Alhamdulillah Rabbil 'alamin. Wasshalatu wassalamu 'ala Rasulillah Muhammad wa alihi wa ashabih ajma'in.
Banyak Salafi menuduh saya majhul, padahal sebenarnya tidak, sebab buku-buku yang saya tulis tidak hanya satu dua. Sengaja membuat nama At Thalibi (dari kalangan pencari ilmu) itu biar tidak tumpang-tindih dengan buku-buku lain. Tetapi mereka menginginkan semuanya dibuka, ya sudah alhamdulilah terbuka. Memang, sejak lama saya berpikir, hal ini lama-lama juga akan terbuka. Hanya menanti waktu.
Sebelum menulis buku "DSDB II: Menjawab Tuduhan" itu sebenarnya saya juga sudah menyusun sebuah studi kritis tentang pemikiran-pemikiran Salafi. Sengaja tidak disampaikan secara keseluruhan, sebab biar tidak terlalu tebal, dan isunya terfokus pada menjawab tuduhan. Sebenarnya, kritik Ustadz Abduh ZA. kepada "Mereka Adalah Teroris" itu masih cukup sopan, belum menukik sangat dalam. Saya sendiri ada sebuah tulisan tentang "Catatan Kritis" terhadap buku MAT (jangan dibaca sebagai lafadz bahasa Arab) itu.
Sebenarnya kelakuan @ana_muslim itu sudah membuat saya muak. Orang ini sudah kehilangan mayoritas dari adab-adabnya sebagai seorang Muslim. Rasulullah saw. ketika ditanya, siapa Muslim yang paling afdhal? Beliau menjawab, "Man salima al muslima min lisanih wa yadih" (Yaitu siapa yang selamat seorang Muslim dari serangan lisan dan tangannya). Pengakuan "ana Muslim" itu harus ada buktinya, tidak hanya ngaku-ngaku.
Kalau mau melayani amarah, ingin rasanya saya hadapi orang yang bernama IRFAN BASTIAN ini. Tetapi jika melayaninya, saya khawatir akan terbawa oleh pendiriannya yang gemar konflik dan permusuhan. Terus terang saja, orang ini dulu pernah menyebut Ikhwanul Muslimin sebagai PEMBUNUH. Saya dulu sempat menyimpan SMS dia, tapi terlupa dimana letak teksnya. Kebenciannya kepada IM seolah sudah mutlak. Masya Allah, kelak orang-orang ini akan ditanya oleh Allah Ta'ala tentang ayat dalam Surat Al Hujurat, "Innamal mukminuna ikhwah" (orang-orang Mukmin itu saling bersaudara). Entah apa jawaban mereka nanti... Atau jangan-jangan mereka tidak yakin bahwa kelak ada pengadilan di Akhirat? Mudah-mudahan tidak demikian.
Yaa IRFAN (@ana_muslim)... aku menasehatimu. Kasihanilah dirimu sebelum bersikap keras kepada orang lain tanpa alasan yang Syar'i. Saya banyak ingatan tentang kelakuan Antum dulu, tapi saya mengasihi Anda. Tidak semua perbuatan itu saya ungkap. Kalau saya ceritakan bagaimana kelakuan Anda dulu, bisa-bisa nama Anda akan ditelan oleh sejarah. Hanya sebagian saya sebut, itu pun karena Anda telah membuat orang di dunia ini (internet bisa diakses di seluruh dunia) tahu alamat rumah anak-anak saya.
Jika nanti ada apa-apanya dengan keluarga kami, saya akan mengadukan Anda kepada Allah Ta'ala. Ingat lho, doa orang-orang yang dizhalimi itu tidak dihijab. Hal ini pula yang membuat saya memikirkan rencana pindah alamat. Betapa tidak, sebagai penulis saya pernah mendapat ancaman kekerasan dari orang-orang yang sesak dadanya ketika mendapat kritik dari orang lain. Padahal mereka tidak sesak lisannya ketika menghina saudara-saudaranya dengan penghinaan keji (ingat salafy.or.id dan buku MAT -jangan dibaca bahasa Arab).
Saya sih berharap Salafi ekstrim itu memperbaiki adab-adabnya. Jika tidak, maka mereka bisa tertimpa sanksi yang lebih berat lagi. Kepada Allah jua kami berlindung dari kezhaliman dalam segala bentuknya, baik kezhaliman diri sendiri maupun kezhaliman orang lain. Walhamdulillah Rabbil 'alamin. Wallahu a'lam bisshawaab.
Abu Abdurrahman