Penulis Topik: Syaikh Rabii' Al-Madkhali::"Penyimpangan, Skandal, Kesesatan dan Kebodohannya".  (Dibaca 4581 kali)


Offline fei shin muslim

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.440
  • Lokasi: klaten-bandung-jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hanya manusia biasa
    • Lihat Profil
« Jawab #30 pada: 22 Mei 2007, 23:31:27 »
kalo berani tanya langsung ama syaikh rabi'...................

empat mata..,dialoh dengan beliau.............,kl berani.......
Karena Al Haq itu Lebih kami Cintai

Akan lahir dari ilmu: kemuliaan walaupun orangnya hina, kekuatan walaupun orangnya lemah, kedekatan walaupun orangnya jauh, kekayaan walaupun orangnya fakir, dan kewibawaan walaupun orangnya tawadhu'

Wahab bin Munabbih - rahimahullah

Offline hamba 4JJI

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 26
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #31 pada: 23 Mei 2007, 00:57:45 »
Thayyib.
1. Jawab salam ana dunk pak PK... masak kok ga dijawab/dibalas ... jangan 'pelit' doaian sodaranya pak yah  ;)

2. Sy fikir  :hmmm: antum dah faham pak yg udah antum tulis di AWAL thread (maksud/tujuan antum) dgn JUDUL thread (-inilah sebab ga connectnya antum dalam memahami tulisan ana-), hal ini mengingatkan ana dengan pak Ali Akbar, yg dimana pak Ali ingin menanyakan klarifikasi thd syaikh Albani mengenai, pendha'ifan beliau thd beberapa hadits dikitab shahihain, namun maksud pak Ali tidak sesuai dengan tulisannya di judul thread maupun tulisannya yg memberikan suatu penggiringan opini tendensi kpd syaikh Albani, namun akhinya pak Ali meralat judul threadnya -wah...jadi ngomongin orang lain neeh, sorry pak Ali  %peace%-
Yup...sepertinya antum mo mengharapkan sebuah penjelasan (atau tepat sanggahan dari ikhwah salafiyyun) terhadap berita2 yg antum nukil tsb, yaitu mengenai "penyimpangan, skandal, kesesatan dan kebodohan" syaikh Rabi' berdasarkan artikel2 tsb. Namun aneh sekali antum ini, antum ingin suatu penjelasan benar atau tidaknya khabar tsb, tapi antum dilain sisi sudah men-judge syaikh Rabi dengan "penyimpangan, skandal, kesesatan dan kebodohan" ! apa antum tidak merasa? Lihat judul thread antum itu...Apakah itu bukan suatu vonis? mengapa antum bermaksud ingin menanyakan kebenaran khabar tsb (-yg blm tentu benar/salah) tapi antum memberikan judul spt itu? Mengapa tidak antum tulis judulnya : "Apakah benar syaikh Rabi menyimpang, mempunyai skandal, sesat dan bodoh???" atau yg sejenisnya yg bermakna sebuah pertanyaan bukan sebuah suatu penetapan/penghukuman/kepastian.

3. Berdasarkan sikap kontradiktif antum spt itu; paling tidak ada dua kemungkinan; - Mungkin antum salah dalam menulis judul thread tsb (tanpa tendensi apa2 thd syaikh Rabi'-, Allaahu a'lam), atau antum sudah bersikap tendensius thd syaikh Rabi' krn melihat sepak terjang beliau menjelaskan kesalahan pemikiran2 kelompok/tokoh yg salah? yg mungkin salahsatunya adalah tokoh/kelompok antum?  Allaahu a'lam...

4. Adapun antum mengira ana "alergi", "menghayal", "penuh fantasi". Alhamdulillah ana tidak "alergi", "menghayal", "penuh fantasi" kalau ulama salafy ya dituduh macam2... asalkan berdasarkan dengan hujjah ilmu. Dan sikap ana yang antum kira2 itu, Adalah berdasarkan yg ana pahami dgn jelas tersirat maupun tersurat yaitu VONIS antum dari judul thread! (-yg antum sendiri blm memahami benar2 apa yg ditulis sendiri, antara judul dgn maksud/tujuan penulisan :toe: -) dan dari berdasarkan hujjah artikel2 yg banyak tsb! Yang mafhum nya vonis judul antum itu berdasarkan banyak artikel2 tsb, Oleh sebab itulah saya menulis :
Kutip
Ber-hujjah hanya kepada informasi dari dunia internet yg luas ini, yg tidak jelas manhaj penulis artikel2 tsb alias majhul! dengan hanya khabar itu pak PK (-ana singkat yah; pak Panglima Kumbang-) ber-hujjah, Jelas sekali bahwa disitu pak PK menggunakan banyaknya khabar (yg tdk diperiksa, ditelaah, dianalisa kebenarannya) sbg hujjah dan seolah-olah itu adalah ' khabar mutawatir '  Ngikik... Padahal kita semua sudah tahu apabila kita mengikuti mayoritas orang manusia di muka bumi ini pasti kita tersesat!, apalagi saat ini yg dimana pengikut sunnah sangat sedikit di bandingkan para pengikut hawa nafsu serta orang2 jahil/awam yg taqlid, yg mereka banyak bertebaran di muka bumi ini!!!
Maka saya katakan : Jika kalau anda tidak memberikan judul thread anda itu spt skr ini, Insya Allaahu ta'ala ana ga akan menulis perkataan yg ana quote diatas ini.  :)

5. Adapun perkataan antum sesudahnya, tidak perlu ditanggapi -maaf-, itu hanya sekedar yg lumrah pandangan seseorang yg tidak / belum memahami salafiyyun. Allaahu a'lam... barakallaahu fiikum jami'an

Offline salafy amerika

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 111
    • Lihat Profil
« Jawab #32 pada: 23 Mei 2007, 06:03:04 »
kalo berani tanya langsung ama syaikh rabi'...................

empat mata..,dialoh dengan beliau.............,kl berani.......

Akhi fei shin muslim, ajakan yang menarik, tapi mau nggak syekh Rabi' menghadapi?
Mau nggak pengikut2 syekh Rabi' duduk bersama bersama orang2 awwam, berjabat tangan, memberikan senyuman, dan bersilaturrahim dengan 'ahli bid'ah'?

OK, begini aja gimana kalau antum ngontak syekh Rabi' untuk datang ke Indonesia, dan berdialog didepan orang banyak? serta disiarkan live oleh stasiun TV?

Saya tunggu loh...


Offline Panglima Kumbang

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 118
    • Lihat Profil
« Jawab #33 pada: 23 Mei 2007, 08:15:15 »
Thayyib.
1. Jawab salam ana dunk pak PK... masak kok ga dijawab/dibalas ... jangan 'pelit' doaian sodaranya pak yah  ;)
Alhamdulillah ana sudah jawab saat membaca tulisan antum, memang sengaja ana tidak menuliskannya Pak hamba 4 J J I  :)

Kutip
2. Sy fikir  :hmmm: antum dah faham pak yg udah antum tulis di AWAL thread (maksud/tujuan antum) dgn JUDUL thread (-inilah sebab ga connectnya antum dalam memahami tulisan ana-), hal ini mengingatkan ana dengan pak Ali Akbar, yg dimana pak Ali ingin menanyakan klarifikasi thd syaikh Albani mengenai, pendha'ifan beliau thd beberapa hadits dikitab shahihain, namun maksud pak Ali tidak sesuai dengan tulisannya di judul thread maupun tulisannya yg memberikan suatu penggiringan opini tendensi kpd syaikh Albani, namun akhinya pak Ali meralat judul threadnya -wah...jadi ngomongin orang lain neeh, sorry pak Ali  %peace%-
Yup...sepertinya antum mo mengharapkan sebuah penjelasan (atau tepat sanggahan dari ikhwah salafiyyun) terhadap berita2 yg antum nukil tsb, yaitu mengenai "penyimpangan, skandal, kesesatan dan kebodohan" syaikh Rabi' berdasarkan artikel2 tsb. Namun aneh sekali antum ini, antum ingin suatu penjelasan benar atau tidaknya khabar tsb, tapi antum dilain sisi sudah men-judge syaikh Rabi dengan "penyimpangan, skandal, kesesatan dan kebodohan" ! apa antum tidak merasa? Lihat judul thread antum itu...Apakah itu bukan suatu vonis? mengapa antum bermaksud ingin menanyakan kebenaran khabar tsb (-yg blm tentu benar/salah) tapi antum memberikan judul spt itu? Mengapa tidak antum tulis judulnya : "Apakah benar syaikh Rabi menyimpang, mempunyai skandal, sesat dan bodoh???" atau yg sejenisnya yg bermakna sebuah pertanyaan bukan sebuah suatu penetapan/penghukuman/kepastian.
Jadi mau mempermasalahkan judul nih...:toe: :jaim:...Antum sudah lihat belum sih link yang ana kasih...apakah link tersebut dalam kapasitas bertanya?  :o :'(...menurut saya (berdasarkan terjemahannya) link tersebut malah langsung kepada subjeknya..lha saya kan cuma copy paste dari terjemahan tersebut, kalau antum mempermasalahkan penggunaan bahasanya semestinya antum mengajukan teguran juga kepada penterjemah (katanya sih Ust. Abdullah Al Mishri**Kenapa beliau kasih terjemahan kayak gitu?) dan kepada Syaikh-Syaikh yang memberikan pandangan kepada Syaikh Rabii'...Yang adil dong Pak, (masih bisa kan?)...kecuali kalau saya yang bikin-bikin judul buku dan artikel itu, agak pas deh kalau antum mengarahkan kepada saya sepenuhnya teguran tersebut...O0 %peace%

Kutip
3. Berdasarkan sikap kontradiktif antum spt itu; paling tidak ada dua kemungkinan; - Mungkin antum salah dalam menulis judul thread tsb (tanpa tendensi apa2 thd syaikh Rabi'-, Allaahu a'lam), atau antum sudah bersikap tendensius thd syaikh Rabi' krn melihat sepak terjang beliau menjelaskan kesalahan pemikiran2 kelompok/tokoh yg salah? yg mungkin salahsatunya adalah tokoh/kelompok antum?  Allaahu a'lam...
Saya secara sadar sengaja kok bikin judul kayak gitu...beneran deh...  :) makanya antum juga jangan tendensius dong kepada ana, terjemahkan saja buku dan artikel itu...kalau buku dan artikel tersebut berisi fitnah maka orang yang membuat buku dan artikel tersebut telah melakukan perbuatan keji..dan apabila hal tersebut benar adanya sebaiknya kita semua berterimakasih karena ada Syaikh lain yang sayang kepada Syaikh Rabii' untuk mau menasehati nya  O0 %peace%...(Semoga apa yang dibuat Syaikh tersebut dicatat sebagai kebaikan...Amin)

Kutip
4. Adapun antum mengira ana "alergi", "menghayal", "penuh fantasi". Alhamdulillah ana tidak "alergi", "menghayal", "penuh fantasi" kalau ulama salafy ya dituduh macam2... asalkan berdasarkan dengan hujjah ilmu. Dan sikap ana yang antum kira2 itu, Adalah berdasarkan yg ana pahami dgn jelas tersirat maupun tersurat yaitu VONIS antum dari judul thread! (-yg antum sendiri blm memahami benar2 apa yg ditulis sendiri, antara judul dgn maksud/tujuan penulisan :toe: -) dan dari berdasarkan hujjah artikel2 yg banyak tsb! Yang mafhum nya vonis judul antum itu berdasarkan banyak artikel2 tsb, Oleh sebab itulah saya menulis :
Kutip
Ber-hujjah hanya kepada informasi dari dunia internet yg luas ini, yg tidak jelas manhaj penulis artikel2 tsb alias majhul! dengan hanya khabar itu pak PK (-ana singkat yah; pak Panglima Kumbang-) ber-hujjah, Jelas sekali bahwa disitu pak PK menggunakan banyaknya khabar (yg tdk diperiksa, ditelaah, dianalisa kebenarannya) sbg hujjah dan seolah-olah itu adalah ' khabar mutawatir '  Ngikik... Padahal kita semua sudah tahu apabila kita mengikuti mayoritas orang manusia di muka bumi ini pasti kita tersesat!, apalagi saat ini yg dimana pengikut sunnah sangat sedikit di bandingkan para pengikut hawa nafsu serta orang2 jahil/awam yg taqlid, yg mereka banyak bertebaran di muka bumi ini!!!
Maka saya katakan : Jika kalau anda tidak memberikan judul thread anda itu spt skr ini, Insya Allaahu ta'ala ana ga akan menulis perkataan yg ana quote diatas ini.  :)
Ya sudah, supaya tidak terkesan "alergi" dan penuh "fantasi" sudilah kiranya bapak atau rekan bapak menterjemahkannya...Silahkan terjemahkan saja dan jangan malu-malu, biar para pemirsa tau isi buku dan artikel tersebut...apakah disusun oleh orang yang berilmu atau tidak...gampang tho'  :)

Kutip
5. Adapun perkataan antum sesudahnya, tidak perlu ditanggapi -maaf-, itu hanya sekedar yg lumrah pandangan seseorang yg tidak / belum memahami salafiyyun. Allaahu a'lam... barakallaahu fiikum jami'an
Ndak ditanggapi ndak papa kok Pak, memang saya belum paham...makanya saya bertanya  :)...eh tanya dong Pak, bagaimana sih ciri-ciri orang yang sudah faham dengan "salafiyun"? :)
« Edit Terakhir: 23 Mei 2007, 08:36:33 oleh Panglima Kumbang »

Offline hamba 4JJI

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 26
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #34 pada: 23 Mei 2007, 09:18:48 »
Salah satu maksud dan tujuan antum menulis thread ini
Kutip
*Apakah artikel dan tulisan tersebut benar?
*Apakah sedemikian parahnya "kesalahan" dari Syaikh Rabii' Al-Madkhali?
*Apakah artikel dan tulisan tersebut merupakan kritik, bantahan dan informasi terhadap sepak terjang Syaikh Rabii' selama ini?
...
Lantas anda terus menunggu jawaban klarifikasi thd berita tsb, hatta smp detik ini!..
Yang mengherankan ana thd antum tuh..."kesadaran" antum hatta smp saat ini, antum berbelit-belit, mutar-mutar...
Ok. Klo antum bilang ooohh... yg ana permasalahkan ttg masalah judul THREAD ... Ya jelas akhi... namun intinya adalah sikap kontradiktif antum itu. Antum bilang bahwa antum meminta sebuah penjelasan, yg belum tahu kebenaran hujjah artikel2 tsb.. namun antum sudah memvonis syaikh Rabi ?!!! bagaimana bisa begini?
kemudian ketika sy jelaskan sikak kontradiktif antum ini, antum, malah berkata :
Kutip
apakah link tersebut dalam kapasitas bertanya?...
Saya jawab : Pak... daftar artikel2 itulah yg menyebabkan antum membuat thread ini : "benar gak sih...tuduhan-tuduhan (-bukan dlm kapasitas pertanyaan sbgmn antum dalam membuat thread ini-)  penulis2 artikel tsb.."  kemudian antum menulis :
Kutip
menurut saya (berdasarkan terjemahannya) link tersebut malah langsung kepada subjeknya..lha saya kan cuma copy paste dari terjemahan tersebut...
Ini menerangkan bahwa antum itu taqlid/membeo oleh buku penulis, penterjemah buku DSDB 2 dan artikel2 tsb2 sehingga menjadikan antum sudah memvonis terlebih dahulu...padahal antum ingin tahu kebenaran berita tsb&sembari menunggu penjelasan... oh..oiya pak...yg jadi permasalahannya bukan pada JUDUL BUKU / ARTIKEL2 TSB tetapi JUDUL THREAD yang antum buat... itulah yg kontradiktif dgn tulisan2 antum di thread ini...

Offline Abdul Ghafur

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 728
    • Lihat Profil
« Jawab #35 pada: 23 Mei 2007, 09:52:51 »
kalo berani tanya langsung ama syaikh rabi'...................

empat mata..,dialoh dengan beliau.............,kl berani.......
syaikh rabi' kan banyak uangnya
kenapa bukan beliau aja yg datang ke indonesia?
soalnya katanya murid-murid dan fans beliau di sini ndak ada yg berani tampil dialog dengan kelompok yang berseberangan

tapi, emangnya syaikh rabi' sebelumnya pernah dialog dengan siapa aja?
jangan2 guru dan murid sama2 gak bisa/berani dialog face to face empat mata? (oli anda top one juga kan?) O0 %peace%

Offline Panglima Kumbang

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 118
    • Lihat Profil
« Jawab #36 pada: 23 Mei 2007, 10:05:26 »
Salah satu maksud dan tujuan antum menulis thread ini
Kutip
*Apakah artikel dan tulisan tersebut benar?
*Apakah sedemikian parahnya "kesalahan" dari Syaikh Rabii' Al-Madkhali?
*Apakah artikel dan tulisan tersebut merupakan kritik, bantahan dan informasi terhadap sepak terjang Syaikh Rabii' selama ini?
...
Lantas anda terus menunggu jawaban klarifikasi thd berita tsb, hatta smp detik ini!..
Yang mengherankan ana thd antum tuh..."kesadaran" antum hatta smp saat ini, antum berbelit-belit, mutar-mutar...
:toktok: :wataw: Sebelumnya saya mohon maaf deh, sekiranya karena judul topik yang saya buat telah membuat bapak terheran-heran  :'(

Eh Saya juga heran lho Pak, kenapa bukannya diterjemahin biar ndak muter-muter + berbelit-belit tapi yang ada malah banyak komentar-komentar yang "mengherankan" yah?...heran saya  :o  :mandir:(ada yang bilang salafy diserang lah,salafy banyak minusnya, ada yang ngambek, ada yang berprilaku seperti titisan malaikat pencatat amal kebaikan)...dan ternyata akhirnya Pak hamba 4JJI juga terheran-heran kan...coba kalau artikel tersebut diterjemahkan, bisa jadi keheranan-keheranan yang mengherankan akan hilang
  O0 %peace% :toe: :jaim:
Kutip
Ok. Klo antum bilang ooohh... yg ana permasalahkan ttg masalah judul THREAD ... Ya jelas akhi... namun intinya adalah sikap kontradiktif antum itu. Antum bilang bahwa antum meminta sebuah penjelasan, yg belum tahu kebenaran hujjah artikel2 tsb.. namun antum sudah memvonis syaikh Rabi ?!!! bagaimana bisa begini?
Tolong dong bantu saya, yang mana sih tulisan saya yang memvonis Syaikh Rabii'? :o
Kutip
kemudian ketika sy jelaskan sikak kontradiktif antum ini, antum, malah berkata :
Kutip
apakah link tersebut dalam kapasitas bertanya?...
Saya jawab : Pak... daftar artikel2 itulah yg menyebabkan antum membuat thread ini : "benar gak sih...tuduhan-tuduhan (-bukan dlm kapasitas pertanyaan sbgmn antum dalam membuat thread ini-)  penulis2 artikel tsb.."
Sebenarnya ada ndak sih di myQuran ini khususnya GDI, peraturan dalam membuat judul topik, yah berhubung saya cuma member baru mungkin karena terlalu semangat ingin menuntut ilmu sehingga melanggar rambu-rambu peraturan tersebut...tapi kalau sekiranya tidak ada, sebaiknya antum memberikan usulan kepada pengelola site ini...jadi semua bisa mematuhi peraturan yang ada, tapi sekiranya hal tersebut hanya merupakan klaim sepihak untuk melakukan pembenaran sendiri saya rasa itu sungguh mengherankan  :)
Kutip
kemudian antum menulis :
Kutip
menurut saya (berdasarkan terjemahannya) link tersebut malah langsung kepada subjeknya..lha saya kan cuma copy paste dari terjemahan tersebut...
Ini menerangkan bahwa antum itu taqlid/membeo oleh buku penulis, penterjemah buku DSDB 2 dan artikel2 tsb2 sehingga menjadikan antum sudah memvonis terlebih dahulu...padahal antum ingin tahu kebenaran berita tsb&sembari menunggu penjelasan... oh..oiya pak...yg jadi permasalahannya bukan pada JUDUL BUKU / ARTIKEL2 TSB tetapi JUDUL THREAD yang antum buat... itulah yg kontradiktif dgn tulisan2 antum di thread ini...
:o :'( :mandir: :toktok: :wataw: :apalan: :koran:...Ya iyalah saya taqlid/membeo dengan penterjemah Buku DSDB 2 dan artikel2 tsb...Masak sih saya mesti mengarang apa yang saya ndak tau  :wataw: :toktok:...makanya, cobalah diterjemahkan saja buku dan artikel yang saya tanyakan tersebut...ndak berbelit-belit dan berputar-putar tho'  :)

 :hmmm: :mewe: :mandir:..Sungguh mengherankan, berbelit-belit dan berputar-putarnya topik ini,...Ya Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...Berikanlah kemudahan kepada pemirsa myQuran untuk menterjemahkan artikel dan buku tersebut...Amin  :)

Offline fei shin muslim

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.440
  • Lokasi: klaten-bandung-jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hanya manusia biasa
    • Lihat Profil
« Jawab #37 pada: 23 Mei 2007, 10:09:01 »
celalah syaikh rabi' ya akhi.........,celalah orang2 yg mengikuti beliau..........

celalah para salafiyin......

celalah manhaj salaf.............

semoga Allah mengampuni ana......dan kaum muslim seluruhnya.....
Karena Al Haq itu Lebih kami Cintai

Akan lahir dari ilmu: kemuliaan walaupun orangnya hina, kekuatan walaupun orangnya lemah, kedekatan walaupun orangnya jauh, kekayaan walaupun orangnya fakir, dan kewibawaan walaupun orangnya tawadhu'

Wahab bin Munabbih - rahimahullah

Offline hamba 4JJI

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 26
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #38 pada: 23 Mei 2007, 10:20:43 »
maaf pak PK saya ada kerjaan, urusan yg lebih bermanfaat daripada hanya sekedar adu argumentasi, ketika mencoba membetulkan sebuah thread yg pembuatnya sendiri bingung/tdk mengerti antara maksud tulisan yg ditulisnya dgn judul dari tulisan di thread yg ditulisnya...saya tidak tahu apakah anda sudah pernah membuat suatu makalah/karya ilmiah/skripsi...wallaahul musta'an!!! Sungguh waktu saya saat ini sangat terbuang sia-sia...mari kita memperdalami ilmu agama ini dgn benar. jangan kita ingin menegakan islam, apabila kita sendiri tidak memahami agama ini secara kaffah (baik itu aqidah, tauhid, fiqih, ushul fiqih, hadis dll) tetapi malah hanya mengandalkan semangat tanpa ilmu dan merasa puas dgn apa yg sedikit sudah dimilki ttg islam yg dinamakannya tsaqafah islamiyah...?sungguh hal itu hanya mimpi saja!.. wallaahu waliyyut taufiq....barakallaahu fikum.

Wassalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.

Offline Panglima Kumbang

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 118
    • Lihat Profil
« Jawab #39 pada: 23 Mei 2007, 10:41:29 »
maaf pak PK saya ada kerjaan, urusan yg lebih bermanfaat daripada hanya sekedar adu argumentasi,
Silahkan..silahkan Pak...jangan sampai karena topik yang mengherankan ini pekerjaan dan tanggung jawab kita jadi terbengkalai lho...Semoga Allah memberikan kemudahan dalam urusan bapak yah O0 %peace%

Kutip
ketika mencoba membetulkan sebuah thread yg pembuatnya sendiri bingung/tdk mengerti antara maksud tulisan yg ditulisnya dgn judul dari tulisan di thread yg ditulisnya...saya tidak tahu apakah anda sudah pernah membuat suatu makalah/karya ilmiah/skripsi...wallaahul musta'an!!!
Saya hanyalah orang awam yang bodoh,...pemirsa juga bisa melihat kok, keawaman dan kebodohan tulisan saya dibanding tulisan antum yang lebih ilmiah Pak  :)

Sebenernya sih saya gak bingung Pak, kan dari awal juga saya ingin bertanya...malah saya jadi terinspirasi dengan keheranan bapak nih...bukannya diterjemahin biar ndak berbelit-belit dan muter-muter tapi malah dikomentari dengan komentar yang mengherankan...heran juga saya :toe:  :D :o :toktok: :wataw:

Kutip
Sungguh waktu saya saat ini sangat terbuang sia-sia...
Saya ikut berbela sungkawa atas kejadian yang menimpa antum Pak, Semoga Allah menggantinya dengan yang lebih baik  :)
Kutip
mari kita memperdalami ilmu agama ini dgn benar. jangan kita ingin menegakan islam, apabila kita sendiri tidak memahami agama ini secara kaffah (baik itu aqidah, tauhid, fiqih, ushul fiqih, hadis dll) tetapi malah hanya mengandalkan semangat tanpa ilmu dan merasa puas dgn apa yg sedikit sudah dimilki ttg islam yg dinamakannya tsaqafah islamiyah...?sungguh hal itu hanya mimpi saja!.. wallaahu waliyyut taufiq....barakallaahu fikum.

Wassalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Mari... :)

 :hmmm: kira-kira kapan yah ada sukarelawan yang mau menterjemahkannya?  ::)

Offline isih sinau

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2006
  • Tulisan: 413
    • Lihat Profil
« Jawab #40 pada: 23 Mei 2007, 10:54:16 »
:hmmm: :mewe: :mandir:.. Sungguh mengherankan, berbelit-belit dan berputar-putarnya topik ini,...Ya Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...Berikanlah kemudahan kepada pemirsa myQuran untuk menterjemahkan artikel dan buku tersebut...Amin  :)

:hmmm: kira-kira kapan yah ada sukarelawan yang mau menterjemahkannya?  ::)

@ Al-Akh Panglima Kumbang Yth,
Kebetulan sejak lama saya sudah memiliki buku dan print-out semua file yang antum sebutkan di awal thread, dan saya juga sudah membaca semuanya. Saya juga masih punya dua atau tiga kali lipat tulisan tentang Syaikh Rabi’ dan pengikutnya dari yang antum sebutkan, dan semuanya juga sudah saya baca .

Antum ingin semua file itu diterjemahkan?
Terus kalau antum sudah membaca semuanya, apa yang akan antum lakukan?

Offline zaad

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 1.530
  • Lokasi: jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • APAKAH ENGKAU TIDAK PUNYA MALU ?
    • Lihat Profil
« Jawab #41 pada: 23 Mei 2007, 10:57:54 »
Kutip dari: Abu Ahmad Abdul Alim
5. Saya tanya sudahkah TS dan Penulis Tabayyun terhadap apa yang tercantum pada sumberyang ditampilkan itu?.
Akh, coba baca baik-baik kata pembuka dari saya...saya sesungguhnya dalam kapasitas bertanya...malah saya berharap antum atau rekan2 lain yang mampu menerjemahkan buku dan artikel tersebut kiranya mau menginformasikannya disini.  :)

Kalaulah seandainya buku dan artikel itu isinya tidak benar/tidak sesuai dengan "sepak terjang" Syaikh Rabii' selama ini maka itu adalah fitnah keji yang dituduhkan kepada seorang ulama masa kini.

Tapi jika hal itu benar adanya, sungguh merupakan suatu gambaran KEBERKAHAN yang didapat oleh Syaikh Rabii' semasa hidupnya dibawah gank "salafy".
[/size]


kayak gini nanya ? dia udah memvonis syaikh rabi hidup dibawah gank salafy, karena itu berhak mendapatkan celaan itu ?
(btw, aku heran orang kasar kayak gini, yang kerjaanya menjelekan salafy dan ulamanya kok bisa dapat plus ya ?)
==========
apakah engkau tidak merasa cukup dengan sunnahnya sehingga harus melakukan bid'ah ?

Achmad irzan bin sukamto from pekalongan, jawa engah, hidup di kabupaten tangerang.

Offline Panglima Kumbang

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 118
    • Lihat Profil
« Jawab #42 pada: 23 Mei 2007, 11:12:24 »
@ Ust. isih sinau Yth.

 :toe:...banyak amat sih Pak Ust. koleksinya, bisa sampe ada dua/tiga kali dari file yang saya ingin tanyakan?  :o

Saya pribadi hanya ingin mendapatkan kejelasan tentang buku dan artikel tersebut, maksud dan tujuannya seperti yang sudah saya tuliskan sebelumnya yakni mengetahui apakah buku dan artikel tersebut benar adanya atau fitnah yang keji terhadap Syaikh Rabii', seorang Ulama besar masa kini.

Kalau saya sudah membacanya, akan saya tanyakan/minta pendapat lain tentang terjemahan dan isi dari buku/artikel tersebut kepada Ust. Ulama yang saya anggap memiliki kepahaman keilmuan dalam hal tersebut...kalau sudah dapat hasilnya... :hmmm: hmmm...apa yah? :toktok:...(sementara saya pikirin dulu deh Pak Ust. mengenai langkah selanjutnya, mungkin kalau sudah dapat ilham saya beritahu..)

Pak Ust., apa ndak ada rencana untuk menerbitkan buku seperti DSDB 2 terkait dengan buku dan artikel yang bapak miliki seputar Syaikh Rabii'...bukan bermaksud untuk menandingi atau membuka aib terhadap "salafiyun" dan Syaikh Rabii' (bila ada) tapi hanya ingin memberikan fakta yang jujur, ilmiah dan bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya...juga sebagai tanda kasih sayang kepada ikhwah "salafiyun" yang mungkin selama ini memuji Syaikh Rabii' setinggi langit (walopun basa-basinya Syaikh Rabii' bukan manusia maksum, namun kemungkinan ada yang menjadikan hal tersebut hanya basa-basi saja) betapa sehebat-hebatnya atau secanggih-canggihnya informasi mengenai kebaikan/kehebatan beliau dibungkus dengan rapi oleh oknum "salafiyun" sendiri ternyata faktanya masih ada kelemahan/kekurangannya Syaikh tersebut :)
« Edit Terakhir: 23 Mei 2007, 16:43:25 oleh Panglima Kumbang »

Offline Panglima Kumbang

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 118
    • Lihat Profil
« Jawab #43 pada: 23 Mei 2007, 11:14:07 »
@ Akh zaad Yth.

Tanya dong, Syaikh Rabii' itu hidup dibawah "salafy" atau "salafy" hidup dibawah Syaikh Rabii"?

O iya, terkait dengan plus yang saya dapat saya pribadi juga heran tuh gimana caranya...kalau antum mau, saya mau hadiahkan aja deh kepada antum yang lebih halus tulisannya dibanding saya :)...

@ Mod Yth/Ikwah myQuran lainnya.
Tolong beritahu gimana caranya kasih hadiah plus buat orang lain dong?
« Edit Terakhir: 23 Mei 2007, 11:36:25 oleh Panglima Kumbang »

Offline watonist

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.225
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #44 pada: 23 Mei 2007, 11:17:42 »
@all
emmm ... memang susah untuk bersikap "tidak memiliki kecenderungan" terhadap sesuatu (siapapun dia) ... bahkan bisa jadi nggak mungkin ... sekaligus juga nggak perlu.
tetapi saya rasa ... hal terbaik yang bisa kita lakukan untuk seorang yang "sesat" adalah meluruskan "kesesatannya", bukan membabat habis para "penyesat" tersebut, kecuali jika memang kita tidak mencintai manusia dan kemanusiannya ...

sekedar usul,
dari pengalaman saya selama ini ... mungkin juga pengalaman rekan-rekan semua ... kita ini akan lebih mudah belajar dan menerima ilmu dengan sebuah contoh, cara praktis ... tidak sekedar teori yang berbusa-busa.
maka dari itu mungkin ada baiknya bagi kita semua untuk mencoba cara lain dalam gaya dakwah kita, dengan saling memberi contoh sekaligus berlomba-lomba dalam kebaikan ... :)
bayangkan ... betapa indahnya bila itu yang terjadi, alangkah damainya hidup ini :)