Penulis Topik: Tazkiyah Syaikh Robi’ & Kritik Atasnya  (Dibaca 320 kali)


Offline Jujun Juni Junaedi

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 2
    • Lihat Profil
« pada: 03 Agustus 2007, 10:45:07 »
                                               ----- Bismillahirrohmaanirrohiim -----

Di situs internet bernama fakta.blogsome.com, inilah situs milik para pendusta, yang membeberkan rahasia-rahasia kelemahan umat Muslimin. Inilah situs musuh Islam, musuh gerakan dakwah Islam, semoga Allah menghancurkan usaha-usaha kotornya, Allohumma amin.

Di tempat itu terdapat tulisan berupa pujian Syaikh Robi’ bin Hadi ke markaz-markaz ilmu (semacam pesantren begitulah) di Yaman yang dibina oleh almarhum Syaikh Muqbil bin Hadi dan lainnya. Tulisan itu judulnya “TAZKIYAH ASY-SYAIKH ROBI’ UNTUK MARKAZ-MARKAZ AHLUS SUNNAH DI YAMAN”, ditulis oleh Asy-Syaikh Doktor Robi’ bin Hadi ‘Umair Al-Madkholiy hafizahullah. Begitulah yang tertulis disitu.

Saat sekarang ini kita tidak butuh rasa segan untuk mengkritik orang-orang seperti ini. Tanda-tanda kesesatan menampak dalam diri dan pikiran orang-orang itu. Alasan apalagi yang sepadan buat membela kebenaran orang-orang itu, sementara mereka tidak henti-hentinya berbuat zolim ke sesama Muslim. Kami bermaksud berbuat sedikit, misalnya memberi komentar atas pandangan Robi’ itu. Hasil kajiannya seperti saudara lihat di bawah ini: 


Seseorang bertanya kepada Al ‘Allamah Robi’ As Sunnah hafidhohullah: Bagaimana kedudukan berbagai markiz (ma’had) yang didirikan oleh Asy Syaikh Al Alamah Muqbil bin Hadi Al Wadi’y semoga Allah merahmati beliau. Sebagian orang mulai menjelek-jelekkan dan mencela keberadaan markiz-markiz tersebut? Apakah nasihat antum kepada masyarakat Yaman di markiz-markiz tersebut?

Kritik : Siapa percaya Robi’ bin Hadi seorang ‘Allamah? Ya murid-muridnya sendiri, para pengikut fanatiknya. Apa sih karya terbagus Robi’ di bidang ilmiah yang manfaatnya diakui Muslimin dimana-mana? Karya Robi’ kebanyakan soal fitnah, menjelek-jelekkan orang mati, menjelek-jelekkan dai, menjelek-jelekkan organisasi Islam. Orang beginian disebut ‘Allamah, aneh bener.


Asy Syaikh Robi’ bin Hadi menjawab : Demi Allah, kami yakin bahwa markiz-markiz tersebut berada dalam kedudukan yang sebaik-baiknya, segala puji hanyalah untuk Allah semata.

Kritik : Robi’ ini shohibnya Syaikh Muqbil, jadi saling dukung-mendukung itu biasa. Kalo Syaikh Muqbil ditanya komentarnya tentang Robi’, beliau memuji dia, begitu juga kebalikannya. Segala puji hanyalah untuk Allah semata.


Robi’ : Markiz-markiz tersebut menjalankan dakwah kepada Allah, kepada tauhidullah, kepada keikhlasan dalam beragama kepada Allah juga mengajak (manusia) agar mengikuti nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka semangat dalam mendapatkan ilmu dan menyebarkan ilmu tersebut serta semangat dalam berdakwah kepada Allah Tabaaraka wa Ta’ala. Kegiatan mereka membuat bahagia dan menyejukkan dada kaum mukminin. Setiap mukmin yang jujur tentu berbahagia dengan keberadaan mereka. Sementara orang yang memiliki kebatilan dan hawa nafsu akan merasa sesak wal ‘iyaadzu billah.

Kritik : Apa yang menunaikan dakwah kepada Allah, kepada tauhidullah, kepada keikhlasan, Sunnah Nabi, dst. hanya markaz-markaz itu ? Kaum Muslimin di berbagai belahan dunia melakukannya, alhamdulillah. Robi’ berkata  Kegiatan mereka membuat bahagia dan menyejukkan dada kaum mukminin. Setiap mukmin yang jujur tentu berbahagia dengan keberadaan mereka. Masya Alloh, apa buktinya Robi’ ? Jangan lupa ya, markaz-markaz itu juga mengajarkan fitnah dan permusuhan, lalu disebarkan ke seluruh dunia oleh orang-orang polos yang pernah belajar disitu. Markaz-markaz Syaikh Muqbil punya saham bagi rusaknya ukhuwah, hancurnya persahabatan, tumbuhnya kedengkian dan permusuhan antar pemuda-pemuda Islam, yang semua itu dikasih judul “pembelaan kepada As-Sunnah”. Kalau betul apa yang diakui itu, kenapa harus ada pertanyaan-pertanyaan tidak enak soal markaz-markaz itu ? Itu bukti bil hal, bukan pengakuan bil lisan. Pernyataan Robi’ itu juga meremehkan orang-orang muslim lainnya, sepertinya orang-orang yang tidak suka dengan markaz Syaikh Muqbil dianggapnya tidak mukmin. Begitu ya ? Orang-orang yang tidak suka/mendukung markaz Syaikh Muqbil masih dituduh lagi, selaku pemiliknya kebatilan & hawa nafsu & sesak dada. Harusnya Robi’ instropeksi, jangan-jangan dia sedang nuduh dirinya sendiri ya.   


Robi’ : Di Dammaj sendiri, sebagaimana berita yang sampai kepada kami, jumlah mereka mencapai 5 ribu sampai 7 ribu (santri). Siang malam mereka bergelut dengan ilmu. Tidak ada hari libur di kalangan mereka. Baik pada hari raya atau di luar hari raya. Siang malam adalah ilmu. Berbagai macam ilmu mereka pelajari, ilmu hadits, tafsir, fiqh, nahwu dan ilmu-ilmu Islam lainnya, semoga Allah memberikan barokah kepada anda semua.

Kritik : Apa Robi’ belum pernah dengar bagaimana rupa keadaan kaum khawarij di Nahrawan seperti yang dituturkan Ibnu Abbas. Ibadah kaum khawarij menakjubkan, shalatnya, shoumnya, baca Al Qur’annya. Siapa bilang khawarij tidak belajar ilmu-ilmu seperti hadits, tafsir, fiqih, dst. ? Di jaman ini meskipun belum ada buku-buku, umat Islam sudah biasa belajar soal hadits, tafsir, dst. Jangan gampang terpancing oleh tampak zahir, tapi lihat juga akhlaknya ke sesama muslim, sebab kuncinya khawarij itu disesatkan karena kezoliman mereka ke kaum muslimin.   


Robi’ : Semoga Allah memberikan taufiq kepada mereka demikian juga markiz-markiz yang lain (selain Dammaj), mereka memiliki semangat dan kesungguhan di dalam menyebarkan dakwah. Semua hal tersebut berjalan di atas pedoman salaf dari kezuhudan, kewaro’an dan iffah(menjaga kehormatan dan harga diri). Semua di atas pedoman salaf. Asy Syaikh Muqbil telah mendidik mereka dengan akhlak semacam ini.  

Kritik : Jangan lupa Robi’, khawarij juga kaum Salaf, tapi bukan golongan yang soleh, melainkan yang dholal (sesat). Mereka juga zuhud, waro’, iffah. Contoh waro’-nya khawarij, ada seorang dari mereka nemukan sebutir korma di jalan, lalu dimakan. Korma belum ditelan orang itu sadar kalau korma itu tidak tahu siapa pemiliknya, maka buru-buru dimuntahkan kormanya.   


Robi’ : Sehingga mereka tidak menundukkan kepala (membebek). Tidak pula menengadahkan tangan mereka (meminta-meminta) kepada jam’iyah hizbiyah yang menamakan diri sebagai Khoiriyah!! Yaitu yang mengulurkan tangan (memberi bantuan) hanya kepada orang-orang yang mau tunduk kepada mereka dan mengikuti tata-cara hizbiyyah yang bertentangan dengan manhaj salaf.

Kritik : Mereka tidak membebek ya, tapi mereka membebek ke syaikh-syaikhnya ? Apa itu bukan “bebek” juga ? Ya sama-sama “bebek”, hanya beda siapa yang “dibebekin”. Tidak semua orang kok meminta-minta sumbangan ke yayasan-yayasan Khoiriyah itu. Kalau kita minta juga tidak apa-apa, itu kan harta Umat Islam, bukan harta pribadi. Robi’ ini berperilaku sok suci, padahal murid-murid dia juga mengandalkan sumbangan-sumbangan, misal dari Robi’ dan kelompoknya. Robi’ ini benci kalau ada muslim yang dibantu yayasan-yayasan Islam, tetapi dia suka kalau muslim-muslim itu meminta bantuan ke dia, biar otaknya bisa dibentuk menjadi “Salafy” sesuai selera yang dia maui.   


Robi’ : Mereka (markiz-markiz di Yaman) mengangkat kepala, tidak merasa hina dan tidak pula merasa tamak terhadap harta (bantuan) mereka (jam’iyah hizbiyyah). Justru mereka mau bersabar di dalam kesusahan dan kesenangan. Mereka mau bersabar dan bersyukur. Mereka mengingatkan kita kepada As Salaf Ash Sholih di dalam sifat tawakkal dan bergantung kepada Allah, sifat ‘iffah, siffat nazahah (membersihkan diri dari dosa) dan juga di dalam menyebarkan manhaj ini hanya karena wajah Allah Tabaaraka wa Ta’ala. Kita mengharap kepada Allah agar menganugerahkan keikhlasan untuk mereka.

Kritik : Ingat Robi’, khawarij dulu juga tidak mengandalkan dana dari siapapun, mereka hidup dengan dananya sendiri. Tidak ditemui bukti bahwa khawarij didanai orang-orang tertentu. Beda sama “Salafiyun” tertentu yang dihidupi pemodal tertentu buat merusak dakwah dan gerakan Islam, biar tidak bisa mengguncang kekuasaan politik (keluarga kerajaan Saudi). 


Robi’ : Dan nasihat saya untuk mereka, agar mereka saling mencintai, saling bahu-membahu, saling menyayangi dan saling menjaga persaudaraan. Demikian pula agar mereka tidak memperdulikan ucapan ini dan itu. Karena musuh-musuh As Sunnah mengerahkan segala upaya dan tidak merasa lelah dan bosan untuk memecah belah dan merusak mereka. Musuh-musuh As Sunnah berusaha menyusupkan, di sini dan di sana, orang-orang yang menimbulkan sebab-sebab perpecahan, pertentangan dan perselisihan.

Kritik : Robi’ bilang kalo orang-orang yang tidak suka/benci dengan dakwah Syaikh Muqbil disebut musuh-musuh Sunnah. Ada apa ini ? Musuh Sunnah sama dengan musuh Islam, sebabnya Syariat Islam itu mana mungkin ada tanpa Sunnah ? Apa Robi’ tidak sadar kalau perkataan macam itu sudah mengkafirkan orang lain ? Atau orang ini sudah kebiasaannya macam begitu ? Orang macam Robi’ ini, tidak perlu dikasihani sedikit pun, senjatanya tidak lain, ialah menuduh orang lain memecah-belah Salafiyun. Sepertinya selain golongan mereka dianggap fasiq semua, kerjanya cuma memecah-belah kelompok muslim (Salafiyun). Kalau ada Salafiyun yang keluar dari ajaran aneh gini, kemudian lembut-lembut sama Muslim, dibilangnya keluar dari Sunnah. Mereka itu yang jelas-jelas memecah-belah syariat Islam, demi menolong keluarga kerajaan tertentu biar tetap menguasai negeri tertentu. Demi politik merusak syariat!   


Robi’ : Maka nasihat untuk diriku dan mereka, agar mereka tidak memperdulikan orang-orang mufsidin yaitu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak berusaha untuk memperbaiki. Menjadi suatu hal yang membuat mereka (musuh-musuh As Sunnah) merasa sesak adalah tersebarnya sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tersebarnya manhaj salafy. Sehingga mereka mengupayakan berbagai cara untuk menghancurkan salafiyiin dan memecah belah mereka. Hendaknya mereka benar-benar berhati-hati dari tipu daya musuh-musuh As Sunnah.

Kritik : Robi’ tidak pantas memberi nasehat, dia malah harus dinasehatin. Setiap kata yang keluar dari mulutnya tidak lepas dari fitnah-fitnah yang mengeruhkan kehidupan muslim. Orang ini banyak merusak kehidupan muslim dan syariatnya, maka pantas disebut mufsidun/orang perusak. Yang mufsidun itu dirimu Robi’, lihat berapa banyak pertikaian melanda umat Muslim di dunia karena tulisan dan ceramah-ceramahmu yang membakar permusuhan antar sesama Muslim. Robi’ termasuk orang yang sudah tidak takut sama Allah, dia tidak henti-hentinya menuduh orang lain, padahal dia itu yang sebenarnya lebih cocok dituduh selaku musuh Sunnah, musuh Syariat, musuh Islam. 


Robi’ : Kita memohon kepada Allah agar Dia mengokohkan kita dan (tentunya) di atas As-Sunnah. Sesungguhnya Rabb kita Maha mendengar doa. Shalawat Allah dan salam semoga tercurah untuk Nabi kita Muhammad, para pengikutnya dan para Shahabatnya.

Kritik : Kami memohon kepada Allah agar Dia mengokohkan Ummat Islam dan (tentunya) di atas As-Sunnah. Sesungguhnya Rabb Ummat Islam Maha mendengar doa. Shalawat Allah dan salam semoga tercurah untuk Nabi Ummat Islam Muhammad, para pengikutnya dan para Shahabatnya.


Penerjemah: Abu Nashim Mukhtar bin Rifa’i Al-Buthony. Editor: Abul Faruuq Al-Andunisy. Dammaj, 12 Rabiul Awwal 1427. Sumber: Abdurrahman.wordpress.com. Tazkiyah Asy-Syaikh Robi’ Untuk Markaz-markaz Ahlus Sunnah Di Yaman.

Kritik : Terserah deh mau diambil dari mana aja tulisan macam itu, yang penting membantah Syaikh Robi’ dan pengikut-pengikutnya itu termasuk amar makruf nahi munkar. Orang macam begitu besar permusuhannya buat kaum Muslimin, besar permusuhannya ke para dai di jalan Allah. Apalagi sebenarnya Robi’ Cs. itu bekerja demi memperkuat posisi keluarga kerajaan di negara tertentu. Karena takut kekuasaannya digoyang gerakan Islam, lalu nyewa ulama-ulama su’ untuk memperkuat diri. Lihat aja, tidak satu pun paham Robi’ itu yang merugikan keluarga kerajaan itu. Tidak usah lelah dan jemu menghadapi manusia-manusia macam begini. Disini ada pahala amar makruf nahi munkar. Maaf, kami tidak hormat sama Robi’, sebab dia memang tidak pantas diberi hormat. Sekian dari kami. Wallahu’alambisshowab. 


/// Oleh : JJ. Junaedy.


N.B.: Makasih buat ikhwan yang udah membantu. Syukron !


« Edit Terakhir: 03 Agustus 2007, 10:51:14 oleh Jujun Juni Junaedi »

Offline exblopz

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 5.083
  • Lokasi: Malang
  • Jenis kelamin: Pria
  • Pingin ke Masjid Nabawi
    • Lihat Profil
    • Abu Aisyah Official Web Site
« Jawab #1 pada: 03 Agustus 2007, 10:52:21 »
Trus buat apa dibeberkan di sini? Malah antum membuat keruh suasana. Padahal persoalan ini sudah selesai beberapa waktu lalu.

Situs tersebut adalah milik orang yang sangat benci kepada dakwah salaf, dan lebih suka dengan perpecahan. Sampai-sampai aib orang dibuka. Yang punya adlaah salah satu orang yang dengan user @salafy amerika. Saya tak tahu siapa dia, saya juga tak tahu orangnya. Tapi tulisan-tulisannya lebih menyerang dakwah salaf. Mengkritik ustadz, menjelek-jelekkan ulama, padahal dia sendiri sama sekali tak faham tentang agama.

Orangnya justru benci dengan nasehat dan lebih suka kepada perdebatan. Tolong tinggalkan situs fakta.blogsome.com, karena tak ada manfaatnya. Dan yang empunya harusnya patut bersyukur nama saya belum dicantumkan di sana.
« Edit Terakhir: 03 Agustus 2007, 10:55:29 oleh exblopz »
http://alatsari.wordpress.com/
http://www.abuaisyah.org/
join blogger malang di blogger-ngalam@googlegroups. com

Offline Jujun Juni Junaedi

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 2
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 03 Agustus 2007, 10:56:21 »
Tolong kasih tahu bagemana hasilnya. Soalnya tulisan itu masih bercokol disitu/fakta.blogsome.com. Kalau tulisan dihapus disitu, ana mau tulisan ini dihapuskan. 

Offline Justice 4 All

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 5.506
    • Lihat Profil
    • My Multiply
« Jawab #3 pada: 03 Agustus 2007, 11:17:39 »
Situs tersebut adalah milik orang yang sangat benci kepada dakwah salaf, dan lebih suka dengan perpecahan. Sampai-sampai aib orang dibuka. Yang punya adlaah salah satu orang yang dengan user @salafy amerika. Saya tak tahu siapa dia, saya juga tak tahu orangnya. Tapi tulisan-tulisannya lebih menyerang dakwah salaf. Mengkritik ustadz, menjelek-jelekkan ulama, padahal dia sendiri sama sekali tak faham tentang agama.

Kalau saya melihat, tampaknya yang punya situs itu berafiliasi ke Salafy Yamani. Mereka gemar menghujat siapapun, bahkan ke orang-orang yang masih mengaku salafy. Lihat begitu getolnya mereka menghujat sesama salafy. Apalagi yang diluar salafy. Nggak ada ampun deh.

Memang akhlaknya buas.
Jawaban atas Syubhat yang Dituduhkan kepada Dakwah Tarbiyah

Updated! Latest article: Fatwa Syaikh Albany dan Syaikh Nashir As-Sa'di tentang Pemboikotan Musuh Islam


Offline abu abdillah

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 284
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 03 Agustus 2007, 13:24:00 »
@TS

Tahdzir adalah upaya yang dilakukan oleh orang 'alim untuk mengingatkan ummat yang awam dari penyimpangan yang dibawa oleh seseorang ataupun golongan. Dan tahdir adalah dimaksudkan agar agama ini tetap bersih dari penyimpangan yang akan menyesatkan manusia.

Tidaklah agama para nabi terdahulu menyimpang dan akhirnya hilang ajaran aslinya, kecuali ummat membuat kebid'ahan dan tidak ada yang mengingatkan.

Afwan, bagi antum yang gerah dengan tahdzir, maka di bawah ini adalah contoh tahdzir dari Nabi dan para 'ulama, yang mungkin Syaikh Rabbi mencontoh darinya.

Rasulullah  bersabda, tentang Dzul Quwaishirah (bapak moyangnya khawarij), yang memprotes Nabi ketika beliau membagi ghonimah :

1. "… akan keluar dari keturunan orang ini (Dzulkhuwaishirah) suatu kaum yang mereka itu ahli membaca Al Qur’an, namun bacaan tersebut tidaklah melewati tenggorokan mereka. Mereka melesat (keluar) dari (batas-batas) agama seperti melesatnya anak panah dari (sasaran) buruannya. Mereka membunuhi ahlul Islam dan membiarkan hidup (tidak mereka bunuh) ahlul Autsan (orang-orang kafir). Jika aku sempat mendapati mereka, akan aku bunuh mereka dengan cara pembunuhan terhadap kaum ‘Ad" [HR. Al Bukhari 3344, Muslim 1064; Abu Dawud 4764]

2. Rasulullah mensifati kaum khawarij dengan sifat-sifat yang buruk :

"Mereka adalah sejahat-jahat makhluk dan ciptaan". [HR. Muslim. No. 1067, dari Abu Dzarr]

"Khawarij adalah anjing-anjing neraka." [HR. Ibnu Majah (172) dari ‘Abdurrahman bin Abi Aufa]

3. Beliau  juga bersabda (dalam mensifati khawarij) sebagaimana dibawakan oleh Abu Umamah:

"Anjing-anjing neraka, anjing-anjing neraka, anjing-anjing neraka! Mereka ini sejelek-jelek orang yang dibunuh di bahwa kolong langit ini. Dan sebaik-baik orang yang terbunuh di bahwa kolong langit ini adalah orang-orang yang dibunuh oleh mereka." [HR. Ahmad, Ibnu Majah]

4. Beliau  juga bersabda bersabda:

"Maka jika kalian mendapati mereka (khawarij), perangilah mereka! Karena sesungguhnya orang-orang yang memerangi mereka akan mendapat pahala di sisi Allah pada hari kiamat." [Muttafaqun ‘alaihi]

5. Sikap keras beliau terhadap pengingkar taqdir (Al Qadariyyah) :

"Al Qadariyyah itu majusinya umat ini. Jika mereka sakit, maka jangan dijenguk, jika mereka mati, jangan disaksikan (dihadiri) jenazah mereka." [HR. Ibnu Abi ‘Ashim]

C. SEBAGIAN CONTOH TAHDZIR DARI PARA SAHABAT

1. Sikap keras dan tahdzir terhadap bid’ah dan ahlul bid’ah juga ditunjukkan oleh para shahabat. Di antaranya: ‘Abdullah bin ‘Abbas, ketika beliau berbicara tentang Al Qadariyyah :

“Demi Allah, tidaklah turun ayat:

“Rasakanlah oleh kalian adzab neraka Saqar Sesungguhnya segala sesuatu Kami ciptakan dengan ketetapan taqdir.” [Al Qamar : 48-49]

melainkan ditujukan kepada mereka. Mereka itu adalah sejelek-jelek umat ini, jangan kalian jenguk orang yang sakit di antara mereka, jangan kalian shalati orang yang mati dari kalangan mereka. Bila aku melihat salah seorang dari mereka, NISCAYA AKU AKAN MENCUNGKIL KEDUA MATANYA DENGAN DUA JARIKU INI.”

2. Al-Imam Muslim rahimahullah telah meriwayatkan dengan sanadnya dalam muqaddimah Shahih-nya (1/13) dari Mujahid bin Jabr berkata: Busyair Al-Adawi datang kepada Ibnu ‘Abbas, lalu mulailah dia membaca hadits dan berkata: “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.” Maka Ibnu ‘Abbas pun tidak mendengarkan haditsnya dan tidak memperhatikannya. Maka Busyair berkata: “Wahai Ibnu ‘Abbas, mengapa aku melihatmu tidak mendengarkan haditsku? Aku memberitakanmu hadits dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan engkau tidak mendengarkannya?” Maka Ibnu ‘Abbas menjawab: “Sesungguhnya dahulu apabila kami mendengar seseorang berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, maka pandangan kami tertuju padanya dan kami menyimaknya dengan telinga kami. Namun ketika manusia menunggangi yang sulit atau yang mudah (yakni semaunya dalam menyampaikan hadits, baik dengan cara yang baik atau yang jelek -ed), maka kami pun tidak mengambil (hadits) dari manusia kecuali dari yang kami kenal.”

Allahu a'lam bish shawab

Offline Mawas Diri

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 52
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 04 Agustus 2007, 23:18:07 »
@TS

Tahdzir adalah upaya yang dilakukan oleh orang 'alim untuk mengingatkan ummat yang awam dari penyimpangan yang dibawa oleh seseorang ataupun golongan. Dan tahdir adalah dimaksudkan agar agama ini tetap bersih dari penyimpangan yang akan menyesatkan manusia.

Tidaklah agama para nabi terdahulu menyimpang dan akhirnya hilang ajaran aslinya, kecuali ummat membuat kebid'ahan dan tidak ada yang mengingatkan.

Afwan, bagi antum yang gerah dengan tahdzir, maka di bawah ini adalah contoh tahdzir dari Nabi dan para 'ulama, yang mungkin Syaikh Rabbi mencontoh darinya.

Rasulullah  bersabda, tentang Dzul Quwaishirah (bapak moyangnya khawarij), yang memprotes Nabi ketika beliau membagi ghonimah :

1. "… akan keluar dari keturunan orang ini (Dzulkhuwaishirah) suatu kaum yang mereka itu ahli membaca Al Qur’an, namun bacaan tersebut tidaklah melewati tenggorokan mereka. Mereka melesat (keluar) dari (batas-batas) agama seperti melesatnya anak panah dari (sasaran) buruannya. Mereka membunuhi ahlul Islam dan membiarkan hidup (tidak mereka bunuh) ahlul Autsan (orang-orang kafir). Jika aku sempat mendapati mereka, akan aku bunuh mereka dengan cara pembunuhan terhadap kaum ‘Ad" [HR. Al Bukhari 3344, Muslim 1064; Abu Dawud 4764]

2. Rasulullah mensifati kaum khawarij dengan sifat-sifat yang buruk :

"Mereka adalah sejahat-jahat makhluk dan ciptaan". [HR. Muslim. No. 1067, dari Abu Dzarr]

"Khawarij adalah anjing-anjing neraka." [HR. Ibnu Majah (172) dari ‘Abdurrahman bin Abi Aufa]

3. Beliau  juga bersabda (dalam mensifati khawarij) sebagaimana dibawakan oleh Abu Umamah:

"Anjing-anjing neraka, anjing-anjing neraka, anjing-anjing neraka! Mereka ini sejelek-jelek orang yang dibunuh di bahwa kolong langit ini. Dan sebaik-baik orang yang terbunuh di bahwa kolong langit ini adalah orang-orang yang dibunuh oleh mereka." [HR. Ahmad, Ibnu Majah]

4. Beliau  juga bersabda bersabda:

"Maka jika kalian mendapati mereka (khawarij), perangilah mereka! Karena sesungguhnya orang-orang yang memerangi mereka akan mendapat pahala di sisi Allah pada hari kiamat." [Muttafaqun ‘alaihi]

5. Sikap keras beliau terhadap pengingkar taqdir (Al Qadariyyah) :

"Al Qadariyyah itu majusinya umat ini. Jika mereka sakit, maka jangan dijenguk, jika mereka mati, jangan disaksikan (dihadiri) jenazah mereka." [HR. Ibnu Abi ‘Ashim]

C. SEBAGIAN CONTOH TAHDZIR DARI PARA SAHABAT

1. Sikap keras dan tahdzir terhadap bid’ah dan ahlul bid’ah juga ditunjukkan oleh para shahabat. Di antaranya: ‘Abdullah bin ‘Abbas, ketika beliau berbicara tentang Al Qadariyyah :

“Demi Allah, tidaklah turun ayat:

“Rasakanlah oleh kalian adzab neraka Saqar Sesungguhnya segala sesuatu Kami ciptakan dengan ketetapan taqdir.” [Al Qamar : 48-49]

melainkan ditujukan kepada mereka. Mereka itu adalah sejelek-jelek umat ini, jangan kalian jenguk orang yang sakit di antara mereka, jangan kalian shalati orang yang mati dari kalangan mereka. Bila aku melihat salah seorang dari mereka, NISCAYA AKU AKAN MENCUNGKIL KEDUA MATANYA DENGAN DUA JARIKU INI.”

2. Al-Imam Muslim rahimahullah telah meriwayatkan dengan sanadnya dalam muqaddimah Shahih-nya (1/13) dari Mujahid bin Jabr berkata: Busyair Al-Adawi datang kepada Ibnu ‘Abbas, lalu mulailah dia membaca hadits dan berkata: “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.” Maka Ibnu ‘Abbas pun tidak mendengarkan haditsnya dan tidak memperhatikannya. Maka Busyair berkata: “Wahai Ibnu ‘Abbas, mengapa aku melihatmu tidak mendengarkan haditsku? Aku memberitakanmu hadits dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan engkau tidak mendengarkannya?” Maka Ibnu ‘Abbas menjawab: “Sesungguhnya dahulu apabila kami mendengar seseorang berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, maka pandangan kami tertuju padanya dan kami menyimaknya dengan telinga kami. Namun ketika manusia menunggangi yang sulit atau yang mudah (yakni semaunya dalam menyampaikan hadits, baik dengan cara yang baik atau yang jelek -ed), maka kami pun tidak mengambil (hadits) dari manusia kecuali dari yang kami kenal.”

Allahu a'lam bish shawab



Sebenare banyak yang tidak jelas di kita itu, makanya membuat banyak bingung umat. Misale, apa itu alhul bid'ah? Siapa yang dibilang ahlul bid'ah ? Siapa itu alim, gimana kriterianya ? Siapa itu khawarij ? Apakah semua yang tidak setuju dengan pemerintah disebut khawarij ? Misale orang Amerika muslim tidak setuju dengan George Bush, apa dia dibilang khawarij ? Lalu gimana dengan orang yang tidak setuju dengan Saddam Husein, kenapa tidak dibilang khawarij, padahal Saddam pernah sholat di depan rakyatnya ?

Banyak tuh yang tidak jelas...sementara hadits-haditsnya sangat keras, bilang anjing-anjing neraka, seburuk-buruk makhluk, perangi ke akar-akarnya, dst. Apa yang tidak setuju dengan pemimpin sekuler yang KTP-nya muslim bisa divonis pake hadits-hadits itu ? Menentang sekuler dihantam, jadi kita bela siapa dong ?

Banyak tuh...gak simple urusannye.

Offline kriukkriuk

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 273
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 07 Agustus 2007, 18:47:50 »
@akh abu abdillah
bgmn penilaian antum thd situs http://fakta.blogsome.com/ ?
apakah antum setuju sepenuhnya, setuju sebagian atau tdk setuju sepenuhnya thd isi situs tsb?
Pengen punya Maktabah Syamilah (Arab): Tafsir, Ulumul Qur'an, Fiqh, Tasawuh, Mushtalah Hadits, Sejarah, Kamus, Ensiklopedi, dsb?
Anda dapat nikmati dalam paket DVD 1800 Kitab + Upgrade ke 2000 kitab
Hub. saya via Private Message.

Offline tonitegarsahidi

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 365
  • Lokasi: asli di Ponorogo, Kuliah di Ilmu Komputer 05 Malang
  • Jenis kelamin: Pria
  • jadilah Umat Terbaik!!
    • Lihat Profil
    • Ayo mampir ke blog saya... :)
« Jawab #7 pada: 07 Agustus 2007, 21:32:09 »
ustadz, ulama, syaikh juga manusia
Dr rabi', bin Baz, Sayyid Quthb, N Albani, Utsaimin, Hassan Al Banna, mereka adalah manusia biasa
bukan malaikat, apalagi Tuhan. so pasti kesalahan adalah sesuatu yang wajar.
Taqlid buta pada mereka adalah satu hal yang menunjukkan kebodohan kita.

karena kita tidak beri'tibad pada ulama,
kita hanya beri'tibad pada Rasulullah...

yang kau contoh, yang kau dengar, dan yang kau ikuti  adalah orang yang akan membwamu ke Syurga
bukan Dr rabi', bin Baz, Sayyid Quthb, N Albani, Utsaimin, Hassan Al Banna, apalagi ustadzmu sekarang
tapi adalah Allah dan Rasulnya...

Offline azkaazi

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2006
  • Tulisan: 67
  • Cikaracak Ninggang Batu Laun-Laun Jadi Legok
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 22 Mei 2008, 11:44:24 »
masih seputar.....syaikh nya para SS yamani ekstrem.................hmmm kembali kita merenung lage.....
(abu muhammad at tamimi) 
Buruklah kalian,bila kalian mengambil manfaat dari kami,kemudian kalian membicarakan kami dan tidak MERAHMATI kami .?
Promosi blog orang : ihwansalafy.wordpress.com
                            adniku.wordpress.com