Yang jadi masalah sih bukan di geocentris atau heliocentris, tapi di EGOsentris. Lanjut...
plesetan yang bagus, tapi nanggung, maka saya sempurnakan,
EGOsentris vs HELLsentris, hi..hi..
Eit, 22 abad yang lalu ?
Apa nggak kelamaan tuh, faham geosentris kan mulai abad ke 17, tahun 1600-an.
He he .. Kang Maman ini rupanya nggak baca sejarah,
Heliosentris klasik di awali oleh Phytagoras sekitar abad ke-6 SM mengeluarkan pendapat bumi itu bulat, berlawanan dengan pendapat Thales bahwa bumi itu datar. Ia juga berpendapat bahwa bumi berputar sehingga benda langit terlihat berputar terhadap bumi. (Heliosentris)
Geosentris klasik muncul di Yunani, adalah Aristoteles (384-322 BC) dalam bukunya Physica, megeluarkan pendapat bahwa bumi diam, berbentuk bulat, pusat jagad raya, bulan, bintang, matahari berputar mengelilingi bumi. (Geosentris)
Heraclides (330 B.C.) menguatkan pendapat geosentris ini. Bumi di tengah sebagai pusat sementara bulan, venus, merkurius, matahari, mars, Jupiter, dan saturnus mengelilingi bumi. (pada jaman itu belum ditemukan uranus dan neptunus)
Aristarchus (270 B.C.) menguatkan pendapat heliosentris. Matahari di tengah sebagai pusat, merkurius, venus, bumi, mars, Jupiter, dan saturnus mengelilingi matahari, sementara bulan mengelilingi bumi.
Hipparchus pada abad ke-1 SM menguatkan geosentris system. Ia menyatakan bahwa Bumi itu diam, dan Matahari, Bulan, serta planet-planet lain mengelilingi Bumi (geosentris).
Sistem geosentris ini disempurnakan oleh Ptolomeus abad ke-2 M dalam bukunya berjudul Syntaxis dan lebih dikenal sebagai sistem Ptolomeus. Inilah akhir era astronomi klasik di Yunani. Dan Ptolomy System ini dianut selama sekitar 13 abad.
Ptolomeus berhasil menjelaskan gerak retrograde planet melalui gerak epicycle.
Copernicus (1512) menguatkan kembali heliosentris, ia mengatakan Matahari di tengah sebagai pusat, merkurius, venus, bumi, mars, Jupiter, dan saturnus mengelilingi matahari dengan garis edar berbentuk bulat , sementara bulan mengelilingi bumi.
Tycho Brahe, seorang ilmuwan geosentris, meneliti dan mengitung pergerakan bintang dan planet dengan sangat teliti. Berdasarkan data yang ia peroleh, ia membuktikan bahwa baik Ptolemaic maupun Copernican system, keduanya tidak dapat di pertahankan. Pada tahun 1584, berdasar hasil pengamatannya, ia berhasil menyusun model tata surya baru yang lebih akurat. Yaitu bumi di tengah sebagai pusat, bulan dan matahari beredar mengelilingi bumi, sementara planet-planet mengelilingi matahari. Terkenal dengan system Tychonic. Inilah awal Geosentris modern.
Berdasarkan data dari Tycho Brahe, model heliosentris Copernicus disempurnakan oleh Kepler (1609) bahwa garis edar planet berbentuk elips. Didukung pula oleh Galileo dan Newton. Maka lahirlah heliosentris modern (atau asentris?)
=catatan= Sejak Newton mengeluarkan hukum Newton, bahwa benda yang bermassa kecil mengelilingi benda bermassa besar, maka sesungguhnya runtuhlah heliosentris, dan muncullah asentris, yakni pendapat bahwa matahari mengelilingi 'sesuatu' yang lain yang lebih besar.