Demi Allah, Makkah tetaplah kota Makkah. Kota suci, yang tidak akan dirusak kecuali oleh Duzquwatain orang Etopia pada akhir zaman (lihat tafsir Ibnu katsir), yang meruntuhkan Ka'bah.
Suasana religius tetap ada akhi. Kota Makkah tetaplah kota yang diharamkan Dajjal masuk ke sana.
Kota ini tetaplah menjadi tempat ibadah orang-orang yang berhaji.
Selama orang yang berhaji dan umroh, serta thawaf tidak nyasar ke tempat lain, maka Makkah tidak akan tertutupi oleh orang-orang yang berdagang di sana. Trus apa kata orang itu, "Makkah seperti Las Vegas", yang benar saja akhi.
LAS VEGAS itu kota judi. Emangnya Makkah sekarang jadi kota judi? Subhanallah, semoga Allah mengampuni apa yang dikatakan orang itu.
Antum tahu nggak apa yang dilontarkannya seperti yang dilontarkan oleh orang JIL, seperti tulisan Ulil Abshar Abdalla di Jawa Pos beberapa waktu silam. Seenaknya menghina Makkah sebagai kota yang sudah kehilangan eksistensi Islamnya. Tidak akhi, Makkah tetaplah Makkah.
Dan juga pernyataan inilah yang aneh.
Mereka menuding pemerintah Saudi mengizinkan kelompok konservatif untuk menghancurkan tempat-tempat bersejarah dengan alasan khawatir tempat itu justeru disembah-sembah oleh para pengunjung.
Ini adalah sebuah realita akhi. banyak sekali para jama'ah haji yang minum air AC yang menetes di perpustakaan di kota Makkah. Banyak sekali sampah-sampah foto yang berserakan di Padang Arafah. Para jama'ah haji yang kurang ilmu juga menuliskan nama mereka di batu-batu di Padang Arafah. Bahkan mereka menciumi pintu masjid Nabawi. Perbuatan ini sudah salah akhi.
Dan kalau usaha pemerintah Saud tidak menghentikan yang seperti ini maka Makkah akan kembali ditempati oleh berhala-berhala yang sudah dihancurkan oleh rasululloh shallallahu'alaihi wa sallam dan para shahabatnya.
Religius dan kesyirikan itu harus dibedakan, tidak boleh berjalan bersama. Sama seperti di Indonesia. Seperti daerah Ampel yang dikatakan sebagai wisata religius, wisata religius dari hongkong? Itu mah, wisata kesyirikan. Tidak ada wisata religius kecuali di Makkah, Madinah dan Masjidil Aqsha.
Adapun orang-orang yang ada di sana mendirikan bangunan tentunya sudah ada peraturan dari pemerintah Saud sendiri. Mendirikan gedung di Makkah, ataupun tempat tinggal di sana tidaklah mengapa, asal tidak menebang pohonnya, ataupun membunuh hewan buruan di tempat tersebut.
Kalau masalah memotongi ilalang, masih ada perbedaan pendapat tentang memperbolehkan atau tidak.
Saya cuman tak suka saja Makkah disamakan dengan Las Vegas, pangkat dia apa sehingga bisa menghina seperti itu. Hitung saja kesalahanmu itu daripada menghina kota suci.
wallahu'alam bishawab.