Penulis Topik: Nasihatku untuk ‘Salafiyun’ dan yang terjebak di dalamnya (1/2)  (Dibaca 10366 kali)


Offline adi isa

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 1.595
  • Jenis kelamin: Pria
  • let me, I'm thinking
    • Lihat Profil
    • http://feradiisander.wordpress.com
« Jawab #390 pada: 22 Februari 2008, 19:57:58 »
artikel yang menarik...
baca dulu ah..........!!

Offline Abu_Fauzan

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 352
    • Lihat Profil
« Jawab #391 pada: 06 Maret 2008, 15:54:29 »
Salafi dituduh macam2 itu sih biasa dari dulu... Rasulullah aja dituduh gila_lah..., tukang sihir lah. Ya sekarang ga usah heran atau marah... . Sudah sunatullah kalau orang mau mendakwahkan kembali Alqur'an dan sunnah Rasulullah yang sesuai dengan pemahaman sahabat dituduh macam2. Sebenarnya siapa yang suka menuduh dan yang suka mentahdzir manusia??? Saya punya cerita, pengalaman Adik saya (akhwat) dulu di kampusnya aktif di tarbiyah ikhwani bahkan udah sampai di lingkaran paling dalam. Tetapi ketika dia mulai sedikit mengenal dakwah salaf dimana belajar banyak cara Sholat Rasulullah, Puasa Rasulullah, dan cara ibadah Rausulullah yang lain,  yang sering dia dengar dari saya dan adik saya yang lain (dengan memberikan buku2 fiqih dari Ulama). Dan dia merasa di Tarbiyahnya tidak pernah diaajarkan masalah ini. Dan ketika dia tanyakan pada Murabbinya,. Subhanallah dia jawab "bukan disini tempatnya"... Dan ketika dia mulai sedikit demi sedikit tidak hadir dalam Tarbiyah maka Teman2 liqonya jg menjauhi dia dan Murabbinya jg. Saya setuju dengan exblopz... salafi tidak seperti mereka tuduhkan... Kami mengkritisi manusia ketika mereka keluar dari sunnah bukan karena mereka itu sesuai dengan Sunnah. Sebalikya kaum Hizbiyun merekalah yang menjauhi manusia ,mencela dan merendahkan manusia karena mereka  diluar Hizbi mereka....
"Janganlah kalian seperti orang2 musyrikin yaitu orang2 yang memecah belah agama mereka dan menjadi beberapa golongan. Dan tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada dalam golongan mereka" (Ar- Rum: 31-32). Dan kita lihat di lapnagn mereka HIzbiyun beramal dengan memakai (menonjolkan) bendera2 mereka agar dilihat oleh masyarakat luas... Mana keikhlasan kalian karena Allah.....???? Apakah kami menggunakan bendera bendera kami... Sesungguhnya kami tidak mempunyai bendera dan pemimpin jama'ah kami. Tetapi pemimpin kami adalah para Ulama yang mengikuti Salafus Shalih...dan kami taat kepada para penguasa  selama dalam keta'atan pada Allah. Kami tidak mmberontak kepada mereka (penguasa) selama mereka tidak jelas kafir... Kami tidak toleransi pada bid'ah walaupun akhirnya kami dimusuhi oleh manusia. Kami tidak mengakfirkan manusia  (kelompok2)kalau tidak ada kejelasan bahwa mereka telah kafir dan itu hak Ulama... Kalau terlihat salafi berpecah belah itu merupakan kesalahan manusianya.. ketahuilah salafi tidak akan berpecah belah karena barang siapa yang menyimpang dari manhaj Salaf mereka telah keluar dari  manhaj salaf walaupun mereka mengaku salafi. Tetapi setiap manusia pasti pernah bersalah dan sebaik2 orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat.
« Edit Terakhir: 06 Maret 2008, 16:36:57 oleh Abu_Fauzan »

Offline abu zahid

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 1.433
  • Jenis kelamin: Pria
  • "KITA ADALAH DA'I (PENYERU) BUKAN HAKIM"!!
    • Lihat Profil
« Jawab #392 pada: 06 Maret 2008, 15:58:10 »
salafiyun yng mana?

Offline kuringtea

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 2.834
  • Lokasi: Bandung-bogor-bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
  • Inspirasi "mujahid" dilampu motorku
    • Lihat Profil
    • www.perisaidakwah.com
« Jawab #393 pada: 06 Maret 2008, 16:51:13 »
Kutip dari abu fauzan....

"kami taat kepada para penguasa  selama dalam keta'atan pada Allah. Kami tidak mmberontak kepada mereka (penguasa) selama mereka tidak jelas kafir..."

mau bertanya akh abu fauzan kalo Ibnu Saud bersama Syaikh Abdul Wahhab rahumahuLLAH ...bukan membrontak kan akhi..? dan Turki utsmani masih sholat kok penguasanya (tidak kafir).....
Sahabat ‘Umar Ibn al-Khaththab berkata,

“Bukanlah orang yang berakal itu adalah yang dapat mengetahui kebaikan dari keburukan, namun orang yang berakal adalah yang mampu mengetahui yang terbaik dari dua keburukan.”

[ Raudhatul Muhibbin,hal 8)
Mangga mampir di : makadir.wordpress.com

Offline FRIK

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 168
    • Lihat Profil
« Jawab #394 pada: 06 Maret 2008, 19:55:07 »
Akh.Kuring ntu juga yang ana tanda tanya, sejarah salafy n dinasti saud ana belum pernah liat satu pun klarifikasi dari "salafy" tentang ini mungkin anta perlu buat tread khusus tentang ini n nunggu klarifikasi dari sodara-sodara salafy.

Da yang mau klarifikasi ga mungkin ust.abi or ust.abu jauza???????????????????

Offline FRIK

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 168
    • Lihat Profil
« Jawab #395 pada: 06 Maret 2008, 19:58:00 »
Gimana  O0 O0 O0 O0

Klarifikasinya.

ato dulu boleh sekarang tidak :hihi: :hihi: :hihi:

Just Kidding man.