Masya Allah,
Mas AMW banyak sekali mencontohkan akhlak Rasulullah, namun apa mas sudah gunakan akhlak beliau, yang mana beliau SAW tidak akan pernah terusik sedikitpun bila keberadaan pribadinya diganggu bahkan dilukai, beda kalau masalah agama, beliau mencabut pedang "Sampai kalimat Tauhid ditegakkan",
Memang cukup berat hantaman itu menimpa,
seperti sebuah rumah yang habis diterjang tornedo,
setelah luluh lantah, antum sendiri berusaha membakar puing-puing yang tersisa.
Sementara mereka, mungkin tertawa dengan kemarahan antum yang membabi buta,
"Jadilah pema'af, serulah orang untuk berbuat yang ma'ruf, berpalinglah dari orang yang jahil"
Wallahu a'lam,
Anda itu tidak fair Pak...
Anda tidak bisa bedakan antara mujadalah (adu argumentasi) dengan kezhaliman. Kalau mau adu argumentasi, ya ayo. Mari kita buka pengetahuan masing-masing.
Ini bukan adu argumentasi, tapi malah membuka-buka masalah pribadi, data-data pribadi, sampai nama isteri dan anak-anak. Antum pernah tahu tidak
satu saja ustadz Salafiyun di Indonesia yang dibuka data-datanya sedemikian privacy? Coba sebutkan satu saja. Siapa isteri As Sewed? Siapa anak-anaknya? Dimana isterinya bekerja? Dimana rumahnya dst.
Kemudian ketika pembukaan data-data pribadi itu tidak kena, mereka memfitnah seseorang yang berusaha bermuamalah. Saya kan ada keahlian menulis surat-surat, proposal, dan seperti itu. Alhamdulillah. Apa tidak boleh saya bermuamalah dengan orang lain?
Karena yang saya hadapi masyarakat umum, saya pakai bahasa umum, meskipun tetap menunjukkan komitmen religi. Alhamdulillah. Bahkan urusan ini saya kemukakan dalam e-mail yang bersifat hubungan pribadi, tidak di forum terbuka. Anda baca isi surat penawaran itu, jelas sekali itu bersifat sangat pribadi.
Tetapi oleh
syaitan-syaitan itu malah dibukakan ke publik, disiarkan ke umum, dengan label kerjasama "Lintas Agama Lintas Manhaj". Betapa degilnya akhlak dan pikiran mereka. Hanya syaitan saja yang akan melakukan perbuatan seperti itu.
Hal ini adalah
kezhaliman, bukan adu argumentasi. Maka sekalian saja saya kemukakan apa yang selama ini saya simpan. Orang-orang zhalim jangan dihadapi manis-manis, nanti tambah senang mereka.
Kalau Anda merasa "sakit gigi" membaca tulisan2 itu, silakan buka
merekaadalahteroris.com! Apa jadinya jika sebenarnya yang layak disebut Khawarij adalah mereka sendiri?
Soal "omongan" Fei Shin, ya silakan saja Antum "ngomong" sesuka hati. Jika Antum berpendirian seperti orang-orang itu, saya tidak ragu menyebut Antum sebagai Khawarij, bagian dari orang-orang yang banyak disebut oleh Rasulullah (Saw).
Trus, tunjukkan bukti-bukti bahwa Rasulullah (Saw) atau dalil Syariat yang membenarkan tentang pelecehan kehormatan seorang Muslim?
Bukankah Nabi (saw) mengatakan: "Al Muslimu alal Muslimu haramun damahu wa maalahu wa 'irdhuh." (HR. Muslim).
Apakah saya tidak boleh berdalil dengan hadits tersebut? Apakah hanya Salafiyun yang berhak memakainya?