Penulis Topik: Tujuan Pernikahan dalam Islam  (Dibaca 15166 kali)


Offline fatih

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 40
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« pada: 28 April 2006, 13:34:21 »
Tujuan Pernikahan dalam Islam

Untuk memenuhi tuntutan naluri manusia yang asasi.
Pernikahan adalah fitrah manusia, maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini yaitu dengan aqad nikah (melalui jenjang pernikahan). Bukan dengan cara yang amat kotor menjijikan seperti cara-cara orang sekarang seperti: berpacaran, kumpul kebo, melacur, berzina, lesbi, homo, dan lain sebagainya yang telah menyimpang jauh dan diharamkan oleh Islam.

Untuk membentengi ahlak yang luhur.
Sasaran utama dari disyari'atkannya pernikahan dalam Islam di antaranya ialah untuk membentengi martabat manusia dari perbuatan kotor dan keji yang telah menurunkan dan meninabobokan martabat manusia yang luhur. Islam memandang pernikahan dan pembentukan keluarga sebagai sarana efektif untuk memelihara pemuda dan pemudi dari kerusakan serta melindungi masyarakat dari kekacauan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih Menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya". (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).
 
Untuk menegakkan rumah tangga yang islami.
Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa Islam membenarkan adanya Thalaq (perceraian). Jika suami istri sudah tidak sanggup lagi menegakkan batas-batas Allah, sebagaimana firman Allah: "Thalaq (yang dapat dirujuki) dua kali, setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara ma'ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zhalim". (Al-Baqarah : 229).

Yakni keduanya sudah tidak sanggup melaksanakan syari'at Allah. Dan dibenarkan rujuk (kembali nikah lagi) bila keduanya sanggup menegakkan batas-batas Allah. Sebagaimana yang disebutkan dalam lanjutan ayat di atas: "Kemudian jika si suami menthalaqnya (sesudah thalaq yang kedua), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dinikahkan dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami yang pertama dan istri) untuk nikah kembali, jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah, diterangkannya kepada kaum yang (mau) mengetahui". (Al-Baqarah: 230).

Jadi tujuan yang luhur dari pernikahan adalah agar suami istri melaksanakan syari'at Islam dalam rumah tangganya. Hukum ditegakkannya rumah tangga berdasarkan syari'at Islam adalah WAJIB. Oleh karena itu setiap muslim dan muslimah yang ingin membina rumah tangga yang Islami, ajaran Islam telah memberikan beberapa kriteria tentang calon pasangan yang ideal yaitu: (a) sesuai kafa'ah; dan (b) shalih dan shalihah.

Kafa'ah menurut konsep islam
Pengaruh materialisme telah banyak menimpa orangtua. Tidak sedikit pada zaman sekarang ini orang tua yang memiliki pemikiran, bahwa di dalam mencari calon jodoh putra-putrinya, selalu mempertimbangkan keseimbangan kedudukan, status sosial dan keturunan saja. Sementara pertimbangan agama kurang mendapat perhatian. Masalah Kufu' (sederajat, sepadan) hanya diukur lewat materi saja.
Menurut Islam, kafa'ah (atau kesamaan/kesepadanan/ sederajat dalam pernikahan) dipandang sangat penting karena dengan adanya kesamaan antara kedua suami istri itu, maka usaha untuk mendirikan dan membina rumah tangga yang Islami Insya Allah akan terwujud. Tetapi kafa'ah menurut Islam hanya diukur dengan kualitas iman dan taqwa serta akhlaq seseorang. Allah memandang sama derajat seseorang baik itu orang Arab maupun non Arab, miskin atau kaya. Tidak ada perbedaan dari keduanya kecuali derajat taqwanya.

Firman Allah: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang-orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal". (Al-Hujurat : 13).

Dan mereka tetap sekufu' dan tidak ada halangan bagi mereka untuk menikah satu sama lainnya. Wajib bagi para orangtua, pemuda, pemudi untuk meninggalkan faham materialis dan kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah Nabi yang Shahih. Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Wanita dikawini karena empat hal : Karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya (ke-Islamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan celaka". (Hadits Shahih Riwayat Bukhari, Muslim).
 
Memilih yang shalih dan shalihah
Lelaki yang hendak menikah harus memilih wanita yang shalihah dan wanita harus memilih laki-laki yang shalih. Menurut Al-Qur'an: "Wanita yang shalihah ialah yang ta'at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, olkeh karena Allah telah memelihara (mereka)". (An-Nisaa : 34). Menurut Al-Qur'an dan Al-Hadits yang Shahih di antara ciri-ciri wanita yang shalihah ialah : "Ta'at kepada Allah, ta'at kepada Rasul, memakai jilbab (pakaian) yang menutup seluruh auratnya dan tidak untuk pamer kecantikan (tabarruj) seperti wanita jahiliyah (Al-Ahzab : 32).

Tidak berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan mahram, ta'at kepada orangtua dalam kebaikan, ta'at kepada suami dan baik kepada dan lain sebagainya". Bila kriteria ini dipenuhi Insya Allah rumah tangga yang Islami akan terwujud. Sebagai tambahan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menganjurkan untuk memilih wanita yang peranak dan penyayang agar dapat melahirkan generasi penerus umat.
 
Untuk meningkatkan ibadah kepada Allah.
Menurut konsep Islam, hidup sepenuhnya untuk beribadah kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama manusia. Dari sudut pandang ini, rumah tangga adalah salah satu lahan subur bagi peribadatan dan amal shalih di samping ibadah dan amal-amal shalih yang lain. Sampai-sampai bersetubuh (berhubungan suami-istri) pun termasuk ibadah (sedekah). Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika kalian bersetubuh dengan istri-istri kalian termasuk sedekah!." Mendengar sabda Rasulullah itu para shahabat keheranan dan bertanya: "Wahai Rasulullah, seorang suami yang memuaskan nafsu birahinya terhadap istrinya akan mendapat pahala ?" Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab: "Bagaimana menurut kalian jika mereka (para suami) bersetubuh dengan selain istrinya, bukankah mereka berdosa .? "Jawab para shahabat : "Ya, benar". Beliau bersabda lagi : "Begitu pula kalau mereka bersetubuh dengan istrinya (di tempat yang halal), mereka akan memperoleh pahala!". (Hadits Shahih Riwayat Muslim, Ahmad dan Nasa'i dengan sanad yang Shahih).

Untuk mencari keturunan yang shalih dan shalihah.
Tujuan pernikahan diantaranya ialah untuk melestarikan dan mengembangkan bani Adam. Allah berfirman: "Allah telah menjadikan dari diri-diri kamu itu pasangan suami istri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?". (An-Nahl : 72).

Yang tak kalah pentingnya, dalam pernikahan bukan hanya sekedar memperoleh anak, tetapi berusaha mencari dan membentuk generasi yang berkualitas yaitu mencetak anak yang shalih dan Shalihah serta bertaqwa kepada Allah SWT. Keturunan yang shalih tidak akan diperoleh melainkan dengan tarbiyah Islam (pendidikan Islam) yang benar. Disebutkan demikian karena banyak "Lembaga Pendidikan Islam", tetapi isi dan metodanya tidak Islami. Sehingga banyak terlihat anak-anak kaum muslimin tidak memiliki ahlaq Islami sebagai akibat pendidikan yang salah. Oleh karena itu suami istri bertanggung jawab mendidik, mengajar, dan mengarahkan anak-anaknya ke jalan yang benar.

Islam memandang bahwa pembentukan keluarga merupakan salah satu jalan untuk merealisasikan tujuan-tujuan yang lebih besar yang meliputi berbagai aspek kemasyarakatan berdasarkan Islam yang akan mempunyai pengaruh besar dan mendasar terhadap kaum muslimin dan eksistensi umat Islam.

Offline deafitri_aug04

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.758
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jiwa hampa tanpa Cinta, Hati hampa tanpa Iman
    • Lihat Profil
    • Bunda KhaTsu
« Jawab #1 pada: 30 April 2006, 14:42:02 »
Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin nnnnnnnnnnnnn




%peace%

Offline Cakrawala

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 523
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Tuhan itu Dzat Yang Maha Tunggal
    • Lihat Profil
    • cakrawala
« Jawab #2 pada: 02 Mei 2006, 16:52:17 »
Saya lagi membaca dan mau belajar :)
nih urusan orang yang mau dewasa ya... kiiiiids...  :-[ :-[ :-[
Mohon bimbingan dan saran kaka-kakak ya...

Artikelnya saya kopi ya Pak Fatih... :)

Saya belum baca semua....

Amiiiiin juga deh :) :) :)
« Edit Terakhir: 02 Mei 2006, 16:57:21 oleh Cakrawala »
Wassalam,
Cakrawala

Murnikan Tauhid
Tegakkan Sunnah

Offline bambang_tcsk

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 251
  • Lokasi: kediri-jawa timur
  • Jenis kelamin: Pria
  • Yuk kita berburu ilmu,yuk.....
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 07 Mei 2006, 10:09:44 »
Saya juga mau artikelnya ya mas,artikelnya bagus banget O0 O0.
Allah melihatku, Allah bersamaku, dan Allah melindungiku.

Offline rozztiani2106

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.372
  • Lokasi: ragunan @tiket 3000/orang
  • Jenis kelamin: Wanita
  • ^_^
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 08 Mei 2006, 10:47:08 »
mampir baca2....
Jikalau kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa mesti tenggelam di dalamnya,  Sedang taubat itu lebih utama.  
[/cent

Offline savikovic

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 112
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 08 Mei 2006, 11:14:57 »
hehehe..... menikah bertujuan untuk melahirkan khalifah2 baru di bumi yang bertujuan me manage bumi dan menjadi wakil Allah
masalah kafaah : ketiga imam dalam ahlus sunnah men syaratkan hal ini loh....
bahkan imam hanafi aja ngelarang orang non arab menikah dengan orang arab. bagaimana mungkin sama antara kedua nya?

berbeda di sini maksud saya bukan lebih tinggi antara yang satu dengan yang lain, tetapi kedua ras tersebut berbeda dalam banyak hal.
latar belakang berbeda, cara pendidikan anak berbeda, watak berbeda. pokonya terlalu banyak perbedaan deh.... mungkin banyak orang yang menganut sistem kafaah adalah atas dasar hal ini. walau ada pula yang sebaliknya.......
sekian...

Offline al-maidah

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.416
  • Lokasi: Indonesia Raya
  • Jenis kelamin: Wanita
  • senyum itu ibadah ^_^
    • Lihat Profil
    • DuduLz....
« Jawab #6 pada: 08 Mei 2006, 11:39:16 »
boleh nih d copy buwat d fwd k temen2..........
Orang yang paling bahagia adalah orang yang dapat membahagiakan orang lain *

Offline ARS

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 22.004
  • Lokasi: Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat
  • Jenis kelamin: Pria
  • !..Karena Korupsi Bukanlah Budaya!..!
    • Lihat Profil
    • Apa Dong (dot) Com
« Jawab #7 pada: 11 Mei 2006, 14:02:26 »
boleh, asal mencantumkan sumber penulis dan websitenya ;)
█ Apa Dong (dot) Biz @ www.apadong.biz
█ 24x7x365 Support - Free Services+Bon

Offline Athrun_Zala

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 177
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • ZGMF-X23S Saviour
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 12 Mei 2006, 14:39:21 »
syukran artikelnya, ane baca2 nih
Segera kan ku jemput engkau bidadari, bila tiba waktu kau temukan aku
Ya Ilahi Robbi keras ku mencari diri sepenuh hati, teguhkanlah ku dilangkah ini
Di pencarian hakikat diri dan ijinkan ku jemput bidadari
Tuk bersama menuju-MU, mengisi hari

Offline hadzaral_mautz

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.479
  • Lokasi: Ngayogyakarto hadiningratan ila-ili :-D
  • Jenis kelamin: Pria
  • In The Deepest of The Cave
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 15 Mei 2006, 18:48:19 »
http://pakdhe-aree.blogspot.com/2004/11/apakah-tanggung-jawab-sebuah-keluarga.html

Kalo ga salah artikel di atas merupakan Karya : Yazid Bin Abdul Qadir Jawas, jadi kl post itu bukan karya sendiri mohon di cantumkan referensi aslinya, walaupun hakcipta hanyalah milik allah semata mohon dihargai hasil jerih payah saudara kita, syukran afwan kalo kurang berkenan :)
« Edit Terakhir: 15 Mei 2006, 18:51:52 oleh hadzaral_mautz »
Be My Self and Grow Up<br />  [img]http://

Offline din2 siraj

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 1
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 20 Mei 2006, 10:09:29 »
Assalamu'alaikum wr.wb.

jazakumulloh khoiron ktsr Mas fatih, artikelnya bagus pisan euy!!

Offline Arul

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 6.176
  • Lokasi: Insya ALLOH di buminya ALLOH
  • Jenis kelamin: Pria
  • Ruly Khansa
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 20 Mei 2006, 22:50:55 »
@ hadzaral_mautz

wieeeeeeeeeeeeeeeeh kang teorinya dah ada tuh kang sekarang prakteknya nich kapan  %peace%

bagus ya duh makin tenang dan yakin aja deh  O0
Ikutan Investasi ini yuk
Insya allah productnya bermanfaat
 http://www.dana-syariah.com/?id=Nengasya

Offline maren

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.268
  • Lokasi: Ibu Kota RI
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Karena damai itu indah
    • Lihat Profil
    • I Love being a Nurse ^_~
« Jawab #12 pada: 26 Mei 2006, 12:45:33 »
ada lagi yaitu untuk memberikan ketenangan batin, rasa aman, nyaman dan tentram...
hm...Islam memang indah yah...
Jangan jadi orang yang penuh dendam, jadilah orang yang memiliki banyak kata maaf untuk orang2 yang telah menyakiti kita :) bekerjalah dengan ikhlas

Offline toRy

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 222
  • Smoga kehidupan kita diridhoiNya
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 17 Juli 2006, 06:18:45 »
jazakallah

semoga bermanfaat bagi kita semua 

Offline oryza

  • Vice President
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2006
  • Tulisan: 11.294
  • Lokasi: Only the wisest and the stupidest of men never change
  • Jenis kelamin: Wanita
  • One kind word can warm three winter months
    • Lihat Profil
    • http://oryza.or.id/
« Jawab #14 pada: 19 Juli 2006, 16:05:10 »
jazakallah... bagus banget artikelnya :)
If you aren't an idealist by the time you're twenty you have no heart, but if you're still an idealist by the time you're thirty, u don't have a head