Penulis Topik: Hukum pacaran dalam islam  (Dibaca 14894 kali)


Offline ARS

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 21.997
  • Lokasi: Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat
  • Jenis kelamin: Pria
  • !..Karena Korupsi Bukanlah Budaya!..!
    • Lihat Profil
    • Apa Dong (dot) Com
« Jawab #195 pada: 02 Oktober 2007, 05:31:24 »
Kok bawa2 kamus?
Memang yang mau dijadikan rujukan, kamus bahasa indonesia yang notabene banyak dipengaruhi oleh pemahaman kaum sekularis & misionaris belanda atau Qur'an, Hadits dan Ulama?
█ Apa Dong (dot) Biz @ www.apadong.biz
█ 24x7x365 Support - Free Services+Bon

Offline dajal007

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 764
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • akan ada "mata" yang selalu melihat
    • Lihat Profil
    • amgidarap kilab kitit
« Jawab #196 pada: 02 Oktober 2007, 06:15:16 »
@kang lazios
he... maksudnya kata berdekatan tuh saya kasih kutip biar ada penekanan, saya terbiasa menggunakan tanda kutip pada kata yang sedang ingin di kutip dalam sebuah tulisan, jadi maksud berdekatan di sini ya... berdekatan. kecuali kalo akang ingin menunjukkan bahwa ada berdekatan yang lain.

saya yakin pada masa sekarang ini akan sulit untuk tidak terjadi berdekatan antara pria wanita, karena kehidupan kita telah disetting (entah oleh siapa) untuk selalu terjadi ikhtilat. dalam posisi tidak berpacaran pun kita sulit untuk dapat menghindari terjadinya berdekatan antara pria dan wanita kan? tapi bukan berarti kita boleh selalu berdekatan atau mencari kesempatan untuk berdekatan dengan lawan jenis. kalo bisa untuk tidak berdekatan kenapa nggak? toh, rosul pun karena suatu alasan yang menguatkan (ada hal yang penting untuk dibicarakan berdua) telah melakukan khalwat.(mohon koreksi kalo penyimpulan saya ini salah)

sebelum dilanjut, bisakan kalo kita samakan antara berdekatan dengan berkhalwat? kalo bisa mari kita lanjutkan.

nah, dikaitkan dengan pacaran islami, karena tanpa status menjadi pacar saja kita boleh melakukan khalwat (tentunya dengan syarat-syarat tertentu), lalu kenapa pas jadi pacaran kita tak boleh berkhalwat? tentunya syarat bolehnya khalwat disini masih tetap tanpa pengurangan.

mungkin akan muncul pertanyaan, "berarti penyataan dajal di atas mengingkari hadits yang melarang khalwat donk?" jawaban saya adalah, "tentu tidak, sebab setahu saya hadits yang sifatnya khusus dapat mengalahkan yang sifatnya umum, tapi bukan berarti hadits yang melarang khalwat itu menjadi tidak berlaku lagi."

khalwat yang dibolehkan adalah pada kondisi dimana tidak ada cara lain yang dapat dilakukan untuk menghindari khalwat, misalnya membicarakan hal penting namun dalam kondisi masih bisa diawasi oleh orang lain.

mengenai siapa yang bisa menjamin materi pembicaraannya tidak menyebabkan kekotoran hati... tidak ada, tapi... bukankah sudah saya tuliskan bahwa akan dibicarakan adalah hal penting? jika sudah tidak ada hal penting lagi ya... khalwatnya jadi terlarang

adakah yang melarang khalwat secara absolut, dalam arti apapun alasannya khalwat itu tidak diperbolehkan?

intinya : dalam posisi pacaran islami, jika terpaksa dan tidak ada cara lain maka melakukan khalwat hal itu boleh dilakukan, namun dengan catatan, harus berada pada posisi yang masih bisa diawasi oleh orang lain. tugas orang lain disini bukan hanya melihat, tetapi mengawasi.

NB :
khalwat atau berduaan, tidak hanya terjadi pada saat sepi, dalam keramaian pun bisa terjadi khalwat
saat orang lain bisa mendengar suara standar orang yang normal dengan jelas, berarti orang lain tersebut bisa dikatakan berada dalam jarak dekat dengan kita.
mungkin inilah kenapa disebut pacaran islami, karena teknis pacaranyang tidak bertentangan dengan islam masih bisa dilakukan selama masih dalam koridor aturan islam.
mengaburkan ketidakjelasan, membenarkan kesalahan, menyesatkan kepada kebenaran
kunjungi amgidarap kilab kitit[/size]

Offline dajal007

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 764
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • akan ada "mata" yang selalu melihat
    • Lihat Profil
    • amgidarap kilab kitit
« Jawab #197 pada: 02 Oktober 2007, 06:21:00 »
kan di al-quran ga ada kata pacaran

lagi pula kata pacaran kan ada dalam bahasa indonesia, dan KBBI itu kan untuk memberikan arti dari kata-kata yang ada dalam bahasa indonesia
mengaburkan ketidakjelasan, membenarkan kesalahan, menyesatkan kepada kebenaran
kunjungi amgidarap kilab kitit[/size]

Offline ARS

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 21.997
  • Lokasi: Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat
  • Jenis kelamin: Pria
  • !..Karena Korupsi Bukanlah Budaya!..!
    • Lihat Profil
    • Apa Dong (dot) Com
« Jawab #198 pada: 02 Oktober 2007, 06:21:27 »
apa ada jaminan "khalwat" terhadap hati bisa dihindari?
█ Apa Dong (dot) Biz @ www.apadong.biz
█ 24x7x365 Support - Free Services+Bon

Offline ronyajadech

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 2.086
  • Lokasi: Earth!
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #199 pada: 02 Oktober 2007, 07:02:53 »
mungkin kalo arti dari pacaran menurut bahasa perlu thread sendiri kayaknya :hmmm:
tapi bukannya nyambung jg tuh..biasa kan kalo bahas hukum selalu menjelaskan definisi dari segi istilah dan bahasa sesuatu yang sedang di jelaskan hukumnya...
gmana dong???

-

Offline lazios

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.369
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Damainya malam - indahnya Pagi
    • Lihat Profil
    • www.batan-bdg.go.id
« Jawab #200 pada: 02 Oktober 2007, 12:31:43 »
:) ok,afwan kalo' sbelumnya salah prsepsi.

Akh dajal,baiklah qt prsepsikan bhw khalwat brarti brdekatan,baik d tempat sepi atau ramai.
Dan asumsi d thread ini adalah d tempat ramai.

Akh dajal,dlm pacaran islami mungkin salah seorang bs brtahan dengan norma2 yang d atur dalam pacaran islami,tapi bagaimana dengan saudara2 kita yang lain ?

Di luar pacaran aja fitnah wanita sangat rasul khawatirkan...apalagi yg sudah mendapatkan legalitas.

Akh,perlu ane sampaikan,bahwa opini keras negatif ane di blognya ust.shodiq...dihapus.

Artinya...dia ingin menyampaikan doktrin tsb kpd org lain... tanpa ada opini keras yg kontra agar tidak membingungkan org yg mulai trtarik thd pacaran islami.
teruskan !

Offline te_g03h

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 80
  • Lokasi: Cileduk - Tangerang
  • Jenis kelamin: Pria
  • Parts of Indonesian Islamic Hate Hunter,,
    • Lihat Profil
« Jawab #201 pada: 02 Oktober 2007, 12:53:51 »
@ardhi
kalo berdasarkan kondisi umum memang tampaknya itulah definisi prakteknya, tapi kalo berdasarkan KBBI tidak harus selalu seperti itu.

kalo ngliat kondisi umum, memang pacaran tuh adalah aktivita yang ada pegangan tangan, berciuman, berpelukan, dan hampir selalu berduaan secara berdekatan.

sedangkan kalo dalam KBBI pacaran tuh hubungan percintaan antara pria dan wanita (maaf redaksi tepatnya saya rada lupa, mungkin yang punya akses ke KBBI bisa mengoreksinya). di sini tidak dijelaskan seperti apa praktek pacaran itu. sebab setahu saya praktek percintaan tidak harus selalu berpegangan tangan, berciuman, berdekatan atau berpelukan.

hahaha,, hujjahnya pake kamus sih  :hihi:,, dikamus aja udah nyata bang dajal,,
pacaran adalah .... hubungan berdasarkan cinta kasih, kekasih. berpacaran--> bercintaan, berkasih-kasihan.
masak sih mau bercinta kagak berduaan,, alias sendirian doang  :hihi:,,

kalo dalam konsep pacaran islami yang diwacanakan oleh kang shodiq dalam blognya, (saya ga tau konsep pacaran islami yang digagas oleh orang lain itu seperti apa) saya melihat kalo kang shodiq mengambil definisi pacaran berdasarkan KBBI, jadi tentunya dalam pacaran islami versi kang shodiq tidak harus selalu, berdekatan, berpelukan, dan berciuman.
hahaha,, bang dajal,, bang dajal,, katanya gak pro gak kontra,, untuk itu perlu didiskusikan,,
tapi kok udah mantep bangedd pro Islamisasi pacaran  :jaim:,,

apa bukti pronya ente,, nih ngasih link ini
dalam versi bahasa arabnya? sekaligus penjabarannya. soalnya biar ga ada kejadian kaya gini lagi http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/20/cerdiknya-seorang-penentang-islamisasi-1/
tu kata2 yg aye garis bawah sakti banget bang,, mandraguna  :hihi:,,

Offline Yassin El Cordova

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 3.014
  • Lokasi: INDONESIA
  • Jenis kelamin: Pria
  • Pohon Pun Tumbuh Tidak Tergesa-gesa
    • Lihat Profil
« Jawab #202 pada: 02 Oktober 2007, 14:58:10 »
@Yassin

Terlepas dari apakah nanti anda subjektif ataw objektif, itu tergantung anda sendiri bukan... :)
Saya menilai, kebanyakan opini dari mereka subjektif karena ternyata saya mendapatkan fakta yg berlainan dgn opini yg mereka kemukankan...Tapi di mata mereka? Bisa jadi mereka sudah menganggap opini mereka itu objektif   seobjektif2nya :)
Karena itulah saya bertanya kepada anda...murni dari sudut pandang Yassin...

"pacaran itu sebenernya apa sih?"
"trus waktu pacaran, kira2 ngapain aja?"

Apa menurut anda, ada jawaban yg benar ataw salah dari pertanyaan saya di atas?  :)


PS : Masalah bahasan tafsir kita pending dulu yak...ud malem... :)

Wassalam

A'udzubillahiminasyaithanirajii m
Bismillahirahmanrahim

maksud elo definisi ??? ok dech tar gue cariin dan tenang aja gue ga pernah mempersulit dialog
dengan selalu mempertanyakan definisi lain di luar itu
memang hingga kini mereka berpacaran berdiri di atas dalil logika yang tak terlalu kuat
adanya penelitian tentang bagaimana praktik pacaran itu sendiri bukanlah merupakan rujukan yang bila suatu saat masa berubah akan tetap demikian tetapi jumhur tidak lagi ragu atas keharamannya byk kasus yang di era para ulama salaf , dalam mengambil sebuah konklusi masalah sesuatu setelah merujuk pada teks Qath'i dan sunnah yang tegas memberikan isyarat
maka yang diambil ya jumhur ulama sampai hari ini saya masih mendata para ulama yang secara tegas mengharamkannya dan jumlah itu kian bertambah menurut saya seiring dari pelajaran-pelajarn di masa yang lalu sebagaimana mereka telah memberikan tauladan yang baik menghukumi sesuatu
saya pikir sepakat dengan salah satu postingan antum masalah mengenai pacaran sudah jelas dan saya mengharapkan itikad baik anda menghargai kerja keras teman2 di sini mencarikan data serta dalil yang tegas tentang hukumnya
awal mula saya sudah cukup puas dengan jawaban dari seorang member dengan mengetengahkan hadits2 yang dijadikan dalil oleh Pak Mushodiq dan kini penjelasan serta pengarahan sudah bertambah byk belum Link yang sudah saya kasih kepada anda
di sana dibedah secara tersendiri ..dan membedahnya pun bukan asal merujuk hawa nafsu apalgi prasangka semata
sebagaimana para ulama salaf wal khalaf telah mencontohkan bagaimana hakikatnya memperlakukan sebuah ilmu dan pemahaman
di atas saya sudah sangat banyak penjelasan yang InshaAllah sangat berarti untuk diri saya pribadi dan juga orang lain atau mereka yang ammah pemahamannya

Wallahu A'lam Bi shawab
dI dALAM rELUNG hATIMU aKAN TETAP tERJAGA Rahsia Cinta tatkala dikuakan segala Cinta

(Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah )

Offline aljechin

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 1.154
    • Lihat Profil
« Jawab #203 pada: 02 Oktober 2007, 15:11:23 »
zina bukan melulu pada hal2 yang bersifat fisik.
pandangan pun bisa berbuat zina bila mata melihat hal2 yang kurang baik.
perasaan pun pasti berbuat zina bila hati lebih condong kepada hal selain Alloh.

jadi, meskipun ada klaim pacaran tidak harus beradu fisik, tapi kalau hati sudah mulai bercampur aduk.. hati2.. anda sedang berzina!

Zina itu sudah jelas secara fisik, yaitu hubungan seksual antara 2 orang yang tidak terikat pernikahan. Tidak ada dalil bahwa perasaan hati yang campur aduk disebut zina.
Jika hati cenderung kepada kejelekan itu adalah manusiawi. Semua orang pasti sering mengalami hal seperti itu, baik yang melakukan pacaran apalagi yang tidak. Yang penting bisa menahan diri untuk tidak berbuat hal2 yang bertentangan dengan pikiran jeleknya.

Ikhwan yang tidak pacaran, belum tentu hatinya lebih bersih dari orang yang pacaran.

Offline Yassin El Cordova

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 3.014
  • Lokasi: INDONESIA
  • Jenis kelamin: Pria
  • Pohon Pun Tumbuh Tidak Tergesa-gesa
    • Lihat Profil
« Jawab #204 pada: 02 Oktober 2007, 15:38:46 »
A'udzubillahiminasyaithanirajii m
Bismillahirahmanrahim

l\oh indah nian sebuah kata singkat yang kerap dijadilakan dalil atas berbagai pembenaran
mulanya hanya mengingatkan agar tak terjebak pada ta'ashub agar tak terjerumus dalam riya dan takabur nampak lama menghias dirinya kian molek dengan pelbagai kata yang disulap agar orang-orang selalu merasa yakin dengannya dan takjub dengan kehadirannya
wahai saudaraku yang dirahmati oleh Allah
jujurlah padaku yang ini Cinta atau hawa nafsu belaka ?

seorang hamba yang rabbani bukanlah seorang hamba yang berpetualang selama di dunia tanpa cacat maupun dosa ia kerap menangisi dirinya yang mulai akrab dengan hal-hal yang sepertinya dibolehkan belumlah puas ia mulai mesra dengan hal-hal yang mengundang keraguan atas agamnya dan saat bertaubat Syaithan pun menangis penuh penyesalan

Syaikh Muhammad Al Ghazali mengatakan sejatinya seorang mukmin yang sejati takkan pernah berniat untuk menceburkan dirinya dalam lembah dosa yang mengantarkan pada kenistaan ia boleh jadi terjebakl dalam kelalaian yang ia sendiri enggan untuk menggebahnya agar posisinya kembali selalu merasa diawasi dan tak luput pengawasan Allah atasnya

Ibnu Athoillah juga pernah mengungkapkan hal yang agak serupa dengan pandangan Syaikh Muhammad Al Ghazali bahwasanya dosa-dosa besar yang mengantarkan pada penyesalan lebih baik daripada berbagai amal ibadah seorang hamba yang mewariskan kesombongan

Syaikhul islam Ibnu Taymiyah juga pernah ditanya "apakah kemaksiatan itu baik "
beliau menjawab " ya dengan syarat diiringi dengan taubat dan penyesalan kepada Allah SWT "

adakah yang berani menjamin kematian dengan keadaan baik-baik sahaja
dalam keadann Husnul Khatimah atau kita yang terlalu congkak untuk mengakui sebuah perbuatn yang sudah jelas lebih banyak syubhat yang dikandungnya adalah tidak baik bagi sebuah kemaslahan ummat manusia seluruhnya
dI dALAM rELUNG hATIMU aKAN TETAP tERJAGA Rahsia Cinta tatkala dikuakan segala Cinta

(Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah )

Offline Mas-To

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.227
  • Lokasi: Delft
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hmmmm.........
    • Lihat Profil
« Jawab #205 pada: 02 Oktober 2007, 15:46:57 »
Ikhwan yang tidak pacaran, belum tentu hatinya lebih bersih dari orang yang pacaran.

Tetapi orang yg pacaran apakah sudah pasti lebih bersih dari yg tidak pacaran?  :hihi: :hihi:

orang yang pacaran disekitar saya sudah pasti pernah pegangan tangan, sudah pasti pernah mojok berdua
gak tau kalo d tempat laen, saya gak banyak kenal ama orang yg suka pacaran sih

kalo pacaran hanya sekedar kenal saja, harusnya dia rela donk pasangannya 'kenal' dengan orang2 laen alias pacaran ama banyak orang :hihi:
Saya hanyalah manusia yang sok tahu dalam dunia Allah yang penuh pengetahuan, yang terungkap maupun yang tersembunyi.
maafkan ketidaktahuan saya... %p

Offline rawit

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 2
    • Lihat Profil
« Jawab #206 pada: 02 Oktober 2007, 15:50:36 »
apakah pacaran itu salah dan apakah hukumya pacarn sebelum menikah

Offline rawit

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 2
    • Lihat Profil
« Jawab #207 pada: 02 Oktober 2007, 15:53:12 »
ak yakin di jaman sekarang pacaran lebih dari pegangan tangan lebih dari mojok berduwaan?????????

Offline zafirah

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 1.196
  • Lokasi: Mardlotillah
  • hanya dengan keikhlasan & mutaba'ah
    • Lihat Profil
« Jawab #208 pada: 02 Oktober 2007, 15:54:55 »
Zina itu sudah jelas secara fisik, yaitu hubungan seksual antara 2 orang yang tidak terikat pernikahan. Tidak ada dalil bahwa perasaan hati yang campur aduk disebut zina.
Jika hati cenderung kepada kejelekan itu adalah manusiawi. Semua orang pasti sering mengalami hal seperti itu, baik yang melakukan pacaran apalagi yang tidak. Yang penting bisa menahan diri untuk tidak berbuat hal2 yang bertentangan dengan pikiran jeleknya.

Ikhwan yang tidak pacaran, belum tentu hatinya lebih bersih dari orang yang pacaran.

Berbagai bentuk perzinaan anggota tubuh disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

كُتِبَ عَلىَ ابْنِ آدَمَ نَصِيْبُهُ مِنَ الزِّنَا مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ: الْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَاْلأُذُنَانِ زِنَاهُمَا اْلاِسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ، وَالْيَدُ زِنَاهُ الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهُ الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ أَوْ يُكَذِّبُهُ

“Telah ditulis bagi setiap Bani Adam bagiannya dari zina, pasti dia akan melakukannya, kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lidah(lisan) zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang, kaki zinanya adalah melangkah, sementara kalbu berkeinginan dan berangan-angan, maka kemaluan lah yang membenarkan atau mendustakan.”

Hadits ini menunjukkan bahwa memandang wanita yang tidak halal untuk dipandang meskipun tanpa syahwat adalah zina mata . Mendengar ucapan wanita (selain istri) dalam bentuk menikmati adalah zina telinga. Berbicara dengan wanita (selain istrinya) dalam bentuk menikmati atau menggoda dan merayunya adalah zina lisan. Menyentuh wanita yang tidak dihalalkan untuk disentuh baik dengan memegang atau yang lainnya adalah zina tangan. Mengayunkan langkah menuju wanita yang menarik hatinya atau menuju tempat perzinaan adalah zina kaki. Sementara kalbu berkeinginan dan mengangan-angankan wanita yang memikatnya, maka itulah zina kalbu. Kemudian boleh jadi kemaluannya mengikuti dengan melakukan perzinaan yang berarti kemaluannya telah membenarkan; atau dia selamat dari zina kemaluan yang berarti kemaluannya telah mendustakan. (Lihat Syarh Riyadhis Shalihin karya Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, pada syarah hadits no. 16 22)

::  "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikannya, niscaya Allah jadikan dia paham terhadap agama-Nya." (HR. Bukhari)  ::

Offline antithogut

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 146
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Mari mara menuju cita, luruskan niat lillahita'ala
    • Lihat Profil
    • Antithogut Online
« Jawab #209 pada: 02 Oktober 2007, 15:56:15 »
Kutip
ak yakin di jaman sekarang pacaran lebih dari pegangan tangan lebih dari mojok berduwaan?

Lah...koq bisa yakin gitu mas ? menurut pengamatan atau pengalaman  :jaim: