Penulis Topik: Sisi kesamaan antara salafy dan LDII  (Dibaca 4548 kali)


Offline irzan

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 1.348
  • Lokasi: jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • apakah engkau tidak punya rasa malu ?
    • Lihat Profil
« Jawab #165 pada: 06 November 2007, 16:37:15 »
kalo masalah bid'ah, Saudi jg bid'ah! kenapa? Rasul mengajarkan kita syura, para sahabat mengangkat khalifah jg lewat musyawarah. TP KENAPA SAUDI YG KATANYA PENGIKUT SALAFUSALIH MEMILIH RAJANYA BERDASARKAN KETURUNAN ALIAS KERAJAAN???? Ingat bung Islam itu kekhalifahan, bukan kerajaan!!!!
yang milih umar sebagai khalifah adalah abu bakar.
aku keluar

Offline adi_olai

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2007
  • Tulisan: 37
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #166 pada: 30 November 2007, 17:47:33 »
 ;D ;D ;D ;D ;D ribut mulu malu sama umur :hihi: :hihi: :hihi:
tetaplah berjuang tuk raih kemulian

Offline enduro_rider

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 149
  • Quran-Hadist... Bukan Yang Lain!
    • Lihat Profil
« Jawab #167 pada: 30 November 2007, 19:48:20 »

Assalamu'alaikum Wr Wb

ER: waalaikumus salaam

Maaf kalau saya kurang begitu paham.
Saya pernah mendapatkan info seperti ini:
1. Kalau di LDII, mereka yg bisa mendapatkan pengikut baru akan mendapatkan reward atau derajatnya meningkat di kalangan LDII. Misalnya bisa mengajak teman atau saudara masuk LDII gitu.....

ER: tidak benar. semisalkan ada yg begitu, berarti memang ia mumpuni dalam ilmu Quran dan Hadits, bukan dillihat atas dasar hebatnya ia berdakwah atau beramar makruf nahi munkar saja. Namun, saya masih agak bingung dg pertanyaan Anda. derajat yg dimaksud ini apa? sebab kami semua hanya mengharap `derajat` dari sisi Alloh, bukan dari LDII atau manusia manapun.   

2. LDII beranggapan bahwa semua pengikut LDII akan masuk surga seperti kita antri untuk membeli karcis bioskop, jadi sudah pasti masuk karena sudah membeli karcis

ER: Adanya surga dan neraka itu sudah pasti ada dan tak terbantahkan (bagi keyakinan kami). Nah, soal PASTI itu relatif. contoh: ada org lahir dlm keadaan iman, hidup dlm keadaan iman, mati dlm keadaan tidak iman = artinya percuma, sia-sia, neraka. "innamal a`aluw bi khowatiymiiha" segala amal ibadah yg diterimaNya adalah yg terakhir (waktu ia mati).

3. Apabila tingkatannya sudah tinggi (mungkin kyainya atau ustadz), kalau menginginkan istri dari pengikutnya untuk dijadikan istri beliau (walau hanya untuk waktu semalam) harus direlakan oleh pengikut tersebut, karena apabila menurut jaminannya adalah masuk surga.

ER: masya Alloh... darimana berita ini mbakyu? nah, jika ada warga LDII seperti itu kyai atau apalah, mohon dilaporkan ke polisi saja. Ini serius! namun, jika ini cuma fitnah atau krn keluguan Anda saja, ya mohon lupakan. nggak benar berita itu. Aduh....  aya aya wae!  *lol*

4. Air Kencing dari seorang anak (yg sudah makan makanan bebas) pengikut LDII adalah suci karena dia keturunan atau pengikut LDII, jadi apabila mau mengerjakan sholat dan di masjid tersebut terkena kencing seorang anak ataupun baju yg akan mengerjakan sholat maka masjid ataupun baju tersebut tetap suci. Sedangkan apabila masjid LDII dipakai sholat orang lain (bukan pengikut LDII) maka masjid harus dibersihkan sebersih2nya (disapu dan dipel) sebelum dipakai sholat oleh pengikut LDII

ER: nggak benar. saya yakin hujjah kita sama bhw air kencing itu najis. Masjid di pel itu tinggal bagaimana keadaannya.... Masjid kami memang punya jadwal untuk dibersihkan, jadi mohon tidak suudzon dulu jika bersholat di tempat2 ibadah kami. Ulasan soal benar tidaknya kontroversi ini, sudah pernah diangkat oleh Majalah Gatra edisi November tahun 2006 lalu (cmiiw), kebetulan saya punya Majalahnya di rumah.


5. Kalau disuguhi makanan dari orang yg bukan pengikut LDII maka tidak boleh memakannya, harusnya diberikan ke tetangga sebelah yg bukan pengikut LDII atau dibuang karena dianggap tidak suci

ER: ya nggak lah mbakyu... kalo posisi Anda di Jakarta Selatan, cobalah undang saya makan... :)  Ya, kalo isunya bener begitu berarti setiap hari saya ke kantor mesti bawa makanan dari rumah. waduh, cape deehh... kasian tuh warteg gudeg langgananku mbakyu...  :D


6. Apabila menunaikan ibadah haji, maka pengikut LDII tidak akan berbaur dengan yg lainnya (sampai2 waktu towaf dan kegiatan lainnya harus dipagari dengan kain misalnya)

ER: dlm berhaji, warga kami (biasanya yg masih muda2) justru lebih suka ibadah sendiri2 disana... "fastabiqul khoirot". Adapun sebagai wujud budi luhur kami, biasanya wanita dan orang tua usia lanjut memang benar2 dijaga oleh yg lebih muda. biasanya agar mudah terlihat bilamana ada yg `hilang` dari rombongan, kami punya tanda2 khusus berupa bendera....  contoh: bendera yg bertuliskan MBAH MAN, LDII, 313, atau 354. soal yg satu ini, silakan saja bila ada orang yg berpendapat "itu ekslusif" atau apapun.... sebab kami beramal tsb berdasarkan kekompakan natural yg memang bukan untuk menang-menangan, atau sok hebat, dll.

7. Metode untuk mengajak masuk menjadi pengikut LDII hampir sama dengan kristenisasi, mereka mencari orang yg sedang bimbang ataupun sakit keras. Lalu dikenalkan ke ustadz/pemuka agama, apabila ustadz tersebut bisa mengatasi masalah tersebut atau menyembuhkan penyakit, maka yg bersangkutan harus menjadi pengikut LDII

ER: saya punya rekan LDII yg alhamdulillah Alloh paring bisa menyembuhkan penyakit (kecuali sakit untuk mati). soal mereka yg sembuh itu terus kok ngaji dengan kami, itu atas dasar pilihan pribadi orang yg sembuh tsb. biasanya yg saya tau, itu sebagai wujud bersyukurnya mereka atas kesembuhan yg diberikanNya. Harus? nggak lah... life is about choices. 

Mohon dijelaskan dari rekan2 yg merupakan jamaah LDII
Sebagai info saja, pernyataan2 di atas saya dapatkan dari beberapa anggota jamaah LDII

ER: saya pun bersyukur masih ada orang yg berpikiran obyektif, meski mungkin pernah mengalami perlakuan aneh warga LDII....  jazaakillahu khoiro. "man lam yasykurin naasa lam yasykurillah". Namun, bila ada warga LDII yg bilang begitu kepada Anda, saya nggak ngerti maksudnya apa?!.

Terima kasih

ER: sama2 mbakyu...

Wassalamu'alaikum Wr Wb

ER: wa alaikumus salaam


Offline chand

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 62
  • Lokasi: Ngarep kompie
  • Jenis kelamin: Pria
  • Nyang ngarep kompie
    • Lihat Profil
« Jawab #168 pada: 30 November 2007, 20:14:35 »
Assalamu'alaikum Wr Wb

ER: waalaikumus salaam

Maaf kalau saya kurang begitu paham.
Saya pernah mendapatkan info seperti ini:
1. Kalau di LDII, mereka yg bisa mendapatkan pengikut baru akan mendapatkan reward atau derajatnya meningkat di kalangan LDII. Misalnya bisa mengajak teman atau saudara masuk LDII gitu.....

ER: tidak benar. semisalkan ada yg begitu, berarti memang ia mumpuni dalam ilmu Quran dan Hadits, bukan dillihat atas dasar hebatnya ia berdakwah atau beramar makruf nahi munkar saja. Namun, saya masih agak bingung dg pertanyaan Anda. derajat yg dimaksud ini apa? sebab kami semua hanya mengharap `derajat` dari sisi Alloh, bukan dari LDII atau manusia manapun.  

2. LDII beranggapan bahwa semua pengikut LDII akan masuk surga seperti kita antri untuk membeli karcis bioskop, jadi sudah pasti masuk karena sudah membeli karcis

ER: Adanya surga dan neraka itu sudah pasti ada dan tak terbantahkan (bagi keyakinan kami). Nah, soal PASTI itu relatif. contoh: ada org lahir dlm keadaan iman, hidup dlm keadaan iman, mati dlm keadaan tidak iman = artinya percuma, sia-sia, neraka. "innamal a`aluw bi khowatiymiiha" segala amal ibadah yg diterimaNya adalah yg terakhir (waktu ia mati).

3. Apabila tingkatannya sudah tinggi (mungkin kyainya atau ustadz), kalau menginginkan istri dari pengikutnya untuk dijadikan istri beliau (walau hanya untuk waktu semalam) harus direlakan oleh pengikut tersebut, karena apabila menurut jaminannya adalah masuk surga.

ER: masya Alloh... darimana berita ini mbakyu? nah, jika ada warga LDII seperti itu kyai atau apalah, mohon dilaporkan ke polisi saja. Ini serius! namun, jika ini cuma fitnah atau krn keluguan Anda saja, ya mohon lupakan. nggak benar berita itu. Aduh....  aya aya wae!  *lol*

4. Air Kencing dari seorang anak (yg sudah makan makanan bebas) pengikut LDII adalah suci karena dia keturunan atau pengikut LDII, jadi apabila mau mengerjakan sholat dan di masjid tersebut terkena kencing seorang anak ataupun baju yg akan mengerjakan sholat maka masjid ataupun baju tersebut tetap suci. Sedangkan apabila masjid LDII dipakai sholat orang lain (bukan pengikut LDII) maka masjid harus dibersihkan sebersih2nya (disapu dan dipel) sebelum dipakai sholat oleh pengikut LDII

ER: nggak benar. saya yakin hujjah kita sama bhw air kencing itu najis. Masjid di pel itu tinggal bagaimana keadaannya.... Masjid kami memang punya jadwal untuk dibersihkan, jadi mohon tidak suudzon dulu jika bersholat di tempat2 ibadah kami. Ulasan soal benar tidaknya kontroversi ini, sudah pernah diangkat oleh Majalah Gatra edisi November tahun 2006 lalu (cmiiw), kebetulan saya punya Majalahnya di rumah.


5. Kalau disuguhi makanan dari orang yg bukan pengikut LDII maka tidak boleh memakannya, harusnya diberikan ke tetangga sebelah yg bukan pengikut LDII atau dibuang karena dianggap tidak suci

ER: ya nggak lah mbakyu... kalo posisi Anda di Jakarta Selatan, cobalah undang saya makan...   Ya, kalo isunya bener begitu berarti setiap hari saya ke kantor mesti bawa makanan dari rumah. waduh, cape deehh... kasian tuh warteg gudeg langgananku mbakyu... 


6. Apabila menunaikan ibadah haji, maka pengikut LDII tidak akan berbaur dengan yg lainnya (sampai2 waktu towaf dan kegiatan lainnya harus dipagari dengan kain misalnya)

ER: dlm berhaji, warga kami (biasanya yg masih muda2) justru lebih suka ibadah sendiri2 disana... "fastabiqul khoirot". Adapun sebagai wujud budi luhur kami, biasanya wanita dan orang tua usia lanjut memang benar2 dijaga oleh yg lebih muda. biasanya agar mudah terlihat bilamana ada yg `hilang` dari rombongan, kami punya tanda2 khusus berupa bendera....  contoh: bendera yg bertuliskan MBAH MAN, LDII, 313, atau 354. soal yg satu ini, silakan saja bila ada orang yg berpendapat "itu ekslusif" atau apapun.... sebab kami beramal tsb berdasarkan kekompakan natural yg memang bukan untuk menang-menangan, atau sok hebat, dll.

7. Metode untuk mengajak masuk menjadi pengikut LDII hampir sama dengan kristenisasi, mereka mencari orang yg sedang bimbang ataupun sakit keras. Lalu dikenalkan ke ustadz/pemuka agama, apabila ustadz tersebut bisa mengatasi masalah tersebut atau menyembuhkan penyakit, maka yg bersangkutan harus menjadi pengikut LDII

ER: saya punya rekan LDII yg alhamdulillah Alloh paring bisa menyembuhkan penyakit (kecuali sakit untuk mati). soal mereka yg sembuh itu terus kok ngaji dengan kami, itu atas dasar pilihan pribadi orang yg sembuh tsb. biasanya yg saya tau, itu sebagai wujud bersyukurnya mereka atas kesembuhan yg diberikanNya. Harus? nggak lah... life is about choices. 

Mohon dijelaskan dari rekan2 yg merupakan jamaah LDII
Sebagai info saja, pernyataan2 di atas saya dapatkan dari beberapa anggota jamaah LDII

ER: saya pun bersyukur masih ada orang yg berpikiran obyektif, meski mungkin pernah mengalami perlakuan aneh warga LDII....  jazaakillahu khoiro. "man lam yasykurin naasa lam yasykurillah". Namun, bila ada warga LDII yg bilang begitu kepada Anda, saya nggak ngerti maksudnya apa?!.

Terima kasih

ER: sama2 mbakyu...

Wassalamu'alaikum Wr Wb

ER: wa alaikumus salaam



Nah mbakyu phantie, pertanyaan anda sdh di jawab sm saudara ER...........
« Edit Terakhir: 30 November 2007, 20:18:49 oleh chand »

Offline enduro_rider

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 149
  • Quran-Hadist... Bukan Yang Lain!
    • Lihat Profil
« Jawab #169 pada: 02 Desember 2007, 00:06:42 »
maaf ada kesalahan pengetikan dalil komentar saya nomer 2:

ER: Adanya surga dan neraka itu sudah pasti ada....  -cut-

...."innamal a`aluw bi khowatiymiiha" segala amal ibadah yg diterimaNya adalah yg terakhir (waktu ia mati).

Dalil yg benar adalah: "innamal a`Maluw bi khowatiymiiha"

Masya Alloh, seingetku sudah pencet huruf -M  :(



Offline moeqbile

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 98
    • Lihat Profil
« Jawab #170 pada: 02 Desember 2007, 09:45:17 »
hehehe,nyamain kodok sama bulan,kacian deh lu !

Offline kuringtea

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 2.834
  • Lokasi: Bandung-bogor-bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
  • Inspirasi "mujahid" dilampu motorku
    • Lihat Profil
    • www.perisaidakwah.com
« Jawab #171 pada: 10 Desember 2007, 23:15:46 »
Mo tanya ama @moeqbile ,ada ngak cntoh,tladan dr salafusholeh..ktika
Berdebat,dialog ungkapkan kata yg semakna dgn yg ente ucapkan tadi: "kasian deh lu..."?
Sahabat ‘Umar Ibn al-Khaththab berkata,

“Bukanlah orang yang berakal itu adalah yang dapat mengetahui kebaikan dari keburukan, namun orang yang berakal adalah yang mampu mengetahui yang terbaik dari dua keburukan.”

[ Raudhatul Muhibbin,hal 8)
Mangga mampir di : makadir.wordpress.com

Offline Sufi_Love

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 147
  • The way of love....
    • Lihat Profil
« Jawab #172 pada: 11 Desember 2007, 12:12:45 »
dua2nya sama2 oke asal saling menghargai dan bisa mewujudkan kedamaian di hati dan lingkungan

Offline kipli

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 322
    • Lihat Profil
« Jawab #173 pada: 05 Mei 2008, 07:34:32 »
@wakil santri
Ini maksudnya salafy yang mana?

weeeww...ada salafy menanyakan cabang salafy yg mana...
lucu aja kedengerannya.. :D :D :D :D :D :D