@abie
Persoalan situ situ ngelink dengan situs-situs salafy.or.id ataupun darussalaf.or.id, siapa saja bisa ngelink kesitu. Kan tinggal ditambahi di blogroll.
Namun apabila antum mengetahui seorang salafi, yang dakwahnya seperti orang yang bersangkutan, dan mencatut nama-nama orang yang secara zhahir baik. Apalagi tanpa bukti yang benar, mereka adalah orang-orang yang memang berusaha merusak citra salafi.
Sampai sekarang saya masih meragukan isi dari situs salafy.or.id adalah bikinan teman-teman salafi. Sebelum saya melihat langsung ataupun orang yang terpercaya mengatakan bahwa mereka bisa dipercaya.
Seperti yang antum tahu, bagaimana isi situs itu dulunya. Sampai-sampai dijuluki situs "tahdzir wal laknat". Saya akui sendiri, dan saya berlepas diri dari tindakan yang ada di situs itu. Dan ana pernah dengar kabar situs itu sudah diganti yang mengelola. Wallahu'alam.
Tak terkecuali, para ustadz yang salah satunya juga teman saya di surabaya ditahdzir bahkan dianggap penentang sunnah, hanya karena safar tidak mengqashar sunnah. Dan masih banyak lagi lainnya. Bahkan hanya sekedar memakai baju kemeja dan berdasi dikatakan bertasyabuh dengan orang kafir. Na'udzubillah. Ana nggak habis pikir siapa orang dibalik tulisan situs itu dulunya. Mungkin antum juga dulunya pernah membaca. Ada juga CD mp3 kajian tahdzirnya.
"Antum tahu ustadz Fulan? Ustadz fulan itu bukanlah salah satu ahlussunnah dst..", kalau antum pernah mendengarkannya dulu pernah ada kajiannya di download di situs tersebut.
Makanya teman-teman salafi dulunya mengetahui adanya gelagat tidak baik, bahkan mereka juga tahu ini bisa memperburuk dakwah salafiyah. Maka dari itulah mulai muncul situs seperti salafi.or.id, muslim.or.id, dsb. untuk membendung fitnah-fitnah tersebut. Saya pernah bertemu dengan orang-orang seperti mereka, mereka kalau berdakwah di masyarakat tanpa tedeng aling-aling. Kurang adab dan terkadang menyinggung perasaan. Biasanya orang lari kalau dengar mereka bicara.
Wallahu'alam. Salafi yang saya kenal, semenjak pertama kali kenal di surabaya tidak seperti mereka. Tidak pernah mentahdzir terkecuali memang mereka layak di tahdzir sesuai dengan bukti dan setelah dinasehati. Tidak keras dalam berdakwah, dan lebih mengutamakan adab. Tidak pernah neko-neko, dan sangat fleksibel. Kalau toh ada salah satu saudaranya yang terjerumus ke dalam kesalahan, mereka menasehatinya dengan cara yang baik. Selama 3 tahun saya ikut ngaji bersama mereka, dikajian tersebut tidak pernah ada satupun yang sejalan dengan isi situs tersebut. Makanya setelah saya dijelaskan oleh salah satu ikhwan tentang situs tersebut, akhirnya ana faham, memang ada orang-orang yang sengaja tidak suka terhadap dakwah salafiyah. Sehingga memakai kedok salafi untuk meruntuhkannya dari dalam.
Ciri-ciri mereka adalah kalau antum tanya mereka tentang dasar ibadah. Kebanyakan ilmu mereka nol. Mereka lebih faham siapa fulan, siapa ustadz fulan, mereka lebih faham mentahdzir orang, mentahdzir sebuah masjid, mentahdzir orang ini ahlu bid'ah atau nggak daripada mereka sibuk mengurusi ilmu dien mereka. Pernah dulu ada salah satu syaikh yang datang ke pondok mereka. Ketika ditanya "Apa rukun sholat?". Tidak ada yang menjawab dengan benar. Mungkin hal ini pernah antum dengarkan juga.
Wallahu'alam bishawab.