Penulis Topik: Cantik, Ijinkan Aku Menunduk  (Dibaca 725 kali)


Offline ipin4u

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.926
  • Lokasi: Balikpapan
  • Jenis kelamin: Pria
  • We support Palestine!
    • Lihat Profil
    • my blogs at multiply
« pada: 12 Mei 2008, 09:08:57 »
Demi Allah,
Aku tak tahu apa harus kukecam hawa nafsuku,
Atas cinta
Atau mataku yang menggoda, atau hati ini
Jika kukecam hati ia berkata: Gara-gara mata yang memandang!
Dan jika kuhardik mata, ia berdalih: Ini kesalahan hati!
Mata dan hati telah dialiri darah,
maka wahai Rabbi, jadilah penolongku atas mata dan hati ini.

(Kata-kata seorang penyair yang dikutip Syaikh 'Abdul 'Aziz Al Ghazuli dalam Ghadhdhul Bashar)

Syaitan, kata Ibnu Abbas, menempati tiga lokasi dalam diri seorang laki-laki: pandangan, hati dan ingatan. Sementara kedudukan syaitah dalam diri seorang wanita menurut Faqih-nya para sahabat ini ada pada lirikan mata, hati, dan kelemahannya. Luar biasa betapa betapa semua titik lemah manusia telah diketahui syaithan.

Sungguh benar kemudian jika ustadz Rahmat 'Abdullah mengatakan bahwa titik lemah ujian datang. Demi Allah, ada banyak laki-laki jujur yang akan mengakui bahwa titik lemahnya ada pada kecantikan wajah. Sejujurnya para isteri bangsawan Mesir di masa Yusuf 'Alaihisalam yang mengiris-iris jemarinya menyaksikan ketampanan membius.
Cukuplahungkapan keterpanaan mereka mewakili perasaan lelaki, “... Haasyallaah, ini bukan manusia, ini malaikat yang mulia..” (Yusuf 31)

Di tengah kejujuran itu, biarlah kita merindu sosok-sosok yang pandangannya selalu tunduk, menyerusuk ke dalam bumi. Walau ia menyimpan kekaguman pada Maha Karya Allah, tetapi kemampuan membedakan mana yang halal dan mana yang haram baginya telah mengajarkan kalimat, “Cantik, ijinkan aku menunduk!”

Mari kita dengarkan bagaimana Ummu Salamah berkisah dengan santunnya 'Utsman bin Thalhah dalam perjalanan mereka ke Madinah. Sungguh, hanya Allah yang mengawasi mereka sepanjang 400 kilometer itu. Ya. Padahal Ummu Salamah adalah salah satu wanita tercantik di Makkah dan 'Utsman pun tergolong tampan.

Agaknya, ketundukkan pandangan 'Utsman bin Thalhah, kemudian akhlaknya dan kesuciannya inilah membuat Rasulullah mencegah Umar membunuhnya saat dia masih musyrik dan menjadi tawanan Badar. Bahkan kemudian beliau menetapkan hak pemegang kunci ka'bah padanya dan keturunannya saat penaklukan Makkah. Inilah yang beliau SAW lakukan, meski Ali sang menantu mulia mnginginkan dan meminta kedudukan itu untuk disatukan dengan hak pemberian minum jamaah haji yang ada pada keturunan Abdul Muthalib.

Ibnu ishaq meriwayatkan fragmen ini, dalam penggal kisah hijrah Ummu salamah. Dan inilah yang dituturkan Ummu salamah:

...Utsman bin thalhah bertanya padaku, “Hendak pergi kemana wahai putri Abu Umayyah?”

“Aku hendak menemui suamiku di Madinah.”
“Tidak adakah seseorang yang menyertaimu?”
“Tak seorangpun kecuali Allah da anakku ini...”
“demi Allah, tidak selayaknya engkau dibiarkan seperti ini”, Katanya. Lalu dia menuntun tali kendali unta dan membawaku berjalan dengan cepat. Demi Allah, aku tidak pernah bepergian dengan seorang laki-laki dari kalangan Arab yang lebih santun dari dirinya.

Jika tiba disuatu tempat persinggahan, dia menderumkan unta, kemudian dia menjauh dan membelakangiku agar aku turun. Apabila aku sudah turun, dia menuntun untaku dan mengikatnya di sebuah pohon. Kemudian ia menyingkir dan mencari sebuah pohon lain, berteduh di bawahnya sambil tidur terlentang. Jika sudah dekat waktunya untuk melanjutkan perjalanan, dia mendekat ke arah untaku dan menuntunnya. Sambil agak nebjauh lagi dan membelakangiku dia berkata, “Naiklah!”

Jika aku sudah naik dan duduk dengan mapan di dalam sekedup, dia mendekat lagi dan menuntun tai kekang unta. Begitulah yang senantiasa ia lakukan hingga ia mengantarku sampai ke Madinah. Setelah melihat perkampungan Bani 'Amr bin “auf di Kuba, dia berkata, “Suamimu ada di kampung itu, maka masuklah ke sana dengan barakah Allah.”
setelah itu, dia membalikkan badan dan kembali ke Makkah.

Luar biasa. Terima kasih padamu wahai Utsman, yang telah mengajarkan pada kami akhlak laki-laki sejati. Inilah spontanitas hati yang mampu membedakan mana yang halal bagi dirinya dan mana yang tidak.

Kalau kisah ini belum cukup, ada riwayat lain tentang salah seoarang Murid Ibnu Mas'ud. Rabi' bin Khaitsam namanya. Duapuluh tahun lamanya Rabi' bolak-balik ke rumah Ibnu Mas'ud. Selama itu pula budak perempuan Ibnu Mas'ud tidak mengenalnya kecuali sebagai orang buta karena ketundukkan pandangannya. Jika Rani' mengetuk pintu, budak itu segera melihatnya dan segera melapor, “Sahabat Anda yang buta itu telah datang.”

“Heh, celaka kamu...”, kata Ibnu Mas'ud sambil tertawa. “Dia itu Rabi'..”

Begitulah, sehingga nari kita dengar oujian Ibnu Mas'ud kepada Rabi', “Wa basysyiril mukhbithiin.. berilah kabar gembira kepada orang yang selalu menjaga kesucian. Demi Allah, seandainya Rasulullah melihatmu, tentu beliau akan membanggakanmu.”.

Demi Allah, Utsman bin Thalhahdan Rabi' bin Khaitsam telah mengajari kita akhlak pria sejati. Akhlak yang membuat syaithan menggigit jari. Akhlak yang mengajari kita untuk berkata, “Cantik, ijinkan aku menunduk...”

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan sebagian pandangannya dan hendaklah mereka jaga kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesunggunya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (An-Nur 30)

Maka Hilanglah Hafalannya

“dari Jarir ibn 'Abdillah, ia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah tentang pandangan yang tiba-tiba. Beliau bersabda: Palingkan segera pandanganmu!” (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud, dan At Tirmidzi)

Apa yang salah dari melihat tak sengaja, kemudian segera dipalingkan. Mungkin tidak ada. Tetapi pengalaman Imam Al Bukhari menjadi pelajaran bahwa sekecil apapun larangan Allah didekati akan ada efek terasa. Diriwayatkan bahwa ketika beliau menghafal hadist-hadist yang sedang diteliti, tanpa sengaja beliau melihat betis seorang wanita. Dan, -catat ini- , serta merta empat puluh hadits yang sedang beliau hafal itu hilang dari memori!

Ah, hafalan kita kan sedikit. Aduhai, itu bukan alasan untuk menipu diri. Poros nilai yang kita bicarakan bukan sedikit banyaknya hafalan, hilang atau tidak karena memandang. Bukan itu. Nilai yang kita bicarakan adalah pandangan dan konsekuensi ketaqwaan yang mengikutinya.

“Dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (Ghafir 19)

Esensi ketakwaan kepada Allah telah mengajarkan kepada salah seorang pelayan Rasulullah untuk melarikan diri ketakutan setelah melihat seorang wanita Anshar mandi. Betapa malu ia kepada Allah dan Rasul-Nya, sampai ia tak bisa menunjukkan muka kepada Rasulullah, mengisi malamnya dengan tangis pilu di tengah gurun selama 40 hari. “Aku dapati, seperti semut-semut yang merayap di sekujur kulit dan tulangku..” katanya menggambarkan dosa yang ia rasakan. Demikian Syaikh Muhammad Assaf mengisahkannya kepada kita dalam Berkas-berkas Cahaya Kenabian.

Demikian juga kisah berikut ini menjadi pelajaran, dengarlah...

“akan datang kepada kita..”, kata Utsman bin Affan ketika , “..seorang laki-laki yang di matanya ada bekas zina!”. Setalah ditunggu, datanglah laki-laki itu yang dengan jujur mengakui, ia beru saja berpapasan dengan seorang muslimah yang ia kagumi kecantikanny. (Aduh, kita pasti jadi malu kalau ketemu Utsman!)

“Dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati>” (Ghafir 19)

mari belajar dari sisi lain kisah ini. Selain ungkapan “bekas zina” yang kita dengar, ada sisi pribadi Utsman yang menarik. Bagaimana ia tahu ada bekaszina? “Bukan, bukan wahyu...,” kata Utsman, “Hanya firasat seorang mukmin!”

menyelami kehidupan Utsman bin Affan adalah mengarungi lautan pelajaran tentang sikapnya yang menjaga kesucian diri. Kejernihan Bashirah, kebeningan mata hati, dan kepekaan terhadap maksiat yang berkaitan dengan kesucian anggota badan adalah produk dari kesucian diri itu. Bukankah ia, - seperti kata Rasulullah-, manusia yang malaikat pun malu kepadanya?

Anda ingin tahu bagaimana Utsman menjaga aurat diri?Mandinya Utsman tidak dilakukan kecuali dalam rumah yang terkunci rapat, tertutup semua lubangnya, di kamar yang paling terlindung dan terkunci, dalam sebuah bilik rapat kamar itu, dan dipasang selubung kain yang tinggi. Itu pun, Utsman masih tak bisa menegakkan punggung karena rasa malu.

Salam untukmu pemilik dua cahaya, menantu ganda Rasulullah. Tampaknya engkaulah contoh termanis tentang menjaga pandangan dan menjaga diri,sesuatu yang telah engkau rasakan manisnya dalam hati. Dan iblis pun tak bisa merentang busurnya...

“Pandangan adalah anak panah beracun dari anak panah iblis. Siapapun yang menghindarkannya karena takut kepada Allah, Allah akan mengaruniakan keimanan, yang ia temui rasa manisnya di dalam hati,” (HR Al Hakim)


Sumber: Bulletin Board FS ku (http://www.friendster.com/ipin4u) dari Ahmeed Faheem (http://profiles.friendster.com/58588097)

Offline Chiyo

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2007
  • Tulisan: 231
  • Lokasi: Tangerang
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 12 Mei 2008, 13:29:19 »
ehmm...pernah baca bukunya sepertinya, kalo ngga salah tulisannya Salim A. Fillah ya??? Agar bidadari cemburu padamu..betul???

Offline khoyrun insanna

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 716
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Bunga Mawar Bunda
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 12 Mei 2008, 18:42:57 »

wah buku itu lagi aku baca nih ..tapi lom selesai :D

 
Sesungguhnya dalam hari- hari qta ada kasih sayang

Offline meura_hannan

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 1.149
  • Lokasi: cahaya diatas cahaya..berlapis lapis
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 12 Mei 2008, 20:30:50 »
:hmmm:

:hmmm:

nice sharring :topOK:
" Filosofi seseorang paling baik jika diekspresikan dalam pilihan pilihan yang dibuatnya dalam kehidupan sehari hari, bukan dalam kata kata "-Eleanor Roosevelt -(1884-1962).

Offline retnoarum

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 3.940
  • Lokasi: Bekasi
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 12 Mei 2008, 21:26:37 »
ada juga buku "Memelihara Pandangan"  tulisan Prof. Abdul Aziz Al-Ghazuli
ulasanya cukup lengkap mengenai cara menjaga pandangan..serta dilengkapi kisah2 para shalafushalih tentang menjaga pandangan.


Offline aisya moura

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 3.770
  • Lokasi: banua city
  • Jenis kelamin: Wanita
  • maju atau menang
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 13 Mei 2008, 08:24:49 »
subhanallah, ada ga yah ikhwan kaya utsman sekarang :malu:

thanks for the article O0

btw, judul threadnya, nunduk ajah, gak usah minta izin segala %peace%
"Dan Kami pasti akan menguji kamu dg sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kpd oran

Offline kaKak

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 114
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 13 Mei 2008, 08:43:31 »
Subhanallah :mewe:
Jazakallah akh

Offline Uum

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 5.278
  • Lokasi: The Ocean
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 13 Mei 2008, 09:10:20 »
ehmm...pernah baca bukunya sepertinya, kalo ngga salah tulisannya Salim A. Fillah ya??? Agar bidadari cemburu padamu..betul???
NPSP kaleeee :siul:
NPSP = Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan

dari judul tret nya, kesannya sama wanita cantik aja nunduknya...sama wanita yang gak cantik gak nunduk gitu yak ?  :D :D :D

Offline abu zahid

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 1.433
  • Jenis kelamin: Pria
  • "KITA ADALAH DA'I (PENYERU) BUKAN HAKIM"!!
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 13 Mei 2008, 09:20:28 »
kayaknya gak ada deh ikhwah kayak cerita diatas. apalagi yang bujangan ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D

Offline arwana008

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 401
  • Lokasi: INDONESIA
  • Jenis kelamin: Pria
  • SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WALAA ILAA HA ILALLAH
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 13 Mei 2008, 09:29:08 »
aduh memang pandangan kepada wanita adalah dosa yg sangat sulit dan berat dihindari.. hati kecil udah bilang dosa tapi kenapa ya mataku bilang surga.astaghfirullah
doakan ane ya semua supaya bisa ngekang pandangan ane... karena dosa ini yg ane rasakan sampek sekarang dan susah banget nglawannya, apalagi kl akhwatnya yg mulai candain... aduh memang sangat berat.....

Ya Allah jagalah pandangan mataku dari berbuat dosa dan maksiat, ampunilah seluruh dosa yg telah dilakukan oleh anggota tubuhku khususnya mata baik sengaja dan memang banyak yg sengaja maupun yg tidak sengaja amiiiinnn
Yakinlah ketika anda berkata golongan anda yg paling benar ada yang salah dengan diri anda, yakinlah juga ketika anda melihat Alquran dan Sunah tidak seirama dengan hidup anda bukan Quran sunnah nya yang salah tapi diri andalah yang salah
Karena Allah dan Rasulnya tidak pernah salah

Offline abu_tahara

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.707
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 13 Mei 2008, 09:30:18 »
NPSP kaleeee :siul:
NPSP = Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan

dari judul tret nya, kesannya sama wanita cantik aja nunduknya...sama wanita yang gak cantik gak nunduk gitu yak ?  :D :D :D

cantik itu relatif khan? dan seorang laki2 biasanya tau akan 'kemampuan' dirinya dalam menangkis fitnah akibat kecantikan seorang wanita. konkritnya, fulan A mengagumi kecantikan fulanah, tapi bisa saja fulan B merasa fulanah itu biasa-biasa saja.

Offline putra gantengan

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 474
  • Cinta*.... Menyentuh Hati Tanpa Suara
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 13 Mei 2008, 09:36:37 »
dari judul tret nya, kesannya sama wanita cantik aja nunduknya...sama wanita yang gak cantik gak nunduk gitu yak ?  :D :D :D

UUm,
wanita yang gak cantik itu gimana yak :siul: mungkin wanita yg rada ganteng kali yak ;D %peace%

*Pesan Rasulullah kepada Mu'adz:<br />"Janganlah bersedih, karena sesungguhnya bersedih itu datangnya dari setan. Wahai Mu'adz, bertaqwalah kamu di manapun engkau berada. Ikutilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan akan menghapuskannya, dan berakhlaq lah kpd orng lain dngn akhlaq yg Baik"

Offline Uum

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 5.278
  • Lokasi: The Ocean
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 13 Mei 2008, 09:43:10 »
cantik itu relatif khan? dan seorang laki2 biasanya tau akan 'kemampuan' dirinya dalam menangkis fitnah akibat kecantikan seorang wanita. konkritnya, fulan A mengagumi kecantikan fulanah, tapi bisa saja fulan B merasa fulanah itu biasa-biasa saja.
apa perlu aku perjelas jadi seperti ini,
"dari judul tret nya, kesannya sama wanita yang dianggap cantik aja nunduknya...sama wanita yang dianggap gak cantik gak nunduk gitu yak ?" :D

wanita yang gak cantik itu gimana yak :siul: mungkin wanita yg rada ganteng kali yak ;D %peace%
hmmm mungkin ada, kalo di myq...suka ada yang pakai embel2 ganteng padahal dia akhwat  :D %peace%

Offline abu_tahara

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.707
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 13 Mei 2008, 14:26:09 »
khan udah dibilang kalo cantik itu relatif...
saya perjelas, fulan A kagum dengan kecantikan fulanah X, sehingga hatinya jadi terfitnah (terbayang2 terus, mengkhayal yang iya2 :jaim: dll)
sedangkan bagi fulan B, fulanah X itu biasa2 saja, sehingga fulan B tidak terfitnah.
dalam syari'at Islam laki2 disuruh untuk menundukkan pandangannya untuk mencegah kejadian seperti fulan A.
ALlohu a'lam

Offline tary_a2nhasanah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 7.542
  • Lokasi: Bukit Datuk
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 13 Mei 2008, 15:37:13 »
Cantik atau tidak tergantung bagaimana body language wanita ketika bertemu dengan pria (baca Ikhwan). Ada juga yang wajahnya biasa-biasa saja, tapi bisa membuat seorang ikhwan tertarik karena body language yang ia tampilkan di depan umum. Jadi masalahnya bukan hanya pada fisik semata, bisa juga pada pembawaan diri wanitanya.


*) 2 keping recehan yang sudah karatan  %peace%
Never Ending Improvement !!