Penulis Topik: Membantah MDMTK  (Dibaca 1140 kali)


Offline PK

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 144
    • Lihat Profil
« Jawab #30 pada: 29 Maret 2008, 14:09:38 »
"Kisah senada juga dinisbatkan pada Khalifah Harun Ar-Rasyid, dimana dia minta pendapat Imam Malik tentang bagaimana jika kitab Al-Muwaththa` digantungkan di Ka’bah, untuk kemudian orang-orang disuruh mengikuti apa yang terdapat di dalamnya. Imam Malik pun berkata, “Jangan engkau lakukan. Sebab, sahabat-sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam saja saling berbeda pendapat dalam masalah furu’, dan mereka berpencar di berbagai kota. Dan semuanya adalah Sunnah yang berlaku.”................(jelaskan kan , ini bukan maslah aqidah, tetapi ikhtilaf yang mempunyai sandaran/para mujtahid bisa ikhtilaf tanawwu^ atau afham yang jelas bukan tadhadh)

=========================================================================================

ini riwayat dhoif, coba baca lagi mukadimah buku "sifat sholat Nabi" karya syaikh Albani

yg benar ini dari pendapat imam malik

“Saya pernah mendengar Malik dan Laits berkata tentang terjadinya perselisihan dan perbedaan pendapat di kalangan sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ujarnya:

‘Tidak seperti yang dikatakan oleh orang-orang itu. Perbedaan pendapat tidaklah memberikan kelongga ran untuk men gikuti semuanya, tetapi pendapat yang berbeda itu ada yang salah dan ada yang benar”.[3]

Asyhab berkata: “Imam Malik pernah ditanya orang berkaitan dengan seseorang yang mengambil Hadits dan orang yang kepercayaan, dan sahabat Rasulullah : ‘Apakah menurut pendapat Anda hal semacam ini sebagai suatu kelonggaran untuk mengambil semuanya?”

Jawabnya : Tidak. Demi Allah, yang diambil adalah yang benar dan yang benar itu hanya satu. Dua pendapat yang berbeda tidaklah dapat dikatakan dua-duanya benar, yang benar itu hanyalah satu.[4]

[3]. lbnu Abdil Bar, Jami’ Bayani Al-’Ilmi (11/81-82)
[4]. Idem. (11/82,88, 89)

Offline irzan

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 1.348
  • Lokasi: jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • apakah engkau tidak punya rasa malu ?
    • Lihat Profil
« Jawab #31 pada: 30 Maret 2008, 06:28:19 »
Dalam masalah yg bertentangan kebenaran hanya satu baik akidah maupun fikih yg berbeda penyikapanya bisa menyebabkan tahdzir maupun tdk untuk keduanya tergantung banyak syarat
aku keluar

Offline Ha_ana_dza

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 24
    • Lihat Profil
« Jawab #32 pada: 30 Maret 2008, 08:34:26 »
Kutip
CATATAN 1
Mengabaikan Kemanusiaan Seorang Manusia
halaaaaaaaaah, yang mulai ngabaikan ya dia sendiri. di bukunya stsk selalu mencela dan mengkritik ustadz luqman ketika keliru langsung dihabiskan. sekali ustadz luqman bantah dalam kesalahannya yang fatal eeee malah cari-cari alasan

Kutip
CATATAN 3
Buku STSK Mengaburkan Al-Haq?
ya benar sekali 1000%, bahkan banyak dustanya barangsiapa yang tidak percaya coba baca mdmtk

Kutip
CATATAN 4
Al Ustadz Luqman Terlalu Memaksakan Opini Seakan-akan Kami Orang Ikhwanul Muslimin
laaaa emang iya, kamu duduk2 ama orang2 ikhwani itu sudah menunjukkan. seseorang itu bersama orang yang dia cintai, lebih lengkapnya tentang bukti2 baca buku mdmtk dengan mata dan hati terbuka tanpa memihak

Kutip
CATATAN 5
Al Ustadz Luqman Melecehkan Pembaca STSK
hati-hati provokasi

Kutip
CATATAN 6
Pemakaian Kata-kata yang Jauh dari Norma Kesantunan, Kasar, Bernada Menuduh, dan Berlebihan
ini senjata terakhinya abduh, ketika dah kalah ini aja dari dulu yang diangkat, padahal ustadz luqman dah menyebutkan alasannya di mdmtk, ini juga di lakukan ulama' salaf. wah emang2 bener2.

Kutip
CATATAN 7
Khawarij Bisa Dibilang Sudah Punah?
hati2 pembaca, mau ngelak lagi nih, padahal jelas jelas lo.....


Kutip
CATATAN 8
Terlalu Berlebihan dalam Mencari-cari Kesalahan
a. Penulisan Riwayat Abu Dawud yang Keliru
b. Penulisan Salafush Shalih yang Disalahkan
halaaaaah, yang berlebihan itu siapa? abduh di stsk membabat habis ustadz luqman di bukunya stsk hanya dikarenakan kesalahan sedikit. eeeeee sekali di kritik balik gak terima. hihihihi

Kutip
c. Salah Sedikit dalam Menukil dan Tidak Memberi Tanda Baca Dikatakan Berdusta serta Tidak Amanah
d. Tuduhan Dusta dan Pembodohan Umat Karena Menghilangkan Tanda Sukun dan Memberi Harakat
e. Kekeliruan Penulisan Sya'ir Imam Asy-Syafi'i
hati hati lagi pembaca...... dia ingin menggiring opini ini... hati hati. coba baca bukunya mtsk kesalahan ustadz yang sangat kecil aja dipermasalahkan sekarang gantian malah gak terima lagi.


Kutip
CATATAN 9
Tidak Becus dan Tidak Amanah dalam Menukil Versi Al Ustadz Luqman
a. Kurang Kata "Mengajak Serta"
b. Kurang Satu Kalimat
c. Mengubah Dr. menjadi DR. dan huruf "p" kecil menjadi "P" besar
d. Penulisan Ahlu Sunnah dan Kurang Kata "Yang"
e. Kurang Tanda Tanya (?) dan Titik Dua ( : )
abduh, jangan cari-cari alasan lah

Kutip
CATATAN 10
MDMTK & Kacang Goreng
sambil baca makan kacang koreng, ooo lebih meresapi betapa bobroknya buku stsk

Kutip
CATATAN 11
Arogansi Seorang Ustadz Salafy
yang jujur lo mana yang lebih arogan?

aduh terlalu banyak laaaaaah

Offline naragnu

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 3.059
  • Lokasi: Panic Room
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #33 pada: 30 Maret 2008, 09:02:11 »
ikutan nonton dulu ya.. (dah lama ga online nih..)
Gravitation is not responsible for people falling in love... :D

Offline Pak Imam

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 2.005
  • Jenis kelamin: Pria
  • القوات الجوية الملكية السعودية
    • Lihat Profil
« Jawab #34 pada: 30 Maret 2008, 09:42:07 »
kisah si entong yg suka ngejek & si entung yg diejek

entong : ntung, lu itu orangnya letoy banget, kagak ada tenaga, gak bisa kelahi lagi
entung : gue kagak letoy, gue punya tenaga, gue juga bisa kelahi

entong : halah pokoknya elo itu kalo kelahi gak bakalan menang deh.. elo kan letoy. lemes en penakut lagi
entung : gue berani ame elo. elo berani ame gue kagak? jangan cuma ngeledek lu! gue buktiin nih kalo gue gak letoy, kuat en bisa kelahi.

entong : gue gak mau kelahi ame elo. percuma. elo kan letoy, kagak punya tenaga, gak bisa kelahi, mana penakut lagi...
entung : elo bisanya ngejek aja. elo berani kagak ame gue? biar elo tau kalo gue kagak kayak yg elo bilang. berani kagak?

entong : gue gak mau kelahi ame elo. percuma kelahi ame orang yg kagak bisa kelahi en letoy kayak elo. orang2 juga tau kalo elo itu letoy en kagak bisa kelahi.
entung : elo masih juga ngeledek gue. elo berani kagak ame gue?! jangan cuma ngomong doang.. buktiin dong perkataan elo.


entong : gue emang suka ngeledek tahu... orang gue bisanya cuma ngeledek doang... kalo gue layani tantangan elo untuk kelahi, trus gue kalah, malu dong gue. murid gue kan banyak...
entung : oh ya udah kalo elo nyadar bisanya cuma ngeledek doang ...


Bener juga dialog ini... jangan di delete lho mod, sebenarnya ini inti permasalahannya.
dari sini kita mulai... lanjuut.....
Sejarah: Al-Qur'an vs Bible

Sejarah Teks Al-Qur`an Dari Wahyu Sampai Kompilasi, Kajian Perbandingan Dengan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru

Download:
www.pakdenono.com/download/sejarahteksalquran.zip
www.kitaupload.com/download.php?file=188sejarahteksalquran.rar

Offline sifatmu.salah

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 60
  • Lokasi: JABOTABEK
  • Jenis kelamin: Pria
  • "karena Ahlusunnah bukan hanya kelompokmu aza bro"
    • Lihat Profil
    • jikaandaingin yang aseli
« Jawab #35 pada: 31 Maret 2008, 00:42:42 »
WAh pas banget aku fikir ide dialog  si AVATAR AANG  :siul: :siul: O0
SITUS-SITUS PENUH USWAH, TELADAN, AKHLAK KARIMAH,MARI REGUK KESEGARANNYA.....
fakta.blogsome.com
turotsi.wordpress.com
http://abdurrahman.wordpress.com/
tukpencarialhaq.wordpress.com
antosalafy.wordpress.com (sudah Gulung tikar ?)

Offline sifatmu.salah

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 60
  • Lokasi: JABOTABEK
  • Jenis kelamin: Pria
  • "karena Ahlusunnah bukan hanya kelompokmu aza bro"
    • Lihat Profil
    • jikaandaingin yang aseli
« Jawab #36 pada: 31 Maret 2008, 01:54:57 »
OOh lupa bang @ha ana dza,  rupanya ngak tahu (apa oran mudheng) syaikh dan ustadznya tercinta pernah nuduh sahabat khwarij :
rupanya beliau KAGAK PERCAYA !!!!! nech comentnya

_____________________________ _____________________________ _____________________________ _____________________________ _____________________________ ______
Dikutip dari mas @ha ana dza pada: 28 Maret 2008, 22:24:36
Ditulis oleh: Ha_ana_dza


maaf mas yang mana ya? bisa tolong dipostingkan disini! atau anda hanya mendengar sana sini, saya ingin bukti, siapa sebenarnya sih yang dusta dan suka menuduh.
_____________________________ _____________________________ _____________________________ _____________________________ _____________________________ _____



Heem rupanya pak Ha ana dza...ngak baca buku  MAT ya, juga Ngak Baca buku STSK.....wah , , keliatan ndak ada Ndalil..................tetep i TUDUHAN ust.luqman terhadap shahabat Ibnu Muthi sebagai khawarij mah sudah jadi bahan diskusi an lama nech ana postingkan dari diskusi di thread sebelah lage afwan, cuma syaratnya ane cuma minta KOMENTAR ANTUM (mau singkat atau panjang boleh  :ehm:)  SETELAH ANTUM MEMBACA INI....tak tunggu ya  O0

NAH MARI KITA BUKTIKAN :ehm:  SIAPA YANG DUSTA dan SUKA TUDUH ...ENG ING ENG.....



=======================================================================================================================
Dikutip -seperlunya- dari buku "SIAPA TERORIS? SIAPA KHAWARIJ?"/Abduh Zulfidar Akaha/hlm 206-223/Pustaka Al-Kautsar, Jakarta/Cet. I/Juni 2006 (Buku bantahan "MEREKA ADALAH TERORIS!"/Al Ustadz Luqman bin Muhammad Ba'abduh)

---------------------------------------------------------------


Catatan Kesembilan: Melecehkan Sahabat Nabi

Dikarenakan sangat bersemangatnya Al Ustadz Luqman bin Muhammad Ba'abduh dalam mengkhawarijkan setiap orang
yang memberontak kepada pemerintahan yang sah dan menganggapnya sebagai teroris, akhirnya beliau pun terperosok ke dalam jurang kesalahan yang sangat berbahaya, yakni melecehkan seorang sahabat Nabi dengan menuduhnya sebagai khawarij,pemberontak, dan ahlu bid'ah. Al Ustadz Luqman hafizhahullah berkata,

"Perlu kami tegaskan di sini, bahwa tidak jarang ulah ahlul bid'ah(1)
justru merugikan dan mencelakakan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, atau minimalnya membuat image ahlus sunnah menjadi jelek di mata muslimin. Sejarah mencatat ini semua:
- Ulah KHAWARIJ telah menyebabkan terjadinya peristiwa Al Harrah di Madinah.
- Hasutan dan provokasi ahlul bid'ah Al Imam Ahmad dipenjara dan disiksa.
Demikian juga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. (2) Dst.

Selanjutnya, Al Ustadz Luqman memberikan catatan kaki untuk poin pertama yang kami beri tanda huruf tebal, sebagai berikut, "Peristiwa berdarah di Madinah ini akibat pemberontakan Ibnu Muthi'terhadap Yazid bin Mu'awiyah." (3)

Dalam perkataan Al Ustadz Luqman yang kami nukil di atas, beliau mengatakan bahwa peristiwa Al-Harrah(4) di Madinah adalah akibat ulah khawarij, dan itu adalah pemberontakan yang dilakukan oleh Abdullah bin Muthi'. Artinya, Al Ustadz Luqman menganggap Ibnu Muthi' sebagai khawarij. Padahal, sebagian sumber sejarah menyebutkan bahwa Ibnu Muthi' Radhiyallahu Anhu adalah seorang sahabat yang lahir pada masa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Meskipun bukan termasuk sahabat senior, bagaimanapun juga jika mengacu pada definisi Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah (dan ulama lain) tentang sahabat, Ibnu Muthi' adalah seorang sahabat. Dan, hal ini akan kita bahas sebentar lagi, insya Allah.

Di tempat lain, Al Ustadz Luqman berkata, "Sepulang mereka ke Madinah, 'Abdullah bin Muthi' bersama-sama rekannya mendatangi Muhammad Al-Hanafiyyah, putra 'Ali bin Abi Thalib. Dia salah seorang 'ulama Madinah waktu itu. Ibnu Muthi' dan komplotannya dari kalangan khawarij menginginkan agar beliau bergabung dengan mereka bersama-sama memberontak terhadap Yazid, namun beliau menolak ajakan tersebut."(5) Lalu, terjadilah dialog antara Ibnu Muthi' dan Muhammad bin Al-Hanafiyyah. Dan, ketika mengomentari salah satu jawaban dari Muhammad bin Al-Hanafiyyah atas pertanyaan Ibnu Muthi', Al Ustadz Luqman berkata pada catatan kaki, "Ini merupakan hikmah yang sangat tinggi, sekaligus jawaban yang membuat khawarij mati kutu karenanya. Karena kondisi mereka tidak akan lepas dari dua kemungkinan tersebut."(6)

Kemudian, pada halaman berikutnya, Al Ustadz Luqman kembali menegaskan, "Adakah di masa itu orang yang setingkat 'Ali bin Abi Thalib dalam hal keimanan, keilmuan, dan kedudukannya? Kalaupun ada, maka dasar berperangnya harus sama, yaitu memerangi bughat atau memerangi khawarij yang telah berani melakukan pemberontakan dan menentang khalifah yang sah dan telah dibai'at.(7) Maka justru khawarij-seperti halnya Ibnu Muthi' dan komplotannya- itulah yang pantas dan harus diperangi."(8 )

Dalam empat perkataan Al Ustadz Luqman di atas, jelas sekali bahwa beliau mengatakan Abdullah bin Muthi' sebagai pemberontak dan khawarij. Padahal, dari berbagai sumber yang kami baca berkaitan hal ini, tidak ada satu pun yang menyebut Ibnu Muthi' sebagai khawarij ataupun pemberontak. Bahkan, yang lebih parah adalah, ternyata Al Ustadz Luqman hafizhahullah sama sekali tidak menyebutkan sumber nukilannya ketika mengatakan Ibnu Muthi' sebagai pemberontak ataupun khawarij. Jelas ini suatu sikap yang sangat serampangan. Sesungguhnya yang mengatakan Ibnu Muthi' sebagai khawarij dan pemberontak adalah Al Ustadz Luqman sendiri. Tidak ada satu pun nukilan dari ulama Ahlu Sunnah maupun para muarrikh (sejarawan muslim) yang dijadikan rujukan oleh Al Ustadz Luqman dalam hal ini.



----------------------------------------------------------------------


(1) Silakan disimak baik-baik, sadar atau tidak, Al Ustadz Luqman telahmenganggap para sahabat dan tabi'in yang turut terlibat dalam peristiwa Al-Harrah sebagai ahlu bid'ah. Apalagi beliau mengatakan, "Perlu kami tegaskan di sini," Jadi, cap ahlu bid'ah untuk penduduk Madinah yang menentang pemerintahan Yazid bin Muawiyah ini sudah ditegaskan oleh Al Ustadz Luqman sebagai ahlu bid'ah yang otomatis mereka bukan termasuk Ahlu Sunnah! Subhanallah...

(2) Mereka Adalah Teroris!/hlm 536-537/Cetakan pertama.

(3) Ibid.

(4) Al-Harrah,aslinya adalah nama suatu tempat di Madinah, atau lebih tepatnya adalah perkampungan Bani Zuhrah. Di tempat inilah pasukan Khalifah Yazid bin Muawiyah yang dipimpin oleh Panglima Muslim bin Uqbah bertemu dengan penduduk Madinah yang telah siap menghalau mereka, hingga
akhirnya terjadilah peperangan Al-Harrah ini.

(5) Ibid, hlm 707.

(6) Ibid.

(7) Sesungguhnya, secara tidak langsung, sengaja ataupun tidak, Al Ustadz Luqman telah memasukkan Aisyah Ummul Mukminin, Thalhah bin Ubaidillah, Az-Zubair bin Al-Awwam, dan para sahabat lain Radhiyallahu Anhum yang turut serta di barisan Aisyah dalam Perang Jamal sebagai bughat dan
khawarij karena telah menentang Ali bin Thalib Karramallahu Wajhah sebagai khalifah yang sah. Demikian pula dengan Muawiyah bin Abi Sufyan, Amru bin Al-Ash, An-Nu'man bin Basyir Radhiyallahu Anhum dan para sahabat lain yang turut serta di barisan Muawiyah dalam Perang Shiffin, dimasukkan oleh Al Ustadz Luqman sebagai bughat dan khawarij karena menentang Ali sebagai khalifah yang sah dan tidak mau memberikan baiatnya.

(8 ) Op.cit, hlm 708.



Benarkah Abdullah bin Muthi' seorang sahabat? Kini, kita bahas sedikit tentang definisi sahabat secara terminologis (at-ta'rif al-isthilahi) menurut para ulama Ahlu Sunnah wal Jama'ah. Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Al-Bukhari rahimahullah (w. 256 H) berkata, "Barangsiapa di antara kaum muslimin yang pernah menemani Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam atau telah melihatnya, maka dia adalah termasuk sahabatnya." (15)

Dalam situs resmi Kementerian Urusan-urusan Keislaman, Wakaf, Dakwah, dan Bimbingan Kerajaan Saudi Arabia bidang sejarah Islam; http://www.history.al-islam.com/Names.asp?year=73 yang berada di bawah pengawasan langsung dari Menterinya; Syaikh Shalih bin Abdil Aziz bin Muhammad Alu Asy-Syaikh, disebutkan tentang sahabat Abdullah bin Muthi', "Dia adalah Abdullah bin Muthi' bin Al-Aswad bin Haritsah Al-Qurasyi Al-Adawi. Dia (Ibnu Muthi') dilahirkan pada masa hidup Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Dia adalah pemimpin suku Quraisy pada peristiwa Al-Harrah. Ketika sahabat-sahabatnya kalah, dia menyembunyikan diri di Madinah kemudian pergi menuju Makkah dan tinggal di sana. Dia diangkat oleh Abdullah bin Az-Zubair sebagai gubernur Kufah, tetapi diusir oleh Al-Mukhtar Ats-Tsaqafi. Lalu, dia pun kembali lagi ke Makkah. Ibnu Muthi' tetap berada di Makkah hingga terbunuhnya Ibnu Az-Zubair dalam masa pengepungan Al-Hajjaj terhadap dirinya. Ibnu Muthi' terbunuh bersama-sama Ibnu Az-Zubair, dan kepalanya dikirimkan ke Syam bersama dengan kepala Ibnu Az-Zubair."(24)


====================================================================================================================
Ternyat ustadz anda bisa salah juga  TOCH..  :hihi: SUDAH KEJAWAB KAN SIAPA YANG ASAL TUDUH  ?      TAK TANGUNG TANGUNG SEKELAS SHABAT LAGI........makanya mas jangan TAQLID BUTA !!!! kali -kali dong ngaji  RUTIN juga di salafy nya ustadz Yajid , atau Ustadz Amir abdat juga.....jangan grrop ustadz Assewed, Ust.Jafar sholih, ustadz. lugman dkk aza sampean pasang telinga.

AKU NASEHATI AMA SAMPEAN>>> PERCAYALAH USTADZ BLUQMAN AMA BEGITU PULA USTADZ ABDUH....PASTI ADA KEKURANGAN DAN KELEMAHAN< PAHAM ?

OOh YA BOLEH DONK KOMENTAR SAMPEAN , satu dua patah kata aza.. TENTANG tuduhan UStadz Luqman INI ????
  (Coba Buka buka KITAB MAT nya  :ehm:)    oh ya jangan lupa bilang makasih ke ustadz Abduh telah mengingatkan kesalahan ustadz luqman ya ... %peace%
SITUS-SITUS PENUH USWAH, TELADAN, AKHLAK KARIMAH,MARI REGUK KESEGARANNYA.....
fakta.blogsome.com
turotsi.wordpress.com
http://abdurrahman.wordpress.com/
tukpencarialhaq.wordpress.com
antosalafy.wordpress.com (sudah Gulung tikar ?)

Offline sifatmu.salah

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 60
  • Lokasi: JABOTABEK
  • Jenis kelamin: Pria
  • "karena Ahlusunnah bukan hanya kelompokmu aza bro"
    • Lihat Profil
    • jikaandaingin yang aseli
« Jawab #37 pada: 31 Maret 2008, 02:08:46 »
halaaaaaaaaah, yang mulai ngabaikan ya dia sendiri. di bukunya stsk selalu mencela dan mengkritik ustadz luqman ketika keliru langsung dihabiskan. sekali ustadz luqman bantah dalam kesalahannya yang fatal eeee malah cari-cari alasan
ya benar sekali 1000%, bahkan banyak dustanya barangsiapa yang tidak percaya coba baca mdmtk
laaaa emang iya, kamu duduk2 ama orang2 ikhwani itu sudah menunjukkan. seseorang itu bersama orang yang dia cintai, lebih lengkapnya tentang bukti2 baca buku mdmtk dengan mata dan hati terbuka tanpa memihak
hati-hati provokasi
ini senjata terakhinya abduh, ketika dah kalah ini aja dari dulu yang diangkat, padahal ustadz luqman dah menyebutkan alasannya di mdmtk, ini juga di lakukan ulama' salaf. wah emang2 bener2.
hati2 pembaca, mau ngelak lagi nih, padahal jelas jelas lo.....

halaaaaah, yang berlebihan itu siapa? abduh di stsk membabat habis ustadz luqman di bukunya stsk hanya dikarenakan kesalahan sedikit. eeeeee sekali di kritik balik gak terima. hihihihi
hati hati lagi pembaca...... dia ingin menggiring opini ini... hati hati. coba baca bukunya mtsk kesalahan ustadz yang sangat kecil aja dipermasalahkan sekarang gantian malah gak terima lagi.

abduh, jangan cari-cari alasan lah
sambil baca makan kacang koreng, ooo lebih meresapi betapa bobroknya buku stsk
yang jujur lo mana yang lebih arogan?

aduh terlalu banyak laaaaaah


MENURUTKU BERDASARKAN ANALISA DAN PENGALAMAN (ketika posting tadi ) MAS @HA AN DZA.....ITU BELUM BACA, .....APALAGI PUNYA  :hihi: , BUKU BAUS 9BELAJAT DARI AKHLAKH USTADZ SALAFY)..DIE CUMA KASIH KOMENTAR AZA DARI PSTINGAN TERJEMAHAN BUKU ITU ..BENER NGAK MAS ? NGAKU LAH  ;D.......
JELEK JELEK GINI BUKU BAUS ADA DUA NECH DIRUMAH.....MAT PERNAH BACA, NAH SAMPEAN ? komentar anda menunjukkan Anda KALAP>>>>>>> :wataw:
("betapa bobroknya buku stsk..." ente berkata mirip ustadz ente....cuma ngomel , lagian aku ngak yakin  buku STSK aza  baca tuntas  :siul:)
Tenang mas....Aku jelek -jelek Gini Akui kok kalo ustadz abduh di bebrapa sisi ada kesalahan..sebagian point dia akui, Das sabar aza ya...kali ini  lagi lagi aku ngak bisa percaya ama omongan ente..........percuma kalo belum baca mah !!!!!  :dada: :dada:
SITUS-SITUS PENUH USWAH, TELADAN, AKHLAK KARIMAH,MARI REGUK KESEGARANNYA.....
fakta.blogsome.com
turotsi.wordpress.com
http://abdurrahman.wordpress.com/
tukpencarialhaq.wordpress.com
antosalafy.wordpress.com (sudah Gulung tikar ?)

Offline sifatmu.salah

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 60
  • Lokasi: JABOTABEK
  • Jenis kelamin: Pria
  • "karena Ahlusunnah bukan hanya kelompokmu aza bro"
    • Lihat Profil
    • jikaandaingin yang aseli
« Jawab #38 pada: 31 Maret 2008, 02:13:19 »
sebenarnya masih ada bukti lagi TUDUHAN ASAL ustadz ente (Tak simpan dulu akh, ntar aku keluarin, kalo sampean masih NGEYEL juga :toktok:)..........
tapi tak kasih kisi -kisi dulu , yaitu pada bab lampiran 2 hal 389 yang berjudul "bukti tulisan al ustadz luqman yang diingkari sendiri " CUKUP TELAK ......hmm
sabar aza yach..aku sech ngikutin irama sampean  O0
SITUS-SITUS PENUH USWAH, TELADAN, AKHLAK KARIMAH,MARI REGUK KESEGARANNYA.....
fakta.blogsome.com
turotsi.wordpress.com
http://abdurrahman.wordpress.com/
tukpencarialhaq.wordpress.com
antosalafy.wordpress.com (sudah Gulung tikar ?)

Offline kuringtea

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 2.834
  • Lokasi: Bandung-bogor-bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
  • Inspirasi "mujahid" dilampu motorku
    • Lihat Profil
    • www.perisaidakwah.com
« Jawab #39 pada: 31 Maret 2008, 09:53:22 »
For all fokus.ke pembahasan buku baus..ahsannya
Sahabat ‘Umar Ibn al-Khaththab berkata,

“Bukanlah orang yang berakal itu adalah yang dapat mengetahui kebaikan dari keburukan, namun orang yang berakal adalah yang mampu mengetahui yang terbaik dari dua keburukan.”

[ Raudhatul Muhibbin,hal 8)
Mangga mampir di : makadir.wordpress.com

Offline ana_muslim

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2007
  • Tulisan: 48
    • Lihat Profil
« Jawab #40 pada: 31 Maret 2008, 10:17:47 »
Kesalahan yang harus di luruskan

Layaknya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan kekhilafan, dalam kesempatan ini sangat perlu bagi kami untuk menyampaikan kepada para pembaca seluruhnya bahwa kami telah terjatuh pada kesalahan yang cukup fatal dan harus segera dibenahi. Kesalahan tersebut terjadi ketika kami memaparkan tentang tragedi berdarah Al-Harrah, yang melibatkan shahabat , Abdullah bin Muthi' radhiyallahu ‘anhu yang memiliki ghirah terhadap Islam dalam sebuah pemberontakan terhadap Khalifah muslimin Pada waktu itu, yaitu Yazid bin Mu'awiyah. Sebagaimana dalam buku kami MAT (hal. 706-709/ cet. I atau 724-727/ cet. II dan sempat kami singgung pula secara singkat Pada hal. 535/ cet. I atau 553/ cet. II). Sebenarnya, tujuan kami memaparkan kisah tragedi Al-Harrah itu adalah untuk menjelaskan kepada kaum muslimin, bahwa:

1. Semua tindakan yang diklaim sebagai jihad atau amar ma'ruf nahi munkar yang tidak didukung oleh 'ulama besar Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah tindakan yang salah.
2. Tindakan gegabah akan menimbulkan kerusakan dan efek negatif yang dapat merugikan orang banyak.
3. Sikap tidak mau mengembalikan permasalahan umat kepada para' ulama besar yang telah diperintahkan oleh Allah akan menimbulkan kerusakan.
4. Larangan menentang atau memberontak kepada penguasa muslimin walaupun mereka adalah penguasa yang zhalim dan fasik.

(Silakan para pembaca melihat kembali kisah tragedi Al-Harrah tersebut untuk dapat mengambil pelajaran darinya).

Kesalahan kami tersebut berupa penggunaan beberapa kata yang sangat tidak tepat atau tidak layak diucapkan kepada seorang shahabat seperti beliau (’Abdullah bin Muthi' radhiyallahu ‘anhu) secara khusus atau penduduk Madinah yang sempat terlibat dalam pemberontak terhadap Khalifah Yazid bin Mu'awiyah rahimahullah. Untuk itu kami beristighfar dan bertaubat, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni kami. Sekaligus kami mengingatkan kaum muslimin secara umum dan para pembaca secara khusus untuk tidak mengikuti kesalahan kami tersebut.

Persisnya kesalahan-kesalahan tersebut sebagaimana telah dijelaskan dalam buku STSK halaman 206 hingga 223. Kami pun mengucapkan terima kasih kepada saudara Abduh ZA. Semoga kritikannya pada bagian ini ikhlash karena Allah Subhanahu wa Ta’ala dan diterima di sisi-Nya.

Namun apakah kritikan ini murni karena Allah Subhanahu wa Ta’ala ataukah itu hanya sekadar tameng untuk menutupi sesuatu yang dia inginkan, seperti jawaban yang diucapkan oleh ' Ali bin Abi Thalib terhadap kaum khawarij sebagaimana disebutkan oleh Syaikhul Islam dalam Al-Fatawa XXVIII/495:

"Juga dalam (Shahih) Muslim dan 'Abdillah bin Rafi', sekretaris 'Ali radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Al-Haruriyyah (Khawarij) ketika muncul beliau ('Abdullah bin Rafi') pada waktu itu bersama (Khalifah) 'Ali bin Abi Thalib, mereka (Al-Haruriyyah) berkata: "Tiada hukum (keputusan) kecuali keputusan Allah." Maka (Khalifah) 'Ali menjawab: "Kalimat yang benar tetapi diinginkan dibaliknya suatu kebatilan. "

Untuk membuktikannya kita menunggu komentar saudara Abduh ZA dan kelompoknya serta pihak-pihak yang sepaham dengannya terhadap pembahasan yang sama atau mirip dengan pembahasannya pada buku STSK ini, yang akan kami tampilkan pada jilid kedua buku bantahan ini.

Semoga Allah Jalla Jalalahu menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bisa menilai dan mensikapi segala permasalahan dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah berdasarkan manhaj as-salafush shalih dan terbebaskan dari kungkungan hawa nafsu dan semangat hizbiyyah. Semoga Allah, menjadikan kami termasuk hamba-hamba-Nya yang ikhlash dan jujur dalam berkata, bersikap, dan beramal. Semoga Allah, melindungi dan jagalah kami di tengah terpaan gelombang fitnah yang dahsyat.

(Dari : Menebar Dusta Membela Teroris Khawarij Bantahan Terhadap Buku: Siapa Teroris? Siapa Khawarij? (Abduh Zulfidar Akaha); Penulis: Luqman Bin Muhammad Ba'abduh, HP. 081559532868; Cetakan Pertama : Rabi'ul Awwal 1428 H/ April 2007 M; Penerbit: Pustaka Qaulan Sadida Perum Villa Bukit Tidar Blok A-1/401 Malang Telp (0342) 7062995 HP. 334995694)

Offline Ibnu Abdul Shomad

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2007
  • Tulisan: 144
    • Lihat Profil
« Jawab #41 pada: 31 Maret 2008, 13:53:07 »
Namun apakah kritikan ini murni karena Allah Subhanahu wa Ta’ala ataukah itu hanya sekadar tameng untuk menutupi sesuatu yang dia inginkan, seperti jawaban yang diucapkan oleh ' Ali bin Abi Thalib terhadap kaum khawarij

Kok seperti tobat sambal ya? sudah bilang menyesal dan terima kasih, masih juga sempet2nya nanyain: apakah kritikan ini murni karena Allah Subhanahu wa Ta’ala ataukah itu hanya sekadar tameng untuk menutupi sesuatu yang dia inginkan...

Kutip
Untuk membuktikannya kita menunggu komentar saudara Abduh ZA dan kelompoknya serta pihak-pihak yang sepaham dengannya terhadap pembahasan yang sama atau mirip dengan pembahasannya pada buku STSK ini

secara tersirat, jelas sekali ustadz luqman ba'abduh memang mengharapkan bantahan dalam bentuk buku. bukan dalam bentuk dialog.

jadi ustadz luqman sebetulnya tidak perlu sampai sakit segala, karena yang meminta bantahan mdmtk itu ternyata memang beliau sendiri.

Kutip
Penulis: Luqman Bin Muhammad Ba'abduh, HP. 081559532868;... Penerbit: Pustaka Qaulan Sadida Perum Villa Bukit Tidar Blok A-1/401 Malang Telp (0342) 7062995 HP. 334995694)[/i]

ana dapat kabar, sudah pernah ada panitia bedah buku BAU Salafy yg mencoba menghubungi ketiga nomor ini, tapi semuanya tidak nyambung. kalo ada yg tidak percaya, silakan buktikan. ana sendiri sudah membuktikan, nomor pertama: nomor yg anda tuju tidak terdaftar! nomor kedua: tulalit, nomor ketiga: nomor yg anda putar salah!


kasih nomor yg aktif dong ustadz...
« Edit Terakhir: 31 Maret 2008, 14:05:51 oleh Ibnu Abdul Shomad »

Offline [Fulan]

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2007
  • Tulisan: 68
    • Lihat Profil
« Jawab #42 pada: 31 Maret 2008, 16:22:06 »
Kok seperti tobat sambal ya? sudah bilang menyesal dan terima kasih, masih juga sempet2nya nanyain: apakah kritikan ini murni karena Allah Subhanahu wa Ta’ala ataukah itu hanya sekadar tameng untuk menutupi sesuatu yang dia inginkan...

Biarlah Allah Yang Maha Pengampun yang berhak menilai taubatnya seorg hamba....

secara tersirat, jelas sekali ustadz luqman ba'abduh memang mengharapkan bantahan dalam bentuk buku. bukan dalam bentuk dialog.

jadi ustadz luqman sebetulnya tidak perlu sampai sakit segala, karena yang meminta bantahan mdmtk itu ternyata memang beliau sendiri.

Apakah ini yang dinamakan tuduhan tanpa bukti? Atau hanya prasangka saja...

"Tiada seorang pun dai penyeru kepada kesesatan dari kalangan ulama jahat melainkan ada panah Ahlus Sunnah yang membidiknya sampai dia tersungkur dan tersingkap kebobrokannya..."

Offline Justice 4 All

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 5.506
    • Lihat Profil
    • My Multiply
« Jawab #43 pada: 31 Maret 2008, 20:14:14 »

Sudahlah, kita doakan saja Ust Luqman segera cepat sembuh, dan segera bisa berhadapan dan berdialog secara santun dengan Ust Abduh.

Ust Abduh sudah menunggu. Pendukung Ust Luqman bisa memfasilitasi beliau kagak?

Semoga para pemandu sorak Ust Luqman tidak gemes kepada Ust Luqman karena belum memenuhi undangan Ust Abduh untuk berdialog. ;)
Jawaban atas Syubhat yang Dituduhkan kepada Dakwah Tarbiyah

Updated! Latest article: Fatwa Syaikh Albany dan Syaikh Nashir As-Sa'di tentang Pemboikotan Musuh Islam


Offline sifatmu.salah

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 60
  • Lokasi: JABOTABEK
  • Jenis kelamin: Pria
  • "karena Ahlusunnah bukan hanya kelompokmu aza bro"
    • Lihat Profil
    • jikaandaingin yang aseli
« Jawab #44 pada: 01 April 2008, 11:43:49 »
jasjus, pemandu sorak ?itu kan cheerleader ?
SITUS-SITUS PENUH USWAH, TELADAN, AKHLAK KARIMAH,MARI REGUK KESEGARANNYA.....
fakta.blogsome.com
turotsi.wordpress.com
http://abdurrahman.wordpress.com/
tukpencarialhaq.wordpress.com
antosalafy.wordpress.com (sudah Gulung tikar ?)