Saya pernah baca diforum ini ustadz mendukung bai'at sampai saat ini.
salah satunya yang ketemu ini:
http://myquran.org/forum/index.php/topic,22348.msg505348.html#msg505348
Ustad...tat...tet...tot. Ana bukan ustadz.
Ana jadi heran, darimana ada kesimpulan begitu.... Dalam diskusi tersebut justru ana berbicara dalam konteks ketaatan terhadap amir. Disinggungnya masalah baiat adalah karena lawan diskusi hendak membatasi ketaatan hanya sebatas Khulafaur-Rasyidin. Dan lawan diskusi juga mengisyaratkan bahwa baiat hanya ada pada Khulafaur-Rasyidin. Ini yang ana bantah. Bahwa,.... baiat dan ketaatan itu juga terjadi setelah era Khulafaur-Rasyidin. Termasuk Mu'awiyyah, Yazid, dan seterusnya. Dan di Saudi pun, waliyyul-amri juga dibaiat.
Nah, darimana antum menyimpulakan ana membaiat Megawati dan SBY ?
Dan perlu dicatat bahwa, ana menahan diri dalam bahasan hukum baiat terhadap presiden-presiden yang ada di negara-negara muslim saat. Tapi yang jelas, kewajiban taat itu ada dan harus. Itu saja mungkin dari ana.
Jadi, kesimpulan baiat-baiatan itu murni dari interpretasi antum. Silakan ikhwah melihat langsung danmenyimpulkan diskusi ana dengan akh @Wali_Santri dari link yang ditunjukkan sama pak @komandan......
Dari yang ane googling dan ane baca di myquran, ane berkesimpulan ustadz telah membai'at megawati->SBY, bukan begitu?
didukung keterangan diatas
http://myquran.org/forum/index.php/topic,30863.msg773845.html#msg773845sekali-lagi ustadz abu al-Jauzaa telah membai'at megawati->SBY, bukan begitu?
[/quote]