Penulis Topik: TELAH KAFIR BIN UTSAIMIN, BIN BAZ, DLL DALAM KACA MATA "SALAFY".  (Dibaca 3678 kali)


Offline wisdom

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 937
    • Lihat Profil
« Jawab #105 pada: 01 Februari 2008, 02:49:01 »
di thread lain sudah saya sampaikan tafsiran dari para ulama salaf tentang makna ayat 5:44, 45,47. saya kutip tafsir dari Ibnu katsir, Ibnu jarir dan Asy Syaukani, tak satu pun yang memahami seperti pemahaman Izzul ini ..

Offline lupin

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 15
  • Lokasi: jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #106 pada: 01 Februari 2008, 08:37:13 »
si izzul islam nih.....blom pernah ngrasain kena bom apa???klo pengen ngebom sesama muslim di negeri ini, coba dulu tuh bom kebadan lo!!!!klo mo maen bom2an.....langsung aja ke palestina, bom tuh israel!!!!berani gak lo ngebom israel?????kan lw dah punya bnyk bom tuh!!!!!punya hak apa lw ngebom orang2 yg gak bersalah????orang2 macem begini nih yg sebenernya bikin kerusakan dimuka bumi!!!!
gw mo nanya ma sampeyan, bukannya islam itu rahmatan lil alamin????

Offline faisal_leaving_islam

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 3
    • Lihat Profil
« Jawab #107 pada: 01 Februari 2008, 08:44:38 »
hehehe,,

maaf...

ada hub apa bom dengan "israel" ?

saya rasa hubungan israel-palestina sedang d lakukan proses perdamaian melalui PBB... bukan melalui bom...



Offline pak_ustadz07

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 419
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • generasi Islam
    • Lihat Profil
« Jawab #108 pada: 01 Februari 2008, 09:21:58 »
Orang yang tidak berhukum dengan hukum Islam adalah kafir, ini tidak ada keraguan di dalamnya. QS 5/44, 4/60, 4/65

 :-[ Saya  balik  tanya  kepada saudara  apakaH saudar sendiri menggunakan Hukum ISlam secara Kaffah..... keseluruhan dari 6666 ayat Alquran...........  kalau tidak  maka  Kata rasul  predikat yang anda sebutkan kafir  bisa jadi melekat pada diri Anda sendiri................. :'(
dan jawabannya pastilah tidak.........  >:(

4:150. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan[373] antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir),
4:151. merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.

 :woroworo:  hai IZUL ISLAM ...... LIHATLAH  LANGKAH DAKKWAH yang pertama2 kali yang dilakukan oleh RAsulullah saw 

bukankah langkah yang ditempuh rasul ini benar2 untuk menerapkan syariah kepada umat manusia ?, sehingga Rasulullah menyadari kalau tidak dimulai dari Akidah(ketauhidan) ......  maka rasululullah saw akan sangat kesulitan menegakan syariah dimuka bumi.......RAsulullah sama sekali tidak membawa misi revolusi moral, sosial  saja , Tapi Rasulullah saw membawa REVOLUSI akidah (TAuhid)........  dengan Ketauhidan inilah rasulullah dengan mudah  mengajak umat manusia untuk Kembali kepada Tatanan Kehidupan Islam (SISTEM ISLAM)....  karena Ketauhidan pula  Rasulullah  menghasilkan generasi yang amat kuat,luar biasa, paling Ideal dalam sepangjang sejarah umat manusia  yakni generasi sahabat,,,,,,,,,,,,,,,,



Offline wisdom

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 937
    • Lihat Profil
« Jawab #109 pada: 01 Februari 2008, 12:49:32 »
Untuk Izzul Islam, ada baiknya Anda mengetahui status berhukum dengan selain hukum Allah secara terperinci. Kenapa seorang muslim, hakim, atau penguasa, tidak menggunakannya? apakah karena menolak (juhud) atau menginkari, atau kebodohan, atau ketidakmampuan? nah masing-masing memiliki hukum tersendiri. jangan pukul rata kafir  dan murtad...

 Saya akan tambahkan penjelasan yang lalu, apa kata para Ulama Ahlus Sunnah klasik tentang makna ayat al maidah 44,45,47, saya ambil dari dvd  kumpulan kitab Al Maktabah Al Syamilah:

Tafsir Imam An nasafy:

: من لم يحكم جاحداً فهو كافر ، وإن لم يكن جاحداً فهو فاسق ظالم .

 artinya: Barangsiapa yang tidak berhukum karena menolak (juhud), maka ia kafir. tetapi jika bukan karena meholak maka ia fasiq dan zhalim.

Tafsir Imam al Baidhawi:

فكفرهم لإِنكاره ، وظلمهم بالحكم على خلافه ، وفسقهم بالخروج عنه

artinya: "Kafirnya karena mengingkarinya,  zhalim terhadap hukum karena ia menyelisihinya, dia fasiq karena keluar darinya."

Bahkan ada yang tidak mengaitkan ayat tersebut dengan kaum muslimin, seperti yang dipaparkan oleh Imam ar Razy:

وقال آخرون : الأول : في الجاحد ، والثاني والثالث : في المقر التارك . وقال الأصم : الأول والثاني : في اليهود ، والثالث : في النصارى .

artinya: "Berkatalah yang lain: yang pertama (maksudya-kafir) karena menolak, yang kedua dan ketiga (zhalim dan fasiq), karena terus meninggalkan. Berkata Al 'Asham: Pertama dan kedua (kafir dan zhalim) untuk Yahudi, yang ketiga (fasiq) untuk nasrani."

Kalau zul masih kurang puas dan paham,  saya akan sampaikan fatwa Syaikhan, yakni Syaikh al Albany dan Syaikh Ibnu Baz.

1. Fatwa Syaikh al Albany. Beliau ditanya tentang kelakuan mantan para mujahidin Afghan, ketika pulang ke negerinya, mereka mengkafirkan penguasa di negaranya sendiri karena tidak menggunakan hukum Allah (Al Qur'an), ini terjadi karena mereka berinteraksi dengn berbagai pemikiran di sana.

Syaikh al Albany menjawab:

Setelah menguraikan bahaya berpaling dari tafsir salaf dalam memahami Al-Qur'an dan as-Sunnah beliau berkata :

Sangat alami sekali bila mereka menyimpang dari al-Qur'an dan as-Sunnah dan dari manhaj salaf shalih sebagaimana pendahulu mereka. Di antara mereka ini adalah : Kaum Khawarij dahulu maupun sekarang. Sebab pemikiran takfir (pengkafiran kaum muslimin) yang sering kami singgung sekarang ini berasal dari kesalahan memahami ayat yang sering mereka angkat, yaitu firman Allah.

"Artinya : Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir" [Al-Maidah : 44].

Salah satu kejahilan orang-orang yang berdalil dengan ayat ini adalah mereka tidak memperhatikan (minimal) sejumlah nash-nash yang tercantum di dalamnya kata 'kufur', mereka artikan keluar (murtad) dari agama dan menyamakan para pelaku kekufuran itu dengan orang-orang musyrik dari kalangan Yahudi dan Nasrani... Lalu mereka menerapkan pemahaman yang keliru ini terhadap orang-orang muslim yang tidak bersalah...".

Kemudian beliau berbicara tentang tafsir Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu yang oleh Muhammad Quthb dan pengikutnya berusaha dijadikan sebagai sifat khusus bagi para khalifah Bani Umayyah! Syaikh al-Albani berkata : "Sepertinya Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu mendengar persis seperti yang sering kita dengar sekarang ini bahwa ada beberapa oknum yang memahami ayat ini secara zhahir saja tanpa diperinci. Maka beliau Radhiyallahu 'anhu berkata : 'Bukan kekufuran yang kalian pahami itu! Maksudnya bukan kekufuran yang mengeluarkan pelakunya dari agama, namun maksudnya adalah 'kufrun duna kufrin' (yaitu kekufuran yang tidak mengeluarkan pelakunya dari agama)'.

Kemudian beliau melanjutkan : 'Ibnu Taimiyah Rahimahullah dan murid beliau, Ibnu Qayyim al-Jauziyah selalu memperingatkan pentingnya membedakan antara 'kufur i'tiqaadi' dengan 'kufur amali'. Kalau tidak, akibatnya seorang muslim dapat terperosok ke dalam kesesatan menyempal dari kaum muslimin tanpa ia sadari sebagaimana yang telah menimpa kaum Khawarij terdahulu dan cikal bakal mereka sekarang...".

Kemudian beliau menyebutkan sejumlah persoalan yang terjadi antara beliau dengan lawan dialog beliau, beliau berkata kepada mereka : "Pertama, kalian ini tidak dapat menghukumi setiap hakim (penguasa) yang memakai undang-undang Barat yang kafir itu atau sebagian dari udang-undang itu bahwa jika ia ditanya alasannya ia akan menjawab : Memakai undang-undang Barat itu bagus dan cocok pada zaman sekarang ini, atau ia akan menjawab : Tidak boleh menerapkan Hukum Islam !.

Sekiranya para Hakim itu ditanya alasannya maka kalian tidak dapat memastikan bahwa jawaban mereka adalah "Hukum Islam sekarang ini tidak layak diterapkan!". Kalau begitu jawabannya, mereka tentunya kafir tanpa diragukan lagi. Demikian pula jika kita tujukan pertanyaan serupa kepada masyarakat umum, di antara mereka terdapat para ulama, orang shalih dan lain-lain ...? Lalu bagaimana mungkin kalian dapat menjatuhkan vonis kafir terhadap mereka hanya karena melihat hidup di bawah naungan undang-undang tersebut sama seperti mereka. Hanya saja kalian menyatakan terang-terangan bahwa mereka semua itu kafir dan murtad....."

Kemudian Syaikh Al-Albani berbicara seputar masalah berhukum dengan selain hukum Allah, beliau berkata : "Kalian tidak dapat menghukumi kafir hingga ia menyatakan apa yang ada dalam hatinya, yaitu menyatakan bahwa ia tidak bersedia memakai hukum yang diturunkan Allah. Jika demikian pengakuannya barulah kalian dapat menghukuminya kafir murtad dari agama....".

Kemudian, saya (Al-Albani) selalu memperingatkan mereka tentang masalah pengkafiran penguasa kaum muslimin ini bahwa anggaplah penguasa itu benar-benar kafir murtad, lalu apakah yang bisa kalian perbuat ? Orang-orang kafir itu telah menguasai negeri-negeri Islam, sedang kita di sini menghadapi musibah dijarahnya tanah Palestina oleh orang-orang Yahudi! Lalu apa yang bisa kita lakukan terhadap mereka ? Apa yang dapat kalian lakukan hingga kalian dapat menyelesaikan masalah kalian dengan para penguasa yang kalian anggap kafir itu !? Tidaklah lebih baik kalian sisihkan dulu persoalan ini dan memulai kembali dengan peletakkan asas yang di atas asas itulah pemerintahan Islam akan tegak! Yaitu 'ittiba' (mengikuti) sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, di atas sunnah itulah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam membimbing sahabat-sahabat beliau! Itulah istilah yang sering kami sebutkan dalam berbagai kesempatan seperti ini yaitu setiap jama'ah Islam wajib berusaha sungguh-sungguh menegakkan kembali hukum Islam, bukan saja di negeri Islam bahkan di seluruh dunia. Dalam mewujudkan firman Allah :

"Artinya : Dia-lah yang mengutus Rasulnya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci" [Ash-Shaff : 9]

Dalam beberapa hadits shahih disebutkan bahwa ayat ini kelak akan terwujud. Bagaimanakah usaha kaum muslimin mewujudkan nash Al-Qur'an tersebut ? Apakah dengan cara mengkudeta para penguasa yang telah dianggap kafir dan murtad itu ? Lalu disamping anggapan mereka yang keliru itu mereka juga tidak sanggup berbuat sesuatu ?! Jadi, bagaimana caranya ? Manakah jalannya ? Tidak syak lagi jalannya adalah jalan yang sering disebut oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau peringatkan kepada para sahabat di setiap khutbah : "Sesungguhnya sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam!".

Seluruh kaum muslimin, terlebih orang-orang yang ingin menegakkan kembali hukum Islam, wajib memulainya dari arah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memulainya. Itulah yang sering kita simpulkan dalam dua kalimat yang sederhana ini : "Tashfiyah dan Tarbiyah!" Karena kami benar-benar mengetahui kelompok-kelompok ekstrim yang hanya terfokus pada masalah pengkafiran penguasa itu mengabaikan atau lebih tepatnya tidak mau peduli dengan kaidah Tashfiyah dan Tarbiyah ini. Kemudian setelah itu tidak ada apa-apanya !

Mereka akan terus menerus menyatakan vonis kafir terhadap penguasa, kemudian yang mereka timbulkan setelah itu hanyalah fitnah (kekacauan)! Peristiwa yang terjadi belakangan ini yang sama-sama mereka ketahui mulai dari peristiwa berdarah di tanah suci (al-Haram) Makkah (Persitiwa Juhaiman di awal tahun 1980-an), kekacauan di Mesir, terbunuhnya presiden Anwar Sadat, tertumpahnya sekian banyak jiwa kaum muslimin yang tidak bersalah akibat fitnah-fitnah tersebut. Kemudian terakhir di Suriah, di Mesir sekarang ini dan di Aljazair sungguh sangat disayangkan sekali .... Kejadian-kejadian itu disebabkan mereka banyak menyelisihi nash-nash Al-Qur'an dan as-Sunnah, yang paling penting diantaranya adalah ayat :

"Artinya : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah" [Al-Ahzab : 21]

Bagaimanakah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memulai perjuangan dakwahnya ? "Kalian tentu mengetahui bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pertama kali menawarkan dakwahnya kepada orang-orang yang menurut harapan beliau siap menerima kebenaran yang beliau sampaikan. Lalu beberapa orang menyambut dakwah beliau sebagaimana yang sudah banyak diketahui dari Sirah Nabawiyah. Kemudian dera siksa dan azab yang diderita oleh kaum muslimin di Makkah. Kemudian turunlah perintah berhijrah yang pertama (ke Habasyah) dan yang kedua (ke Madinah) serta berbagai peristiwa yang disebutkan dalam buku-buku sirah ....... Hingga akhirnya Allah mengokohkan dienul Islam di Madinah al-Munawwarah. Di saat itulah mulai terjadi pertempuran, mulailah pecah peperangan antara kaum muslimin melawan orang-orang kafir di satu sisi dan melawan orang-orang Yahudi di sisi yang lain.

Demikianlah sejarah perjuangan nabi ..... Jadi, kita harus memulai dengan mengajarkan Islam ini kepada manusia sebagaimana Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memulainya. Akan tetapi sekarang ini kita tidak hanya memfokuskan diri kepada masalah Tarbiyah ini. Apalagi sekarang ini sudah banyak sekali perkara-perkara bid'ah yang disusupkan ke dalam Islam yang sebenarnya tidak termasuk ajaran Islam dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan Islam. Oleh sebab itu, merupakan kewajiban para da'i sekarang ini adalah memulai dengan pemurnian kembali ajaran Islam yang sudah tercemari ini (tashfiyah)....Kemudian perkara kedua adalah proses Tasfiyah ini harus dibarengi dengan proses Tarbiyah, yaitu membina generasi muda muslim dibawah bimbingan Islam yang murni tadi.

Apabila kita pelajari jama'ah-jama'ah Islam yang ada sekarang ini yang didirikan hampir seabad yang lalu, niscaya kita dapati banyak diantara para pengikutnya tidak mendapatkan faedah apa-apa. Meskipun gaung dan gembar-gembornya mereka ingin mendirikan negara Islam. Mereka telah menumpahkan darah orang-orang yang tidak bersalah dengan dalih tersebut tanpa mendapatkan faedah apa-apa darinya ! Sampai sekarang masih sering kita dengar banyak diantara mereka yang memiliki aqidah sesat, aqidah yang menyelisihi al-Qur'an dan as-Sunnah serta amal-amal yang bertolak belakang dengan al-Qur'an dan as-Sunnah ......

(Dikutip dari Tabloid "Al-Muslimun" 5/5/1416H edisi : 556 hal. 7. dan dari majalah "al-Buhuts al-Islamiyah" 49/373-377)

2. fatwa Syaikh Ibnu Baz

Ketika mengomentari makalah di atas, al-Alamah Abdul Aziz bin Baz berkata : "Sayat telah menelaah jawaban yang sarat faedah dan sangat berharga yang diutarakan oleh Shahibul Fadhilah Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albany wafaqahullah, diterbitkan oleh Tabloid Al-Muslimun berkenan dengan masalah pengkafiran orang yg berhukum dengan selain hukum Allah tanpa melihat perinciannya. Menurut penilaian saya jawaban tersebut sangat berharga dan sesuai dengan kebenaran serta sejalan dengan sabilil mukminin (manhaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah.


Dalam jawaban tersebut beliau mnejelaskan bahwa siapapun tidak dibolehkan menjatuhkan vonis kafir atas orang yang berhukum dengan selain hukum Allah hanya sekedar perbuatan lahiriyahnya tanpa mengetahui isi hatinya apakah menghalalkan tindakannya atau tidak !? Beliau berdalil dengan tafsir Abdullah bin Abbas Radhiyallahu 'anhu dan dari ulama-ulama Salaf lainnya ..."

(Tabloid "Al-Muslimun" 12/5/1416H edisi : 557 hal. 7)

Gimana zul .. masih kurang juga?

Thayyib ... saya tambah dari fatwa mantan mufti Mesir, Imamul Akbar Ali ath Thanthawy rahimahullah, dalam kitabnya Fatawa Asy Syaikh Ali ath Thanthawi, Darul manarah, Jeddah. Saudi Arabia.
 Ia ditanya oleh seorang alumni fakultas syariah, tentang apa hukumnya menggunakan hukum selain hukum Allah?

Jawab:

1. kata kufr terdapat dalam Al Quran dan As Sunnah dipahami dengan dua makna: satu, makna 'keluar dari agama'. kedua, makna 'maksiat'.

"Jangan kalian kafir lagi setelahku, di mana sebagian kalian saling membunuh satu sama lain."

Apakah para sahabat menjadi kafir setelah kepulangan dari perang shifin dan jamal? Dalam suatu hadits dinyatakan bahwa mencaci keturunan dan meratapi kematian adalah perilaku kufur. Ada lagi, demi Allah, tidak beriman seseorang bermalam dalam keadaan kenyang, sedang tetangganya kelaparan." Atau sabda lainnya: "Tidaklah beriman orang yang sedang berzina."

2. Semua lafal kufur dalam pengertian ini tidaklah mengeluarkan seseorang dari Islam kecuali menurut kalangan khawarij (nah .. khawarij'kan?) , walaupun itu semua termasuk perbuatan maksiat.

3. Barangsiapa yang berhukum dengan hukum selain hukum Allah, dan meyakini hukum itu lebih utama, lebih adil, dan lebih sempurna, dari pada hukum Allah, maka ia telah kafir dan keluar dari Islam. Begitupula ia jadi kafir dan keluar dari Islam jika berkeyakinan bahwa ia punya kebebasan memilih; antara pakai hukum Allah atau hukum selainNya.

4. Bila yakin akan wajibnya berhukum dengan hukum Allah, dan yakin Dialah Al Haq dan tidak bisa ditawar lagi, akan tetapi dia tidak mampu untuk mengikutinya dan lebih memilih posisi duniawinya padahal ia tahu itu berdosa, maka ia telah melakukan salah satu dari dosa-dosa besar. Bila ia mati dan belum taubat, maka ia mati dalam keadan masih punya iman, sedangkan perihal perbuatannya kita kembalikan kepada Allah; jika Allah kehendaki, Allah mengampuni karena keimanannya, jika Allah menghendaki juga,  Allah menyiksa sesuai kadar dosanya.

5. Masalah ini sudah ditulis dibanyak kitab. Yang paling bagus adalah apa yang ditulis oleh Imam Ibnul Qayyim, Madarijus Salikin juz I, hal. 336.

Demikian Fatwa Syaikh Ali Ath Thanthawi.

Nah .. kalo tafsiran para salaf, mufassir klasik, dan fatwa ulama ini sudah demikian jelasnya bahwa tidak sembarang mengkafirkan umat Islam yang masih bersyahadat, shalat, zakat, hanya karena secara institusi ia tidak berhukum tidak pakai hukum Allah, maka sudah seharusnya Izzul Islam menyadari kekeliruan pemahamannya (takfirnya)...

jika masih memaksakan diri dan keras kepala, sungguh hawa nafsu adalah Tuhan paling jelek yang di sembah di  muka bumi ..

Fanatik kepada ulama masih lebih baik daripada fanatik dengan hawa nafsu sendiri ...

Allahu Yahdik ..
 .

Offline kuringtea

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 2.834
  • Lokasi: Bandung-bogor-bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
  • Inspirasi "mujahid" dilampu motorku
    • Lihat Profil
    • www.perisaidakwah.com
« Jawab #110 pada: 02 Februari 2008, 17:44:51 »
alhamdulillah , jazakalahu akah wisdom untuk tulisannya  O0
Sahabat ‘Umar Ibn al-Khaththab berkata,

“Bukanlah orang yang berakal itu adalah yang dapat mengetahui kebaikan dari keburukan, namun orang yang berakal adalah yang mampu mengetahui yang terbaik dari dua keburukan.”

[ Raudhatul Muhibbin,hal 8)
Mangga mampir di : makadir.wordpress.com

Offline izzulIslam

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 137
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #111 pada: 02 Februari 2008, 19:10:44 »
Kemudian beliau berbicara tentang tafsir Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu yang oleh Muhammad Quthb dan pengikutnya berusaha dijadikan sebagai sifat khusus bagi para khalifah Bani Umayyah! Syaikh al-Albani berkata : "Sepertinya Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu mendengar persis seperti yang sering kita dengar sekarang ini bahwa ada beberapa oknum yang memahami ayat ini secara zhahir saja tanpa diperinci. Maka beliau Radhiyallahu 'anhu berkata : 'Bukan kekufuran yang kalian pahami itu! Maksudnya bukan kekufuran yang mengeluarkan pelakunya dari agama, namun maksudnya adalah 'kufrun duna kufrin' (yaitu kekufuran yang tidak mengeluarkan pelakunya dari agama)'.


Hadist di atas dlaif (lemah) karena melalui hisyam bin hujair.
Imam Ahmad bin Hambal tentang hisyam bin hujair: dia adalah orang mekah yg dhloif

Ana udah terangkan di thread yg lain ttg pendapat Ibnu Abbas ini adalah menyikapi sebagian khawarij ghulat (ekstrim) tentang penguasa bani umayyah pada saat itu. Beberapa mereka berdebat apakah penguasa khalifah bani umayyah saat itu telah kafir akibat menggantikan salah satu syari'at Alloh tentang penunjukan pemimpin yg tadinya melalui syuro menjadi penunjukan turun temurun. Lalu beliau berkata: "bukan kekufuran yg kalian maksudkan itu!! sesungguhanya ia adalah kufrun duna kufrin!
Tidak nyambung kalau digunakan landasan ini untuk penguasa sekarang yg terang2 menantang Alloh dengan membuat sendiri hukum tandingan melalui lembaga semacam MPR!!

Ada satu buku bagus untuk teman2 tentang masalah ini, yg ana pernah baca. Judulnya: "Jejak2 Amal Kemurtadan" yg ditulis oleh Mustafa Halimah 'Abu Basyir'. InsyaAlloh bermanfaat.....
Ya Alloh berilah rahmat kemenangan kepada mujahidin dimana saja mereka berada. Lemparkanlah kepada musuh2 mereka kekalahan dan kerugian yg besar.Tegakkanlah kekhalifahanMu di muka bumi. Hancurkanlah sistem kebatilan.Karena jika sistem kebatilan itu tegak makayg ada kesesatan dan kesengsaraan manusia

Offline HCL

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 204
  • Lokasi: MAU TAU AZE LHOO
  • Jenis kelamin: Pria
  • GUE BUKAN INTEL BRO..(masa intel ngaku)
    • Lihat Profil
« Jawab #112 pada: 02 Februari 2008, 23:53:19 »

Ada satu buku bagus untuk teman2 tentang masalah ini, yg ana pernah baca. Judulnya: "Jejak2 Amal Kemurtadan" yg ditulis oleh Mustafa Halimah 'Abu Basyir'. InsyaAlloh bermanfaat.....

MALAS AKH BACA BUKUNYA  :toe:   DAH KETAHUAAN POLA PIKIRNYA >:(  , PALING NGAK JAUH DARI INI :

1. MUDAH KAFIRIN ORANG ISLAM
2, MAEN BOM BUNUH CULIK SIPIL KAFIR YANG NGAK/BELUM BOLEH DIPERANGI
3. KAGAK BERANI SERANG LANGSUNG KE MARKAZ MILITER AS DKK DI INDONESIA
4, TEMENNYA IMAM SAMUDAERA CS

GAMPANG NYIMPULIN AYAT HUKUM,,,,,DOR DER DUR YANG LAEN DIKAFIRIN KABEH..KECUALI IZZUL DAN TEMEN -=TEMENYA
HCL : ASEM CHLORIDA

GUE BAKALAN ASEM SAMA YANG KURANG ASEM
WARNING: HLC ngak ada kaitan saudara ma guwe,cuma. die inspiratorku dlm hal, KECUEKAN

Offline wisdom

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 937
    • Lihat Profil
« Jawab #113 pada: 03 Februari 2008, 01:19:30 »
Tulisan saya segitu panjangnya .... yang ditanggapi hanya hadits Ibnu Abbas  - padahal hadits itu  yang dijadikan hujjah oleh Syaikh al Albany artinya dalam pandangannya hadits tersebut tidak dhaif. Tak cukup mendhaifkan hadits karena jarh satu orang muhaddits ...

Baiklah anggap saja dhaif ... lalu bagaimana tafsir dari para ulama salaf lainnya dan fatwa para ulama yang mu'tabar ...

Untuk Abu Bashir, mohon maaf, dahulu saya penah mengutip beberapa pendapatnya ... tetapi belakangan ketika saya ketahui pemikirannya takfiri ... mohon maaf tidak tertarik ... kecuali jika anda mau belikan dan kirim ke rumah saya ...  he he he

Offline izzulIslam

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 137
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #114 pada: 04 Februari 2008, 21:27:30 »
Kutip
4:150. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan[373] antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir),
4:151. merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.

Ayat ini justru ditujukan kepada penguasa sekarang dan pengikut serta pembelanya baik kalangan umum maupun ulama mereka. Mereka beriman pada ayat2 sholat, puasa haji, tapi malah kufur pada ayat2 hukum riba, hudud, qishos, zakat, dll yg tidak diterapkan oleh negara tsb.

Kutip
Tapi Rasulullah saw membawa REVOLUSI akidah (TAuhid)........  dengan Ketauhidan inilah rasulullah dengan mudah  mengajak umat manusia untuk Kembali kepada Tatanan Kehidupan Islam (SISTEM ISLAM)....  karena Ketauhidan pula  Rasulullah  menghasilkan generasi yang amat kuat,luar biasa, paling Ideal dalam sepangjang sejarah umat manusia  yakni generasi sahabat,,,,,,,,,,,,,,,,

justru mereka2 yg tidak mengakui bahwa Alloh adalah bukan sekedar penguasa langit, tetapi juga penguasa bumi. Maka seharusnya mereka tidak membuat hukum2 tandingan terhadap apa yg diturunkan Alloh. Kemana tauhid mereka itu.....
Kalau sekedar tauhid rububiyyah saja sesungguhnya abu jahal dan orang2 kafir mereka ini mengakui bahwa Alloh adalah pencipta langit dan bumi, yg memberi rizki.
Tetapi ketika mereka diajak menyembah Alloh dan berhukum dengan syari'at Alloh tiba2 mereka berpaling. Sehingga abu jahal itu yg dulunya adalah abu hakam (bapak hukum) menjadi abu jahal (bapak kebodohan)

@wisdom,
maaf ya, ana tak menganggap syeikh albani sebagai mujtahid dalam masalah2 waki' beliau lebih tepat sebagai ahlul hadist.
Dan bin baz juga demikian, apalagi mufti tsb ketika mengatakan wajib adanya istihlal dalam penentuan status kufur....

pikirkanlah ini:
kekafiran itu tidak ada uzur jahil (bodoh) karena bapak, ibu dan kakek Muhammad SAW adalah di neraka padahal beliau SAW itu belum menjadi rosul. Sedangkan ummat ini sudah diutus Rosul, mana yg lebih pantas dapat uzur jikalau memang diberikan uzur??

bahwa orang yg sudah bersyahadat (syahadat dalam terminologi bhs arab adalah sumpah) dalam sejarahnya bisa menjadi murtad.... tidak aneh kok.
Ya Alloh berilah rahmat kemenangan kepada mujahidin dimana saja mereka berada. Lemparkanlah kepada musuh2 mereka kekalahan dan kerugian yg besar.Tegakkanlah kekhalifahanMu di muka bumi. Hancurkanlah sistem kebatilan.Karena jika sistem kebatilan itu tegak makayg ada kesesatan dan kesengsaraan manusia

Offline pak_ustadz07

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 419
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • generasi Islam
    • Lihat Profil
« Jawab #115 pada: 05 Februari 2008, 01:52:25 »
Kutip
4:150. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan[373] antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir),
4:151. merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.
Ayat ini justru ditujukan kepada penguasa sekarang dan pengikut serta pembelanya baik kalangan umum maupun ulama mereka. Mereka beriman pada ayat2 sholat, puasa haji, tapi malah kufur pada ayat2 hukum riba, hudud, qishos, zakat, dll yg tidak diterapkan oleh negara tsb.
Ayat ini ditujukan bukan hanya kepada penguasa yang dzalim saja, tapi semuanya, termasuk diri Anda, yang jelas2 kalau saya tangkap dari pernyataan diatas, Andatidak mengimanai Cara dakwah yang telah di usung Rasululullah dan para sahabat.........  bukan begitu........?  ^-^
yakni dakwah dengan mengmbalikan ketauhidah(AKIDAH) Kepada Mereka....................... .................!

  :woroworo: Kalau saja Dakwah (perjuangan Islam) ini Akan berubah maka, Niscaya Allah swt tidak menjadikan Dakwah Rasulullah adalah dakwah TERAKHIR untuk seluruh manusia sampai Akhir zaman..........!   >:(


Kutip
justru mereka2 yg tidak mengakui bahwa Alloh adalah bukan sekedar penguasa langit, tetapi juga penguasa bumi. Maka seharusnya mereka tidak membuat hukum2 tandingan terhadap apa yg diturunkan Alloh. Kemana tauhid mereka itu.....
Kalau sekedar tauhid rububiyyah saja sesungguhnya abu jahal dan orang2 kafir mereka ini mengakui bahwa Alloh adalah pencipta langit dan bumi, yg memberi rizki.
Tetapi ketika mereka diajak menyembah Alloh dan berhukum dengan syari'at Alloh tiba2 mereka berpaling. Sehingga abu jahal itu yg dulunya adalah abu hakam (bapak hukum) menjadi abu jahal (bapak kebodohan)

Kalau Anda sudah sadar,tahu, bahwa mereka sudah kehilangan tauhid Mereka, Kenapa  Anda tidak mengembalikan mereka Kepada Tauhid, supaya mereka tunduk kepada Allah secara total dan menjauhi (Ingkar kepada)  thaugut........,  bukan lantas  Mereka  Kamu babat (Bunuh)  Habis-habisan........... >:(  Karena Tahu-tahunya kamu Tentang Hati seseorang...........  :nenene:     Atau jangan2 Anda  Sama juga, yakni  tidak mengetahui alias Buta dalam hal ketauhidan seperti Mereka........... :hmmm:

Terjawablah sudah apa yang telah menjadi tanda tanya saya selama ini kepada Anda ,"tanpa ada maksud untuk menjelek2kan Anda" ternyata Anda adalah orang2 yang mendahului Allah alias melapaui batas........ 
7:150 150. Dan tatkala Musa telah kembali kepada kaumnya dengan marah dan sedih hati berkatalah dia: "Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan sesudah kepergianku! Apakah kamu hendak mendahului janji Tuhanmu[571]? Dan Musapun melemparkan luh-luh[572] (Taurat) itu dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Harun) sambil menariknya ke arahnya, Harun berkata: "Hai anak ibuku, sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir-hampir mereka membunuhku, sebab itu janganlah kamu menjadikan musuh-musuh gembira melihatku, dan janganlah kamu masukkan aku ke dalam golongan orang-orang yang zalim.
===>dengan fakta dibawah ini :   :yakyik:
Kutip
kekafiran itu tidak ada uzur jahil (bodoh) karena bapak, ibu dan kakek Muhammad SAW adalah di neraka padahal beliau SAW itu belum menjadi rosul. Sedangkan ummat ini sudah diutus Rosul, mana yg lebih pantas dapat uzur jikalau memang diberikan uzur??

Oleh karena itu janganlah kalian  mendahului Ketetapan Allah dan Rasulnya.................


49:1. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya[1407] dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui

« Edit Terakhir: 05 Februari 2008, 02:09:46 oleh pak_ustadz07 »


Offline wisdom

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 937
    • Lihat Profil
« Jawab #116 pada: 05 Februari 2008, 08:28:15 »
Kata Izzul Islam:

"maaf ya, ana tak menganggap syeikh albani sebagai mujtahid dalam masalah2 waki' beliau lebih tepat sebagai ahlul hadist.
Dan bin baz juga demikian, apalagi mufti tsb ketika mengatakan wajib adanya istihlal dalam penentuan status kufur...."

Waahh Fei shin, Abu Ahmad Abdul Alim n kawan-kawan salafi mana nih ... Syaikh al Albany dan Syaikh bin Baz kena  embat nih ...

Zul ... ulama itu banyak dan yang berpendapat seperti mereka ini juga buaanyak .. kalau Anda tak mau terima pendapat mereka berdua, bagaimana dengan pandangan ulama lainnya? Seandainya minus Syaikh al Albany dan Syaikh bin Baz nih .. gak papa ..

 Lah, Saya'kan  sudah kutip Pandangan para salaf, Imam Ibnu Katsir, Imam Ibnu jarir, Imam An Nasafy, Imam Baidhawi, Imam Ar Razi, lalu Nada anggap apa mereka ini ? apakah Anda lebih tahu tafsir dibanding mereka .. lihat tulisan Anda semuanya Ra'yu sendiri ... bahayyyyya!

Man Qala fil Qur'an bi ra'yihi fal yabawwa' maq'aduhu minannar (Barangsiapa yang berbicara tentang isi AL Quran, hanya dengan ra'yunya saja, maka disediakan baginya kursi di neraka) ni hadits Riwayat Imam at Timidzi, sanadnya hasan gharib. namun menurut Syiakh Ahmad Syakir, Shahih.

Kata Izzul lagi:
"kekafiran itu tidak ada uzur jahil (bodoh) karena bapak, ibu dan kakek Muhammad SAW adalah di neraka padahal beliau SAW itu belum menjadi rosul. Sedangkan ummat ini sudah diutus Rosul, mana yg lebih pantas dapat uzur jikalau memang diberikan uzur?"

Antum juga .. aduuh ... parah banget ..

Ayah, paman, dan kakek nabi jangan dikira belum masa risalah ... dia sudah masuk risalah tauhid-nya nabi Isa ... kalau mereka tetap kafir terus masuk neraka ya wajar ... itulah pandangan para Imam Ahlus Sunnah dari dulu, dan sudah difatwakan oleh Lajnah Daimah tentang ayah, paman, dan kakek nabi ... (memang ada yang tidak sependapat seperti Syaikh Muh. al ghazali, atau no comen seperti Imam as Sanusi dan Imam al Abby)

Yang pasti "Kebodohan" merupakan uzdur seseorang untuk tidak dikafirkan, kama qaala Syaikhul Islam wa Imam Ahmad haitsu qaalaa lijahmiyyin fi masaail asma wa sifat:

"Saya tidak mengkafirkan kalian -orang-orang jahmiyah- karena kalian bodoh, dan itu udzur untuk kalian, tetapi jika saya yang mengatakan maka kafirlah saya." Ya jelas beda, sebab Dua Imam ini adalah seorang Imam yang sangat luas ilmunya, baginya udzur kebodohan tidak cocok. tetapi bagi orang jahmiyah yang menolak asma wa sifat, karena mereka bodoh, maka mereka dimaafkan karena kebodohannya ... sedangkan Anda katakan jahil (kebodohan) bukan uzur .. wah ...

Demikianlah pandangan ulama dan para imam ...

Zul ... mana pandangan Anda yang bersandar pada pandangan para Ulama dan Imam ?
Di tunggu ... jangan nyari di internet .. sayang pulsa ..

Offline adi isa

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 1.595
  • Jenis kelamin: Pria
  • let me, I'm thinking
    • Lihat Profil
    • http://feradiisander.wordpress.com
« Jawab #117 pada: 06 Februari 2008, 16:39:37 »
Sikap para "Salafy" di negeri ini (mungkin juga di negri lain) terhadap Demokrasi adalah sama. diwakili oleh neters di situs ini kurang lebih seperti itu. baik oleh Abul Jauza, Fhei Shin, njameel, dll.

Mungkinkah pendapat mereka semua tersimpulkan dalam perkataan Marrius dalam thread yg berjudul "Status orang yang bermuamalah dengan demokrasi. diantaranya sbb:
 tanpa keraguan sedikitpun ini orang suhu nya Marius (yang entah siapa tu orang) menetapkan KAFIR kepada org yg juga memfatwakan tentang bolehnya pemilu demokrasi..
Kita kenal KibarulUlama seluruhnya memfatwakan bolehnya bahkan anjuran pemilu demokrasi. baik bin baz, bin utsimin, Alu Syaikh,. dll 
disisi lain "salafy" berupaya untuk "tampak Ilmiah" dengan istilah kafir mutlak dan kafir muayyan.. maksud mereka menetapkan kekafirannya itu muayyan. bukan Mutlak. sebetulnya lucu juga menetapkan kibarul ulama telah Kafir muayyan (atau Murtad muayyan kalo ada  :hihi: hihi ). dan lebih lucunya lagi mereka menetapkan kafir/murtad yg tidak mutlak dgn landasan: bodoh / kurang ilmu, atau di paksa. lucu ya ada org yg mengucapkan "kibarul ulama org-org bodoh" atau sering di paksa org untuk berfatwa.  dipaksa ame siape ya?. ama SBY?.. atau ame Jarwo kwat??  :hihi:

walaupun aneh juga si marius cs ini masih mendoakan orang yang telah dikafirkan itu agar diampuni Allah.     :hihi:  hihi..  amroji bener ni orang.
bukan manusia yang mengkafirkan manusia, tapi dalam alquran, mereka yang tidak bertuhan kepada Allah dan tidak mengakui muhammad sebagai utusannya adalah kafir, semua diluar islam adalah kafir. titik!

Offline izzulIslam

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 137
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #118 pada: 06 Februari 2008, 21:28:57 »

Kutip
Ayat ini ditujukan bukan hanya kepada penguasa yang dzalim saja, tapi semuanya, termasuk diri Anda, yang jelas2 kalau saya tangkap dari pernyataan diatas, Andatidak mengimanai Cara dakwah yang telah di usung Rasululullah dan para sahabat.........  bukan begitu........?  *tuing!*
yakni dakwah dengan mengmbalikan ketauhidah(AKIDAH) Kepada Mereka....................... .................!

  Woro woro.. Kalau saja Dakwah (perjuangan Islam) ini Akan berubah maka, Niscaya Allah swt tidak menjadikan Dakwah Rasulullah adalah dakwah TERAKHIR untuk seluruh manusia sampai Akhir zaman..........! 

Kalau Anda sudah sadar,tahu, bahwa mereka sudah kehilangan tauhid Mereka, Kenapa  Anda tidak mengembalikan mereka Kepada Tauhid, supaya mereka tunduk kepada Allah secara total dan menjauhi (Ingkar kepada)  thaugut........,  bukan lantas  Mereka  Kamu babat (Bunuh)  Habis-habisan........... Grrrrrrrr!!!  Karena Tahu-tahunya kamu Tentang Hati seseorang...........  Ne ne nee..     Atau jangan2 Anda  Sama juga, yakni  tidak mengetahui alias Buta dalam hal ketauhidan seperti Mereka...........  Hmmm

khan saya sudah terangkan di masa lalu bahwa hukum akhir dalam alquran adalah tidak cukup dengan da'wah saja. Ini saya kutip lagi:

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan :
“ Sebagian orang mengatakan ayat-ayat yang memerintahkan mendebat orang kafir telah dinaskh oleh ayat saif karena mereka meyakini bahwa perintah untuk memerangi berarti meniadakan perintah mendebat. Pendapat ini salah, karena sebuah naskh terjadi bila hukum yang menaskh bertolak belakang dengan hukum yang dimansukh, sebagaimana perintah menghadap ke masjidil haram dalam sholat bertolak belakang dengan perintah menghadap ke Masjidil Aqsho, dan seperti firman Allah (tahanlah tangan-tangan kalian…) yang bertolak belakang dengan perintah (perangilah mereka…),
Sebagaimana firman Allah (Tidakkah kau melihat orang-orang yang diperintahkan untuk menahan tangan-tangan mereka, mendirikan sholat dan menunaikan zakat. Ketika diwajibkan atas mereka berperang, mereka takut kepada manusia sebagaimana takutnya mereka kepada Allah atau bahkan lebih takut lagi…” (QS. An Nisa’ :77). Perintah Allah Ta’ala untuk berperang menaskh perintah-Nya untuk menahan tangan-tangan mereka.
Adapun perintah Allah,” Serulah mereka kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan peringatan yang baik dan debatlah mereka dengan debat yang lebih baik” (QS. An Nahl :125) dan firman-Nya,” dan janganlah kalian mendebat ahlu kitab kecuali dengan cara yang lebih baik…” (QS. Al Ankabut :46), maka kedua ayat ini tidak bertolak belakang dengan perintah berjihad melawan orang-orang yang diperangi. (Yang ada) Perintah jihad itu bertolak belakang dengan larangan berjihad dan perintah untuk sekedar berdebat saja.”
Beliau lalu menyebutkan beberapa cara mengkompromikan antara perintah berjihad dan perintah berdebat. Cara kelima adalah :
“ Cara kelima : Yang dimasukh adalah (perintah untuk) mencukupkan diri dengan sekedar berdebat saja.” Ibnu Taimiyah, Al Jawabu Shahih 1/66-74.

UNTUK LEBIH LENGKAP DAPAT MENDOWNLOAD KITAB PADA
http://www.4shared.com/file/36387600/931bcdc8/tebar_tunai.html

Kutip
Ayah, paman, dan kakek nabi jangan dikira belum masa risalah ... dia sudah masuk risalah tauhid-nya nabi Isa ... kalau mereka tetap kafir terus masuk neraka ya wajar ... itulah pandangan para Imam Ahlus Sunnah dari dulu, dan sudah difatwakan oleh Lajnah Daimah tentang ayah, paman, dan kakek nabi ... (memang ada yang tidak sependapat seperti Syaikh Muh. al ghazali, atau no comen seperti Imam as Sanusi dan Imam al Abby)

Yang pasti "Kebodohan" merupakan uzdur seseorang untuk tidak dikafirkan, kama qaala Syaikhul Islam wa Imam Ahmad haitsu qaalaa lijahmiyyin fi masaail asma wa sifat:

"Saya tidak mengkafirkan kalian -orang-orang jahmiyah- karena kalian bodoh, dan itu udzur untuk kalian, tetapi jika saya yang mengatakan maka kafirlah saya." Ya jelas beda, sebab Dua Imam ini adalah seorang Imam yang sangat luas ilmunya, baginya udzur kebodohan tidak cocok. tetapi bagi orang jahmiyah yang menolak asma wa sifat, karena mereka bodoh, maka mereka dimaafkan karena kebodohannya ... sedangkan Anda katakan jahil (kebodohan) bukan uzur .. wah ...

Demikianlah pandangan ulama dan para imam ...

coba pikirkan ini: ada orang bodoh dalam Islam, kemudian dia berdiri bersama2 orang kafir dalam memerangi yg mereka sebut sebagai "teroris" kayak polisi irak itu tuh... kerjasama dengan amerika dalam menegakkan demokrasilah, nasionalisme arablah...
Mereka menghalangi tegaknya daulah Islam, bunuh saja.... khan gampang.....
matilah mereka sebagai orang kafir....
Kemudian tegaklah Daulah Islam dengan pertolongan Alloh. Gitu aja kalian kok susah mikir sih...

kalaupun kalian ingin da'wah, tirulah seperti yg dilakukan Nabi Ibrahim AS.

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: "Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah". (Ibrahim berkata): "Ya Rabb kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali”. (QS. Al Mumtahanah, 60: 4)

ingkarilah kekafiran mereka dan jadikanlah mereka musuhmu.... pasti kalian akan menghadapi cobaan yg besar. tapi sampai sekarang ana lihat kalian ini ongkang2 kaki sama kafirin. Tidak seperti Ustadz Abu Bakar Ba'asyir misalnya beliau sudah merasakan cobaan tsb....

Kalau mau tahu tentang millah Ibrahim baca di sini nih:

http://www.4shared.com/file/36661405/2a639d27/_2__millah_ibrahim.html
Ya Alloh berilah rahmat kemenangan kepada mujahidin dimana saja mereka berada. Lemparkanlah kepada musuh2 mereka kekalahan dan kerugian yg besar.Tegakkanlah kekhalifahanMu di muka bumi. Hancurkanlah sistem kebatilan.Karena jika sistem kebatilan itu tegak makayg ada kesesatan dan kesengsaraan manusia

Offline generasi_robbani

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 60
  • Lokasi: x_Indonesia
  • Jenis kelamin: Pria
  • generasi_Robbani
    • Lihat Profil
« Jawab #119 pada: 06 Februari 2008, 23:44:05 »
kalaupun kalian ingin da'wah, tirulah seperti yg dilakukan Nabi Ibrahim AS.

sungguh anda ini tidak akan di beri sayafaat oleh rasulullah saw....  Insya Allah:  karena Anda sudah  mengesampingkan Sunnah Rasul dalam berdakwah..............!!!
Kisah marahnya Rasulullah saw terhadap Umar ibnul Al KHatab ketika beliau melihatnya sedang memegang lembaran TAurat.............  menjadi sebuah kecaman Bagi Izul Islam cs, ,,,,BAhkan seorang sahabat yang mendapat jaminan surga pun  Diperingatkan seperti itu.........  Apa lagi anda........
"Demi Allah , Seandainya Musa Hidup saat ini bersama kalian, niscaya ia hanya diperbolehkan oleh Allah swt untuk menjadi pengikutku."