Sebenarnya seperti kata pepatah, tidak ada asap kalau tidak ada api.
Kadang, orang sudah melewati batas kesabarannya, sehingga terlepas kata-kata yang cukup keras, yang sebenarnya manusiawi, meskipun tentu sebaiknya kita semua bisa mengontrol emosi.
Threshold batas kesabaran orang beda-beda, ada yang gampang emosi, ada juga yang tetap cool.
Memang kalau kita mau jujur, dan tidak pakai standar ganda, tidak susah untuk menebak mana yang menjadi api, yang menjadi sumber masalah, siapa yang suka cari gara-gara, siapa yang suka memfitnah orang lain, siapa yang suka berdusta untuk menjatuhkan orang lain.
Jadi, seandainya si "asap" ini diingatkan karena mungkin terlalu keras dalam merespon si "api", maka sudah mestinya si "api" juga diingatkan dong.
