Penulis Topik: Prestasi Pa Nur Di Depok  (Dibaca 1656 kali)


Offline Andi Hakim

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 630
    • Lihat Profil
« pada: 14 Maret 2008, 11:19:08 »
Pembangunan tanpa anggaran


Dalam sebuah acara apel siaga partai keadilan sejahtera ahad, 9 maret
2008 M | 01 Rabiul awwal 1429 H Bapak Dr. Ir. H. Nur Mahmudi Ismail,
Msc menyempatkan diri untuk hadir bersama dengan beberapa aparat kota.
dalam sambutannya Pak Nur, panggilan akrab beliau sempat menyampaikan
harapannya semoga Pemilihan Gubernur jawa Barat dapat berjalan lancar
dengan tingkat partisipasi masyarakat depok yang tinggi.

dalam acara tersebut Beliau juga menyamapikan kilas balik pemerintahan
kota Depok, yang disamping ada kekurangan juga telah diraih banyak
keberhasilan. dengan segala keterbatasan Beliau menyampaikan apa yang
telah dicapai oleh kota Depok diantaranya :

1. Santunan kematian Rp. 2000.000/jiwa untuk seluruh warga Depok

2. Peningkatan Pendapatan asli daerah dari 67M pada tahun 2006 menjadi
86M pada tahun 2007

3. Tambahan dana BOS (bantuan operasional sekolah) Rp.
10.000/siswa/bulan kepada seluruh siswa SD/MI, SMP/MTs, negeri dan
swasta serta siswa SMA san SMK negeri.

4. Gratis DSP dan SPP untuk seluruh SDN dan gratis DSP untuk SMPN,
SMAN dan SMKN.

5. Rehabilitasi SD/MI, SMP/MTs negeri dan swastasebanyak 521 lokal
serta pembangunan ruang kelas baru SMP/MTs negeri dan swasta sebanyak
225 lokal.

6. bantuan pengadaan komputer terhadap 150 SMP/MTs negeri maupun swasta.

7. bantuan untuk BMPS terhadap 15.072 guru swasta.

8. Rehabilitasi rumah tak layak huni 780 unit dan pembangunan rumah
baru 55 unit bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

9. Bantuan pelayanan kesehatan kepada 8000pasien warga miskin.

10. Rehabilitasi 8 puskesmas, penambahan lokal baru 7 puskesmas dan
pembangunan 9 puskesmas baru.

11. Pembangunan jalan 426 km, pengairan 88 km, dan penataan kawasan
kumuh sebanyak 11 kawasan

12. Nikah gratis terhadap 623 pasangan.

13. Akte kelahiran gratis terhadap 1.260 warga miskin.

14. Produk domestik regional bruto meningkat dari Rp. 7,5 Trilyun
tahun 2006 menjadi Rp. 8,9 Trilyun pada tahun 2007.

selain itu sudah banyak pula prestasi di bawah kepemimpinan Beliau ,
diantaranya :

1. Tender pengadaan barang paling transparan se-Indonesia (versi KPK,
Kominfo dan Bappenas).

2. Administrasi Dana Alokasi Umum (DKU) terbaik se-Indonesia versi
Departemen Keuangan RI.

3. Administrasi kepegawaian terbaik no. 2 se-Indonesia atau no.1
terbaik se-Jawa Barat (versi BKN).

4. Angka kematian bayi terendah se-Indonesia.

5. Angka harapan hidup tertinggi no. 2 se-Indonesia atau no. 1 se-Jawa
Barat.

6. Kota percontohan WHO pada penanggulangan penyakit tidak menular
berbasis masyarakat.

7. Juara 1 kota siaga se-Jawa Barat.

8. Peraih medali emas terbanyak se-Jawa Barat pada Olimpiade Sains dan
Matematika Nasional 2006.

selain itu, ada hal menarik yang beliau sampaikan dalam acara tersebut
yaitu "pembangunan tanpa anggaran" yaitu pembangunan mental aparatur
kota Depok sehingga memiliki moral, etika dan akhlak yang baik.
memiliki kejujuran dengan amanah yang diemban, serta keikhlasan dan
kerja keras dalam melayani masyarakat. satu hal yang terlupakan, namun
dengan hal tersebut dapat memaksimalkan keterbatasan anggaran dan
biaya. Semoga dengan sisa masa kepemimpinan Beliau dapat terus amanah
dalam membangun kota Depok tercinta menuju kota Depok yang religius,
aman, mandiri, adil dan sejahtera.


Namun demikian sebagai manusia juga masih banyak kekurangan2 dalam memimpin Depok, mohon doanya agar kekurangan/kesalahan bisa dibenahi.

Offline Luqman Al - Bantuly

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2006
  • Tulisan: 4.590
  • Lokasi: Karawang
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 14 Maret 2008, 11:21:59 »
Bagaimana dengan laporan kriminalitas ?
Melanjutkan Kehidupan Islam

Offline Prastowo

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 100
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 14 Maret 2008, 11:34:32 »
Boleh kritik sedikit ya....
kalau masalah jalan di Depok kok memprihatinkan ya.....
ada yg bs comment masalah ini?

Offline Abu Ziyad

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 217
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 14 Maret 2008, 13:34:26 »
Kalau saya mah, bagaimana prestasi dalam bidang penegakkan syari'at Islam? Apakah sudah ada upaya penegakkan da'wah tauhid dan pemberantasan kesyirikan di Depok? Adakah program penegakan sunnah dan memberantas bid'ah, khurofat. Bukakah ini yang akan menyelamatkan manusia kelak di akhirat? Apalah artinya prestasi dalam bidang pembangunan fisik.
Cuma saya juga heran banyaknya baliho raksasa di seluruh kota depok yaitu foto Nur Mahmudi, Di Jabotabek sepertinya hanya di Depok. Apakah dewan syariah PKS tidak menasehatkan hukum foto atau gambar yang dipajang. Bukankah sudah ma'ruf hadist yang malaikat tidak masuk kerumah yang di sana dipajang gambar dan patung makhluk bernyawa? Mungkin silap. Wallahu'alam.
Jadikanlah hidupmu seperti orang yang sehari berpuasa, dan berbukanya adalah kematian (Nasehat Slaf)

Offline Abdul_Maliksyah

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.057
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 14 Maret 2008, 13:38:29 »
Ane pribadi appresite dengan prestasi yang telah di tunjukkan pada Pak Nurmahmudi, indikator tersebut kuantatif gampang diukur oleh siapa saja...  O0
kukira walikota yang lain boleh bercermin ke Depok.
Agak berbeda dengan yg kualitatif krn cenderung subjectif penilaiannya... :)

Walaupun demikian masih perlu kerja keras, khususnya aspek keamanan dan kriminalitas; sebagaimana disiyalir Mas @LAB.
Penanganan keamanan dan kriminalitas adalah domainnya Polri, tetapi dukungan daerah Pemkot akan sangat membantu penanganan dan pencegahannya... ::)



Pada tahun 2006 jumlah kriminalitas di Depok terdiri dari 3.500 kasus. Sedangkan kriminalitas yang terjadi hingga Desember 2007 menjadi 4.000 kasus. Dari data yang ada terdapat tiga jenis kejahatan yang termasuk tinggi frekuensinya di Depok, antara lain pencurian dengan penganiyaan berat, pencurian kendaraan bermotor, dan kasus-kasus narkoba. Tidak hanya itu, kemacetan lalu lintas merupakan kendala krusial di wilayah kota tersebut.

Kapolres Metro Depok Komisaris Besar Polisi Imam Pramukarno mengatakan, dari sekitar 4.000 kasus kriminal yang terjadi, baru 1.200 kasus atau sekitar 25 persen yang sudah tertangani. "Sedangkan pada 2006 sebanyak 18 persen yang sudah ditangani Polres," katanya di Depok, Jumat (18/1).

Dari ribuan kasus tadi, yang paling mencolok adalah pencurian kendaraan bermotor sebanyak 1.100 kasus, pencurian dengan kekerasan atau pencurian pada malam hari sekitar 900 kasus. Selanjutnya 300 kasus narkoba dan 60 kasus pencurian dengan kekerasan (perampokan). Sedangkan kecelakaan lalu lintas mencakup 290 kasus di mana 74 korban meninggal dunia, selebihnya luka berat dan ringan dengan total kerugian materi sekitar Rp790 juta. "Secara kuantitas tingkat kriminalitas meningkat dibanding tahun lalu, tapi pengungkapan juga meningkat," tukas Kapolres.

Untuk kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Depok, Kasat Narkoba Polres Depok Kompol Mulyatno mengungkapkan, jumlahnya meningkat. Pada 2006 terjadi 296 kasus, dan sepanjang Januari-Desember 2007 ada 350 kasus. Mengenai jumlah barang bukti yang diperoleh dari pengungkapan kasus narkoba 2007, Menurut Mulyatno, antara lain jenis ganja sebanyak 175.374,14 gram, sabu-sabu sebanyak 7,37 gram, pil lesotan 941 butir.

Faktor Sarana

Menurut Imam Pramukarno, meningkatnya jumlah kriminal karena faktor sarana dan prasana belum mendukung. "Selain itu antara jumlah anggota polisi dan jumlah warga Depok yang masuk wilayah hukum Polres Depok tidak seimbang," tukasnya.

Dikatakan, untuk mengatasi tindak kriminal yang semakin hari semakin memprihatinkan, Polres Depok membutuhkan banyak personel. "Jumlah personel 1.400 orang sedangkan warga di Depok dan Bojong Gede sekitar 1,5 juta jiwa. Dengan skala perbandingan sangat jauh, idealnya satu personel berbanding 500 warga. Akan tetapi pada kenyataannya, di Depok, seorang polisi menangani 1.100 orang," kata Imam.

Kendati demikian, menurut Imam, untuk menekan tindak kejahatan, Polres Depok telah membuat lima program dengan penekanan polisi sebagai mitra masyarakat. Termasuk, program unggulan berupa perpolisian masyarakat (Polmas), program respons time (cepat memberi pelayanan, cepat ke TKP), penanggulangan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), strong point, dan peningkatan patroli serta penjagaan. "Peran masyarakat akan lebih dilibatkan dalam mencegah terjadinya aksi kejahatan di lingkungan masing-masing," tandasnya.


Untuk Transportasi Depok-Jakarta:

Ane dapat berita bahwa pelebaran Margonda (daerah "kekuasaan" Bung KP nich..), dalam proses pelebaran jalan 3 m kiri dan kanan jalan, juga Cinere Raya, jalan Tol Ruas Cinere-Cimanggis-Jagorawi sepanjang 14,7 km, Depok-Antasari Jakarta (21,7 km), Cinere-Serpong (10,14 km) on progress pembebasan lahan, juga penambahan KA dari Depok ke Jakarta...  O0

Untuk TOL Depok-Antasari ada masalah berkaitan dgn harga tanah yg menghadang.. ::)
"Pemerintah menganggarkan pembangunan jalan tol sebesar Rp 700 miliar. Tetapi sekarang, sesuai dengan NJOP (nilai jual objek pajak) anggarannya menjadi Rp 1,2 triliun," ujar Direktur Utama CMNP Daddy Hariadi dalam paparan publiknya, Kamis (22/11).

Dia menjelaskan, CMNP melalui anak perusahaannya PT Citra Waspphutowa, meminta pemerintah untuk menganggung kenaikan biaya tanah tersebut. "Citra Waspphutowa hanya bersedia menanggung kenaikan biaya tanah sebesar 10 persen," ungkapnya.


Wallahu a'lam.

Salam.

==
pemahaman menuju kesadaran
Afala tatafakkaruun ? Afala ta'qiluun ? ==

Offline Andi Hakim

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 630
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 14 Maret 2008, 14:11:14 »
Kalau masalah kriminal ana belum dapat informasinya, Insya Alloh kalau ada nanti akan diberi tahu. Atau ada sahabat2 yang punya informasinya ?? Monggo


Bagaimana dengan laporan kriminalitas ?

Offline Andi Hakim

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 630
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 14 Maret 2008, 14:15:15 »
Buat Abu Ziyad, syukron atas masukanya.

Semoga Pa Nurmahmudi benar-benar bisa membumikan nilai2 Al-Qur'an dan Assunnah, sehingga nilai2 tersebut bukan hanya sekedar jargon atau kata mutiara namun lebih dari itu bisa dirasakan oleh masyarakat Depok secara riil.

afwan, ana mau menanyakan ke Abu Ziyad: Foto dengan gambar apakah sama?

Sekali lagi syukron buat Abu Ziyad atas masukan yang tiada tara nilainya ini.

 :topOK:


Kalau saya mah, bagaimana prestasi dalam bidang penegakkan syari'at Islam? Apakah sudah ada upaya penegakkan da'wah tauhid dan pemberantasan kesyirikan di Depok? Adakah program penegakan sunnah dan memberantas bid'ah, khurofat. Bukakah ini yang akan menyelamatkan manusia kelak di akhirat? Apalah artinya prestasi dalam bidang pembangunan fisik.
Cuma saya juga heran banyaknya baliho raksasa di seluruh kota depok yaitu foto Nur Mahmudi, Di Jabotabek sepertinya hanya di Depok. Apakah dewan syariah PKS tidak menasehatkan hukum foto atau gambar yang dipajang. Bukankah sudah ma'ruf hadist yang malaikat tidak masuk kerumah yang di sana dipajang gambar dan patung makhluk bernyawa? Mungkin silap. Wallahu'alam.
« Edit Terakhir: 14 Maret 2008, 14:19:20 oleh Andi Hakim »

Offline kuringtea

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 2.834
  • Lokasi: Bandung-bogor-bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
  • Inspirasi "mujahid" dilampu motorku
    • Lihat Profil
    • www.perisaidakwah.com
« Jawab #7 pada: 14 Maret 2008, 14:21:08 »
Jazakalahu.TS .smga informasi.setidaknya tidak melulu hal negatif lah.
Sahabat ‘Umar Ibn al-Khaththab berkata,

“Bukanlah orang yang berakal itu adalah yang dapat mengetahui kebaikan dari keburukan, namun orang yang berakal adalah yang mampu mengetahui yang terbaik dari dua keburukan.”

[ Raudhatul Muhibbin,hal 8)
Mangga mampir di : makadir.wordpress.com

Offline Shigeru Hamamoto San

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 939
  • I let you broke my heart...!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 14 Maret 2008, 16:56:37 »
Kalau saya mah, bagaimana prestasi dalam bidang penegakkan syari'at Islam? Apakah sudah ada upaya penegakkan da'wah tauhid dan pemberantasan kesyirikan di Depok? Adakah program penegakan sunnah dan memberantas bid'ah, khurofat.

Pemberantasan syrik ukurannya gimana yaa akhi? Apakah Pak Nur harus mengecek ke rumah masing-masing orang adakah patung di rumahnya yang disembah-sembah gitu?

Atau beliau harus mengecek setiap orang apakah mereka pake jimat gitu?

lalu bid'ah itu gimana pula? kalau bid'ah menurut antum kayaknya bakalan beda dengan bid'ah model yang lain

Apa maksud antum Pak Nur harus melarang secara massal QUNUT SHUBUH begitu akhi?

Kutip
Bukakah ini yang akan menyelamatkan manusia kelak di akhirat? Apalah artinya prestasi dalam bidang pembangunan fisik.

Kalau berpikir secara parsial hasilnya akan mendapatkan pemiiran seperti antum. Tapi antum harus ingat bahwa jama'ah PKS/tarbiyah adalah jamaah yang secara khusus mendakwahkan dirinya dalam berbagai bidang.

Jangan antum pikir bahwa PKS hanya mementingkan politik-ekonomi. Ini hanya sebagian tugas PKS dan diserahkan kepada ikkhwah-ikhwah yang kompeten dalam masalah politik-ekonomi.

Dalam masalah dakwah tawhid, jamaah tarbiyah membagi tugas kepada para asatidz untuk hal itu. Inilah jama'ah yaa akhi.

Berbagi peran, bekerja sama. Jangan orang yang ngga bisa berpolitik lalu "sok" ngomong politik.

jangan orang yang ngga bisa berdakwah lalu ngomong sana-sini tentang Islam. tentunya ada keahlian tersendiri.

pak Nur juga bukan berarti tidak berdakwah dalam sos-polnya. Kejujuran, keadilan, juga merupakan bagian dari dakwah Islam.

Kutip
Cuma saya juga heran banyaknya baliho raksasa di seluruh kota depok yaitu foto Nur Mahmudi, Di Jabotabek sepertinya hanya di Depok. Apakah dewan syariah PKS tidak menasehatkan hukum foto atau gambar yang dipajang. Bukankah sudah ma'ruf hadist yang malaikat tidak masuk kerumah yang di sana dipajang gambar dan patung makhluk bernyawa? Mungkin silap. Wallahu'alam.

Yang antum paparkan adalah khilafiyah.

Wallahu 'alam
Ye God, fill this heart with passion

Offline Justice 4 All

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 5.506
    • Lihat Profil
    • My Multiply
« Jawab #9 pada: 14 Maret 2008, 19:03:56 »
Sekadar mengapresiasi...... dan juga mengkritisi... :hihi:

1. Santunan kematian Rp. 2000.000/jiwa untuk seluruh warga Depok

2. Peningkatan Pendapatan asli daerah dari 67M pada tahun 2006 menjadi
86M pada tahun 2007


Sip, point pertama, tampaknya baru di Depok kali ya, yang bikin inisiatif?

Poin kedua, ini bagus sekali, PAD naik, barangkali ada kaitannya dengan kenaikan investasi, penurunan korupsi, dan iklim ekonomi yang membaik. Bisa jadi karena terstimulasi dengan realisasi anggaran yang lebih tertata.



3. Tambahan dana BOS (bantuan operasional sekolah) Rp.
10.000/siswa/bulan kepada seluruh siswa SD/MI, SMP/MTs, negeri dan
swasta serta siswa SMA san SMK negeri.


Well, kalau BOS, saya rasa bukan prestasi unik, karena ini drop2an dari pusat, IMHO.


4. Gratis DSP dan SPP untuk seluruh SDN dan gratis DSP untuk SMPN,
SMAN dan SMKN.


Good point.


5. Rehabilitasi SD/MI, SMP/MTs negeri dan swastasebanyak 521 lokal
serta pembangunan ruang kelas baru SMP/MTs negeri dan swasta sebanyak
225 lokal.

6. bantuan pengadaan komputer terhadap 150 SMP/MTs negeri maupun swasta.


Poin 5 dan 6 ini, saya rasa bukan prestasi unik Depok (aka Pak Nur), karena daerah lain juga punya prestasi yang sama (at least secara kuantitas), karena kegiatan ini bisa dipastikan dananya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan, yakni dari pusat.


7. bantuan untuk BMPS terhadap 15.072 guru swasta.

8. Rehabilitasi rumah tak layak huni 780 unit dan pembangunan rumah
baru 55 unit bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

9. Bantuan pelayanan kesehatan kepada 8000pasien warga miskin.


Tiga point diatas, sangat perlu diapresiasi, apalagi point 8, jarang daerah yang membangunkan rumah untuk warga miskinnya. Poin 9, bisa jadi itu sebenarnya program Askeskin (Asuransi Kesehatan Masyarakat Miskin), so bisa jadi bukan unik kesuksesan Pak Nur.



10. Rehabilitasi 8 puskesmas, penambahan lokal baru 7 puskesmas dan
pembangunan 9 puskesmas baru.


Saya rasa poin 10 diatas ini, juga tidak unik, karena kemungkinan besar berasal dari DAK Kesehatan.


11. Pembangunan jalan 426 km, pengairan 88 km, dan penataan kawasan
kumuh sebanyak 11 kawasan


Good point. Tapi watch out DPU/Kimpraswil, sudah rahasia umum, sering terjadi pemotongan anggaran dalam bentuk markup volume atau penurunan kualitas ketika pelaksanaan. Kalau Pak Nur menyatakan tidak menerima setoran, maka tak ada alasan lagi bagi anak buahnya untuk mark up.


12. Nikah gratis terhadap 623 pasangan.

13. Akte kelahiran gratis terhadap 1.260 warga miskin.


Good point, ini tampaknya cukup unik.



14. Produk domestik regional bruto meningkat dari Rp. 7,5 Trilyun
tahun 2006 menjadi Rp. 8,9 Trilyun pada tahun 2007.


Ini yang luar biasa, dalam kondisi ekonomi yang tidak jelas, PDB bisa naik sangat tajam. Alhamdulilllah.


selain itu sudah banyak pula prestasi di bawah kepemimpinan Beliau ,
diantaranya :

1. Tender pengadaan barang paling transparan se-Indonesia (versi KPK,
Kominfo dan Bappenas).


Ini yang paling kita tunggu-tunggu, prestasi yang paling bermanfaat bagi masyarakat, yakni ketika proses pengadaan barang jasa, bisa dibuat setransparan mungkin, tanpa ada embel2 fee/komisi, baik untuk PPTK (e.g. eksekutif) ataupun ke DPRD.


2. Administrasi Dana Alokasi Umum (DKU) terbaik se-Indonesia versi
Departemen Keuangan RI.

3. Administrasi kepegawaian terbaik no. 2 se-Indonesia atau no.1
terbaik se-Jawa Barat (versi BKN).


Very good point.


4. Angka kematian bayi terendah se-Indonesia.

5. Angka harapan hidup tertinggi no. 2 se-Indonesia atau no. 1 se-Jawa
Barat.

6. Kota percontohan WHO pada penanggulangan penyakit tidak menular
berbasis masyarakat.

7. Juara 1 kota siaga se-Jawa Barat.


Alhamdulillah, Pak Nur ternyata sangat concern dengan pembangunan kesehatan. O0


8. Peraih medali emas terbanyak se-Jawa Barat pada Olimpiade Sains dan
Matematika Nasional 2006.


No comment dah yang ini. :hihi:



Tambahan masukan: kalau bisa parameter-parameter pembangunan, lebih bisa dikuantisasi, misalnya dengan angka Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang biasanya terdiri dari tiga parameter, Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, sehingga secara makro, bisa lebih terlihat lagi seberapa jauh keberhasilan pembangunan di Depok (dulu saya pernah baca berita kenaikan IPM di Depok, cuman saya cari lagi belum ketemu).

Ok, keep good work, fastabiqul khairat, Pak Nur, maaf saya cuman bisa komentar doang. :hihi:
Jawaban atas Syubhat yang Dituduhkan kepada Dakwah Tarbiyah

Updated! Latest article: Fatwa Syaikh Albany dan Syaikh Nashir As-Sa'di tentang Pemboikotan Musuh Islam


Offline Justice 4 All

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 5.506
    • Lihat Profil
    • My Multiply
« Jawab #10 pada: 14 Maret 2008, 19:13:16 »
[/color]

Untuk Transportasi Depok-Jakarta:

Ane dapat berita bahwa pelebaran Margonda (daerah "kekuasaan" Bung KP nich..), dalam proses pelebaran jalan 3 m kiri dan kanan jalan, juga Cinere Raya, jalan Tol Ruas Cinere-Cimanggis-Jagorawi sepanjang 14,7 km, Depok-Antasari Jakarta (21,7 km), Cinere-Serpong (10,14 km) on progress pembebasan lahan, juga penambahan KA dari Depok ke Jakarta...  O0

Untuk TOL Depok-Antasari ada masalah berkaitan dgn harga tanah yg menghadang.. ::)
"Pemerintah menganggarkan pembangunan jalan tol sebesar Rp 700 miliar. Tetapi sekarang, sesuai dengan NJOP (nilai jual objek pajak) anggarannya menjadi Rp 1,2 triliun," ujar Direktur Utama CMNP Daddy Hariadi dalam paparan publiknya, Kamis (22/11).

Dia menjelaskan, CMNP melalui anak perusahaannya PT Citra Waspphutowa, meminta pemerintah untuk menganggung kenaikan biaya tanah tersebut. "Citra Waspphutowa hanya bersedia menanggung kenaikan biaya tanah sebesar 10 persen," ungkapnya.


Wallahu a'lam.

Salam.



Ini yang lucu Pak AMS, masyarakat kita ini bisa dikatakan kurang fair. Ketika tanah itu diam saja, tidak ada kabar pembebasan lahan, maka masyarakat memilih untuk memasukkan NJOP di bawah harga pasar. Misalnya harga pasar Rp 1 juta/m2, tapi di NJOP hanya tertulis 400 ribu rupiah. Tujuannya antara lain, supaya pajak rendah, dan ketika jual beli, pajak PPN juga rendah.

Tapi begitu ada kabar, tanahnya mau dibebaskan, rame-rame dah merevisi NJOP di Dinas Pertanahan. :hihi: Yang repot Pak Nur ini jadinya. :d

Itulah orang Indonesia. ;)
Jawaban atas Syubhat yang Dituduhkan kepada Dakwah Tarbiyah

Updated! Latest article: Fatwa Syaikh Albany dan Syaikh Nashir As-Sa'di tentang Pemboikotan Musuh Islam


Offline Justice 4 All

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 5.506
    • Lihat Profil
    • My Multiply
« Jawab #11 pada: 14 Maret 2008, 19:52:01 »
Boleh kritik sedikit ya....
kalau masalah jalan di Depok kok memprihatinkan ya.....
ada yg bs comment masalah ini?


Well, ini persoalan klasik, tidak hanya di Depok, saya rasa.

Masalah infrastruktur jalan raya, meski masuk ke kategori mikro, tapi memang sangat penting sebagai backbone kehidupan masyarakat.
Namun masalah jalan raya ini, bukanlah sesuatu yang bisa diperbaiki dalam satu periode kepemimpinan.

Jalan raya sering rusak, penyebabnya antara lain:
1. Kendaraan yang lewat melampaui beban jalan, solusinya dengan jembatan timbang (tapi kalau petugasnya korup, nggak bisa efektif)
2. Drainase yang kurang baik, sehingga sering air menggenang di jalan, dan ini salah satu penyebab kerusakan jalan yang paling utama, apalagi kalau kondisi banjir. Dalam kondisi normal pun, kalau bahu jalan tidak dipelihara (misal rumput tidak rajin dipotong), ini juga membuat air menggenang di jalan raya.
3. Kemudian yang sering terjadi di banyak daerah, kontraktor melakukan pembangunan jalan tidak sesuai dengan spesifikasi dari perencanaan, misalnya aspalnya ditipiskan, pasirnya kualitas kurang baik (masih tercampur tanah), dsb, kemudian kongkalikong dengan konsultan pengawas dan BP (Badan Pemeriksa), sehingga tetap di-acc meski kualitas jalan di bawah spesifikasi.
4. Pondasi jalan yang memang tidak didesain untuk menahan beban kendaraan pada masa kini
5. Dll

Jadi persoalannya cukup kompleks. Mungkin kalau di myq ini ada yang punya spesialisasi di jalan raya, bisa cerita lebih.

Dilema yang sering dihadapi pemerintah daerah adalah, misalnya memilih untuk membaguskan jalan raya, yang kadang menurut perhitungan teknis, harus mengganti sampai pondasinya (dan ini biayanya menjadi sangat membengkak), sehingga jumlah km yang bisa diperbaiki tidaklah banyak (artinya banyak daerah yang dibiarkan rusak, tapi nunggu giliran tahun depan), atau hanya melakukan perbaikan, namun tidak menyeluruh, sehingga jumlah km menjadi banyak (artinya lebih banyak jalan/daerah yang diperbaiki jalannya), dengan konsekuensi jalan akan lebih cepat rusak. Ini dilema yang sering terjadi, belum lagi kalau terjadi inefisiensi dalam tubuh DPU dan pelaksanaan proyek (akibat KKN dll).

Kalau melihat prestasi dalam proses pengadaan barang jasa, mestinya inefisiensi sudah bisa ditekan, meskipun saya nggak terlalu yakin kalau Pak Nur bisa memberantasnya hanya dalam waktu 3 tahun. Tapi dalam kondisi efisien pun, Pemda tetap menghadapi dilema tersebut.

Solusinya, saya yakin tim Pak Nur dah punya solusi, but it takes time. Diantaranya adalah penyusunan masterplan pembangunan jalan raya, misalnya sampai 5 tahun kedepan, dan dibuat multi-years project, ketimbang harus terikat dengan tahun anggaran. Dan tentu Pak Nur harus berjuang mencari pendanaan dari pusat, karena jelas PAD dari Depok nggak bakal kuat untuk membenahi jalan raya.

Wallahua'lam...
Jawaban atas Syubhat yang Dituduhkan kepada Dakwah Tarbiyah

Updated! Latest article: Fatwa Syaikh Albany dan Syaikh Nashir As-Sa'di tentang Pemboikotan Musuh Islam


Offline kuringtea

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 2.834
  • Lokasi: Bandung-bogor-bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
  • Inspirasi "mujahid" dilampu motorku
    • Lihat Profil
    • www.perisaidakwah.com
« Jawab #12 pada: 15 Maret 2008, 08:22:11 »
Wah.pak justice cocok nech jd calon walikota..kyaknya di nabire ada lwngan deh.he he oot
Sahabat ‘Umar Ibn al-Khaththab berkata,

“Bukanlah orang yang berakal itu adalah yang dapat mengetahui kebaikan dari keburukan, namun orang yang berakal adalah yang mampu mengetahui yang terbaik dari dua keburukan.”

[ Raudhatul Muhibbin,hal 8)
Mangga mampir di : makadir.wordpress.com

Offline Monggo Mampir

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 26
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 15 Maret 2008, 09:53:33 »
Pembangunan tanpa anggaran


Dalam sebuah acara apel siaga partai keadilan sejahtera ahad, 9 maret
2008 M | 01 Rabiul awwal 1429 H Bapak Dr. Ir. H. Nur Mahmudi Ismail,
Msc menyempatkan diri untuk hadir bersama dengan beberapa aparat kota.
dalam sambutannya Pak Nur, panggilan akrab beliau sempat menyampaikan
harapannya semoga Pemilihan Gubernur jawa Barat dapat berjalan lancar
dengan tingkat partisipasi masyarakat depok yang tinggi.

dalam acara tersebut Beliau juga menyamapikan kilas balik pemerintahan
kota Depok, yang disamping ada kekurangan juga telah diraih banyak
keberhasilan. dengan segala keterbatasan Beliau menyampaikan apa yang
telah dicapai oleh kota Depok diantaranya :

1. Santunan kematian Rp. 2000.000/jiwa untuk seluruh warga Depok

2. Peningkatan Pendapatan asli daerah dari 67M pada tahun 2006 menjadi
86M pada tahun 2007

3. Tambahan dana BOS (bantuan operasional sekolah) Rp.
10.000/siswa/bulan kepada seluruh siswa SD/MI, SMP/MTs, negeri dan
swasta serta siswa SMA san SMK negeri.

4. Gratis DSP dan SPP untuk seluruh SDN dan gratis DSP untuk SMPN,
SMAN dan SMKN.

5. Rehabilitasi SD/MI, SMP/MTs negeri dan swastasebanyak 521 lokal
serta pembangunan ruang kelas baru SMP/MTs negeri dan swasta sebanyak
225 lokal.

6. bantuan pengadaan komputer terhadap 150 SMP/MTs negeri maupun swasta.

7. bantuan untuk BMPS terhadap 15.072 guru swasta.

8. Rehabilitasi rumah tak layak huni 780 unit dan pembangunan rumah
baru 55 unit bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

9. Bantuan pelayanan kesehatan kepada 8000pasien warga miskin.

10. Rehabilitasi 8 puskesmas, penambahan lokal baru 7 puskesmas dan
pembangunan 9 puskesmas baru.

11. Pembangunan jalan 426 km, pengairan 88 km, dan penataan kawasan
kumuh sebanyak 11 kawasan

12. Nikah gratis terhadap 623 pasangan.

13. Akte kelahiran gratis terhadap 1.260 warga miskin.

14. Produk domestik regional bruto meningkat dari Rp. 7,5 Trilyun
tahun 2006 menjadi Rp. 8,9 Trilyun pada tahun 2007.

selain itu sudah banyak pula prestasi di bawah kepemimpinan Beliau ,
diantaranya :

1. Tender pengadaan barang paling transparan se-Indonesia (versi KPK,
Kominfo dan Bappenas).

2. Administrasi Dana Alokasi Umum (DKU) terbaik se-Indonesia versi
Departemen Keuangan RI.

3. Administrasi kepegawaian terbaik no. 2 se-Indonesia atau no.1
terbaik se-Jawa Barat (versi BKN).

4. Angka kematian bayi terendah se-Indonesia.

5. Angka harapan hidup tertinggi no. 2 se-Indonesia atau no. 1 se-Jawa
Barat.

6. Kota percontohan WHO pada penanggulangan penyakit tidak menular
berbasis masyarakat.

7. Juara 1 kota siaga se-Jawa Barat.

8. Peraih medali emas terbanyak se-Jawa Barat pada Olimpiade Sains dan
Matematika Nasional 2006.

selain itu, ada hal menarik yang beliau sampaikan dalam acara tersebut
yaitu "pembangunan tanpa anggaran" yaitu pembangunan mental aparatur
kota Depok sehingga memiliki moral, etika dan akhlak yang baik.
memiliki kejujuran dengan amanah yang diemban, serta keikhlasan dan
kerja keras dalam melayani masyarakat. satu hal yang terlupakan, namun
dengan hal tersebut dapat memaksimalkan keterbatasan anggaran dan
biaya. Semoga dengan sisa masa kepemimpinan Beliau dapat terus amanah
dalam membangun kota Depok tercinta menuju kota Depok yang religius,
aman, mandiri, adil dan sejahtera.


Namun demikian sebagai manusia juga masih banyak kekurangan2 dalam memimpin Depok, mohon doanya agar kekurangan/kesalahan bisa dibenahi.




Mari menilai secara obyektif ya:


Satu: Kemajuan kemajuan itu harus dihargai sebagai buah karya birokrasi. Jangan dimentahin selalu, tapi hargai biar semakin lama makin baik/maju.


Dua: Sebenarnya setiap pemimpin daerah walkot/bupati/gubernur, malah presiden, juga punya prestasi prestasi pembangunan material macam begitu. Hampir setiap pimpinan ada prestasinya, sebab birokrasi dia tugasnya memang "membangun". Kalau sudah membangun, tak ada hasilnya, malah aneh.


Tiga: kalau mau jujur, Pak Nur harus membeberkan program dia di awal memimpin semuanya, lalu melihat hasilnya kemudian. Kita tinggal lihat berapa prosentase hasil yang dia dapat. Kalau hasil hasil itu mencapai 75 persen dari program awalnya, itu dinilai berhasil. Kalau ternyata cuma 25 persen dari agenda sejak awalnya, itu dinilai gagal.


Empat: bagi orang yang sering bolak-balik ke Depok, sebenarnya tak terlalu banyak kemajuan yang dirasakan. Jalanan masih macet, terutama Margonda, jalan masih banyak yang lubang2 becek manakala hujan. Kanan kiri jalan budaya seksi, anak2 muda gaul, masih merajalela. Depok sendiri masih "makin kapitalis" dari hari ke hari. Mall mall berdiri, perumahan-perumahan elit, gedung2 bisnis, dst. Di sekitar kantor walikota/margonda itu makin meriah dengan mall-mall.

Ekonomi masyarakat di gang masih begitu2 saja. Bertahun tahun aku lihat, mana nih tanda berkahnya seorang pemimpin. Boro boro berkunjung ke bawah, PKS di Depok pernah dikritik, mereka lebih peduli sama golongannya sendiri.


Lima: kalau jadi pemimpin Islami, buktikan di lapangan. Hadir bersama rakyat di bawah, ikut merasakan kehidupan riil mereka. Lihat ekonomi, kualitas sosial, wawasan ilmu, & moralitasnya. Tidak perlu dipajang seperti di atas itu, nanti habis amal amalnya, sebab sudah diumumin dimana-mana. Pake bahasa orang bisnis gitu lho, "Kalau Anda puas, bilang ke teman-teman. Kalau Anda kecewa, lapor ke kami". Jadi pemimpin Islami itu amal2nya tersembunyi, setiap hari selalu menangisi kekurangan2 diri, sampe tidak sempat menghitung jasa2nya.

Kecuali kalau posisi memang politik saja. Jadi pujian dipakai buat alat untuk menjabat selanjutnya.



Untuk ukuran pemimpin INDONESIA, mungkin Pak Nur Mahmudi sudah oke, tapi untuk ukuran pemimpin Islami, beliau belum sampai kesitu.


 


Offline Kamal Hasan

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 10.349
  • Lokasi: I love Sungai Bambu
  • Jenis kelamin: Pria
  • senyumlah, karena senyum itu indah ^_^
    • Lihat Profil
    • kamhas
« Jawab #14 pada: 15 Maret 2008, 10:16:50 »
Doakan saja semoga dapat segera kearah situ, walaupun semuanya membutuhkan waktu
sesungguhnya.