----- Bismillahirrohmaanirrohiim -----
Di situs internet bernama fakta.blogsome.com, inilah situs milik para pendusta, yang membeberkan rahasia-rahasia kelemahan umat Muslimin. Inilah situs musuh Islam, musuh gerakan dakwah Islam, semoga Allah menghancurkan usaha-usaha kotornya, Allohumma amin.
Di tempat itu terdapat tulisan berupa pujian Syaikh Robi’ bin Hadi ke markaz-markaz ilmu (semacam pesantren begitulah) di Yaman yang dibina oleh almarhum Syaikh Muqbil bin Hadi dan lainnya. Tulisan itu judulnya “TAZKIYAH ASY-SYAIKH ROBI’ UNTUK MARKAZ-MARKAZ AHLUS SUNNAH DI YAMAN”, ditulis oleh Asy-Syaikh Doktor Robi’ bin Hadi ‘Umair Al-Madkholiy hafizahullah. Begitulah yang tertulis disitu.
Saat sekarang ini kita tidak butuh rasa segan untuk mengkritik orang-orang seperti ini. Tanda-tanda kesesatan menampak dalam diri dan pikiran orang-orang itu. Alasan apalagi yang sepadan buat membela kebenaran orang-orang itu, sementara mereka tidak henti-hentinya berbuat zolim ke sesama Muslim. Kami bermaksud berbuat sedikit, misalnya memberi komentar atas pandangan Robi’ itu. Hasil kajiannya seperti saudara lihat di bawah ini:
Seseorang bertanya kepada Al ‘Allamah Robi’ As Sunnah hafidhohullah: Bagaimana kedudukan berbagai markiz (ma’had) yang didirikan oleh Asy Syaikh Al Alamah Muqbil bin Hadi Al Wadi’y semoga Allah merahmati beliau. Sebagian orang mulai menjelek-jelekkan dan mencela keberadaan markiz-markiz tersebut? Apakah nasihat antum kepada masyarakat Yaman di markiz-markiz tersebut?
Kritik : Siapa percaya Robi’ bin Hadi seorang ‘Allamah? Ya murid-muridnya sendiri, para pengikut fanatiknya. Apa sih karya terbagus Robi’ di bidang ilmiah yang manfaatnya diakui Muslimin dimana-mana? Karya Robi’ kebanyakan soal fitnah, menjelek-jelekkan orang mati, menjelek-jelekkan dai, menjelek-jelekkan organisasi Islam. Orang beginian disebut ‘Allamah, aneh bener.
Asy Syaikh Robi’ bin Hadi menjawab : Demi Allah, kami yakin bahwa markiz-markiz tersebut berada dalam kedudukan yang sebaik-baiknya, segala puji hanyalah untuk Allah semata.
Kritik : Robi’ ini shohibnya Syaikh Muqbil, jadi saling dukung-mendukung itu biasa. Kalo Syaikh Muqbil ditanya komentarnya tentang Robi’, beliau memuji dia, begitu juga kebalikannya. Segala puji hanyalah untuk Allah semata.
Robi’ : Markiz-markiz tersebut menjalankan dakwah kepada Allah, kepada tauhidullah, kepada keikhlasan dalam beragama kepada Allah juga mengajak (manusia) agar mengikuti nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka semangat dalam mendapatkan ilmu dan menyebarkan ilmu tersebut serta semangat dalam berdakwah kepada Allah Tabaaraka wa Ta’ala. Kegiatan mereka membuat bahagia dan menyejukkan dada kaum mukminin. Setiap mukmin yang jujur tentu berbahagia dengan keberadaan mereka. Sementara orang yang memiliki kebatilan dan hawa nafsu akan merasa sesak wal ‘iyaadzu billah.
Kritik : Apa yang menunaikan dakwah kepada Allah, kepada tauhidullah, kepada keikhlasan, Sunnah Nabi, dst. hanya markaz-markaz itu ? Kaum Muslimin di berbagai belahan dunia melakukannya, alhamdulillah. Robi’ berkata Kegiatan mereka membuat bahagia dan menyejukkan dada kaum mukminin. Setiap mukmin yang jujur tentu berbahagia dengan keberadaan mereka. Masya Alloh, apa buktinya Robi’ ? Jangan lupa ya, markaz-markaz itu juga mengajarkan fitnah dan permusuhan, lalu disebarkan ke seluruh dunia oleh orang-orang polos yang pernah belajar disitu. Markaz-markaz Syaikh Muqbil punya saham bagi rusaknya ukhuwah, hancurnya persahabatan, tumbuhnya kedengkian dan permusuhan antar pemuda-pemuda Islam, yang semua itu dikasih judul “pembelaan kepada As-Sunnah”. Kalau betul apa yang diakui itu, kenapa harus ada pertanyaan-pertanyaan tidak enak soal markaz-markaz itu ? Itu bukti bil hal, bukan pengakuan bil lisan. Pernyataan Robi’ itu juga meremehkan orang-orang muslim lainnya, sepertinya orang-orang yang tidak suka dengan markaz Syaikh Muqbil dianggapnya tidak mukmin. Begitu ya ? Orang-orang yang tidak suka/mendukung markaz Syaikh Muqbil masih dituduh lagi, selaku pemiliknya kebatilan & hawa nafsu & sesak dada. Harusnya Robi’ instropeksi, jangan-jangan dia sedang nuduh dirinya sendiri ya.
Robi’ : Di Dammaj sendiri, sebagaimana berita yang sampai kepada kami, jumlah mereka mencapai 5 ribu sampai 7 ribu (santri). Siang malam mereka bergelut dengan ilmu. Tidak ada hari libur di kalangan mereka. Baik pada hari raya atau di luar hari raya. Siang malam adalah ilmu. Berbagai macam ilmu mereka pelajari, ilmu hadits, tafsir, fiqh, nahwu dan ilmu-ilmu Islam lainnya, semoga Allah memberikan barokah kepada anda semua.
Kritik : Apa Robi’ belum pernah dengar bagaimana rupa keadaan kaum khawarij di Nahrawan seperti yang dituturkan Ibnu Abbas. Ibadah kaum khawarij menakjubkan, shalatnya, shoumnya, baca Al Qur’annya. Siapa bilang khawarij tidak belajar ilmu-ilmu seperti hadits, tafsir, fiqih, dst. ? Di jaman ini meskipun belum ada buku-buku, umat Islam sudah biasa belajar soal hadits, tafsir, dst. Jangan gampang terpancing oleh tampak zahir, tapi lihat juga akhlaknya ke sesama muslim, sebab kuncinya khawarij itu disesatkan karena kezoliman mereka ke kaum muslimin.
Robi’ : Semoga Allah memberikan taufiq kepada mereka demikian juga markiz-markiz yang lain (selain Dammaj), mereka memiliki semangat dan kesungguhan di dalam menyebarkan dakwah. Semua hal tersebut berjalan di atas pedoman salaf dari kezuhudan, kewaro’an dan iffah(menjaga kehormatan dan harga diri). Semua di atas pedoman salaf. Asy Syaikh Muqbil telah mendidik mereka dengan akhlak semacam ini.
Kritik : Jangan lupa Robi’, khawarij juga kaum Salaf, tapi bukan golongan yang soleh, melainkan yang dholal (sesat). Mereka juga zuhud, waro’, iffah. Contoh waro’-nya khawarij, ada seorang dari mereka nemukan sebutir korma di jalan, lalu dimakan. Korma belum ditelan orang itu sadar kalau korma itu tidak tahu siapa pemiliknya, maka buru-buru dimuntahkan kormanya.
Robi’ : Sehingga mereka tidak menundukkan kepala (membebek). Tidak pula menengadahkan tangan mereka (meminta-meminta) kepada jam’iyah hizbiyah yang menamakan diri sebagai Khoiriyah!! Yaitu yang mengulurkan tangan (memberi bantuan) hanya kepada orang-orang yang mau tunduk kepada mereka dan mengikuti tata-cara hizbiyyah yang bertentangan dengan manhaj salaf.
Kritik : Mereka tidak membebek ya, tapi mereka membebek ke syaikh-syaikhnya ? Apa itu bukan “bebek” juga ? Ya sama-sama “bebek”, hanya beda siapa yang “dibebekin”. Tidak semua orang kok meminta-minta sumbangan ke yayasan-yayasan Khoiriyah itu. Kalau kita minta juga tidak apa-apa, itu kan harta Umat Islam, bukan harta pribadi. Robi’ ini berperilaku sok suci, padahal murid-murid dia juga mengandalkan sumbangan-sumbangan, misal dari Robi’ dan kelompoknya. Robi’ ini benci kalau ada muslim yang dibantu yayasan-yayasan Islam, tetapi dia suka kalau muslim-muslim itu meminta bantuan ke dia, biar otaknya bisa dibentuk menjadi “Salafy” sesuai selera yang dia maui.
Robi’ : Mereka (markiz-markiz di Yaman) mengangkat kepala, tidak merasa hina dan tidak pula merasa tamak terhadap harta (bantuan) mereka (jam’iyah hizbiyyah). Justru mereka mau bersabar di dalam kesusahan dan kesenangan. Mereka mau bersabar dan bersyukur. Mereka mengingatkan kita kepada As Salaf Ash Sholih di dalam sifat tawakkal dan bergantung kepada Allah, sifat ‘iffah, siffat nazahah (membersihkan diri dari dosa) dan juga di dalam menyebarkan manhaj ini hanya karena wajah Allah Tabaaraka wa Ta’ala. Kita mengharap kepada Allah agar menganugerahkan keikhlasan untuk mereka.
Kritik : Ingat Robi’, khawarij dulu juga tidak mengandalkan dana dari siapapun, mereka hidup dengan dananya sendiri. Tidak ditemui bukti bahwa khawarij didanai orang-orang tertentu. Beda sama “Salafiyun” tertentu yang dihidupi pemodal tertentu buat merusak dakwah dan gerakan Islam, biar tidak bisa mengguncang kekuasaan politik (keluarga kerajaan Saudi).
Robi’ : Dan nasihat saya untuk mereka, agar mereka saling mencintai, saling bahu-membahu, saling menyayangi dan saling menjaga persaudaraan. Demikian pula agar mereka tidak memperdulikan ucapan ini dan itu. Karena musuh-musuh As Sunnah mengerahkan segala upaya dan tidak merasa lelah dan bosan untuk memecah belah dan merusak mereka. Musuh-musuh As Sunnah berusaha menyusupkan, di sini dan di sana, orang-orang yang menimbulkan sebab-sebab perpecahan, pertentangan dan perselisihan.
Kritik : Robi’ bilang kalo orang-orang yang tidak suka/benci dengan dakwah Syaikh Muqbil disebut musuh-musuh Sunnah. Ada apa ini ? Musuh Sunnah sama dengan musuh Islam, sebabnya Syariat Islam itu mana mungkin ada tanpa Sunnah ? Apa Robi’ tidak sadar kalau perkataan macam itu sudah mengkafirkan orang lain ? Atau orang ini sudah kebiasaannya macam begitu ? Orang macam Robi’ ini, tidak perlu dikasihani sedikit pun, senjatanya tidak lain, ialah menuduh orang lain memecah-belah Salafiyun. Sepertinya selain golongan mereka dianggap fasiq semua, kerjanya cuma memecah-belah kelompok muslim (Salafiyun). Kalau ada Salafiyun yang keluar dari ajaran aneh gini, kemudian lembut-lembut sama Muslim, dibilangnya keluar dari Sunnah. Mereka itu yang jelas-jelas memecah-belah syariat Islam, demi menolong keluarga kerajaan tertentu biar tetap menguasai negeri tertentu. Demi politik merusak syariat!
Robi’ : Maka nasihat untuk diriku dan mereka, agar mereka tidak memperdulikan orang-orang mufsidin yaitu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak berusaha untuk memperbaiki. Menjadi suatu hal yang membuat mereka (musuh-musuh As Sunnah) merasa sesak adalah tersebarnya sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tersebarnya manhaj salafy. Sehingga mereka mengupayakan berbagai cara untuk menghancurkan salafiyiin dan memecah belah mereka. Hendaknya mereka benar-benar berhati-hati dari tipu daya musuh-musuh As Sunnah.
Kritik : Robi’ tidak pantas memberi nasehat, dia malah harus dinasehatin. Setiap kata yang keluar dari mulutnya tidak lepas dari fitnah-fitnah yang mengeruhkan kehidupan muslim. Orang ini banyak merusak kehidupan muslim dan syariatnya, maka pantas disebut mufsidun/orang perusak. Yang mufsidun itu dirimu Robi’, lihat berapa banyak pertikaian melanda umat Muslim di dunia karena tulisan dan ceramah-ceramahmu yang membakar permusuhan antar sesama Muslim. Robi’ termasuk orang yang sudah tidak takut sama Allah, dia tidak henti-hentinya menuduh orang lain, padahal dia itu yang sebenarnya lebih cocok dituduh selaku musuh Sunnah, musuh Syariat, musuh Islam.
Robi’ : Kita memohon kepada Allah agar Dia mengokohkan kita dan (tentunya) di atas As-Sunnah. Sesungguhnya Rabb kita Maha mendengar doa. Shalawat Allah dan salam semoga tercurah untuk Nabi kita Muhammad, para pengikutnya dan para Shahabatnya.
Kritik : Kami memohon kepada Allah agar Dia mengokohkan Ummat Islam dan (tentunya) di atas As-Sunnah. Sesungguhnya Rabb Ummat Islam Maha mendengar doa. Shalawat Allah dan salam semoga tercurah untuk Nabi Ummat Islam Muhammad, para pengikutnya dan para Shahabatnya.
Penerjemah: Abu Nashim Mukhtar bin Rifa’i Al-Buthony. Editor: Abul Faruuq Al-Andunisy. Dammaj, 12 Rabiul Awwal 1427. Sumber: Abdurrahman.wordpress.com. Tazkiyah Asy-Syaikh Robi’ Untuk Markaz-markaz Ahlus Sunnah Di Yaman.
Kritik : Terserah deh mau diambil dari mana aja tulisan macam itu, yang penting membantah Syaikh Robi’ dan pengikut-pengikutnya itu termasuk amar makruf nahi munkar. Orang macam begitu besar permusuhannya buat kaum Muslimin, besar permusuhannya ke para dai di jalan Allah. Apalagi sebenarnya Robi’ Cs. itu bekerja demi memperkuat posisi keluarga kerajaan di negara tertentu. Karena takut kekuasaannya digoyang gerakan Islam, lalu nyewa ulama-ulama su’ untuk memperkuat diri. Lihat aja, tidak satu pun paham Robi’ itu yang merugikan keluarga kerajaan itu. Tidak usah lelah dan jemu menghadapi manusia-manusia macam begini. Disini ada pahala amar makruf nahi munkar. Maaf, kami tidak hormat sama Robi’, sebab dia memang tidak pantas diberi hormat. Sekian dari kami. Wallahu’alambisshowab.
/// Oleh : JJ. Junaedy.
N.B.: Makasih buat ikhwan yang udah membantu. Syukron !