Penulis Topik: Jawaban Untuk @ Abu Zaid (Murid As Sewed)  (Dibaca 1147 kali)


Offline oomnya fahrel

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.080
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #15 pada: 02 Mei 2008, 08:53:46 »
Astagfirullah....@atasku, syukron atas informasinya, itu rupanya yang melatar belakangi kenapa Ust. Ja'far bersikap seperti itu

Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #16 pada: 02 Mei 2008, 09:01:29 »
Akibatnya Ust Jamarto jadi di sundut sana sundut sini.
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)

Offline abu zaid

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 131
    • Lihat Profil
« Jawab #17 pada: 02 Mei 2008, 14:16:04 »

Bismillaahir Rahmaanir Rahiimi

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam, keluarganya, para shahabatnya dan juga orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman,

Amma ba'du,

setelah membaca jawaban dari AMW, maka pembaca myQuran bisa mengetahui beberapa perkara yang kalau boleh saya rangkumkan, adalah sebagai berikut :

1. Saudara AMW menolak tawaran saya (CD ceramah kajian), alasannya adalah:
    "Antum tak usah kirim CD omongan Umar As Sewed, tak akan dipakai. Paling nanti tambah menampakkan kesesatan kalian.
Subhanallah!, demikianlah kalimat halus, lembut, dan penuh mau'idzhah hasanah yang dibawakan Saudara AMW. Bahkan dia menduga, jika dirinya diberi CD akan menampakkan kesesatan "kalian".
entah apa yang dimaksud dengan kata "kalian" oleh AMW. Wallaahu A'lam.

2. Saudara AMW menanyakan apa manfaatnya menyebutkan informasi tentang orang yang berkelakar tentang penyamaan pengikutan antara NAbi Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam dengan Ustadz Muhammad Umar As Sewed

 Sebagian orang itu ada wahai @ Abu Zaid, dan tidak harus semua itu diberi tahu. Seperti ada yang memakai nama Abu Abdillah Ibrahim, Abu Zaid, Abu Mujahid, dst. Mereka berlindung di balik nama itu karena tidak mau menampakkan dirinya. Sama juga soal "sebagian orang", "menurut informasi", "kabarnya", dst. semua itu tak perlu dikasih tahukan. Ya, apa manfaatnya diberitahukan semua?

Manfaatnya adalah kita bisa mengetahui sejauh mana keakuratan sumber penukilan yang AMW lakukan, apalagi sepertinya AMW menggunakan nukilan semacam ini untuk "menjatuhkan" nama seseorang (dalam hal ini Ustadz Muhammad As Sewed).

PAdahal bagi seorang yang inshaf (adil), tentunya nukilan yang semacam ini tidaklah pantas untuk disebutkan sebagai "dalih" di dalam mengkritik seseorang. Karena substansi dari kelakar semacam itu adalah kalimat kufur. BAgaimana seorang muslim bisa mengatakan (baca: menuduh) bahwa "salafy ekstrem" (minjem istilah AMW) menyamakan ucapan Nabi Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam dengan ucapan seorang manusia yang ucapannya bukan wahyu dari Allah???

Perhatikanlah wahai pembaca myQuran.......dari sisi yang telah saya sebutkan di atas, yang nampak bagi saya-Wallaahu A'lam, Saudara AMW ini sudah dikuasai amarahnya di dalam melakukan kritikan, sehingga gurauan/kelakar/canda tawa "sebagian orang" yang walaupun isinya kalimat kufur pun dipakai sebagai "dalih" untuk menjatuhkan "salafy ekstrem" (minjem istilah AMW), dalam hal ini dikhususkan untuk Ustadz Muhammad AS Sewed.
Bahkan ironisnya AMW pun ikut tertawa dan membenarkan kelakar "sebagian orang" tersebut, seperti dalam ucapannya:

Sampai ada sebagian orang yang berkelakar, "Mereka mengikuti nabi. Nabi mereka Muhammad. Maksudnya, Muhammad As Sewed." Saya tertawa mendengar kelakar itu, tapi benar, sikap fanatik mereka luar biasa. Mereka menganggap ustadz-ustadz atau masyaikhnya seperti Nabi yang keluar dari lisannya seperti wahyu yang harus diterima tanpa reserve. Na'udzubillah min dzalik.
   


Ini dulu yang bisa saya ketengahkan, Insya Allah masih akan menyusul...


Offline Justice 4 All

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 5.506
    • Lihat Profil
    • My Multiply
« Jawab #18 pada: 02 Mei 2008, 14:21:35 »
Astagfirullah....@atasku, syukron atas informasinya, itu rupanya yang melatar belakangi kenapa Ust. Ja'far bersikap seperti itu

Ya, kita doakan saja, mereka yang masih suka menghakimi muslim lain, segera rujuk seperti Ust. Jamarto.

Akibatnya Ust Jamarto jadi di sundut sana sundut sini.

Sepertinya beliau sudah tahu resikonya memang demikian. Dikucilkan oleh mantan muridnya sendiri. What a life....
Jawaban atas Syubhat yang Dituduhkan kepada Dakwah Tarbiyah

Updated! Latest article: Fatwa Syaikh Albany dan Syaikh Nashir As-Sa'di tentang Pemboikotan Musuh Islam


Offline kuringtea

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 2.834
  • Lokasi: Bandung-bogor-bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
  • Inspirasi "mujahid" dilampu motorku
    • Lihat Profil
    • www.perisaidakwah.com
« Jawab #19 pada: 02 Mei 2008, 14:26:35 »
Hmm,kalau akh abu zaid,mah walau murid ust.assewed tapi adab jauh dgn member afiliasi Fakta blogsome,ane mah malah dapat cd kajian ust.zulqarnaian,:-)
Sahabat ‘Umar Ibn al-Khaththab berkata,

“Bukanlah orang yang berakal itu adalah yang dapat mengetahui kebaikan dari keburukan, namun orang yang berakal adalah yang mampu mengetahui yang terbaik dari dua keburukan.”

[ Raudhatul Muhibbin,hal 8)
Mangga mampir di : makadir.wordpress.com

Offline abu zaid

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 131
    • Lihat Profil
« Jawab #20 pada: 02 Mei 2008, 14:33:24 »
Sedikit informasi tambahan kepada AMW,

dengan judul thread : Jawaban Untuk @ Abu Zaid (Murid As Sewed)

saya ingin menambahkan bahwa, menurut saya pribadi kalau dikatakan sebagai murid , sepertinya kurang tepat karena saya tidak melazimi majelis beliau secara rutin (setiap hari). Saya hanya mengikuti kajian Ustadz Muhammad Umar As Sewed sebulan sekali.

Lebih tepatnya saya hanya sebagai mustami' saja. Baarakallaahufiikum






Offline bapake_sofi

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 196
  • kamu masih berani berbohong ?
    • Lihat Profil
« Jawab #21 pada: 02 Mei 2008, 16:37:12 »
se[ertinya AMW sebaiknya tidak melanjutkan tulisannya, karena terlihat oleh saya tulisan dia di landasi kemarahan, sehingga menampakan kontradiksi. satu sisi dia melarang menyesatkan kelompok lain, tapi dia mengkhawarijkan lawan bicaranya.
di satu sisi dia mengatakan dakwah harus mauidhoh hasanah, tapi banyak ucapan kasar terbaca dari tulisannyan.

nasehat saya, tenangkan diri anda baru setelah itu anda menulis. (dan semoga anda benar-benar waskito, bukan orang gelap yang memancing di air keruh dalam perselisihan yang sedang terjadi, dengan mengaku sebagai waskito dan mengeluarkan kata-kata yang kasar yang memperuncing permusuhan)
apakah engkau tidak merasa cukup dengan sunnahnya sehingga harus melakukan bid'ah ?

Offline Justice 4 All

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 5.506
    • Lihat Profil
    • My Multiply
« Jawab #22 pada: 02 Mei 2008, 17:12:36 »
@atas

Kalau AMW aja mau jawab pertanyaan dari akh Abu Zaid, barangkali antum juga mau jawab pertanyaan berikut: http://myquran.org/forum/index.php/topic,38150.msg1058688.html#msg1058688 Singkat saja.:)
Jawaban atas Syubhat yang Dituduhkan kepada Dakwah Tarbiyah

Updated! Latest article: Fatwa Syaikh Albany dan Syaikh Nashir As-Sa'di tentang Pemboikotan Musuh Islam


Offline AMW

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 137
  • Lokasi: Bandung
  • Sifat Rahmah & Karakter Integritas
    • Lihat Profil
    • LANGIT BIRU Inspirations
« Jawab #23 pada: 03 Mei 2008, 11:21:10 »


'Ala kulli haal, saya memohon maaf jika ada banyak kata-kata tidak berkenan di hati Antum. Saya melihat kepada siapa berhadapan. Jika menghadapi "makhluk" seperti Abu Google dan sejenisnya, tidak ada kata maaf buat mereka. Mereka telah meracuni pikiran Ummat Islam dan manusia dengan fitnah-fitnah keji atas nama "untuk kalangan sendiri". Enak betul bisa seperti itu.   


Bismillaahir Rahmaanir Rahiimi

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam, keluarganya, para shahabatnya dan juga orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman,

Amma ba'du,

setelah membaca jawaban dari AMW, maka pembaca myQuran bisa mengetahui beberapa perkara yang kalau boleh saya rangkumkan, adalah sebagai berikut :

1. Saudara AMW menolak tawaran saya (CD ceramah kajian), alasannya adalah:
    "Antum tak usah kirim CD omongan Umar As Sewed, tak akan dipakai. Paling nanti tambah menampakkan kesesatan kalian.

Subhanallah!, demikianlah kalimat halus, lembut, dan penuh mau'idzhah hasanah yang dibawakan Saudara AMW. Bahkan dia menduga, jika dirinya diberi CD akan menampakkan kesesatan "kalian". entah apa yang dimaksud dengan kata "kalian" oleh AMW. Wallaahu A'lam.



Akhiyal Kiram, maaf Antum jangan memakai metode psikologis dalam hal ini. Nanti bisa membelokkan dari arah semula. Antum kan mengemukakan sekian banyak pertanyaan, ya alhamdulillah bi nashrillah itu sudah dijawab. Tetapi mengapa Antum justru "fokus" di masalah CD itu? Saya yakin ada yang tidak jujur di diri Antum. Sekian banyak jawaban, akhirnya dikerucutkan dalam soal CD.


Soal Muhammad As Sewed:

- Kalau dia rujuk kepada kebenaran, tentu walhamdulillah, pintu hati saya, kami, dan Ummat Islam akan selalu terbuka. Saya bisa melupakan yang sudah-sudah, jika dia benar-benar telah rujuk kepada kebenaran. Tetapi apa buktinya?

- Buktinya, CD ceramah dia. Saya memang belum mengetahui hal itu. Lebih baik Antum buatkan rangkumannya, lalu kirim ke e-mail saya: langitbiru1000@gmail.com. Kalau memang disana ada kebenaran, As Sewed telah rujuk kepada kebenaran, saya akan hapus tulisan soal "kelakar" itu dan saya tak akan singgung dia lagi.

- Harus diingat ya, ceramah itu isinya bisa macam-macam. Kita bisa buat apa saja. Kita bisa ambil yang baik-baiknya saja, atau diindah-indahkan biar meluas pesonanya. Tapi bisa juga yang riil, disana banyak fitnah dan kerusakan beredar. Ya, kita menghindari bahaya dari dakwah orang-orang sesat, itu lebih baik.

- As Sewed juga harus menerima apa yang semestinya dia terima. Cobalah dengarkan ceramah atau baca transkrip ceramah dia, "Sururiyyah masih melanda Indonesia," waktu itu ia saya dapat dari salafy.or.id. Disana kan tampak jelas siapa dirinya. Pertanyaannya, apakah dia telah merevisi ceramah/tulisan tersebut?



Kutip

2. Saudara AMW menanyakan apa manfaatnya menyebutkan informasi tentang orang yang berkelakar tentang penyamaan pengikutan antara NAbi Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam dengan Ustadz Muhammad Umar As Sewed

 Sebagian orang itu ada wahai @ Abu Zaid, dan tidak harus semua itu diberi tahu. Seperti ada yang memakai nama Abu Abdillah Ibrahim, Abu Zaid, Abu Mujahid, dst. Mereka berlindung di balik nama itu karena tidak mau menampakkan dirinya. Sama juga soal "sebagian orang", "menurut informasi", "kabarnya", dst. semua itu tak perlu dikasih tahukan. Ya, apa manfaatnya diberitahukan semua?

Manfaatnya adalah kita bisa mengetahui sejauh mana keakuratan sumber penukilan yang AMW lakukan, apalagi sepertinya AMW menggunakan nukilan semacam ini untuk "menjatuhkan" nama seseorang (dalam hal ini Ustadz Muhammad As Sewed).



Ya, baguslah Antum masih mengerti tentang "menjatuhkan nama" seseorang. Terus-teruslah bersikap inshaf (adil), insya Allah hal itu akan menuntunmu menuju kebenaran. Allahumma amin.

Sebenarnya yang ingin diambil itu fenomena fanatiknya, bukan khusus ke As Sewed. Hanya kebetulan namanya Muhammad, maka ada yang kreatif mengaitkan nama Rasulullah (Saw) dengan nama dia. Ini hanya humor saja, tidak harus dipahami secara khusus.

Adapun fanatisme itu sudah bukan rahasia lagi. Mereka hanya mau "menembak" orang lain, dan tak mau mendengar hujjah dari selain mereka. Waktu Abu Google Cs. (pemilik Fakta) menyebarkan informasi pribadi kami, saya meminta mereka berbuat adil dengan mengetengahkan ayat Al Qur'an (Al Maa'idah ayat 8). Tetapi tetap saja, "makhluk" sejenis itu produktif dengan kesesatan mereka.

 
Kutip

PAdahal bagi seorang yang inshaf (adil), tentunya nukilan yang semacam ini tidaklah pantas untuk disebutkan sebagai "dalih" di dalam mengkritik seseorang. Karena substansi dari kelakar semacam itu adalah kalimat kufur. BAgaimana seorang muslim bisa mengatakan (baca: menuduh) bahwa "salafy ekstrem" (minjem istilah AMW) menyamakan ucapan Nabi Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam dengan ucapan seorang manusia yang ucapannya bukan wahyu dari Allah???



Biasanya munculnya "kelakar" itu karena ada alasannya. Seperti ungkapan, "Tidak ada asap, bila tidak ada api." Biasanya, ketika kejahilan seseorang atau sekelompok orang sudah sedemikian rupa, baru muncul joke2 sebagai hiburan untuk memperteguh sikap kita terhadap kaum seperti itu.

Anda tidak percaya? Abdul Ghafur Al Malanji itu daklam tulisan-tulisannya ketika melecehkan orang lain, dia juga membuat kelakar-kelakar seperti itu. Teman-teman Antum itu sangat piawai dalam melecehkan orang lain. Ba'abduh sendiri -maaf- juga melecehkan Imam Samudra.

Secara Syar'i, Nabi (Saw) pernah tertawa geli ketika dalam Perang Badar melihat Saad bin Abi Waqash (Ra) memanah seseorang sampai terpental kepalanya.

Ini bukan dalih @ Aba Zaid, ini hanya penguat saja (ta'yid). Ya kita tidak usah berdalil dengan cara seperti itu. Itu hanya kembangan saja, bukan esensi. Esensinya ya sikap fanatik kalian yang membabi-buta itu.

 
Kutip

Perhatikanlah wahai pembaca myQuran.......dari sisi yang telah saya sebutkan di atas, yang nampak bagi saya-Wallaahu A'lam, Saudara AMW ini sudah dikuasai amarahnya di dalam melakukan kritikan, sehingga gurauan/kelakar/canda tawa "sebagian orang" yang walaupun isinya kalimat kufur pun dipakai sebagai "dalih" untuk menjatuhkan "salafy ekstrem" (minjem istilah AMW), dalam hal ini dikhususkan untuk Ustadz Muhammad AS Sewed.
Bahkan ironisnya AMW pun ikut tertawa dan membenarkan kelakar "sebagian orang" tersebut, seperti dalam ucapannya:

Sampai ada sebagian orang yang berkelakar, "Mereka mengikuti nabi. Nabi mereka Muhammad. Maksudnya, Muhammad As Sewed." Saya tertawa mendengar kelakar itu, tapi benar, sikap fanatik mereka luar biasa. Mereka menganggap ustadz-ustadz atau masyaikhnya seperti Nabi yang keluar dari lisannya seperti wahyu yang harus diterima tanpa reserve. Na'udzubillah min dzalik.



Wah, yo opo iki, kok ora mudeng-mudeng yo...

Kalian itu sudah sangat sangat amat sangat fanatik kelompok. Nasehat Al Qur'an dan Sunnah, nasehat ulama-ulama Ahlus Sunnah seperti Bin Baz, Al utsaimin, Al Albani, Al Jibrin, Abdullah bin Qu'ud, Fauzan Al Fauzan, Ghudaiyan, dan lainnya kalian acuhkan begitu saja. Dalam DSDB 1 dan DSDB 2, kan disebutkan banyak nasehat ulama disana. Tapi apakah kalian berubah dari sikap fanatik kalian? Mungkin, bi idznillah, sebagian berubah, namun sebagian lain tetap keras kepala.

Lalu yang keras kepala itu sebenarnya ikut siapa? Ikut kebenaran? Tamassuk bil jama'ah? ...ya mereka ikut ustadz-ustadznya atau syaikh-syaikhnya.

Padahal dulu Ibnu Abbas (Ra) pernah mencela sebagian orang yang ketika dinasehati, mereka membangkang dengan mengatakan, "Kata Abu Bakar begini-begini", "Kata Umar begini begini". Beliau murka dengan mencela sikap seperti itu, bahwa yang wajib diikuti adalah Allah dan Rasul-Nya, bukan Abu Bakar (Ra) atau Umar (Ra). Maksudnya, kalau pendapat Shahabat berbeda dengan Al Qur'an dan Sunnah, yang didahulukan Al Qur'an dan Sunnah.


Saya tidak mengatakan mereka telah kafir, tetapi mohon berhati-hati, sebab dalam Al Qur'an disebutkan sebagian manusia yang mengibadahi rahib-rahibnya. 


Wallahu a'lam bisshawaab.   
LANGIT BIRU Inspirations ====> http://abisyakir.wordpress.com.

AT THARIQAH: Mengikuti pendapat yang paling benar (rajih) menurut Al Qur'an dan As Sunnah, tidak peduli dari arah manapun datangnya.

Offline AMW

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 137
  • Lokasi: Bandung
  • Sifat Rahmah & Karakter Integritas
    • Lihat Profil
    • LANGIT BIRU Inspirations
« Jawab #24 pada: 03 Mei 2008, 11:38:41 »


Sepertinya AMW sebaiknya tidak melanjutkan tulisannya, karena terlihat oleh saya tulisan dia di landasi kemarahan, sehingga menampakan kontradiksi. Satu sisi dia melarang menyesatkan kelompok lain, tapi dia mengkhawarijkan lawan bicaranya.



Hai "orang"...kamu jangan memutar-balikkan fakta dong.

Maaf, siapa yang memulai pertikaian ini? Siapa yang menyebarkan data-data pribadi kami di internet? Siapa yang memfitnah saya telah menjalin kerjasama dengan gereja?

Sebenarnya, saya sudah lama menyadari bahwa kalian itu lebih mewakili gambaran Khawarij daripada Imam Samudra Cs. Saya sudah lama mengetahui hal ini, baru sekarang saja saya tampakkan secara terbuka.

Hai "orang", dimana sih akalmu?

Bukanlah kalian tuh yang sangat terkenal dengan kerjaan memusuhi Ummat Islam di luar kalian. Sekarang giliran saya membalas, bi ma'isyatillah, kalian tiba-tiba menuduh saya menyesat-nyesatkan.

Kamu baca tidak hujjah saya untuk menyesatkan kalian? Berbeda dengan cara kalian kan? Kalian menyesatkan manusia seenak perutnya, tanpa alasan yang benar.


Kutip
Di satu sisi dia mengatakan dakwah harus mauidhoh hasanah, tapi banyak ucapan kasar terbaca dari tulisannya.



Oh, ucapan kasar ya... Oh, kalian mengerti rupanya beda kalimat kasar dan kalimat lembut. Alhamdulillah, berarti saya masih berhadapan dengan manusia.

Soal ucapan kasar ini, tanya deh sama penulis Mereka Adalah Teroris Cs. Tanya mereka, kalau perlu baca di situsnya. Mereka sampai menulis, "Mengapa kami berkata kasar". Kurang lebih begitu.


Masak saya harus berkata lembut kepada Abu Google Jahalah Cs. Apa tidak salah tuh? Antum saja deh, kalau nama isteri, anak-anak, tempat kerjaan, alamat rumah, dst. dibeberkan di depan umum, lalu difitnah "Lintas Manhaj Lintas Agama", Antum mau tidak?



Kutip

Nasehat saya, tenangkan diri anda baru setelah itu anda menulis. (dan semoga anda benar-benar waskito, bukan orang gelap yang memancing di air keruh dalam perselisihan yang sedang terjadi, dengan mengaku sebagai waskito dan mengeluarkan kata-kata yang kasar yang memperuncing permusuhan)


Astaghfirullah al 'Azhim. Orang-orang ini aneh bin ajaib. Kelakuannya di MyQuran saja sudah kelihatan. Buku-bukunya juga berbicara begitu. Baca tuh arsip SMS-SMS di bukunya Ustadz Abduh terakhir (BAUS). Kalian tuh yang memancing berbagai konflik dengan tuduhan ahli bid'ah, tahdzir, hajr, dst. Itu sudah maklum, laa khilaf hunaka.


LANGIT BIRU Inspirations ====> http://abisyakir.wordpress.com.

AT THARIQAH: Mengikuti pendapat yang paling benar (rajih) menurut Al Qur'an dan As Sunnah, tidak peduli dari arah manapun datangnya.

Offline bapake_sofi

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 196
  • kamu masih berani berbohong ?
    • Lihat Profil
« Jawab #25 pada: 05 Mei 2008, 08:56:36 »

'Ala kulli haal, saya memohon maaf jika ada banyak kata-kata tidak berkenan di hati Antum. Saya melihat kepada siapa berhadapan. Jika menghadapi "makhluk" seperti Abu Google dan sejenisnya, tidak ada kata maaf buat mereka. Mereka telah meracuni pikiran Ummat Islam dan manusia dengan fitnah-fitnah keji atas nama "untuk kalangan sendiri". Enak betul bisa seperti itu.   

jika anda berkata begini, maka abu google uga bisa berkata

'Ala kulli haal, saya memohon maaf jika ada banyak kata-kata tidak berkenan di hati Antum. Saya melihat kepada siapa berhadapan. Jika menghadapi "makhluk" seperti AMW dan sejenisnya, tidak ada kata maaf buat mereka. Mereka telah meracuni pikiran Ummat Islam dan manusia dengan fitnah-fitnah keji. Enak betul bisa seperti itu.   

lalu darimana kami bisa membedakan, siapa yang salah dan siapa yang benar ? tentu juika keadaannya seperti ini, teman akan membela teman, karena alasannya sama. bahkan mereka bisa lebih baik, karena mereka menggunakan alasan agama (walau kamu tidak setuju) namun kamu menggunakan alasan pribadi.



Hai "orang"...kamu jangan memutar-balikkan fakta dong.

Maaf, siapa yang memulai pertikaian ini? Siapa yang menyebarkan data-data pribadi kami di internet? Siapa yang memfitnah saya telah menjalin kerjasama dengan gereja?

Sebenarnya, saya sudah lama menyadari bahwa kalian itu lebih mewakili gambaran Khawarij daripada Imam Samudra Cs. Saya sudah lama mengetahui hal ini, baru sekarang saja saya tampakkan secara terbuka.

Hai "orang", dimana sih akalmu?

Bukanlah kalian tuh yang sangat terkenal dengan kerjaan memusuhi Ummat Islam di luar kalian. Sekarang giliran saya membalas, bi ma'isyatillah, kalian tiba-tiba menuduh saya menyesat-nyesatkan.

Kamu baca tidak hujjah saya untuk menyesatkan kalian? Berbeda dengan cara kalian kan? Kalian menyesatkan manusia seenak perutnya, tanpa alasan yang benar.

 


Oh, ucapan kasar ya... Oh, kalian mengerti rupanya beda kalimat kasar dan kalimat lembut. Alhamdulillah, berarti saya masih berhadapan dengan manusia.

Soal ucapan kasar ini, tanya deh sama penulis Mereka Adalah Teroris Cs. Tanya mereka, kalau perlu baca di situsnya. Mereka sampai menulis, "Mengapa kami berkata kasar". Kurang lebih begitu.


Masak saya harus berkata lembut kepada Abu Google Jahalah Cs. Apa tidak salah tuh? Antum saja deh, kalau nama isteri, anak-anak, tempat kerjaan, alamat rumah, dst. dibeberkan di depan umum, lalu difitnah "Lintas Manhaj Lintas Agama", Antum mau tidak?




Astaghfirullah al 'Azhim. Orang-orang ini aneh bin ajaib. Kelakuannya di MyQuran saja sudah kelihatan. Buku-bukunya juga berbicara begitu. Baca tuh arsip SMS-SMS di bukunya Ustadz Abduh terakhir (BAUS). Kalian tuh yang memancing berbagai konflik dengan tuduhan ahli bid'ah, tahdzir, hajr, dst. Itu sudah maklum, laa khilaf hunaka.



lihatlah kemarahan mu di sini, kalau kamu mau mengecek, maka kamu akan melihat, kami lebih sering diserang dari dirimu. karena itu, redakanlah dulu kemarahanmu, baru kamu menulis.
apakah engkau tidak merasa cukup dengan sunnahnya sehingga harus melakukan bid'ah ?

Offline abu zaid

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 131
    • Lihat Profil
« Jawab #26 pada: 05 Mei 2008, 10:14:21 »
Bismillaahir Rahmaanir Rahiimi,

Alhamdulillaah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam, keluarganya dan para shabatnya serta orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman, amma ba'du

Melanjutkan kembali beberapa catatan dari jawaban Saudara AMW. Setelah kemarin saya ketengahkan dua catatan dan sudah direspons oleh Saudara AMW, maka berikutnya adalah:

3. Saudara AMW dalam beberapa jawabannya sering menggunakan kata "mereka" dan kata "sederhana saja". Sebenarnya boleh-boleh saja menggunakan kata seperti itu. Namun kata-kata tersebut menjadi bias ketika Saudara AMW mengatakan

Buktinya sederhana saja, mereka sangat tunduk dengan "kata ustadz", sekalipun nasehat-nasehat sudah disampaikan sedemikian rupa. Tahu tidak, sebenarnya dalam DSDB 1 sudah ada nasehat-nasehat bagi kaum ghuluw dari ulama-ulama Ahlus Sunnah, tapi nasehat macam begitu tak berguna bagi mereka. Di STSK Ust. Abduh juga ada nasehat-nasehat yang bisa diambil, tapi Ba'abduh Cs. malah bikin buku baru yang semakin menyingkap kesesatan mereka, MDMTK

Mereka siapa? Kalau boleh disebutkan, siapa orangnya? Di mana saya bisa mendapatkan informasi mengenai mereka itu?

Walhamdulillaah, Asaatidzah salafiyyin senantiasa mengajarkan kepada kaum Muslimin untuk hanya tunduk kepada Kitaabullah dan Sunnah RAsulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam yang shahiihah sesuai dengan pemahaman salafus shaalih..

JAdi sangat kontradiktif jika Saudara AMW mengatakan "mereka" sangat tunduk dengan "kata ustadz".  MAka saya juga ingin mengatkan kepada AMW:

Sederhana saja, tolong sebutkan satu bukti yang menyatakan bahwa Asaatidzah salafiyyin mengajarkan kepada kaum Muslimin dalam hal ini (menurut istilah AMW) khususnya salafy ekstrem untuk tunduk kepada perkataan ustadz-nya...Baarakallaahufiikum...

Walhamdulillaah, mengenai nasihat para 'ulama Ahlus Sunnah kepada kaum ghuluw, maka itu adalah nasihat yang sangat berharga bagi seluruh kaum Muslimin. Dan Insya Allahu Ta'ala, salafiyyin akan mengikuti nasihat tersebut.

Siapa yang bilang nasihat para 'ulama Ahlus Sunnah tersebut tidak berguna? Aku (Abu Zaid) baru mendengarnya dari ucapan AMW ini.....Wallaahul Musta'an...

4. Saudara AMW menggunakan dugaan di dalam melakukan kritikan, seperti dalam ucapannya:

Antum dinasehati dengan wahyu yaitu Al Qur'an dan hadits shahih seperti tidak mempan. Kenapa itu? Karena ikut "pendapat ustadz". Antum sadar tidak bahwa telah menempatkan "ucapan ustadz" lebih tinggi dari Al Qur'an dan Sunnah. Apa ada buktinya? Ya Ilahi, sangat banyak yang begini. Hujjah Al Qur'an dan Sunnah kalau dari luar kelompok mereka, seketika akan dihempaskan. Fahimtum, Aba Zaid?


Dikarenakan Saudara AMW, menggunakan lafadz "antum" dalam kalimat di atas, maka berarti ini telah menunjuk kepada diri saya (Abu Zaid).

Maka saya jawab:
Jazaakumullaahu khairan atas kritikannya. Namun walhamdulillaah dengan keutamaan dan rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, saya berusaha sesuai dengan kemampuan saya untuk menjadikan hujjah dari Kitaabullah dan Sunnah Rasulullaah Shallallaahu 'alaihi wa sallam di atas ucapan semua manusia.

Dan justru nasihat yang seperti ini saya dapatkan dari buku-buku para 'ulama Ahlus Sunnah  yang disampaikan melalui ceramah asaatidzah salafiyyin.

Mengenai ucapan Anda (AMW), yang mengatakan bahwa saya secara tidak sadar telah menempatkan ucapan ustadz di atas Al Quran dan As Sunnah, maka saya berlindung kepada Allah Tabaraka wa TA'ala dari sifat yang sangat berbahaya tersebut....dan Saya memohon kepada Allah Jalla wa 'Alaa agar senantiasa membimbing langkah kami untuk istiqomah di dalam berpegang teguh dengan Kitaabullah dan Sunnah RAsulullaah Shallallaahu 'alaihi wa sallam...

Adapun setiap manusia, dalam hal ini setiap firqah pun mereka mengeluarkan hujjah dari Al Quran dan Sunnah yang sesuai dengan manhaj firqah tersebut. Khawarij, Mu'tazilah bahkan Syi'ah Rafidhah sekalipun mereka mengeluarkan dalil dari Kitaabullah dan Sunnah. Apakah lantas jika kita tidak mengikuti mereka, kita "dituduh" menghempaskan Al Qur'an dan As Sunnah??? tentu saja tidak. Baarakallaahufiikum...

Dan saya ingin mengatakan kepada Anda (AMW), hendaknya kita semua kaum Muslimin juga menyadari, bahwa di dalam melihat dalil dari AL Quran dan As Sunnah kita memerlukan bimbingan para 'ulama salafus shaalih.....bukan di atas hawa nafsu dan perasaan kita







Insya Allah bersambung

Offline AMW

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 137
  • Lokasi: Bandung
  • Sifat Rahmah & Karakter Integritas
    • Lihat Profil
    • LANGIT BIRU Inspirations
« Jawab #27 pada: 05 Mei 2008, 12:05:24 »
Alhamdulillah, saya merasa Antum memiliki niat baik. Ini harus dihargai. Insya Allah, saya akan mencoba menghargai sekuat kemampuan. Afwan atas kata-kata yang kasar dan buruk sebelum-sebelumnya. Maklum, ana manusia juga, ana bisa emosi ketika sebagian orang melakukan kezhaliman sesuka hatinya. Saya yakin, jika Antum di posisi ana, Antum akan memahaminya.

Ala kulli haal, tawakkaltu 'alallah, Rabbi wa Rabbukumul A'la. 



Bismillaahir Rahmaanir Rahiimi,

Alhamdulillaah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam, keluarganya dan para shabatnya serta orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman, amma ba'du.



Alhamdulillah bi husnil iftitah.


Kutip

Melanjutkan kembali beberapa catatan dari jawaban Saudara AMW. Setelah kemarin saya ketengahkan dua catatan dan sudah direspons oleh Saudara AMW, maka berikutnya adalah:

3. Saudara AMW dalam beberapa jawabannya sering menggunakan kata "mereka" dan kata "sederhana saja". Sebenarnya boleh-boleh saja menggunakan kata seperti itu. Namun kata-kata tersebut menjadi bias ketika Saudara AMW mengatakan

Buktinya sederhana saja, mereka sangat tunduk dengan "kata ustadz", sekalipun nasehat-nasehat sudah disampaikan sedemikian rupa. Tahu tidak, sebenarnya dalam DSDB 1 sudah ada nasehat-nasehat bagi kaum ghuluw dari ulama-ulama Ahlus Sunnah, tapi nasehat macam begitu tak berguna bagi mereka. Di STSK Ust. Abduh juga ada nasehat-nasehat yang bisa diambil, tapi Ba'abduh Cs. malah bikin buku baru yang semakin menyingkap kesesatan mereka, MDMTK

Mereka siapa? Kalau boleh disebutkan, siapa orangnya? Di mana saya bisa mendapatkan informasi mengenai mereka itu?
[/b][/color] 


Mereka itu banyak, yang jelas mewakili orang-orang ghuluw yang saya sebut mereka KBS (Khawarij Berbaju Salafi).

Sifat inti mereka: Menjelek-jelekkan Ummat Islam, memudah-mudahkan menuduh ahli bid'ah, menerapkan tahdzir dan hajr tanpa merinci lebih jauh, menghalalkan penghinaan, pelecehan, membongkar aib-aib sesama Muslim, tidak berdakwah secara bijak, dst dst. 

Contoh kongkrit siapa? Sebenarnya itu sudah saya sampaikan dalam jawaban kemarin-kemarin. Misal Luqman Ba'abduh dan para pengikutnya, orang-orang yang berlisan tajam ketika keluar buku DSDB 1 & 2, serta STSK. Hal itu dinyatakan dalam internet, sms, telepon teror, dan lainnya. Saya sendiri dua kali difitnah oleh pemilik blog Fakta. Terakhir adalah peristiwa minggu lalu.

Secara umum, mantan-mantan Laskar Jihad yang dalam dakwahnya kemudian menetapkan sekitar  80 Ustadz yang direkomendasikan,  yang masih gemar memusuhi harakah-harakah dakwah Islam, menuduh Surury, Quthby, dst. menetapkan bara' kepada para pemuda Islam di luar kelompoknya karena dianggap "ahlul bid'ah", orang-orang itulah yang saya sebut MEREKA. 


Kutip

Walhamdulillaah, Asaatidzah salafiyyin senantiasa mengajarkan kepada kaum Muslimin untuk hanya tunduk kepada Kitaabullah dan Sunnah RAsulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam yang shahiihah sesuai dengan pemahaman salafus shaalih..

JAdi sangat kontradiktif jika Saudara AMW mengatakan "mereka" sangat tunduk dengan "kata ustadz".  MAka saya juga ingin mengatkan kepada AMW:

Sederhana saja, tolong sebutkan satu bukti yang menyatakan bahwa Asaatidzah salafiyyin mengajarkan kepada kaum Muslimin dalam hal ini (menurut istilah AMW) khususnya salafy ekstrem untuk tunduk kepada perkataan ustadz-nya...Baarakallaahufiikum...



Saya tidak percaya itu... Mungkin itu hanya anggapan Antum saja. Apa buktinya?

Kalau antum lihat blog Fakta atau "Tuk Pencari Al Haq", data-data orang yang mereka sesatkan masih terus bertambah. Disesatkan jika secara ilmiah dan bertanggung-jawab masih lumayan, ini "lempar batu sembunyi tangan".

Luqman Ba'abduh sendiri tetap menulis MDMTK, padahal sudah mendapat nasehat berharga ketika menulis MAT. Sambutan bagi buku Luqman tetap meriah. Bukan hanya sambutan, tapi sambil mencaci dan menteror orang lain. Mau tahu buktinya? Baca buku Ust. Abduh yang baru, Belajar dari Akhlak Ustadz Salafi. Disitu di bagian akhir, ada SMS2 mengerikan dari kelompok "mereka" itu.

Antum sendiri bisa melihat buktinya di forum ini. Apa tidak tampak bagaimana sikap [Fulan], DPR, PK, refleksi, dst. Ini bukti-bukti juga.

Bukti lain, sebelum Al Qaradhawi datang ke Indonesia sekitar tahun lalu, ada iklan dari kalangan "mereka" itu di harian Kompas. Katanya, akan terbit segera buku "Membongkar Kedok Qaradhawi". Pertanyaan, kalau gentle kenapa tidak debat saja dengan Qaradhawi atau murid-muridnya, daripada "lempar batu sembunyi tangan"?

Termasuk sebelum HTI membuat Konferensi Khilafah di Istiqlal, majalah Syariah juga pasang iklan akan bahas "kesesatan HT". Kalau memang merasa mereka sebagai kelompok yang benar (bukan berarti saya sepakat dengan semua pendapat tokoh atau organisasi di atas) mengapa tidak berdebat terbuka, melakukan uji shahih, mana yang paling kuat hujjahnya?

Ingat, kedua peristiwa tersebut baru tahun 2007 lalu.   


Kutip

Walhamdulillaah, mengenai nasihat para 'ulama Ahlus Sunnah kepada kaum ghuluw, maka itu adalah nasihat yang sangat berharga bagi seluruh kaum Muslimin. Dan Insya Allahu Ta'ala, salafiyyin akan mengikuti nasihat tersebut.

Siapa yang bilang nasihat para 'ulama Ahlus Sunnah tersebut tidak berguna? Aku (Abu Zaid) baru mendengarnya dari ucapan AMW ini.....Wallaahul Musta'an...



Kalau mau melihat atsar sebuah nasehat, lihatlah pada pengaruh nasehat itu. Kalau hanya dalam ucapan saja, setiap orang bisa mengatakan hal itu.

Saya akui, perubahan sikap itu ada dan nyata. Walhamdulillah. Tetapi sikap keras kepala itu juga masih ada. Masih kuat bercokol. Saya rasa, bukti-bukti sudah saya tunjukkan. Tidak usah diulang lagi.



Kutip

4. Saudara AMW menggunakan dugaan di dalam melakukan kritikan, seperti dalam ucapannya:

Antum dinasehati dengan wahyu yaitu Al Qur'an dan hadits shahih seperti tidak mempan. Kenapa itu? Karena ikut "pendapat ustadz". Antum sadar tidak bahwa telah menempatkan "ucapan ustadz" lebih tinggi dari Al Qur'an dan Sunnah. Apa ada buktinya? Ya Ilahi, sangat banyak yang begini. Hujjah Al Qur'an dan Sunnah kalau dari luar kelompok mereka, seketika akan dihempaskan. Fahimtum, Aba Zaid?



@ Aba Zaid, kalau Antum mengikuti seperti dalam forum MyQuran ini, bahkan seperti dalam Forum Hidayatullah.com, pihak-pihak yang menasehati dengan Kitabullah dan Sunnah itu banyak, sungguh banyak. Tetapi semua itu tidak menjadi peringatan, jika bukan datang dari "ustadz", Syaikh Rabi', Syaikh Muqbil, Syaikh Yahya Najmi, Syaikh Ubaid Al Jabiri, dan semisal mereka.

Bukti lain, kalau mereka benar-benar Thalabul 'Ilmu (pencari ilmu), mereka akan mau mencari ilmu dari tempat-tempat lain, selain majlis taklim mereka sendiri. Sebab itu kan ada dimana-mana.

Tapi kalian kan sudah berburuk sangka, ilmu dari orang lain, ayat atau hadits dari orang lain, meskipun benar lafadznya, tetapi selalu dianggap salah pemahamannya. Sampai di kalangan kalian itu kan berbagi informasi, "Ini nih ustadz yang kita rekomendasikan. Ustadz Fulan di kota anu dan anu. Jangan ambil dari lainnya. Hati-hati kepada ustadz Ikhwani, Sururi, Quthbi, dst."

Padahal yang membaca Ibnu Katsir, Shahih Bukhari, Bulughul Maram, Kitabut Tauhiid, dst. kan bukan hanya kelompok Antum. Pertanyaannya, maukah Antum belajar di luar majlis Antum? 


Kutip
Dikarenakan Saudara AMW, menggunakan lafadz "antum" dalam kalimat di atas, maka berarti ini telah menunjuk kepada diri saya (Abu Zaid).

Maka saya jawab:
Jazaakumullaahu khairan atas kritikannya. Namun walhamdulillaah dengan keutamaan dan rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, saya berusaha sesuai dengan kemampuan saya untuk menjadikan hujjah dari Kitaabullah dan Sunnah Rasulullaah Shallallaahu 'alaihi wa sallam di atas ucapan semua manusia.

Dan justru nasihat yang seperti ini saya dapatkan dari buku-buku para 'ulama Ahlus Sunnah  yang disampaikan melalui ceramah asaatidzah salafiyyin.



Ya, seperti itulah yang seharusnya. Pertanyaannya, apakah nasehat ikut Kitabullah dan Sunnah hanya ada di kelompok Antum? Kemudian, bagaimana jika ada nasehat serupa dari kalangan di luar Antum? Kira-kira akan diterima tidak? Bagaimana jika ada nasehat serupa dari kalangan yang Antum sebut Sururi? Antum mau menerima nasehatnya?

Terus, siapa yang Antum sebut sebagai asatidzah salafiyin? Mohon Antum jawab dulu masalah ini dengan tegas dan jelas, tidak diplomatis dan mendayu-dayu. Kalau Antum tidak menjawabnya, saya enggan melanjutkan dialog ini.

 
Kutip

Mengenai ucapan Anda (AMW), yang mengatakan bahwa saya secara tidak sadar telah menempatkan ucapan ustadz di atas Al Quran dan As Sunnah, maka saya berlindung kepada Allah Tabaraka wa TA'ala dari sifat yang sangat berbahaya tersebut....dan Saya memohon kepada Allah Jalla wa 'Alaa agar senantiasa membimbing langkah kami untuk istiqomah di dalam berpegang teguh dengan Kitaabullah dan Sunnah RAsulullaah Shallallaahu 'alaihi wa sallam...


Amin Allahumma amin ya Mujibas sa'ilin. Mohon maaf jika terlontar ucapan yang salah atau zhalim. Astaghfirullah min kulli dzanbiy. Innahu Ghafurur Rahiim.


Kutip

Adapun setiap manusia, dalam hal ini setiap firqah pun mereka mengeluarkan hujjah dari Al Quran dan Sunnah yang sesuai dengan manhaj firqah tersebut. Khawarij, Mu'tazilah bahkan Syi'ah Rafidhah sekalipun mereka mengeluarkan dalil dari Kitaabullah dan Sunnah. Apakah lantas jika kita tidak mengikuti mereka, kita "dituduh" menghempaskan Al Qur'an dan As Sunnah??? tentu saja tidak. Baarakallaahufiikum...



Ya, kita harus menjauhi Khawarij, Murji'ah, Mu'tazilah, Rafidhah, dan kelompok-kelompok sesat semisal itu. Inilah komitmen kita di atas Ahlus Sunnah.

Tapi masalahnya, apa Ikhwanul Muslimin, Yayasan As Sofwah, Wahdah Islamiyyah, Ihyaut Turats, Al Muntada Al Islamy, Ansharus Sunnah, Dewan Dakwah Islamiyyah, Rabithah Alam Islami, dan seterusnya, apakah mereka terindikasi sebagai kelompok yang sesat seperti Mu'tazilah, Murji'ah, Khawarij, Syi'ah, Ahmadiyyah, dan sejenisnya?

Mohon Antum benar-benar jawab pertanyaan itu! Coba datangkan bukti-bukti bahwa mereka "sesat" seperti penilaian kelompok Antum!
 

Kutip

Dan saya ingin mengatakan kepada Anda (AMW), hendaknya kita semua kaum Muslimin juga menyadari, bahwa di dalam melihat dalil dari AL Quran dan As Sunnah kita memerlukan bimbingan para 'ulama salafus shaalih.....bukan di atas hawa nafsu dan perasaan kita



Ya Akhi, kita berusaha ke arah itu, dengan sekuat kesanggupan. Tetapi mohon Antum jangan membatasi istilah "ulama" itu hanya buat Syaikh Rabi', Syaikh Muqbil, Syaikh Ubaid, Syaikh Najmi, Syaikh Aman Jami, dst. Banyak lho ulama-ulama di kalangan Muslimin.

Contoh, Syaikh Sayyid Sabiq, Syaikh Ahmad Syakir, Syaikh Al Mubarakfury, Syaikh Shidiq Hassan Khan, Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh, bahkan Syaikh Safar Al Hawali, Syaikh Aidh Al Qarni, dll. mereka itu juga ulama-ulamanya Ummat Islam.


Ya, kalau saya selalu memakai perasaan, Antum akan mendapati disana kalimat seperti ini "menurut perasaanku" akan saya ulang-ulang. Justru saya bertanya balik, apa buktinya saya menggunakan ukuran perasaan sebagai dalil?

Maaf ya, dulu saya dituduh macam2 karena "majhul" tidak dikenal. Sekarang ada lagi istilah lain, "memakai perasaan". Nanti kalau dijawab, saya yakin akan ada lagi lainnya.



Wallahu a'lam bisshawaab.


Barakallah fikum barakatan katsirah wa wasi'ah ala kulli jiddiyatikum lil haqqi, wa as'alullah min fadhlihil karim liy, wa laka, wa lana jami'an. Allahumma amin. 
 
LANGIT BIRU Inspirations ====> http://abisyakir.wordpress.com.

AT THARIQAH: Mengikuti pendapat yang paling benar (rajih) menurut Al Qur'an dan As Sunnah, tidak peduli dari arah manapun datangnya.

Offline OCU NOANGKO

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 410
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #28 pada: 05 Mei 2008, 12:26:43 »
Saya kira dendam-dendam pribadi jangan di buat di blog ini, karena blog ini terbuka untuk umum, jika anda tidak suka pada seseorang di MyQ ini lapor ke moderator dan buat debat pribadi

Offline Abdul Ghafur

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 728
    • Lihat Profil
« Jawab #29 pada: 05 Mei 2008, 13:44:43 »
Saya kira dendam-dendam pribadi jangan di buat di blog ini, karena blog ini terbuka untuk umum, jika anda tidak suka pada seseorang di MyQ ini lapor ke moderator dan buat debat pribadi

kalo borokmu diumbar diforum ini
trus keluargamu juga diungkit2 diforum ini
trus alamatmu juga digeber diforum ini
apa masih mau pm2-an?

ini qishos mas!
dengkul bales dengkul
jidat bales jidat
harus seimbang balesannya
ya kira2 gitulah...  ???  :-\