Penulis Topik: Keraguan Pria, Penantian Wanita  (Dibaca 4068 kali)


Online aisyahragil

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 8.024
  • Lokasi: Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Sabar dan Ikhlas
    • Lihat Profil
« pada: 09 Maret 2008, 04:36:17 »
Keraguan Pria, Penantian Wanita
Oleh : Siti Fathiyah Khotib, LC, MA

Berpasang-pasangan merupakan salah satu karakteristik ciptaan Allah. Siang dan malam; gelap dan terang; daratan dan laut; kebaikan dan keburukan. Semua itu merupakan tanda kebesaran dan kekuasaan Allah “Maha Suci Dzat yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan darimereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui ( QS. Yasin : 36).

Sebagai makhluk Allah, manusia juga tak lepas dari karakteristik berpasangan berupa pria dan wanita. Dalam diri mereka Allah tanamkan perasaan dan naluri saling memerlukan dan mencintai yang menurut Islam dipandang sebagi bagian dari Rahmat Allah kepada hamba Nya. Perasaan saling mencintai tersebut tidak dikekang dan tidak pula dibebaskan tanpa aturan, namun disalurkan dengan cara yang elegan dan terhormat yang memelihara martabat kemanusiaannya dalam bentuk ikatan perkawinan. Disinilah letak signifikasinya anjuran Rasulullah saw kepada umatnya untuk segera menikah. “Nikah merupakan sunnahku, dan barang siapa yang tidak menyukai sunnahku maka ia tidak termasuk golonganku” (HR. Ibn Majah)

Bahkan tidak sekedar itu, Rasulullah saw mendorong umatnya untuk segera menikah bagi yang sudah mampu untuk melaksanakannya :"Wahai para pemuda barang siapa yang sudah mampu untuk melaksanakan pernikahan maka hendaklah ia menikah, barang siapa yang tidak mampu maka hendak ia berpuasa karena hal itu menjadi tameng baginya" (HR. Bukhari)

Manakala mencermati pesan Rasulullah saw dalam hadits tersebut ditujukan kepada para pemuda maka dapatlah difahami bahwa dari dimensi waktu, Islam menghendaki seseorang yang mampu agar segera menikah di waktu muda dan tidak menunda-nundanya. Di sisi lain, Rasulullah saw melarang umatnya untuk hidup membujag yang bertentangan dengan naluri manusia, sebagaimana diriwayatkan dari Samrah bahwa : Rasulullah saw melarang hidup membujang" (HR. Tirmidzi). Anjuran untuk segera menikah jika sudah mampu dan larangan hidup membujang karena banyakknya dampak negatif darikehidupan semacam itu baik dari sisi psikologis atau sosial. 

Satu alasan yang sering mengemuka bagi orang yang belum menikah adalah belum siap secara finansial, mental atau lainnya. Namun seringkali terjadi standar kesiapan secara finansial ditakar kelewat tinggi sehingga sebenarnya ketidaksiapan mental lebih dominan. Sebenarnya Islam tidak memasang standar yang berlebihan dalam kesiapan finansial ini. Islam hanya menganjurkan kesiapan yang wajar menurut kemampuan seseorang. Karena Allah berjanji untuk memberikan kecukupan bagi orang yang kurang mampu yang mau menikah. "Dan nikahikah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (untuk nikah) diantara hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka fakir maka Allah yang memberikan kecupkupan kepada mereka dari karunia Nya.

Dalam sebuah haditsnya Rasulullah saw emnjelaskan : "Ada tiga kelompok manusia dimana Allah akanmemberikan bantuan kepada mereka; orang yang menikah dalam rangka memelihara kesucian, hamba sahaya yang mau melunasi pembayaran kemerdekaannya dan orang yang berperang di jalan Allah" (HR. Tirmidzi).

Sebuah perkawinan akan terbangun manakala kesiapan puhak pria utnuk mengayunkan gayung lamaran disambut oleh pihak wanita. Untuk itulah seyogyanya kaum wanita (dan juga pria) wajar dalam menetapkan kriteria bagi pasangannya. Dalam kaitan ini Rasulullah saw memberikan tuntunan. "Wanita itu dinikahi karena 4 hal; kecantikan, kekayaaan, keturunan dan agamanya. Maka pilihkah yang memiliki agama, niscaya kamu beruntung."

Sekalipun pesan tersebut ditujukan kepada kaum pria namun juga meliputi kaum perempuan. Bahkan jika menilik lembaran kehidupan sahabat dan para salafus shaleh, didapati bahwa gayung perkawinan juga diayunkan oleh pihak wanita. Umar bin Khattabb, misalnya meminang Abu Bakar lalu Utsman buat puterinya Hafshah, sekalipun akhirnya Rasulullah yang menerimanya. Lebih dari itu, Khadijah menawarkan diri untuk dinikahi Rasulullah saw. Wallahu a'lam.



« Edit Terakhir: 10 Maret 2008, 09:21:13 oleh aisyahragil »

Offline LuKHa

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 3.239
  • Lokasi: Jou Ku Za (DIY)
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 10 Maret 2008, 08:01:26 »
Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

bisa dijelaskan lebih lanjut ga, maksud dan tujuannya (thread) :)
hmmm latar belakang bersambung, ditunggu lanjutannya ya ka
man arafa nafsahu fa qad' arafa Rabbahu
siapa yang kenal dirinya, maka dia akan kenal Tuhannya

Online aisyahragil

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 8.024
  • Lokasi: Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Sabar dan Ikhlas
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 27 November 2008, 14:12:28 »
    Menikah itu sekarang hanya sekedar
    keraguan ikhwan, dan
    penantian akhwat…
    iya gak segh????

SMASH!!! Pukul telak. Karena kek na emang gitu banyakan kasusnya. Di sesi itu juga ada segh seorang ikhwan yang bercerita tentang niatnya untuk menikah, tapi sayangnya kok belum ada sesuatu yang bisa memotivasinya untuk menyegerakan. Walo katanya dia juga udah baca koleksi-koleksi buku mas Salim yang notabene *katanya* rada berbau Aktifis yang romantis *simpulan beliau logh ya*. Nek tak pikir, mesti juga karena segh ruk mantep! Segh banyak keraguan… *gomen nek salah ya akh*

Ada juga seorang akhwat yang dari SMA udah membangun komunikasi soal menikah kepada orang tuanya. Pengennya dulu, SMA kelas 3 dah mo nikah. Tapi gak jadi. Sekarang… setelagh kuliah, melihat para ikhwan yang kadang rada aneh-aneh… dia merasa rada ilfil *ehm… semacam jijay* Walo dia sendiri merasa gak semua.

Ya… mang soal kek gini, banyak akhwat yang tak kira dah siap. Tapi stok dari ikhwan yang rada mlempem. He he… gak sebanding, makanya trus kok di simpulannya “.. keraguan ikhwan dan penantian akhwat”. Lha lom ready stock masalahnya :twisted:

Selain itu, ada juga nasehat kepada kita. Bahwa sebaiknya kita memulai komunikasi positif kepada orang tua soal menikah semenjak dini. Karena… Eh tahu gak segh, kalo ternyata kalo setelah ikhwan itu baligh, dan dirasa mampu. Maka sebenere sudah menjadi tanggung jawab seorang ikhwan untuk hidup mandiri. Istilahnya rada lupa aku, ta’lif atau apa gtu. Pada intinya mengenai tanggung jawab. Dimana ketika seorang ikhwan sudah mampu, maka sudah tidak wajib lagi bagi orang tua untuk membiayai hidupnya, adapun masih, itu adalah sedekah. Untuk akhwat, baru lepas dari kewajiban orang tua setelah dia menikah. Baru tahu juga aku tadi, ternyata….

Jadi rada termotivasi untuk terus maju, dan membangun komunikasi soal menyegerakan menikah kepada orang tua :). Oh ya, sebelum yang ini tadi… ada juga soal ba’ah yang ada di hadits riwayat Bukhori dan Muslim. Mampu (ba’ah) yang dimaksud dalam hal ini apa segh? Begitu inti diskusnya. Ada salah satu rekan yang berpendapat bahwa ba’ah yang sering disebutkan di buku-buku mas Salim adalah ba’ah dalam arti “kemampuan biologis”. Hem… iya emang yang ini ada benarnya. Tapi juga harus diikuti dengan kemapuan yang lain. Bai de wai juga, tadi pas blogwalking aku nemu beberapa persiapan yang perlu dilihat sebelum menikah. this!

Ya begitulah menikah, emang sudah saatnya dipikirkan. Terutama ditengah budaya masyarakat sekarang yang arghhhh… entah mo di kasih istilah apa lagi. Entah kapan semua ini bermulai. Sampe dulu juga sempat tercetus niatan untuk melakukan ini, sebagai pembuktian kepada sekitar bahwa… inilah solusi yang telah islam gariskan agar selamat. Tapi, afwan…. masih kepentok.

Terakhir, kita diingatkan. Bahwa menikah bukanlah satu-satunya solusi. Karena dengan menikah sebenere kita justru akan berhadapan dengan masalah-masalah yang lebih besar dan lebih kompleks dari apa yang kita alami sebelumnya. Hanya saja, masalah-masalah itu mendewasakan. So, buat yang masih bermasalah. Ati-ati aja ya…. ahsannya mending memperbaiki dulu *kek yang nulis*.

Semoga dengan tulisan ini, ana jadi termotivasi juga. Untuk terus berusaha menyegerakan. Niat udah ada, cuman usahanya yang mungkin kurang di pompa. Dan emang kek na aku dah kudu bilang…

    Aku harus melakukan sesuatu.

Yeah… something real, bukan lagi hanya sekedar plan dan plan tanpa realisasi. Do it akh! And belive that Allahu ma’ana :)

dikutip dari http://camagenta.wordpress.com

mod ana pernah buat juga dengan judul yang sama, jika berkenan mohon disatukan saja, jazakallah :)

Offline Kamal Hasan

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 10.349
  • Lokasi: I love Sungai Bambu
  • Jenis kelamin: Pria
  • senyumlah, karena senyum itu indah ^_^
    • Lihat Profil
    • kamhas
« Jawab #3 pada: 27 November 2008, 14:14:55 »
akhwat menanti.... ikhwan ragu2...

:hmmm:
sesungguhnya.

Online aisyahragil

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 8.024
  • Lokasi: Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Sabar dan Ikhlas
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 27 November 2008, 14:26:33 »
iyah jadinya kapan bisa ketemu yah :(

Offline Kak Husain

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 2.270
  • Lokasi: Syam Bumi Berkah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Belajarlah sebelum kau memimpin (Imam Syafii)
    • Lihat Profil
    • I'm Danns
« Jawab #5 pada: 27 November 2008, 15:16:29 »
Sedih banget kayaknya jadi akhwat. Tapi memang, baik ikhwan maupun akhwat, dua-duanya punya kemenangan masing-masing. Kalau ikhwan "menang milih", kalau akhwat "menang nolak".

So, buat para akhwat, yang sabar ya. Jalanilah masa penantian dengan upaya "mempercantik" diri. Gak usah neko-neko cari perhatian ikhwan. Biasanya ikhwan juga merasa illfeel (baca: risih) sama akhwat yang caper.

Offline fera_sr

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 19.004
  • Lokasi: DKI
  • Jenis kelamin: Pria
  • MyQers Selamanya
    • Lihat Profil
    • ~fatamorgana~
« Jawab #6 pada: 27 November 2008, 15:18:25 »
ada yang dijemput, tapi kadang ditolak seeh?

jadinya bagaimana?
Mengukir cinta dibelahan Jiwa

Offline dijah akhwat

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2008
  • Tulisan: 144
  • Lokasi: Ja-Pan
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Ya Allah.. karuniakanlah rinduku hanya padaMu..
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 27 November 2008, 16:40:07 »
kasus ana justru beda....
ana dah bicarain masalah nikah dengan ortu sejak masih sekolah, malah ummi mau'a ana nikah begitu lu2s sma..
tapi kenyataan'a berbeda... sebelum lu2s.. ana dah dapet kerja..
plus dapet syarat ga boleh nikah dlu..
at lease sampe 1 thn kerja..   :toe:
kl sekarang dah 6 bulan kerja.. berarti ya.. tinggal 7 bulan lagi.. ( cz itungan kontrak kerja ana 11 bulan )
nah setelah kerja, ana bny belajar, melihat sekitar ana.. malah jadi ana yang ragu..
ana jadi merasa ga siap secara mental u/ m'jd pendamping hidup seorang ikhwan...
n ana jg ragu, apakah ada ikhwan yang menerima ana yang pny bejubel kekurangan ini...  :'(

ya.. Allahu 'alam deh..
sekarang, ana pegang 1 keyakinan bahwa Allah tau yang terbaik buat ana...  :)
Rasulullah SAW bersabda : "Bersuci adh bagian dari iman, Al Hamdulillah dpt memenuhi timbangan, Subhanallah & Al Hamdulillah dpt memenuhi antara langit dan bumi,Shalat adh cahaya,shadaqah adh bukti, Al Quran dpt mjd saksi yg meringankanmu atau memberatkanmu...."
(Riwayat Muslim).

Offline Ally_noer

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 2
  • Lokasi: jawa timur
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 27 November 2008, 16:54:41 »
Salah satu alasan mengapa Ikhwan tidak berani mengungkapkan niat baiknya (menikah) kepada selah seorang akhwat, barangkali karena dirinya merasa paling jelek di dunia. :D

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.064
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #9 pada: 27 November 2008, 16:59:35 »
Alhamdulillah...ada thread nonjok banget (sambil ngelirik para jombloer terutama bu hakim)

Offline Rial_abdirrahman

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2008
  • Tulisan: 9.718
  • Lokasi: Makassar-balikpapan
  • Jenis kelamin: Pria
  • Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 27 November 2008, 21:34:35 »
:hmmm:
ane nggak tersinggung disini :hmmm:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْر
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.064
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #11 pada: 28 November 2008, 10:09:03 »
:hmmm:
ane nggak tersinggung disini :hmmm:

sensenya kurang nich  :jaim: %peace%

Online aisyahragil

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 8.024
  • Lokasi: Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Sabar dan Ikhlas
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 28 November 2008, 10:15:30 »
omnya fahrel maksudnya artikel ini nonjok pak hakim?  :hmmm: atau siapa?

artikel ini tidak bermaksud menyindir siapa2, hanya sebagai bahan untuk dijadikan renungan dan penyemangat diri supaya segera bertindak sesuai jalur yang di ridhoi Allah.


Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.064
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #13 pada: 28 November 2008, 10:21:21 »
omnya fahrel maksudnya artikel ini nonjok pak hakim?  :hmmm: atau siapa?

artikel ini tidak bermaksud menyindir siapa2, hanya sebagai bahan untuk dijadikan renungan dan penyemangat diri supaya segera bertindak sesuai jalur yang di ridhoi Allah.



Alhamdulillah...ada thread nonjok banget (sambil ngelirik para jombloer terutama bu hakim)

Pak Hakim juga boleh. Btw thread bagus karena bener apa yang mbak sampaikan, truz juga MW pernah ngasih tauhsiyah semacam ini, remember?

Offline aisya moura

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 3.769
  • Lokasi: banua city
  • Jenis kelamin: Wanita
  • maju atau menang
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 28 November 2008, 10:33:10 »
dibalik bisa juga tuh, keraguan akhwat penantian ikhwan :hihi:

mank nya ragu kenapa sih :hmmm:

kalo ragu mending jangan maju :ehm:

kasian yg menanti




klo pembahasannya itu terus
capek juga

:toe:

*istirahat dulu ah...

ikutan istrirahat :ngemil2:
"Dan Kami pasti akan menguji kamu dg sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kpd oran