Penulis Topik: Mencari Format Perjuangan Umat Islam dalam Menegakkan Ajaran Islam  (Dibaca 970 kali)


Offline ^Philosophia^

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 23
  • ISLAM IS MY IDEOLOGY
    • Lihat Profil
« pada: 03 Februari 2008, 13:39:06 »
Islam...pernah tegak menjadi satu tatanan masyarakat madani pada masa Rasulullah dan itu terjadi pada 16 abad yang lalu.
Sampai sekarang, umat Islam di Indonesia merindukan kembali masyarakat madani yang hingga sekarang belum pernah tegak di bumi Indonesia. mulai dari masa kerajaan, Umat Islam sudah dipinggirkan dgn politik Islam abangan yang memerangi Islam putihan di daerah2 pesisir, sehingga sekarang kita menyaksikan wajah Islalm di Indonesia yang abangan, sekuler, dan tidak ideologis.
Masa kolonial umat Islam dijajah dan dipecah belah hingga 350 tahun, kebangkitan Islam di Aceh juga mengalami kegagalan dgn strategi Snouck Horgonje yang mengancurkan Islam sebagai donktrin politik dan melestarikan Islam ritual (satu strategi yang juga dianut Suharto utk memojokkan Islam ideologis dan menggantinya dgn Islam kultural-pluralism)
Masa kemerdekaan, kekalahan umat Islam di sidang konstituante dalam merumuskan dasar negara notabene kita ketahui sebagai politisasi umat Islam yang dilakukan oleh kelompok nasionalis-sekuler-nasrani. Umat Islam kembali menelan kekalahan dan ini adalah kekalahan paling telak dalam sejarah perjuangan Islam di Indonesia yang berimplikasi sampai sekarang pada konstitusi negara kita dan format perjuangan umat Islam betapa sulit menegakkan ajaran-ajaran Islam di Indonesia.
Masa Soeharto, lebih kejam lagi, Diberlakukannya asas tunggal untuk menghancurkan ideologi agama dalam setiap gerakan Islam (sehingga banyak gerakan Islam yang melakukan tiarap alias gerakan bawah tanah) kemudian strategi Ali Murtopo dalam memojokkan umat Islam lewat komando jihad, kasus tanjung priok, dan banyak lagi gerakan-gerakan untuk menumpas Islam dan dihembuskannya pluralisme, toleransi, sekulerisme (agama Islam yes, negara Islam no) telah membuat umat Islam sampai pada saat ini kehilangan orientasi, visi, semangat dan perjuangan untuk menegakkan Islam di Indonesia.
Masa reformasi sedikit membahagiakan (pada awalnya) dgn kemenangan poros tengah yang menghasilkan presiden Islam (mungkin karena kapabilitas/ kemampuannya kurang) akhirnya lengser juga dan munculnya banyak partai politik Islam, gerakan-gerakan Islam (harakah) yang seolah keluar dari Goa setelah sekian lama ditindas Orba.
Namun sampai sekarang pun, kita belum melihat hasil kongkrit perjuangan umat Islam dalam menegakkan aturan-aturan Tuhan di bumi Indonesia, walaupun telah banyakparpol, gerakan Islam, cendekiawan muslim, tokoh Islam yang "bergerak". Didasari oleh satu semangat untuk menjalankan misi kita sebagai manusia untuk menjadi Khalifah Fil Ard (dalam QS alBaqarah:30) saya mengajak antum sekalian untuk berdiskusi mencari " bagaimana format perjuangan umat Islam dalam menegakkan ajaran-ajaran Islam di bumi Indonesia (tentu yang saya maksud adalah ajaran Islam yang menyeluruh dalam kehidupan masyarakat atau orang lebih banyak menyebut syariat atau saya sendiri lebih suka menyebut ideologi). Apakah dengan:
1. Gerakan kultural, yaitu dakwah terus menerus seperti yang dilakukan oleh organisasi2 dakwah kultural baik itu lewat Pesantren, atau dakwah dimasjid2 atau dakwah massa
2. Gerakan politik, yaitu dengan menegakkan kekuasaan agar memudahkan mengimplemantasikan aturan2 Islam secara menyeluruh dalam sendi2 kehidupan masyarakat.
3. Atau format perjuangan yang selainnya
Dari salah satu format perjuangan yang antum pilih, bagaimana kongkritnya atau operasionalnya dgn kondisi Indonesia sekarang.
Semoga diskusi ini menjadi salah satu inspirasi dalam menemukan format perjuangan umat Islam dalam menegakkan aturan-aturan Islam di bumi Indonesia, Amiin. . . .

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.388
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #1 pada: 03 Februari 2008, 22:23:17 »
Kutip
(tentu yang saya maksud adalah ajaran Islam yang menyeluruh dalam kehidupan masyarakat atau orang lebih banyak menyebut syariat....)
kalau sasarannya menyeluruh...tentunya sarana yg dibutuhkan adalah yang mampu menjangkau secara luas.....
yaitu....
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28819.0.html

bagaimana kita mau menegakkan/membumikan syariat islam keseluruh penjuru...sedangkan kita terkonsentrasi dalam lingkungan/kelompok kita sendiri.....%peace%

bagaimana mau menegakkan aturan-aturan islam....sedangkan aturan/syariat itu hanya segelintir orang saja yg difahamkan :hmmm:

saya sendiri suka jalan kedaerah dan suka nimbrung dan ngobrol dengan mereka yg jauh dari SENTUHAN DAKWAH....
rata2 jawaban mereka sama....yaitu
"Kenapa para Ulama tidak mau mendatangi kami?"
padahal kami juga ingin......:hmmm:

kalau dalam konteks personal mungkin kita bisa membantahnya..."lhoo....ulama yang harus didatangi....kamu mau masuk surga gak?" :(
atau yg dari suatu harokah.....masuk dulu dong kelompok ane... ^-^

Kalau kita berbicara dalam konteks membangun Peradaban Islam dan Menegakkan Syariah.....
Apakah kita akan menunggu untuk didatangi ?... :-X :dada:
Apalagi menunggu amplop....:wataw:

Sudah seharusnya kita untuk menjemput Kebangkitan Islam :iyes:
Yaitu...Menjemput/Mendatangi Ummat...:hmmm:

"Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada suatu kaum sebelum mereka sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri." (ar-Ra'd: 11)

REFERENSI: :koran:

Masalah Inti Muslim Indonesia
http://myquran.org/forum/index.php/topic,27544.0.html

"PERANAN MEDIA" dan Fasilitas Pendidikan
http://myquran.org/forum/index.php/topic,20011.msg437822.html#msg437822

Kita butuh propaganda...
http://myquran.org/forum/index.php/topic,20011.msg459013.html#msg459013

Mari dirikan Televisi Islam
sebagai corong membangkitkan semangat dan ghiroh keislaman pada seluruh masyarakat
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28819.0.html

Siapkan GENERASI sejak dini....
Generasi yang akan membangun peradaban Islam.....
http://myquran.org/forum/index.php/topic,1490.0.html

%peace%
« Edit Terakhir: 18 Februari 2008, 08:26:56 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.388
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #2 pada: 03 Februari 2008, 22:59:00 »
Kutip
Dalam point ini yang ingin disampaikan adalah kasus Lia itu adalah bagian dari tidak tuntasnya kajian Islam.

Jika anak-anak dari sekarang tidak tahu mengaji, kemudian mengaku diri pintar, bisa saja suatu saat mereka akan buat aliran baru lagi karena mengikuti hawa nafsunya.

Kuncinya agar tidak terjadi lagi kasus seperti Lia dkk adalah kita perkuat kajian keislaman di masyarakat kita. Tiap daerah harus ada ulama yang mengajarkan umatnya mana yang hak dan mana yang batil. Jangan sampai juga tidak ada ulama sama sekali, atau jangan juga ada ulama tapi ulamanya acuh tak acuh dengan kondisi umatnya.  :wataw:

Mari bina umat kita agar tidak terjerumus untuk membuat ajaran sesat dan menyesatkan.
:yakyik:
http://myquran.org/forum/index.php/topic,1490.msg898364.html#msg898364


Mengubah Cara Kita Memikirkan Da’wah...:hmmm:
 :yakyik:
http://myquran.org/forum/index.php/topic,20062.0.html

:koran:
« Edit Terakhir: 03 Februari 2008, 23:06:00 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline poony_moony

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 4.014
  • Lokasi: SaudiArabia
  • Jenis kelamin: Wanita
  • sebentuk hati berpenyakit sebongkah jiwa pnuh dosa
    • Lihat Profil
    • kumpulanhadist
« Jawab #3 pada: 03 Februari 2008, 23:33:44 »
membina ummat menjadi insan yang berahlaq qur'ani dimulai dari rumah kita..jika seluruh anggota keluarga sudah mampu berahlaq yang bisa dipertanggung jawabkan,..baru bisa dikembangkan dengan menjangkau ummat yang lebih luas lagi.

Mari kita bina generasi Qurani dimulai dari rumah kita..!dengan menanamkan keyakinan akan tauhid.(tidak menuhankan selainNya)agar tak tergoyahkan saat aqidah sesat menggoda di depan mata. O0

" Read the name of the Lord who created "

Memurnikan ketaatan untuk Allah semata, mengikhlaskan amalan hanya untuk Allah ta'ala,ridha dengan ketentuanNya, serta sabar dalam
ketetapanNya, dan beriman dengan segala takdirNya

"Astagfirullahaladziim Waatuubu Ilaiih"
[

Offline siJohn

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 1.199
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 04 Februari 2008, 01:52:00 »
Mulai dari keluarga.. bukan berarti yang dibahas hanya masalah keluarga.
Mulai dari diri sendiri.. bukan berarti yang dibahas hanya ibadah mahdloh dan hukum privat Islam
Mulai dari yang kecil.. bukan berarti menghindar dari masalah yang ruwet, Masalah besar, masalah pokok dan utama
Mulai dari.. ya bukan berarti terus pada permulaan. Karena dunia berputar dengan cepat, problema kita makin banyak
Mari kita selesaikan pekerjaan yang sudah kita mulai ini. Bersama kita bisa   :)
ttd

(tangan)

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.388
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #5 pada: 04 Februari 2008, 17:52:45 »
Mengubah Cara Kita Memikirkan Da’wah...:koran:

Jembatan apa yang dibutuhkan, diantara cita-cita yang menjulang dan kemampuan yang pas-pasan?

Ada perasaan sia-sia yang menjalar perlahan di hati seorang dosen. Malam itu semua usahanya meyakinkan para mahasiswanya tentang keunggulan ekonomi Islam gugur berkeping-keping, hanya karena sebuah pertanyaan sederhana seorang mahasiswa.

Rasanya semua energi intelektualnya sudah dikerahkan. Enam belas kali pertemuan dalam satu semester. Menurut dosen, jumlah tersebut cukup guna membangun keyakinan kokoh di benak para mahasiswa tentang keunggulan sistem ekonomi Islam di atas semua sistem lainnya.

Ia meyakinkan mereka dengan membuat perbandingan ideologi dan sistem yang sangat rasional-objektif antara Islam dengan kapitalis dan komunis; perbandingan bisnis antara konsep bank tanpa riba dan bank konvensional; analisa komprehensif tentang kegagalan pembangunan di dunia Islam; syarat-syarat yang diperlukan demi meningkatkan kesejahteraan ummat dan memajukan perekonomian mereka.

Begitu seterusnya. Mahasiswa-mahasiswanya antusias. Sampai pertanyaan sederhana itu muncul. "Apakah ada sebuah negara yang telah menerapkan sistem ekonomi Islam, dan mencapai tingkat kemakmuran yang dijanjikan sistem itu seperti yang bapak ceritakan, sehingga kita dapat menjadikannya model pengembangan ekonomi bangsa kita ke depan?" tanya mahasiswa itu enteng, dan sedikit lugu.

Sederhana memang. Tapi itulah "LUBANG BESAR" yang menganga dalam cara kita mengkomunikasikan Islam kepada masyarakat. Sementara kita menjelaskan keunggulan ideologi dan sistem yang abstrak, mereka mengharapkan contoh aplikasi yang sukses dalam kehidupan nyata. Sementara kita membanggakan keunggulan di dunia maya spiritual, tapi mereka hanya terpesona kepada yang unggul di dunia empiris. Sementara kita menjelaskan kehebatan Islam di masa lalu, mereka menyaksikan keterpurukan kita saat ini. Sementara kita menjelaskan kebenaran-kebenaran Islam, mereka justeru menantikan kekuatan-kekuatan kaum Muslimin. Sementara kita menjelaskan teori, mereka memahami teori lebih baik melalui contoh kasus.

Cermin realitas

Kebanyakan orang belajar secara visual, tapi kita berkomunikasi secara abstrak. Ini hanya contoh kecil, sangat sederhana, tapi memadai untuk menjelaskan mengapa gerakan da’wah belum mampu menembus pusaran logika massa, apalagi melakukan penetrasi pada jaringan-jaringan pemikiran, sosial dan politik untuk kemudian mengubah, memobilisasi dan mengendalikan mereka.

Di tingkat opini publik, Islam dan gerakan da’wah dengan mudah "diisolasi" tanpa pembelaan spontanitas dari masyarakat. Masyarakat juga belum begitu percaya dengan kemampuan gerakan da’wah beserta para pemimpinnya untuk mengelola negara. Secara keseluruhannya, Islam dan gerakan da’wah belum memegang peran-peran kunci dalam pembentukan kesadaran publik. Padahal itu semua merupakan kondisi-kondisi pendahuluan yang mutlak ada dalam perjalanan kita menuju kekuasaan.

Rendahnya tingkat penerimaan publik dan kapasitas serta citra kita sebenarnya merupakan realitas-realitas yang berakar pada cara kita berpikir. Tidak ada realitas kita yang tidak berakar pada pikiran kita. Pikiran adalah cermin besar yang memantulkan seluruh potret realitas kita secara apa adanya. Pikiran adalah ruang kemungkinan (space of possibility), dan realitas adalah ruang tindakan yang telah jadi nyata (space of action). Seluruh realitas kita hanya bergerak pada ruang kemungkinan itu. Makin besar ruang kemungkinannya, makin besar ruang realitasnya. Bagaimana kita berpikir, begitulah kita akan bertindak.

Jadi jauh sebelum sebuah realitas tercipta di alam kenyataan, ia terlebih dulu tercipta di alam pikiran kita. Sebaliknya, apa yang tidak pernah kita pikirkan tidak akan pernah jadi realitas di masa mendatang. Maka realitas-realitas kita hari ini sesungguhnya merupakan buah dari benih-benih pikiran yang telah kita tanam bertahun-tahun yang lalu. Dan seterusnya. Realitas-realitas kita di masa mendatang adalah buah dari benih-benih pikiran yang kita tanam hari ini.

Konflik dengan penguasa, misalnya. Ini realitas yang mewarnai pola hubungan antara gerakan da’wah dengan penguasa selama ini. Realitas ini berakar pada persepsi gerakan da’wah tentang penguasa sebagai kumpulan para thaghut. Begitu persepsi ini menguasai pikiran kita, sense of war langsung menyalakan alarm perang ketika kita berhadapan dengan penguasa.

Misalnya lagi, fenomena esklusivitas para aktivis di tengah masyarakat. Fenomena ini berakar pada persepsi, bahwa masyarakat kita saat ini hidup dalam kubangan jahiliyah modern. Begitu seseorang berubah menjadi aktivis da’wah, segera saja ia merasakan superioritas spiritual dan moral, dan menemukan tembok pemisah antara dirinya dengan masyarakat.

Ambil contoh lain lagi. Dana. Keterbatasan dana adalah ironi besar yang membatasi ruang gerak da’wah kita. Uang adalah sarana pendukung yang tidak pernah mengisi atau bahkan tak punya tempat dalam ruang pikiran kita selama ini. Kalau toh kita memikirkannya, itu hanya sambil lalu. Pikiran kita selalu terfokus pada bagaimana mensiasati keterbatasan. Bukan pada bagaimana menciptakan kemelimpahan. Karena yang kita pikirkan adalah bagaimana mensiasati keterbatasan, maka selamanya keterbatasan menjadi realitas kita. Kemelimpahan tidak pernah jadi nyata, karena kita memang tidak memikirkannya.

Menggeser pusat perhatian

Sekarang sepakatlah kita, bahwa tindakan-tindakan kita muncul sebagai buah dari benih pikiran-pikiran kita. Realitas da’wah juga begitu. Pikiran-pikiran yang berkembang di lingkungan para du’aat lah yang menciptakannya. Jadi pikiran adalah pusat kekuatan yang mengendalikan tindakan-tindakan dan menciptakan realitas-realitas kita.

Jika sistem kendali tindakan dan realitas kita ada pada pikiran-pikiran kita, hanya ada satu jalan memperbaiki realitas-realitas kita, yaitu mengubah pikiran-pikiran kita. Sudah saatnya gerakan da’wah memikirkan kembali caranya berpikir, memikirkan kembali apa yang selama ini kita pikirkan dan mengapa kita memikirkannya serta mengapa kita memikirkannya dengan cara begitu.

Ketika gerakan da’wah memasuki era keterbukaan, bermetamorfosis menjadi institusi terbuka, bermain di domain publik, memasuki pusat-pusat kekuasaan, persoalan terbesar kita adalah sumberdaya. Inilah persoalan yang dihadapi gerakan-gerakan da’wah di berbagai negara Islam seperti Sudan, Yaman, Aljazair, Turki, Mesir, Indonesia dan lainnya. Di semua kawasan ini gerakan da’wah mengalami persoalan tersebut secara fundamental: beban kerja yang muncul akibat perluasan wilayah aksi da’wah tidak seimbang dengan sumberdaya yang dimiliki gerakan-gerakan da’wah tersebut.

Animo besar masyarakat terhadap Islam akibat kegagalan pembangunan di akhir dekade 80-an memang pada mulanya menghasilkan kemenangan-kemenangan politik di awal 90-an, seperti FIS di Aljazair atau Refah di Turki. Tapi itu tidak lama. Situasi segera berubah. Tantangan-tantangan yang menghadang kita melampaui sumberdaya yang kita miliki.

Dengan menggunakan cermin realitas seperti diatas, persoalan sumberdaya ini muncul karena pusat perhatian pikiran kita belum bergeser dari tema besar generasi pertama dan generasi kedua para pemikir da’wah. Kita masih bicara ideologi dan belum bicara sumberdaya. Kita masih bicara sistem pemerintahan Islam dan belum bicara kompetensi kepemimpinan umat. Kita masih bicara slogan "Islam adalah solusi" dan belum bicara agenda aksi penyelesaian persoalan bangsa. Kita masih bicara kegagalan musuh, dan belum bicara kesuksesan-kesuksesan kita. Kita masih bicara ghazwul fikri, dan belum bicara strategi kebudayaan.

Kita masih bicara konspirasi asing, dan belum bicara sistem pertahanan da’wah. Kita masih bicara fiqhul ikhtilaf, dan belum bicara manajemen Organisasi. Kita masih bicara sabar dalam mensiasati keterbatasan dana, dan belum bicara cara menciptakan kemelimpahan dana. Kita masih bicara apa yang kita inginkan, dan belum bicara sumberdaya yang diperlukan untuk mencapainya.

Selama pusat perhatian pikiran kita belum bergeser ke masalah penciptaan sumberdaya-sumberdaya, selama itu kita akan mengalami kemunduran dan keterpurukan.

Wallahu a'lam
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ^Philosophia^

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 23
  • ISLAM IS MY IDEOLOGY
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 04 Februari 2008, 22:51:47 »
Wah.. alhamdulillah dan terima kasih buat komentar dan argumentasi dari kalian...
Tapi sebelumnya afwan, yang hendak saya angkat untuk diskusi adalah bagaimana kita menegakkan ideologi/ syariat islam dalam segala aspek...
tadi ada yang menyampaikan dgn dakwah dimulai daridiri sendiri dan keluarga, ada yang menyebut lewat aksi riel...
Tapi jujur, bukankah gerakan2 seperti hal tersebut telah banyak dilakukan organisasi2 Islam namun banyak pula menemui kegagalan...so kita perlu jalan baru yang tepat untuk menegakkan Islam...
Mohon jawaban yang komprehensif: bisa dgn pendekatan sejarah islam yang dicontohkan Rasul, ilmu managemen strategi, ilmu politik, ilmu dakwah atau apalah yang bisa menjadi inspirasi kita....
Wassalam... Salam Perjuangan  O0

Offline poony_moony

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 4.014
  • Lokasi: SaudiArabia
  • Jenis kelamin: Wanita
  • sebentuk hati berpenyakit sebongkah jiwa pnuh dosa
    • Lihat Profil
    • kumpulanhadist
« Jawab #7 pada: 05 Februari 2008, 00:28:07 »
masalahnya..masih banyak perbedaan visi,dan misi kita sebagai ummat untuk berjuang demi menegakkan dakwah.

Jika sekiranya kita sebagai ummat bersatu dulu sefaham dalam segala hal,..maka akan semakin mempermudah tujuan kita mempraktekkan dakwah tsb.

Dakwah(universal=meliputi berbagai asfek) akan lebih terarah bila tujuan akhir kita sama,dan di mulai juga dengan tujuan dakwah yang sama juga.

Spt yang akhi @philosopia katakan,..bisa dari pendekatan ilmu management strategi,ilmu politik,ilmu dakwah,dll.

" Read the name of the Lord who created "

Memurnikan ketaatan untuk Allah semata, mengikhlaskan amalan hanya untuk Allah ta'ala,ridha dengan ketentuanNya, serta sabar dalam
ketetapanNya, dan beriman dengan segala takdirNya

"Astagfirullahaladziim Waatuubu Ilaiih"
[

Offline poony_moony

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 4.014
  • Lokasi: SaudiArabia
  • Jenis kelamin: Wanita
  • sebentuk hati berpenyakit sebongkah jiwa pnuh dosa
    • Lihat Profil
    • kumpulanhadist
« Jawab #8 pada: 05 Februari 2008, 00:50:42 »
Pada kenaytaannya,meski banyak sunbang saran dan pemikiran,tetapi tentu bukan hal mudah untuk bisa terealisasikan,karena masih banyak benturan-benturan dan ketidak samaan ideologi dari kita yang akhirnya berjalan sendiri-sendiri.
Jadi dibutuhkan satu 'kekuatan' yang kuat dan kokoh untuk bisa maju merealisasikannya.Wallohua'lam bissawwab.

" Read the name of the Lord who created "

Memurnikan ketaatan untuk Allah semata, mengikhlaskan amalan hanya untuk Allah ta'ala,ridha dengan ketentuanNya, serta sabar dalam
ketetapanNya, dan beriman dengan segala takdirNya

"Astagfirullahaladziim Waatuubu Ilaiih"
[

Offline ^Philosophia^

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 23
  • ISLAM IS MY IDEOLOGY
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 05 Februari 2008, 14:26:13 »
Lha terus bagaimana solusinya...bukan sekedar dakwah/ informatifkan...
Buktinya sampai sekarang Islam tidak mampu diimplementasikan dalam kehidupan karena Islam tidak tegak di dunia ini...
Solusi kongkrit donk !!!

Offline andaleh

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.934
  • Lokasi: Bandar Lampung
  • Jenis kelamin: Pria
  • The King Of OOT :D
    • Lihat Profil
    • my blog
« Jawab #10 pada: 05 Februari 2008, 16:20:36 »
Aduuh... ini hampir mirip dengan yang di sini
http://myquran.org/forum/index.php/topic,34409.0.html

Offline poony_moony

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 4.014
  • Lokasi: SaudiArabia
  • Jenis kelamin: Wanita
  • sebentuk hati berpenyakit sebongkah jiwa pnuh dosa
    • Lihat Profil
    • kumpulanhadist
« Jawab #11 pada: 05 Februari 2008, 17:36:01 »
Lha terus bagaimana solusinya...bukan sekedar dakwah/ informatifkan...
Buktinya sampai sekarang Islam tidak mampu diimplementasikan dalam kehidupan karena Islam tidak tegak di dunia ini...
Solusi kongkrit donk !!!


he he..@TS..kita coba cari jalan bersama-sama..!

" Read the name of the Lord who created "

Memurnikan ketaatan untuk Allah semata, mengikhlaskan amalan hanya untuk Allah ta'ala,ridha dengan ketentuanNya, serta sabar dalam
ketetapanNya, dan beriman dengan segala takdirNya

"Astagfirullahaladziim Waatuubu Ilaiih"
[

Offline siJohn

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 1.199
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 06 Februari 2008, 13:37:35 »
Lha terus bagaimana solusinya...bukan sekedar dakwah/ informatifkan...
Buktinya sampai sekarang Islam tidak mampu diimplementasikan dalam kehidupan karena Islam tidak tegak di dunia ini...
Solusi kongkrit donk !!!


konkret itu instant maksudnya? ada kok
ttd

(tangan)

Offline lovelymoslems

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.748
  • Lokasi: DKI Jaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • change your avatar !!!
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 06 Februari 2008, 14:29:57 »
Dakwah model tradisional yang tutjuannya meritualkan orang yang belum ritual tidak bakal mencapai goal terjadinya tegaknya Islam.

Dakwah dikemas didalam golongan, partai, madzhab juga tidak akan mencapai sasaran demi tegaknya diin Islam  sebab Islam itu seharusnya menjadi Ummatan Wahidan, bak tali rami kalau selembar-selembar tidak memiliki kekuatan apa-apa, tetapi ketika disatukan kokoh dan dalam jumlah yang besar maka tali itu akan dapat menarik kapal atau pesawat terbang sekalipun.

Untuk itu ada resep dari Rasulullah

1. Ajak mereka yang menginginkan tegaknya Islam keluar dari keadaan musyrik, musyrik hukum (QS.5/44-48), musyrik nafs (QS.3/14), musyrik ilmu (QS.45/23) dan musyrik golongan (QS.30/31-32). Selama sunnah  yang dilaksankan setiap nabi didalam merekrut mu'minin tidak dilaksanakan yaitu dengan mengikrarkan diri berlepas dari kemusyrikan, maka perjuangan tidak akan mencapai hasil apa-apa kecuali mungkin membesarkan golongannya sendiri saja.

2. Membentuk komunitas yang memiliki komitment untuk akhlakul karimah (QS.60/12)

3. Membentuk komunitas yang siap berjihad dengan jihad yang sungguh-sungguh (QS.22/78) yaitu demi tegaknya diin Allah/an aqimuddin (QS.42/13).

4. Memberikan bimbingan tanpa adanya keinginan untuk mendapatkan balas jasa dari bimbingannya itu bahkan ucapan terima kasihpun tidak mengharapkan. Tugas seorang mubaligh dilaksankan semata-mata untuk mencari ridlo dari Allah.

5. Menjadikan manusia yang telah dibina menjadi mu'min mubaligh, apakah dia dokter, insinyur, ekonom, pengusaha, sopir, tukang bangunan, tukang potong ayam dll dibekali keilmuan tentang bagaimana membangun masyarakat yang taat kepada diin Allah, taat kepada hukum Allah (QS.3/83) dan taat kepada Rasul (QS.3/31). Agar kemudian mereka menyampaikan kepada keluarganya (anak, isteri, suami, saudara, ortu, paman, bibi, eyang dll) untuk kemudian juga mengajak mereka berkomitment yang sama dengan mu'min mubaligh tersebut.

6. Melakukan da'wah bil hal, menghimpun kekuatan jamaah untuk disalurkan kepada jamaah yang memiliki kemampuan yang kurang dibanding dengan yang lain sehingga semuanya akan taat melaksanakan ibadah sebagai mu'min mubaligh.
Hidup sesuai tuntunan Rasul adalah berjuang tegakkan syariat dan hapuskan kemusyrikan

Offline solahudin

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 3
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 06 Februari 2008, 15:26:31 »
ingin syariat islam...
cukup dengan ILMU and AMAL, ajarkan masyarakat ismu-ilmu islam seperti Tauhid, akhlak and JIHAD lalu ajak mereka untuk mengamalkannya INSYA ALLAH berhasil..

Offline lovelymoslems

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.748
  • Lokasi: DKI Jaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • change your avatar !!!
    • Lihat Profil
« Jawab #15 pada: 06 Februari 2008, 15:48:53 »
@atasku,

Harus lebih rinci dong, ilmu dan amal menurut siapa ? Kita punya banyak orang berilmu tetapi memiliki visi dan missi yang berbeda dengan visi dan missi Rasulullah. Kita nggak kekurangan ilmuwan bung tetapi jalan sendiri-sendiri, susah diajak bersatu, melainkan lebih bangga kepada ilntelektualitasnya masing-masing karena mereka telah menjadikan ilmu-ilmu mereka sebagai ilah.
Hidup sesuai tuntunan Rasul adalah berjuang tegakkan syariat dan hapuskan kemusyrikan

Offline siJohn

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 1.199
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #16 pada: 07 Februari 2008, 14:22:52 »
@atasku,

emang gimana visi misi rasulullah
Rasul dulu berhadapan dengan bangsa quraisy ketika ingin mewujudkan Islam.
Romawi dan Persi yg superpower belum memperhitungkan Nabi Muhammad.
Kalo sekarang, baru kita kusak-kusuk untuk menggalang persatuan umat, ee negara super power Amerika  dah ribut. Sepertinya kita menghadapi sesuatu yang lebih besar.

Perjuangan ini memerlukan lebih banyak kekuatan, persatuan dan pengorbanan. Kita nggak sempat lagi deh bersombong diri dengan kelompok kita masing2. Kaya dah menang aja, kemudia kita sempat2in rebutan kuasa dan pengaruh. Faktanya kita tuh terinjak2, terhina, terjajah, terkalahkan. Sempat2nya kita berpecah belah dan nggak mau dipimpin oleh kelompok lain.
ttd

(tangan)

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.388
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #17 pada: 11 Februari 2008, 08:23:21 »
ingin syariat islam...
cukup dengan ILMU and AMAL, ajarkan masyarakat ismu-ilmu islam seperti Tauhid, akhlak and JIHAD lalu ajak mereka untuk mengamalkannya INSYA ALLAH berhasil..
@atas.....sepakat ane....

tapi persoalannya adalah bagaimana "MENGAJAK MEREKA?" bagaimana "Mengajarkan Mereka?"

Ada Solusi ?


Perjuangan ini memerlukan lebih banyak kekuatan, persatuan dan pengorbanan. Kita nggak sempat lagi deh bersombong diri dengan kelompok kita masing2. Kaya dah menang aja, kemudia kita sempat2in rebutan kuasa dan pengaruh. Faktanya kita tuh terinjak2, terhina, terjajah, terkalahkan. Sempat2nya kita berpecah belah dan nggak mau dipimpin oleh kelompok lain.

O0
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline dinda_zahro

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 736
  • s'lalu ingin mendekati ridho-Mu
    • Lihat Profil
« Jawab #18 pada: 11 Februari 2008, 09:07:38 »
Allohu Akbar... Allohu Akbar

Kita menantikan gerakan dan perjuangan untuk menegakkan syariat Islam.

Amin
subhanalloh....

Ana akan menjadi seorang ibuu.....
ku tunggu hadirmu nak.... :D




Offline siJohn

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 1.199
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #19 pada: 11 Februari 2008, 10:45:11 »
Sekarang kita dikuasai siapa?
Siapa pemenang dalam percaturan Dunia?
Siapa yang memimpin dunia sekarang?
Siapa yang kalah dan terjajah?
Rela nggak dalam perlawanan ini kita dipimpin oleh bukan kelompok kita?
oke saya perhalus..
Rela nggak dalam perlawanan ini sementara (terpaksa) kita dipimpin oleh bukan kelompok kita?
Rela nggak kita, kalo kaum muslimin ini menang tapi pemimpin perlawanannya adalah bukan dari kelompok kita?
Karena.. Bohong besar kita bisa bergerak sendiri2, lalu salah satu dari kita memenangkan perlawanan ini! Kaum muslimin secara keseluruhan sekarang sedang lemah. Tidak ada kelompok kuat di antara kita! Karena kita jadi kuat setelah kita bersatu.
Adakah dari kita yang merasa kuat dan sudah menang?

judul: "Mencari Format..." adalah bagus. Karena kita akan menjadi terbuka dan mau berbagi.
Semoga Allah segera memenangkan kaum muslimin, menghinakan kekufuran. Menghinakan para agen2 kapitalis kufur dan para penghalang dakwah dan penghalang persatuan.
Allahuakbar!
ttd

(tangan)

Offline andra_backbone

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 1
    • Lihat Profil
« Jawab #20 pada: 18 Februari 2008, 00:32:18 »
disini yang perlu kita sadarkan adalah tiap2 individu
tiap individu harus sadar apakah hakikatnya mereka diciptakan di bumi ini oleh Allah..
tidak lain dan tidak bukan ya hanya untuk ibadah (51:56)..
disini berarti kita mengabdi kepada Allah, menjalani seluruh aturan2 dan hukum2nya,,
mengabdi bukan hanya secara ritual kita kepada yang di atas.. emg klo hanya ritual bisakah hukum2 Allah kita tegakkan di dunia ini??
Coba kita hayati suara adzan
Hayya 'ala Sholah - Marilah kita sholat
Hayya 'alal falah - Marilah kita menuju kemenangan
Dengan sholat kita bisa menuju kemenangan dalam artian kemenangan islam, kemenangan hukum islam..
kira2 sholat yang seperti apa ya? sholat seperti biasa? emg bisa ya..
disini kita butuhkan dakwah universal untuk menyadarkan orang per orang,, supaya sadar aturan seperti apakah yang harus kita pakai,,
coba dihayati lagi deh di QS 5:44 tidak putuskan perkara menurut hukum Allah -> kafir
dibutuhkan pengertian mendalam juga tentang jihad, dalam rangka jihad untuk menegakkan aturan Allah.. bukan jihad model ngebom2,, emg klo ngebom islam terus menang gitu??
QS 9:20 Iman, Hijrah, Jihad..
Qt beriman terhadap Allah, lalu kita berhijrah atau pindah ke sistem yang benar setelah kita sadari sistem Allahlah yang benar, lalu kita berjihad dngan harta dan diri untuk menegakkan sistmNya..
Haha mungkin terlalu singkat, dan gak  ngedongin, tapi ya kira2 seperti itulah..
« Edit Terakhir: 18 Februari 2008, 00:36:43 oleh andra_backbone »

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.388
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #21 pada: 18 Februari 2008, 08:34:44 »
Coba kita hayati suara adzan
Hayya 'ala Sholah - Marilah kita sholat
Hayya 'alal falah - Marilah kita menuju kemenangan
Dengan sholat kita bisa menuju kemenangan dalam artian kemenangan islam, kemenangan hukum islam..
O0
Salah satu tiang peradaban yg harus ditegakkan....
http://myquran.org/forum/index.php/topic,34850.0.html

disini kita butuhkan dakwah universal untuk menyadarkan orang per orang,, supaya sadar aturan seperti apakah yang harus kita pakai,,

Persoalan selanjutnya :koran:.....
Bagaimana untuk menyadarkan Ummat ?
:hmmm:
Dengan sarana apa ? :hmmm:
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28819.0.html

Ayo...pikirkan bersama-sama ....%peace%
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline siJohn

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 1.199
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #22 pada: 18 Februari 2008, 23:32:12 »
terus mencari format
sampai terformat
sampai ada formatnya
kalo ada yg oke. saya ikuut..
ttd

(tangan)

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.388
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #23 pada: 19 Februari 2008, 21:40:45 »
Salah satu tools untuk mem-Format nya...:hmmm:
http://myquran.org/forum/index.php?topic=34850.0
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline siJohn

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 1.199
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #24 pada: 19 Februari 2008, 22:18:30 »
adalah para penjudi, yg suka judi, pengusaha judi, bandar judi dsb. mereka aja gak mau berjudi sembarangan..
maksudnya?
mereka ingin judi itu legal. diundangkan. diformalkan. syah. tegak kehalalannya secara hukum negara.

Penjahat aja berbuat jahat tidak ala kadarnya. Tidak asala-asalan. tidak sekedarnya. Ia bahkan berjuang demi tegaknya hukum bagi kejahatnanya. sehingga perbuatannya gak dikatakan jahat.

Mana mungkin seorang yang dibenaknya ada konsep hidup. Ada halal haram dalam pikiran dan geraknya, gak pernah ngebyangin bahwa semua itu akan tegak sebagai Hukum Halal haram.
Kalo begitu, berarti ia berbuat baik secara asala-asalan. tak peduli dengan lingkungannya. gak pede dengan agamanya.

"Mencari Format Perjuangan Umat Islam dalam Menegakkan Ajaran Islam"
Jadi format perjuangan itu haruslah aktifitas politik. Karena semua tadi adalah tujuan politis. mana mungkin tujuan politis dicapai dengan aktifitas budaya, sosial, ibadah dst. Bukan aktifitas politis. Jadi formatnya jelas politik.

tapi yg gimana?
ttd

(tangan)

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.388
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #25 pada: 20 Februari 2008, 14:22:06 »
Mana mungkin seorang yang dibenaknya ada konsep hidup. Ada halal haram dalam pikiran dan geraknya, gak pernah ngebyangin bahwa semua itu akan tegak sebagai Hukum Halal haram.
Kalo begitu, berarti ia berbuat baik secara asala-asalan. tak peduli dengan lingkungannya. gak pede dengan agamanya.
Point yg saya tangkap O0 O0 O0

Implementasi amar ma'ruf nahi munkar ini pada dasarnya sejalan dengan pendapat khalayak yang dalam bahasa umumnya disebut dengan public opinion, sebab al ma'ruf adalah apa-apa yang disukai dan diingini oleh khalayak, sedang al munkar adalah segala apa yang tidak diingini oleh khalayak. Namun kelalaian dalam ber-amar ma'ruf telah memberikan kesempatan bagi timbulnya opini yang salah, sehingga yang ma'ruf terlihat sebagai kemunkaran dan yang munkar tampak sebagai hal yang ma'ruf.
PRINSIP DA'WAH DALAM AL QUR'AN
http://ccc.1asphost.com/assalam/detail.asp?Id=147


Mari tanamkan,bangun dan meluruskan kembali "PUBLIC OPINION" mengenai agamanya sendiri disegenap pikiran direlung hati ummat ....
(Meng-Islamkan kembali ummat Islam....)
dengan....:hmmm:
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28819.0.html

Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline reginald

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 70
    • Lihat Profil
« Jawab #26 pada: 20 Februari 2008, 15:01:43 »
Assalamualaikum
boleh nimbrung dikit ya
Kebanyakan dari kita berpegang pada hal hal yg bersifat ubudiyah. Bukan itu tidak penting, tapi buat umat Islam especially in Indonesia, banyak hal yg basic yg tidak tersentuh terutama dari sisi ekonomi. Saya setuju dengan Mas Solahudin "cukup dengan ILMU and AMAL, ajarkan masyarakat ismu-ilmu islam seperti Tauhid, akhlak and JIHAD lalu ajak mereka untuk mengamalkannya INSYA ALLAH berhasil..". Tapi itu musti ada impelementasinya seperti yg dibuat sama beberapa NGO Islam seperti Dompet Dhu'afa dll (bikin RS Bersalin gratis, sekolah gratis), tapi dengan coverage, promotion dan recruitment yg lebih luas.
1. Coverage di sini adalah : Membentuk banyak organisasi dengan orientasi yg sama, majuin ummat, menyelenggarakan fasilitas umum, dengan manajemen yg baik dan jujur. Result-nya bisa variatif. Ada yg menyelenggarakan sekolah gratis, supply buku pelajaran, bus / jemputan sekolah, fasilitas pendidikan (komputer, lab, alat bantu dll) termasuk sistem pengajaran dan pendidikan.
2. Promosi : dilakukan secara ATL , BTL dan through the line. Menggunakan media cetak, elektronik utk publikasi program, tujuannya apa dan yg terpenting menggugah para donatur bahwa ini adalah program utk increasing quality of ummat. Secara berkala bikin financial dan progress report di media. Secara Below the line bikin kegiatan2 (event) yg in line secara langsung atau tidak langsung dengan program, misalnya cerdas cermat, atau kompetisi fisika. atau bisa bikin activation yg isinya social activity (bikin alat daur ulang sampah yg dirancang sama para siswa). Kegiatan2 ini diliput sama media sehingga potensi syi'arnya sangat luas.
3. Recuitment : mengundang donatur terutama dari pengusaha muslim, melakukan rekrutmen tenaga ahli, (pengajar, ahli bahasa, accounting dll) dengan salary yg layak dan sesuai dengan keahliannya.
yang perlu diingat adalah (jaman gene !!) gak ada pengabdian dan profesionalisme tanpa payment yg layak. Dan sdh waktunya kita ngasih salary yg 'lebih' buat para cendekiawan dan scientist muslim

Wassalam

Reginald

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.388
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #27 pada: 20 Februari 2008, 21:28:17 »
1. Coverage di sini adalah : Membentuk banyak organisasi dengan orientasi yg sama, majuin ummat, menyelenggarakan fasilitas umum, dengan manajemen yg baik dan jujur. Result-nya bisa variatif. Ada yg menyelenggarakan sekolah gratis, supply buku pelajaran, bus / jemputan sekolah, fasilitas pendidikan (komputer, lab, alat bantu dll) termasuk sistem pengajaran dan pendidikan.
Yup....mengundang para donatur untuk sekolah gratis %peace%
http://myquran.org/forum/index.php/topic,34694.msg925003.html#msg925003
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline siJohn

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 1.199
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #28 pada: 20 Februari 2008, 22:38:55 »
namanya juga Format Perjuangan.
Jadi harus jelas visi misinya.
Jelas metode mencapai misi.
Nyambung dengan visi misi.
Rinci dalam bagaimana menapaki tahapan2 metodenya sampai tercapainya misi

ingat visi misinya: Menegakkan ajaran Islam.
dan masalah definisi "tegak" saya rasa dah jelas lah. Baca coment saya sblumnya  :) %peace%
ttd

(tangan)

Offline hlc

  • MyQBanned
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 5.572
    • Lihat Profil
« Jawab #29 pada: 21 Februari 2008, 07:41:36 »
menegakkan ajaran Islam boleh2 aja 100% sepuasnya, tapi jangan Negara Islam ala HTI / PKS aja loh.....:),

tumpah darah deh.....:) anak kemaren sore udah mau memberangus Bhineka Tunggal Ika....:)

Offline siJohn

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 1.199
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #30 pada: 21 Februari 2008, 08:01:55 »
hmm...
tumpah darah
memberangus
 :hmmm:
ttd

(tangan)

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.388
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #31 pada: 22 Februari 2008, 22:23:20 »
Mana mungkin seorang yang dibenaknya ada konsep hidup. Ada halal haram dalam pikiran dan geraknya, gak pernah ngebyangin bahwa semua itu akan tegak sebagai Hukum Halal haram.
Kalo begitu, berarti ia berbuat baik secara asala-asalan. tak peduli dengan lingkungannya. gak pede dengan agamanya.
Point yg saya tangkap O0 O0 O0

Kutip
Implementasi amar ma'ruf nahi munkar ini pada dasarnya sejalan dengan pendapat khalayak yang dalam bahasa umumnya disebut dengan public opinion, sebab al ma'ruf adalah apa-apa yang disukai dan diingini oleh khalayak, sedang al munkar adalah segala apa yang tidak diingini oleh khalayak. Namun kelalaian dalam ber-amar ma'ruf telah memberikan kesempatan bagi timbulnya opini yang salah, sehingga yang ma'ruf terlihat sebagai kemunkaran dan yang munkar tampak sebagai hal yang ma'ruf.
PRINSIP DA'WAH DALAM AL QUR'AN
http://ccc.1asphost.com/assalam/detail.asp?Id=147


Mari tanamkan,bangun dan meluruskan kembali "PUBLIC OPINION" mengenai agamanya sendiri disegenap pikiran direlung hati ummat ....
(Meng-Islamkan kembali ummat Islam....)
dengan....:hmmm:
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28819.0.html




sedikit pandangan dari ana :
( http://myquran.org/forum/index.php/topic,20011.msg512112.html#msg512112 )

umat islam akan bangkit jika benar-benar ( berilmu ) &  mengenal, serta mengamalkan islam dengan baik & benar,
mengenal islam sebagaimana para shohabat mengenal nya dari rasulullah,
sebagaimana pula para tabi'in mengenal islam dari shohabat dan seterusnya.
dan insya allah jika umat islam mengerti & mengenal islam dengan baik maka umat islam ini akan bangkit dengan sendirinya ;

kita kasih contoh kecil aja  :

pernah di banten mo ada peraturan untuk memisahkan antara siswa laki-laki dan perempuan, namun siapakah yang menolak ? sebagian besar adalah umat islam sendiri, kenapa ???

karena mereka belum benar-benar mengerti akan islam yang sesungguhnya, KTP islam, sholat 5 waktu , mereka puasa, zakat, hajji dsb tetapi , seakan-akan islam itu hanay itu-itu saja mereka ngak mau mempelajari syari'at-syariat yang lain ,

untuk itu kewajiban kita sebagai generasi muda hendaknya kita giat menuntut ilmu kemudian mendakwahkannya kepada masyarakat hingga masyarakat mengenal betul akan sumuliatul dinul islam ( kesempurnaan agama islam )


Mengubah Cara Kita Memikirkan Da’wah...:koran:

Jembatan apa yang dibutuhkan, diantara cita-cita yang menjulang dan kemampuan yang pas-pasan?

Ada perasaan sia-sia yang menjalar perlahan di hati seorang dosen. Malam itu semua usahanya meyakinkan para mahasiswanya tentang keunggulan ekonomi Islam gugur berkeping-keping, hanya karena sebuah pertanyaan sederhana seorang mahasiswa.

Rasanya semua energi intelektualnya sudah dikerahkan. Enam belas kali pertemuan dalam satu semester. Menurut dosen, jumlah tersebut cukup guna membangun keyakinan kokoh di benak para mahasiswa tentang keunggulan sistem ekonomi Islam di atas semua sistem lainnya.

Ia meyakinkan mereka dengan membuat perbandingan ideologi dan sistem yang sangat rasional-objektif antara Islam dengan kapitalis dan komunis; perbandingan bisnis antara konsep bank tanpa riba dan bank konvensional; analisa komprehensif tentang kegagalan pembangunan di dunia Islam; syarat-syarat yang diperlukan demi meningkatkan kesejahteraan ummat dan memajukan perekonomian mereka.

Begitu seterusnya. Mahasiswa-mahasiswanya antusias. Sampai pertanyaan sederhana itu muncul. "Apakah ada sebuah negara yang telah menerapkan sistem ekonomi Islam, dan mencapai tingkat kemakmuran yang dijanjikan sistem itu seperti yang bapak ceritakan, sehingga kita dapat menjadikannya model pengembangan ekonomi bangsa kita ke depan?" tanya mahasiswa itu enteng, dan sedikit lugu.

Sederhana memang. Tapi itulah "LUBANG BESAR" yang menganga dalam cara kita mengkomunikasikan Islam kepada masyarakat.
Sementara kita menjelaskan keunggulan ideologi dan sistem yang abstrak, mereka mengharapkan contoh aplikasi yang sukses dalam kehidupan nyata.
Sementara kita membanggakan keunggulan di dunia maya spiritual, tapi mereka hanya terpesona kepada yang unggul di dunia empiris.
Sementara kita menjelaskan kehebatan Islam di masa lalu, mereka menyaksikan keterpurukan kita saat ini.
Sementara kita menjelaskan kebenaran-kebenaran Islam, mereka justeru menantikan kekuatan-kekuatan kaum Muslimin.
Sementara kita menjelaskan teori, mereka memahami teori lebih baik melalui contoh kasus.
 :yihaa:


Cermin realitas

Kebanyakan orang belajar secara visual, tapi kita berkomunikasi secara abstrak. Ini hanya contoh kecil, sangat sederhana, tapi memadai untuk menjelaskan mengapa gerakan da’wah belum mampu menembus pusaran logika massa, apalagi melakukan penetrasi pada jaringan-jaringan pemikiran, sosial dan politik untuk kemudian mengubah, memobilisasi dan mengendalikan mereka.

Di tingkat opini publik, Islam dan gerakan da’wah dengan mudah "diisolasi" tanpa pembelaan spontanitas dari masyarakat. Masyarakat juga belum begitu percaya dengan kemampuan gerakan da’wah beserta para pemimpinnya untuk mengelola negara. Secara keseluruhannya, Islam dan gerakan da’wah belum memegang peran-peran kunci dalam pembentukan kesadaran publik. Padahal itu semua merupakan kondisi-kondisi pendahuluan yang mutlak ada dalam perjalanan kita menuju kekuasaan.

Rendahnya tingkat penerimaan publik dan kapasitas serta citra kita sebenarnya merupakan realitas-realitas yang berakar pada cara kita berpikir. Tidak ada realitas kita yang tidak berakar pada pikiran kita. Pikiran adalah cermin besar yang memantulkan seluruh potret realitas kita secara apa adanya. Pikiran adalah ruang kemungkinan (space of possibility), dan realitas adalah ruang tindakan yang telah jadi nyata (space of action). Seluruh realitas kita hanya bergerak pada ruang kemungkinan itu. Makin besar ruang kemungkinannya, makin besar ruang realitasnya. Bagaimana kita berpikir, begitulah kita akan bertindak.

Jadi jauh sebelum sebuah realitas tercipta di alam kenyataan, ia terlebih dulu tercipta di alam pikiran kita. Sebaliknya, apa yang tidak pernah kita pikirkan tidak akan pernah jadi realitas di masa mendatang. Maka realitas-realitas kita hari ini sesungguhnya merupakan buah dari benih-benih pikiran yang telah kita tanam bertahun-tahun yang lalu. Dan seterusnya. Realitas-realitas kita di masa mendatang adalah buah dari benih-benih pikiran yang kita tanam hari ini.

Konflik dengan penguasa, misalnya. Ini realitas yang mewarnai pola hubungan antara gerakan da’wah dengan penguasa selama ini. Realitas ini berakar pada persepsi gerakan da’wah tentang penguasa sebagai kumpulan para thaghut. Begitu persepsi ini menguasai pikiran kita, sense of war langsung menyalakan alarm perang ketika kita berhadapan dengan penguasa.

Misalnya lagi, fenomena esklusivitas para aktivis di tengah masyarakat. Fenomena ini berakar pada persepsi, bahwa masyarakat kita saat ini hidup dalam kubangan jahiliyah modern. Begitu seseorang berubah menjadi aktivis da’wah, segera saja ia merasakan superioritas spiritual dan moral, dan menemukan tembok pemisah antara dirinya dengan masyarakat.

Ambil contoh lain lagi. Dana. Keterbatasan dana adalah ironi besar yang membatasi ruang gerak da’wah kita. Uang adalah sarana pendukung yang tidak pernah mengisi atau bahkan tak punya tempat dalam ruang pikiran kita selama ini. Kalau toh kita memikirkannya, itu hanya sambil lalu. Pikiran kita selalu terfokus pada bagaimana mensiasati keterbatasan. Bukan pada bagaimana menciptakan kemelimpahan. Karena yang kita pikirkan adalah bagaimana mensiasati keterbatasan, maka selamanya keterbatasan menjadi realitas kita. Kemelimpahan tidak pernah jadi nyata, karena kita memang tidak memikirkannya.

Menggeser pusat perhatian

Sekarang sepakatlah kita, bahwa tindakan-tindakan kita muncul sebagai buah dari benih pikiran-pikiran kita. Realitas da’wah juga begitu. Pikiran-pikiran yang berkembang di lingkungan para du’aat lah yang menciptakannya. Jadi pikiran adalah pusat kekuatan yang mengendalikan tindakan-tindakan dan menciptakan realitas-realitas kita.

Jika sistem kendali tindakan dan realitas kita ada pada pikiran-pikiran kita, hanya ada satu jalan memperbaiki realitas-realitas kita, yaitu mengubah pikiran-pikiran kita. Sudah saatnya gerakan da’wah memikirkan kembali caranya berpikir, memikirkan kembali apa yang selama ini kita pikirkan dan mengapa kita memikirkannya serta mengapa kita memikirkannya dengan cara begitu.

Ketika gerakan da’wah memasuki era keterbukaan, bermetamorfosis menjadi institusi terbuka, bermain di domain publik, memasuki pusat-pusat kekuasaan, persoalan terbesar kita adalah sumberdaya. Inilah persoalan yang dihadapi gerakan-gerakan da’wah di berbagai negara Islam seperti Sudan, Yaman, Aljazair, Turki, Mesir, Indonesia dan lainnya. Di semua kawasan ini gerakan da’wah mengalami persoalan tersebut secara fundamental: beban kerja yang muncul akibat perluasan wilayah aksi da’wah tidak seimbang dengan sumberdaya yang dimiliki gerakan-gerakan da’wah tersebut.

Animo besar masyarakat terhadap Islam akibat kegagalan pembangunan di akhir dekade 80-an memang pada mulanya menghasilkan kemenangan-kemenangan politik di awal 90-an, seperti FIS di Aljazair atau Refah di Turki. Tapi itu tidak lama. Situasi segera berubah. Tantangan-tantangan yang menghadang kita melampaui sumberdaya yang kita miliki.

Dengan menggunakan cermin realitas seperti diatas, persoalan sumberdaya ini muncul karena pusat perhatian pikiran kita belum bergeser dari tema besar generasi pertama dan generasi kedua para pemikir da’wah. Kita masih bicara ideologi dan belum bicara sumberdaya. Kita masih bicara sistem pemerintahan Islam dan belum bicara kompetensi kepemimpinan umat. Kita masih bicara slogan "Islam adalah solusi" dan belum bicara agenda aksi penyelesaian persoalan bangsa. Kita masih bicara kegagalan musuh, dan belum bicara kesuksesan-kesuksesan kita. Kita masih bicara ghazwul fikri, dan belum bicara strategi kebudayaan.

Kita masih bicara konspirasi asing, dan belum bicara sistem pertahanan da’wah. Kita masih bicara fiqhul ikhtilaf, dan belum bicara manajemen Organisasi. Kita masih bicara sabar dalam mensiasati keterbatasan dana, dan belum bicara cara menciptakan kemelimpahan dana. Kita masih bicara apa yang kita inginkan, dan belum bicara sumberdaya yang diperlukan untuk mencapainya.

Selama pusat perhatian pikiran kita belum bergeser ke masalah penciptaan sumberdaya-sumberdaya, selama itu kita akan mengalami kemunduran dan keterpurukan.

Wallahu a'lam
« Edit Terakhir: 22 Februari 2008, 23:07:54 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline siJohn

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 1.199
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #32 pada: 22 Februari 2008, 23:08:45 »
Opini itu arahnya dukungan umat
opini lebih tepatnya disebut kesadaran massa atau kesadaran umum
kesadaran massa itu dibentuk dengan penyadaran..pembinaan

kesadaran massa itu berujud dukungan dan tuntutan
dan ini adalah sebuah kekuatan
dan ini akan mempengaruhi arah poltik selanjutnya

Memang memrlukan kesabaran yg tinggi dalam membangun kesadaran umum
ini adalah bagian dari amar makruf nahi munkar
dimulai dari sedikit
dimulai dari akidah
dimulai dari kalangan sendiri

emang seperti lambat di awal
tapi begitu pemahaman umat mulai lengkap, maka membentuk dukungan yg penuh dan kuat
opini yg kokoh dan menggelegar
yg akan melenyapkan opini2 tandingan dengan segera
hingga yg ada hanya opini penegakan ajaran Islam

yang bertahap itu kerjanya
materi yg disampaikan ke umat
jumlah dukungan itu sedikit demi sedikit
yg bertahap itu tingkat dukungan dan loyalitas pd perjuangan
yang bertahap itu jumlah kalangan yg mendukung dan berjuang
yang bertahap itu model dukungannya

Bukankah semua infrastruktur itu telah ada?
dan dibalik itu semua adalah manusia
dan manusia iru juga bagian dari umat
dan mereka semua bisa berproses menjadi mendukung dalam penegakkan ajaran islam..

maka bila dukungan penuh telah terjadi dan telah mencukupi,
maka saatnya mengganti semua sofware dg ajaran Islam
kira2 seperti itu formatnya..

Pembinaan umat itu adalah hal yang sangat penting
dan opini umat itu adalah hal yang sangat besar
Allahu a'lam
ttd

(tangan)

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.388
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #33 pada: 23 Februari 2008, 21:59:59 »
Opini itu arahnya dukungan umat
opini lebih tepatnya disebut kesadaran massa atau kesadaran umum
kesadaran massa itu dibentuk dengan penyadaran..pembinaan

kesadaran massa itu berujud dukungan dan tuntutan
dan ini adalah sebuah kekuatan
dan ini akan mempengaruhi arah poltik selanjutnya

Memang memrlukan kesabaran yg tinggi dalam membangun kesadaran umum
ini adalah bagian dari amar makruf nahi munkar
dimulai dari sedikit
dimulai dari akidah
dimulai dari kalangan sendiri

emang seperti lambat di awal
tapi begitu pemahaman umat mulai lengkap, maka membentuk dukungan yg penuh dan kuat
opini yg kokoh dan menggelegar
yg akan melenyapkan opini2 tandingan dengan segera
hingga yg ada hanya opini penegakan ajaran Islam

yang bertahap itu kerjanya
materi yg disampaikan ke umat
jumlah dukungan itu sedikit demi sedikit
yg bertahap itu tingkat dukungan dan loyalitas pd perjuangan
yang bertahap itu jumlah kalangan yg mendukung dan berjuang
yang bertahap itu model dukungannya

Bukankah semua infrastruktur itu telah ada?
dan dibalik itu semua adalah manusia
dan manusia itu juga bagian dari umat
dan mereka semua bisa berproses menjadi mendukung dalam penegakkan ajaran islam..

maka bila dukungan penuh telah terjadi dan telah mencukupi,
maka saatnya mengganti semua sofware dg ajaran Islam

kira2 seperti itu formatnya..

Pembinaan umat itu adalah hal yang sangat penting
dan opini umat itu adalah hal yang sangat besar

Allahu a'lam

Brother John...O0 O0
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline siJohn

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 1.199
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #34 pada: 23 Februari 2008, 22:30:07 »
ih setelah di layout kok jadi kaya lebih dasyat ya?

betapa pentingnya sebuah lay out yg bagus biar lebih menarik.
Kita perlu mendisain opini Islam dengan baik.
ada seni komunikasi massa
ada Brand Imej dsb
kalo perlu kita perlu mempelajari ini
sesuatu yg baik harus disampaikan dengan bungkus yg baik, waktu dan tempat yg tepat

Kalo kita memasarkan sesuatu dalam dunia bisnis kita sangat cermat dan matang dalam membuat strategi pemasaran,
apalagi yang ini!
Kita bahkan sekarang sedang berbisnis dengan Allah
harus lebih profesional!
« Edit Terakhir: 23 Februari 2008, 22:35:03 oleh siJohn »
ttd

(tangan)

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.388
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #35 pada: 24 Februari 2008, 01:57:38 »
ih setelah di layout kok jadi kaya lebih dasyat ya?
^-^

Kita perlu mendisain opini Islam dengan baik.
O0

sesuatu yg baik harus disampaikan dengan bungkus yg baik, waktu dan tempat yg tepat
O0

Ingat sejarah sahabat nabi yg digebukin sampe berdarah2.... :koran:
tapi hasilnya...luar biasa  O0
Dimana pada waktu dan momen yg tepat...
sahabat bersegera mengambil INISIATIF  :woroworo:untuk membacakan Al-Qur'an
pada momen apakah ? yaitu disaat musim haji (masih zaman jahil) dimana para kabilah berdatangan ke ka'bah....

Kalo kita memasarkan sesuatu dalam dunia bisnis kita sangat cermat dan matang dalam membuat strategi pemasaran,
Ini dia persoalannya...  ;)
Semakin kita mencintai sesuatu...semakin kita mengejarnya dengan segala konsekwensi....:hmmm:

"Kebatilan yg tertata rapi akan mengalahkan Kebenaran yg tidak terorganisir..." ...lupa ane...ungkapan dari mana ini %peace%
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline siJohn

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 1.199
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #36 pada: 24 Februari 2008, 02:02:56 »
pensyarah yg bagus
semakin jelas, gamblang dan bertambah  O0
ttd

(tangan)

Offline Diya al Dien

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 1.757
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
    • -vindicate-
« Jawab #37 pada: 24 Februari 2008, 06:36:27 »
assalamu`alaykum..

mencoba mjwb singkat
@philosophia,klo pdg jwbn yg komprehensif..mnrt aq jwbnnya adalah pembangunan aqidah.dmn qta udah bs bertauhidullah n tauhidurrasul

skrg dliat bbrp contoh. Di indonesia sndr udah ada bbrp fikroh/harokah yg berusaha menegakkan islam dg cara2 mereka.
seperti tarbiyah yg dg PKSnya mncoba menegakkan islam dgn berpolitik. tarbiyah sndr menurutku metodenya bgs, pembangunan syakshiyah islamiyah.namun ada yg kurang....klo qta blm bertauhid,syakshiyah islamiyah/ibadah qta cm tepuk tangan n siulan belaka..gakan ada rasa empati,peduli sm dakwah/kebangkitan islam. Trus salafy, gamo berpolitik n mendukung pemerintah. aq pnh bc majalah Asy-Syari`ah..knp dstu dsbutin qta hrs tunduk n patuh kpd penguasa?sekalipun tdk amanah. pnh ikut liqo salafy, yg dbhs adlh wudhu, air yg dgunakan u/ wudhu dst.mgkn emg penting tp klo dliat dr kacamata fiqh prioritas, yg terpenting saat ini adalah islamudaulah. tmn2 pst tau (seperti yg ada d al quran n dtulis Abul A`la al Maududi dlm bukunya Dasar2 Islam) klo kalimat thayyibah itu ibarat pohon yg baik.akarnya teguh n menjulang ke langit.

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya ke langit. [Ibraahim 14:24]

apakah kalimah thayyibah itu?? ;)

oia..afwan..aq msh dlm thp belajar.kebenaran hny milik allah.trs,aq bukannya aq diskriminasi golongan,aq sndr ikut liqo tarbiyah. tp gda slhnya kn mengkritisi n selalu belajar.. wallahua`lam bisshowab
wassalamu`alaykum :)
Everything in the universe is a moslem, for its obey ALloh by submission to His laws.

Offline siJohn

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 1.199
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #38 pada: 10 Juni 2009, 20:00:26 »
hmm. dari: mendirikan stasiun tv jadi kesini. keangkat lagi deh.

aku hampir lupa dg ulisan2 ini
ttd

(tangan)