Penulis Topik: Syaikh Rabii' Al-Madkhali::"Penyimpangan, Skandal, Kesesatan dan Kebodohannya".  (Dibaca 4582 kali)


Offline Panglima Kumbang

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 118
    • Lihat Profil
« Jawab #15 pada: 20 Mei 2007, 11:09:35 »
Ah itu perasaan antum aja akh, ntar kalau saya pasang smiley kayak gini:  :bobo: atau ini :-P atau ini :siul: atau ini :woroworo: atau ini :nenene: apalagi yang ini  >:( wah bisa makin banyak pendapat antum :)

Gak ada yang diatas dan dibawah angin kok akh, soalnya saya lagi ndak cari angin...ntar masuk angin lagi... ;D ;D ;D...saya kan cuma bertanya dan meminta konfirmasi bagi yang mampu, masak cuma karena pertanyaan kayak gini aja kayaknya "agak alergi"...ntar jadinya kelompok saya yang paling benar ...yang lain lewat lho...  :D

Offline rizqon_jundullah

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2007
  • Tulisan: 96
  • Lokasi: Sebuah wilayah tropis di Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Nuun. Walqolami wamaa yasthuruun
    • Lihat Profil
« Jawab #16 pada: 20 Mei 2007, 15:12:44 »
artikel2 diatas dibuat oleh orang2 yg benci pada dakwah salafiyah.........

salafiyah di serang,salafi di serang,salafi meluruskan,salafi pula yang banyak minusnya......

inikah sebuah keobjektifan yg kalian gembar-gemborkan........???




ALLAHU AKBAR!!!!


RIZQON_al-GHUROBA'

Offline gaza

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 1.498
  • Lokasi: tangerang-banda aceh
  • Jenis kelamin: Pria
  • Wa'idu
    • Lihat Profil
    • Personal
« Jawab #17 pada: 20 Mei 2007, 16:45:27 »
artikel2 diatas dibuat oleh orang2 yg benci pada dakwah salafiyah.........

salafiyah di serang,salafi di serang,salafi meluruskan,salafi pula yang banyak minusnya......

inikah sebuah keobjektifan yg kalian gembar-gemborkan........???




ALLAHU AKBAR!!!!
salafiyah di serang, ditangerang, di pandeglang, dibanten dan dimana pun mereka berada adalah tetap salafiyah....

Afwan OOT... jangan pade serius yee.. cuman mo rileks bentaran... kalo pade mereh-mereh ya afwan...
...Wahai Tentara Allah bertahanlah... Jangan menangis walau jasadmu terluka.. sebelum engkau bergelar syuhada.. Tetaplah bertahan dan bersiap siagalah

Offline ukasya

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 137
    • Lihat Profil
« Jawab #18 pada: 20 Mei 2007, 19:01:41 »
@abdul alim

kenapa kalo ada yang mengkritisi ulama yang mengaku "salafy" anda menyuruh pengkritik untuk tabayun, tapi apakah anda bertabayun ketika ada orang yang mengaku "salafy" mengkritisi diluar komuniatas mereka?

Offline Panglima Kumbang

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 118
    • Lihat Profil
« Jawab #19 pada: 21 Mei 2007, 13:41:55 »
Kenapa yah?  :o ::) :toktok: :mandir: :mewe: :wataw: :koran:

Offline Abdul Ghafur

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 728
    • Lihat Profil
« Jawab #20 pada: 21 Mei 2007, 14:07:28 »
@abdul alim

kenapa kalo ada yang mengkritisi ulama yang mengaku "salafy" anda menyuruh pengkritik untuk tabayun, tapi apakah anda bertabayun ketika ada orang yang mengaku "salafy" mengkritisi diluar komuniatas mereka?

itu udah biasa
biasanya juga begitu kok

Offline Abdul Ghafur

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 728
    • Lihat Profil
« Jawab #21 pada: 21 Mei 2007, 14:11:14 »
Kritikan yang dilakukan oleh Abu Abdillah al Mishri atau mungkin Abu Faqih atau Mungkin Ust Abduh Z.A. Didasari tendensi kebencian mendalam terhadap Syaikh Robi', Syaikh Muqbil, Syaikh Aman al Jami.
antum tau dari mana akh?
apa udah membelah dada Abu Abdillah al Mishri atau mungkin Abu Faqih atau Mungkin Ust Abduh Z.A?

siapa tahu (dan ana husnuzhon) itu bukan kebencian
melainkan karena rasa sayang beliau kepada Syaikh Robi', Syaikh Muqbil, Syaikh Aman al Jami.
kalau mereka salah apa tidak boleh diluruskan?


yaa alasan yang samalah...  :hihi:

Offline watonist

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.225
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #22 pada: 21 Mei 2007, 14:17:48 »
@abdul alim

kenapa kalo ada yang mengkritisi ulama yang mengaku "salafy" anda menyuruh pengkritik untuk tabayun, tapi apakah anda bertabayun ketika ada orang yang mengaku "salafy" mengkritisi diluar komuniatas mereka?

idealnya sih memang begitu ...
tapi ngak bisa dipungkiri juga bahwa manusia mempunyai kecenderungan terhadap sesuatu (yang bisa jadi berbeda-beda satu orang dengan lainnya), "lantas ... bagaimana solusinya ??", dalam Al-Qur'an disebutkan sifat-sifat menjauhi prasangka, berkata/berbuat baik, dan memafkan ...
nah, pertanyaan selanjutnya "terlalu beratkah ini untuk kita laksanakan ?? tidak cukupkah janji Allah tentang keutamaan siapa-siapa dari kita yang melaksanakannya ??"

Offline rumputkecil

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 40
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Rumput kecil yang berusaha tunduk pada titahNya
    • Lihat Profil
« Jawab #23 pada: 21 Mei 2007, 14:28:27 »
Entahlah..., aku hanya manusia biasa yang tak mengerti apa2...  :-\ Allah lebih bisa menilai...  ::)  ^-^
Allah..., betapa luas cakrawala Kau bentangkan. Penuh misteri tak terpecahkan. Bergetar jiwaku memandangnya, papa dan tak berdaya!

Offline tjahndeso

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 153
    • Lihat Profil
« Jawab #24 pada: 21 Mei 2007, 17:22:29 »
@abdul alim

kenapa kalo ada yang mengkritisi ulama yang mengaku "salafy" anda menyuruh pengkritik untuk tabayun, tapi apakah anda bertabayun ketika ada orang yang mengaku "salafy" mengkritisi diluar komuniatas mereka?


Tanya kenapa, tanya kenapa,
Tanya ken apa?

Ada sebuah buku yang berjudul “Al kasyfu al-haqqa’iq al-khafiyyah ‘inda mudda’iy as-salafiyyah” yang ditulis oleh ustadz mut’ib bin sarayan al-‘ashimi hafizhahullah.

كشف الحقائق الخفية عند مدعي السلفية بقلم متعب بن سريان العصيمي

Beliau menyebutkan hal-hal yang sering diajarkan kepada salafi pemula salah satunya adalah mereka di didik menolong sang tokoh tersebut bukan menolong kebenaran, Mereka akan menyerang orang yang menyelisihi tokohnya itu berdasarkan hawa nafsunya dengan segala kejelekan dan keangkuhan.
      
                    تربيتهم للشباب على الانتصار للذات  لا للحق  ، والتشفي من المخالف لهواهم بكل  قبح ووقاحة
       

Maka tidak heran jika mereka yang baru belajar akan menyerang orang-orang yang tidak sependapat dengan dia dan tokohnya, tidak usah jauh-jauh, kita bisa lihat di forum ada yang mengaku baru umur belasan tahun tapi coba lihat apa yang dia tulis dalam forum ini .

buku tersebut dapat saudara lihat dan download di http://www.saaid.net/book/7/

Apakah hal itu benar adanya

Wallahu a’lam.

« Edit Terakhir: 21 Mei 2007, 18:16:58 oleh tjahndeso »

Offline ukasya

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 137
    • Lihat Profil
« Jawab #25 pada: 21 Mei 2007, 18:02:02 »
@abdul alim

kenapa kalo ada yang mengkritisi ulama yang mengaku "salafy" anda menyuruh pengkritik untuk tabayun, tapi apakah anda bertabayun ketika ada orang yang mengaku "salafy" mengkritisi diluar komuniatas mereka?


Tanya kenapa, tanya kenapa,
Tanya ken apa?

Ada sebuah buku yang berjudul “Al kasyfu al-haqqa’iq al-khafiyyah ‘inda mudda’iy as-salafiyyah” yang ditulis oleh ustadz mut’ib bin sarayan al-‘ashimi hafizhahullah.

كشف الحقائق الخفية عند مدعي السلفية بقلم متعب بن سريان العصيمي

Beliau menyebutkan hal-hal yang sering diajarkan kepada salafi pemula salah satunya adalah mereka di didik menolong sang tokoh tersebut bukan menolong kebenaran, Mereka akan menyerang orang yang menyelisihi tokohnya itu berdasarkan hawa nafsunya dengan segala kejelekan dan keangkuhan.
       
                    تربيتهم للشباب على الانتصار للذات  لا للحق  ، والتشفي من المخالف لهواهم بكل  قبح ووقا
حة
      
Maka tidak heran jika mereka yang baru belajar akan menyerang orang-orang yang tidak sependapat dengan dia dan tokohnya, tidak usah jauh-jauh, kita bisa lihat di forum ini ada yang mengaku baru umur belasan tahun tapi coba lihat apa yang dia tulis dalam forum.

buku tersebut dapat saudara lihat dan download di http://www.saaid.net/book/7/

Apakah hal itu benar adanya

Wallahu a’lam.



baarakaLLah fiik

Offline Abu Haidar Mohammad

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 299
    • Lihat Profil
« Jawab #26 pada: 22 Mei 2007, 21:31:08 »
Alhamdulillah, washolatu wassalaamu'ala Rasulillah, wa 'ala alihi wa ashabihi wa mantabi'ahum bil ikhsan.

Tidak tepat, mendiskusikan sesuatu yang isinya belum diketahui.  Kita dihadapkan dengan JUDUL BUKU, bukan isinya, sehingga apa perlunya mendiskusikan sebelum tahu isinya.   

Perlu diingat juga, bahwa kebenaran manhaj salaf itu bukan diukur dengan Syaikh Rabi', Syaikh Al Albani, atau bahkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.  Manhaj salaf benar karena mendasarkan diri dengan sumber yang maksum, yaitu Al Qur'an, As Sunnah as Shahihah dan pemahaman salafusshalih. 

Tidak benar juga, jika seorang salafi membela ulama karena membela pribadinya dengan membabibuta.  Tidak.  Karena ulama bukanlah maksum, maka apabila ada kritik ilmiah yang didasarkan Al Qur'an dan As Sunnah dengan pemahaman salafusshalih yang menunjukkan kesalahannya, tentu akan bisa diterima.

Tidak benar juga kalau ada orang yang baru belajar manhaj salaf akan dididik untuk membela syaikhnya dengan membabibuta.  Tentu disini memerlukan pembuktian, dalam kitab apa "dididikan" tersebut diajarkan?  Penilaian itu, kalau tanpa bukti ilmiah, tentu merupakan kedustaan.

Wallahu a'lam bisshawab

Abu Haidar Mohammad
Cilacap - Jateng

Offline Panglima Kumbang

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 118
    • Lihat Profil
« Jawab #27 pada: 22 Mei 2007, 22:19:51 »
Tidak tepat, mendiskusikan sesuatu yang isinya belum diketahui.
:toktok: Kan dari awal juga sudah saya tulis bahwa saya mau bertanya...tapi ternyata tanggapannya macam-macam...ada yang bilang diserang lah, gak objektif lah , gak ilmiah lah, ngambek lah...bahkan sampai ada yang berlaku seperti titisan malaikat pencatat amal kebaikan lho.. :o  :wataw:
 
Kutip
Kita dihadapkan dengan JUDUL BUKU, bukan isinya, sehingga apa perlunya mendiskusikan sebelum tahu isinya.
   
Nah itulah kenyataan yang terjadi, kalau antum tanya apa perlunya...itu kembali pada selera masing-masing aja deh...kan ndak dipaksa untuk diskusi, malah bisa menambah ilmu bagi penuntut ilmu. :)

Kutip
Perlu diingat juga, bahwa kebenaran manhaj salaf itu bukan diukur dengan Syaikh Rabi', Syaikh Al Albani, atau bahkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.  Manhaj salaf benar karena mendasarkan diri dengan sumber yang maksum, yaitu Al Qur'an, As Sunnah as Shahihah dan pemahaman salafusshalih.
 
Benar, kebenaran manhaj salaf bukan diukur dengan Syaikh Rabii' dkk...tapi dampak yang ditimbulkan kepada orang lain sangat besar bila yang melakukannya adalah seorang tokoh idola gank "salafy" seperti Syaikh Rabii'.

Kutip
Tidak benar juga, jika seorang salafi membela ulama karena membela pribadinya dengan membabibuta.  Tidak.  Karena ulama bukanlah maksum, maka apabila ada kritik ilmiah yang didasarkan Al Qur'an dan As Sunnah dengan pemahaman salafusshalih yang menunjukkan kesalahannya, tentu akan bisa diterima.
Kalau antum mampu menterjemahkan buku dan artikel tersebut, sudilah kiranya menjelaskannya di topik ini  :)

Agar para penuntut ilmu mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

Kutip
Tidak benar juga kalau ada orang yang baru belajar manhaj salaf akan dididik untuk membela syaikhnya dengan membabibuta.  Tentu disini memerlukan pembuktian, dalam kitab apa "dididikan" tersebut diajarkan?  Penilaian itu, kalau tanpa bukti ilmiah, tentu merupakan kedustaan.
Kalau masalah melakukan pembelaan membabi buta terhadap Syaikhnya bagi orang yang baru belajar menurut saya wajar-wajar saja...asal jangan keterusan aja membabi butanya...soalnya kasihan nanti hidupnya :)

Offline hamba 4JJI

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 26
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #28 pada: 22 Mei 2007, 22:44:58 »
Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
Ya...saat2 skr ini salafy jadi topik hangat, sama seperti dulu...  8-) yg dulu sangat hot di forum GDI ini, berbagai macam thread memfokuskan kpd salafy dan para ulamanya (-terutama syaikh Muqbil dan syaikh Rabi'-) yg pada akhirnya 'aktor intelektual' yg menulis thread2 tsb menyatakan 'pensiun' dari MyQuran, dan alhamdulillah terbuka tadlis dan talbisnya ia dalam menulis thread2 tsb!
Apa yang di jelaskan pak Panglima Kumbang (-jendral kancilnya mana pak?  %peace% -) dan yg sejenisnya, sebenarnya sama saja dengan metode 'aktor intelektual' yg dulu itu dalam membuat thread2, sama persis!!!, yaitu mereka sama :
Ber-hujjah hanya kepada informasi dari dunia internet yg luas ini, yg tidak jelas manhaj penulis artikel2 tsb alias majhul! dengan hanya khabar itu pak PK (-ana singkat yah; pak Panglima Kumbang-) ber-hujjah, Jelas sekali bahwa disitu pak PK menggunakan banyaknya khabar (yg tdk diperiksa, ditelaah, dianalisa kebenarannya) sbg hujjah dan seolah-olah itu adalah ' khabar mutawatir '  :hihi:. Padahal kita semua sudah tahu apabila kita mengikuti mayoritas orang manusia di muka bumi ini pasti kita tersesat!, apalagi saat ini yg dimana pengikut sunnah sangat sedikit di bandingkan para pengikut hawa nafsu serta orang2 jahil/awam yg taqlid, yg mereka banyak bertebaran di muka bumi ini!!!
Sungguh saya sangat heran kpd pak PK -dan yg sejenisnya- hanya berdasarkan informasi internet langsung beristinbath malahan langsung memvonis! -masya Allah-. Dengan hanya sedikit membungkus 'keilmiahan' artikel/informasi itu yaitu dgn bahasa arab..  :hihi: :D yg pas juga sih O0, karena jumhur ikhwah MyQ sangat awam thd bahasa arab.. sehingga tersebarlah syubhat kpd mereka!
Terakhir pesan ana kpd ikhwah salafiyyun di MyQ ini dan juga kpd ana sendiri... Ucapkanlah kpd pihak2 yg tendensi thd dakwah salafiyyah terutama kpd Al-'Allamah Asy-Syaikh Dr.Rabi bin Hadi hafizhahullah dan Al-Muhaddits dari negeri Yaman, Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullah dengan ucapan : barakallaahu fiikum... jazakumullaah khairan...
Sebagaimana yg dilakukan oleh Syaikh Rabi' ketika beliau sedang berdakwah di negeri Sudan dan negeri di Afrika lainnya (bersama Ikhwah Jama'ah Ansharus Sunnah) ketika beliau di cerca/maki-maki oleh tokoh thariqat2 sufi, beliau mendoakan kebaikan kpd mereka, yg pada akhinya alhamdulillah dakwah syaikh Rabi' di negeri Sudan dan sekitarnya yg disampaikan dengan hikmah dan penuh kesabaran diterima oleh masyarakat tsb, bahkan tokoh thariqat sufi di usir oleh jama'ahnya sendiri!! [Silahkan lihat Al-Hats-tsu 'alaa al-Mawaddah...karya syaikh Rabi]
Allaahu A'lam.
Barakallaahu fiikum...

Offline Panglima Kumbang

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 118
    • Lihat Profil
« Jawab #29 pada: 22 Mei 2007, 23:12:58 »
Kutip
Ber-hujjah hanya kepada informasi dari dunia internet yg luas ini, yg tidak jelas manhaj penulis artikel2 tsb alias majhul! dengan hanya khabar itu pak PK (-ana singkat yah; pak Panglima Kumbang-) ber-hujjah, Jelas sekali bahwa disitu pak PK menggunakan banyaknya khabar (yg tdk diperiksa, ditelaah, dianalisa kebenarannya) sbg hujjah dan seolah-olah itu adalah ' khabar mutawatir '  Ngikik... Padahal kita semua sudah tahu apabila kita mengikuti mayoritas orang manusia di muka bumi ini pasti kita tersesat!, apalagi saat ini yg dimana pengikut sunnah sangat sedikit di bandingkan para pengikut hawa nafsu serta orang2 jahil/awam yg taqlid, yg mereka banyak bertebaran di muka bumi ini!!!
:mandir: :wataw: Gimana bisa tau manhaj si penulis kalau tidak diberitahu :( :D ...itulah kenapa topik ini saya angkat maksudnya supaya bisa diperiksa, ditelaah dan dianalisa kebenarannya...coba deh di cek lagi pelan-pelan tulisan saya, apa pernah saya tulis...ini "khabar mutawwatir" :toe: :-\

Kutip
Sungguh saya sangat heran kpd pak PK -dan yg sejenisnya- hanya berdasarkan informasi internet langsung beristinbath malahan langsung memvonis! -masya Allah-. Dengan hanya sedikit membungkus 'keilmiahan' artikel/informasi itu yaitu dgn bahasa arab..  Ngikik.. Yiiihaaaa! yg pas juga sih Sip, mantap!, karena jumhur ikhwah MyQ sangat awam thd bahasa arab.. sehingga tersebarlah syubhat kpd mereka!
:hihi: :jaim: :hmmm: Saya juga heran saya antum Pak, belum diterjemahkan kok sepertinya langsung kena "alergi"  :mandir: :koran:

Jadi maksudnya buku dan artikel itu berisi fitnah dan sampah nih?...menurut siapa?  :D :o...Diterjemahin juga belum kok sudah menghayal yang bukan-bukan sih Pak..atau antum trauma takut kalau yang bikin buku dan artikel itu dari thariqot sufi yah....luar biasa, dahsyat banget bashiroh antum...soalnya penuh fantasi  :o :mandir:

Semestinya kalau memang antum mau mencontoh Syaikh Rabii' berdakwah di Sudan yang menurut antum penuh hikmah dan kesabaran sudah selayaknya antum dan rekan-rekan antum melakukan hal yang serupa...siapa tau dengan dakwah yang penuh hikmah dan kesabaran, rekan-rekan myQuran yang masih "sesat" bisa segera bertobat dan yang masih seneng "sesat" bisa pensiun dari myQuran :)

Coba dong kasih diberi contoh bagaimana sih penuh hikmah dan kesabarannya ikhwah "salafiyin" dalam menyikapi topik ini?...Ayo jangan malu-malu yah  :topOK: :iyes: :yakyik:

... O iya, Bagaimana pemirsa disini tau apakah itu fitnah atau kisah nyata kalau ndak dikasih tau?  :D :o

Atau dengan kata lain antum mau bilang, Syaikh Rabii' gak mungkin salah nih?  :o :mandir:... walopun basa-basinya Syaikh Rabii' bukan manusia yang maksum...atau ungkapan itu cuma basa-basi aja kali yah...wah Semoga tidak terjadi penipuan terhadap diri sendiri dan orang lain...  :D :toktok: :wataw:

Dan semoga hal yang demikian bukanlah termasuk dari fadhilah KEBERKAHAN Manhaj Salaf yang diusung oleh gank "salafy"  :)
« Edit Terakhir: 22 Mei 2007, 23:49:58 oleh Panglima Kumbang »