Bismillaahir Rahmaanir Rahiimi
Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam, amma ba'du.
Banyak orang yang mengira @ana_muslim adalah IRFAN BASTIAN, seperti halnya penuturan dari saudara Joko Waskito alias Abu Abdurrahman Qowiy alias Abu Abdurrahman Al Qowiy alias AA. Qowiy alias Abdurrahman Nusantari alias Abdurrahman Nusantary alias Al Nusantari alias Anwar Shiddiq alias Abu Abdurrahman Nusantari yang selama ini bersembunyi di balik topeng Abu Abdirrahman Al Thalibi si pemilik buku kacang goreng “Dakwah Ikhwaniyyah Memang Bukanlah Dakwah Bijak Meluruskan Manhaj di sana senang di sini senang para da’i Ikhwani” dalam dua tulisan sebelumnya di forum ini. Nampak terlihat bahwa si penulis “marah”, kesal, gerah ketika kedoknya terbuka lebar bahkan sampai berkeinginan untuk pindah alamat karena menyangkut keamanan keluarga besar AA. Qowiy dari ancaman kekerasan dari orang-orang yang sesak dadanya ketika mendapat kritik dari “karya emas monumental”-nya yang penuh syubhat nan dusta, yang tidak lain dari kalangan Salafi “Ekstrem” –meminjam istilah dari sdr. AA. Qowiy--. Apakah sedemikian “jahatnya” orang-orang salafi ? Apakah ada prinsip adu jotos “apabila kamu kritik kami –salafi-, maka berhati-hatilah terhadap diri dan keluargamu!!” Yaa, akhi….Sesungguhnya mereka –salafi- tidaklah mengedepankan prinsip takfiri bergampangan untuk menghalalkan darah dan harta muslimin… Perlu diketahui, bahwa justru merekalah yang seringkali mendapat ancaman teror dan fisik dari orang-orang yang gerah dengan tulisan dari website-website maupun buku-buku serta keberadaan Salafiyyun. Lantas Hizb mana yang sebenarnya menaungi manhaj Takfir??...
Ada satu hal yang menarik bagi saya, yakni ketidak hati-hatian @hak jawab sehingga langsung menuding bahwa @ana_muslim adalah sdr. IRFAN BASTIAN hanya lantaran saya membuat topik KEMBALILAH Saudaraku, Joko Waskito…. dalam forum ini. Bukankah hal tersebut masih berupa data dan fakta bias lantas dengan serta merta memvonis seseorang kamu pasti adalah si fulan.... Kemudian untuk mengobati rasa kesalnya demi kaidah keseimbangan lalu membuka aib-aib lama saudara Irfan Bastian dalam forum yang telah membuat banyak orang tahu (internet bisa diakses di seluruh dunia). Inikah sikap bijaksana dari penulis buku bijak….Apakah ini kebiasaan penulis “karya emas” DSDB yang konon katanya selalu berusaha sekuat tenaga untuk bersikap “adil” dan “objektif”… Semoga saja Allah Yang Maha Pengampun memberi ampunan bagi diri kita atas segala dosa-dosa yang telah lampau….
Perlu diketahui, bahwa sebenarnya tentang siapa dibalik topeng Abu Abdirrahman Al Thalibi bagi kalangan para ikhwah salafiyyun sudah menjadi hal biasa tidak terlalu istimewa. Tidak ada istilah “kemenangan” untuk bisa tahu kedok penulis yang terkesan begitu ‘takut’ diketahui khalayak ramai.
Banyak dari kalangan pendengki dakwah salafiyyah berkomentar bahwa belum atau tidak adanya buku bantahan dari salafiyyun terhadap buku DSDB yang seolah-olah itu menjadi hujjah kebenaran bagi “para pegiat dakwah”, para politikus berbaju da’i dari kalangan hizbiyyun. Kemungkinan terbesar dikarenakan memang “karya emas” tersebut isinya tidaklah bijak, tidak mutu, dan nilainya benar-benar bak kacang goreng –meminjam istilah dari penulis buku STSK- serta penulisnya terkesan sangat pandai bersilat lidah, maka dari itu dari kalangan salafiyyun tidak ada yang mau untuk menjerumuskan diri dalam kenistaan…..
Seorang penyair berkata,
Kalaulah setiap anjing yang mengonggong kau tutup mulutnya dengan batu,
Tentu kerikil ditimbang dengan uang emas…
Atau kata penyair yang lain,
Kalau setiap lalat kami hardik,
Tentu lalat jadi mulia bagimu…
Yaa, Abu Abdirrahman (@hak jawab)…. dimana kekokohan manhajmu yang dulu kau miliki. Duhai sayang sekali, kenapa antum lebih memilih kemegahan IM padahal antum telah mengetahui noda-noda penyimpangannya yang sangat berbahaya?
Masih ingatkah…..bukankah Organisasi IM ibarat; sekuntum bunga indah nan wangi, ternyata kini tidak lebih dari sebuah wadah buruk tempat berhimpun padanya segala penyakit, kelemahan, dan penyimpangan. Hadirnya organisasi Ikhwanul Muslimin (IM) ke Indonesia semula disambut penuh suka-cita, ia dipercaya akan memompa ruh kebangkitan Islam di tanah air ini. Ternyata setelah mereka bercokol dan memiliki kekuatan disini, tahulah kita bahwa kedatangannya dari Mesir ternyata membawa penyakit-penyakit kronis yang tidak terselesaikan di negara asalnya. Mereka datang bukan untuk menyebarkan kebajikan dan kesalehan, tetapi justru menyebarkan penyakit berbahaya. Mereka datang membawa fanatisme ajaran Hasan al-Banna, tidak membawa pelita ilmu yang jernih dan menerangi. Organisasi IM tidak ada bedanya dengan organisasi Hizbut Tahrir (HT), Jamaah Islamiyyah (JI), atau Jama’ah Tabligh (JT), kesemuanya membawa semangat jihad yang tinggi, tetapi juga membawa penyakit-penyakit penyimpangan yang membahayakan Islam. Nanti pembaca akan menyaksikan bahwa IM tidak kalah bahayanya dibandingkan aktivis-aktivis liberal yang dimotori Paramadina dan JIL (Jaringan “Islam” Liberal).
Selama ini beredar macam-macam publikasi yang memuji-muji organisasi IM setinggi langit, melalui buku-buku terbitan Gema Insani Press, Robbani Press, Era Intermedia, Asy Syamil, juga melalui majalah Sabili, Saksi, Tarbawi, Suara Hidayatullah, Ummi, An Nida’, Al Izzah, juga melalui media online
www.eramuslim.com,
www.infopalestina.com,
www.syariahonline.com dsb. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memegang peran paling kuat mempromosikan nama besar gerakan IM di mata masyarakat. PKS MENGUBAH MIMBAR-MIMBAR DAKWAH ISLAM MENJADI TEMPAT-TEMPAT KAMPANYE MENYIARKAN KEHARUMAN HASAN AL-BANNA, ORGANISASINYA, TOKOH-TOKOHNYA. Hanya sedikit saja yang mau menyadari –apalagi sampai menyelidiki- bahwa di balik kemegahan nama IM itu terdapat noda-noda penyimpangan yang sangat berbahaya. Kajian ini akan memaparkan sejumlah bukti-bukti penyimpangan itu agar umat Islam segera sadar bahwa masa sebelum datangnya IM ke Indonesia lebih baik daripada setelah kedatangannya. Semoga saja tulisan ini bisa menyadarkan para pengikut organisasi IM agar berhenti dari jalannya, atau ia akan menjadi peringatan berharga bagi orang-orang di luar IM yang selama ini mengaguminya.” Subhanallah, itu adalah masa lalunya tak lupa kita memohon keselamatan kepada Allah serta berlindung kepada-Nya dari fitnah-fitnah.
Saudaraku, maka jika antum melihat bahwa kebenaran ada pada jamaahmu dengan dalilnya, maka janganlah antum kikir untuk memberikan nasehat dan petunjuk kepada kami dan kaum muslimin lainnya…
Akan tetapi jika sebaliknya (yakni al-haq tidak ada pada jamaahmu), maka tidak ada jalan bagimu, kecuali menerima al-haq itu dari manapun datangnya…..
Dan sesungguhnya, agama ini bukanlah milik para pemenang debat. Tidak mesti mereka yang menjadi pemenang dalam perdebatan adalah orang yang berada di atas kebenaran.
Wallahua'lam..