Penulis Topik: Syaikh Rabii' Al-Madkhali::"Penyimpangan, Skandal, Kesesatan dan Kebodohannya".  (Dibaca 4593 kali)


Offline Abdul Ghafur

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 728
    • Lihat Profil
« Jawab #60 pada: 24 Mei 2007, 13:40:05 »
Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim.
ayat ini juga berlaku bagi mereka yg suka mencap orang/kelompok lain sebagai teroris, khowarij, pemberontak, ahlul bid'ah, sesat, menyimpang, dlsb.

Offline Abu Haidar Mohammad

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 299
    • Lihat Profil
« Jawab #61 pada: 24 Mei 2007, 16:38:46 »
Kecuali kalau memang dia bener-bener teroris, khawarij, pemberontak, ahlul bid'ah, menyimpang dsb tentu wajib dijelaskan dan ayat itu tidak berhubungan disini.


Offline exblopz

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 5.083
  • Lokasi: Malang
  • Jenis kelamin: Pria
  • Pingin ke Masjid Nabawi
    • Lihat Profil
    • Abu Aisyah Official Web Site
« Jawab #62 pada: 24 Mei 2007, 17:04:02 »
@atasku
SEPAKAT...O0
http://alatsari.wordpress.com/
http://www.abuaisyah.org/
join blogger malang di blogger-ngalam@googlegroups. com

Offline Abu Haidar Mohammad

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 299
    • Lihat Profil
« Jawab #63 pada: 24 Mei 2007, 19:48:51 »
Panglima Kumbang, semoga Allah membimbing Anda, saya dan kita semua, Anda katakan:

O iya kelewatan...saya mohon maaf, telah membuat antum menunggu , mengenai ajakan antum untuk mendiskusikan Apa yang di da'wahkan Syaikh Rabii' dan apakah saya keberatan dengan apa yang di da'wahkan beliau...untuk sementara ini saya belum berminat, dan saya mohon maaf tidak bisa mengikuti ajakan antum, sejauh ini saya masih bisa dengan mudah untuk mendapatkan informasi seputar Syaikh Rabii' melalui website salafiyun yang bertebaran dimana-mana.
--end--

Kalau begitu, tidak jelas maksud Anda mengetahui keadaan Syaikh Rabi'.  Jika ternyata benar atau tidak benar, sikap Anda kepada manhaj salaf akhirnya tidak berubah.  Makanya, alangkah baiknya --guna tidak menyia-nyiakan umur kita-- ANda mencari kebenaran (ini bukan berarti menilai sekarang diatas kebathilan lho, panjang penjelasannya mencakup tafsir surat al Fatihah), mendiskusikan manhaj salaf dengan ustadz yang berkompeten dan tidak mencukupkan diri dengan informasi dari internet.

Saya katakan: Jika Anda tidak berislam mengikuti jejak salafi, Anda akan tersesat.  Maka mengetahui dengan baik manhaj dan aqidah salaf kemudian mengamalkannya adalah suatu keniscayaan.   


Offline salafy amerika

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 111
    • Lihat Profil
« Jawab #64 pada: 24 Mei 2007, 21:03:42 »
Kecuali kalau memang dia bener-bener teroris, khawarij, pemberontak, ahlul bid'ah, menyimpang dsb tentu wajib dijelaskan dan ayat itu tidak berhubungan disini.

Akhi Abu Haidar, siapa yang berhak memvonis bahwa seseorang itu teroris, khawarij, pemberontak, ahlul bid'ah, meyimpang?
dan siapa pula yang memberi mandat untuk memberi vonis tersebut?

Kalau pun ada orang yang telah disepakati seluruh ulama tentang kesesatannya, maka apakah kita jadi halal dan diperintahkan untuk mengolok2 dan mencaci orang tersebut sepuas kita?

Bukankah Allah telah melarang kita untuk mengolok2 sesembahan orang kafir?

Jadi maksudnya ayat itu tidak berhubungan itu pigimana?

Offline Abu Haidar Mohammad

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 299
    • Lihat Profil
« Jawab #65 pada: 25 Mei 2007, 05:53:20 »
Saudaraku Salafi Amerika, semoga Allah membimbing Anda, keluarga, saya dan rekan-rekan semua.

Anda katakan:
Akhi Abu Haidar, siapa yang berhak memvonis bahwa seseorang itu teroris, khawarij, pemberontak, ahlul bid'ah, meyimpang?
dan siapa pula yang memberi mandat untuk memberi vonis tersebut?

Kalau pun ada orang yang telah disepakati seluruh ulama tentang kesesatannya, maka apakah kita jadi halal dan diperintahkan untuk mengolok2 dan mencaci orang tersebut sepuas kita?

Bukankah Allah telah melarang kita untuk mengolok2 sesembahan orang kafir?

Jadi maksudnya ayat itu tidak berhubungan itu pigimana?

--end--

Ayat tentang mengolok-olok dan ucapan para ulama yang menyebut khawarij, ahlul bid'ah dsb tidak saling berhubungan. Sebab:
-Larangan mengolok-olok berhubungan dengan aib yang tidak perlu disebarkan, sementara sebutan khawarij untuk sebuah kelompok yang memiliki ciri-cirinya adalah perlu disebarkan supaya ummat tidak tertipu.
-Jika saling berhubungan, mu'tazilah dimasa Abul Hasan Al Asyari atau khawarij dimasa Ibnu Abbas menggunakan ayat ini.  Tetapi karena mereka tahu tidak saling berhubungan, merekapun tidak menggunakannya.
-Ahlul hadits biasa menyebut seseorang sebagai pendusta, pemalsu hadits dsb untuk orang-orang yang memang keadaannya seperti itu. 
-Salah satu perkataan Imam Ahmad (kurang lebih):"Jika saya diam, Anda juga diam, siapa yang tahu penyimpangannya?"

Adapun orang yang berhak memvonis, tentu siapa saja yang mempunyai ilmu tentangnya, dan yang namanya vonis tentu bertingkat.  Seseorang yang memakai kaos Osamah bin Laden tentu tidak serta merta dihukumi sebagai khawarij.

Tentang ucapan Anda "mencaci dan mengolok sepuasnya", maka hal itu mengandung konotasi yang buruk.  Seseorang ketika menyebut khawarij, maka hal ini dilandasi dengan kasih sayang: Bagi orangnya supaya segera berlepas diri dari berbagai ciri khawarij yang ada padanya, bagi yang lain supaya tidak terpengaruh dengannya.  Mencaci dan mengolok sepuasnya berkonotasi bahwa hal itu dilakukan sekedar karena emosi dan lainnya yang bukan karena keikhlasan.

Kita dilarang mengolok-olok sesembahan orang kafir.  Tetapi kita diperintahkan saling bernasihat mengingatkan bahwa al haq itu begini dan al bathil itu begini.  Disini tidak ada hubungannya.  Menyebut seseorang dengan khawarij, jika memang ciri-ciri itu ada padanya, bukanlah mengolok-olok sesembahan orang kafir.

Wallahu a'lam bisshawab

Offline salafy amerika

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 111
    • Lihat Profil
« Jawab #66 pada: 25 Mei 2007, 06:22:33 »
-Larangan mengolok-olok berhubungan dengan aib yang tidak perlu disebarkan, sementara sebutan khawarij untuk sebuah kelompok yang memiliki ciri-cirinya adalah perlu disebarkan supaya ummat tidak tertipu.

Akhi, mohon dijelaskan yang dimagsut dengan "aib" dalam perkataan antum: "Larangan mengolok-olok berhubungan dengan aib yang tidak perlu disebarkan," itu bagaimana, apa saja batasan2nya?

Offline Panglima Kumbang

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 118
    • Lihat Profil
« Jawab #67 pada: 25 Mei 2007, 11:28:38 »
Panglima Kumbang, semoga Allah membimbing Anda, saya dan kita semua, Anda katakan:

Kalau begitu, tidak jelas maksud Anda mengetahui keadaan Syaikh Rabi'.
Ah itu sih fantasi antum aja akh :)...masak sih saya mesti tulis berulang-ulang kenapa saya buat topik ini... :toe: :toktok: :wataw:

Kutip
Jika ternyata benar atau tidak benar, sikap Anda kepada manhaj salaf akhirnya tidak berubah.
Ya itukan "JIKA"...apa antum punya bashiroh yang tembus kepada hati saya? :o

Kutip
Makanya, alangkah baiknya --guna tidak menyia-nyiakan umur kita-- ANda mencari kebenaran (ini bukan berarti menilai sekarang diatas kebathilan lho, panjang penjelasannya mencakup tafsir surat al Fatihah), mendiskusikan manhaj salaf dengan ustadz yang berkompeten dan tidak mencukupkan diri dengan informasi dari internet.

Saya katakan: Jika Anda tidak berislam mengikuti jejak salafi, Anda akan tersesat.  Maka mengetahui dengan baik manhaj dan aqidah salaf kemudian mengamalkannya adalah suatu keniscayaan.   
Insya Allah, nanti saya akan berusaha mencari kebenaran dan mendiskusikan manhaj salaf kepada Ust. isih sinau, Ust. Abdurrahman al-thalibi dll supaya saya tidak tersesat.

Jazakallah atas nasehatnya  :)

Offline Abu Haidar Mohammad

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 299
    • Lihat Profil
« Jawab #68 pada: 25 Mei 2007, 20:03:31 »
Saudaraku Salafi Amerika hadaniyallah wa iyakum, Anda tanyakan: Akhi, mohon dijelaskan yang dimagsut dengan "aib" dalam perkataan antum: "Larangan mengolok-olok berhubungan dengan aib yang tidak perlu disebarkan," itu bagaimana, apa saja batasan2nya?

Jawab:

Kita coba melihat berbagai keadaan:
Si A.  Dia orang awam, shalat shubuh sering kesiangan.  Memakai kaos Osama bin Laden.  Dia bangga, menganggap Osama sebagai pahlawan.
Si B.  Banyak mempelajari Islam, mantan aktifis IM.  Dia mulai tertarik dengan manhaj salaf karena senantiasa menyandarkan diri dengan hujjah.  Tapi terkadang dia berkata,"sebetulnya kita bisa bersatu dengan syi'ah...".
Si C.  Banyak mempelajari Islam, mantan aktifis Jamaah Tabligh.  Dia juga mulai tertarik dengan manhaj salaf.  Si C menulis buku, didalamnya memuat keutamaan berkunjung ke syaikh tarekat yang dikunjungi ulama Jamaah Tabligh.  Si C meninggal dunia, belum sempat menulis perbaikan atas bukunya.
Si D.  Tertarik mempelajari Islam.  Rajin ke masjid.  Secara sembunyi-sembunyi di kamar nenggak minuman keras.  
Si E.  Muslim, rajin shalat.  Punya penyakit suka ngambil punya orang lain.
Si F. Muslim, giat berda'wah.  Memuji Imam Samudra, Osamah, Dr Azahari, mengajak para pemuda melawan thaghut NKRI, mengajak meledakkan Monas dsb.

Mana yang bisa kita ungkapkan keburukannya dihadapan ummat?

Si A, walaupun memakai kaos Osama bin Laden, tapi dia orang awam.  Tidak bisa kita sampaikan ke ummat bahwa dia adalah sesat.  Mending kita ajak untuk mengenal Allah dengan baik, mengikuti sunnah.

Si B, memang mengucapkan kata-kata yang merupakan manhajnya IM, yaitu persatuan dengan mengesampingkan perbedaan, melihat kesamaan, tetapi dia adalah orang yang sedang 'proses'.  Jika dia menda'wahkan, menyampaikan ke ummat, kita terangkan bahwa itu adalah keliru.  Jika pemahaman itu untuk dia pribadi, maka padanyalah da'wah disampaikan, tanpa perlu menyampaikan ke ummat.

Si C.  Walaupun mulai beranjak dari JT, tetapi pemikirannya masih ada yang melekat.  Apalagi menulis buku.  Si C perlu diterangkan penyimpangannya, supaya ummat yang kadung membaca bukunya tidak tersesat.

Si D.  Walaupun minum minuman keras, tetapi dia lakukan secara sembunyi-sembunyi.  Ini menunjukkan dia masih malu.  Maka, penyebarluasan kemaksiatannya dengan menyampaikan ke orang-orang adalah tercela.  Yang tepat, sampaikan ke orang yang bisa menasehati dia supaya bisa lepas dari kemaksiatannya.

Si E. Penyakit suka mencurinya perlu disampaikan ke orang-orang, supaya orang hati-hati apabila dekat dengannnya.

Si F.  Perlu diterangkan ke ummat bahwa dia adalah orang yang menyimpang, terpengaruh khawarij dsb.

Gitu saja, tinggal diterapkan.

Buat Panglima, maksud 'Jika' disini adalah sekedar mengingatkan supaya tidak jauh membahas sesuatu yang tidak berpengaruh terhadap baik buruknya keislaman kita. Hemat energi kita.  Jika waktu itu kita gunakan untuk mempelajari aqidah Islam yang dipahami oleh ulama salaf, tentu lebih baik.
Semoga Anda dimudahkan mempelajari manhaj dan aqidah salaf, yaitu Islam yang dipahami oleh Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wassalam, diajarkan kepada para shahabat, diteruskan oleh tabi'in dan seterusnya dari generasi penerusnya yang mengikuti jalan mereka.

 

Offline salafy amerika

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 111
    • Lihat Profil
« Jawab #69 pada: 26 Mei 2007, 07:59:59 »
Apalagi menulis buku.  Si C perlu diterangkan penyimpangannya, supaya ummat yang kadung membaca bukunya tidak tersesat.

Akhi, syukron atas contohnya,
jadi boleh kan menerangkan penyimpangan Syekh Rabi', dan itu bukan termasuk mengolok-olok, karena agar umat tahu penyimpangannya.

Offline Panglima Kumbang

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 118
    • Lihat Profil
« Jawab #70 pada: 26 Mei 2007, 09:03:11 »
@ Akh salafy amerika Yth.
Si C itu kan mantan aktifis JT, emangnya Syaikh Rabii' mantan aktifis JT?... :o

eh emangnya Syaikh Rabii' memiliki penyimpangan juga akh?  :o


...Dari contoh yang dikasih (A-F), kok saya ngerasa masih ada yang kurang yah...tapi apa yah.. :hmmm:..jadinya kesannya kelompok lain salah dan kelompok saya kesalahannya gak ada...tapi apa yah... :hmmm:..ntar aja deh saya baca ulang lagi, mungkin saya yang salah baca kali nih :)...
« Edit Terakhir: 26 Mei 2007, 09:07:16 oleh Panglima Kumbang »

Offline Abdul Ghafur

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 728
    • Lihat Profil
« Jawab #71 pada: 26 Mei 2007, 09:45:32 »
Seseorang yang memakai kaos Osamah bin Laden tentu tidak serta merta dihukumi sebagai khawarij.
Usamah bin Ladin khawarij?
khawarij melawan siapa?
melawan amerika dibilang khawarij?
kalo bekerja sama dengan amerika namanya apa?

Offline Abu Haidar Mohammad

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 299
    • Lihat Profil
« Jawab #72 pada: 26 Mei 2007, 18:43:25 »
Saudaraku Salafi Amerika dan Abdul Ghafur, semoga Allah Ta'ala memberikan rahmatnya kepada kalian, keluarga dan kita semua.

Kritik dan koreksi terhadap ulama, termasuk Syaikh Rabi', adalah hal yang diperbolehkan.  Tentunya semua dengan mengedepankan hujjah ilmiah. Hanya saja bagi penuntut ilmu, seyogyanya mempelajari hal-hal yang lebih mendasar.  Dalam konteks kritik, jika yang mengkritik atau yang membahas hal ini belum mengetahui manhaj salaf atau mengkritik karena kebenciannya dengan manhaj salaf, harus diluruskan dulu pemahamannya.  Karena manhaj dan aqidah salaf yaitu Islam yang dipahami oleh Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wassalam dan para shahabatnya merupakan timbangan benar dan salahnya seseorang atau seorang ulama, bagaimana bisa seseorang menilai orang lain atau ulama sementara dia belum memahami Islam yang benar?  Jika dia sudah memahaminya dengan baik, mengilmuinya, silakan mengkritik orang lain, jika memang sesat silakan disebarkan.


Contoh kaos Osamah mungkin kurang bisa dipahami.  Ini bisa menimbulkan thread baru "Pemikiran Khawarij Osamah bin Laden".  Untuk menyingkat permasalahan, bagaimana kalau kaosnya saya ganti dengan gambarnya Ulil Abshar Abdalla?  Sehingga bahasan disini menjadi: orang yang memakainya tidak mesti bisa dicap pengikut JIL, apalagi disampaikan ke ummat bahwa dia adalah JIL.

Wallahu a'lam bisshawab.

Offline salafy amerika

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 111
    • Lihat Profil
« Jawab #73 pada: 26 Mei 2007, 19:22:51 »
@ Akh salafy amerika Yth.
Si C itu kan mantan aktifis JT, emangnya Syaikh Rabii' mantan aktifis JT?... :o

eh emangnya Syaikh Rabii' memiliki penyimpangan juga akh?  :o


Akhi Datuk Panglima Kumbang  :), syukron atas koreksinya.


Offline salafy amerika

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 111
    • Lihat Profil
« Jawab #74 pada: 26 Mei 2007, 19:27:29 »
Saudaraku Salafi Amerika dan Abdul Ghafur, semoga Allah Ta'ala memberikan rahmatnya kepada kalian, keluarga dan kita semua.

Kritik dan koreksi terhadap ulama, termasuk Syaikh Rabi', adalah hal yang diperbolehkan.  Tentunya semua dengan mengedepankan hujjah ilmiah.

Akhi Abu Haidar Mohammad, syukron atas nasehat antum.

Akhi zaad, ayat yang antum bawakan sebelumnya, tidak ada hubungannya dengan thread ini, karena penyimpangan syaikh Rabi' harus disampaikan agar umat tidak tersesat  O0

alhamdulillah kalau kamu mengilangkanpelabelan gank, janga sampai kamu kena ayat allah

Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim.