Penulis Topik: ketika ikhwah jatuh cinta  (Dibaca 2145 kali)


Offline akhwat_cute_amelia

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 57
    • Lihat Profil
« pada: 12 April 2007, 12:57:24 »
Suatu ketika, dalam majelis koordinasi seorang akhwat berkata pada mas’ul dakwahnya, “akhi, ana ga bisa lagi berinteraksi dengan akh fulan”. Suara akhwat itu bergetar. Nyata sekali menekan perasaannya.”Pekan lalu, ikhwan tersebut membuat pengakuan yang membuat ana merasa risi dan….Afwan, terus terang juga tersinggung.” Sesaat kemudian suara dibalik hijab itu mengatakan….ia jatuh cinta pada ana.”

mas’ul tersebut terkejut, tapi ditekannya getar suaranya. Ia berusaha tetap tenang. “Sabar ukhti, jangan terlalu diambil hati. Mungkin maksudnya tidak seperti yang anti bayangkan.” Sang mas’ul mencoba menenangkan terutama untuk dirinya sendiri.

“Afwan…ana tidak menangkap maksud lain dari perkataannya. Ikhwan itu mungkin tidak pernah berpikir dampak perkataannya. Kata-kata itu membuat ana sedikit banyak merasa gagal menjaga hijab ana, gagal menjaga komitmen dan menjadi penyebab fitnah. Padahal, ana hanya berusaha menjadi bagian dari perputaran dakwah ini.” sang akhwat kini mulai tersedak terbata.

“Ya sudah…Ana berharap anti tetap istiqamah dengan kenyataan ini, ana tidak ingin kehilangan tim dakwah oleh permasalahan seperti ini”. Mas’ul itu membuat keputusan, “ana akan ajak bicara langsung akh fulan”

Beberapa Waktu berlalu, ketika akhirnya mas’ul tersebut mendatangi dulan yang bersangkutan. Sang Akh berkata, “Ana memang menyatakan hal tersebut, tapi apakah itu suatu kesalahan?”

Sang mas’ul berusaha menanggapinya searif mungkin. “Ana tidak menyalahkan perasaan antum. Kita semua berhak memiliki perasaan itu. Pertanyaan ana adalah, apakah antum sudah siap ketika menyatakan perasaan itu. Apakah antum mengatakannya dengan orientasi bersih yang menjamin hak-hak saudari antum. Hak perasaan dan hak pembinaannya. Apakah antum menyampaikan kepada pembina antum untuk diseriuskan?. Apakah antum sudah siap berkeluarga. Apakah antum sudah berusaha menjaga kemungkinan fitnah dari pernyataan antum, baik terhadap ikhwah lain maupun terhadap dakwah????” Mas’ul tersebut membuat penekanan substansial. ” Akhi bagi kita perasaan itu tidak semurah tayangan sinetron atau bacaan picisan dalam novel-novel. Bagi kita perasaan itu adalah bagian dari kemuliaan yang Allah tetapkan untuk pejuang dakwah. Perasaan itulah yang melandasi ekspansi dakwah dan jaminan kemuliaan Allah SWT. Perasaan itulah yang mengeksiskan kita dengan beban berat amanah ini. Maka Jagalah perasaan itu tetap suci dan mensucikan.”

Cinta Aktivis Dakwah
Bagaimana ketika perasaan itu hadir. Bukankah ia datang tanpa pernah diundang dan dikehendaki?
Jatuh cinta bagi aktivis dakwah bukanlah perkara sederhana. Dalam konteks dakwah, jatuh cinta adalah gerbang ekspansi pergerakan. Dalam konteks pembinaan, jatuh cinta adalah naik marhalah pembinaan. Dalam konteks keimanan, jatuh cinta adalah bukti ketundukan kepada sunnah Rosullulah saw dan jalan meraih ridho Allah SWT.

Ketika aktivis dakwah jatuh cinta, maka tuntas sudah urusan prioritas cinta. Jelas, Allah, Rosullah dan jihad fii sabilillah adalah yang utama. Jika ia ada dalam keadaan tersebut, maka berkahlah perasaannya, berkahlah cintanya dan berkahlah amal yang terwujud dalam cinta tersebut. Jika jatuh cintanya tidak dalam kerangka tersebut, maka cinta menjelma menjadi fitnah baginya, fitnah bagi ummat, dan fitnah bagi dakwah. Karenannya jatuh cinta bagi aktivis dakwah bukan perkara sederhana.

Ketika Ikhwan mulai bergetar hatinya terhadap akhwat dan demikian sebaliknya. Ketika itulah cinta ‘lain’ muncul dalam dirinya. Cinta inilah yang akan kita bahas disini. Yaitu sebuah karunia dari kelembutan hati dan perasaan manusia. Suatu karunia Allah yang membutuhkan bingkai yg jelas. Sebab terlalu banyak pengagung cinta ini yang kemudian menjadi hamba yang tersesat. Bagi aktivis dakwah, cinta lawan jenis adalah perasaan yang lahir dari tuntutan fitrah, tidak lepas dari kerangka pembinaan dan dakwah. Suatu perasaan produktif yang dengan indah dikemukakan oleh ibunda kartini,” …akan lebih banyak lagi yang dapat saya kerjakan untuk bangsa ini, bila saya ada disamping laki-laki yg cakap, lebih banyak kata saya…..daripada yang saya usahakan sebagai perempuan yg berdiri sendiri..”

Cinta memiliki 2 mata pedang. Satu sisinya adalah rahmat dengan jaminan kesempurnaan agama dan disisi lainnya adalah gerbang fitnah dan kehidupan yg sengsara. Karenanya jatuh cinta membutuhkan kesiapan dan persiapan. Bagi setiap aktivis dakwah, bertanyalah dahulu kepada diri sendiri, sudah siapkah jatuh cinta???jangan sampai kita lupa, bahwa segala sesuatu yang melingkupi diri kita, perkataan, perbuatan, maupun perasaan adalah bagian dari deklarasi nilai diri sebagai generasi dakwah. Sehingga umat selalu mendapatkan satu hal dari apapun pentas kehidupan kita, yaitu kemuliaan Islam dan kemuliaan kita karena memuliakan Islam.

Deklarasi Cinta
Sekarang adalah saat yang tepat bagi kita untuk mendeklarasikan cinta diatas koridor yang bersih. Jika proses dan seruan dakwah senantiasa mengusung pembenahan kepribadiaan manusia, maka layaklah kita tempatkan tema cinta dalam tempat utama. Kita sadari kerusakan prilaku generasi hari ini, sebagian besar dilandasi oleh salah tafsir tentang cinta. Terlalu banyak penyimpangan terjadi, karena cinta didewakan dan dijadikan kewajaran melakukan pelanggaran. Dan tema tayangan pun mendeklarasikan cinta yang dangkal. Hanya ada cinta untuk sebuah persaingan, sengketa. Sementara cinta untuk sebuah kemuliaan, kerja keras dan pengorbanan, serta jembatan jalan kesurga dan kemuliaan Allah, tidak pernah mendapat tempat disana.

Sudah cukup banyak pentas kejujuran kita lakukan. Sudah terbilang jumlah pengakuan keutamaan kita, sebuah dakwah yang kita gagas, Sudah banyak potret keluarga yg baru dalam masyarakat yg kita tampilkan. Namun berapa banyak deklarasi cinta yang sudah kita nyatakan. Cinta masih menjadi topik ‘asing’ dalam dakwah kita. Wajah, warna, ekspresi dan nuansa cinta kita masih terkesan ‘misteri. Pertanyaan sederhana, “Gimana sih, kok kamu bisa nikah sama dia, Emang kamu cinta sama dia?”, dapat kita jadikan indikator miskinnya kita mengkampanyekan cinta suci dalam dakwah ini.

Pernyataan ‘Nikah dulu baru pacaran’ masih menjadi jargon yang menyimpan pertanyaan misteri, “Bagaimana caranya, emang bisa?”. Sangat sulit bagi masyarakat kita untuk mencerna dan memahami logika jargon tersebut. Terutama karena konsumsi informasi media tayangan, bacaan, diskusi dan interaksi umum, sama sekali bertolak belakang dengan jargon tersebut.

Inilah salah satu alasan penting dan mendesak untuk mengkampanyekan cinta dengan wujud yang baru. Cinta yang lahir sebagai bagian dari penyempurnaan status hamba. Cinta yang diberkahi karena taat kepada sang Penguasa. Cinta yang diberkahi karena taat pada sang penguasa. Cinta yang menjaga diri dari penyimpangan, penyelewengan dan perbuatan ingkar terhadap nikmat Allah yang banyak. Cinta yang berorientasi bukan sekedar jalan berdua, makan, nonton dan seabrek romantika yang berdiri diatas pengkhianatan terhadap nikmat, rezki, dan amanah yang Allah berikan kepada kita.

Kita ingin lebih dalam menjabarkan kepada masyarakan tentang cinta ini. Sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan hasil akhir keluarga dakwah. Biarkan mereka paham tentang perasaan seorang ikhwan terhadap akhwat, tentang perhatian seorang akhwat pada ikhwan, tentang cinta ikhwan-akhwat, tentang romantika ikhwan-akhwat dan tentang landasan kemana cinta itu bermuara. Inilah agenda topik yang harus lebih banyak dibuka dan dibentangkan. Dikenalkan kepada masyarakat berikut mekanisme yang menyertainya. Paling tidak gambaran besar yang menyeluruh dapat dinikmati oleh masyarakat, sehingga mereka bisa mengerti bagaimana proses panjang yang menghasilkan potret keluarga dakwah hari ini.

Epilog
Setiap kita yang mengaku putra-putri Islam, setiap kita yg berjanji dalam kafilah dakwah, setiap kita yang mengikrarkan Allahu Ghoyatuna, maka jatuh cinta dipandang sebagai jalan jihad yang menghantarkan diri kepada cita-cita tertinggi, syahid fi sabililah. Inilah perasaan yang istimewa. Perasaan yang menempatkan kita satu tahap lebih maju. Dengan perasaan ini, kita mengambil jaminan kemuliaan yang ditetapkan Rosullulah. Dengan perasaan ini kita memperluas ruang dakwah kita. Dengan perasaan ini kita naik marhalah dalam dakwah dan pembinaan.

Betapa Allah sangat memuliakan perasaan cinta orang-orang beriman ini. Dengan cinta itu mereka berpadu dalam dakwah. Dengan cinta itu mereka saling tolong menolong dalam kebaikan, dengan cinta itu juga mereka menghiasi Bumi dan kehidupan di atasnya. Dengan itu semua Allah berkahi nikmat itu dengan lahirnya anak-anak shaleh yang memberatkan Bumi dengan kalimat Laa Illaha Ilallah. Inilah potret cinta yang sakinah, mawaddh, warahmah.
jadi…sudah beradi jatuh cinta…??
wallahu’alam  ;)

Offline puTrie_cantika

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.334
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • ~ Sabar terus....., dan Terus Sabar ~ ;)
    • Lihat Profil
    • Just Do I T
« Jawab #1 pada: 12 April 2007, 13:58:33 »
Betapa Allah sangat memuliakan perasaan cinta orang-orang beriman ini. Dengan cinta itu mereka berpadu dalam dakwah. Dengan cinta itu mereka saling tolong menolong dalam kebaikan, dengan cinta itu juga mereka menghiasi Bumi dan kehidupan di atasnya. Dengan itu semua Allah berkahi nikmat itu dengan lahirnya anak-anak shaleh yang memberatkan Bumi dengan kalimat Laa Illaha Ilallah. Inilah potret cinta yang sakinah, mawaddh, warahmah.
jadi…sudah beradi jatuh cinta…??

inti nya mungkin disini  :) O0

"Falaa Taqul Lahumaa Uffiw walaa Tanhar Huma wa QulLahumaa 'Qoulan Kariman' "
Beli Buku dan Ingin Jadi Pengusaha? Klik:http://putriecantika.multiply.com/reviews

Offline azy-zyabab

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 324
  • Lokasi: kota ngalam - kota madiun
  • Jenis kelamin: Pria
  • InDaHnYa IsLaM
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 12 April 2007, 14:11:14 »
cinta lagi - cinta lagi, apakah aktivis dakwah perlu mengungkap ini terus menerus  %peace% %peace% %peace% %peace% %peace% %peace% %peace% :hihi: :hihi: :hihi: :hihi: :hihi:
SEMUA YANG DICIPTAKAN ALLAH DI ALAM SEMESTA INI TIDAKLAH SIA-SIA
BERUNTUNGLAH ORANG-ORANG YANG MEMAHAMINYA
         :bungain:
TAQABALALLOHU MINNA WA MINKUM
maafin kesalahan-kesalahanku ya sahabat-sahabat

Offline Fillah

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2007
  • Tulisan: 3
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 12 April 2007, 14:36:48 »
Bismillah...
Subhanallah... ana jadi inget salah satu pengalaman ana yang belum lama terjadi pada ana. Tapi waktu itu 'fulan' membacakan puisi yang kurang lebih berjudul 'bintang dan ...'. sebelumnya ia ingin tanya sesuatu, tapi karena ana 'cut' dengan alasan syar'i (guru mapel masuk kelas) dia tidak jadi tanya. Waktu pulang ana tanya ke fulan(tentunya ana ditemani seseorang), tapi ia-nya tidak mau.
Akhirnya hari-hari ana lalui dengan 'tersiksa'. Su'uzon berjalan kesana-kemari. Nah, waktu pelajaran puisi, fulan baca puisi itu di depan kelas, disaksikan guru dan warga kelas. Ana yang tidak nyambung dengan puisinya, stel cool aja.
Tapi setelah pulang sekolah, fulan nunggu di depan pintu. Ana yang belum pernah ngerasain pacaran, jadi biru (takut)
Fulan ngasih selembar kertas yang berisi puisi yang tadi dibacakan di depan kelas. Wah, ana betul-betul bingung. Tidak tahu maksud 'orang ini' apa? Rupanya fulan ngerti trus bilang, "kamu pasti ngerti maksudnya apa. Bintang itu aku. bla...bla..."
ana yang nggak tahan langsung take off ke mushola sekolah.
Cukup deh, itu yang terakhir. Ana geli, sebel.
Walaupun sedikit, ana jadi ngelakuin su'uzon. Ya 4jj1....
astaghfirullah...!

Offline nur_jk

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 36
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 12 April 2007, 14:58:25 »
mmmmmmmmm. Cinta??

Ya Muqollibal Qulub Tsabbit qolbi ‘alad diinik…
Ya Muqollibal Qulub Tsabbit qolbi ‘alad da’watik…
Love is a give (Cinta adalah berkah)…

Cinta Allah yang membuat bumi ada…
Cinta Allah yang membuat sang surya bersinar…
Cinta antar manusia yang membuat hidup tenteram dan nyaman…
Ketika kita mencintai, tidak ada kata pamrih disana…
Yang ada hanya memberi tanpa mengharap menerima…
Mirip seperti itulah hakikat menjadi da’i…


Dia harus siap mengorbankan hidup dan matinya demi da’wah…
Dia selalu memberi utk Islam,tanpa mengharapkan menerima utk setiap kerja da’wahnya…


Itulah ikhlash…
Siap menjadi Jundi dan pada saat yang sama siap menjadi Qiyadah…
Siap mengeluarkan uang utk da’wah…
Siap mengeluarkan tenaga utk da’wah…
Ana teringat kata Ustad :
Bahwa hubungan ikhwan dan akhwat aktivis da’wah adalah seperti saudara…
Cukup sampai disana…
Kalaupun terjadi gangguan hati yang merupakan sunnatulloh akibat adanya interaksi,
Tidak akan melebihi taraf SIMPATI antar kader
(SIMPATI : SIMPan dAlam haTI)…
Kecuali Allah memberikan kesempatan padanya utk menyelesaikan setengah agamanya…(kutip dari seorang teman)

Interaksi antara ikhwan dan akhwat tidak dapat hindari, tp bagaimana qt dapat meminimalisir hal2 yang tidak perlu terjadi.
Namun ketika itu sudah diminimalisir namun zon2 itu tetap ada. Salah siapa kah ini????

Siapa bilang qt tidak boleh suka dengan ik/akh, boleh2 saja selama hal itu berjalan pada jalur dan tempat yang benar. Tahu khan maksutnya.
Perasaan itu (VMJ) hadir memang tanpa qt minta dan tanpa qt harap. Dia daang tanpa permisi tiba2 ada aja, akan tetapi hal ini bukan menjadi justifikasi bahwa hal ini dibenarkan ketika ia sudah kleuar dari rel yang di benarkan secara syar'i.
Dan apakah da'wah qt akan terhenti gara2 hal ini???
Jawabannya jelas TIDAK, karena kl iya berarti qt hrs kembali melihat sudah sejauh mana tarbiyah jatiyah diri qt, kembali merricek sudah benarkah keimanan qt kapada sang khalik?

Ukh/Akh rasa ini sudah menjadi sunatallahnya tidak dapat qt hindari tp dapat diminimalisir. Yakin diujung sana sana Allah telah mempersiapkan bidadari/bidadara yang mendampingi qt. Kalaupun saat ini gelum datang tinggal meminta sama yang memiliki  O0 Dan janji Allah tidak akan pernah salah wanita yang baik untuk laki2 yang baik dan wanita pezina untuk laki2 yang pezina.
Seperti qt tahu bahwa umur da'wah itu bisa jadi lebih panjang dari umur yang telah Allah tetapka bagi qt untuk itu mari qt bersama saling mengingatkan ketika teman, sahabat atau saudara qt ketika mereka lalai atau khilaf.
Inilah jalinan ukhuwah yang berdasarkan kepada Allah dan Rasulnya.

Mari qt senantiasa membersihkan hati2 qt dalam da'wah ini, karena kebersihan hati bisa jad menjadi penentu keberhasilan da'wah itu. Cinta manusia sering bermusim dan kasihnya tiada yang abadi??
kenapa qt hrs mencari yang belum jelas???  wallahu’alam

Moga bermanfaat, mhn maaf apabila ada yang tidka berkenan

Offline deniikhwan

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 1.679
  • Jenis kelamin: Pria
  • my frennnnnnn
    • Lihat Profil
    • hanyadenisaja
« Jawab #5 pada: 12 April 2007, 15:17:08 »
wah subhanallah

Offline Scorpion14

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 11.251
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Ya Allah... jadiknlah aku trmsuk orang2 yang sabar
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 12 April 2007, 15:27:06 »
knapa ya jika dalam berdakwah kmudian timbul cinta seperti sebuah aib... suatu kejelekan yang amat sangat... dan sangat dihindari... padahal kita tau cinta itu fitrah... jikalau seseorang mengungkapkan rasa cintanya kepada fulanah dan ingin menikahinya... apakah sesuatu yang salah ?....

suka aneh jaman skrg tuh... sesuatu yang halal diharam2kan... sesuatu yang haram.. dihalalkan...

yang lebih aneh lagi... kini ada sebutan "aktifis" ... yang sudah dikenal bahwa aktifis tuh kaga boleh mengungkapkan cinta... kaga boleh jatuh cinta sesama aktifis... dll....

aneh ... dulu jaman Rosulullah ga ada sebutan tuh aktifis dan non aktifis...apa mungkin skrg ini dengan menyebut kata "aktifis" untuk mengkabarkan kepada banyak orang... agar oranglain tau.. "aku loh seorang pendakwah" ... "aku loh yang berakhlak mulia.." dan "aku loh yang sering ikut kegiatan2 islam" dll......  :toe:


Offline MATRIX

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 8.881
  • Lokasi: Firdaus Heaven
  • Jenis kelamin: Pria
  • percayakah pesantren miskin tukang ngebom?
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 12 April 2007, 15:34:12 »
Bukannya Rasulullah sendiri pernah bilang jika kamu mencintai saudara/i mu kamu harus mengatakan cinta %peace%


*contohnya ane nih Scorpie aku cinta kamu karena Allah O0
Bersujud wajahku kepada Allah Rabb yang menciptakan, yang membelah pendengaran dan penglihatan dengan daya dan kekuatanNya,Maha Suci Allah. Tulislah untuk kami dengan sujud kami pahala di sisiMu

Offline Scorpion14

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 11.251
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Ya Allah... jadiknlah aku trmsuk orang2 yang sabar
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 12 April 2007, 15:38:21 »
I love u matrix :jaim:

;D wah.... jangan mikir yang ngga2 yaak...

Offline -azra-

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 440
  • Jenis kelamin: Wanita
  • hello......
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 12 April 2007, 20:27:57 »
klu ikhwan bilang uhibbukifillahwa barakallahu fiik sama akhwat gmn ya :hihi:

blh ga tuh, ada udang dibalik nasi goreng ga  :hihi:  %peace%

azra banyak melihat ikhwan skrg mulai berani bilang gt ke akhwat, susah2 ngomong gt. bilang aja langsung i love

you, kan sama aja  %peace%
baru nyoba nih

Offline Dayna

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.244
  • Lokasi: Kuwait
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 12 April 2007, 21:07:43 »
hmmm pusingnya jatuh cinta dalam lingkungan tarbiyah ya :D, ribet banget. apalagi kalau sudah kena doktrin kalau jatuh cinta itu "mamnu'". dan yang bisa seekstrem itu tanggapannya kalau gagal menjaga hijab, dsb dsb. tapi bisa jadi setelah itu malah ikhwannya berubah pikiran melihat reaksi dari akwatnya :).

bagi yang bilang kalau perasaan ikhwan dan akhwat adalah saudara dan tidak bisa lebih hmmmm...memangnya dia pemilik hati mereka dan bisa mengatur perasaan mereka?

mau bilang juga ah...i love you scorpion....because you are my brother in islam.....

hayooo ada yang cemburu gak nih :D

udah ah OOTnya.

Offline Salat SMART

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 23
    • Lihat Profil
    • Pusat studi shalat di internet
« Jawab #11 pada: 13 April 2007, 07:06:35 »
Postingan "ketika ikhwah jatuh cinta" ini sangat menarik. Karena itu, saya meng-copy-paste postingan ini di http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/13/ketika-ikhwah-jatuh-cinta/
Pusat studi shalat di internet http://salatsmart.wordpress.com/about/

Offline ersu23

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 1
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 13 April 2007, 07:39:16 »
subhanallah...
thanks, sudah memberikan makna yang baru tentang cinta...dalam diri saya.. ;D
oya, maaf artikel nya boleh tak di sebarkan ke orang lain?

warms regards
r_wien45@yahoo.com :)

Offline Ahmed Yaseen

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 773
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • KAMMI putra putri kandung dakwah!
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 13 April 2007, 08:12:46 »
Ane lebih doyan urusan politik dan hukum daripada urusan cinta belaka. Apalagi cinta segitiga atau segi empat. Udahlah, males tau bahas kayak ginian. Norak


Enakan ngomongin yg lain  8-)
Bangkitlah Negeriku Harapan itu Masih Ada!
Berjuanglah Bangsaku Jalan itu Masih Terbentang!!

Offline azy-zyabab

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 324
  • Lokasi: kota ngalam - kota madiun
  • Jenis kelamin: Pria
  • InDaHnYa IsLaM
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 13 April 2007, 14:20:08 »
salamun 'alaykum
knapa ya jika dalam berdakwah kmudian timbul cinta seperti sebuah aib... suatu kejelekan yang amat sangat... dan sangat dihindari...

masak gitu sih, bukannya cinta gak bisa ditumbuhkan seperti halnya gak bisa dimatikan, benar g

yang harus dimanage adalah bagaimana kita menyebarkan cinta kita,
karena buat kita cinta bukanlah ungkapan yang bisa sembarang tempat diobral ( klo lawan jenis lho ya ), karena ini adalah sebuah ungkapan yang sangat sakral sekalee...

 :o :o :o :o
« Edit Terakhir: 13 April 2007, 14:23:13 oleh azy-zyabab »
SEMUA YANG DICIPTAKAN ALLAH DI ALAM SEMESTA INI TIDAKLAH SIA-SIA
BERUNTUNGLAH ORANG-ORANG YANG MEMAHAMINYA
         :bungain:
TAQABALALLOHU MINNA WA MINKUM
maafin kesalahan-kesalahanku ya sahabat-sahabat