Penulis Topik: Bukti Empiris, Geosentris vs Heliosentris  (Dibaca 11257 kali)


Offline Abu Zam Zam

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 39
    • Lihat Profil
« pada: 05 November 2007, 04:34:11 »
Membaca beberapa thread, tentang diskusi [baca:debat (kusir???)] tentang geosentris dan heliosentris.
Silakan posting di sini tentang BUKTI EMPIRIS, dari masing masing kubu. Kalo dari sisi nash, sebaiknya posting saja di thread sebelah.

Sesungguhnya pembicaraan 'klasik' lebih dari 22 abad lalu sampai sekarang ini, sama-sama berasal dari orang kafir, jadi mohon tidak saling mempermasalahkan "pendapat ini didukung pihak gereja" ataupun "teori yang itu didukung orang atheis" karena  masalah science termasuk urusan dunia.


Offline jandiar

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.010
  • Jangan tafrith, jangan ghuluw...
    • Lihat Profil
    • SHARF - Sharia Finance
« Jawab #1 pada: 05 November 2007, 12:07:16 »
Yang jadi masalah sih bukan di geocentris atau heliocentris, tapi di EGOsentris. Lanjut...

Offline Kang Maman

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.779
  • Jenis kelamin: Pria
  • Budak sayah pangkasepna,Kumaha we saya keur leutik
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 05 November 2007, 13:27:55 »
Membaca beberapa thread, tentang diskusi [baca:debat (kusir???)] tentang geosentris dan heliosentris. Silakan posting di sini tentang BUKTI EMPIRIS, dari masing masing kubu. Kalo dari sisi nash, sebaiknya posting saja di thread sebelah.

Yang bilang "debat kusir" siapa om?  Dari sisi pandangan saya seh justru Om Abu pengennya "debat dalil".

Kutip
Sesungguhnya pembicaraan 'klasik' lebih dari 22 abad lalu sampai sekarang ini, sama-sama berasal dari orang kafir, jadi mohon tidak saling mempermasalahkan "pendapat ini didukung pihak gereja" ataupun "teori yang itu didukung orang atheis" karena  masalah science termasuk urusan dunia.

Eit, 22 abad yang lalu ?
Apa nggak kelamaan tuh, faham geosentris kan mulai abad ke 17, tahun 1600-an.

Kalau mau membuktiin, minta bukti,  gampang seh,tapi ada tapinya, perlu dana yang besar, yaitu Mas Abu Zam Zam ikut "nebeng" jadi pilot pesawat ulang alik misalnya challanger.

Kalau hanya penjelasan tulisan, sampai 7 musim juga nggak akan  "link & match".
"tali Allah adalah bersuci dan berbuat kebaikan"

Offline rawins

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 370
  • Lokasi: Nusakambangan
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 05 November 2007, 17:21:36 »
Setuju, kang.
Secara science semua sudah sepakat bumi yang muterin matahari. Kalo secara dalil memang masih dalam perdebatan. Trus musti gimana atuh?

Wassalam

Offline Mas-To

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.227
  • Lokasi: Delft
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hmmmm.........
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 05 November 2007, 18:48:51 »
@ kang maman
sebenarnya gak perlu ikut nebeng chalengger siy
pergi aja ke iran, lihat percobaan pendulum foucault yang ada di universitas disono

dengan bukti jelas bahwa bumi itu berputar pada porosnya dari eksperimen tersebut, runtuhlah dasar2 yang mereka pakai sebagai pendukung teori GEOsentris

banyak tulisan dan artikel mengenai hal ini, tapi ya seperti kata anda
-----Kalau hanya penjelasan tulisan, sampai 7 musim juga nggak akan  "link & match"----

dan IMHO, sepertinya GEOsentris tidak punya bukti empirik yang tidak terbantahkan

nungguin bukti empirik dari geosentris......
Saya hanyalah manusia yang sok tahu dalam dunia Allah yang penuh pengetahuan, yang terungkap maupun yang tersembunyi.
maafkan ketidaktahuan saya... %p

Offline Justice 4 All

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 5.506
    • Lihat Profil
    • My Multiply
« Jawab #5 pada: 05 November 2007, 19:22:14 »
Nggak perlu ke Iran, tetangga kita Thailand juga punya.

List yang punya pendulum Foucault:

http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Foucault_pendula

Berikut penjelasan teori tentang pendulum tersebut;

http://en.wikipedia.org/wiki/Foucault_pendulum

Animasinya:



dan

« Edit Terakhir: 05 November 2007, 19:25:31 oleh Justice 4 All »
Jawaban atas Syubhat yang Dituduhkan kepada Dakwah Tarbiyah

Updated! Latest article: Fatwa Syaikh Albany dan Syaikh Nashir As-Sa'di tentang Pemboikotan Musuh Islam


Offline Mas-To

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.227
  • Lokasi: Delft
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hmmmm.........
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 06 November 2007, 09:17:45 »
@atas
tapi kan dosen di thailand gak bisa menghubungkan percobaan ini dengan dalil yang jadi pegangan mereka
jadi menurut saya lebih afdol kalo ke iran sono

blom ada yg nulis bukti empirik GEOsentris yah....
Saya hanyalah manusia yang sok tahu dalam dunia Allah yang penuh pengetahuan, yang terungkap maupun yang tersembunyi.
maafkan ketidaktahuan saya... %p

Offline Justice 4 All

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 5.506
    • Lihat Profil
    • My Multiply
« Jawab #7 pada: 06 November 2007, 10:17:41 »
@atas

Lah, bagi mereka yang berpaham geosentris kayaknya kebanyakan menganggap sebagian (atau kebanyakan?) orang Iran yang Rafidhah itu kafir, gimana dong? Sama saja khan? ^-^

Atau mungkin di Pakistan saja?

Pakistan

    * Museum of Science and Technology, Lahore,

Bukti empiris Geosentris? Wah kalau ada bakal menarik sekali ^-^
Jawaban atas Syubhat yang Dituduhkan kepada Dakwah Tarbiyah

Updated! Latest article: Fatwa Syaikh Albany dan Syaikh Nashir As-Sa'di tentang Pemboikotan Musuh Islam


Offline Justice 4 All

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 5.506
    • Lihat Profil
    • My Multiply
« Jawab #8 pada: 06 November 2007, 10:35:28 »
Pendulum Foucault, barangkali merupakan bukti empiris pertama tentang rotasi bumi. Sebelumnya barangkali baru ada di atas kertas, dari hasil perhitungan.

Nah yang kedua, di jaman modern ini, adalah satelit geostasioner. Sudah mafhum, bahwa satelit geostasioner berada di orbit geostationer (ketinggian sekitar 36000 km), dan ada pada equator. Kalau dari darat, akan terlihat satelit tersebut melayang diam di angkasa.

Nah bagi yang tidak percaya dengan rotasi bumi, bagaimana menjelaskan fenomena tersebut? (Kita nggak perlu dulu susah-susah cerita tentang bagaimana sejarahnya satelit tersebut diluncurkan)

I. Mestinya kita semua percaya dengan hukum gravitasi. Kalau ada apel dilepaskan dari menara Eiffel, maka ia akan jatuh dengan percepatan g. Demikian juga kalau ada barang yang diletakkan di ketinggian 36000 km dan diam, mestinya barang tersebut akan jatuh tertarik gaya gravitasi.
(Kecuali kalau ada yang bilang, di 36000 km, nggak ada gaya gravitasi, wah gawat).

II. Kalau poin I sepakat, nah kenyataannya satelit tetap ada di orbitnya, tidak jatuh. Kalau satelit itu diam (=bumi itu juga diam tidak berotasi), mestinya si satelit harus pakai roket terus menerus, untuk mendorongnya keatas supaya tidak jatuh. Nah kenyataannya tidak. Bagaimana penganut teori bumi tidak berotasi menjelaskannya?

« Edit Terakhir: 08 November 2007, 21:05:58 oleh Justice 4 All »
Jawaban atas Syubhat yang Dituduhkan kepada Dakwah Tarbiyah

Updated! Latest article: Fatwa Syaikh Albany dan Syaikh Nashir As-Sa'di tentang Pemboikotan Musuh Islam


Offline jandiar

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.010
  • Jangan tafrith, jangan ghuluw...
    • Lihat Profil
    • SHARF - Sharia Finance
« Jawab #9 pada: 06 November 2007, 14:01:40 »
Mungkin ada yang mau konfirmasi langsung ke saudara muslim serumpun kita Dr Mustapha yang barusan mendarat di ISS setelah menumpang Soyuz di orbit selama 47 jam dan mengelilingi bumi sebanyak 700 kali?

Offline Justice 4 All

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 5.506
    • Lihat Profil
    • My Multiply
« Jawab #10 pada: 06 November 2007, 16:54:54 »

Masih menunggu para pakar geosentris join kesini......
Jawaban atas Syubhat yang Dituduhkan kepada Dakwah Tarbiyah

Updated! Latest article: Fatwa Syaikh Albany dan Syaikh Nashir As-Sa'di tentang Pemboikotan Musuh Islam


Offline Abu Zam Zam

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 39
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 06 November 2007, 19:40:37 »
Yang jadi masalah sih bukan di geocentris atau heliocentris, tapi di EGOsentris. Lanjut...

plesetan yang bagus, tapi nanggung, maka saya sempurnakan,
EGOsentris vs HELLsentris, hi..hi..

Kutip
Eit, 22 abad yang lalu ?
Apa nggak kelamaan tuh, faham geosentris kan mulai abad ke 17, tahun 1600-an.

He he .. Kang Maman ini rupanya nggak baca sejarah,

Heliosentris klasik di awali oleh Phytagoras sekitar abad ke-6 SM mengeluarkan pendapat bumi itu bulat, berlawanan dengan pendapat Thales bahwa bumi itu datar. Ia juga berpendapat bahwa bumi berputar sehingga benda langit terlihat berputar terhadap bumi. (Heliosentris)

Geosentris klasik muncul di Yunani, adalah Aristoteles (384-322 BC) dalam bukunya Physica, megeluarkan pendapat bahwa bumi diam, berbentuk bulat, pusat jagad raya, bulan, bintang, matahari berputar mengelilingi bumi. (Geosentris)

Heraclides (330 B.C.) menguatkan pendapat geosentris ini. Bumi di tengah sebagai pusat sementara bulan, venus, merkurius, matahari, mars, Jupiter, dan saturnus mengelilingi bumi. (pada jaman itu belum ditemukan uranus dan neptunus)

Aristarchus (270 B.C.) menguatkan pendapat heliosentris. Matahari di tengah sebagai pusat, merkurius, venus, bumi, mars, Jupiter, dan saturnus mengelilingi matahari, sementara bulan mengelilingi bumi.

Hipparchus pada abad ke-1 SM menguatkan geosentris system. Ia menyatakan bahwa Bumi itu diam, dan Matahari, Bulan, serta planet-planet lain mengelilingi Bumi (geosentris).

Sistem geosentris ini disempurnakan oleh Ptolomeus abad ke-2 M dalam bukunya berjudul Syntaxis dan lebih dikenal sebagai sistem Ptolomeus. Inilah akhir era astronomi klasik di Yunani. Dan Ptolomy System ini dianut selama sekitar 13 abad.
Ptolomeus berhasil menjelaskan gerak retrograde planet melalui gerak epicycle.

Copernicus (1512) menguatkan kembali heliosentris, ia mengatakan  Matahari di tengah sebagai pusat, merkurius, venus, bumi, mars, Jupiter, dan saturnus mengelilingi matahari dengan garis edar berbentuk bulat , sementara bulan mengelilingi bumi.

Tycho Brahe, seorang ilmuwan geosentris, meneliti dan mengitung pergerakan bintang dan planet dengan sangat teliti. Berdasarkan data yang ia peroleh, ia membuktikan bahwa baik Ptolemaic maupun Copernican system, keduanya tidak dapat di pertahankan. Pada tahun 1584, berdasar hasil pengamatannya, ia berhasil menyusun model tata surya baru yang lebih akurat. Yaitu bumi di tengah sebagai pusat, bulan dan matahari beredar mengelilingi bumi, sementara planet-planet mengelilingi matahari. Terkenal dengan system Tychonic. Inilah awal Geosentris modern.

Berdasarkan data dari Tycho Brahe, model heliosentris Copernicus disempurnakan oleh Kepler (1609) bahwa garis edar planet berbentuk elips. Didukung pula oleh Galileo dan Newton. Maka lahirlah heliosentris modern (atau asentris?)

=catatan= Sejak Newton mengeluarkan hukum Newton, bahwa benda yang bermassa kecil mengelilingi benda bermassa besar, maka sesungguhnya runtuhlah heliosentris, dan muncullah asentris, yakni pendapat bahwa matahari mengelilingi 'sesuatu' yang lain yang lebih besar.



Offline Justice 4 All

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 5.506
    • Lihat Profil
    • My Multiply
« Jawab #12 pada: 06 November 2007, 19:44:35 »
Tentang orbit geostasioner, informasi bisa dilihat di:

http://en.wikipedia.org/wiki/Geostationary_orbit

Disana juga dibahas bagaimana perhitungannya kok ketinggian orbit ini 35.786 km. Kemudian supaya satelit bisa bertahan di orbit tersebut, berapa kecepatan yang harus dimiliki, yakni 3.07 km/detik.

Lihat juga:

http://en.wikipedia.org/wiki/Orbital_period

Jawaban atas Syubhat yang Dituduhkan kepada Dakwah Tarbiyah

Updated! Latest article: Fatwa Syaikh Albany dan Syaikh Nashir As-Sa'di tentang Pemboikotan Musuh Islam


Offline Abu Zam Zam

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 39
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 06 November 2007, 19:51:03 »
Kalau mau membuktiin, minta bukti,  gampang seh,tapi ada tapinya, perlu dana yang besar, yaitu Mas Abu Zam Zam ikut "nebeng" jadi pilot pesawat ulang alik misalnya challanger.

Masalahnya di sini kang maman, bukan masalah dana, tapi masalah static reference frame-nya. Kalau kita mau melihat sesuatu itu bergerak atau diam, maka kita harus diam. Sedangkan kalau nebeng pesawat ulang alik challenger, pesawat itu tentu bergerak bukan?

Offline Justice 4 All

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 5.506
    • Lihat Profil
    • My Multiply
« Jawab #14 pada: 06 November 2007, 19:52:39 »
Sebenarnya disini ada dua topik yang relevan:

1. Apakah bumi berotasi?

2. Apakah bumi mengelilingi bumi?

Sebelum terjadi debat kusir, maka perlu ada penyamaan persepsi tentang istilah dulu. Apa itu Geocentris, apa itu Heliocentris.

Misalnya Heliocentris, apakah ini berarti:

1. Matahari adalah pusat alam semesta?

2. Matahari adalah pusat tata surya?
  --- Apakah pusat tata surya berarti matahari betul-betul center dari lingkaran tata surya?
  --- Apakah bentuk orbit planet adalah lingkaran atau elips?
  --- Apakah matahari terletak di salah satu fokus elips tersebut? Ataukah ini hanya pendekatan, karena massa planet tidak bisa diabaikan?

Kemudian untuk Geocentris, apakah ini berarti?

1. Bumi adalah pusat alam semesta?

2. Bumi adalah pusat tata surya? (Matahari, bulan, planet dan benda angkasa lain mengorbit bumi)

3. Bumi diputari oleh matahari dan bulan, tetapi planet yang lain mengelilingi matahari dalam bentuk ellips (model Tyco Brahe)?

4. Atau yang lain-lain? LIhat http://en.wikipedia.org/wiki/Modern_geocentrism (Sekadar penekanan, modern geosentris tidaklah dianggap sebagai science, tetapi pseudoscience).

Dll, karena kalau definisinya nggak sama, hampir pasti akan terjadi debat kusir.

Saya menyarankan kita menjawab dulu poin pertama:

1. Apakah bumi berotasi?
« Edit Terakhir: 06 November 2007, 20:48:21 oleh Justice 4 All »
Jawaban atas Syubhat yang Dituduhkan kepada Dakwah Tarbiyah

Updated! Latest article: Fatwa Syaikh Albany dan Syaikh Nashir As-Sa'di tentang Pemboikotan Musuh Islam