Alhamdulillah, washolatu wassalaamu'ala Rasulillah.
Terlihat bahwa AMW (semoga Allah membimbingnya) muter-muter menjawabnya.
Sebetulnya saya juga pernah dialog dengan AMW, lihat di
http://myquran.org/forum/index.php/topic,41146.msg1230028.html#msg1230028Sayang sekali, setiap kali menyinggung ulama-ulama sunnah yang mengajak kepada pemahaman salafusshalih, seolah kesetrum muncullah emosinya. Perhatikan perkataannya ketika dialog dengan saya:
"Saya itu yakin bahwa pemahaman para pengikut Syaikh Rabi' bin Hadi dan Syaikh Muqbil bin Hadi itu sesat dan menyesatkan, akbarul hizbiyyah, ahlul bid'ah, mufasidul ummah. Mereka tidak menolong Islam, tetapi memerangi Islam dari dalam. Na'udzubillah."
"Saya benar-benar tidak suka dengan Syaikh Rabi' dan Syaikh Muqbil. Kedua orang ini bertanggung-jawab dengan menyebarnya paham kekerasan di kalangan para pemuda Islam. Amal-amal dia selama hidup sungguh tidak sepadan dengan fitnah besar yang merebak di dada pemuda-pemuda Islam sedunia.
Mereka mengajarkan fanatisme luar biasa terhadap dirinya dan orang-orang yang mereka ridhai... ."
Bahkan AMW yang 'bijak' ini diingatkan oleh rekan lain:
"ust AMW
istighfar pak...istighfar....
janganlah kita membalas hinaan orang lain dengan hinaan pula...
saya memahami kesedihan dan kekecewaan antum..."
Berbagai ungkapan buruk seperti fanatik dengan ustadznya, tidak mau menerima nasehat, gampang memvonis sesat dll sepertinya lebih layak disandang oleh AMW, semoga Allah membimbingnya. Perhatikan juga AMW yang mensejajarkan JIL dengan Salafi dalam barisan musuh-musuhnya.
KILAS BALIK
Mengapa AMW bersikap seperti itu? Ini juga perlu kita perhatikan.
Ketika AMW masih majhul, belum dikenal siapa dia, AMW memunculkan berbagai tulisan kritik terhadap salafi dengan berbagai nama samaran. Dengan teknik googling akhirnya diketahui siapa dia, dimana alamatnya, siapa keluarganya dst dan dibeberkan di forum umum. Dari googling itu pula 'ikut serta' hasil pencarian yang lain yang berhubungan dengan AMW termasuk usahanya dalam mencari 'tambahan nafkah untuk keluarga'. AMW makin merasa risih, apalagi ketika amal ibadahnya juga diperhatikan. Menggulung kain (melipat lengan baju) yang menurutnya nggak apa-apa, dikritik oleh tetangganya yang salafi. (Tentang hukum melipat kain lihat dalam buku "Akhto'ul Musholin" karya SYaikh Manshur Hasan Salman).
Dengan kejadian-kejadian itu wajar jika AMW emosi.
Yang seharusnya dilakukan oleh AMW bukanlah dengan menulis tentang salafi. Hal ini mengingat setiap kali muncul tulisan tentang salafi, dialog tentang salafi, emosinya yang meluap senantiasa muncul. Saya yang dianggap 'lembut' (he-he..) ketika dialog dengan AMW, tetap disikapi dengan kasar. Ujung-ujungnya penyesatan secara membabi buta kepada salafi.
Yang seharusnya dilakukan oleh AMW, yang saya usulkan, berdialoglah dengan ustadz salafi. Insya Allah rekan-rekan (atau saya) bisa memfasilitasi, menghubungkan dengan ustadz yang ramah dan ilmiah. Anda bisa menyampaikan sekian kritik tentang salafi dan sampaikan dengan hujjah. Dialoglah tentang manhaj (metode) memahami Islam ini. Satu hal penting, nggak usah bawa-bawa rujukan Syaikh Rabi' dan Syaikh Muqbil (karena emosi bisa bangkit). Merujuklah kepada sumber-sumber yang lebih awal dari jaman para imam-imam mujtahid.
Semoga Allah Ta'ala membimbing AMW dan kita semua kepada kebenaran.