ISLAM adalah agama kita...innaddiina indallohil Islam...walaa tamutunna illa wa antum muslimun.
siapapun yang berkata Muhammad Rasul Alloh SAW mendirikan 'agama salafy' atau 'manhaj salafy' atau apapun selain ISLAM, mungkin perlu mengulang syahadatnya lagi dan mendirikan sholat sunnah tobat 2 rokaat...
apalagi jika perkataan tersebut dibarengi dengan tajassus, berprasangka buruk terhadap sesama saudara penganut Islam, sibuk menghisab sesama penganut Islam, merasa diri benar sendiri...hati2 terjerumus meneladani akhlak Iblis yang bersombong dan merasa benar, merasa diri lebih baik daripada Adam di hadapan Tuhan, oleh karena itu menjadi 'kuffar'!!
inna lillahi wa inna ilaihi ro'jiun...
Bismillah...
Asal penamaan Salaf dan penisbahan diri kepada manhaj Salaf adalah sabda Nabi
shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam kepada putrinya Fathimah
radhiyallahu ‘anha :
“Karena sesungguhnya sebaik-baik salaf bagi kamu adalah saya". Dikeluarkan oleh
Bukhary no.5928 dan
Muslim no.2450.
Maka jelas bahwa penamaaan salaf dan penisbahan diri kepada manhaj Salaf adalah perkara yang mempunyai landasan (pondasi) yang sangat kuat dan sesuatu yang telah lama dikenal tapi karena kejahilan dan jauhnya kita dari tuntunan syari’at yang dibawa oleh Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam, maka muncullah anggapan bahwa manhaj salaf itu adalah suatu firqoh, ajaran, atau pemahaman baru, dan anggapan-anggapan lainnya yang keliru. Mereka menganggap penisbatan ini tidak ada asalnya sama sekali! Menurut mereka, seorang muslim tidak boleh mengucapkan : "Saya pengikut para Salafus Shalih dalam segala apa yang ada pada mereka baik dalam beraqidah, ibadah maupun berakhlak."
Tidak diragukan lagi bahwa pengingkaran seperti ini, kalau memang demikian yang mereka maksudkan, menunjukkan adanya tindakan untuk melepaskan diri dari pemahaman Islam yang shahihah sebagaimana yang dipahami dan dijalani oleh
as-salafush shalih dan pemimpin mereka Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam.
Bila kita mengatakan :
"Saya seorang muslim yang mengikuti Al-Qur'an dan As-Sunnah." Ucapan ini masih
belum cukup karena hizb-hizb (sesat) seperti Asy'ariyah, Maturudiyah, dan kaum Hizbiyah, mereka juga mengaku mengikuti Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Maka, tidak diragukan lagi bahwa penamaan yang jelas dan gamblang serta dapat membedakan antara golongan yang selamat dengan golongan yang sesat ialah dengan mengatakan:
"Saya seorang muslim yang mengikuti Al-Qur'an dan As-Sunnah sesuai dengan manhaj Salafus Shalih" atau lebih singkatnya:
"Saya Salafi!"Oleh sebab itu, sesungguhnya kebenaran yang tidak bisa disangsikan lagi ialah : tidak cukup kita hanya bersandar dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah tanpa tuntunan dari manhaj Salafus Shalih, baik dalam pemahaman dan pola pikir, dalam ilmu dan amal, maupun dalam dakwah dan jihad.
Kalaupun kita bisa menerima bantahan orang-orang yang mengkritik pemahaman salafi, sehingga kita cukup hanya menamakan diri dengan istilah muslim saja, tanpa menisbatkan diri kepada
as-salafush shalih meskipun penisbatan tersebut merupakan penisbatan yang mulia dan shahih. Lantas apakah dengan demikian orang-orang yang mengkiritik itu bersedia melepaskan diri dari penamaan terhadap kelompok-kelompok (ikhwani, tahriri, tablighi, syi’i, dll), madzhab-madzhab, thariqat-thariqat mereka meskipun penisbatan itu semua tidak syar'i dan tidak shahih?
"Cukuplah bagimu perbedaan diantara kita ini. Dan setiap bejana akan memancarkan air yang ada di dalamnya." Allahlah yang memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. Dan Dialah tempat meminta pertolongan.
Lalu, masihkah ada keraguan terhadap anggapan/penafsiran bahwa Dakwah Salafiyah adalah suatu organisasi, kelompok, aliran baru dan sangkaan-sangkaan lain yang salah dan menodai kesucian dakwah yang dibawa oleh Rasulullah
shallallahu 'alahi wa alihi wa sallam ini??
Allahu musta'an...