Penulis Topik: Dapatkah Syariat Islam Tegak Tanpa Tegaknya dulu Akidah Islamiyah?  (Dibaca 821 kali)


Offline aawahyu

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 130
    • Lihat Profil
« Jawab #90 pada: 16 April 2008, 13:49:32 »
ORANG BERILMU TIDAK ADA JAMINAN BUAT AMAL AGAMA

CONTOHNYA. SEMUA ORANG ISLAM TAU AKAN ILMU SHOLAT BERJAMAAH LEBIH BAEK DRPD DI RUMAH TTP umat SKR INI UMAT ISLAM TIDAK MAMPU AMAL.

AMAL AGAMA AKAN WUJUD BILA ADA IMAN DAN IMAN AKAN WUJUD BILA ADA PENGORBANAN BUAT AGAMA,

dengan usaha dakwah kita mencari iman, memperbaiki diri, silahturohmi untuk agama


TUJUAN HIDUP DI DUNIA

1. MELURUSKAN IMAN
2. MENYEMPURNAKAN IBADAH
3. MEMIKIRKAN UMAT DI SEKITAR KITA
4. MEMIKIRKAN UMAT DI SELURUH ALAM

AGAMA ISLAM ROHMATAN LIL ALAMIN

AGAR WUJUD RAHMAT KE SELURUH ALAM KITA HARUS KELILING DUNIA DENGAN DIRI HARTA DAN WAKTU BUAT DAKWAH.

islam tidak di bawa oleh angin / air / burung apalagi dengan majalah2 buku2  dan apalagi perdebatan2 ttp agama akan wujud dengan di bawa oleh orang2 yang mujahadah dalam agama pengorbanan untuk agama.

Offline refleksi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 1.523
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #91 pada: 16 April 2008, 14:40:41 »
Sebaiknya thread ini diganti judulnya, menjadi DAPATKAH NEGARA ISLAM TEGAK TANPA TEGAKNYA DULU AKIDAH ISLAMIYAH? (mungkin refleksi begitu maksudnya?)

sebab -dahulu menurut para mutaqaddimin- syariah itu ya jalan hidup (Islam), ya aqidahnya, fiqih, jina'i, akhlak, muamalah, dll ... baru zaman belakangan pembagian-pembagian itu untuk memudahkan pengkajian ...

Nah sekarang'kan, maknanya menyempit, jika dikatakan 'TEGAKKAN SYARIAH!!' biasanya kita memandang tegakkan pidana Islam atau dengan kata lain gunakan hukum  Islam ...

Padahal, bukan cuma itu, tetapi juga

 bagiamana mendidik anak dengan Islam, ..
Berdagang cara islam ...
Menuntut Ilmu cara islam ..
Berdiskusi cara Islam ...
Akhlak cara islam ..
Berpakaian cara Islam ..
Nikah dan berumahtangga cara islam ..
Bagaimana islam mennyikapi koruptor ...
bagaimana Islam menyikapi peperangan..
Bagaimana Islam menyikapi penjajahan ..

dan lain-lain .. itu semua juga Syariah ...  tentunya kita pun tidak melupakan undang-undang negara, hukum peradilannya, juga sesuai Islam ...nah jadi, syariat islam bisa di seluruh sisi kehidupan ...



ya tidak perlu karena orang sekarang bicara syariat islam yang mereka maksud negara islam..Hukum potong tangan dan rajam. (hudud)...ya bicara hakiki aqidah juga masuk syariat islam

tapi sekali lagi kan di sesuai kan dengan konteks yang difahami orang saat ini...
jadi ga masalah toh kita sesuai kan dengan penyempitan makna yang di kembangkan orang saat ini...

Orang kafir aja Bangga dan PD pake Bikini & Rok Mini
(udah kaya Binatang)....
Masa Muslim malu kalau pake Busana Muslim + Sunnah Jenggot dan Tidak Isbal

Kite Musti Bangga Ama Ciri Khas KITA...dan Ga Niru Ciri Khas ORANG KAFIR

Offline aawahyu

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 130
    • Lihat Profil
« Jawab #92 pada: 16 April 2008, 14:54:36 »
AL QUR'AN TIDAK PERNAH ADA AYAT UNTUK MENDIRIKAN NERAGA ISLAM TETAPI BAGAIMANA IMAN UMAT ISLAM ITU LURUS DAN IBADAH SEMPURNA MENGIKUTI NABI MUHAMMAD SAW.

APA YANG DI PIKIRKAN DAN DI RISAUKAN NABI ADALAH BAGAIMANA SELURUH UMAT NABI MUHAMMAD ITU DAPAT TAAT PADA ALLOH DAN MASUK SURGA, SYARIAT GA AKAN TEGAK SEBELUM AQIDAH UMAT MASIH BELUM LURUS.

SELAMA DI HATI-HATI UMAT MASIH ADA YAKIN KEPADA MAKHLUK MAKA AQIDAH BELUM LURUS APABILA MERASA MASIH YAKIN KALO OBAT DAPAT MENYEMBUHKAN SAKIT DAN MAKANAN DAPAT MENGENYANGKAN MAKA ITU AQIDAH YANG SALAH

OBAT TIDAK DAPAT MENYEMBUHKAN PENYAKIT
OBAT BERHAJAT PADA ALLOH
ALLOH KUASA MENYEMBUHKAN SAKIT TANPA OBAT

Offline kuringtea

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 2.834
  • Lokasi: Bandung-bogor-bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
  • Inspirasi "mujahid" dilampu motorku
    • Lihat Profil
    • www.perisaidakwah.com
« Jawab #93 pada: 16 April 2008, 15:02:04 »
Atas,@aa wahyu,brangkali "amal"sederhana yg antm bisa lakukan adlh mengecilkan ukuran huruf postingan.dgn tidak lg menekan caplock.afwan:-)
Sahabat ‘Umar Ibn al-Khaththab berkata,

“Bukanlah orang yang berakal itu adalah yang dapat mengetahui kebaikan dari keburukan, namun orang yang berakal adalah yang mampu mengetahui yang terbaik dari dua keburukan.”

[ Raudhatul Muhibbin,hal 8)
Mangga mampir di : makadir.wordpress.com

Offline Ibnu Abdul Shomad

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2007
  • Tulisan: 144
    • Lihat Profil
« Jawab #94 pada: 16 April 2008, 15:11:19 »
AL QUR'AN TIDAK PERNAH ADA AYAT UNTUK MENDIRIKAN NERAGA ISLAM TETAPI BAGAIMANA IMAN UMAT ISLAM ITU LURUS DAN IBADAH SEMPURNA MENGIKUTI NABI MUHAMMAD SAW.

APA YANG DI PIKIRKAN DAN DI RISAUKAN NABI ADALAH BAGAIMANA SELURUH UMAT NABI MUHAMMAD ITU DAPAT TAAT PADA ALLOH DAN MASUK SURGA, SYARIAT GA AKAN TEGAK SEBELUM AQIDAH UMAT MASIH BELUM LURUS.

SELAMA DI HATI-HATI UMAT MASIH ADA YAKIN KEPADA MAKHLUK MAKA AQIDAH BELUM LURUS APABILA MERASA MASIH YAKIN KALO OBAT DAPAT MENYEMBUHKAN SAKIT DAN MAKANAN DAPAT MENGENYANGKAN MAKA ITU AQIDAH YANG SALAH

OBAT TIDAK DAPAT MENYEMBUHKAN PENYAKIT
OBAT BERHAJAT PADA ALLOH
ALLOH KUASA MENYEMBUHKAN SAKIT TANPA OBAT


bagaimana syariat islam mau tegak kalo mematuhi peraturan agar jangan menulis dengan huruf besar semua saja tidak bisa?

Offline abie1102

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 8.230
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #95 pada: 16 April 2008, 15:29:06 »
@2 diatas

nohok bangets sih ...


Offline exblopz

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 5.083
  • Lokasi: Malang
  • Jenis kelamin: Pria
  • Pingin ke Masjid Nabawi
    • Lihat Profil
    • Abu Aisyah Official Web Site
« Jawab #96 pada: 16 April 2008, 16:14:03 »
teman-teman, ini peringatan terakhir dari saya.
Pernahkah saya memanggil anda dengan sebutan yang jelek? Pernahkah saya memanggil anda dengan sebutan yang tidak anda sukai?
Begitu juga kepada anda-anda yang berada di thread ini, apa sih tujuan ada thread ini? Diskusi bukan? Anda tahu apa itu diskusi? Kalau anda tahu apa itu diskusi, maka saya harap tidak akan ada lagi perlakuan serupa.

memanggil teman anda dengan sebutan yang tidak disukainya sangat tidak disukai oleh rasululloh shallallahu'alaihi wa sallam. Apa pantas sih sebutan "DUL", dan sejenis lainnya.

Saya tahu ada yang tidak suka dengan postingan seseorang di sini, tapi gunakanlah cool head. Tulislah tulisan yang baik, yang bisa diterima banyak orang.

Kalau nggak terlalu penting jangan gunakan Capslock (huruf besar). Semua orang bisa membaca terkecuali memang yang nggak bisa baca. Ini bukanlah sebuah hukum tapi etika.

Back to topic:
@kipli
Siapakah yang berhak mengkafirkan seseorang?
http://alatsari.wordpress.com/
http://www.abuaisyah.org/
join blogger malang di blogger-ngalam@googlegroups. com

Offline aawahyu

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 130
    • Lihat Profil
« Jawab #97 pada: 16 April 2008, 16:30:35 »
astaqfirulloh

maafkan kekhilafan saya dalam menulis saya terlalu bersemangat jd ga liat kalo cap lock nyala.


Offline abie1102

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 8.230
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #98 pada: 16 April 2008, 16:37:55 »
@atas

iya dimaapin ...

perlu diketahui ttg netiket, bahwa tulisan di-CAPS itu bisa bermakna teriakan. Jadi kalo baca tulisan di-atas kayak lagi ngomong di alas (hutan) :)

anyway, syukran jazakallah nasihatnya ...


Offline refleksi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 1.523
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #99 pada: 16 April 2008, 16:39:11 »
Jadi bukankah jika kita melihat suatu bentuk kekafiran yang nyata, apakah vonis
kafir itu serta-merta ada di mulut kita?

lalu kita tunjuk hidung orang itu dan berbicara
"kamu KAFIR"

gimana bung klipi...

Kan harus dilihat dulu ada tidak mawani' atau penghalang pengkafiran...

tuh jadi di ulang-ulang masalahnya...
Orang kafir aja Bangga dan PD pake Bikini & Rok Mini
(udah kaya Binatang)....
Masa Muslim malu kalau pake Busana Muslim + Sunnah Jenggot dan Tidak Isbal

Kite Musti Bangga Ama Ciri Khas KITA...dan Ga Niru Ciri Khas ORANG KAFIR

Offline aawahyu

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 130
    • Lihat Profil
« Jawab #100 pada: 16 April 2008, 16:45:36 »
bagaimana sekarang ini kita pikirkan orang-orang kafir dapat masuk islam dan taat pada alloh. dan kita senantiasa pikirkan bagaimana agar manusia di dunia ini dapat islam.

georce bush belum islam maka tugas kita mendakwahkan islam agar bush masuk islam tp kalo kita belun dakwah pada bush kita akan di tuntut besuk di akherat oleh bush,

yang terpenting dakwah itu berjamaah jadi kalo kita blm sampai ke amerika / eropa ttp tmn2 dr Pakistan, bankladesh dll  dah sampai ke amerika/ eropa. Kerja dakwah dengan berjamaah,

kita tidak bisa membiarkan kafir lantas kita menghinakan, insya alloh !!!

Offline kipli

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 322
    • Lihat Profil
« Jawab #101 pada: 16 April 2008, 18:07:04 »
@kipli
Siapakah yang berhak mengkafirkan seseorang?

hukum Allah..!!
dan siapapun yg mengetahui bahwa si fulan melakukan praktek syirik, sedangkan hukum Allah sdh sangat sering dikumandangkan & ditegaskan, lalu apakah tdk ada vonis apapun bagi pelaku syirik sbg org yg batal keislamannya?
baca lagi resensi buku yg ane maksud.
itu ane dapet dari maktabah salafi.
bukannya ente berada pd aliran yg sama?

Offline exblopz

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 5.083
  • Lokasi: Malang
  • Jenis kelamin: Pria
  • Pingin ke Masjid Nabawi
    • Lihat Profil
    • Abu Aisyah Official Web Site
« Jawab #102 pada: 16 April 2008, 19:21:29 »
@kipli
Ingat akhi, apakah antum masih ingat dengan Imam Ahmad rahimahulloh. Bagaimana kondisi beliau ketika tahu bahwa raja saat itu mengatakan bahwa Al Qur'an adalah makhluk?
Apakah beliau mengkafirkan sang raja? Apakah ada fatwa Imam Ahmad rahimahulloh yang menjelaskan bahwa raja telah kafir? Padahal kita tahu bahwa barangsiapa yang mengatakan bahwa Al Qur'an adalah makhluk telah kafir dari ajaran Muhammad shalalllahu'alaihi wa sallam.
Saya memang salafi. Dan saya mengikuti Al Qur'an dan As Sunnah, sebagaimana pedoman para salaf dulu. Dan saya mengikuti pemahaman para salaf, urusan mengkafirkan seseorang ada pada ulil amri. Memang ada 10 pembatal ke-Islaman, tapi tidak serta merta kita langsung mengatakan kafir kepada seseorang.
Kalau memang seseorang itu terbukti dan para ulama memberikan fatwa terhadap fulan telah kafir karena melanggar ayat-ayat Allah, maka keputusan itu ada di tangan ulil amri. Sebab ingat akhi, mengkafirkan orang itu hukumnya berat, salah mengkafirkan maka kembali pada diri mereka sendiri.

Antum mendapatkan dari maktabah salafi, pertanyaannya adalah apakah antum sudah mengkaji bukunya pada orang yang berilmu? Kalau mau lebih ekstrim lagi ada akhi. Pada ulama terdahulu ada yang berpendapat "Yang tidak sholat, maka dia kafir", lha trus ini bagaimana?
Apakah setiap kita lihat ada seseorang yang tidak sholat langsung dikatakan kafir?

Ini pemikiran yang pendek, terburu-buru, dipenuhi hawa nafsu, dan tanpa ilmu. Dan tidaklah para ulama yang di maktabah yang antum baca itu mengkafirkan tanpa ilmu, mereka tidaklah mengharuskan sembarangan mengatakan kafir. Kalau ada yang sampai demikian, itu bukanlah dari ajaran salafush sholeh. Khowarij, itu lebih tepat sebutannya.
http://alatsari.wordpress.com/
http://www.abuaisyah.org/
join blogger malang di blogger-ngalam@googlegroups. com