Penulis Topik: Syaikh Rabii' Al-Madkhali::"Penyimpangan, Skandal, Kesesatan dan Kebodohannya".  (Dibaca 4591 kali)


Offline Panglima Kumbang

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 118
    • Lihat Profil
« pada: 19 Mei 2007, 01:12:03 »
Dibawah ini terdapat buku dan artikel yang berisi tentang "Bantahan, Kritik, Masalah yang ditimbulkan, kebodohan, penyimpangan, kesalahan dalam aqidah, skandal, kesesatan, terhadap/dari Syaikh Rabii' Al-Madkhali beserta Firqah Jaamiyah dan Madkhaliyah"...

Kiranya bagi ikhwah Myqers yang mampu menerjemahkannya dengan lengkap dan jujur sudi menjelaskannya.

Dan bagi ikhwah "salafiyin" pengagum Syaikh Rabii' Al-Madkhali kiranya juga tidak malu2 untuk memberikan informasi seputar artikel dan buku tersebut...( Ingat "Syaikh juga manusia"... ::)

(Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan kemudahan, rahmat dan ampunan bagi penterjemah dan yang memberikan informasi terkait buku dan artikel tersebut serta bagi para pembaca diberikan kepahaman dan kemudahan untuk mengamalkannya dan menyampaikannya...)  %peace%

Kutip dari Topik "Menjawab Kritik Abu Umar Basyir" oleh Abdul Ghafur (tulisan kecil berwarna hijau**penjelasan dari Editor)
http://myquran.org/forum/index.php/topic,20391.0.html

  • http://www.alathary.org/rabee/
    “Al-Majmuu’ul Badii’ fir Raddi ‘Alaa Rabii’ Al-Madkhali” (Kumpulan Tulisan yang Mengagumkan yang Membantah Rabi’ Al-Madkhali). Di dalamnya terdapat 186 (seratus delapan puluh enam!) tulisan ilmiah karya para syaikh dan thalibul ilmi di Timur Tengah yang semuanya berupa kritikan dan bantahan terhadap berbagai penyimpangan pemikiran dan sikap Syaikh Rabi’ beserta para pengikutnya.
  • http://www.almeshkat.net/books/open.php?cat=28&book=2918
    “Mudzakkirah Al-Watsaa`iq Al-Jaliyyah Allatii Yata’aamaa ‘Anhaa Ad’iyaa` As-Salafiyyah” (Himpunan Berbagai Dokumen Penting dimana Para Pengklaim Salafiyah Tidak Mau Tahu Isinya). Buku ini adalah kumpulan tulisan dan fatwa para ulama yang keseluruhannya berjumlah sekitar 120 judul yang mengkritisi serta membantah Syaikh Rabi’ bin Hadil Al-Madkhali berikut kelompoknya.
  • Buku yang ditulis khusus membantah Syaikh Rabbi’, seperti buku yang berjudul “Nazharaat Salafiyyah fii Araa`i Asy-Syaikh Rabii’ Al-Madkhaliy” (Pandangan dan Kritik Salafi Terhadap Berbagai Pemikiran Syaikh Rabi’ Al-Madkhali) karya Syaikh Abu Abdillah Shalih An-Najdi.
  • http://www.alathary.net/books/book.php?book_id=292
    Buku (ebook) bermutu berjudul “Syubuhaat wa Abaathiil Tashaddaa Lahaa Al-‘Ulamaa` Al-Akaabir Atsaarahaa Rabii’ Al-Madkhaliy” (Berbagai Syubhat dan Kebatilan yang Dihadapi Para Ulama Besar Terhadap Masalah yang Ditimbulkan Oleh Rabi’ Al-Madkhali) yang merupakan kumpulan fatwa para ulama besar dalam menanggapi pendapat Syaikh Rabi’ yang menyimpang dalam masalah jinsul ‘amal.
  • http://www.alathary.net/books/book.php?book_id=26
    Artikel ilmiah berjudul “Al-Bayaanaat An-Najdiyyah fi Dahdhi Al-Jahaalaat Ar-Rabii’iyyah” (Penjelasan dari Nejed yang Mematahkan Kebodohan-kebodohan Rabi’ Al-Madkhali) karya Syaikh Abu Syuqran Al-Jabri
  • http://islammessage.com/vb/index.php?showtopic=8182&st=20
    Artikel tentang “Mukhaalafaat Al-Jaamiyyah wal Madkhaliyyah” (Penyimpangan-penyimpangan Para Pengikut Syaikh Aman Al-Jami dan Syaikh Rabi’ Al-Madkhali) karya Syaikh Abu Abdillah As-Sunni, yang sebetulnya lebih menyoroti berbagai penyimpangan Syaikh Rabi’ yang memang mantan murid Syaikh Muhammad Aman Al-Jami.
  • http://www.muslm.net/vb/showthread.php?t=168699&page=6
    Makalah berjudul “Akhthaa` Ar-Rabii’ Al-Aqdiyyah” (Kesalahan-kesalahan Syaikh Rabi’ dalam Masalah Aqidah) yang ditulis oleh Ustadz Zhahir Musthafa.
  • Buku kecil yang sudah dikenal luas di kalangan salafi yang berjudul “Ar-Raddul Wajiiz ‘Alasy Syaikh Rabii’ Al-Madkhaly” (Bantahan Ringkas Terhadap Syaikh Rabi’ Al-Madkhali) yang merupakan bantahan dari Syaikh DR. Abdurrahman Abdul Khaliq hafizhahullah terhadap Syaikh Rabi’ Al-Madkhali yang dulu pernah menjadi teman sekelas beliau semasa masih menuntut ilmu di Madinah.
  • http://alathary.net/vb2/showthread.php?t=6176&highlight=%C7%E1%E3%CF%CE%E1%ED
    Tulisan berjudul “Fadhiihah ‘Ilmiyyah lid Duktur Rabii’” (Skandal Ilmiah DR. Rabi’ Al-Madkhali) karya Syaikh As-Suhaimi Al-Atsari.
  • http://www.muslm.net/vb/showthread.php?t=137332
    Artikel berjudul “Ash-Shawaa’iq An-Naariyah: Rabii’ Al-Madkhali Yukaffirul Hukkaam wa Yahiijul ‘Awwaam.. Fahal Min Mubtadi’?” (Kilatan petir Api: Rabi’ Al-Madkhali Mengafirkan Penguasa dan Meresahkan Masyarakat Awam.. Apakah Dia Seorang Ahlu Bid’ah?) yang ditulis oleh Ustadz Ibnu Abbas Al-Mishri
  • http://hewar.khayma.com/showthread.php?t=55378&page=2
    Tulisan berjudul “Tahdziirul Bariyyah Min Dhalaalaatil Firqah Al-Jaamiyah wal Madkhaliyah” (Peringatan Solutif tentang Kesesatan-kesesatan Firqah Jamiyah dan Madkhaliyah) dari Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi.
  • http://hewar.khayma.com/showthread.php?t=55378
    Artikel dari Abu Muhammad Al-Anshari yang berjudul “Rabii’ Al-Madkhali fi Miizaan An-Naqdi Al-‘Ilmiy Min Khilaali Asyrithatihi wa Aqwaalih” (Rabi’ Al-Madkhali di Dalam Timbangan Kritikan Ilmiah Melalui Rekaman-rekaman Kasetnya dan Perkataan-perkataannya) yang mengkritisi rekaman-rekaman kaset ceramah Syaikh Rabi’.

*Apakah artikel dan tulisan tersebut benar?
*Apakah sedemikian parahnya "kesalahan" dari Syaikh Rabii' Al-Madkhali?
*Apakah artikel dan tulisan tersebut merupakan kritik, bantahan dan informasi terhadap sepak terjang Syaikh Rabii' selama ini?
*Apakah hal ini termasuk informasi yang disembunyikan oleh gank "salafiyun" Indonesia, untuk tetap mempertahankan citra Syaikh Rabii' sebagai tokoh panutan mereka, ditengah terkuaknya informasi tentang "kesalahan Aqidah, penyimpangan, kesesatan, kebodohan dll" dari Syaikh tersebut di situs berbahasa Arab?
*Apakah ini salah satu contoh KEBERKAHAN dari Manhaj Salaf yang diusung Syaikh Rabii'?
*Akankah gank "salafy" bubar?


Nantikan...informasi lainnya hanya di Myquran *Komunitas Muslim Indonesia*, Milik kita bersama...online 24 Jam- 7 hari dalam seminggu...!  O0 %peace%

Semoga buku dan artikel diatas bukan sekedar gosip murahan tapi informasi yang bisa dipertanggung jawabkan untuk masa sekarang dan yang akan datang..."SALAFY IS THE BEST"... 8-) ::) O0 %peace%
« Edit Terakhir: 19 Mei 2007, 13:21:23 oleh Panglima Kumbang »

Offline fei shin muslim

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.440
  • Lokasi: klaten-bandung-jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hanya manusia biasa
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 19 Mei 2007, 07:23:11 »
artikel2 diatas dibuat oleh orang2 yg benci pada dakwah salafiyah.........

salafiyah di serang,salafi di serang,salafi meluruskan,salafi pula yang banyak minusnya......

inikah sebuah keobjektifan yg kalian gembar-gemborkan........



« Edit Terakhir: 19 Mei 2007, 07:41:54 oleh fei shin muslim »
Karena Al Haq itu Lebih kami Cintai

Akan lahir dari ilmu: kemuliaan walaupun orangnya hina, kekuatan walaupun orangnya lemah, kedekatan walaupun orangnya jauh, kekayaan walaupun orangnya fakir, dan kewibawaan walaupun orangnya tawadhu'

Wahab bin Munabbih - rahimahullah

Offline Mawas Diri

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 52
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 19 Mei 2007, 09:48:36 »
artikel2 diatas dibuat oleh orang2 yg benci pada dakwah salafiyah.........

salafiyah di serang,salafi di serang,salafi meluruskan,salafi pula yang banyak minusnya......

inikah sebuah keobjektifan yg kalian gembar-gemborkan........




@ Fei Shin ini harusnya ditanya dulu poin-poin berikut ini:


-  Apakah batasan artikel itu, sebab disitu juga ada buku-buku?

- Apakah definisi orang-orang yang benci, apakah setiap pengeritik Rabi' selalu karena benci, sebab disitu ada  juga Syaikh Fauzan Al Fauzan, Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh,...?

- Apakah dakwah Salafiyah itu? Ini dakwah model baru dengan tokohnya Rabi' Al Madkholi atau ia  dakwah Islam juga yang rujukannya Al Qur'an sama Al Hadits? Sebab yang ngritik Rabi' pakai Al Qur'an dan Hadits juga.

- Apakah artinya Salafi diserang? Apa Salafiyun dijatuhi bom-bom, rumahnya dilempari batu, harta bendanya dibakar, isteri dan anak-anaknya ditangkapi? Atau Salafi cuma dikritik disana sini karena penyimpangan akidah, ibadah, dakwah, dan akhlaknya? Sebab sejak masuk ke Indonesia Salafi itu gemar sekali nyalah-nyalahin orang lain.

- Salafi meluruskan? Apa artinya, meluruskan badan, meluruskan baju, meluruskan shaf, meluruskan tiang, atau apa? Meluruskan kesalahan Ummat? Gimana kalo Salafi sendiri bermandi kesalahan dan kebathilan?

- Salafi banyak minusnya... Mungkin Salafi perlu punya yang semodel MyQuran ini biar ntar yang "ngritik" Salafi dikasih minus yang besar-besar, misalnya @Tjahndeso -79,4  @Abdul Ghafur - 131,2  atao @Salafy Amerika -7777.

- Keobyektifan...? Oh, Salafi ngerti keobyetifan juga ya. Syukur deh. Masak @ Fei Shin sudah dikasih link se-abreg untuk mengetahui penyimpangan-penyimpangan Rabi' Al Madkholi, eee...tanggapannya gak ilmiah. Masak yang begitu disebut obyektif sih?

- Gembar-gemborkan? Sama aja Mas, Salafi juga macam begitu, suka gembar-gembor je... Kalau ada benernya ya ambil @ Fei Shin, jangan menutup mata. Kalo ada salahnya ya tolaklah @ Fei Shin... Yang begitu tidak sulit kok, ketimbang Antum seumur-umur benci sama IM, seperti bencinya kalo seseorang mau dimasukkan ke neraka.


Lama-lama aku setuju, sebenare di Salafi sendiri banyak kesesatanne... Usul buat Pak Hartono Ahmad Jaiz, ini nih ada obyek baru yang bisa dimasukkan ke buku "Aliran dan Paham Sesat di Indonesia". Kalo akidah ada yang sesat, amal-amal jadi ikut tersesat. Iyadzubillah. 



Offline Abdul Ghafur

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 728
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 19 Mei 2007, 10:32:05 »
*Apakah artikel dan tulisan tersebut benar?
*Apakah sedemikian parahnya "kesalahan" dari Syaikh Rabii' Al-Madkhali?
*Apakah artikel dan tulisan tersebut merupakan kritik, bantahan dan informasi terhadap sepak terjang Syaikh Rabii' selama ini?
*Apakah hal ini termasuk informasi yang disembunyikan oleh gank "salafiyun" Indonesia, untuk tetap mempertahankan citra Syaikh Rabii' sebagai tokoh panutan mereka, ditengah terkuaknya informasi tentang "kesalahan Aqidah, penyimpangan, kesesatan, kebodohan dll" dari Syaikh tersebut di situs berbahasa Arab?
*Apakah ini salah satu contoh KEBERKAHAN dari Manhaj Salaf yang diusung Syaikh Rabii'?
*Akankah gank "salafy" bubar?

kayaknya sih benar
lha wong terbitnya di saudi and timur tengah sono juga
yg nulis juga temen syeh robi' kan?
kayaknya sih bener akh

Offline Abdul Ghafur

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 728
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 19 Mei 2007, 10:34:18 »
Nantikan...informasi lainnya hanya di Myquran *Komunitas Muslim Indonesia*, Milik kita bersama...online 24 Jam- 7 hari dalam seminggu...!  O0 %peace%
jangan kemana-mana
jangan kembali ke pohon


tetap di empat.... mata!!!  ;D  %peace%  %peace%

Offline Abdul Ghafur

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 728
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 19 Mei 2007, 10:35:52 »
artikel2 diatas dibuat oleh orang2 yg benci pada dakwah salafiyah.........

salafiyah di serang,salafi di serang,salafi meluruskan,salafi pula yang banyak minusnya......

inikah sebuah keobjektifan yg kalian gembar-gemborkan........



bagusnya antum belajar bahasa arab akh
trus baca sendiri itu tulisan
kalo bisa sekalian terjemahin


daripada mengatakan sesuatu tanpa ilmu
ya tho?

Offline Abdul Ghafur

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 728
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 19 Mei 2007, 10:39:47 »
Kutip dari Topik "Menjawab Kritik Abu Umar Basyir" oleh Abdul Ghafur (tulisan kecil berwarna hijau**penjelasan dari penulis DSDB 2 terhadap ucapan Syaikh Abu Umar Basyir)
http://myquran.org/forum/index.php/topic,20391.0.html

karena antum menyinggung nama ana
ana kasih penjelasan dikit nih
itu ana kutip dari buku DSDB 2
and yg di catatan kaki itu bukan dari penulisnya
melainkan dari editornya (ada tulisan EDT.)
mungkin dari abu abdillah al mishri
soalnya dia kasih tulisan juga di dalam buku bagian terakhir
judulnya: BEBERAPA CATATAN KECIL UNTUK SAUDARAKU



yang ane denger dari temen2 juga gitu
itu catatan kaki dari ustad abu abdillah al mishri

Offline Panglima Kumbang

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 118
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 19 Mei 2007, 13:23:27 »
@ Akh Abdul Ghafur

Jazakallah atas infonya, Ana sudah meralatnya  :)

Offline Abu Ahmad Abdul Alim

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 325
    • Lihat Profil
    • Alwajiz Ringkasan Ilmu Islam dan Ilmu Elektronika
« Jawab #8 pada: 19 Mei 2007, 15:55:37 »
Pertama, Barakallahufiikum.

Kritikan yang dilakukan oleh Abu Abdillah al Mishri atau mungkin Abu Faqih atau Mungkin Ust Abduh Z.A. Didasari tendensi kebencian mendalam terhadap Syaikh Robi', Syaikh Muqbil, Syaikh Aman al Jami. Klo anda mau contohnya:

1. Telah lewat bagaimana ANALISA YANG CEROBOH yang mengatakan bahwa Syaikh Robi' melecehkan Syaikh al Albani. Jika kita lihat alasan dia ketika mengatakan hal ini adalah UCAPAN SYAIKH ROBI' YANG MENYEBUT NAMA SYAIKH AL ALBANI TANPA GELAR SYAIKH DAN CUKUP DENGAN AL ALBANI. Ini sesuatu yang sangat aneh. Sebutan nama tanpa gelar adalah biasa diantara ulama. Contohnya Syaikh Utsaimin menyebut Ulama yang lebih senior dan lebih tua dari beliau yaitu Syaikh Al Albani dan Syaikh ad Duwaisy dengan sebutan Al AlBAni dan ad Duwaisy. Begitu juga Imam Ahmad dalam suatu riwayatnya mengatakan yang intinya "Jangan kalian mengikuti Syafi'i, Malik, ats Tsauri dst.." Lihat di sifat shalat nabi Syaikh al ALbani. Klo mengikuti logika Ustadz ini maka kita katakan Imam Ahmad kurang ajar dengan gurunya Imam syafi'i karena menyebut nama Imam Syafi'i dengan sebutan Syafi'i saja.

2. Kemudian lagi lagi Analisa ceroboh dari seorang ustadz yang mengatakan bahwa KRITIKAN TERHADAP IKHWANUL MUSLIMIN TERJADI SETELAH PERANG TELUK. Klo anda buka kitab Jamaah Jamaah Islam yang ditulis oleh Syaikh Salim bin 'Ied al Hilali yang diterjemahkan oleh Pustaka Imam Bukhari maka jelaslah bahwa ternyata Syaikh al Albani dan Masyayikh Jordan yang ketika itu masih menjadi murid beliau, telah mengkritik jamaah ini sudah lama sebelum perang teluk. Kemudian jika masih tidak percaya silahkan anda tabayyun ke Syaikh Salim sendiri ketika berkunjung ke indonesia. Ini membuktikan lagi kritikan beliau didasarkan tendensi pembelaan mati matian terhadap Jamaah ini.

3. Saya membaca sedikit salah satu tulisan Ustadz ini dalam buku beliau Siapa Teroris Siapa Khawarij. Salah satunya adalah ia mengutip ucapan syaikh Abu Bashir tentang cela Syaikh Robi'. Namun jika kita baca pendapat Syaikh Abu Bashir yang lain maka kita akan tahu bahwa ternyata Syaikh ini juga mengatakan YUSUF QARADHAWI SEBAGAI ANJING. Saya khawatir ini membuktikan bahwa ustadz ini tidak memperdulikan sumber rujukan yang diambil. Ia hanya searching di google, ia cari hal hal yang menyebutkan cela syaikh Robi' dari sumber sumber yang tidak jelas. Pokoknya menyudutkan Syaikh Robi' perkataan Musuhpun akan kita ambil, mungkin ini semboyan beliau?. Mudah mudahan tidak dan saya yakin beliau ini hanya melakukan kesalahan yang terus menerus diulang saja.

4. Sedikit saya mengomentari tentang Abdurrahman Abdul Khalik. Beliau adalah MANTAN MURID SYAIKH AL ALBANI YANG TELAH MENYIMPANG. SYAIKH AL ALBANI TELAH MENASEHATI BELIAU NAMUN ABDURRAHMAN ABDUL KHALIK TETAP PADA PENDIRIANNYA. Jika anda tidak percaya maka saya persilahkan anda Tabayyun pada Akhunaa Abu Salma yang guru gurunya sangat dekat dengan masyayikh Jordan murid Syaikh al Albani.

5. Saya tanya sudahkah TS dan Penulis Tabayyun terhadap apa yang tercantum pada sumberyang ditampilkan itu?. Salah satu contohnya adalah analisa dan kembali lagi analisa yang dilakukan pada peristiwa DIALOG YANG SANGAT DIRAGUKAN KEBENARANNYA. Jika anda melandaskan tuduhan berdasar dialog dialog maka saya tanyakan sudahkah anda tabayyun?. Namun jika anda mengkritik berdasar kitab yang telah tertulis maka mungkin kita bisa tabayyun dari kitab yang tertulis itu. Contohnya adalah kritikan Syaikh Robi' terhadap Aqidah Sayid Quthb yang banyak salah fatal. Klo hanya analisa maka kita lihat bagaimana analisa ceroboh yang dilakukan salah seorang ustadz ketika mengatakan tulisan Syaikh Robi' yang membantah syaikh Bakr adalah BENTUK PENGHINAAN BELIAU TERHADAP SYAIKH BAKR. Sudahkah anda tabayyun kepada Syaikh Robi'?. Dan kami tidaklah melihat bentuk celaan, tapi bentuk bantahan yang hal itu wajar diantara ulama. Coba anda perhatikan Bantahan Syaikh Al ALbani terhadap Syaikh at Tuwajir dan Syaikh bin Baz, klo kita mengikuti logika ini maka kita akan mengatakan Syaikh al Albani MELECEHKAN SYAIKH BIN BAAZ, namun pernahkah ia melihat kecintaan syaikh al ALbani terhadap Syaikh bin BAz dan Syaikh at Tuwaijir.

Dan klo mau dirinci, akan masih banyak keganjilan ANALISA BELIAU. Jadi alangkah baiknya jika kita Tabayyun. Kemudian tidak semua orang yang mengatakan SALAFIY trus kita plot dia adalah salafiy.

Abu Salma pernah berdialog dengan orang yang mengaku SALAFIY namun ternyata ia mengkafirkan Syaikh Bin Baaz dan Ulama Saudi.

Di Situs Internet banyak yang menamakan diri SALAFIY namun ternyata ia adalah Quthbiyyah, Sururiyyah.

Di Situs Internet banyak yang menamakan diri SALAFIY namun ternyata ia adalah KHORIJI.

Hanya orang bodoh yang mempercayai setiap berita yang tersebar di internet tanpa mempedulikan keabsahan sumbernya.

Yup, itu saja, maaf jika ada kata yang kasar. Ana belum mengecek link link itu dan saya hanya katakan bahwa

# Buku kecil yang sudah dikenal luas di kalangan salafi yang berjudul “Ar-Raddul Wajiiz ‘Alasy Syaikh Rabii’ Al-Madkhaly” (Bantahan Ringkas Terhadap Syaikh Rabi’ Al-Madkhali) yang merupakan bantahan dari Syaikh DR. Abdurrahman Abdul Khaliq hafizhahullah terhadap Syaikh Rabi’ Al-Madkhali yang dulu pernah menjadi teman sekelas beliau semasa masih menuntut ilmu di Madinah.

tidak teranggap karena penulisnya sendiri telah ditahdzir ulama ulama besar termasuk pula Guru Besar BEliau yaitu Syaikh Nashiruddin al Albani.

Mari kita sibukkan dengan ilmu yang bermanfaat, dan bukan berita berita yang tidak jelas sumbernya. Ustadz ustadz salafiy tidak melayani debat atau membantah buku DSDB bukan karena tidak bisa tapi yang saya tahu mereka tidak mau disibukkan dengan ilmu qila wa qola tapi mereka lebih senang menjelaskan Aqidah yang lurus untuk dilaksanakan dan Aqidah yang menyimpang untuk dijauhi. Dan juga Ilmu islam yang lain.

Offline Abu Ahmad Abdul Alim

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 325
    • Lihat Profil
    • Alwajiz Ringkasan Ilmu Islam dan Ilmu Elektronika
« Jawab #9 pada: 19 Mei 2007, 16:06:37 »
SEKALI LAGI salafiy bukan organisasi yang bisa BUBAR DAN BISA DIBENTUK. Salafiy adalah MANHAJ HIDUP. ORang yang ia menjalankan Manhaj Salaf maka otomatis ia adalah seorang salafiy walaupun ia tidak mengenal istilah ini. Namun orang yang yang menyatakan dia SALAFIY namun tidak menjalankan manhaj ini maka secara otomatis pangakuannya tertolak.

Offline Panglima Kumbang

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 118
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 19 Mei 2007, 17:15:50 »
Kutip dari: Abu Ahmad Abdul Alim
5. Saya tanya sudahkah TS dan Penulis Tabayyun terhadap apa yang tercantum pada sumberyang ditampilkan itu?.
Akh, coba baca baik-baik kata pembuka dari saya...saya sesungguhnya dalam kapasitas bertanya...malah saya berharap antum atau rekan2 lain yang mampu menerjemahkan buku dan artikel tersebut kiranya mau menginformasikannya disini.  :)

Kalaulah seandainya buku dan artikel itu isinya tidak benar/tidak sesuai dengan "sepak terjang" Syaikh Rabii' selama ini maka itu adalah fitnah keji yang dituduhkan kepada seorang ulama masa kini.

Tapi jika hal itu benar adanya, sungguh merupakan suatu gambaran KEBERKAHAN yang didapat oleh Syaikh Rabii' semasa hidupnya dibawah gank "salafy".


Kutip
# Buku kecil yang sudah dikenal luas di kalangan salafi yang berjudul “Ar-Raddul Wajiiz ‘Alasy Syaikh Rabii’ Al-Madkhaly” (Bantahan Ringkas Terhadap Syaikh Rabi’ Al-Madkhali) yang merupakan bantahan dari Syaikh DR. Abdurrahman Abdul Khaliq hafizhahullah terhadap Syaikh Rabi’ Al-Madkhali yang dulu pernah menjadi teman sekelas beliau semasa masih menuntut ilmu di Madinah.

tidak teranggap karena penulisnya sendiri telah ditahdzir ulama ulama besar termasuk pula Guru Besar BEliau yaitu Syaikh Nashiruddin al Albani.
Boleh tau gak sih, tidak dianggap nya gimana?...memangnya isi tulisan Syaikh DR. Aburrahman Abdul Khaliq itu kayak apa sih...sampe enggak dianggap?  ::) :-\ :o

Kutip
Mari kita sibukkan dengan ilmu yang bermanfaat, dan bukan berita berita yang tidak jelas sumbernya.
Mari akh, silahkan masih ada 11 artikel lagi yang bisa dikomentari...ayo jangan malu-malu :)

Menginformasikan kebenaran adalah ilmu, agar para penuntut ilmu tidak "TERTIPU" oleh "TIPUAN" para "PENIPU"...


Kutip
Ustadz ustadz salafiy tidak melayani debat atau membantah buku DSDB bukan karena tidak bisa tapi yang saya tahu mereka tidak mau disibukkan dengan ilmu qila wa qola tapi mereka lebih senang menjelaskan Aqidah yang lurus untuk dilaksanakan dan Aqidah yang menyimpang untuk dijauhi. Dan juga Ilmu islam yang lain.
:D :D :D Akh, antum gak salah nulis kan?...memangnya yang dilakukan Abu Salma terhadap buku DSDB bukan bantahan yah?...:-\ ::) :mewe:

Atau Abu Salma itu levelnya bukan Ustadz kali yah...::) :D :D :D :-[ :-\ :'(

Ustadz Ustadz salafiy tidak melayani debat atau tidak merasa memiliki kesalahan neh?...kok kayaknya gank "salafy" semangat banget mengkritik "Tokoh/GD Sesat" tapi giliran tokohnya dikritik jawabannya kayak gitu?...Hmmm...kenapa yah?  :'( :-\ ::) :o :o :D :toe:

Apa yang kayak gitu juga salah satu contoh dari KEBERKAHAN Manhaj Salaf yah?
  :o ::) :-[ :-\

Offline salafy amerika

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 111
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 19 Mei 2007, 19:32:45 »

Hanya orang bodoh yang mempercayai setiap berita yang tersebar di internet tanpa mempedulikan keabsahan sumbernya.


Betul akhi, hanya orang bodoh yang percaya bahwa syaikh Rabi' itu maksum dan selalu benar selamanya O0

Offline Abu Bakar Al Kidiri

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 419
  • Lokasi: Malang
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 19 Mei 2007, 20:14:06 »
Sudahlah teman-temanku, sebenarnya permasalahannya itu gampang apabila antum tidak punya ilmu terhadapnya katakanlah Wallahu'alam bishawab. TITIK!

Saya juga pernah ditanya seperti ini, "Akhi, bagaimana tanggapan antum tentang perkataan ulama fulan begini dan begitu?",
Saya jawab, "Wallahu'alam bishawab".
Atau ketika disuruh untuk menanggapi , "Akhi bagaimana tanggapan antum terhadap salah seorang ulama yang mentahdzir ulama yang lain?"
Saya jawab, "Wallahu'alam bishawab".
Ketika seseorang bertanya, "Akhi, bagaimana tanggapan antum terhadap fitnah ini?"
Saya jawab, "Wallahu'alam bishawab"

Tapi kalau ada yang tanya, "Akhi tahu hukumnya wirid pakai kerikil atau tasbih?"
Saya bisa jawab, "Itu bid'ah, karena para shahabat mengingkarinya"

Ketika ada yang tanya, "Akhi apakah wudu itu tidak boleh lebih dari 1 sha'?"
Saya bisa jawab, "Tidak boleh lebih dari satu sho' sebagaimana hadits-hadits yang shohih, bahkan yang melebihinya adalah ghuluw. Dan Allah tidak suka orang-orang yang ghuluw."

Ketika ada yang tanya, "Wahai akhi, antum ini Islam mana?"
Saya bisa jawab, "Apa yang ada di Al Qur'an dan apa yang ada di As Sunnah saya laksanakan sebagaimana yang diajarkan oleh para salafus sholeh"

Wahai saudaraku saya ingatkan, janganlah antum berkata lantang tentang ilmu tapi antum tidak tahu tentang ilmu tersebut. Bisa jadi antum bangga dengan apa yang antum dapatkan tapi hal itu adalah riya' dan kebodohan antum saja. Padahal di dalam Islam ada syarat-syarat seseorang itu bicara. Lihatlah bagaimana para shahabat yang lebih baik diam terhadap masalah yang ada pada sesama muslim daripada menguaknya.

Saya tanya kepada antum semuanya, "BAGAIMANA RASANYA DAGING SAUDARAMU DI MULUTMU? MANIS? PAHIT? ATAU APA YANG ANTUM RASAKAN?"

Gampangnya seseorang itu adalah membuat orang lain terluka, tapi tidak pernah tahu bagaimana seseorang itu bisa membesarkan hati orang lain. Ketika wajah ditundukkan pada ayat-ayat Allah, serasa ada tangan yang membekap matanya sehingga dia buta. Ketika ditunjukkan khabar-khabar dari rasululloh shallallahu'alaihi wa sallam dia dengan sombong berkata, "Kalau itu memang benar berasal dari rasululloh shallallahu'alaihi wa sallam maka saya imani tapi kalau tidak saya dapatkan sendiri maka saya tidak beriman".

Demi Allah, wallahu, tidak ada gunanya hidup di dunia ini kalau antum tidak menasehati saudara antum. Sungguh merugi. Sudahkah diantara kalian ini menasehati saudaranya? Saya yakin 100% antum belum. Maka dari sini saya mulai nasehatilah saudara kalian dengan nasehat yang baik. Sabarlah dalam Ash Shiraathal Mustaqiim. Kenapa antum harus sibuk dengan perkara yang wallahu'alam seperti ini?

Saya tanya nih sama antum semua yang ikut diskusi di thread ini.
Siapa dari antum yang tahu hati dari Syaikh Al Albani?
SIapa dari antum yang tahu hati dari Syaikh Rabi'?
Siapa dari antum yang tahu hati Hasan Albana?
Siapa dari antum yang tahu hati Yusuf Al Qardhawi?
Siapa dari antum yang tahu hati saudara antum sendiri?

Sudahkah antum melihat merahnya? Sudahkah antum belah dada mereka? Antum lihat dan perlihatkan kepada kami "INI LHO HATINYA MERAH, HITAM ATAU PUCAT!!!"

Persoalan Syaikh Robi' bilang anjing kepada saudaranya sendiri, antum lihat kenapa beliau mengatakan bahwa orang tersebut anjing!!! Sudah lihat? Apa alasan beliau mengatakan orang tersebut anjing? Sudah lihat? Kalau sudah apakah ada yang salah dari alasan beliau?
Kalau salah, silakan antum punya hujjah untuk membela orang tersebut dan silakan antum bela dengan hujjah yang benar. Kalau antum nggak punya hujjah maka diamlah, karena segala perkataan seseorang itu akan dihisab dihari akhir dan akan dimintai pertanggung jawaban. Ingatlah "DIAM ITU EMAS, BICARA ITU PERAK". Bicara dalam masalah yang antum sendiri tak ada hujjahnya mendingan diam. Kalau antum punya hujjah, langsung antum tunjukkan kepada orang yang bersangkutan, nggak perlu dibeberkan di sini.

DEMI ALLAH, WALLAHU, tidak akan seorang muslim itu akan ditutup aibnya kalau ia benar-benar telah membuka aib saudaranya. Saya bersungguh-sungguh bahwa tidak ada gunanya diskusi ini, bahkan diskusi ini hanya akan membawa kedengkian satu sama lain diantara antum semuanya, bahkan tidak ada satupun ilmu yang berharga yang keluar. Ayat-ayat Allah disepelekan dan dibuang, bahkan tidak ada satupun setetes yang bisa menghapuskan dahaga yang ada di hati saya. Tidak ada. Yang ada malah saya benci kepada antum semua dengan tulisan-tulisan yang tak ada gunanya ini.
Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.
{Q.S Al Isra' ayat 111}

Offline Panglima Kumbang

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 118
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 19 Mei 2007, 22:43:00 »
Kutip dari: Abu Bakar Al Kidiri
Sudahlah teman-temanku, sebenarnya permasalahannya itu gampang apabila antum tidak punya ilmu terhadapnya katakanlah Wallahu'alam bishawab. TITIK!
Ana mau tanya apa sih yang salah dari pertanyaan ana?  :o :D

Lagipula kan itu ditujukan untuk yang memiliki kemampuan menterjemahkan.TITIK!...kalau ndak tau yah sebaiknya jadi penonton aja.TITIK!
:)

Kutip
Saya juga pernah ditanya seperti ini, "Akhi, bagaimana tanggapan antum tentang perkataan ulama fulan begini dan begitu?",
Saya jawab, "Wallahu'alam bishawab".
Atau ketika disuruh untuk menanggapi , "Akhi bagaimana tanggapan antum terhadap salah seorang ulama yang mentahdzir ulama yang lain?"
Saya jawab, "Wallahu'alam bishawab".
Ketika seseorang bertanya, "Akhi, bagaimana tanggapan antum terhadap fitnah ini?"
Saya jawab, "Wallahu'alam bishawab"

Tapi kalau ada yang tanya, "Akhi tahu hukumnya wirid pakai kerikil atau tasbih?"
Saya bisa jawab, "Itu bid'ah, karena para shahabat mengingkarinya"

Ketika ada yang tanya, "Akhi apakah wudu itu tidak boleh lebih dari 1 sha'?"
Saya bisa jawab, "Tidak boleh lebih dari satu sho' sebagaimana hadits-hadits yang shohih, bahkan yang melebihinya adalah ghuluw. Dan Allah tidak suka orang-orang yang ghuluw."

Ketika ada yang tanya, "Wahai akhi, antum ini Islam mana?"
Saya bisa jawab, "Apa yang ada di Al Qur'an dan apa yang ada di As Sunnah saya laksanakan sebagaimana yang diajarkan oleh para salafus sholeh"
Jawaban yang baik.

Kutip
Wahai saudaraku saya ingatkan, janganlah antum berkata lantang tentang ilmu tapi antum tidak tahu tentang ilmu tersebut. Bisa jadi antum bangga dengan apa yang antum dapatkan tapi hal itu adalah riya' dan kebodohan antum saja. Padahal di dalam Islam ada syarat-syarat seseorang itu bicara. Lihatlah bagaimana para shahabat yang lebih baik diam terhadap masalah yang ada pada sesama muslim daripada menguaknya.
Berhubung ana ndak tau makanya ana bertanya tentang berita seputar "SEPAK TERJANG" Syaikh Rabii'  :)

Kutip
Saya tanya kepada antum semuanya, "BAGAIMANA RASANYA DAGING SAUDARAMU DI MULUTMU? MANIS? PAHIT? ATAU APA YANG ANTUM RASAKAN?"
Maaf saya ndak tau, soalnya belum nyoba makan daging saudara sendiri. :o

Kutip
Gampangnya seseorang itu adalah membuat orang lain terluka, tapi tidak pernah tahu bagaimana seseorang itu bisa membesarkan hati orang lain. Ketika wajah ditundukkan pada ayat-ayat Allah, serasa ada tangan yang membekap matanya sehingga dia buta. Ketika ditunjukkan khabar-khabar dari rasululloh shallallahu'alaihi wa sallam dia dengan sombong berkata, "Kalau itu memang benar berasal dari rasululloh shallallahu'alaihi wa sallam maka saya imani tapi kalau tidak saya dapatkan sendiri maka saya tidak beriman".
Iya bener, ada tuh yang modelnya kayak gitu... :o

Kutip
Demi Allah, wallahu, tidak ada gunanya hidup di dunia ini kalau antum tidak menasehati saudara antum. Sungguh merugi.
Betul itu akh. :)

Kutip
Sudahkah diantara kalian ini menasehati saudaranya? Saya yakin 100% antum belum.

Maaf akh, antum agaknya terlalu berlebihan...saya ingin menasehati antum...mengapa antum bisa memiliki keyakinan 100% bahwa diantara pembaca topik ini khususnya atau pemirsa GDI umumnya belum menasehati saudaranya...Apa antum titisan malaikat pencatat amal kebaikan kali yah? jadi bisa tau gerak-gerik seorang muslim sehari-hari. :D :o :( ::) :-\

Kutip
Maka dari sini saya mulai nasehatilah saudara kalian dengan nasehat yang baik. Sabarlah dalam Ash Shiraathal Mustaqiim.
Jazakallah atas peringatannya, Alhamdulillah saya sudah menasehati anda akh  :)
 
Kutip
Kenapa antum harus sibuk dengan perkara yang wallahu'alam seperti ini?
Saya pribadi hanya berharap mendapatkan kejelasan informasi dari berita seputar "SEPAK TERJANG" Syaikh Rabii' selama ini, kalaulah hal itu tidak benar/tidak sesuai dengan kenyataannya maka hal tersebut adalah fitnah keji terhadap Ulama tersebut.

Namun apabila berita tersebut benar adanya, apa mungkin itu fadhilah dari KEBERKAHAN Manhaj Salaf semasa hidupnya dibawah gank "salafy" yah?  :D

Yang menjadi agak aneh adalah sumber beritanya jelas, nama yang memberitakannya jelas tapi kok langsung di jawab "WALLAHU A'LAM"...apa memang demikian cara menjawab informasi seputar Syaikh "salafi"?...
:D :o ::) :-\ :-[ :'(

Kutip
Saya tanya nih sama antum semua yang ikut diskusi di thread ini.
Siapa dari antum yang tahu hati dari Syaikh Al Albani?
SIapa dari antum yang tahu hati dari Syaikh Rabi'?
Siapa dari antum yang tahu hati Hasan Albana?
Siapa dari antum yang tahu hati Yusuf Al Qardhawi?
Siapa dari antum yang tahu hati saudara antum sendiri?
Kalau saya ndak tau tuh :)

Kutip
Sudahkah antum melihat merahnya? Sudahkah antum belah dada mereka? Antum lihat dan perlihatkan kepada kami "INI LHO HATINYA MERAH, HITAM ATAU PUCAT!!!"
Saya belum tau warnanya tuh akh...eh tanya dong...memangnya kalau warna merah, hitam dan pucat ada indikasi apa sih?...ada kaitan sama sakit liver atau sirosis ndak?  :o

Kutip
Persoalan Syaikh Robi' bilang anjing kepada saudaranya sendiri, antum lihat kenapa beliau mengatakan bahwa orang tersebut anjing!!! Sudah lihat? Apa alasan beliau mengatakan orang tersebut anjing? Sudah lihat? Kalau sudah apakah ada yang salah dari alasan beliau?
Kalau salah, silakan antum punya hujjah untuk membela orang tersebut dan silakan antum bela dengan hujjah yang benar. Kalau antum nggak punya hujjah maka diamlah, karena segala perkataan seseorang itu akan dihisab dihari akhir dan akan dimintai pertanggung jawaban.
Kalau ndak salah, masalah "menganjingkan" saudaranya sudah pernah diulas deh tapi ana lupa sama siapa yah?...Bosan ah, bahas yang itu lagi...itu lagi...::)

Kutip
Ingatlah "DIAM ITU EMAS, BICARA ITU PERAK". Bicara dalam masalah yang antum sendiri tak ada hujjahnya mendingan diam. Kalau antum punya hujjah, langsung antum tunjukkan kepada orang yang bersangkutan, nggak perlu dibeberkan di sini.
:wataw: Lha waktu acara "kupas mengupas kesesatan Al-Banna, Qordhowi, IM, JT, HT dll" oleh gank "salafy" di sini dan website2 ikhwah "salafiyun" apa itu bukan membeberkan namanya?  :o

 :hmmm: Hmmm...Heran deh, kenapa kalo gank "salafy" dibeberin informasi seputar "SEPAK TERJANG" Masyaikh mereka yang itupun masih bersifat permintaan konfirmasi kayaknya agak bikin tekanan darah ikhwah "salafiyin" ndak stabil yah.  ::)

Apa mereka ndak mikir gimana tekanan darah dari ikhwah pengagum/pengikut "Tokoh/GD sesat" itu yah, waktu gank "salafy" ngebeberin informasi seputar "kesesatan" tersebut?  :o 


Kutip
DEMI ALLAH, WALLAHU, tidak akan seorang muslim itu akan ditutup aibnya kalau ia benar-benar telah membuka aib saudaranya.
Jazakallah, nasehat yang bagus semoga bisa bermanfaat bagi semua pemirsa.


Kutip
Saya bersungguh-sungguh bahwa tidak ada gunanya diskusi ini, bahkan diskusi ini hanya akan membawa kedengkian satu sama lain diantara antum semuanya, bahkan tidak ada satupun ilmu yang berharga yang keluar.
Kalau antum merasa sungguh tidak ada gunanya berdiskusi dalam topik ini juga ndak papa kok akh...kan yang ikut topik ini ndak dipaksa...syarat minimal bagi pengikut topik ini cuma bisa baca aja kok, masalah diskusi kan disesuaikan dengan kemampuan dan selera masing-masing  :)
 
Kutip
Ayat-ayat Allah disepelekan dan dibuang, bahkan tidak ada satupun setetes yang bisa menghapuskan dahaga yang ada di hati saya. Tidak ada. Yang ada malah saya benci kepada antum semua dengan tulisan-tulisan yang tak ada gunanya ini.
Kok kayaknya antum aja deh yang paling paham sama Qur'an...memangnya muslim yang ada di topik ini ada gejala mau jadi munafik + murtad yah?  ??? ::) :'( :-\

Saya ikut berbela sungkawa atas tidak terhapuskannya dahaga dihati dan kebencian antum akibat dari topik ini, kiranya antum tidak usah "NGAMBEK" dan berkecil hati akh...myQuran forum bukan segala-galanya..dunia nyata lebih menjanjikan kebahagian dibanding dunia cyber...masih banyak kebaikan yang bisa dilakukan di dunia nyata.  O0 %peace%

Jangan menyerah, tetap semangat...!
:)  %peace% O0  :iyes:
« Edit Terakhir: 19 Mei 2007, 22:53:18 oleh Panglima Kumbang »

Offline ilhamchoir

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2007
  • Tulisan: 97
  • Lokasi: surakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 20 Mei 2007, 10:10:39 »
Kutip dari: Abu Bakar Al Kidiri
Sudahlah teman-temanku, sebenarnya permasalahannya itu gampang apabila antum tidak punya ilmu terhadapnya katakanlah Wallahu'alam bishawab. TITIK!
Ana mau tanya apa sih yang salah dari pertanyaan ana?  :o :D

Lagipula kan itu ditujukan untuk yang memiliki kemampuan menterjemahkan.TITIK!...kalau ndak tau yah sebaiknya jadi penonton aja.TITIK!
:)

Kutip
Saya juga pernah ditanya seperti ini, "Akhi, bagaimana tanggapan antum tentang perkataan ulama fulan begini dan begitu?",
Saya jawab, "Wallahu'alam bishawab".
Atau ketika disuruh untuk menanggapi , "Akhi bagaimana tanggapan antum terhadap salah seorang ulama yang mentahdzir ulama yang lain?"
Saya jawab, "Wallahu'alam bishawab".
Ketika seseorang bertanya, "Akhi, bagaimana tanggapan antum terhadap fitnah ini?"
Saya jawab, "Wallahu'alam bishawab"

Tapi kalau ada yang tanya, "Akhi tahu hukumnya wirid pakai kerikil atau tasbih?"
Saya bisa jawab, "Itu bid'ah, karena para shahabat mengingkarinya"

Ketika ada yang tanya, "Akhi apakah wudu itu tidak boleh lebih dari 1 sha'?"
Saya bisa jawab, "Tidak boleh lebih dari satu sho' sebagaimana hadits-hadits yang shohih, bahkan yang melebihinya adalah ghuluw. Dan Allah tidak suka orang-orang yang ghuluw."

Ketika ada yang tanya, "Wahai akhi, antum ini Islam mana?"
Saya bisa jawab, "Apa yang ada di Al Qur'an dan apa yang ada di As Sunnah saya laksanakan sebagaimana yang diajarkan oleh para salafus sholeh"
Jawaban yang baik.

Kutip
Wahai saudaraku saya ingatkan, janganlah antum berkata lantang tentang ilmu tapi antum tidak tahu tentang ilmu tersebut. Bisa jadi antum bangga dengan apa yang antum dapatkan tapi hal itu adalah riya' dan kebodohan antum saja. Padahal di dalam Islam ada syarat-syarat seseorang itu bicara. Lihatlah bagaimana para shahabat yang lebih baik diam terhadap masalah yang ada pada sesama muslim daripada menguaknya.
Berhubung ana ndak tau makanya ana bertanya tentang berita seputar "SEPAK TERJANG" Syaikh Rabii'  :)

Kutip
Saya tanya kepada antum semuanya, "BAGAIMANA RASANYA DAGING SAUDARAMU DI MULUTMU? MANIS? PAHIT? ATAU APA YANG ANTUM RASAKAN?"
Maaf saya ndak tau, soalnya belum nyoba makan daging saudara sendiri. :o

Kutip
Gampangnya seseorang itu adalah membuat orang lain terluka, tapi tidak pernah tahu bagaimana seseorang itu bisa membesarkan hati orang lain. Ketika wajah ditundukkan pada ayat-ayat Allah, serasa ada tangan yang membekap matanya sehingga dia buta. Ketika ditunjukkan khabar-khabar dari rasululloh shallallahu'alaihi wa sallam dia dengan sombong berkata, "Kalau itu memang benar berasal dari rasululloh shallallahu'alaihi wa sallam maka saya imani tapi kalau tidak saya dapatkan sendiri maka saya tidak beriman".
Iya bener, ada tuh yang modelnya kayak gitu... :o

Kutip
Demi Allah, wallahu, tidak ada gunanya hidup di dunia ini kalau antum tidak menasehati saudara antum. Sungguh merugi.
Betul itu akh. :)

Kutip
Sudahkah diantara kalian ini menasehati saudaranya? Saya yakin 100% antum belum.

Maaf akh, antum agaknya terlalu berlebihan...saya ingin menasehati antum...mengapa antum bisa memiliki keyakinan 100% bahwa diantara pembaca topik ini khususnya atau pemirsa GDI umumnya belum menasehati saudaranya...Apa antum titisan malaikat pencatat amal kebaikan kali yah? jadi bisa tau gerak-gerik seorang muslim sehari-hari. :D :o :( ::) :-\

Kutip
Maka dari sini saya mulai nasehatilah saudara kalian dengan nasehat yang baik. Sabarlah dalam Ash Shiraathal Mustaqiim.
Jazakallah atas peringatannya, Alhamdulillah saya sudah menasehati anda akh  :)
 
Kutip
Kenapa antum harus sibuk dengan perkara yang wallahu'alam seperti ini?
Saya pribadi hanya berharap mendapatkan kejelasan informasi dari berita seputar "SEPAK TERJANG" Syaikh Rabii' selama ini, kalaulah hal itu tidak benar/tidak sesuai dengan kenyataannya maka hal tersebut adalah fitnah keji terhadap Ulama tersebut.

Namun apabila berita tersebut benar adanya, apa mungkin itu fadhilah dari KEBERKAHAN Manhaj Salaf semasa hidupnya dibawah gank "salafy" yah?  :D

Yang menjadi agak aneh adalah sumber beritanya jelas, nama yang memberitakannya jelas tapi kok langsung di jawab "WALLAHU A'LAM"...apa memang demikian cara menjawab informasi seputar Syaikh "salafi"?...
:D :o ::) :-\ :-[ :'(

Kutip
Saya tanya nih sama antum semua yang ikut diskusi di thread ini.
Siapa dari antum yang tahu hati dari Syaikh Al Albani?
SIapa dari antum yang tahu hati dari Syaikh Rabi'?
Siapa dari antum yang tahu hati Hasan Albana?
Siapa dari antum yang tahu hati Yusuf Al Qardhawi?
Siapa dari antum yang tahu hati saudara antum sendiri?
Kalau saya ndak tau tuh :)

Kutip
Sudahkah antum melihat merahnya? Sudahkah antum belah dada mereka? Antum lihat dan perlihatkan kepada kami "INI LHO HATINYA MERAH, HITAM ATAU PUCAT!!!"
Saya belum tau warnanya tuh akh...eh tanya dong...memangnya kalau warna merah, hitam dan pucat ada indikasi apa sih?...ada kaitan sama sakit liver atau sirosis ndak?  :o

Kutip
Persoalan Syaikh Robi' bilang anjing kepada saudaranya sendiri, antum lihat kenapa beliau mengatakan bahwa orang tersebut anjing!!! Sudah lihat? Apa alasan beliau mengatakan orang tersebut anjing? Sudah lihat? Kalau sudah apakah ada yang salah dari alasan beliau?
Kalau salah, silakan antum punya hujjah untuk membela orang tersebut dan silakan antum bela dengan hujjah yang benar. Kalau antum nggak punya hujjah maka diamlah, karena segala perkataan seseorang itu akan dihisab dihari akhir dan akan dimintai pertanggung jawaban.
Kalau ndak salah, masalah "menganjingkan" saudaranya sudah pernah diulas deh tapi ana lupa sama siapa yah?...Bosan ah, bahas yang itu lagi...itu lagi...::)

Kutip
Ingatlah "DIAM ITU EMAS, BICARA ITU PERAK". Bicara dalam masalah yang antum sendiri tak ada hujjahnya mendingan diam. Kalau antum punya hujjah, langsung antum tunjukkan kepada orang yang bersangkutan, nggak perlu dibeberkan di sini.
:wataw: Lha waktu acara "kupas mengupas kesesatan Al-Banna, Qordhowi, IM, JT, HT dll" oleh gank "salafy" di sini dan website2 ikhwah "salafiyun" apa itu bukan membeberkan namanya?  :o

 :hmmm: Hmmm...Heran deh, kenapa kalo gank "salafy" dibeberin informasi seputar "SEPAK TERJANG" Masyaikh mereka yang itupun masih bersifat permintaan konfirmasi kayaknya agak bikin tekanan darah ikhwah "salafiyin" ndak stabil yah.  ::)

Apa mereka ndak mikir gimana tekanan darah dari ikhwah pengagum/pengikut "Tokoh/GD sesat" itu yah, waktu gank "salafy" ngebeberin informasi seputar "kesesatan" tersebut?  :o 


Kutip
DEMI ALLAH, WALLAHU, tidak akan seorang muslim itu akan ditutup aibnya kalau ia benar-benar telah membuka aib saudaranya.
Jazakallah, nasehat yang bagus semoga bisa bermanfaat bagi semua pemirsa.


Kutip
Saya bersungguh-sungguh bahwa tidak ada gunanya diskusi ini, bahkan diskusi ini hanya akan membawa kedengkian satu sama lain diantara antum semuanya, bahkan tidak ada satupun ilmu yang berharga yang keluar.
Kalau antum merasa sungguh tidak ada gunanya berdiskusi dalam topik ini juga ndak papa kok akh...kan yang ikut topik ini ndak dipaksa...syarat minimal bagi pengikut topik ini cuma bisa baca aja kok, masalah diskusi kan disesuaikan dengan kemampuan dan selera masing-masing  :)
 
Kutip
Ayat-ayat Allah disepelekan dan dibuang, bahkan tidak ada satupun setetes yang bisa menghapuskan dahaga yang ada di hati saya. Tidak ada. Yang ada malah saya benci kepada antum semua dengan tulisan-tulisan yang tak ada gunanya ini.
Kok kayaknya antum aja deh yang paling paham sama Qur'an...memangnya muslim yang ada di topik ini ada gejala mau jadi munafik + murtad yah?  ??? ::) :'( :-\

Saya ikut berbela sungkawa atas tidak terhapuskannya dahaga dihati dan kebencian antum akibat dari topik ini, kiranya antum tidak usah "NGAMBEK" dan berkecil hati akh...myQuran forum bukan segala-galanya..dunia nyata lebih menjanjikan kebahagian dibanding dunia cyber...masih banyak kebaikan yang bisa dilakukan di dunia nyata.  O0 %peace%

Jangan menyerah, tetap semangat...!
:)  %peace% O0  :iyes:

kalo liat dari smiley-nya, kayaknya lagi seneng banget ya bisa berada di atas angin? cuma pendapat aja sih.:)