Penulis Topik: Saya Akan Hadapi Mereka Secara Terbuka...  (Dibaca 1684 kali)


Offline Hak Jawab

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 16
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« pada: 04 Juni 2007, 10:46:21 »
Alhamdulillah Rabbil 'alamin. Wasshaalatu wassalaamu 'ala Rasulillah Muhammad wa alihi wa ashabih ajma'in. Amma ba'du.



Ada seorang pemuda Salafi yang bernama IRFAN BASTIAN. Dia kuliah di Universitas Pasundan Jl. Setiabudi Bandung. Jurusan Teknologi Pangan, angkatan 2000 (saya lupa tepatnya). Dia berasal dari Cilacap. Pemuda ini adalah "pintu awal" bagi munculnya buku "Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak 1 & ".

Dari interaksi dengan dialah, saya mendapatkan info-info penting seputar penyimpangan kaum Salafi asuhan Abu Hamzah Al Atsari di Masjid LIPI Bandung. Tanpa info dari dia saya tidak banyak tahu soal penyimpangan mereka. Dia memberi info-info begitu ketika masih terikat kerjasama lembaga dengan saya. Tetapi setelah dia sepenuhnya mengikuti dakwah Abu Hamzah Al Atsari, dia tidak lagi berhubungan komunikasi seperti sebelumnya. Dari sikap ekstrem dia pula, saya bertekad menasehati dia dan Salafi lainnya. Hingga kemudian muncul buku DSDB 1 dan 2.

Dulu IRFAN itu sering menasehati saya agar rujuk manhaj Salaf (di buku DSDB 2 saya sebutkan). Saya pernah menantang dia untuk berdebat sampai tuntas, tapi dia tidak mau. Setelah muncul DSDB 1, dia mengaku rujuk, bisa mengambil manfaat dari buku itu. Dia berjanji akan selektif memilah-milah ustadz Salafi.

Yang menarik, ketika datang ancaman kekerasan dari Salafi ekstrim itu, saya meminta IRFAN untuk menyembunyikan data-data diri saya. Terutama data pribadi. Dia komitmen untuk tidak membocorkan kepada siapapun. Tapi belakangan, orang-orang Salafi FAKTA (benarkah Fakta? Atau Dusta) bisa menjangkau data-data pribadi yang semula tersimpan. Saya tidak ragu lagi, siapa lagi yang melakukan ini semua, kalau bukan IRFAN BASTIAN. Sebab sampai saat ini dia masih terus berkumpul dengaan Salafi ekstrim itu.


Atas jasa-jasa IRFAN juga alhamdulillaah, tanpa disadari, lahir buku DSDB 1 dan 2. Tanpa peran dia, mungkin sulit DSDB 1 akan lahir (otomatis DSDB 2 juga sulit). Sebab semula saya memang tidak mau berhadap-hadapan dengan Salafi mantan Laskar Jihad itu.


Sungguh, saya tidak keberatan orang-orang Salafi akan mengetahui nama saya. Sebab memang hal itu tidak terlalu penting. Tetapi saya sangat keberatan ketika mereka membuka data-data pribadi. Saya kira, itu sudah berlebihan. Saya tidak membuka data-data pribadi mereka, mengapa mereka melakukan hal itu?

Kalaupun saya tulis tentang IRFAN BASTIAN di atas, itu karena apa yang dia lakukan dengan membuka data-data yang seharusnya disimpan. Bahkan itu sudah komitmen dia sejak semula. Kalau saya tetap membiarkan dia, tentu akan bersenang-senang dirinya dengan "kemenangan" yang diraihnya. Selama dia komitmen saya akan komitmen, tetapi dengan keadaan seperti sekarang, berarti tidak ada komitmen lagi.


Harus disadari oleh Salafi ekstrim itu, bahwa:

-  Sebab khusus munculnya DSDB 1 adalah kasus dengan IRFAN BASTIAN. Saya banyak mendapat info-info seputar Salafi dari dia.

- IRFAN itu termasuk salah satu pendukung ketika DSDB 1 baru muncul. Dia juga datang ke rumah silaturahim dan kami berbincang hangat disana.

- IRFAN itu dulu pernah sengaja akan memproses seorang akhwat PKS untuk menjadi isterinya, padahal dia sendiri sudah mengaji Salafi. Dia sempat mengarahkan akhwat itu dengan cara menitip dibelikan barang-barang tertentu oleh akhwat tersebut. Dia nitip belanja, padahal tujuannya lain.

- Dia pernah mengkritik saya ketika saya memutar nasyid dalam walimah khitanan putra saya di rumah. Sebelum dia datang saya telah memutar MP3 murattal. Anehnya, orang ini lama sekali berada dalam acara walimah, sehingga banyak orang melihat penampilan dia yang memakai baju koko, kopiah putih, dan sarung setengah betis. Saking lamanya sampai isteri saya mengeluh, kenapa dia terlalu lama? Masalahnya, penampilan dia asing dengan masyarakat sekitar. Setelah lewat beberapa lama dia kritik soal nasyid itu. Padahal nasyidnya sudah dipilih seselektif mungkin. Dia sendiri di kamarnya sering mendengar lagu-lagu Barat dari teman sekamarnya.


Sebenarnya masih banyak info-info lain, tetapi cukup sekian saja dulu. Ini pun saya lakukan karena saya sudah tidak bisa terima mereka masuk ke data pribadi keluarga kami. Ini sudah berlebihan. Ke depan saya berjanji akan menghadapi mereka secara terbuka dalam berbagai kesempatan, dalam berbagai tulisan. Apa yang saya jumpai ini bukan lagi dakwah Salafiyah, tetapi KESESATAN.


Wallahu a'lam bisshawaab.



Abu Abdurrahman An Nusantari
(Joko Waskito).

   











 



Offline ClowReed

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 127
  • Lokasi: Indonesia
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 04 Juni 2007, 10:52:08 »
akh ko' antm lepas tanggung jawab dan menebar aib ikhwah lain di fordis ini..

ya udah skrng antum dateng ke pondok2 yg antum tuduh salafi ekstrimis itu dan aja mrk berdebat...debat aja ust. as sewed, ust. luqman dll..smoga antm diberikan hidayah oleh Alloh

smoga antm bisa mnjga lidah antm

barakallohu fiik
« Edit Terakhir: 04 Juni 2007, 10:55:46 oleh ClowReed »
Tidaklah aib (tercela) bagi orang yang menampakkan madzhab salaf, bernisbat kepadanya dan berbangga dengannya. Bahkan wajib menerima pernyataan tersebut darinya dengan kesepakatan, karena sesungguhnya tidaklah madzhab salaf itu melainkan kebenaran

Offline GI-JOE

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 3.845
  • Lokasi: Maunya sih...Palestina
  • Jenis kelamin: Pria
  • Love Palestine
    • Lihat Profil
    • http://godmeone.wordpress.com/
« Jawab #2 pada: 04 Juni 2007, 11:01:36 »
- IRFAN itu dulu pernah sengaja akan memproses seorang akhwat PKS untuk menjadi isterinya, padahal dia sendiri sudah mengaji Salafi. Dia sempat mengarahkan akhwat itu dengan cara menitip dibelikan barang-barang tertentu oleh akhwat tersebut. Dia nitip belanja, padahal tujuannya lain.

ini fakta atau sekedar perasaan akhi saja. :)

btw, suka juga tu org ma akhwat yg gak pake cadar...... :hihi:

Offline ana_muslim

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2007
  • Tulisan: 48
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 04 Juni 2007, 11:06:06 »
Kapan ya terbit buku Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak 3 RUJUK KEPADA MANHAJ AS-SALAFUSH SHALIH
Karena apa yang saya jumpai ini bukan lagi dakwah Salafiyah Ikhwaniyyah, tetapi KESESATAN.... :hihi:

Offline salafy amerika

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 111
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 04 Juni 2007, 11:11:57 »
Ditunggu dialog terbuka didepan umum antara penyebar data pribadi akhi Joko Warsito (akhi ana_muslim)dengan akhi Joko Warsito (akhi Hak Jawab)..

Hayo siapa yang lebih pengecut?... akhi TS sudah siap tuh :)  

Orang yang terlahir sebagai AREMA (Arek Malang) pada tanggal 20 Juli 1972 bernama Joko Waskito alias Abu Abdurrahman Qowiy alias Abu Abdurrahman Al Qowiy alias AA. Qowiy alias Abdurrahman Nusantari alias Abdurrahman Nusantary alias Al Nusantari alias Anwar Shiddiq alias Abu Abdurrahman Nusantari yang selama ini bersembunyi di balik topeng Abu Abdirrahman Al Thalibi si pemilik buku kacang goreng “Dakwah Ikhwaniyyah Bukanlah Dakwah Bijak” yang beralamat di Pondok Mutiara VI No. 4, Cibabat, Cimahi dapat mengambil faidah besar sebesar pengaruh Jamaluddin Ar-Rafidhi agen Yahudi Freemasonry dan Muhammad Abduh Al-Mishri terhadap Hasan Al-Banna pujaan rekan-rekan Ikhwaninya! Terhadap Irsyadiyyin Turatsiyyin rekan-rekan Salafi “moderat” atau salafi “haraki”nya. Semoga dirinya dapat mengulas kembali hasil karya yang pernah ditulisnya sendiri yang berjudul “Hakekat Ikhwanul Muslimin” dimana di dalam Muqadimahnya dia tujukan tulisannya:

“Kami haturkan tulisan ini bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh mencari kebenaran…
Bagi siapa saja yang merindukan kebenaran murni, tanpa manipulasi, tanpa banyak bersilat lidah…
Bagi siapa saja yang masih sanggup menggunakan akal sehat…
Bagi siapa saja yang memiliki kesempatan untuk menjadi manusia merdeka, terbebas dari belenggu-belenggu menyiksa…
Bagi siapa saja yang mau melihat secercah harapan di tengah putus-asa…
Bagi siapa saja yang berani berkata “tidak” untuk setiap yang menyiksa hati nuraninya…
Bagi siapa saja yang tidak takut melihat cahaya ketika banyak manusia justru berusaha mematikan cahaya itu karena takut penyimpangan-penyimpangannya terbongkar…
Bagi siapa saja yang mencari keridaan Allah, bukan keridaan manusia…

Tentu pembaca tidak akan menyangka bahwa Anwar Shiddiq alias Abu Abdirrahman Al-Thalibi ini (sebelum melarikan diri ke Ikhwanul Muslimin) ternyata di dalam tulisannya di atas pernah berkata: “Lewat tulisan ini kami hendak menegaskan bahwa apa yang semula dianggap sebagai sekuntum bunga indah nan wangi, ternyata kini tidak lebih dari sebuah wadah buruk tempat berhimpun padanya segala penyakit, kelemahan, dan penyimpangan. Hadirnya organisasi Ikhwanul Muslimin (IM) ke Indonesia semula disambut penuh suka-cita, ia dipercaya akan memompa ruh kebangkitan Islam di tanah air ini. Ternyata setelah mereka bercokol dan memiliki kekuatan disini, tahulah kita bahwa kedatangannya dari Mesir ternyata membawa penyakit-penyakit kronis yang tidak terselesaikan di negara asalnya. Mereka datang bukan untuk menyebarkan kebajikan dan kesalehan, tetapi justru menyebarkan penyakit berbahaya. Mereka datang membawa fanatisme ajaran Hasan al-Banna, tidak membawa pelita ilmu yang jernih dan menerangi. Organisasi IM tidak ada bedanya dengan organisasi Hizbut Tahrir (HT), Jamaah Islamiyyah (JI), atau Jama’ah Tabligh (JT), kesemunya membawa semangat jihad yang tinggi, tetapi juga membawa penyakit-penyakit penyimpangan yang membahayakan Islam. Nanti pembaca akan menyaksikan bahwa IM tidak kalah bahayanya dibandingkan aktivis-aktivis liberal yang dimotori Paramadina dan JIL (Jaringan “Islam” Liberal).

Selama ini beredar macam-macam publikasi yang memuji-muji organisasi IM setinggi langit, melalui buku-buku terbitan Gema Insani Press, Robbani Press, Era Intermedia, Asy Syamil, juga melalui majalah Sabili, Saksi, Tarbawi, Suara Hidayatullah, Ummi, An Nida’, Al Izzah, juga melalui media online www.eramuslim.com, www.infopalestina.com, www.syariahonline.com dsb. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memegang peran paling kuat mempromosikan nama besar gerakan IM di mata masyarakat. PKS MENGUBAH MIMBAR-MIMBAR DAKWAH ISLAM MENJADI TEMPAT-TEMPAT KAMPANYE MENYIARKAN KEHARUMAN HASAN AL-BANNA, ORGANISASINYA, TOKOH-TOKOHNYA. Hanya sedikit saja yang mau menyadari –apalagi sampai menyelidiki- bahwa di balik kemegahan nama IM itu terdapat noda-noda penyimpangan yang sangat berbahaya. Kajian ini akan memaparkan sejumlah bukti-bukti penyimpangan itu agar umat Islam segera sadar bahwa masa sebelum datangnya IM ke Indonesia lebih baik daripada setelah kedatangannya. Semoga saja tulisan ini bisa menyadarkan para pengikut organisasi IM agar berhenti dari jalannya, atau ia akan menjadi peringatan berharga bagi orang-orang di luar IM yang selama ini mengaguminya.” Subhanallah, itu adalah masa lalunya.

Kita katakan kepadanya: “Kenapa antum mencari ketenaran dengan cara membelot seperti ini? Lebih memilih kemegahan IM padahal antum telah mengetahui noda-noda penyimpangannya yang sangat berbahaya? Kajian ini akan memaparkan sejumlah bukti-bukti penyimpangan itu agar umat Islam segera sadar bahwa masa sebelum datangnya IM ke Indonesia lebih baik daripada setelah kedatangannya. Semoga saja tulisan ini bisa menyadarkan kembali saudara Joko Waskito dan para pengikut organisasi IM agar berhenti dari jalannya, para pengikut organisasi Al-Irsyad yang mengeluh-eluhkan As-Surkati sebagai Syaikh salafinya atau ia akan menjadi peringatan berharga bagi orang-orang di luar IM dan Al-Irsyad yang selama ini mengaguminya.”


Offline Yassin El Cordova

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 3.014
  • Lokasi: INDONESIA
  • Jenis kelamin: Pria
  • Pohon Pun Tumbuh Tidak Tergesa-gesa
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 04 Juni 2007, 11:15:17 »
saya turut berduka cita akhi atas persengketaan sesama muslim di muka bumi ini
kenapa akhi bisa terjadi demikian
kenapa akhi jawab !
dI dALAM rELUNG hATIMU aKAN TETAP tERJAGA Rahsia Cinta tatkala dikuakan segala Cinta

(Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah )

Offline Yassin El Cordova

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 3.014
  • Lokasi: INDONESIA
  • Jenis kelamin: Pria
  • Pohon Pun Tumbuh Tidak Tergesa-gesa
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 04 Juni 2007, 11:17:47 »
hanya ada percik kebencian dan hipokrit pada wajah kalian
hanya ada jemari nista yang menuliskan atau mengetik di fordis kelemahan para
asatidz sedangkan mereka adalah ahli ilmu apakah kau merasa lebih jenius dibandingkan dengan mereka? siapa anda ?

dI dALAM rELUNG hATIMU aKAN TETAP tERJAGA Rahsia Cinta tatkala dikuakan segala Cinta

(Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah )

Offline salafy amerika

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 111
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 04 Juni 2007, 11:32:23 »
Akhi Yassin El Cordova, mohon bisa dijelaskan dimana letak kebencian dan hipokritnya? :)

Offline salwa05

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 689
  • Laa 'Izzata Illaa bil JIHAD
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 04 Juni 2007, 12:00:12 »
waduh, ini thread tujuannya apa ya dibuat ? apa cuma mau gembar-gembor aib,  >:(
kapan kita mau memikirkan permasalahan ummat, kl space di otak kita cuma untuk mikirin hal beginian ?  :nenene:
Nahnu Du'at Qabla Kulli Syai'

Offline najma_qu

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 527
  • Lebih banyak kewajiban dari waktu yang tersedia
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 04 Juni 2007, 12:08:39 »
ini permasalahan antara irfan bastian dan joko waskito ya

ya udah bikin thread khusus aja buat Hak Jawab dan Ana_Muslim biar kita bisa menilai

Offline Panglima Kumbang

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 118
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 04 Juni 2007, 13:13:22 »
Kutip dari: Hak Jawab
Dia pernah mengkritik saya ketika saya memutar nasyid dalam walimah khitanan putra saya di rumah.
Dia sendiri di kamarnya sering mendengar lagu-lagu Barat dari teman sekamarnya.
:o..coba waktu khitanan itu akh Joko setel lagu-lagu barat...mungkin gak akan dikritik sama dia akh  O0 %peace%

Kutip
Kalaupun saya tulis tentang IRFAN BASTIAN di atas, itu karena apa yang dia lakukan dengan membuka data-data yang seharusnya disimpan. Bahkan itu sudah komitmen dia sejak semula. Kalau saya tetap membiarkan dia, tentu akan bersenang-senang dirinya dengan "kemenangan" yang diraihnya. Selama dia komitmen saya akan komitmen, tetapi dengan keadaan seperti sekarang, berarti tidak ada komitmen lagi.
Kalau menurut saya sih akh, gak ada yang menang atau kalah...kalau ternyata memang akh Irfan menyalahi komitmen diantara antum berdua...mungkin itu salah satu kelebihan dia... O0 %peace% :yihaa: :iyes: :yakyik: :woroworo: :apalan:

Usul saya buat antum akh, teruskan saja menulis hal-hal yang menurut antum menyelisihi/menodai dari Manhaj Salafush Sholeh yang antum pahami...yah kalau ada "senggolan-senggolan" sedikit dari firqoh salafiy, bolehlah sekali-kali dijabanin... O0 %peace%

Maju Terus, Pantang Mundur... O0 %peace%

« Edit Terakhir: 04 Juni 2007, 13:55:20 oleh Panglima Kumbang »

Offline exblopz

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 5.083
  • Lokasi: Malang
  • Jenis kelamin: Pria
  • Pingin ke Masjid Nabawi
    • Lihat Profil
    • Abu Aisyah Official Web Site
« Jawab #11 pada: 04 Juni 2007, 13:24:06 »
Oh, ternyata begitu to persoalannya. Pantes, dari dulu kalau nggak diberitahukan hal ini nggak bakal selesai. Buat akhi Joko saya mohon ma'af atas prasangka buruk. Bagi saya, yang dilakukan oleh akhi IRFAN bukan mencerminkan seorang salafi, dia telah diberi amanah tapi tidak menjagannya.
http://alatsari.wordpress.com/
http://www.abuaisyah.org/
join blogger malang di blogger-ngalam@googlegroups. com

Offline Panglima Kumbang

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 118
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 04 Juni 2007, 14:00:15 »
@ Akh Irfan Yth.
Ada penilaian tuh dari akh exblopz kalau akhlak antum gak mencerminkan seorang salafiy, apakah antum merasa seperti itu?


:hmmm:..Hmm...mungkin akh Irfan belum ngaji masalah akhlak salafiy kali yah, jadi akhlaknya gak amanah kayak gitu...

Offline statis

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2007
  • Tulisan: 286
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 05 Juni 2007, 10:06:54 »
Walah.. Percuma sama salafy.. Beraninya cuman di internet!

Diundang diskusi gak datang, diajak debat gak mau, ditantang mubahalah dingin. Omong kosong.

Offline adi_muslim

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 125
  • Lokasi: Kediri
  • Jenis kelamin: Pria
  • Menyamar lagi ^_^ V
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 05 Juni 2007, 10:09:00 »
Salafi kalau ditantang debat sih OK.
Sesungguhnya Kesyirikan adalah dosa yang tidak diampuni oleh Allah dan taubatnya harus mengulang syahadat. Dan bid'ah itu tidak ada taubatnya, kecuali dengan meninggalkan bid'ah itu sendiri.