Thayyib.
1. Jawab salam ana dunk pak PK... masak kok ga dijawab/dibalas ... jangan 'pelit' doaian sodaranya pak yah

2. Sy fikir

antum dah faham pak yg udah antum tulis di
AWAL thread (maksud/tujuan antum) dgn
JUDUL thread (-inilah sebab ga
connectnya antum dalam memahami tulisan ana-), hal ini mengingatkan ana dengan pak Ali Akbar, yg dimana pak Ali ingin menanyakan klarifikasi thd syaikh Albani mengenai, pendha'ifan beliau thd beberapa hadits dikitab shahihain, namun maksud pak Ali tidak sesuai dengan tulisannya di judul thread maupun tulisannya yg memberikan suatu penggiringan opini tendensi kpd syaikh Albani, namun akhinya pak Ali meralat judul threadnya -wah...jadi ngomongin orang lain neeh, sorry pak Ali

-
Yup...sepertinya antum mo mengharapkan sebuah penjelasan (atau tepat sanggahan dari ikhwah salafiyyun) terhadap berita2 yg antum nukil tsb, yaitu mengenai "penyimpangan, skandal, kesesatan dan kebodohan" syaikh Rabi' berdasarkan artikel2 tsb. Namun aneh sekali antum ini, antum ingin suatu penjelasan benar atau tidaknya
khabar tsb, tapi antum dilain sisi sudah men-judge syaikh Rabi dengan "penyimpangan, skandal, kesesatan dan kebodohan" ! apa antum tidak merasa? Lihat judul thread antum itu...Apakah itu bukan suatu vonis? mengapa antum bermaksud ingin menanyakan kebenaran khabar tsb (-yg blm tentu benar/salah) tapi antum memberikan judul spt itu? Mengapa tidak antum tulis judulnya : "Apakah benar syaikh Rabi menyimpang, mempunyai skandal, sesat dan bodoh???" atau yg sejenisnya yg bermakna sebuah pertanyaan bukan sebuah suatu penetapan/penghukuman/kepastian.
3. Berdasarkan sikap kontradiktif antum spt itu; paling tidak ada dua kemungkinan; - Mungkin antum salah dalam menulis judul thread tsb (tanpa tendensi apa2 thd syaikh Rabi'-, Allaahu a'lam), atau antum sudah bersikap tendensius thd syaikh Rabi' krn melihat sepak terjang beliau menjelaskan kesalahan pemikiran2 kelompok/tokoh yg salah? yg mungkin salahsatunya adalah tokoh/kelompok antum? Allaahu a'lam...
4. Adapun antum mengira ana "alergi", "menghayal", "penuh fantasi". Alhamdulillah ana tidak "alergi", "menghayal", "penuh fantasi" kalau ulama salafy ya dituduh macam2... asalkan berdasarkan dengan hujjah ilmu. Dan sikap ana yang antum kira2 itu, Adalah berdasarkan yg ana pahami dgn jelas tersirat maupun tersurat yaitu VONIS antum dari judul thread! (-yg antum sendiri blm memahami benar2 apa yg ditulis sendiri, antara judul dgn maksud/tujuan penulisan

-) dan dari berdasarkan hujjah artikel2 yg banyak tsb! Yang
mafhum nya vonis judul antum itu berdasarkan banyak artikel2 tsb, Oleh sebab itulah saya menulis :
Ber-hujjah hanya kepada informasi dari dunia internet yg luas ini, yg tidak jelas manhaj penulis artikel2 tsb alias majhul! dengan hanya khabar itu pak PK (-ana singkat yah; pak Panglima Kumbang-) ber-hujjah, Jelas sekali bahwa disitu pak PK menggunakan banyaknya khabar (yg tdk diperiksa, ditelaah, dianalisa kebenarannya) sbg hujjah dan seolah-olah itu adalah ' khabar mutawatir ' Ngikik... Padahal kita semua sudah tahu apabila kita mengikuti mayoritas orang manusia di muka bumi ini pasti kita tersesat!, apalagi saat ini yg dimana pengikut sunnah sangat sedikit di bandingkan para pengikut hawa nafsu serta orang2 jahil/awam yg taqlid, yg mereka banyak bertebaran di muka bumi ini!!!
Maka saya katakan : Jika kalau anda tidak memberikan judul thread anda itu spt skr ini, Insya Allaahu ta'ala ana ga akan menulis perkataan yg ana quote diatas ini.

5. Adapun perkataan antum sesudahnya, tidak perlu ditanggapi -maaf-, itu hanya sekedar yg lumrah pandangan seseorang yg tidak / belum memahami salafiyyun. Allaahu a'lam... barakallaahu fiikum jami'an