Benarkah pelaku Bom Cimanggis dari orang SALAFI?
Sudah dimaklumi bahwa di antara pelaku Bom Cimanggis yakni salah satunya yang terkait adalah Aman Abdurrahman, Lc (Imam Masjid Al Sofwa, takfiri, kini dipenjara di Sukamiskin, Bandung)
Lantas firqoh mana yang sebenarnya sering berta'awun dengan Yayasan Al Sofwa? 
Bukannya Al-Sofwa merangkul berbagai macam tokoh, da’i, menampung tokoh politikus, hizbi seperti dengan Muhammad ibn Ibrahim Al Khalaf rekan Salman Al Audah, Ahzami Samiun dari PK Al Ikhwani, Musthafa ‘Aini (pejabat Al Sofwa berpemikiran Quthbi), Muzayyin Abdul Wahab, MA (pejabat DDII), Farid Ahmad Oqbah (Takfiri, Al Irsyad), , Muhammad Yusuf Harun MA (ikhwani, L-Data)...
Silahkan simak persaksian Ustadz Muhammad Umar as-Sewed tentang Yayasan Al Sofwa...
http://salafy.or.id/print.php?id_artikel=557
manhaj killer yg pasti imam samudera....imam samudera sering kerjasama dengan MMI diantaranya abu bakar ba'syir, fauzan anshori, halawi makmun. Halawi makmun bekerjasama dgn abduh .....abduh beraliran IM ..abduh juga bekerjasama dgn waskito (AMW)
itulah mata rantai yg semua orang bisa melihatnya. Siapa sesungguhnya teman2 manhaj killer ini
jadi simpulkan sendiri siapa yg bermanhaj killer sesungguhnya
Satu pertanyaan besar ?? Lantas hizb mana yang sering berta'awun dengan Yayasan Al Sofwa?

Mari kita simak bagaimana Salafus Shalih Menilai Seseorang Dengan Melihat Teman Dekatnya:
1. Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :
“(Agama) seseorang (dikenal) dari agama temannya maka perhatikanlah siapa temanmu.” (As Shahihah 927)
2. Ibnu Mas’ud berkata :
“Nilailah seseorang itu dengan siapa ia berteman karena seorang Muslim akan mengikuti Muslim yang lain dan seorang fajir akan mengikuti orang fajir yang lainnya.” (Al Ibanah 2/477 nomor 502 dan Syarhus Sunnah Al Baghawi 13/70)
3. Abu Darda mengatakan :
“Tanda keilmuan seseorang (dilihat) dari jalan yang ditempuhnya, tempat masuknya, dan majelisnya.” (Al Ibanah 2/464 nomor 459-460)
4. Al Auza’iy berkata :
“Siapa yang menyembunyikan bid’ahnya dari kita tidak akan dapat menyembunyikan persahabatannya.” (Al Ibanah 2/476 nomor 498)
5. Ketika Sufyan Ats Tsaury datang ke Bashrah melihat keadaan Ar Rabi’ bin Shabiih dan kedudukannya di tengah ummat, Yahya bin Sa’id Al Qaththan berkata : “Ia bertanya apa madzhabnya?”
Mereka menjawab bahwa madzhabnya tidak lain adalah As Sunnah, ia berkata lagi : “Siapa teman baiknya?”
Mereka menjawab : “Qadary.”
Beliau berkata : “Berarti ia seorang Qadariy.” (Al Ibanah 2/453 nomor 421)
Ibnu Baththah berkata : [ Semoga Allah merahmati Sufyan Ats Tsauri, ia sungguh telah berbicara dengan Al Hikmah maka alangkah tepat ucapannya itu dan ia juga telah berkata dengan ilmu yang sesuai dengan Al Quran dan As Sunnah serta apa-apa yang sesuai dengan hikmah, realita, dan pemahaman Ahli Bashirah, Allah berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, jangan kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang bukan golonganmu (sebab) mereka senantiasa menimbulkan bahaya bagi kamu dan mereka senang dengan apa yang menyusahkanmu.” (QS. Ali Imran : 118) ]