Penulis Topik: HTI Tuntut Nasionalisasi Perusahaan Migas  (Dibaca 136 kali)


Offline dzikrullah

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 132
  • Lokasi: Jakarta Pusat
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« pada: 14 Mei 2008, 11:41:46 »
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menuntut pemerintah untuk melakukan nasionalisasi terhadap perusahaan-perusahaan minyak dan gas di Indonesia.

"Migas yang ada itu harus sepenuhnya dikelola oleh pemerintah, dalam hal ini BUMN untuk kesejahteraan rakyat. Bukan seperti sekarang ini. Sekarang lebih banyak dikelola oleh asing, hanya 10 persen yang dikelola pemerintah, " ujar Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto, di sela-sela orasi dalam aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM, di depan Istana Negara, Selasa(13/5).

Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto menilai, kenaikan BBM, kelangkaan sembako, dan juga kesulitan hidup yang dihadapi rakyat Indonesia, sebagai dampak diterapkannya kapitalisme sekuler, baik dibidang ekonomi dan politik.

Karena itu, menurutnya, sudah saatnya sistem kapitalis yang selama ini mencengkram dan menimbulkan kesengsaraan rakyat harus diganti dengan penerapan sistem ekonomi Islam berlandaskan pada syariah yang dikelola secara adil dan mandiri.

Yusanto mengatakan, HTI mempertanyakan penjelasan pemerintah bahwa dengan kenaikan harga minyak mentah dunia, subsidi makin meningkat. "Ini patut dipertanyakan karena tidak semua minyak yang kita pakai itu impor. Karenanya aneh bila itu kemudian disetarakan dengan harga internasional. Kita itu masih memproduksi 910 ribu barel setiap hari. Mustinya kalau kita mau bicara tentang subsidi, itu adalah minyak yang diimpor, bukan seluruh minyak yang kita pakai, " tandasnya.

Begitu pula dengan penjelasan pemerintah bahwa dengan dinaikkannya BBM akan mengurangi jumlah orang miskin di Indonesia. Menurut Ismail, hal ini bertentangan dengan berbagai simulasi yang diselenggarakan oleh para pakar yang menyatakan bahwa kenaikan BBM justru akan menambah jumlah orang miskin sebesar 26 juta jiwa.

Ismail juga menambahkan, Pemerintah harus memperbaiki hubungan antara pemerintah dan rakyat yang selama ini berlangsung seperti penjual dan pembeli. "Hubungan antara rakyat dan Pemerintah itu harusnya seperti antara pemilik BBM itu sendiri dengan pihak yang mendapat mandat untuk mengelola sehingga rakyat berhak mendapatkan miliknya itu dengan harga yang murah, " tambah Ismail.

Jika tuntutan ini tidak dipenuhi oleh Pemerintah, HTI akan menganggap bahwa pemerintahan SBY-JK adalah pemerintahan yang dzalim dan tidak patut didukung lagi. Aksi ini juga selain diikuti oleh ratusan orang dari ormas Hizbut Tahrir Indonesia, juga dikuti beberapa rekan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) MPO.

Selain berorasi, mereka juga meneriakkan takbir, dan yel-yel antaranya "SBY-JK, susah bensin ya jalan kaki", "Kapitalisme...hancurkan, syariah... tegakkan." (novel)

http://www.eramuslim.com/berita/nas/8513154615-hti-tuntut-nasionalisasi-perusahaan-migas.htm

Note :
Klo saudara2 kita yg di HTI mau aj, masuk ke sistem pemerintahan saat ini, secara mereka adalah orang2 yang punya idealisme islam yang sangat kuat, pasti ga perlu teriak2 kayak gini kali ya...?  O0

Offline abu zahid

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 1.433
  • Jenis kelamin: Pria
  • "KITA ADALAH DA'I (PENYERU) BUKAN HAKIM"!!
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 14 Mei 2008, 12:33:26 »
coba tidak menolak DEMOKRASI, kan bisa masuk ke sistem tanpa jadi parlemen jalanan terus2an...... sampai kapan!!!!!

Offline Smaragdina

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 385
  • Never forget your msq, and know you had invested
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 14 Mei 2008, 13:39:27 »
democracy or democrazy (gila demo) ? :p :p :p

Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 14 Mei 2008, 14:47:48 »
Saya sebenarnya menyayangkan para HTers yang sangat kuat daya analitik sosio-ekonominya, namun sangat lemah daya aplikasinya.
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)

Offline IFeelHim

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 301
  • Jenis kelamin: Pria
  • before you type..SPEAK GOOD OR BE SILENT..thx..
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 14 Mei 2008, 16:09:20 »
Seorang internisti (aka pendukung Intermilan  %peace%) tidak akan dapat mengubah hasil pertandingan antara Persikad vs Intermilan walaupun dengan teriakan yang paling keras sekalipun.

Yang dapat seorang internisti lakukan :

1. Menjadi seorang pemain Intermilan untuk mengalahkan Persikad di kemudian hari
2. Menjadi seorang pemain Persikad untuk mengalahkan Intermilan di kemudian hari
3. Menjadi internisti yang tertib yang mendukung selalu intermilan, namun dia tetap tidak mempunyai kuasa untuk mengubah hasil atau jalannya pertandingan. yang bisa dia hanya lakukan adalah melihat dan mendukung. Bukan bermain.
4. Menjadi internisti yang beringas, mengacaukan jalannya pertandingan. Pertandingan Persikad dan Intermilan tidak akan pernah ada karena dibatalkan. Namun siapapun membenci suporter rusuh bukan?  %peace% %peace%

Venezuela (atau Bolivia yah?lupa  :toe:)  telah melakukannya, mengapa kita tidak bisa?

PS : Persikad itu --> Persatuan Sepakbola Depok..iya kali yah?halah..ga penting.. %peace% %peace%
QS 89:27-30 "Wahai Jiwa yang tenang kembalilah kepada Robmu dengan ridho dan diridhoi, maka masuklah kedalam golongan hamba-KU dan masuklah kedalam surga-KU"


Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 14 Mei 2008, 16:22:33 »
@AKuMerasakanNya

O0  analogi yang bagus. HT ibarat komentator yang ulung, namun pang-ling dengan realitas.

Semoga asset ummat yang berharga ini dapat berubah.
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)

Offline dzikrullah

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 132
  • Lokasi: Jakarta Pusat
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 14 Mei 2008, 17:23:24 »
Paling-paling yang di "Gedung Putih" sono cuman bergumam, EGP "..... menggonggong, kafilah berlalu".   :wataw:

Offline diggles

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2007
  • Tulisan: 888
  • Jenis kelamin: Pria
  • Saatnya Khilafah Memimpin Dunia Dengan Syariah
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 14 Mei 2008, 19:19:02 »
Jazakallah atas nasehatnya akhi, memang kita semua memang harus saling menasehati.

Offline ph34r

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 5.211
  • Lokasi: HIT & RUN | HIT & RUN | HIT & RUN
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 15 Mei 2008, 21:29:16 »
waduh, emang pemerintah makin lama makin ancur
dan jujur gak suka democrazy(demokrasi, banyak crazinya sejak gus dur dkk jadi presiden). kalo bisa sih diganti Syariat Islam
masak orang goblok dipilih hanya karena banyak yang milih. padahal sama2 gobloknya

paling bagus ya pakai Syariat Islam yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah(bukan bid'ah2an)
TAPI kalo sebagian besar masyarakat sudah benar ISLAMNYA. kalo gak ya percuma jadinya
dan ini dimulai dari bawah dulu, kalo dari atas... kayaknya sulit nih(liat aja kenyataannya)

paling tidak keinginanku, ada seorang marketer handal di pemerintahan yang jujur dan imannya kuat. biar bisa ngatur keuangan negara trus dibuatkan lapangan pekerjaan. daripada dibagi2 ke gakin yang sebenarnya gak berguna. mending uangnya dirolling dulu, biar bertambah dengan dibuatkan lap pekerjaan. tapi pengelolanya juga haru jujur dan berIMAN juga dan harus orang lokal(kao gak bisa ya terpaksa pake orang luar)
kas negara naik, rakyat gak pengangguran. begitu