Saudaraku Salafi Amerika hadaniyallah wa iyakum, Anda tanyakan: Akhi, mohon dijelaskan yang dimagsut dengan "aib" dalam perkataan antum: "Larangan mengolok-olok berhubungan dengan aib yang tidak perlu disebarkan," itu bagaimana, apa saja batasan2nya?
Jawab:
Kita coba melihat berbagai keadaan:
Si A. Dia orang awam, shalat shubuh sering kesiangan. Memakai kaos Osama bin Laden. Dia bangga, menganggap Osama sebagai pahlawan.
Si B. Banyak mempelajari Islam, mantan aktifis IM. Dia mulai tertarik dengan manhaj salaf karena senantiasa menyandarkan diri dengan hujjah. Tapi terkadang dia berkata,"sebetulnya kita bisa bersatu dengan syi'ah...".
Si C. Banyak mempelajari Islam, mantan aktifis Jamaah Tabligh. Dia juga mulai tertarik dengan manhaj salaf. Si C menulis buku, didalamnya memuat keutamaan berkunjung ke syaikh tarekat yang dikunjungi ulama Jamaah Tabligh. Si C meninggal dunia, belum sempat menulis perbaikan atas bukunya.
Si D. Tertarik mempelajari Islam. Rajin ke masjid. Secara sembunyi-sembunyi di kamar nenggak minuman keras.
Si E. Muslim, rajin shalat. Punya penyakit suka ngambil punya orang lain.
Si F. Muslim, giat berda'wah. Memuji Imam Samudra, Osamah, Dr Azahari, mengajak para pemuda melawan thaghut NKRI, mengajak meledakkan Monas dsb.
Mana yang bisa kita ungkapkan keburukannya dihadapan ummat?
Si A, walaupun memakai kaos Osama bin Laden, tapi dia orang awam. Tidak bisa kita sampaikan ke ummat bahwa dia adalah sesat. Mending kita ajak untuk mengenal Allah dengan baik, mengikuti sunnah.
Si B, memang mengucapkan kata-kata yang merupakan manhajnya IM, yaitu persatuan dengan mengesampingkan perbedaan, melihat kesamaan, tetapi dia adalah orang yang sedang 'proses'. Jika dia menda'wahkan, menyampaikan ke ummat, kita terangkan bahwa itu adalah keliru. Jika pemahaman itu untuk dia pribadi, maka padanyalah da'wah disampaikan, tanpa perlu menyampaikan ke ummat.
Si C. Walaupun mulai beranjak dari JT, tetapi pemikirannya masih ada yang melekat. Apalagi menulis buku. Si C perlu diterangkan penyimpangannya, supaya ummat yang kadung membaca bukunya tidak tersesat.
Si D. Walaupun minum minuman keras, tetapi dia lakukan secara sembunyi-sembunyi. Ini menunjukkan dia masih malu. Maka, penyebarluasan kemaksiatannya dengan menyampaikan ke orang-orang adalah tercela. Yang tepat, sampaikan ke orang yang bisa menasehati dia supaya bisa lepas dari kemaksiatannya.
Si E. Penyakit suka mencurinya perlu disampaikan ke orang-orang, supaya orang hati-hati apabila dekat dengannnya.
Si F. Perlu diterangkan ke ummat bahwa dia adalah orang yang menyimpang, terpengaruh khawarij dsb.
Gitu saja, tinggal diterapkan.
Buat Panglima, maksud 'Jika' disini adalah sekedar mengingatkan supaya tidak jauh membahas sesuatu yang tidak berpengaruh terhadap baik buruknya keislaman kita. Hemat energi kita. Jika waktu itu kita gunakan untuk mempelajari aqidah Islam yang dipahami oleh ulama salaf, tentu lebih baik.
Semoga Anda dimudahkan mempelajari manhaj dan aqidah salaf, yaitu Islam yang dipahami oleh Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wassalam, diajarkan kepada para shahabat, diteruskan oleh tabi'in dan seterusnya dari generasi penerusnya yang mengikuti jalan mereka.