untuk kalangan kita yang belum berduit, memulai dengan kemampuan dan kreatifitas seadanya dulu.

Sebelum bicara tentang TV broadcast yang pro, tidak ada salahnya kita juga memulai dari yang amatir, setidaknya potensi umat di wilayah amatir ini perlu dipertimbangkan. Sebab begitu banyak orang berhasil meski bermula dari amatiran dulu.

Membangun TV komunitas seperti TV kampus, TV Sekolah, TV Pesantren, TV di kapal laut, kereta api, hotel, rumah sakit dan tempat-tempat publik lainnya, kami kira perlu dipikirkan sebagai sarana latihan dan uji kemampuan. Selama ini rasanya belum ada yang menggarapnya secara serius dari umat Islam.

Belum lagi kalau kita bicara teknologi 3-G yang semakin marak. Seharusnya umat Islam punya situs internet berteknologi video streeming, semacam You Tube. Selain lebih murah, model ini bisa mengajak para pembacanya untuk ikut sharing meng-upload karya mereka. Sehingga bisa menjadi model TV masa depan yang menjadi terobosan.

Namun memilki stasiun teleisi konvensinal tetap perlu, karena biar bagaimana pun objek dakwah kita memang ada di sana. Barangkali tidak mengada-ada bila kita katakan bahwa lebih banyak jumlah pesawat televisi di negeri ini dari pada komputer. Maka pendirian stasiun televisi sendiri tetap wajib hukumnya bagi ummat Islam, apalagi mengingat jumlah umat Islam paling banyak di negeri ini.

Semoga cita-cita itu bisa segera menjadi kenyataan, dan semoga Allah SWT mendengar doa kita. Amien.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi waarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc


memang kita sebagai umat Islam membutuhkan media islami sudah sangat urgent banget yach ... sebab provokasi dan propaganda terhadap umat Islam yang terjadi sekarang ini diakibatkan oleh peranan media juga.

tapi memang bikin MyQuran supaya besar aja, susahnya minta ampun yach :toe:

Offline Arul

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 6.176
  • Lokasi: Insya ALLOH di buminya ALLOH
  • Jenis kelamin: Pria
  • Ruly Khansa
    • Lihat Profil
« Jawab #36 pada: 23 Oktober 2007, 14:33:09 »
waktu di Mertua lebaran kemaren nonton MQTV trus...dijakarta ada ga ya ? Jadi kengen   :malu:
Ikutan Investasi ini yuk
Insya allah productnya bermanfaat
 http://www.dana-syariah.com/?id=Nengasya

Offline asrie

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.209
  • Lokasi: kota kembang
    • Lihat Profil
« Jawab #37 pada: 23 Oktober 2007, 16:38:10 »
Semoga saja MQTV bisa go nasional, biar semua kebagian :)

Offline @UROR@

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 648
  • Lokasi: Flower City
  • Jenis kelamin: Pria
  • AURORA
    • Lihat Profil
« Jawab #38 pada: 23 Oktober 2007, 17:00:51 »
bagus tuch MQTV...
pilihan stasin tv sekarang...
ngeliat banyak acara tv yg udah ga bener...  :awas:
 :tembakin:  mengumbar smua... huh... paan...

MQTV terkadang ada juga acara yang ga enak ditonton...
terutama yang mengumbar pembicaraan.... kyknya yg terlalu over...  :-\
pas ngeliat... waduh... kok ada juga yg ginian di MQTV??  :nenene:
gawat nich... perlu di filter lagi....  :nenene:

tapi sekarang udah lumyan terang... ga terlalu banyak semutnya...
meski kadang-kadang pas acara yg bagus malah gambarnya ngilang ga jelas...

ada myQ TV ???  ^-^ :o

[
Misekake no jibun wa sotto sutete tada arinomama de
Gently throw away that mask you're wearing and just be who you are now...

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.381
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #39 pada: 04 November 2007, 08:34:16 »
« Edit Terakhir: 09 Desember 2007, 11:57:00 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.381
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #40 pada: 18 November 2007, 20:37:25 »
Menggugat Tanggung Jawab TV

03 Oct 2007

Sungguh menarik untuk menyimak keprihatinan KH Salahuddin Wahid, sebagaimana yang dilansir Republika (Jumat, 21/9/07). Di situ Gus Solah menyatakan bahwa motif bisnis tayangan Ramadhan hanya merusak puasa. Hura-hura dan kuis berbau judi masih mendominasi dan belum mengarah pada upaya meningkatkan nilai puasa. Umumnya, televisi masih melihat Ramadhan lebih sebagai peluang bisnis.
Kesadaran kritis Gus Solah tersebut, patut menjadi perhatian bagi khalayak pemirsa Indonesia, khususnya kalangan opinion leader (pemuka pendapat).

Diduga kuat, masyarakat pemirsa televisi saat ini, umumnya sedang terkena sihir informasi media siaran TV yang begitu menggoda dan menghibur, tetapi belum tentu mendidik dan mencerahkan. Bahkan, sangat boleh jadi, TV dengan kemasan program acaranya saat ini, telah terposisikan sebagai 'agama baru' masyarakat Indonesia. Di antara alasan menjadikan TV sebagai agama baru adalah karena TV telah cenderung mengambil alih sejumlah ciri dan fungsi sebuah agama berikut.

Pertama, TV telah menjadi sesuatu yang sangat dipentingkan dan diutamakan. Nilai pentingnya sebuah TV dalam rumah tangga telah menjadi kebutuhan dasar secara berjamaah, sebagaiman layaknya sebuah agama. Di samping itu, TV tidak hanya sebagai kebutuhan dasar, tapi telah menjadi simbol prestise, sekaligus aksesori utama.
Kedua, sebagai 'agama baru', TV dengan program acaranya juga sudah dapat mengatur jadwal seseorang menjadi kegiatan yang bersifat rutin dalam sehari semalam, sebagaimana layaknya kewajiban beribadah secara rutin dari sebuah ajaran agama. Tengoklah, bagaimana para pemirsa mengikuti siaran langsung sepak bola dunia pada dini hari. Mereka rela begadang semalaman dan pada akhirnya kerap meninggalkan kewajiban agama berupa shalat shubuh. Dengan kata lain, saat itu, mereka telah melakukan 'perpindahan' agama.

Ketiga, jika agama mempunyai penyeru yang oleh pengikutnya dijadikan idola dan panutan, maka saat ini pun, TV sudah memiliki ciri tersebut. TV telah melahirkan sejumlah 'nabi' baru, berikut ajarannya, yang kemudian dengan setia diikuti secara fanatik oleh sejumlah pengikutnya. Umumnya, pengikut ajaran 'agama baru' dari TV tersebut, telah menganut agama formal sesuai yang tercantum di KTP secara turun-temurun.
Dengan demikian, sangat boleh jadi mereka telah mempraktikkan secara berbaur kedua ajaran tersebut. Namun, saat jadwal keduanya bertabrakan dan harus memilih salah satunya, maka yang paling sering memenangkannya adalah 'ajaran agama' yang diperkenalkan oleh TV.

Tidak mendidik

Simaklah, bagaimana wajah sinetron kita yang tak bosan-bosannya memilih setting rumah mewah, dengan hidup gaya aktor dan artis yang glamour >:(, kemudian memainkan peran yang kental diwarnai konflik perselingkuhan, perebutan harta, persaingan jabatan dalam bisnis eksekutif, dan sebagainya. Akal sehat dalam memandang gerak kehidupan yang seharusnya lebih dominan bernuansa kerja keras, disertai do'a dengan tata cara beragama secara benar, nyaris tak kelihatan dalam sinetron kita. Jika ditampilkan, maka itu pun dikemas dengan cara yang amat sederhana.

Hidup berdasarkan agama, digambarkan begitu simpel atau simplistik. Sebagai gambaran singkat, dari tahun 2006 terdapat sekitar 180 judul sinetron dengan 3.641 episode dan 4.020 jam tayang. Kesemuanya, hanya menggambarkan tema di seputar seks, kekerasan dan mistik, serta glamournya kehidupan elite kota. :toe:

Khusus untuk tahun ini, sejak bulan Agustus lalu, frekuensi penayangan sinetron remaja dominan mewarnai stasiun TV besar. Di pekan terakhir Agustus misalnya, jumlah episode sinetron remaja mencapai kurang lebih 91 episode di sejumlah stasiun TV dengan masa tayang sekitar 123 jam dalam sepekan.

Keluhan dari berbagai lapisan masyarakat sudah menunjukkan keprihatinan yang mendalam dan mengkhawatirkan. Hal-hal yang terkait dengan kekerasan, seks, mistik, dan moral rendah, digambarkan dalam format yang tidak semestinya ada dalam tayangan yang ditujukan untuk remaja.

Adegan pertengkaran, intrik, pacaran sebagai hal biasa dan wajar, pelecehan guru, dan atribut sekolah, dengan tampilan pakaian sekolah secara semi transparan dan minim, cukup banyak dan sering ditampilkan untuk segmen remaja.

Keprihatinan kita semakin serius, karena saat jam penayangannya, juga serta-merta dapat ditonton oleh anak usia SD, karena jam tayang yang acak, serta selisih waktu antara Indonesia bagian barat dan timur Selama ini, kehidupan Jakarta dengan segala problematikanya, telah mendominasi segmen dan setting acara TV, khususnya TV swasta.

Dampak dari pola setting dan segmen acara yang sangat Jakarta sentris tersebut, akhirnya berakibat pada imitasi tingkah laku khalayak pemirsa yang berpatron pada pola dan gaya hidup ala Jakarta. Sementara itu, akar persoalan khalayak pemirsa pada umumnya, justru lebih bernuansa lokal. Akibatnya, banyak terjadi alienasi dalam menyelesaikan persoalan kehidupan di masyarakat pedesaan.

Kesemua buah permasalahan tersebut, tidaklah terlepas dari sistem dan struktur penyiaran yang sepenuhnya belum berubah dalam memperlakukan ruang publik, sesuai tuntutan reformasi, guna memenuhi hak atas aspirasi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Padahal, secara perundang-undangan telah dengan jelas diatur upaya untuk mengantisipasi berbagai permasalahan, yang selama ini diduga kuat sebagai kondisi dan faktor yang tidak lagi layak untuk dipertahankan dalam pertumbuhan peran dunia penyiaran Indonesia.

Di antara aspek yang diatur tersebut, adalah keharusan bagi segenap lembaga penyiaran swasta (Khususnya televisi) untuk segera (Desember 2007) menyesuaikan diri (setelah diberi waktu selama lima tahun) dalam sistem siaran yang berjaringan

Namun, tuntutan undang-undang tersebut yang kemudian diperkuat oleh desakan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) agar segenap lembaga penyiaran TV swasta segera mengalokasikan program siaran yang bernuansa lokal, berikut struktur penyiaran yang berjaringan, ternyata tak direspons secara positif oleh segenap lembaga penyiaran swasta.

Pemilik dan sebagian pengelola TV swasta merasa keberatan, dengan alasan takut rugi secara finansial...  :awas:. Berjaringan, berarti harus berinvestasi ke daerah, sementara dalam hitungannya, modal belum tentu bisa kembali. Meskipun telah diketahui bersama, bahwa selama ini sebagian dari mereka telah maraup keuntungan ekonomi yang tidak sedikit.

Pertanyaannya adalah, apakah keuntungan ekonomi yang mereka peroleh itu, telah disadari sebagai hasil dari pemanfaatan frekuensi yang pemilik azalinya adalah rakyat yang sebagaian besar ada di daerah luar Jakarta? Mereka sebagai pengguna yang kemudian menguasai frekuensi yang terbatas itu,

sesungguhnya hanyalah diamanati lewat lembaga negara (KPI dan pemerintah) untuk mengunakannya sebaik dan sebenar mungkin. Bahwa sampai detik ini, cara menggunakan amanat frekuensi tersebut justru cuma menghasilkan sampah informasi, maka di situlah persoalannya.

(Penulis Aswar Hasan adalah alumnus The International Institute of Human Rights Strasbourg Perancis, Ketua KPID Sulawesi Selatan)

 ;)

Awas Media!!!, Misi Gelap Walt Disney
http://myquran.org/forum/index.php/topic,30305.msg778528.html#msg778528



1. Dampak Isi Pesan Media Massa
http://ccc.1asphost.com/assalam/ArtikelIslam/media/artikel_detail.asp?Id=77

3. Pengaruh Televisi pada Perubahan Perilaku 
http://ccc.1asphost.com/assalam/ArtikelIslam/media/artikel_detail.asp?Id=64

5. Antara Televisi, Anak, dan Keluarga (Sebuah Analisis) 
http://ccc.1asphost.com/assalam/ArtikelIslam/media/artikel_detail.asp?Id=29

6. Jangan Jadikan sebagai Kekuatan Dahsyat yang Tak Bernurani 
http://ccc.1asphost.com/assalam/ArtikelIslam/media/artikel_detail.asp?Id=27

10. Peran Media Komunikasi Modern (TV) sebagai Sarana untuk Menghancurkan
http://ccc.1asphost.com/assalam/ArtikelIslam/media/artikel_detail.asp?Id=101



Alasan Membangun TV Islami... :hmmm:
"PERANAN MEDIA" dan Fasilitas Pendidikan
http://myquran.org/forum/index.php/topic,20011.msg437822.html#msg437822

Kita butuh propaganda  :hmmm:
http://myquran.org/forum/index.php/topic,20011.msg459013.html#msg459013

Mendirikan Televisi Umat Islam  :iyes:
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28819.0.html

:)

Lain-lain disini:
http://ccc.1asphost.com/assalam/ArtikelIslam/media/artikel.asp

juga ini
http://myquran.org/forum/index.php/topic,30453.0.html

 :koran:
« Edit Terakhir: 09 Desember 2007, 12:25:36 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline Anis_WN

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 24.063
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be yourself, but don't be selfish.
    • Lihat Profil
« Jawab #41 pada: 23 November 2007, 08:05:25 »
Tadi pagi denger dari AaGym sendiri di radio bahwa MQTV dah mengudara via satelit Palapa B2. Yg punya parabola bisa mengarahkan antenanya ke satelit tsb dan nyari channelnya (saya lupa di channel berapa).

Sayang, saya gak punya parabola, euy... :(
Manusia tak luput dari kesalahan. Ane manusia. Kesimpulan: Ane tak luput dari kesalahan. Mohon maaf bila ada kata yg salah. Dan... TKJSS

Offline maren

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.263
  • Lokasi: Ibu Kota RI
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Karena damai itu indah
    • Lihat Profil
    • I Love being a Nurse ^_~
« Jawab #42 pada: 05 Desember 2007, 07:50:32 »
Alhmdulillah pas k bndng kmrn smpt nonton MQTV tp cuma dpt ksmptn nonton acara nasyid2 duank cos saya nonton ny pas siang2 yang katany emang jam segitu acarany musik nasyid yang ada chat interaktifny modelny mirip kayak 0chanel TV tp bedany smw lg nasyid tp yg bkn miris tu isi sms2ny sama aja kayak yg d 0chanel :D maklum anak muda2 si yang ngirim sms ksitu %peace%
Jangan jadi orang yang penuh dendam, jadilah orang yang memiliki banyak kata maaf untuk orang2 yang telah menyakiti kita :) bekerjalah dengan ikhlas

Offline menjemput bidadari

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2006
  • Tulisan: 3.799
  • schöne Zweisamkeit
    • Lihat Profil
« Jawab #43 pada: 05 Desember 2007, 22:46:17 »
Nih susunan acara MQTV yang saya kutip pada saat ini (suatu saat mungkin berubah)

JADWAL ACARA

SENIN
08.00 Opening Asmaul Husna
08.30 Salam Sahabat MQTV
14.00 Bincang Riang (Live)
15.00 Dongeng Anak
15.30 Mari Mengaji
16.00 Sahabat Remaja
16.30 Belajar Tahsin Bersama Ust. Abu Rabbani (Live)
17.30 Time 2 Pray
18.30 Kabar MQ Petang (Live)
19.00 Uwa Kepoh (Live)
20.00 Senyum Polisi
20.30 Ngawurukan Quran
21.00 Sisi Gawang Persib
22.00 Warta Kiwari
22.30 Murattal + Asmaul Husna

SELASA
08.00 Opening Asmaul Husna
08.30 Salam Sahabat MQTV
14.00 Bincang Riang (Live)
15.00 Sahabat…Mau Tahu
15.30 Mari Mengaji
16.00 Lets Go 2 School
16.30 Belajar Tahsin Bersama Ust. Abu Rabbani (Live)
17.30 Time 2 Pray
18.30 Kabar MQ Petang (Live)
19.00 Bawel Show (Live)
20.00 Calon Ummi
20.30 Da’i On The Street
21.00 Konsultasi Hukum (Live)
22.00 Warta Kiwari
22.30 Muratal + Asmaul Husna

RABU
08.00 Opening Asmaul Husna
08.30 Salam Sahabat MQTV
14.00 Bincang Riang (Live)
15.00 Si Kancil
15.30 Mari Mengaji
16.00 Sahabat Remaja
16.30 Belajar Tahsin Bersama Ust. Abu Rabbani (Live)
17.30 Time 2 Pray
18.30 Kabar MQ Petang (Live)
19.00 ATFG (Live)
20.00 Ngariung di Kampung
20.30 ESQ “Cerita Hati”
21.00 ESQ 165
22.00 Warta Kiwari
22.30 Murattal + Asmaul Husna

KAMIS
08.00 Opening Asmaul husna
08.30 Salam Sahabat MQTV
14.00 Bincang Riang (Live)
15.00 Cermin Anak Sholeh
15.30 Mari Mengaji
16.00 Lets Go 2 School
16.30 Belajar Tahsin Bersama Abbu Rabbani (Live)
17.30 Time 2 Pray
18.30 Kabar MQ Petang (Live)
19.00 Beranda Bahagia (Live)
20.00 Jalan Cahaya
21.00 Kupas Tafsir (Live)
22.00 Warta Kiwari
22.30 Murattal + Asmaul Husna

JUMAT
08.00 Opening Asmaul Husna
08.30 Salam Sahabat MQTV
14.00 Cahaya Islam (Live)
15.00 Aku Juara
15.30 Kejar Cita
16.00 Sahabat Remaja
16.30 Curhat Bareng Teh Ninih (Live)
17.30 Time 2 Pray
18.30 Kabar MQ Petang (Live)
19.00 Kost-an Putri (Live)
20.00 Minggu ke-1 & ke-3 : “Percikan Iman”
Minggu ke-2 & ke-4 : “Miftah Farid”
21.00 DPU DT (Live)
22.00 Warta Kiwari
22.30 Murattal + Asmaul Husna

SABTU
08.00 Opening Asmaul Husna
08.30 Wilujeng Enjing Spc.
09.30 Aku Cinta Masjid
10.00 Salam Sahabat MQTV
13.00 Info Sahabat
14.00 Bincang Riang Jalan-jalan
15.00 Dalang Gembol
15.30 Peta Hidup Kita
16.00 Keluarga Senyum
16.30 Angkot Bawa Rezeki
17.00 Succes Figure
17.30 Time 2 Pray
18.30 Sisi positif
19.00 Lezat&Halal
19.30 Bodoran Urang Sunda
20.00 Jagalah Hati (FTV)
21.00 Nasyid by Request
22.00 Murattal

MINGGU
08.30 Aku Juara
09.00 Kabar MQ Cilik
09.30 Mari Mengaji
10.00 Si Kancil
10.30 Lezat&Halal
11.00 Salam Sahabat
13.00 Info Sahabat Cilik
14.00 Ngaji In D School
14.30 Untuk Perempuan
15.00 Cermin Anak Sholeh
15.30 Blender
16.30 Daiskul
17.30 Time 2 Pray
18.30 Assalamualikum
19.00 Lets Go to School
19.30 Jang Soe Mardi
20.00 Spirit Kang Dudung
21.00 Aku Cinta Masjid
21.30 MQTV Sport
22.00 Murattal

Offline menjemput bidadari

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2006
  • Tulisan: 3.799
  • schöne Zweisamkeit
    • Lihat Profil
« Jawab #44 pada: 05 Desember 2007, 22:46:52 »
PROFIL PERUSAHAAN

MQTV singkatan dari Manajemen Qolbu Televisi. Berdiri pada bulan Juni 2002 di kawasan syiar Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. Semula MQTV beralamat di Jl. Pak Gatot IV No. 55 Bandung. Pada awal berdirinya, MQTV merupakan sebuah lembaga pendokumentasian ceramah-ceramahnya KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) yang mengusung konsep-konsep Manajemen Qolbu.

Seiring dengan semakin banyaknya undangan ceramah Aa Gym untuk stasiun televisi, maka terbentuklah MQTV sebagai sebuah Production House (Rumah Produksi). Sehingga selama tahun 2003 Brand MQTV semakin dikenal di Dunia Pertelevisian Nasional

Pada tahun 2004, MQTV menjadi sebuah Perseroan Terbatas (PT)

Tahun 2005, Program-program MQTV telah banyak mengisi acara dihampir seluruh Televisi Nasional.

Pada tanggal 23 Juli 2006, MQTV mengadakan siaran percobaan untuk menjadi sebuah stasiun penyiaran untuk lokal, khususnya Bandung Raya. Pada tanggal 27 Agustus 2006, MQTV mengadakan Launching sebagai Stasiun Penyiaran Lokal MQTV.

VISI MQTV
Menjadi Televisi Islam sebagai sahabat keluarga yang menyejukkan, memotivasi dan mempersatukan dengan mengimplementasikan Manajemen Qolbu

MISI MQTV
1. Membangun perusahaan Televisi Penyiaran, Rumah Produksi dan Animasi sebagai sahabat penyejuk hati yang competitif, inovatif dan credible.
2. Membangun masyarakat prestatif berbasis Manajemen Qolbu menuju bangsa yang mempunyai tatanan kehidupan yang nyaman, tentram dan sejahtera.
3. Mempererat rasa persatuan, kebersamaan dan persaudaraan untuk menciptakan semangat solusi, semangat bersaudara dan semangat maju bersama

MAKNA FILOSOFIS LOGO
Warna Biru : Melambangkan kesejukan, persahabatan, perdamaian sehingga diharapkan MQTV ini menjadi pembawa kebenaran yang akan menyejukkan masyarakat khususnya masyarakat Indonesia.
Huruf MQTV : Kokoh dan Italic, mengartikan bahwa MQTV ini mempunyai Visi dan Misi yang kuat dalam menyampaikan kebenaran, namun dengan strategi yang tepat dengan menghadirkan program yang Universal, Sederhana dan Islami.
Dibawah Huruf MQTV : Ada slogan “Sahabat Penyejuk Hati”, memberikan kejelasan bahwa MQTV hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai penyejuk hati dimana kalau sudah menjadi sahabat, MQTV akan menjadi tempat untuk saling memberi dan menerima kebaikan dan kesejukan.
Huruf “Q” Biru Bening : Merupakan akumulasi berjuta sinar yang menggumpal membentuk huruf Q memberikan arti bahwa MQTV ini akan mencetak biru prestasi di dunia sebagai pembawa dan penyampai Risalah Rasulullah SAW. Dan mencerminkan perusahaan yang berjiwa dinamis, professional dan mempunyai semangat kebersamaan.

STRUKTUR ORGANISASI
Komisaris Utama : KH. Abdullah Gymnastiar
Komisaris : Abdurrahman Yuri
Direktur Utama : Dudung Abdul Ghany
Direktur Operasional : Eka Budiman Sumadji
Corporate Secretary : Ade Irvan M Muslim
Manager Program, Produksi & News : Sandi Ekayuda
Manager Technical & Transmisi : Freddy Yusanto
Manager Keuangan : Dadan Maulana
Manager Marketing & Promo : Aep Wahyudin
Manager Qolbu Pictures : Vissy Leony DN

PROGRAM
Menjadi sarana informasi, edukasi, dan dakwah (mengajak pada perubahan dan kebaikan) dan penyejuk, motivator dan pemersatu bangsa.

Karakter Program
Edutainment (Dakwahtainment)

Koridor Aturan & Ukuran Nilai Program
1. Norma
2. Etika
3. Estetika

Tipe Program
1. Religius
2. Entertainment
3. Children
4. Information
5. N e w s
6. Spesial (Event)
7. Filler
8. Sport

Target Pemirsa
1. Keluarga (Primary Target, Usia 7 – 55 Tahun)
2. Remaja (Secondary Target, Usia 14 Tahun keatas)
3. Anak – Anak (Usia dibawah 14 Tahun)
4. Social Economy Status (SES) Level A1, A2, B, C1,C2, D

Target Pengiklan
1. Perusahaan lokal yang memusatkan target pasarnya di Bandung Raya dan sekitarnya
2. Perusahaan Multinasional / Nasional yang ingin memenangkan pasar di Bandung Raya dan sekitarnya sebagai wilayah dengan potensi pasar terbesar di Indonesia
3. BUMN dan Kantor Pemerintah
4. Masyarakat yang akan beriklan di MQTV

ASPEK TEKNIS MQTV
Cara menemukan Channel MQTV pada Gelombang 60 UHF
Manual Setup
1. Cari Channel kosong pada TV Anda dengan menggunakan remote TV Anda atau tekan tombol
pemilihan program pada Pesawat TV Anda, Misal Channel yang masih kosong adalah Channel 8
2. Tekan “Menu” pada remote TV Anda atau “Setup Program” pada Pesawat TV Anda
3. Pilih “Manual Search Channel” kemudian temukan frekuensi 783.5 MHz.
4. Anda akan menemukan frekuensi MQTV setelah ANTV atau sebelum TPI
5. Ketika Anda menemukan MQTV, Proses selesai

Automatic Setup
1. Tekan “Menu” untuk Setup Channel (memakai remote atau pada Menu TV Anda)
2. Cari fasilitas pencarian channel otomatis (Auto Search Channel) pada “Menu” kemudian mulailah pencarian channel
3. Pada proses penemuan otomatis, setiap channel stasiun TV akan diperlihatkan dalam waktu yang bersamaan, termasuk MQTV

Rubahlah posisi antenna TV Anda, jika semua cara untuk Setup diatas tetap tidak menemukan Channel MQTV.

Jangkauan Siaran
MQTV dipancarkan melalui gelombang 60 UHF (783.5 MHz), Channel sesudah ANTV dan sebelum TPI, dari ketinggian menara 80 m.
Siaran MQTV saat ini telah menjangkau :
1. Kota Bandung
2. Kabupaten Bandung
3. Kabupaten Bandung Barat
4. Kota Cimahi
5. Sumedang
6. Garut
7. Cianjur

Sarana dan Prasarana pendukung :
1. Studio Produksi dengan luas 300 m2 lengkap dengan Peralatan 1 Set Multicam dan Sub Control Studio
2. Lighting dan Sound System dengan kualitas Broadcast
3. News studio seluas 35 m2 lengkap dengan Sub Control News
4. Master Control Room dengan Sistem Digital
5. 6 Unit Editing Non Linier
6. 5 Unit Graphic Computer
7. 1 Studio Audio Recording