Penulis Topik: Ketua MUI: FPI dan AKKBB Sama-Sama Provokatif  (Dibaca 136 kali)


Offline da vinci

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 3.432
  • Lokasi: wuhan
  • Jenis kelamin: Pria
  • zhu dajia wanshi ruyi
    • Lihat Profil
« pada: 02 Juni 2008, 11:43:38 »
Senin, 2 Jun 08 07:34 WIB


Menanggapi aksi rusuh di Silang Monas Jakarta, Ahad siang kemarin (1/6), Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa membenarkan cara-cara kekerasan yang terjadi.

Amidhan menyatakan telah menghimbau semua pihak agar tidak menggunakan cara-cara kekerasan dalam menghadapi kelompok sesat seperti Ahmadiyah. “Kita menyayangkan terjadinya peristiwa di Monas itu, ” ujarnya pada wartawan.

Namun Amidhan juga menyampaikan pandangannya bahwa apa yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) yang menyerbu massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), di Silang Monas, tersebut tidak serta merta kesalahan FPI saja. Amidhan menilai apa yang selama ini dilakukan AKKBB juga amat provokatif alias memancing-mancing kemarahan umat Islam. Salah satunya adalah tindakan AKKBB yang menyertakan wakil-wakil agama lain selain agama Islam untuk ikut-ikutan membela kelompok sesat Ahmadiyah.

“Persoalan Ahmadiyah adalah urusan internal umat Islam, tapi Aliansi (AKKBB) mencantumkan dukungan dari pihak beragama lain selain Islam. Inilah yang kami pandang juga tindakan yang tidak benar. Masalah Ahmadiyah adalah masalah internal umat Islam. Agama lain di luar Islam jangan ikut campur, ” tegas Amidhan.(rz)


" Ilmu kedokteran dan revolusi sama-sama  bertujuan untuk menyelamatkan manusia, tapi revolusi menyelamatkan lebih banyak manusia"
dr.sun yat zen

Offline da vinci

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 3.432
  • Lokasi: wuhan
  • Jenis kelamin: Pria
  • zhu dajia wanshi ruyi
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 02 Juni 2008, 11:44:18 »
Ketua FPI Habib Rizieq Akan Gelar Konfernsi Pers Siang Ini

Senin, 2 Jun 08 08:05 WIB


Peristiwa bentrokkan antara massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) dengan massa Front Pembela Islam (FPI) menjadi berita hangat sejak Ahad siang kemarin (1/6). Sejak itu markas FPI di Petamburan Jakarta dibanjiri telepon dari berbagai pihak yang ingin menanyakan peristiwa tersebut. Berita yang beredar di luaran pun simpang-siur.

Untuk menjernihkan dan memaparkan apa adanya, termasuk latar belakang FPI sampai menurunkan laskarnya untuk mengusir aksi massa AKKBB di Silang Monas kemarin, Ketua Umum FPI Habib Rizieq Syihab akan menggelar konferensi pers di markasnya siang ini.

Diharapkan, konferensi pers yang akan digelar tersebut mampu membuka kesadaran pada masyarakat luas yang selama ini mendapat informasi sepihak dari media-media yang memang dikenal dekat dengan kubu liberal, di mana kelompok liberal ini memang sangat anti terhadap harakah Islamiyah dan bersahabat dengan Zionis-Israel.

Seperti yang telah berulang-ulang disampaikan oleh banyak elemen umat Islam, termasuk MUI dan juga FPI sendiri, persoalan tentang kelompok sesat Ahmadiyah merupakan persoalan internal umat Islam dan umat di luar Islam sama sekali tidak punya hak sedikit pun untuk ikut campur dalam masalah ini. Namun AKKBB dengan menggandeng elemen-elemen non-Muslim ikut campur dengan mendukung Ahmadiyah dan menuduh umat Islam yang anti terhadap gerakan sesat Ahmadiyah merupakan umat Islam yang belum dewasa.

Ikut campurnya elemen-elemen non-Muslim dalam persoalan Ahmadiyah inilah yang oleh umat Islam Indonesia dianggap sebagai tindakan provokatif. Padahal siapa pun tahu, dalam masalah akidah, umat Islam selalu bersikap ksatria: Ente jual, Ane borong! (rz)



http://eramuslim.com/berita/nas/8602074648-ketua-fpi-habib-rizieq-akan-gelar-konfernsi-pers-siang-.htm
« Edit Terakhir: 02 Juni 2008, 11:47:36 oleh da vinci »
" Ilmu kedokteran dan revolusi sama-sama  bertujuan untuk menyelamatkan manusia, tapi revolusi menyelamatkan lebih banyak manusia"
dr.sun yat zen

Offline Myichs

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 680
  • Lokasi: Te-eN-Ge Ye-Ge-Ye
  • Jenis kelamin: Pria
  • Life is a Learning Process..
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 02 Juni 2008, 15:32:55 »
:topOK:
setujuh.... pendapat ini baru adil. bener dan pener.

aneh juga ya kalau sampai muncul persepsi menolak Ahmadiyyah dianggap menolak perbedaan keyakinan terhadap agama lain.
HIT and RUN and then I'll HIT you again...

%peace% Akur..? Kompak..? Mantaa..abb!! %peace%

Offline nyu2n

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2007
  • Tulisan: 455
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Power of Galz!
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 02 Juni 2008, 16:09:17 »
Barbar, tak punya ethica, konvoi ga pake helm, mengandalkhan otot daripada othak, sok suchi & sok benar sendhiri. Nyu2n yaqin masyarakat suda muak dgn FPI. Merekha ithu para preman berjubah putih yg bawa-bawa aghama utk membenarkhan kekerasan.

Tak peduli warna kulitmu, tak peduli etnismu, tak peduli agamamu, kita tetap sahabat kan? ^_^

Offline oomnya fahrel

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.082
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #4 pada: 02 Juni 2008, 16:14:06 »
Yup, aku juga tidak menyukai cara-cara FPI, tapi adapakah dibalik ini semua?apakah ada konspirasi pembubaran FPI? penyudutan organisasi yang membawa nama Islam?

Offline da vinci

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 3.432
  • Lokasi: wuhan
  • Jenis kelamin: Pria
  • zhu dajia wanshi ruyi
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 03 Juni 2008, 10:35:57 »


Aksi AKKBB Provokasi Menantang Umat Islam



Senin, 2 Jun 08 19:20 WIB


Komando Laskar Islam (KLI) melakukan klarifikasi atas sejumlah fakta yang berkembang seputar insiden Monas yang terjadi hari Ahad(1/6) kemarin di Lapangan Silang Monas, Jakarta. Panglima KLI Munarman mengoreksi pemberitaan hari ini yang menyatakan bahwa penyerangan dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI).

"Saya membuka berita-berita hari ini, ada akurasi yang sangat parah yang menyatakan bahwa FPI yang menyerbu. Hari ini, saya katakan bahwa yang kemarin mendatangi Monas adalah Komando Laskar Islam, yang merupakan gabungan dari laskar-laskar seluruh ormas Islam Indonesia. Perlu ditegaskan bahwa aksi kemarin merespon undangan terbuka dan untuk mengamankan aksi tolak kenaikan harga BBM, " papar Munarman kepada para wartawan di Markas FPI, kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Senin (2/6) siang ini.

Menurutnya, aksi ini dalam rangka mengamankan tolak kenaikan BBM adalah legal berdasarkan undangan terbuka, tetapi ketika kumpul di Istiqlal pihaknya mengetahui AKKBB tetap melanjutkan aksinya yang mencuri momentum peringatan lahirnya Pancasila 1 Juni.

"Perlu ditegaskan bahwa aksi kemarin merespon undangan terbuka dan untuk mengamankan aksi tolak kenaikan harga BBM. Sementara, aksi yang mereka lakukan (AKKBB) itu memang untuk menyatakan dukungan kepada Ahmadiyah, bukan untuk peringatan hari Pancasila. Saya lihat ada spanduk yang bertuliskan tolak SKB Ahmadiyah, " jelasnya

Sebelum memulai jumpa pers, KLI yang didampingi oleh Forum Umat Islam FUI) dan Tim Pengacara Muslim (TPM) memutar sebuah video yang memperlihatkan seorang peserta aksi berkaos putih dengan sebuah pita merah putih di lengan kirinya sempat mengeluarkan sebuah senjata api.

"Yang menggunakan pita merah itu adalah massa AKKBB. Kalau memang mereka aksi damai, untuk apa bawa senjata api. Kami juga mengklarifikasi pernyataan yang menyatakan bahwa kami menganiaya wanita, anak-anak dan orang cacat. Itu sama sekali tidak benar, fitnah belaka!, " tegasnya.

Munarman kemudian memanggil seorang bocah kecil yang tertangkap beberapa kamera, tersudut di dinding dan menangis. Bocah itu adalah anak dari salah satu anggota KLI, Ustadz Tubagus Sidik.

"Aksi AKKBB adalah bentuk provokasi untuk menantang Islam. Pendukung Ahmadiyah telah dengan sengaja melibatkan orang-orang non-Islam yang tidak sepatutnya ikut campur dalam urusan umat Islam terkait Ahmadiyah, sehingga berpotensi untuk memperluas konflik antarumat beragama, " lanjut dia.

Menanggapi adanya laporan kepada Mabes Polri atas insiden tersebut, Munarman menyatakan tak gentar.


http://eramuslim.com/berita/nas/8602143925-aksi-akkbb-provokasi-menantang-umat-islam.htm
" Ilmu kedokteran dan revolusi sama-sama  bertujuan untuk menyelamatkan manusia, tapi revolusi menyelamatkan lebih banyak manusia"
dr.sun yat zen

Offline da vinci

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 3.432
  • Lokasi: wuhan
  • Jenis kelamin: Pria
  • zhu dajia wanshi ruyi
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 03 Juni 2008, 10:37:58 »

Ketua DPR: Kekerasan Karena Pemerintah Ambangkan Kasus Ahmadiyah


Selasa, 3 Jun 08 08:33 WIB


Ketua DPR Agung Laksono mengimbau semua pihak untuk saling menahan diri dan jangan sampai teror dilawan lagi dengan counter teror, karena semua itu bertentangan dengan jiwa bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi pluralisme dan toleransi.

Terkait dengan bentrokan antara massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama (AKKB) dengan Front Pembela Islam (FPI) pada Ahad (1/6), Agung menyesalkan, tindakan kekerasan semacam itu tidak boleh dibiarkan terus terjadi di negara ini.

Politik pembiaran, menurut Agung, justru semakin berbahaya untuk masyarakat. Apalagi suhu politik terus meningkat menjelang 2009.

"Karena itu DPR berharap kepolisian mengambil langkah-langkah mengungkap pelaku kekerasan itu. Siapa komandonya dan apa maksudnya, " ujarnya.

Ia menilai, insiden kekerasan yang terjadi antara massa FPI dan kelompok AKKBB itu merupakan sinyal negatif setelah pemerintah terlalu lama mengambangkan persoalan Ahmadiyah ini.

"Jangan terus dibiarkan masalah (Ahmadiyah) ini. Segera ambil keputusan yang bijaksana, " katanya.

Senada dengan itu, Partai Keadlian Sejahtera (PKS) juga ikut menyesalkan bentrokan di Monas. Kekerasan model ini, menurut sikap resmi Ketua Fraksi PKS Mahfudz Siddiq, harus segera diakhiri.

"Berbagai persoalan di negeri ini tidak bisa diselesaikan dengan cara kekerasan, apa pun alasannya. Setiap warga atau kelompok punya hak menyampaikan aspirasinya atas berbagai persoalan. Namun, harus dengan cara-cara damai, dialogis, dan elegan, " kata Mahfudz

Dirinya khawatir, konflik fisik hanya akan mencoreng nama baik kelompok dan bangsa. Dan akan menjadi bahan bakar yang bisa menyulut destabilitas politik dan sosial di tengah-tengah kondisi masyarakat yang sedang resah akibat tekanan ekonomi yang berat.

Mahfudz berharap pemerintah sebagai pemegang otoritas kekuasaan, hukum, dan keamanan harus tegas sekaligus mampu mengantisipasi potensi-potensi konflik.

Secara terpisah, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie mengimbau juga AKKBB agar mawas diri dan menghentikan provokasi.

"Jangan lagi ada peristiwa seperti itu (penyerangan), malu kita. Mari kita bersama-sama menenangkan suasana. AKKBB agar mawas diri, menghentikan provokasi dan jajaran NU, Muhammadiyah, dan FPI sampai ke pelosok Tanah Air tidak terprovokasi, " kata Jimly kepada wartawan di Gedung Mahkamah Konstitusi. (novel)



http://eramuslim.com/berita/nas/8602152911-ketua-dpr-kekerasan-karena-pemerintah-ambangkan-kasus-ahmadiyah.htm
" Ilmu kedokteran dan revolusi sama-sama  bertujuan untuk menyelamatkan manusia, tapi revolusi menyelamatkan lebih banyak manusia"
dr.sun yat zen

Offline da vinci

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 3.432
  • Lokasi: wuhan
  • Jenis kelamin: Pria
  • zhu dajia wanshi ruyi
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 03 Juni 2008, 10:40:41 »

Kronologis Provokasi Monas 1 Juni 2008


Selasa, 3 Jun 08 05:38 WIB


Front Pembela Islam (FPI) mengeluarkan kronologis peristiwa rusuh yang terjadi pada hari Minggu, I Juni 2008 di Silang Monas. Inilah kronologisnya:

Massa Hizbut tahrir Indonesia berkumpul bersama ormas Islam lainnya melakukan aksi menolak kenaikan BBM di Jakarta menuju Istana negara. silahkan buka website resmi HTI. Di antaranya adalah: Perwakilan Serikat Kerja PLN, HTI, FPI, dan sebagainya.

Demo ini sudah mendapatkan izin dari aparat kepolisian setempat dengan pengawalan yang rapih dan ketat. Dengan kata lain demo ini adalah kegiatan yang resmi dan legal berdasarkan UU yang berlaku di republik ini. Pada saat yang bersamaan muncullah kelompok yang menamakan dirinya Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan berkeyakinan (AKK-BB) yang nota bene adalah pro Ahmadyah.

Seperti yang dilansir dalam siaran TV mengenai kegiatan AKK-BB ini sebelumnya tidak diperkenankan oleh Kepolisian terkait untuk melakukan aksi di wilayah Monas, Karena akan berbenturan dengan pihak yang tidak mendukung acara mereka. dengan kata lain, kegiatan AKK-BB ini tidak mendapat izin untuk melakukan kegiatan di wilayah Monas.

Melihat gelagat negatif ini, Pihak FPI mengisntruksikan beberapa personilnya untuk mengetahui apa yang dilakukan oleh AKK-BB ini di wilayah aksi demonstrasi HTI. Ternyata mereka melakukan orasi yang menjelekan salah satu Ormas Peserta Demo dengan mengatakan " Laskar Setan" dan sebagainya. Mendengar hal itu, personil FPI segera melaporkan kepada Laskar FPI mengenai temuan orasi tersebut.

Beberapa laskar FPI segera meminta klarifikasi kepada pihak AKK-BB mengenai hal ini. Pihak AKK-BB berusaha mengelak dan menjawab dengan sikap yang arogan sehingga membuat Laskar FPI kesal. Arogansi AKK-BB ini semakin menjadi dengan mengeluarkan sepucuk senjata Api dan menembakkan ke Udara 1 kali. Mendengar letusan ini, Laskar FPI mencegah perbuatan tersebut tapi ditanggapi dengan tembakan ke udara hingga 4 kali.

Melihat aksiyangarogan dan sok Jagoan, Laskar FPI makin kesal dan langsung melakukan pemukulan terhadap provokator. Tidak ada pihak anak-anak dan wanita yang menjadi sasaran amarah pihak FPI. Hanya oknum yang sok Jagoan dan Arogan yang telah mengejek dan menghina kafir kepada laskar FPI yang menjadi sasaran empuk di kerumunan massa aksi Demonstrasi BBM ini. Beruntung tidak semua elemen massa demo ini ikut memukuli pihak AKK-BB.

Diduga, AKK-BB adalah kelompok bersenjatayangsengaja disusupkan di dalam kegiatan demo BBM minggu 1 Juni 2008 di Monas dengan menyertakan anak kecil dan wanita dengan itikad menjatuhkan opini BBM menjadi opini pembubaran FPI dengan melakukan provokasi sebutan Laskar Kafir dan tembakan senjata api.

Kondisi terakhir pihak FPI menjadi obyek makian masyarakat bahkan intimidasi oleh Nahdlatul ulama dan elemen-elemen nya sehingga Fitnah perjuangan semakin terbukti kebenarannya bahwa Dakwah di Jalan Allah SWT akan ditebus oleh fitnah, intimidasi, makian negatif opini oleh kafirun dan munafikun bahkan kelompok orangyangmengatas namakan ahli ilmu dan ibadah seperti NU dan elemen2nya. Wallahu A'lam Bisshowab.

Hasbiallahu wa ni'mal wakil, Ni'malmaula wa ni'mannashiir.

Cukuplah Allah Sebagai Pelindung dan Penolong Mujahid Dakwah.(source: fpipetamburan.blogspot.com)




http://eramuslim.com/berita/nas/8603051922-kronologis-provokasi-monas-1-juni-2008.htm
" Ilmu kedokteran dan revolusi sama-sama  bertujuan untuk menyelamatkan manusia, tapi revolusi menyelamatkan lebih banyak manusia"
dr.sun yat zen

Offline da vinci

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 3.432
  • Lokasi: wuhan
  • Jenis kelamin: Pria
  • zhu dajia wanshi ruyi
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 03 Juni 2008, 10:45:20 »
Kenapa FPI Anarikis?




Selasa, 3 Jun 08 07:17 WIB



Assalamualaikum Wr. Wb.

Ustadz, saya mau menanyakan mengenai masalah FPI. Saya sebenarnya salut terhadap pergerakan merekayanglangsung terjun memberantas kemaksiatan dimasyarakat.

Tetapi saya melihat di media TV kelompok tersebut tidak terkendali sampai melakukan tindakan anarkis seperti merusak bus/kendaraan yang dikendarai oleh sebuah kelompok partai yang dianggap beraliran Komunis.

Ustadz, apakah FPI itu sebenarnya dan apakah jalur dakwah mereka baik?

Akhwat

Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebenarnya yang paling berhak untuk menjawab pertanyaan anda adalah teman-teman dari FPI sendiri, bukan kami. Namun kalau sekedar memberi komentar sekilas yang mungkin benar dan mungkin tidak, kira-kira jawabannya begini:

Apa yang anda lihat tentang 'aksi-aksi anarkis' Front Pembela Islam (FPI) di media, tidak pernah lepas dari penilaian subjektif dan objektif media itu sendiri. Kalau kesannya aksi-aksi itu anarkis, memang liputanya memang dibuat sedemikian rupa, setidaknya kesan anarkis itu memang diekspose, entah tujuannya untuk memojokkan posisi FPI, atau untuk menggambarkan betapa umat Islam itu anarkis atau memang sekedar kerjaan insan media yang haus sensasi.

Yang terakhir itu dimungkinkan karena karekteristik media, terutama televisi memang butuh liputan dan gambar yang sensasional. Gambar-gambar yang menampilkan proses awal di mana para anggota FPI sedang melakukan negosiasi kepada para pemilik tempat hiburan yang secara hukum memang melanggar peraturan resmi, nyaris tidak menarik untuk ditampilkan.

Tetapi ketika pihak pengelola tempat hiburan melakukan pelemparan dan provokasi, lalu FPI mempertahankan diri atau balas menyerang, secara gambar memang merupakan momen yang cukup menarik. Gambar para aktifis merusak tempat hiburan itulah yang dinaikkan di layar kaca. Karena secara visual, gambar itu lebih menarik ketimbang gambar orang sedang diskusi yang terlihat hanya pasif dan itu-itu saja.

Namun tidak tertutup kemungkinan ada unsur kesengajaan dalam penayangan gambar anarkisme yang terjadi. Sangat dimungkinkan bahwa pihak media dimanfaatkan oleh para cukong pemilik tempat hiburan yang bergelimang dengan harta itu untuk menampilkan kesan seolah-olah FPI itu tidak lebih dari segerombolan orang yang bertindak anarkis.

Mengapa analisa itu muncul?

Karena tindak anarki yang ditampilkan berulang-ulang di media itu nyaris tidak pernah menyentuh akar masalah. Tidak pernah diulas kenapa sampai terjadi tindakan itu. Media seolah-olahbagai macan ompong ketika harus bicara tentang para pengusaha tempat hiburan yang melanggar Perda dan perundangan. Yang dimunculkan selalu kesan bahwa FPI adalah pelaku tindak anarki. Namun pengusaha tempat maksiat yang jelas-jelas melanggar hukum negara dan sekaligus hukum agama, sama sekali tidak pernah diungkap.

Mengapa tidak pernah diungkap?

Karena para cukong itu punya uang tak terhingga jumlahnya untuk bisa membuat para wartawan, jurnalis bahkan pemred media sekalipun untuk duduk manis dan tenang, tidak mengorek kesalahan para pengusaha maksiat. Sebaliknya, uang juga bisa membuat mereka lebih fasih untuk mengatakan bahwa biang keroknya adalah FPI.

Bahkan uang mereka bisa membuat pihak aparat kepolisian pun duduk manis, diam seolah-olah tidak tahu bahwa ada pelanggaran berat yang sedang terjadi di depan hidungnya.

Di negeri kita, kebanyakan mediadan dan institusi kepolisian memang masih belum bisa gagah seperti yang sering kita lihat di film-film idealis. Mungkin semua itu masih ada di 'Republik Mimpi'.

Dan kekuatan rakyat yang diwakili oleh organisasi semacam FPI masih harus terus menerima nasib buruk, yaitu dipelintir posisinya di media. Sayangnya, FPI sendiri juga tidak punya kekuatan media yang kuat untuk menangkis fitnah yang selalu memojokkan posisi mereka. Ini kritik positif buat teman-teman di FPI untuk punya perhatian lebih dari sisi media center.

Niat, tujuan dan idealisme mereka untuk beramar makruf dan nahi mungkar tidak pernah ada yang menyangsikan, kecuali oleh mereka yang suka maksiat dan berlumur dosa. Tinggal bagaimana mereka sering-sering duduk bersama dengan elemen lain umat Islam, bertukar pikiran dan berdiskusi, sebelum melakukan aksi dan tindakan. Agar tindakan mereka tidak terkesan bersifat individualis dan jalan sendiri, melainkan hasil dari musyawarah dengan banyak unsur dan elemen umat.

Ajaklah ormas-ormas Islam untuk mengupas semua masalah yang ada, tampilkan data dan fakta, beri informasi dan bangkitkan semangat perjuangan para petinggi ormas dan orsospol yang punya perhatian dalam masalah ini. Dan minta masukan dari masing-masing mereka dan jadikan masalah ini menjadi masalah bersama, bukan hanya masalah buat FPI saja.

Dan jangan lupa, FPI perlu menggandeng secara lebih serius teman-teman jusnalis muslim termasuk media-media yang konsern dengan amar makruf nahi mungkar. Agar tindakan mereka diback-up oleh kekuatan media tandingan.

Kalau dijelek-jelekkan oleh media tertentu, setidaknya ada media lain yang bisa memberi second opinion yang berbeda.

Nah, bola ada di tangan anda teman-teman FPI, semoga Allah SWT selalu membimbing niat dan tujuan anda menjadi sebuah solusi yang baik dan jauh dari fitnah.

Sekedar membuat press release tentu teramat lemah, karena pembentukan opini pada dasarnya adalah sebuah medan jihad tersendiri. Kita tidak bisa hanya sekedar melakukan klarifikasi. Kita butuh dukungan dari opini yang kita bentuk sejak awal leat jaringan pers yang kuat, kokoh dan didukung oleh seua elemen umat.

Kenapa tidak dibuat media massa khusus yang selalu mengangkat dasar tindakan dan asal muasal suatu tindakan, jauh sebelum tindakan itu diambil? Mengapa FPI tidak punya 100-an situs yang bekerja keras 24 jam untuk mengundang simpati dan membentuk opini?

Mengapa FPI tidak berpikir mendirikan sebuah stasiun radio yang akan menggiring opini umat Islam agar berpikir kritis dan menyampaikan informasi yang sebenarnya-benarnya? Atau setidaknya mengapa FPI tidak menggandeng umat Islam yang lain yang punya radio-radio? Banyak radio milik umat Islam dibiarkan 'nganggur' tidak punya konten, yang pada akhirnya cuma menyetel lagu dangdung. Sayang sekali bukan?

Ketika Amerika menyerbu Iraq kemarin, apa yang dilakukan oleh TV Aljazeera sudah sangat luar biasa. Opini bahwa Amerika itu penjahat perang berhasl dibentuk. Hampir semua mata tidak lagi mempedulikan TV asing lainnya. Yang mereka tonton hanya satu, Aljazeera.

Sangat berbeda ketika dahulu di zaman Iraq vs Kuwait yang masih dikuasai CNN. Umat Islam saat itu belum punya kekuatan pers yang berani mengatakan tidak ketika dipaksa bilang iya.

Nah, sudah saatnya teman-teman FPI membentuk jaringan pers yang kuat dan mantap, mencakup semua jaringan pers yang milik umat Islam yang ada.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc



http://eramuslim.com/ustadz/fqk/7529133625-kenapa-fpi-anarikis.htm
" Ilmu kedokteran dan revolusi sama-sama  bertujuan untuk menyelamatkan manusia, tapi revolusi menyelamatkan lebih banyak manusia"
dr.sun yat zen