Saat itu hanya tinggal 2 hari sebelum sang pelamar datang, setelah sebelumnya sempat satu kali datang ke rumah.
Kata2 seorang ulama di kota saya terngiang, bahwa seseorang itu bukan seorang yang tepat buat ku.
"Jangan diterima ya." kata bapak itu.
"Apa alasannya pak?" tanya ku.
"Bila menikah dengannya, pernikahanmu hanya akan bertahan paling lama 2 bulan. Kalian tidak cocok." kata beliau lugas.
Degh .....
Lalu mengapa dia seorang yang muncul dalam benakku, di antara 2 ikhwan yang menyatakan niatnya melamar saat itu?!
Di detik-detik terakhir, aku mantab pada suara hatiku, untuk menerimanya. Aku memang belum begitu mengenalnya, tetapi informasi yang kudapatkan tentangnya dari orang terpercaya, inshaAllah baik. Aku lebih percaya kepada Allah daripada perkataan manusia mengenai sesuatu yang belum terjadi atas masa depan pernikahanku kelak. Hanya 2 bulan, kemudian bercerai ... ya Allah, mohon ijinkanlah aku menjadi seorang istri hingga akhir hayatku.
Kuterima dengan bahagia pinangan laki-laki itu.
Tangggal 20 April nanti, inshaAllah milad ke-3 pernikahan kami. Alhamdulillah, AllahuAkbar ...
"Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya, Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya, orang-orang yang bertaqwa bila mereka ditimpa waswas dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya." (al-A'raaf [7]: 200-201)
*ceritanya out of topic ga yah