Penulis Topik: SEKALI PREMAN, TETAP PREMAN WALAU SUDAH BERJUBAH, BERJENGGOT DAN BERGAMIS  (Dibaca 211 kali)


Offline Kencang Perangin2

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 1.336
  • KENCANG PERANGIN... STRIKES AGAIN !!
    • Lihat Profil
« pada: 18 Maret 2008, 19:33:54 »
PREMAN KONVENSIONAL VS PREMAN BERJUBAH...
Dimana2 pendekatan preman sama saja.. KEKERASAN...

http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/03/18/1/92643/bentrok-solo-aktivis-masjid-vs-preman

Bentrok Solo, Aktivis Masjid vs Preman
Selasa, 18 Maret 2008 - 10:52 wib

SOLO - Bentrok di Solo, Jawa Tengah, terjadi antara para aktivis masjid dengan sekumpulan preman. Menurut versi aktivis masjid, bentrok dipicu provokasi yang dilakukan preman.

"Ini bentrok antara aktivis masjid dengan preman bersenjata tajam yang mabuk. Bukan antarwarga," tegas Khalid Syaifullah (36), Direktur Eksekutif Front Perlawanan Penculikan yang mengatasnamakan Laskar Islam, di Mapoltabes Solo, Selasa (18/3/2008).

Seperti diberitakan sebelumnya, bentrok yang terjadi tadi malam itu menewaskan Kipli, salah seorang anggota preman.

"Kipli melakukan provokasi kepada aktivis masjid. Para aktivis Islam kemudian berkonsolidasi," ujar Khalid.

Setelah berkonsolidasi, para aktivis masjid yang berjumlah ratusan orang itu mencari Kipli. Kipli kemudian ditemukan dalam keadaan mabuk dan membawa senjata tajam. Saat itulah bentrok terjadi antara kedua kubu. Selain satu korban tewas, puluhan orang luka-luka akibat bentrok ini.

Setelah bentrok, para aktivis itu kembali ke sebuah masjid. Di sana, ternyata polisi dan warga sekitar sudah mengepung masjid. Saat itulah para laskar dievakuasi ke Poltabes Solo.(Sumarno/Sindo/jri)
Berita Terkait 'Bentrok'

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 11.600
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 18 Maret 2008, 19:41:26 »
Berita serupa... hampir sama tapi agak beda...
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/03/18/1/92632

SOLO - Bentrok antarwarga kembali terjadi di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin malam. Kali ini, bentrokan merenggut korban nyawa.

Bentrokan terjadi di Kampung Kusumodilagan, Semanggi, Pasar Kliwon. Korban tewas dalam bentrokan itu adalah Heru Julianto alias Kipli (37), warga kampung setempat saat dilarikan ke RSI Kustati. Sementara, puluhan warga lain menderita luka-luka.

Bentrokan bermula saat sejumlah pemuda kampung setempat yang sedang nongkrong didatangi sekelompok warga lain yang mengaku dari laskar agama tertentu. Laskar membubarkan pemuda itu yang lantas tidak terima.

Bentrokan pun terjadi. Proses evakuasi anggota Laskar dilakukan petugas hingga dini hari tadi. "Kalau tidak salah hingga pukul 01.30 WIB," ujar seorang warga yang mengaku bernama Wahyu, Selasa (18/3/2008).


Sementara itu, puluhan anggota laskar saat ini masih ditahan di Mapoltabes Solo untuk dimintai keterangan. Para anggota laskar tersebut ditahan sejak semalam pascabentrok.

PLt Kapoltabes Solo Kombes Pol A Syukrani mengatakan, pihaknya masih menyelidiki motif di balik bentrokan itu. Saat ini, pihaknya masih intensif memeriksa para saksi dan juga pelaku. (Sumarno/Sindo/sjn)
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline Kencang Perangin2

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 1.336
  • KENCANG PERANGIN... STRIKES AGAIN !!
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 18 Maret 2008, 19:44:27 »
ya tak tambahin lagi dah :D
http://spanautama.wordpress.com/2008/03/18/preman-vs-laskar-2-tewas/

Preman vs Laskar 2 tewas  Maret 18, 2008
Posted by spanautama in KABAR UTAMA.
trackback
Preman vs Laskar 2 tewas

 Polisi mengamankan seorang pria dalam upaya pengamanan pascabentrokan
MDNews-Solo-Bentrokan antara anggota laskar dan warga terjadi di wilayah Kelurahan Joyosuran, Pasar Kliwon, Senin (17/3) malam, mengakibatkan satu orang tewas dan seorang lainnya terluka parah.
Korban meninggal bernama Heri Yulianto alias Kipli, 35, warga Semanggi RT 5/VIII sedangkan korban luka parah bernama Tri Joko, 25, warga Kepatihan Wetan, Jebres. Heri menderita luka parah di kepala bagian belakang dan mengeluarkan banyak darah.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, bentrokan terjadi sekitar pukul 21.15 WIB di pertigaan Jl Kapten Mulyadi dan Jl Kahar Muzakir, Joyosuran. Beberapa saksi mata di tempat kejadian perkara (TKP) mengungkapkan, sebelum bentrokan terjadi ada belasan pemuda yang menenggak minuman keras (Miras) di pertigaan tersebut. Tak lama kemudian, dari arah utara (Jl Kapten Mulyadi) muncul sekitar 100 orang dari kelompok laskar dengan berjalan kaki. Setiba di TKP, kelompok tersebut langsung membubarkan belasan pemuda yang berpesta Miras.
Namun, upaya pembubaran itu mendapat perlawanan dari para pemuda. Mereka melawan dengan menggunakan bambu dan batu. Perkelahian tak seimbang pun tak terelakkan. Belasan pemuda itu terdesak karena kalah jumlah. Beberapa dari mereka menghubungi teman lainnya sehingga puluhan pemuda berdatangan dan ikut terlibat perkelahian dengan anggota laskar.
”Warga tahu ada tawuran itu, tapi tidak berani melerai karena takut. Apalagi jumlah massa juga begitu banyak, kami memilih berdiam diri dan menghubungi polisi,” ujar Edi, salah satu warga setempat kepada Espos di lokasi.
Aparat Poltabes yang mendapat laporan segera meluncur ke tempat kejadian.
Sekitar 100 polisi terdiri atas anggota pengendali massa (Dalmas), Samapta, Satreskrim dan aparat Polsektabes Pasar Kliwon segera memisahkan warga yang bertikai. Kelompok laskar kemudian digiring masuk ke kompleks Mesjid Muslimin yang terletak di RW X, Joyosuran yang berada di sebelah barat lokasi bentrokan sementara kelompok pemuda berada di sisi timur. Korban Heri Kipli dan Tri Joko, keduanya dari kubu warga, segera dilarikan ke RSI Kustati guna mendapatkan perawatan.
Namun karena luka yang diderita sangat parah, Heri mengembuskan napas terakhirnya. Ia menderita luka parah di kepala bagian belakang yang terus mengeluarkan darah. Oleh petugas, ia kemudian dibawa ke RSUD Dr Moewardi guna menjalani autopsi. Sementara, Tri Joko masih menjalani di rumah sakit tersebut, akhirnya dia meninggal dunia . Untuk mencegah tawuran susulan, polisi lantas membuat barikade tepat di pertigaan Jl Kapten Mulyadi dan Jl Kahar Muzakir. Hingga pukul 23.00 WIB, situasi masih mencekam.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, petugas menutup Jl Kapten Mulyadi, tepatnya di perempatan Baturono. Kendaraan yang ke selatan dialihkan ke barat dan ke timur. ”Warga memilih untuk menjaga rumah masing-masing dan menyerahkan penanganannya kepada aparat kepolisian,” ujar Sunardiyono, warga lainnya.
Sekitar pukul 23.30 WIB, polisi berupaya mengevakuasi anggota laskar yang bertahan di mesjid. Sedikitnya tiga buah truk disiagakan di pintu gang. Namun, upaya evakuasi menemui kesulitan karena anggota laskar menolak. Akhirnya dilakukan negosiasi antara anggota laskar dengan polisi.
Sekitar 24.00 WIB, dua anggota laskar terlihat dibawa ke mobil petugas Nopol 72013-IX dengan kawalan ketat enam polisi. Salah seorang anggota laskar sempat mengadakan perlawanan dengan meronta-ronta sehingga harus dipegangi sekitar empat polisi.

Membantah
Hampir seluruh unsur pimpinan Poltabes Solo turun ke lapangan untuk melakukan negosiasi. Pjs Kapoltabes Solo, Kombes Pol Drs A Syukrani SH memimpin langsung proses evakuasi laskar yang berjalan lama karena mendapat perlawanan.
Sementara itu, ratusan warga setempat terlihat mengerumuni kawasan yang menjadi lokasi bentrok. Namun, mereka tidak berani mendekat dan memilih melihat dari kejauhan. Evakuasi berakhir Selasa (18/3) sekitar pukul 01.00 WIB.
Keterangan berbeda diungkapkan dari pihak laskar. Salah satu perwakilan laskar, Joko Aris menyatakan, bentrokan bermula saat sekitar 30 pemuda mendatangi Mesjid Muslimin untuk mencari salah satu jemaah. Para pemuda tersebut, menurut Joko, memang telah mengincar salah satu pemuda mesjid.
“Memang teman saya sudah diincar, mereka tidak terima karena dulu pernah di-sweeping. Kami juga bukan laskar, kami hanya jemaah mesjid yang mempertahankan diri karena diserang para pemuda mabuk,” ujarnya saat menghubungi .
Dikatakan dia, karena mendengar ada puluhan pemuda mendatangi mesjid, dirinya kemudian bersama sekitar 30 jemaah mesjid mengadang di tengah jalan.”Kami melawan dengan senjata seadanya, batu dan kayu. Sedangkan puluhan pemuda itu membawa senjata tajam.”

Saat wartawan muslimdaily.net lokasi kejadian konsentrasi masa sudah berangsur bubar, namun saat penggiringan laskar ke dalam truk polisi para laskar mendapatkan perlakuan kasar, seperti ditendan, dipukul, ditampar dan di maki-maki. Padahal saat negoisasi polisi mengatakan tidak akan di apa-apakan cuma dievakuasi ke Poltabes agar tidak ada konsentrasi massa lagi.
Sebenarnya para preman itulah yang menyerang ke lokasi masjid dan para laskar yang sebelumnya sudah dibubarkan agar kembali ke rumah mendadak di serang maka para laskar pun balik melawan dan mengakibatkan 2 korban di pihak preman. (zax/espos)

Offline Kencang Perangin2

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 1.336
  • KENCANG PERANGIN... STRIKES AGAIN !!
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 18 Maret 2008, 19:45:34 »
perasaan Diklat Bomberman Squad al -JI pimpinan ABBA ntuh di Solo khan..?
ponpes al ngruki ya gak.... ;)

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 11.600
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 18 Maret 2008, 19:54:05 »
Lha jadi berita mana yang benar?

pemuda mabok ditegur warga masjid terus bentrok?
atau
pemuda mabok yang nyerang masjid terus bentrok?

kalau bung KP2 percaya warga masjid atau orang mabok? ;)
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline Kencang Perangin2

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 1.336
  • KENCANG PERANGIN... STRIKES AGAIN !!
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 18 Maret 2008, 20:04:32 »
tau deh sapa yang benar...
soale yang namanya kebenaran itu cuman interpretasi seseorang/krlompok terhadap suatu hal yang terjadi.... 8-)

fakta buat kita bisa jadi bukan jadi fakta buat orang lain..
misal....kalo ada ular lewat..
reaksi dan tafsir antara orang awam, tau cara menghadapi ular dan pawang ular jelas berbeda.... ???


jadi intinya...mari berdialog... ngomong baik2
tarok aja banyak2..posting  semua berita terkait tentang hal tsb diatas....
mari kita menarik benang merah dari semua persoalan... 8-)


kalo dialog..
jangan nyolot bin ngotot..
dan memosisikan diri kita paling benar dan "diatas" cuman gara berjenggot, bergamis..
ujung2nya..ya kaya di SOLO ituh... :hihi:
« Edit Terakhir: 18 Maret 2008, 20:07:35 oleh Kencang Perangin2 »

Offline abu_aziizah

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 855
  • Lokasi: Cikarang, Bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
  • ingin menjadi muslim saja....
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 19 Maret 2008, 10:52:55 »
Yuk tabayun... tabayun
tempatkan semuanya dalam posisi yang benar
kalo salah ya dihukum sesuai dengan kesalahannya
masalah jenggot dan bergamis gak usah dibawa-bawa
yang salah kan orangnya bukan jenggot dan gamisnya
"apabila dua orang muslim saling berbunuhan maka keduanya akan masuk neraka"
prihatin nih....  :mewe: :mewe: