Penulis Topik: Teroris Hindu Membom Masjid Nepal  (Dibaca 193 kali)


Offline da vinci

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 3.432
  • Lokasi: wuhan
  • Jenis kelamin: Pria
  • zhu dajia wanshi ruyi
    • Lihat Profil
« Jawab #15 pada: 02 April 2008, 21:01:33 »
Terus apa? Apakah itu menjadikan justifikasi umat Hindu adalah teroris? Lha umat Islam ngebom Bali,  200 orang tewas!!!!!! Ngaca toong!!

Era Muslim itu seneng banget kalo ada agama lain "menteror" umat Islam, mereka memanfaatkan itu untuk memprovokasi umat agar benci terhadap umat lain. Sementara Muslim sendiri ngebom sana-sini di Bali!!!

Ngaca!!!! Maluuuu...


kalo yang ini teroris budha a.k.a atheis budha  lagi ngacak2 myquran komunitas muslim indonesia
" Ilmu kedokteran dan revolusi sama-sama  bertujuan untuk menyelamatkan manusia, tapi revolusi menyelamatkan lebih banyak manusia"
dr.sun yat zen

Offline gerbang timur

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2006
  • Tulisan: 2.196
  • Lokasi: Bali
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #16 pada: 03 April 2008, 00:31:58 »
Tadi jam 8-an gw nonton di TVRI mengenai profil Desa Candikuning di Tabanan, Bali. Di desa ini masyarakat hindu dan muslim sudah hidup bersama selama puluhan tahun, dan toleransi sudah menjadi bagian dari mereka.
Mungkin eramuslim sesekali harus mengangkat berita semacam yang di TVRI itu. Kalo gw perhatikan, situs seperti eramuslim itu memang terlalu sering menampilkan berita konflik ketimbang rekonsiliasi atau hal-hal yang sifatnya berdamai. Sehingga jadi terkesan provokatif. Dan akan berbahaya terutama bagi mereka yang setiap hari hanya membaca berita eramuslim saja tanpa melihat sumber lain, karena frekuensi berita konflik yang tinggi dapat berpotensi memicu radikalisme.

Offline priyonophd

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 951
    • Lihat Profil
« Jawab #17 pada: 03 April 2008, 20:32:09 »
Tadi jam 8-an gw nonton di TVRI mengenai profil Desa Candikuning di Tabanan, Bali. Di desa ini masyarakat hindu dan muslim sudah hidup bersama selama puluhan tahun, dan toleransi sudah menjadi bagian dari mereka.
Mungkin eramuslim sesekali harus mengangkat berita semacam yang di TVRI itu. Kalo gw perhatikan, situs seperti eramuslim itu memang terlalu sering menampilkan berita konflik ketimbang rekonsiliasi atau hal-hal yang sifatnya berdamai. Sehingga jadi terkesan provokatif. Dan akan berbahaya terutama bagi mereka yang setiap hari hanya membaca berita eramuslim saja tanpa melihat sumber lain, karena frekuensi berita konflik yang tinggi dapat berpotensi memicu radikalisme.
Setuju.... damai... selalu dihati