OOh lupa bang @ha ana dza, rupanya ngak tahu (apa oran mudheng) syaikh dan ustadznya tercinta pernah nuduh sahabat khwarij :
rupanya beliau KAGAK PERCAYA !!!!! nech comentnya
_____________________________
_____________________________
_____________________________
_____________________________
_____________________________
______
Dikutip dari mas @ha ana dza pada: 28 Maret 2008, 22:24:36
Ditulis oleh: Ha_ana_dzamaaf mas yang mana ya? bisa tolong dipostingkan disini! atau anda hanya mendengar sana sini, saya ingin bukti, siapa sebenarnya sih yang dusta dan suka menuduh._____________________________
_____________________________
_____________________________
_____________________________
_____________________________
_____
Heem rupanya pak Ha ana dza...ngak baca buku MAT ya, juga Ngak Baca buku STSK.....wah , , keliatan ndak ada Ndalil..................tetep
i TUDUHAN ust.luqman terhadap shahabat Ibnu Muthi sebagai khawarij mah sudah jadi bahan diskusi an lama nech ana postingkan dari diskusi di thread sebelah lage afwan, cuma syaratnya ane cuma minta KOMENTAR ANTUM (mau singkat atau panjang boleh

) SETELAH ANTUM MEMBACA INI....tak tunggu ya

NAH MARI KITA BUKTIKAN

SIAPA YANG DUSTA dan SUKA TUDUH ...ENG ING ENG.....
=======================================================================================================================
Dikutip -seperlunya- dari buku "SIAPA TERORIS? SIAPA KHAWARIJ?"/Abduh Zulfidar Akaha/hlm 206-223/Pustaka Al-Kautsar, Jakarta/Cet. I/Juni 2006 (Buku bantahan "MEREKA ADALAH TERORIS!"/Al Ustadz Luqman bin Muhammad Ba'abduh)
---------------------------------------------------------------
Catatan Kesembilan: Melecehkan Sahabat Nabi
Dikarenakan sangat bersemangatnya Al Ustadz Luqman bin Muhammad Ba'abduh dalam mengkhawarijkan setiap orang yang memberontak kepada pemerintahan yang sah dan menganggapnya sebagai teroris, akhirnya beliau pun terperosok ke dalam jurang kesalahan yang sangat berbahaya, yakni melecehkan seorang sahabat Nabi dengan menuduhnya sebagai khawarij,pemberontak, dan ahlu bid'ah. Al Ustadz Luqman hafizhahullah berkata,
"Perlu kami tegaskan di sini, bahwa tidak jarang ulah ahlul bid'ah(1)
justru merugikan dan mencelakakan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, atau minimalnya membuat image ahlus sunnah menjadi jelek di mata muslimin. Sejarah mencatat ini semua:
- Ulah KHAWARIJ telah menyebabkan terjadinya peristiwa Al Harrah di Madinah.
- Hasutan dan provokasi ahlul bid'ah Al Imam Ahmad dipenjara dan disiksa.
Demikian juga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. (2) Dst.
Selanjutnya, Al Ustadz Luqman memberikan catatan kaki untuk poin pertama yang kami beri tanda huruf tebal, sebagai berikut, "Peristiwa berdarah di Madinah ini akibat pemberontakan Ibnu Muthi'terhadap Yazid bin Mu'awiyah." (3)
Dalam perkataan Al Ustadz Luqman yang kami nukil di atas,
beliau mengatakan bahwa peristiwa Al-Harrah(4) di Madinah adalah akibat ulah khawarij, dan itu adalah pemberontakan yang dilakukan oleh Abdullah bin Muthi'. Artinya, Al Ustadz Luqman menganggap Ibnu Muthi' sebagai khawarij. Padahal, sebagian sumber sejarah menyebutkan bahwa Ibnu Muthi' Radhiyallahu Anhu adalah seorang sahabat yang lahir pada masa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Meskipun bukan termasuk sahabat senior, bagaimanapun juga jika mengacu pada definisi Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah (dan ulama lain) tentang sahabat, Ibnu Muthi' adalah seorang sahabat. Dan, hal ini akan kita bahas sebentar lagi, insya Allah.
Di tempat lain, Al Ustadz Luqman berkata, "Sepulang mereka ke Madinah, 'Abdullah bin Muthi' bersama-sama rekannya mendatangi Muhammad Al-Hanafiyyah, putra 'Ali bin Abi Thalib. Dia salah seorang 'ulama Madinah waktu itu.
Ibnu Muthi' dan komplotannya dari kalangan khawarij menginginkan agar beliau bergabung dengan mereka bersama-sama memberontak terhadap Yazid, namun beliau menolak ajakan tersebut."(5) Lalu, terjadilah dialog antara Ibnu Muthi' dan Muhammad bin Al-Hanafiyyah. Dan, ketika mengomentari salah satu jawaban dari Muhammad bin Al-Hanafiyyah atas pertanyaan Ibnu Muthi', Al Ustadz Luqman berkata pada catatan kaki, "Ini merupakan hikmah yang sangat tinggi, sekaligus jawaban yang membuat khawarij mati kutu karenanya. Karena kondisi mereka tidak akan lepas dari dua kemungkinan tersebut."(6)
Kemudian, pada halaman berikutnya, Al Ustadz Luqman kembali menegaskan, "Adakah di masa itu orang yang setingkat 'Ali bin Abi Thalib dalam hal keimanan, keilmuan, dan kedudukannya? Kalaupun ada, maka dasar berperangnya harus sama, yaitu memerangi bughat atau memerangi khawarij yang telah berani melakukan pemberontakan dan menentang khalifah yang sah dan telah dibai'at.(7)
Maka justru khawarij-seperti halnya Ibnu Muthi' dan komplotannya- itulah yang pantas dan harus diperangi."(8 )Dalam
empat perkataan Al Ustadz Luqman di atas, jelas sekali bahwa beliau mengatakan Abdullah bin Muthi' sebagai pemberontak dan khawarij. Padahal, dari berbagai sumber yang kami baca berkaitan hal ini, tidak ada satu pun yang menyebut Ibnu Muthi' sebagai khawarij ataupun pemberontak. Bahkan, yang lebih parah adalah, ternyata Al Ustadz Luqman hafizhahullah sama sekali tidak menyebutkan sumber nukilannya ketika mengatakan Ibnu Muthi' sebagai pemberontak ataupun khawarij. Jelas ini suatu sikap yang sangat serampangan. Sesungguhnya yang mengatakan Ibnu Muthi' sebagai khawarij dan pemberontak adalah Al Ustadz Luqman sendiri. Tidak ada satu pun nukilan dari ulama Ahlu Sunnah maupun para muarrikh (sejarawan muslim) yang dijadikan rujukan oleh Al Ustadz Luqman dalam hal ini.
----------------------------------------------------------------------
(1) Silakan disimak baik-baik, sadar atau tidak, Al Ustadz Luqman telahmenganggap para sahabat dan tabi'in yang turut terlibat dalam peristiwa Al-Harrah sebagai ahlu bid'ah. Apalagi beliau mengatakan, "Perlu kami tegaskan di sini," Jadi, cap ahlu bid'ah untuk penduduk Madinah yang menentang pemerintahan Yazid bin Muawiyah ini sudah ditegaskan oleh Al Ustadz Luqman sebagai ahlu bid'ah yang otomatis mereka bukan termasuk Ahlu Sunnah! Subhanallah...
(2) Mereka Adalah Teroris!/hlm 536-537/Cetakan pertama.
(3) Ibid.
(4) Al-Harrah,aslinya adalah nama suatu tempat di Madinah, atau lebih tepatnya adalah perkampungan Bani Zuhrah. Di tempat inilah pasukan Khalifah Yazid bin Muawiyah yang dipimpin oleh Panglima Muslim bin Uqbah bertemu dengan penduduk Madinah yang telah siap menghalau mereka, hingga
akhirnya terjadilah peperangan Al-Harrah ini.
(5) Ibid, hlm 707.
(6) Ibid.
(7) Sesungguhnya, secara tidak langsung, sengaja ataupun tidak, Al Ustadz Luqman telah memasukkan Aisyah Ummul Mukminin, Thalhah bin Ubaidillah, Az-Zubair bin Al-Awwam, dan para sahabat lain Radhiyallahu Anhum yang turut serta di barisan Aisyah dalam Perang Jamal sebagai bughat dan
khawarij karena telah menentang Ali bin Thalib Karramallahu Wajhah sebagai khalifah yang sah. Demikian pula dengan Muawiyah bin Abi Sufyan, Amru bin Al-Ash, An-Nu'man bin Basyir Radhiyallahu Anhum dan para sahabat lain yang turut serta di barisan Muawiyah dalam Perang Shiffin, dimasukkan oleh Al Ustadz Luqman sebagai bughat dan khawarij karena menentang Ali sebagai khalifah yang sah dan tidak mau memberikan baiatnya.
(8 ) Op.cit, hlm 708.
Benarkah Abdullah bin Muthi' seorang sahabat? Kini, kita bahas sedikit tentang definisi sahabat secara terminologis (at-ta'rif al-isthilahi) menurut para ulama Ahlu Sunnah wal Jama'ah. Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah (w. 256 H) berkata, "Barangsiapa di antara kaum muslimin yang pernah menemani Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam atau telah melihatnya, maka dia adalah termasuk sahabatnya." (15)
Dalam situs resmi Kementerian Urusan-urusan Keislaman, Wakaf, Dakwah, dan Bimbingan Kerajaan Saudi Arabia bidang sejarah Islam; http://www.history.al-islam.com/Names.asp?year=73 yang berada di bawah pengawasan langsung dari Menterinya; Syaikh Shalih bin Abdil Aziz bin Muhammad Alu Asy-Syaikh, disebutkan tentang sahabat Abdullah bin Muthi', "Dia adalah Abdullah bin Muthi' bin Al-Aswad bin Haritsah Al-Qurasyi Al-Adawi. Dia (Ibnu Muthi') dilahirkan pada masa hidup Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Dia adalah pemimpin suku Quraisy pada peristiwa Al-Harrah. Ketika sahabat-sahabatnya kalah, dia menyembunyikan diri di Madinah kemudian pergi menuju Makkah dan tinggal di sana. Dia diangkat oleh Abdullah bin Az-Zubair sebagai gubernur Kufah, tetapi diusir oleh Al-Mukhtar Ats-Tsaqafi. Lalu, dia pun kembali lagi ke Makkah. Ibnu Muthi' tetap berada di Makkah hingga terbunuhnya Ibnu Az-Zubair dalam masa pengepungan Al-Hajjaj terhadap dirinya. Ibnu Muthi' terbunuh bersama-sama Ibnu Az-Zubair, dan kepalanya dikirimkan ke Syam bersama dengan kepala Ibnu Az-Zubair."(24)====================================================================================================================
Ternyat ustadz anda bisa salah juga TOCH..
SUDAH KEJAWAB KAN SIAPA YANG ASAL TUDUH ? TAK TANGUNG TANGUNG SEKELAS SHABAT LAGI........makanya mas jangan TAQLID BUTA !!!! kali -kali dong ngaji RUTIN juga di salafy nya ustadz Yajid , atau Ustadz Amir abdat juga.....jangan grrop ustadz Assewed, Ust.Jafar sholih, ustadz. lugman dkk aza sampean pasang telinga.
AKU NASEHATI AMA SAMPEAN>>> PERCAYALAH USTADZ BLUQMAN AMA BEGITU PULA USTADZ ABDUH....PASTI ADA KEKURANGAN DAN KELEMAHAN< PAHAM ?
OOh YA BOLEH DONK KOMENTAR SAMPEAN , satu dua patah kata aza.. TENTANG tuduhan UStadz Luqman INI
? (Coba Buka buka KITAB MAT nya

) oh ya jangan lupa bilang makasih ke ustadz Abduh telah mengingatkan kesalahan ustadz luqman ya ...
