Sekadar mengapresiasi...... dan juga mengkritisi...
1. Santunan kematian Rp. 2000.000/jiwa untuk seluruh warga Depok
2. Peningkatan Pendapatan asli daerah dari 67M pada tahun 2006 menjadi
86M pada tahun 2007
Sip, point pertama, tampaknya baru di Depok kali ya, yang bikin inisiatif?
Poin kedua, ini bagus sekali, PAD naik, barangkali ada kaitannya dengan kenaikan investasi, penurunan korupsi, dan iklim ekonomi yang membaik. Bisa jadi karena terstimulasi dengan realisasi anggaran yang lebih tertata.
3. Tambahan dana BOS (bantuan operasional sekolah) Rp.
10.000/siswa/bulan kepada seluruh siswa SD/MI, SMP/MTs, negeri dan
swasta serta siswa SMA san SMK negeri.
Well, kalau BOS, saya rasa bukan prestasi unik, karena ini drop2an dari pusat, IMHO.
4. Gratis DSP dan SPP untuk seluruh SDN dan gratis DSP untuk SMPN,
SMAN dan SMKN.
Good point.
5. Rehabilitasi SD/MI, SMP/MTs negeri dan swastasebanyak 521 lokal
serta pembangunan ruang kelas baru SMP/MTs negeri dan swasta sebanyak
225 lokal.
6. bantuan pengadaan komputer terhadap 150 SMP/MTs negeri maupun swasta.
Poin 5 dan 6 ini, saya rasa bukan prestasi unik Depok (aka Pak Nur), karena daerah lain juga punya prestasi yang sama (at least secara kuantitas), karena kegiatan ini bisa dipastikan dananya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan, yakni dari pusat.
7. bantuan untuk BMPS terhadap 15.072 guru swasta.
8. Rehabilitasi rumah tak layak huni 780 unit dan pembangunan rumah
baru 55 unit bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
9. Bantuan pelayanan kesehatan kepada 8000pasien warga miskin.
Tiga point diatas, sangat perlu diapresiasi, apalagi point 8, jarang daerah yang membangunkan rumah untuk warga miskinnya. Poin 9, bisa jadi itu sebenarnya program Askeskin (Asuransi Kesehatan Masyarakat Miskin), so bisa jadi bukan unik kesuksesan Pak Nur.
10. Rehabilitasi 8 puskesmas, penambahan lokal baru 7 puskesmas dan
pembangunan 9 puskesmas baru.
Saya rasa poin 10 diatas ini, juga tidak unik, karena kemungkinan besar berasal dari DAK Kesehatan.
11. Pembangunan jalan 426 km, pengairan 88 km, dan penataan kawasan
kumuh sebanyak 11 kawasan
Good point. Tapi watch out DPU/Kimpraswil, sudah rahasia umum, sering terjadi pemotongan anggaran dalam bentuk markup volume atau penurunan kualitas ketika pelaksanaan. Kalau Pak Nur menyatakan tidak menerima setoran, maka tak ada alasan lagi bagi anak buahnya untuk mark up.
12. Nikah gratis terhadap 623 pasangan.
13. Akte kelahiran gratis terhadap 1.260 warga miskin.
Good point, ini tampaknya cukup unik.
14. Produk domestik regional bruto meningkat dari Rp. 7,5 Trilyun
tahun 2006 menjadi Rp. 8,9 Trilyun pada tahun 2007.
Ini yang luar biasa, dalam kondisi ekonomi yang tidak jelas, PDB bisa naik sangat tajam. Alhamdulilllah.
selain itu sudah banyak pula prestasi di bawah kepemimpinan Beliau ,
diantaranya :
1. Tender pengadaan barang paling transparan se-Indonesia (versi KPK,
Kominfo dan Bappenas).
Ini yang paling kita tunggu-tunggu, prestasi yang paling bermanfaat bagi masyarakat, yakni ketika proses pengadaan barang jasa, bisa dibuat setransparan mungkin, tanpa ada embel2 fee/komisi, baik untuk PPTK (e.g. eksekutif) ataupun ke DPRD.
2. Administrasi Dana Alokasi Umum (DKU) terbaik se-Indonesia versi
Departemen Keuangan RI.
3. Administrasi kepegawaian terbaik no. 2 se-Indonesia atau no.1
terbaik se-Jawa Barat (versi BKN).
Very good point.
4. Angka kematian bayi terendah se-Indonesia.
5. Angka harapan hidup tertinggi no. 2 se-Indonesia atau no. 1 se-Jawa
Barat.
6. Kota percontohan WHO pada penanggulangan penyakit tidak menular
berbasis masyarakat.
7. Juara 1 kota siaga se-Jawa Barat.
Alhamdulillah, Pak Nur ternyata sangat concern dengan pembangunan kesehatan.

8. Peraih medali emas terbanyak se-Jawa Barat pada Olimpiade Sains dan
Matematika Nasional 2006.
No comment dah yang ini.

Tambahan masukan: kalau bisa parameter-parameter pembangunan, lebih bisa dikuantisasi, misalnya dengan angka Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang biasanya terdiri dari tiga parameter, Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, sehingga secara makro, bisa lebih terlihat lagi seberapa jauh keberhasilan pembangunan di Depok (dulu saya pernah baca berita kenaikan IPM di Depok, cuman saya cari lagi belum ketemu).
Ok, keep good work, fastabiqul khairat, Pak Nur, maaf saya cuman bisa komentar doang.
