Penulis Topik: PERDEBATAN YANG HARUS DIHINDARI......  (Dibaca 251 kali)


Offline puri_dwicinta

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 970
  • Lokasi: Indonesia Bagian Barat
  • Jenis kelamin: Wanita
  • "Jangan bosan menjadi orang sabar... :> "
    • Lihat Profil
« pada: 11 April 2008, 19:24:52 »
Assalamu 'alaikum wr. wb

Di dalam menyampaikan dakwah, kita tidak terlepas dari perdebatan. Bahkan perdebatan itu terkadang sampai melukai hati orang lain. Akhirnya, apakah perdebatan yang kita lakukan itu adalah menuju kebaikan ? Padahal dari sana kita telah berbuat suatu "kejahatan".

Berdebat bisa dikatakan suatu hal yang merupakan penjelmaan dari dendam dan kebencian kita terhadap sesama. Menolak atau membantah suatu kebenaran, merasa senang mampu mengalahkan orang lain.

Mengutip dari buku yang pernah saya baca,Berdebat bisa dibagi menjadi 2 kategori :

1] Debat terpuji, yaitu perdebatan yang ditujukan untuk kebaikan, yakni berdebat dengan pihak-pihak yang diharapkan kembali dari kebathilan kepada kebenaran. Firman Allah SWT surah An-Nahl :125 yang artinya :
"Serulah(manusia) kepada jalan Robbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik."

Surah Al-'Ankabut:46 yang artinya : "Dan janganlah kamu berdebat dengan ahli kitab, melainkan dengan cara yang paling baik."

2] Debat tercela, yaitu perdebatan yang tidak dimaksudkan untuk sampai kepada kebenaran dan melaksanakannya, melainkan semata-mata ditujukan untuk permusuhan dan memuaskan kemarahan terhadap orang lain.

Debat kusir, sering kita sebut seperti itu. Dan ini merupakan salah satu perdebatan tercela. Hindarilah perdebatan tercela karena akan bisa menyebabkan hilangnya kebaikan.

"Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar." (Az-Zukhruf:58)

Dan dari perdebatan ini juga akan muncul permusuhan. Apakah kita ingin mencari musuh dengan berdebat ?? Na'udzubillah min dzalik. Apa keuntungannya setelah itu ? Wallahu 'alam bissawab.

Bukan saya orang yang "takut" berdebat, tapi alangkah baiknya jika kita berdebat secara terpuji. Insya Allah tulisan saya ini tidak menimbulkan "perdebatan tercela".  :)

wassalamu 'alaikum wr.wb
« Edit Terakhir: 11 April 2008, 19:28:56 oleh puri_dwicinta »
"Aku memohon kepada-Mu agar diilhami kata-kata yang benar ketika marah dan ridho". (Sabda Rasulullah SAW) :)

Offline JULIAN

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 168
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 11 April 2008, 19:47:34 »
@atas

Firman Allah SWT surah An-Nahl :125 yang artinya :
"Serulah(manusia) kepada jalan Robbmu dengan hikmah "

.......Tolong jelaskan firman tsb. diatas bagaimana cara anda menyeru dengan hikmah?.....

Offline puri_dwicinta

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 970
  • Lokasi: Indonesia Bagian Barat
  • Jenis kelamin: Wanita
  • "Jangan bosan menjadi orang sabar... :> "
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 11 April 2008, 20:01:55 »
@julian

semoga saya dapat "menolong" anda...

dengan hikmah : menyampaikan / menyeru dengan ketenangan dan kesabaran, tidak dengan "pemaksaan". Dan membuat hati orang lain tetap tenang dengan apa yang kita sampaikan. Menyampaikan dengan hati yang penuh keinginan agar terjadi perubahan yang lebih baik menuju kebaikan.
"Aku memohon kepada-Mu agar diilhami kata-kata yang benar ketika marah dan ridho". (Sabda Rasulullah SAW) :)

Offline gerbang timur

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2006
  • Tulisan: 2.196
  • Lokasi: Bali
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 12 April 2008, 19:09:49 »
Thanks Puri, sudah mengingatkan.Sangat menyejukkan di tengah diskusi lainnya di sini.

Offline pencari

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 68
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 12 April 2008, 19:50:24 »
memang krisis kita sekarang adalah krisis akhlak....seolah-olah lupa sesungguhnya Nabi Muhammad diutus utk menyempurnakan/memperbaiki akhlak ras manusia. Semoga kita semua bisa mempertahankan akhlak itu dan melakukan dakwah dengan tauladan2 yang mulia. Amin

Offline Ibunda Maryam

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 666
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 13 April 2008, 00:37:15 »
@TS,

Jazakillahu Khairan buat tausiyahnya.


Offline puri_dwicinta

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 970
  • Lokasi: Indonesia Bagian Barat
  • Jenis kelamin: Wanita
  • "Jangan bosan menjadi orang sabar... :> "
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 17 April 2008, 10:28:32 »
@ Ibunda Maryam

Alhamdulillah, semoga bermanfaat.
Dan ini sebagai cermin dan pengingat bagi diri saya. Insya Allah  :)
"Aku memohon kepada-Mu agar diilhami kata-kata yang benar ketika marah dan ridho". (Sabda Rasulullah SAW) :)

Offline d4vid_r5

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 2.918
  • Lokasi: behind proxy...
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dreaming...
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 17 April 2008, 10:47:21 »
jazakalLoh O0
Hal paling manis dari berani bermimpi adalah kejadian-kejadian menakjubkan dalam perjalanan menggapainya.
:)

Offline ibnumuslim

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 114
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 17 April 2008, 16:56:31 »
Assalamu 'alaikum wr. wb

Di dalam menyampaikan dakwah, kita tidak terlepas dari perdebatan. Bahkan perdebatan itu terkadang sampai melukai hati orang lain. Akhirnya, apakah perdebatan yang kita lakukan itu adalah menuju kebaikan ? Padahal dari sana kita telah berbuat suatu "kejahatan".

Berdebat bisa dikatakan suatu hal yang merupakan penjelmaan dari dendam dan kebencian kita terhadap sesama. Menolak atau membantah suatu kebenaran, merasa senang mampu mengalahkan orang lain.

Mengutip dari buku yang pernah saya baca,Berdebat bisa dibagi menjadi 2 kategori :

1] Debat terpuji, yaitu perdebatan yang ditujukan untuk kebaikan, yakni berdebat dengan pihak-pihak yang diharapkan kembali dari kebathilan kepada kebenaran. Firman Allah SWT surah An-Nahl :125 yang artinya :
"Serulah(manusia) kepada jalan Robbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik."

Surah Al-'Ankabut:46 yang artinya : "Dan janganlah kamu berdebat dengan ahli kitab, melainkan dengan cara yang paling baik."

2] Debat tercela, yaitu perdebatan yang tidak dimaksudkan untuk sampai kepada kebenaran dan melaksanakannya, melainkan semata-mata ditujukan untuk permusuhan dan memuaskan kemarahan terhadap orang lain.

Debat kusir, sering kita sebut seperti itu. Dan ini merupakan salah satu perdebatan tercela. Hindarilah perdebatan tercela karena akan bisa menyebabkan hilangnya kebaikan.

"Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar." (Az-Zukhruf:58)

Dan dari perdebatan ini juga akan muncul permusuhan. Apakah kita ingin mencari musuh dengan berdebat ?? Na'udzubillah min dzalik. Apa keuntungannya setelah itu ? Wallahu 'alam bissawab.

Syukran, Jazakumullahu Khairan Katsiira

Kutip dari: puri_dwicinta

Bukan saya orang yang "takut" berdebat, tapi alangkah baiknya jika kita berdebat secara terpuji. Insya Allah tulisan saya ini tidak menimbulkan "perdebatan tercela".  :)

Mudah-mudahan tidak bermaksud menyombongkan diri

Offline web

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2007
  • Tulisan: 1.124
  • Lokasi: PaleMBanK
  • Reborn as New Comer
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 18 April 2008, 01:47:53 »
jauhilah berdebat dengan orang bodoh.

Offline mydream

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 354
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 20 April 2008, 19:49:26 »
Bismillaahirahmanirrahiim.

Semoga ALLAH melimpahkan rahmat dan kasih sayangNya kepada sdri Puri
tulisannya excelent and touching...

jangan berhenti bersedekah dgn tulisan2
yang bermanfaat untuk komunitas MY Quran yang kita cintai ini.

CAN WE DO THAT...PURI?
YES WE CAN
YES WE CAN
YES WE CAN

Offline Raul Mannar

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 488
  • Jenis kelamin: Pria
  • Mulailah hari-hari dengan Bismillah...
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 21 April 2008, 08:25:09 »
Assalamu 'alaikum

menyampaikan / menyeru dengan ketenangan dan kesabaran, tidak dengan "pemaksaan". Dan membuat hati orang lain tetap tenang dengan apa yang kita sampaikan.

sangat setuju!! O0

Tp orang yang seperti itu sudah mulai jarang... dan untuk membuat suasana seperti itu, haruslah di mulai dari kita dahulu, dan setidaknya peserta yang lain akan mengikuti.. Amin  :)
"Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkannNya kembali, kemudian kepadaNyalah kamu dikembalikan" (Al-Baqarah 28)

Offline lovelymoslems

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.748
  • Lokasi: DKI Jaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • change your avatar !!!
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 21 April 2008, 12:59:48 »
Masalahnya manusia itu biasanya sudah susah untuk menerima debat dari pihak yang lain, sebab jalan fikirannya sudah didoktrin dengan ajaran tertentu sehingga apabila ada ajaran yangh menurut dia tidak sesuai dengan doktinnya adalah salah dan tidak bisa diterima.

Kebanyakan manusia sudah menafikkan Allah sebagai penguasa tunggal didalam memberikan petunjuk dan kesesatan, oleh karena itu agar ruh Allah hadir didalam diri kita, maka kita perlu insyiroh, mau membuka qolbu, mata, telinga untuk menerima kebenaran, sebab Allah itu bekerja melalui logika.

Menafikkan logika adalah menafikkan perintah Allah agar manusia itu menjadi ulil albab, logika bisa tercerna dalam akal apabila terjadi pemahaman yang boleh jadi harus diperdebatkan, yang tentu saja bukan debat kusir, melainkan debat yang cerdas.
Hidup sesuai tuntunan Rasul adalah berjuang tegakkan syariat dan hapuskan kemusyrikan

Offline NopY

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 672
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Go,,,,Go......^_^
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 21 April 2008, 13:04:23 »
Berdebat sesuai porsinya dan tak berujung dengan saling menyalahkan adalah berdebat yang syarí... :)

perbedaan sudah sunatulloh bagi manusia,,,,yang harus dijembatani adalah bagaimana perbedaan itu dikomunikasikan dengan cara santun dan tetap menjunjung tinggi nilai2 yang diatur dalam ISLAM,,,,

bukan dihindari, tapi dihadapi dengan santun tepatnya,,, :) yang paling penting niatnya diluruskan.... :) %peace%
kasih sayangMU Alloh, itu yang kudambakan...dengan rahmatMU ampunilah diriku....

Offline mydream

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 354
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 27 April 2008, 01:17:34 »
    Bagi moderator2 terutama Dayan, HE^HE^HE, Jangga sebaiknya membaca tulisan
    Mbk PURI DWI CINTA ini,agar anggota MYQURAN bisa berdiskusi dgn santun dan islami

    Bagi yang belum membaca atau pendatang baru,sebiknya membaca tulisan ini

    yang kta capai dlm diskusi ini ada dua;
    ---mencari teman bertambah banyak
    ---kedua mencai ilmu atau sharing ilmu

    kalau keduanya tidak dapat,adalah orang2 yang merugi.
    apalagi kalau mencari musuh, menjatuhkan lawan2/menghina
    itu adalah adalah termasuk suatu kejahatan.

    salam

http://[/list]
« Edit Terakhir: 27 April 2008, 04:58:36 oleh mydream »