Penulis Topik: Moslem Footballer's Profile...  (Dibaca 6245 kali)


Offline V1024AX

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2008
  • Tulisan: 959
  • Lokasi: UK (Urang Karawang)
  • Jenis kelamin: Pria
  • Tingkatkan Ukhuwah...
    • Lihat Profil
« Jawab #105 pada: 29 Agustus 2008, 21:00:38 »
zinedine zidane ex
Solidarity Moslem Forever


Mechanic al-Engineer

Offline mariko

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 37
    • Lihat Profil
« Jawab #106 pada: 03 September 2008, 14:44:00 »
Hani Ramzi, shalat Ashar di Pinggir Lapangan

Hani Ramzi adalah pesepak bola paling populer di Mesir setelah pemain legenderis Hossam Hassan. Pemain yang beroperasi di lini belakang ini telah melalang buana di kompetisi Bundesliga Jerman selama 14 tahun. Ia memulai petualangan di Jerman dengan membela klub Werder Bremen pada 1994, dan kini bergabung bersama Kaiserslautern.

Di tim nasional (timnas) Mesir, pemain yang begitu menikmati penampilannya di lapangan hijau ini telah merumput sebanyak 124 kali. Ia pun sempat tampil memperkuat negaranya di putaran final Piala Dunia 1990.

Di Eropa, pernyataan Ramzi di media massa seringkali menjadi sorotan banyak pihak. Ini lantaran ia selama ini dikenal sebagai pemain yang mendukung penuh aksi perjuangan rakyat Palestina dari penindasan dan cengkeraman pendudukan zionis Israel.

Ia bahkan tak segan melontarkan pernyataan soal Palestina saat bersama klubnya, Bremen, bertandang ke salah satu klub Israel di ajang Piala UEFA. Saat itu, diikuti sebuah kamera televisi, ia memperlihatkan ekspresi kesedihannya terhadap rakyat Palestina. ''Jangan harap orang-orang di sini melihat apa yang mereka lakukan di Palestina akan dijumpai di negara saya. Di Mesir, Muslim dan Kristen hidup berdampingan. Kami menerima perbedaan keyakinan. Dan kami ingin orang-orang di sini, terutama umat Yahudi, memperlakukan hal yang sama terhadap saudara kami di Palestina,'' cetus Ramzi. ''Warga Muslim di seluruh dunia seharusnya menaruh perhatian terhadap kebebasan rakyat Palestina dari pendudukan Israel. Demikian pula nasib rakyat Irak dari pendudukan Amerika Serikat,'' tegasnya.

Kendati merumput di benua Eropa, Ramzi tetap seorang Muslim yang taat. Jangan heran jika meyaksikannya shalat Ashar di ruang ganti pakaian, atau di pinggir lapangan saat waktu istirahat di ajang Bundesliga. Pertandingan liga sepak bola domestik Jerman tersebut biasanya memang berlangsung sore hari di waktu Ashar.

Ramzi agaknya menyadari, sosok olahragawan level dunia seperti dirinya bisa memberi pengaruh besar terhadap umat Islam, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. ''Kami harus selalu bersikap positif, baik di luar maupun di dalam lapangan,''jelasnya.

Namun, meski berupaya selalu bersikap positif, pada akhir 2002 ia pernah berurusan dengan pengadilan Jerman karena dituduh melakukan pelecehan seksual, dengan tuntutan hukuman delapan bulan penjara.

Ia dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita asal Australia. Kejadian tersebut berlangsung di sebuah restoran. Ramzi mengatakan memang menyentuh tangan wanita tersebut, yang tak disebutkan namanya, tapi tak bermaksud melakukan pelecehan. Ia hanya ingin menegur wanita Yahudi itu karena mengeluarkan kata-kata berbau rasis. Ramzi, yang telah menikahi wanita Italia dan memiliki anak, telah meminta maaf dan tak mau memperpanjang kasus tersebut.

Para penggemar dan pendukung Ramzi, terutama dari Mesir, menegaskan tetap berada di belakang sang bintang dalam kasus tersebut. ''Kami bersama Ramzi. Wanita itu hanya ingin membuat sensasi. Kami akan berdiri bersama-sama mendukung Ramzi,'' ujar seorang suporter.

Bukan hanya dari publik Mesir, kepada Nile Sports TV, pemain yang kini berusia 35 tahun itu mengaku selalu mendapat dukungan dari presiden Kaiserslautern, Eurgen Fredriche, dan Andreas Brehme, pelatih Kaiserslautern saat itu. ''Mereka masih percaya saya dan mengatakan pihak klub sepenuhnya memberi dukungan,'' ujarnya.

Selesai dengan kasus tersebut, Ramzi membantah rumor bahwa ia tak lagi betah di Jerman dan bersiap kembali memperkuat klub lamanya di Mesir; Ahli. Ia memang sempat menerima telepon dari pelatih Ahli, Alaa Abdel-Sadeq. ''Alaa hanya mendukung saya, demikian pula para pendukung Ahli setelah saya mengalami kasus di Jerman. Saya memang ingin sekali mengakhiri karier di Ahli, tapi konsentrasi saya saat ini masih di Kaiserslautern. Inilah tantangan bagi saya secara pribadi, dan saya harus sukses.'' tegasnya.

Ramzi memang sosok pemain tipe pekerja keras. Meski sudah terbilang uzur, ia sempat terpilih sebagai pemain belakang terbaik di Piala Afrika 2002, usai mengantar Kaiserlautern mencapai semifinal Piala UEFA 2001. Dan kini, pemain yang dikenal berpenampilan 'stabil dan konsisten' ini masih menyandang ban kapten di tim nasional negaranya, Mesir.

Antara Puasa dan Sepak Bola

"Football without frontier" alias sepak bola tanpa batas secara faktual telah meluberkan pemain-pemain yang beragama Islam merumput di liga-liga Eropa. Lalu, apa yang terjadi bila kompetisi sepak bola Eropa yang sarat profesionalisme ini harus melintasi Ramadhan, bulan yang bagi para Muslim merupakan anugerah terindah dari Yang Maha Kuasa?

Ramadhan di kepala mereka adalah bulan yang berlimpah pahala dan saat yang tepat untuk menyucikan diri lewat menahan diri dari hawa nafsu, lapar, serta dahaga.

Namun, Liga Eropa sebagai pemilik "surga dunia sepak bola" tak pernah merasa perlu untuk menghentikan putaran roda kompetisinya ketika bulan puasa datang menghampiri. Apalagi, memang tak ada fatwa yang melarang seseorang berolahraga di bulan Ramadhan.

Karena itu, sudah barang tentu para pemain-pemain Muslim harus mengikuti jadwal ala Eropa ini di klub masing-masing. Menjadi masalah? Ternyata tidak, karena sesungguhnya Islam selalu memiliki solusi dan semuanya akan bergantung pada keimanan masing-masing.

Di kawasan Uni Emirat Arab, Kuwait, Lebanon, atau Mesir, yang merupakan negeri-negeri Islam, kompetisi bahkan jalan terus di bulan Ramadhan. Caranya, di negara-negara ini pertandingan digelar pada waktu malam hari antara pukul 20.30 dan 23.00 waktu setempat. Setelah berbuka dan sejenak istirahat, para pemain turun ke lapangan untuk bermain.

Akan tetapi, ketika berada di rimba Eropa, dari Liga Inggris hingga La Liga Spanyol, ceritanya bisa sangat beragam. Menjalankan puasa di tengah iklim Liga Eropa pastinya sangat cukup berat, terutama dalam soal tenaga.

Pada saat harus berpantang makan dan minum, para pemain mesti menguras keringat untuk berlatih dan bermain.

Tergantung Individu

Banyak hal memang yang telah dilakukan para pemain sepak bola demi selamat untuk melintasi kewajiban ini. Kendati begitu, cara yang dilakukan semuanya berpangkal pada keimanan, ketaatan, serta keteguhan dari tiap-tiap individu.

Pemain Maroko yang bermain di Tottenham Hotspur (Inggris), Nourredine Naybet, misalnya, termasuk yang selalu ngotot untuk tetap berpuasa dengan ketat. "Karena itu, doa yang saya perbanyak selama menjalankan puasa adalah permintaan agar penampilan saya tidak buruk selama berpuasa," katanya.

Naybet bahkan telah melakoni puasa semasa masih bermain di klub Spanyol, Devortivo La Coruna, dan dia mengaku tak pernah tergoda untuk meninggalkan puasa. Karena keteguhan ini, staf medis dan pelatih yang justru malah memahami kondisinya.

Mantan pemain Udinese dan Inter Milan, Mohammed Kallon, termasuk yang juga punya keimanan tebal. Kallon merasakan kerisauan di hati betapa sejak merantau ke Italia, ia tak pernah lagi berpuasa.

"Sebagai seorang Muslim, saya merasa kurang lengkap bila tidak menjalani puasa Ramadhan. Tapi, ini konsekuensi profesionalisme," kata striker kelahiran Freetown ini.

Setiap tahun Kallon selalu berharap punya waktu untuk menjalankan puasa. Ternyata, bila keimanan telah terpatri, pilihan terbaik pun akan diberikan Yang Maha Kuasa.

Kallon bisa hijrah ke klub Arab, Al Ittihad. Tentunya kewajiban berpuasa Ramadhan kini akan mudah ia lakukan, selain dari sisi keuangan pun tak perlu risau. Negara-negara Arab terkenal makmur, tak kalah dalam soal bayaran dengan klub-klub Eropa.

Para pemain lain, seperti Nicolas Anelka—striker Bolton Wanderers yang memeluk Islam sejak Juli 2004 dan sudah melaksanakan ibadah umroh—lalu gelandang Bolton, El Hadji Diouf; serta bek tangguh Arsenal, Habib Kolo Toure; juga terkenal sebagai sosok yang selalu mencoba untuk taat beribadah puasa.

Agak berbeda dengan rekan satu klub Naybet di Tottenham Hotspur, Ahmed "Mido" Hossam, striker asal Mesir. Mido selalu mencoba untuk bisa beribadah puasa. Akan tetapi, bila ia merasa latihan terlalu berat, ia memilih untuk membatalkan puasa. Kebiasaan ini sudah dijalaninya sejak bermain di Belanda di klub Ajax.

Ternyata tidak semua pemain bisa setangguh pemain lainnya. Beberapa pemain Muslim yang bermain di Liga Spanyol punya gaya lain. Mereka memilih solusi mengganti atau menebus utang puasa pada waktu yang lain.

Memindahkan Waktu

Inilah yang dilakukan gelandang Liverpool, Mohammed Sissoko, ketika masih bermain di Spanyol bersama klub Valencia. Sissoko mengatakan, sejauh yang dia tahu, hampir 90 persen pemain Muslim yang bermain di Spanyol menjalankan solusi "pemindahan waktu". Biasanya mereka mengganti kewajiban pada saat libur Natal atau musim panas.

Sissoko juga menyatakan bahwa melaksanakan puasa secara ketat di bulan Ramadhan amat menyulitkan karena di saat bersamaan dia tengah merintis karier sebagai pesepak bola profesional.

Pilihan gelandang Real Madrid, Mahamadou Diarra, mirip dengan Sissoko. Pemain yang selalu puasa ketika masih berada di Mali ini kini tak pernah lagi berpuasa pada bulan Ramadhan serta menggantinya pada bulan lain.

Ada pula cara lain, dan gaya ini seperti memakai "hukum" ketika wanita tengah haid di bulan puasa. Kewajiban puasa tetap dijalankan, tetapi bila batal akan diganti sesuai dengan jumlah batalnya puasa.

Bek klub Perancis RC Strasbourg asal Maroko, Abdelillah Fahmi, berusaha untuk puasa setiap hari. Namun, ia tidak berpuasa ketika harus bertanding. "Sejak kecil saya sudah puasa. Jadi, sudah terbiasa untuk puasa sambil latihan. Namun, jika saatnya bertanding dan saya terpaksa batal, saya membayarnya setelah Ramadhan usai, misalnya ketika winter break," kata Fahmi, seperti dikutip UEFA.

Philippe Christanval, bek Perancis yang bermain di Fulham, juga melakukan cara ini ketika masih bermain di Liga Perancis untuk Olympique Marseille. Katanya, ia puasa setiap hari, kecuali match-day adalah segalanya.

Keberuntungan lain buat Fahmi adalah ia punya pelatih yang sangat pengertian kendati tetap cukup tegas. Pemain harus makan dan minum di hari itu. Tidak ada pilihan. Mereka yang menolak tidak akan dimainkan.

Hanya saja, kebijakan ini masih lebih lunak ketimbang pengalaman yang diterima Mutiu Adepoju. Mantan pemain nasional Nigeria ini pernah mengalami pengalaman kurang mengenakkan selama satu dekade bermain di Spanyol bersama Racing Santander.

Keinginan Adepoju untuk menjalani puasa secara ketat di bulan Ramadhan direspons dengan keras. Jika berpuasa, dia akan diistirahatkan dari tim utama selama bulan Ramadhan berlangsung. Akhirnya, Adepoju memilih untuk mengganti masa puasanya di bulan lain.

Ada beberapa pemain sepakbola international yang ternyata beragama Islam, dan ini dipercaya mampu menunjukan wajah Islam yang lain yang selama ini tidak pernah kelihatan.

“Pemain Sepakbola beragama Islam di Eropa dipercaya adalah sebuah bukti bahwa kepercayaan dan kebudayaan mereka bukanlah halangan untuk berkontribusi didalam masyarakat,” kata Anas Al-Tikriti, mantan Ketua Asosiasi Muslim Inggris, mengatakan pada Online.net.

“Mereka dapat menjernihkan miskonsepsi tentang Islam dan membuktikan bahwa menjadi Muslim adalah “way of Life,” dia menambahkan.

Banyak pemain Mulsim terkenal yang meramaikan Piala Dunia 2006 di Jerman baru lalu, yaitu:

Zinedine Zidaen dan Franck Ribery dari Perancis. Ketika mau memulai pertandingan, Ribery biasanya berdoa kepada Allah dengan mengangkat tangannya.

Pemain muslim lainnya adalah pemain Belanda Boulahrouz Khalid, yang saat ini bermain dengan Chelsea, serta Robin Van Persie, yang saat ini main di Arsenal, serta Zlatan Ibrahimovic, pemain Inter Milan yang berasal dari Swedia.

Offline mariko

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 37
    • Lihat Profil
« Jawab #107 pada: 03 September 2008, 14:44:38 »
Dilema Ramadan di tengah ketatnya jadwal kompetisi di Eropa.


Cedera lutut menderanya saat persiapan pramusim. Javad Nekounam tak bisa memperkuat Osasuna minimal enam bulan. Dari tempat rehabilitasinya di Jerman, gelandang asal Iran itu masih bisa bersyukur. "Paling tidak, tahun ini saya dapat berpuasa dengan baik sebulan penuh," katanya setelah melakukan operasi di Augsburg, akhir Agustus lalu.

Musim lalu--musim pertamanya di Primera La Liga Spanyol--pemain berusia 27 tahun itu tak nyaman menikmati Ramadan-nya. Nekounam harus "berbagi fisik" antara berpuasa dan ketatnya jadwal Primera La Liga, Piala Raja, juga Piala UEFA.

Bila Nekounam bisa "lari" untuk sementara dari dilema itu, tak demikian dengan Yaya Toure dan Eric Abidal (Barcelona), Mahamadou Diarra (Real Madrid), Mohammed "Moha" Yaacoubi (Espanyol), serta empat pemain Sevilla: Frederic Kanoute, Seydou Keita, Arouna Kone, dan Khalid Boulahrouz. Mereka sebagian pemain muslim di Liga Spanyol.

Kanoute dan Diarra, dua pemain berkebangsaan Mali, menempuh jalan seperti Nekounam bila Ramadan tiba. Mereka tetap berpuasa meski pada hari pertandingan. "Puasa tidak membuat kondisi fisik saya menurun," kata Nekounam.

Sedikit berbeda dengan yang dilakukan Kanoute. Bila pertandingan diadakan sore hari, dia tidak puasa. Tapi bila jadwalnya malam, penyerang kelahiran Prancis itu berpuasa. "Bila pertandingan malam hari, saya masih bisa berbuka sebelum kickoff."

Kanoute, 30 tahun, mengenal Islam pada awal usia 20-an dan setelah itu menganutnya dengan taat. Musim lalu, mantan aktivis sebuah masjid di London--home base mantan klubnya, Tottenham Hotspur--itu menolak mengenakan kostum Sevilla yang berlogo rumah judi 888.com. Toh, Kanoute tak kuasa melawan ketatnya jadwal Sevilla pada Ramadan.

Franck Ribery, 24 tahun, juga dikenal taat beribadah sejak pindah agama beberapa tahun lalu. "Islam memberi saya kekuatan di atas lapangan," ujar pemain Prancis yang merumput di Liga Jerman bersama Bayern Muenchen itu.

Ribery mendapat nama muslim, Bilal, sama dengan sahabatnya, Eric Abidal. Dia menikah dengan perempuan keturunan Aljazair, Wahibah, dan dikaruniai seorang putri, Hizya. Ternyata Ribery setali tiga uang dengan Kanoute. "Saya berpuasa bila tak ada pertandingan dan tak berpuasa bila Muenchen bermain."

Di Jerman, pemain muslim seperti Ribery sangat banyak. Di Muenchen, contohnya, selain Ribery, ada Hamit Altintop. Arminia Bielefeld punya seorang pemain muslim yang berbeda pandangan dengan Ribery. Namanya Abdelaziz Ahanhouf.

"Saya ingin menggapai surga," kata pemain asal Maroko itu. "Karena itu saya harus menjalankan puasa Ramadan tanpa ada pengecualian."

Yaya Toure juga muslim yang taat. "Saya beragama Islam," adalah kalimat pertamanya ketika tiba di Barcelona dari AS Monaco tiga bulan lalu. Tapi Yaya Toure memilih pendekatan yang "moderat" soal puasa pada Ramadan.

"Sebagai pemain profesional, penting bagi saya untuk menjaga kondisi. Saya tak ingin fisik saya menurun saat harus bermain," tutur pemain asal Pantai Gading berusia 24 tahun tersebut. Yaya tak berpuasa pada hari pertandingan.

Pandangan Yaya sama dengan kakaknya, Kolo Toure, stopper Arsenal. "Bila Anda dituntut memberikan yang terbaik bagi klub, Anda harus cukup makan agar kuat," ucap kapten kedua Arsenal itu. "Tuhan pasti mengerti."

Di Arsenal, Kolo Toure bukan satu-satunya pemain yang harus berpuasa saat Ramadan. Beberapa pemain Arsenal lain juga beragama Islam: Abou Diaby, Bacary Sagna, Lassana Diarra, Armand Traore, serta Robin van Persie, penyerang asal Belanda yang berganti agama karena pernikahan.

Sebagian besar pemain tersebut taat berpuasa selama Ramadan meski dengan penyesuaian di sana-sini. Baik bagi pemain yang berpuasa penuh maupun yang berpuasa bila tidak pada hari pertandingan, pihak klub memberikan perlakuan khusus kepada mereka.

Salah satu yang harus memutar otak lebih keras adalah tim fisik Sevilla, duet pelatih fisik Marks Alvarez dan Ramon Orellana, serta ahli gizi Antonio Escribano. Setelah Kanoute bergabung dua musim lalu, musim ini mereka kedatangan tiga pemain muslim lainnya.

Meski begitu, menurut Alvarez, dia dan Orellana tak banyak mengubah program latihan fisik bagi Kanoute, Keita, Kone, dan Boulahrouz. "Itu tugas Escribano untuk memberi asupan gizi khusus, mengontrol gizi mereka selama Ramadan."

"Dan untungnya," lanjut Alvarez, "kami selalu melakukan latihan pada pagi hari sesudah para pemain mendapat makan pagi (sahur) yang cukup meski, tentu saja, pada siang hari mereka berisiko terkena dehidrasi karena udara panas."

Perlakuan khusus seperti itu juga ada di Hibernian, klub dari Liga Skotlandia. Pelatih fisik klub tersebut, Roger Propsos, pernah menangani tim nasional Maroko. Pelatih asal Prancis itu punya pengalaman melatih pemain muslim pada Ramadan. Dan Hibernian memiliki dua pemain asal Maroko yang beragama Islam: Abdessalam Benjelloun dan Merouane Zemmama.

"Kami telah membuat program khusus bagi mereka berdua," tulis Hibernian dalam pengumuman resminya, Sabtu pekan lalu, hari ketiga puasa. Menurut Propos, latihan fisik bagi Benjelloun dan Zemmama dia pisahkan dari pemain lain. "Saya memberikan makanan khusus dan latihan khusus yang sebagian besar pada petang hari."

Dalam hal ini, tim fisik dan gizi Espanyol tak perlu repot-repot. Pemain muslimnya, Moha, tak pernah berpuasa Ramadan. Gelandang asal Maroko itu sudah tujuh musim merumput di Liga Spanyol, berpindah-pindah klub dari Osasuna, Levante, dan mulai musim ini di Espanyol. "Saya akan mengganti puasa saya pada bulan lainnya saat libur kompetisi," katanya berjanji.

Offline Kho-Zu

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2008
  • Tulisan: 50
  • Lokasi: Tozuro City alias KartasuraThe Begining Of Surakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Back To Al Qur'an n Sunnah
    • Lihat Profil
« Jawab #108 pada: 16 Januari 2009, 15:58:03 »
mang zlatan muslim??? setau ane , agama dya ngikut ibunya dech. . . , katolik. . . .
Ngomong kuwi nganggo waton, ojo waton ngomong. . . . . . . . . . . . . .

Offline Kamal Hasan

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 10.358
  • Lokasi: I love Sungai Bambu
  • Jenis kelamin: Pria
  • senyumlah, karena senyum itu indah ^_^
    • Lihat Profil
    • kamhas
« Jawab #109 pada: 02 Juni 2009, 01:53:30 »
Kutip
Beberapa Pesepak Bola Muslim

- Zinedine Yazid Zidane
- Kolo & Yaya Toure (Arsenal & Barcelona)
- Robin Van Persie (Arsenal)
- Nicholas anelka (Bolton)
- Mohammed 'Momo' Sissoko (Liverpool)
- Ahmed 'Mido' Hossam (Boro)
- Hossam Ghaly (Totteham Hotspurs)
- Franck Riberry (Bayern Muenchen)
- Hamit & Halil Antiltop (Bayern Muenchen & Shalke 04)
- Frederik Kanoute (Sevilla)
- Mahamaddou Diarra (Real Madrid)
- Eric Abidal (Barcelona)
- Nuri Sahin (Feyenoord Rotterdam)
- Sulley Ali Muntari (Pompey)
- Zlatan Ibrahimovic (Inter)
- Hassan "Brazzo" Salihamidzic (Juventus)
- Khalid Boulahrouz (Sevilla)
- Salomon Kalou (Chelsea)
- El-Hadji Diouf (Bolton)
- Diomanssy Kamara (Fulham)
- Mohammed Kallon (Al-Ittihad ext. Inter & Monaco)
- Thiery Henry (Barcelona/Prancis)
- Lilian Thuram (Perancis)
- Lassana Diarra (Real Madrid)
- Karim Benzema (Lyon/Perancis)
- Samir Nasri (Arsenal)
- Hatem Ben Arfa (Lyon)

Pelatih Sepak Bola Muslim
- Bruno Metsu (mantan pelatih Senegal)
- Phillipe 'Omar' Trousier (mantan pelatih Jepang)

http://izzuddin.com/index.php?option=com_content&task=view&id=443&Itemid=1

yang dibold, benarkah? :hmmm:
sesungguhnya.

Offline ronnie_brainsstar_jr

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.550
  • Lokasi: Jatinangor
  • Jenis kelamin: Pria
  • JIHAD FI SABILILLAH.......... ALLAHU AKBAR!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #110 pada: 03 Juni 2009, 14:04:23 »
@ atas

Insya Allah bener akh
Rasulullah bersabda:
"Tiga orang yang akan selalu diberi pertolongan oleh Allah adalah seorang mjuahid yang selalu memperjuangkan agama Allah SWT, seorang penulis yang selalu memberi penawar, dan seorang yang nikah demi menjaga kehormatan dirinya" (HR. Thabrani)

http://saleropadang.wordpress.com

Offline J-hadee

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 5.155
  • Jenis kelamin: Pria
  • Santai z muhanya
    • Lihat Profil
« Jawab #111 pada: 19 Agustus 2009, 20:29:11 »
yang dibold, benarkah? :hmmm:

van Persie nikah dengan gadis keturunan Maroko. katanya van Persie ikut agama istrinya (tapi masih belum jelas)

Eric Abidal saya yakin 100% muslim
Thuram? pernah baca buku Muslim Footballer, Thuram ada di situ

Kalau Henry? kayaknya enggak deh. Wallahu'alam
Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih;
dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang
telah dijanjikan Allah kepadamu"
(Al Fushshilat: 30).

Offline andaleh

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.929
  • Lokasi: Bandar Lampung
  • Jenis kelamin: Pria
  • The King Of OOT :D
    • Lihat Profil
    • my blog
« Jawab #112 pada: 20 Agustus 2009, 14:10:07 »
Banyak pesepakbola muslim kalo mo ditulis satu satu. Ada Bambang Pamungkas, ada Ismet Sofyan, ada Zaenal Arif, dlsb dlsb.

Offline Arul

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 6.176
  • Lokasi: Insya ALLOH di buminya ALLOH
  • Jenis kelamin: Pria
  • Ruly Khansa
    • Lihat Profil
« Jawab #113 pada: 24 Agustus 2009, 11:39:47 »
Anelka sama Kalau Chelsea ternyata muslim

Anelka kemaren baru mencetak Goal  O0


VIVAnews - Bulan suci Ramadhan tengah dijalani kaum muslim di seluruh dunia. Tak terkecuali buat para pemain yang membela klub-klub besar di Liga-liga Eropa.

Tak mudah menjalani puasa di benua yang memiliki waktu berbuka pukul 21.00 itu. Apalagi, mereka diharuskan menjalani latihan dan pertandingan seperti biasa. Tengok saja contoh kasus terbaru gelandang Inter Milan, Sulley  Ali Muntari.

Pemain asal Ghana itu harus ditarik pelatih Jose Mourinho di babak kedua saat melawan Bari. Dampaknya lumayan fatal karena hilangnya Muntari berbuah gol balasan dari Bari. Inter pun harus puas berbagi angka 1-1 di laga pertama Serie A musim ini.

Muntari bukan satu-satunya pemain muslim di Serie A. Masih ada 'Momo' Sissoko dan Hassan Salihamidzic di Juventus. Sedangkan di English Premier League, jumlah pemain muslim lebih banyak lagi.

Premier League

Minimal ada 11 pemain muslim yang tercatat di Premier League. Nicolas Anelka dan Salomon Kalou di Chelsea. Robin Van Persie, Samir Nasri dan Abou Diaby di Arsenal.

Radhi Abdel Majed Jaidi (Birmingham City), Hossam Ghaly (Tottenham Hotspur), Ahmed 'Mido' Hossam (Middlesborough), Habib Kolo Toure (Manchester City), El Hadji Diouf (Bolton Wanderers) dan Diomansy Kamara (Fulham).

Anelka mulai memeluk Islam ketika pindah ke Inggris untuk membela Manchester City. Pria plontos itu bahkan punya nama muslim, Abdul-Salam Bilal. Setelah berdiskusi dengan beberapa teman, Anelka akhirnya mengucap dua kalimat syahadat di Arab Saudi.

Lain lagi dengan Van Persie. Sampai saat ini pria asal Belanda itu belum pernah mengatakan dengan pasti kepercayaannya di depan media. Islam sendiri mulai lekat dengannya setelah Van Persie memiliki kekasih asal
Maroko.

Sementara itu, Toure dan beberapa pemain bernama Islam lainnya memang sudah jadi muslim sejak lahir. Mereka lahir dari negara yang mayoritas masyarakatnya memeluk Islam.

La Liga

Beralih ke Spanyol (La Liga), ada Frederick Kanoute yang membela Sevilla. Yaya Toure dan Zlatan Ibrahimovic (Barcelona), serta Mahamadou Diarra (Real Madrid). Kanoute merupakan pemain berdarah Mali.

Striker bertinggi 193 cm itu baru memeluk Islam pada usia 20 tahun dan cukup fanatik. Ia pernah menolak untuk mengenakan seragam Sevilla yang berlogo sebuah rumah judi ternama.

Namun, Kanoute berhasil mencapai kesepakatan dengan rumah judi tersebut. Kanoute setuju memakai baju itu asalkan sang sponsor menyumbang 700 ribu dolar AS (Rp 7 miliar) ke sebuah masjid di Sevilla.

Ibrahimovic memiliki cerita lain lagi. Pria asal Swedia itu merupakan keturunan Bosnia-Kroasia. Namun, Ibra sepertinya kurang lekat dengan kebudayaan Islam. Pria jangkung itu kerap keluyuran malam dan mengonsumsi alkohol. Jadi agak sulit diprediksi apakah di bulan suci Ramadhan ini Ibra ikut berpuasa.

Ada satu nama lagi yang tak bisa dilupakan sebagai muslim berpengaruh di pentas sepakbola dunia. Dia lah Zinedine Yazid Zidane. Penyabet tiga kali Pemain Terbaik Dunia itu lahir dari orangtua berdarah Aljazair.

Namun sama seperti Ibra, ketaatan Zizou pada Islam agak dipertanyakan. Zizou juga menikah dengan seorang perempuan non muslim yang kabarnya pernah menjadi penari klub. Dari Véronique, Zizou sudah dikaruniai empat orang anak. Dua di antaranya pernah diajak ke Indonesia ketika Zizou berkunjung ke Tanah Air.
• VIVAnews
Ikutan Investasi ini yuk
Insya allah productnya bermanfaat
 http://www.dana-syariah.com/?id=Nengasya

Offline andaleh

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.929
  • Lokasi: Bandar Lampung
  • Jenis kelamin: Pria
  • The King Of OOT :D
    • Lihat Profil
    • my blog
« Jawab #114 pada: 24 Agustus 2009, 14:56:15 »
Hala Madrid!!! Vamos Madrid!!!

Gini neh kalo club yang mendukung pemainnya untuk ta'at O0

Kutip dari: http://goal.com/id-ID/news/1357/primera-liga-spanyol/2009/08/22/1454195/jalani-latihan-duo-diarra-dan-benzema-tetap-puasa

Jalani Latihan, Duo Diarra Dan Benzema Tetap Puasa

Para pemain Real Madrid tetap berpuasa selama mengikuti program latihan bersama tim.

Bintang Real Madrid Lassana Diarra, Mahamadou Diarra dan Karim Benzema tidak melupakan kewajiban menjalankan ibadah puasa. Menurut harian AS, meski berpuasa mereka tetap serius menjalani program latihan.

Klub juga memberi dukungan bagi para pemainnya yang menjalani puasa. Dokter tim telah mendesain program sedemikian rupa sehingga pemain yang berpuasa tidak mengalami dehidrasi karena cuaca yang panas di Spanyol.

Program latihan itu juga tidak membuat mereka menjadi lemah atau mengalami cedera. Hanya, mereka akan mengalami penurunan berat badan. Menurut dokter tim hal tersebut masih normal karena mereka tengah berpuasa.

Bulan puasa juga tidak berpengaruh besar pada kompetisi Primera Liga Spanyol. Selama bulan suci bagi umat Islam itu, Madrid hanya menjalani tiga pertandingan melawan Deportivo la Coruna, Espanyol dan Xerez.

Namun Benzema dan Lassana juga akan menghadapi dua pertandingan bersama Prancis. Pasalnya, les Blues akan menghadapi Rumania pada 5 September dan Serbia, 9 September di kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Eropa.

Offline azzam_mabrur

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 502
  • Lokasi: Asli-->JavaWest
  • Jenis kelamin: Pria
  • Islam itu Indah dan Sederhana
    • Lihat Profil
« Jawab #115 pada: 08 Agustus 2011, 19:27:47 »
Tambahan lagi: Samir Nasri (Arsenal) dan Mesut Ozil (Real Madrid) mereka Moeslim  :)
Tetesan Cinta di bulan Februari

Offline Kamal Hasan

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 10.358
  • Lokasi: I love Sungai Bambu
  • Jenis kelamin: Pria
  • senyumlah, karena senyum itu indah ^_^
    • Lihat Profil
    • kamhas
« Jawab #116 pada: 09 Desember 2011, 00:05:37 »
Keita n Abidal: AlBarkah
sesungguhnya.