@ Abu Zaid, berikut ini jawaban saya. Karena saya jawab di internet, saya ringkas-ringkas aja ya. Antum tak usah kirim CD omongan Umar As Sewed, tak akan dipakai. Paling nanti tambah menampakkan kesesatan kalian. Saya malah pernah diberi copy data isi
www.salafy.or.id dari
Irfan Bastian. Itu masih tersimpan sampai saat ini.
Sampai ada sebagian orang yang berkelakar, "Mereka mengikuti nabi. Nabi mereka Muhammad. Maksudnya, Muhammad As Sewed." Saya tertawa mendengar kelakar itu, tapi benar, sikap fanatik mereka luar biasa. Mereka menganggap ustadz-ustadz atau masyaikhnya seperti Nabi yang keluar dari lisannya seperti wahyu yang harus diterima tanpa reserve. Na'udzubillah min dzalik.
Maka di sini saya (Abu Zaid) ingin menanyakan kepada Anda (AMW), beberapa perkara:
1. Siapa yang engkau maksud dengan "sebagian orang" yang berkelakar berkaitan dengan "penyamaan" pengikutan kepada Nabi Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam dengan Muhammad Umar As Sewed?
2. Siapa yang Anda maksudkan dengan kata "mereka" yang menjadikan ustadz-ustadz atau masyaikh seperti Nabi ? Kalau Anda (AMW) bisa mendatangkan bukti, tolong berikan bukti kepada saya (Abu Zaid). Insya Allah akan saya sampaikan kepada Ustadz Muhammad.
Jawab:
- Sebagian orang itu ada wahai @ Abu Zaid, dan tidak harus semua itu diberi tahu. Seperti ada yang memakai nama Abu Abdillah Ibrahim, Abu Zaid, Abu Mujahid, dst. Mereka berlindung di balik nama itu karena tidak mau menampakkan dirinya. Sama juga soal "sebagian orang", "menurut informasi", "kabarnya", dst. semua itu tak perlu dikasih tahukan. Ya, apa manfaatnya diberitahukan semua?
Kalau kemudian dipilih nama Muhammad As Sewed, itu hanya untuk mewakili saja, bukan dia seorang yang jadi sasaran. Banyak yang setipa As Sewed itu.
- Buktinya sederhana saja, mereka sangat tunduk dengan "kata ustadz", sekalipun nasehat-nasehat sudah disampaikan sedemikian rupa. Tahu tidak, sebenarnya dalam DSDB 1 sudah ada nasehat-nasehat bagi kaum ghuluw dari ulama-ulama Ahlus Sunnah, tapi nasehat macam begitu tak berguna bagi mereka. Di STSK Ust. Abduh juga ada nasehat-nasehat yang bisa diambil, tapi Ba'abduh Cs. malah bikin buku baru yang semakin menyingkap kesesatan mereka, MDMTK.
- Antum dinasehati dengan wahyu yaitu Al Qur'an dan hadits shahih seperti tidak mempan. Kenapa itu? Karena ikut "pendapat ustadz". Antum sadar tidak bahwa telah menempatkan "ucapan ustadz" lebih tinggi dari Al Qur'an dan Sunnah. Apa ada buktinya? Ya Ilahi, sangat banyak yang begini. Hujjah Al Qur'an dan Sunnah kalau dari luar kelompok mereka, seketika akan dihempaskan. Fahimtum, Aba Zaid?
Pertanyaan saya kepada Anda:
1. Dalam poin nomor 1. tertulis kata :
"mereka mengajarkan manhaj yang keliru/zhalim".
pertanyaannya:
Tolong diterangkan cara mengajarkan manhaj yang lurus sesuai dengan yang diajarkan Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam dan para shahabat-nya. Kalau perlu tolong disebutkan buku-buku karangan 'Ulama Mutaakhirin yang dapat dijadikan rujukan agar kita bisa mendapatkan pemahaman dan manhaj yang benar di dalam beragama?
Tolong disebutkan satu atau dua buah contoh ajaran manhaj yang keliru/zhalim dalam pengajian "mereka"? Atau mungkin yang lebih spesifik, tolong disebutkan satu dua buah contoh dari pengajiannya Ustadz MUhammad As Sewed yang menurut Anda mengajarkan manhaj yang keliru.? Jika nanti apa yang Anda sampaikan disertai dengan hujjah dari Kitabullah dan Sunnah, maka Insya Allah akan saya sampaikan kritikan tersebut kepada Ustadz Muhammad. Semoga Allah membalas kebaikanmu dengan sebab kritikan yang berfaidah....
Jawab:
- Sederhana wahai @ Abu Zaid. Antum jangan pura-pura bodoh. Baca aja An Nahl 125: "Ajaklah manusia ke jalan Rabbmu dengan hikmah, mauizhah hasanah, dan bantahlah mereka dengan perbantahan yang baik."
Bagaimana pendapat Antum tentang salafy.or.id, Fakta, Tuk Pencari Al Haq, Mereka Adalah Teroris, MDMTK, dst. Apa semua itu dakwah bil hikmah, mauizhah hasanah, wa jidal bil ihsan?
- Banyak buku-buku semisal itu. Ada kutaib Syaikh Utsaimin berjudul
Al I'tidal Fid Dakwah, ada
Al Inshaf Ahlus Sunnah, ada
Rifqan Ahlus Sunnah Syaikh Abdul Muhsin Abbad, ada juga
As Shahwah Islamiyyah karya Syaikh Utsaimin juga. Yang paling banyak, setahuku dalam bentuk fatwa-fatwa.
- Contoh ajaran yang keliru dari kaum ghuluw itu...sebenarnya contohnya sangat banyak. Tidak cukup satu dua. Saya punya bantahan terhadap buku Mereka Adalah Teroris, saya juga masih punya bantahan terhadap kelompok Khawarij modern ini. Terlalu banyak kalau disebut. Dalam DSDB 1 juga sudah disebutkan penyimpangan2 mereka. Baca saja deh, tidak usah dibahas lagi disini. Contoh 1, mereka seenak perutnya menggelari orang lain sebagai "ahli bid'ah". 2. Mereka menghalalkan penghinaan, pelecehan, membongkar aib-aib sesama Muslim.
- Contoh penyimpangan As Sewed Ad Dholal ini sederhana saja. Dia tadinya bikin surat rujuk kepada kebenaran karena penyimpangan Laskar Jihad. Surat itu kan beredar luas di internet. Tapi kemudian, sekitar tahun 2005, dia nulis tentang "Sururiyyah Masih Melanda Indonesia." Disana saya temukan bukti dia melakukan takfir. Nanti lah ini disebutkan, terlalu panjang Mr. Abu Zaid. Insya Allah bi nashrihil karim.
- Hujjah Al Qur'an dan Sunnah ya... Sudah dari dulu mereka dinasehati dengan hal itu, tapi Antum tahu sendiri, Izzah mereka terlalu tinggi untuk tunduk kepada wahyu Allah. Mereka lebih takut kepada ustadz/syaikh daripada kepada Allah Ta'ala. Na'udzubillah min dzalik.
2. Masih dalam poin nomor 1. Anda menuliskan:
"di pengajian-pengajian itu diajarkan ilmu-ilmu Syar'i yang benar, seperti tatacara wudhu, tatacara shalat, kaifiyah shalat jamaah, menghidupkan sunnah, keutamaan ilmu, keutamaan para Salaf, dst. Ini adalah bagian ilmu-ilmu yang benar dan mulia yang bisa kita ambil. Jujur saja, dalam buku Mereka Adalah Teroris (MAT), banyak ilmu2 bersifat umum yang bisa diambil pelajaran.
pertanyaannya:
Bagaimana Anda dapat mengatakan bahwa di pengajian-pengajian itu diajarkan 'ilmu syar'i yang benar?
Apakah Anda pernah mendengar atau menghadiri pengajian-pengajian tersebut?
Jika Anda pernah mendengarkan kajian-kajian tersebut, tolong disebutkan persentase atau minimalnya Anda sebutkan, mana yang menurut Anda lebih banyak diajarkan, 'ilmu syar'i yang benar dan mulia atau "manhaj keliru/zhalim" menurut Anda???Atau yang lebih spesifik, karena di sini Anda menyebutkan Ustadz Muhammad, tolong disebutkan di mana kami harus merujuk pengajian Ustadz Muhamamd yang menurut Anda mengajarkan manhaj keliru.
Jawab:
- Sekali lagi @ Abu Zaid, sebutan Muhammad As Sewed itu cuma sebagai wakil saja, tidak harus dipahami spesifik seperti itu. Namanya juga humor/kelakar. Tidak harus melulu ke dia, sejenis dia juga banyak.
- Irfan Bastian dulu aktif ikut pengajian di masjid LIPI Bandung. Dialah yang banyak menceritakan situasi pengajian di LIPI yang diasuh Abu Hamzah. Itu terjadi sebelum dia akhirnya tenggelam bersama kalian. Sebelum tenggelam, dia banyak cerita tentang pengajian yang selalu dia ikuti ba'da Zhuhur sekitar jam 13.30 siang. Teman saya ada juga mantan anggota Laskar Jihad, dia juga banyak berkata soal itu.
- Sebenarnya, dari buku-buku, majalah Asy Syariah, dari salafy.or.id, dari Fakta, Tuk Pencari Al Haq, termasuk dari forum MyQuran ini, sangat banyak, sangat berceceran jejak-jejak paham sesat kalian. Banyak, banyak sekali. Pertanyaan bisa saya balik Mr. Abu Zaid, darimana kesesatan itu muncul kalau tidak diajarkan lewat majlis-majlis taklim mereka?
- Soal persentase ya... Mungkin Antum perlu menyewa AC. Nielsen untuk mengukur...sejauhmana daripada kesesatan yang semangkin menjadi-jadi di kalangan kalian itu. Kesalahan inti mereka persis LDII, bukan dalam ilmu-ilmu syar'i yang diajarkan, tetapi dalam manhaj memahami ajaran Islam itu sendiri. Ingat lho, yang diajarkan di majlis-majlis LDII itu adalah Kutubus Sittah, termasuk Kitab Shahih Imam Bukhari dan Muslim.
3. UCapan Anda pada poin nomor 2. :
"Sekali mereka dikenal sebagai pemangku manhaj paling shahih yang paling berhak mengadili seluruh manusia, selamanya mereka tidak mau kehilangan muka."
pertanyaannya:
Siapa yang mengenal mereka sebagai pemangku manhaj paling shahih yang berhak mengadili seluruh manusia? Tolong disebutkan sumbernya. Baarakallaahufiikum....
4. Ucapan Anda:
"Mereka tidak mau tunduk kepada kebenaran, sebab hatinya sudah menyembah Izzah (harga diri)."
pertanyaannya:
Menurut Anda siapa yang Anda anggap tidak mau tunduk kepada kebenaran? ustadz-ustadz- kah? atau masyaikh-kah?
Menurut Anda, apa yang dimaksudkan dengan kebenaran tersebut? Apakah kebenaran tersebut bersumber dari perasaan dan anggapan baik manusia?
Menurut Anda, hati siapakah yang menyembah Izzah? apakah hati ustadz-ustadz-kah, atau hati masyaikh-kah?
Dari manakah Anda bisa mengetahui hati mereka menyembah Izzah? tolong berikan kami sumber yang jelas. Baarakallaahufiikum...
Jawab:
- Lho, semua itu kan terbukti oleh ucapan dan perbuatan mereka sendiri. Contoh kongkrit ya, di buku MAT Luqman Ba'abduh, dia menyesatkan NU, Muhammadiyyah, Persis, Salman Audah, Safar Al Hawali, Yayasan As Sofwah, Abdurrahman Abdul Khaliq, Ihyaut Turats, DI/TII, Ikhwanul Muslimin, Daulah Utsmaniyyah, kaum Muslimin Mesir, dst. Apa hal ini tidak menunjukkan bukti yang sangat nyata, wahai Mr. Abu Zaid?
- Dalam kalimat-kalimat tertentu kadang saya menggunakan ungkapan hiperbola, dibesar-besarkan. Dalam sastra itu diakui. Dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah mubalaghah (membesar-besarkan).
- Ya semua saja @ Abu Zaid. Siapapun, baik ustadz, Syaikh, penuntut ilmu, yang tak mau rujuk kepada kebenaran, tak mau mendengar nasehat Al Qur'an dan Sunnah, terus komitmen dengan manhaj sesat mereka, nah semua itulah orang2 yang menyia-nyiakan kebenaran. Buktinya apa? Banyak. Sebenarnya Hai'ah Kibaril Ulama Saudi sudah sangat berubah sikap kepada Salman Al Audah dan Safar Al Hawali. Tapi pernahkah kelompok Anda menerima hal itu? Paling2 yang dikeluarkan fatwa Hai'ah yang keluar 16 atau 17 tahun lalu (sekitar 1991).
- Antum, afwan ya, kalau tidak menyembah izzah diri, Antum pasti akan keluar dari golongan orang-orang itu, lalu bergabung dengan Umat Islam lain, lalu mencari sumber-sumber ilmu yang benar.
- Oh ya maaf, definisi kebenaran ya. Salah satunya: “Maka bila kalian bertikai dalam satu perkara, maka kembalikanlah perkara itu kepada Allah dan RasulNya bila kalian memang beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu baik dan akan lebih baik lagi akibatnya”. (Surat An Nisa’: 59). Jadi kebenaran itu, adalah berpegang kepada Al Qur'an dan Sunnah shahihah secara kaaffah. Seperti kata Ibnu Mas'ud ketika menerangkan makna Al Jama'ah, "Al ittifaqu bil haqqi walau kunta wahid."
- Adapun definisi "kesesatan" ya sebaliknya saja.
- Contoh riil perilaku sesat, memudah-mudahkan menuduh orang lain sesat/ahli bid'ah, tetapi tidak mau diajak debat terbuka untuk membuktikan, siapa yang sebenarnya sesat.
Kemudian dari ucapan Anda:
Dua hal itulah yang membuat mereka sangat sulit untuk keluar dari kesesatan itu. Dan mungkin ada alasan-alasan lain, misalnya "kesepahaman" untuk melawan gerakan Islam dan mengacak-acak persatuan Ummat. Na'udzubillah wa na'udzubillah.
pertanyaannya,
sebaimana pertanyaan sebelumnya mengenai apa definisi kebenaran menurut Anda, maka kini saya bertanya tentang apa definisi "kesesatan" menurut Anda? Semoga Allah memberikan taufiq kepadamu...
Sudah terjawab ya di atas.
Ucapan Anda:
Sampai disini saya simpulkan: "Salafy ekstrem sama plek dengan LDII". Sama persis, seperti saudara kembar. Dalam pengajian2 LDII mengikat hati-hati manusia dengan mengajarkan hadits-hadits dari Kutubus Sittah (kitab hadits yang 6). Mereka selalu beralasan, "Disini kami diajari hadits2 Nabi." Maka itu mereka dulu disebut "Darul Hadits". Nama Darul Hadits sama dengan nama pesantren Syaikh Muqbil di Dammaj Yaman.
pertanyaannya:
Siapa yang Anda maksudkan dengan Salafy ekstrem? apakah Ustadz-ustadz-kah? atau masyaikh-kah?
Menurut Anda Kesimpulan yang Anda buat, sudah disertai dengan bukti-bukti yang konkrit (misal dalam sebuah kutipan buku/majalah, atau sebuah rekaman ceramah, atau bukti-bukti lain seperti kontak langsung dengan ustadz-ustadz dan masyaikh)
Menurut Anda, kesimpulan yang Anda buat, sudah disertai hujjah dari Kitaabullah dan Sunnah Rasulullaah Shallallaahu 'alaihi wa sallam?
Menurut Anda, apakah kesimpulan Anda bisa dikatakan sebagai pengajaran manhaj yang lurus?
Menurut Anda apakah kesamaan nama ma'had Darul Hadits di Dammaj Yaman mempunyai korelasi dengan nama LDII yang dahulu juga pernah menggunakan nama Darul Hadits?
Jawab:
- Salafy ekstrem = orang-orang yang menunggangi nama Salafus Shalih untuk menghancurkan ajaran dan kehormatan Salafus Shalih itu sendiri.
- Mereka semuanya saja yang ghuluw dengan manhaj sesat itu, tidak cuma ustadz, bahkan syaikhnya sekalipun.
- Contohnya banyak pak @ Abu Zaid. Anta ini berputar-putar disini terus. Dalam buku DSDB 1 & 2 dibahas, buku Mereka Adalah Teroris, MDMTK, salafy.or.id, Fakta, Tuk Pencari Al Haq, majalah Asy Syariah, dst. Banyak lah, semua berbicara ke arah itu. Jadi tidak cukup satu dua kalimat nukilan, Om!
Demikian pertanyaan dari saya (Abu Zaid Abdurrahman), wa Insya Allah jika Anda tidak berkeberatan, akan saya kirimkan beberapa CD rekaman ceramah Ustadz Muhammad 'Umar As Sewed kepada Anda. Semoga bermanfaat...(tolong disebutkan alamat Anda via PM) Baarakallaahufiikum
Tidak usah, tidak usah dikirim. Percuma! Saya sudah bara' sama dia sebagaimana saya bara' sama orang-orang JIL dan yang semisalnya. Mereka
sama merusaknya terhadap Islam dan kaum Muslimin. Saya akan membela Islam sekuat kesanggupanku, termasuk seandainya untuk itu Allah Ta'ala harus memanggiku. Ya Rabbi, maafkanlah aku untuk semua kesalahanku. Semoga semua ini menjadi kaffarat atas dosa-dosaku kepada-Mu dan kepada Ummat Islam. Amin ya Karim.
Semoga Allah Ta'ala senantiasa memberikan taufiq dan hidayah kepadaku dan juga kepada Anda agar senantiasa menjadikan Kitaabullah dan Sunnah Rasululllah Shallallaahu 'alaihi wa sallam sebagai Hujjah. Dan semoga Allah Ta'ala menjauhkan kita semua dari Kesesatan.... Amiin yaa Rabbal 'Aalamiin...
Ya @ Aba Zaid, saya nasehatkan kepadamu, jika nasehat ini berguna bagimu. Tinggalkan kelompok sesat Khawarij itu. Mereka sangat berbahaya badi dunia dan akhiratmu. Sangat berbahaya bagi Umat Islam dan kehidupan manusia. Tinggalkanlah selagi engkau masih bisa meninggalkannya. Jika hatimu telah ditetapkan bersama kelompok mereka, alangkah malangnya ibumu yang telah melahirkanmu, atau ayahmu yang telah membesarkanmu dengan tetesan keringat dan kerja keras.
NB: Insya Allah, jika diperlukan, masih ada beberapa pertanyaan yang akan menyusul.
Ya, silakan sepuas hatimu bertanya. Asal jangan ngeyel ya. Satu lagi, ikuti terus MyQuran ini, saya akan terus menentang ajaran Khawarij itu, sekuat kemampuanku.
'Ala kulli haal. Wallahu a'lam bisshawaab.
Bandung, 1 Mei 2008.
AM. Waskito