Penulis Topik: Ketiadaan Dalil Menyebut diri "salafy" apakah membuatnya trmasuk Bid'ah Dolalah?  (Dibaca 1617 kali)


Offline bakekok

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 1.554
  • TONG NUNGGUAN "UCING ENDOGAN, HAYAM ANAKAN"
    • Lihat Profil
« pada: 30 Mei 2008, 07:45:56 »
Sampai Kiamat Pun tidak akan kita jumpai Firman Allah dan Qoul Rosul yang menyebutkan diri sebagai Kalangan Salafy. yang ada ada lah tentang kumuliaan kalangan Muhajirin, Ansor, Para Sahabat.

Ketika ada hanya sebatas ucapan Bahasa, yang bisa bermakna baik ataupun Buruk.

Apakah ini termasuk sesuatu yang Bid'ah?. Wallahu a'lam.

Untuk itu, ana minta konfirmasi kpd rekan-rekan yang merasa "enjoy" menyebut diri sebagai "salafy" untuk memberikan ana pencerahan mengenai dalil-dalil terkait.

wassalaam.
« Edit Terakhir: 30 Mei 2008, 08:24:06 oleh bakekok »

Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 30 Mei 2008, 09:39:29 »
mungkin sama seperti pengucapan ahlussunnah wal jama'ah kali yaaa? ???
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)

Offline Dzluqarnain

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 492
  • Dia telah menamai kamu sekalian "Muslim" dari dulu
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 30 Mei 2008, 18:07:47 »
Ini dalil dari Akhi Fulan :

Bismillah...
Asal penamaan Salaf dan penisbahan diri kepada manhaj Salaf adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam kepada putrinya Fathimah radhiyallahu ‘anha : “Karena sesungguhnya sebaik-baik salaf bagi kamu adalah saya". Dikeluarkan oleh Bukhary no.5928 dan Muslim no.2450.

Dari topik sebelah, yang disebutkan sebagai asal usul pendirian Salafi atau jamaah salafi atau salafiyyun..  :'( wallahualaam..

Mungkin ada yang punya tafsir/penjelasan hadits ini...  :hmmm: Ana yang awam ini jadi bingung  :-\


Offline bakekok

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 1.554
  • TONG NUNGGUAN "UCING ENDOGAN, HAYAM ANAKAN"
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 30 Mei 2008, 22:13:29 »
klo antum telusuri juga dari thread sebelah,. itu bagian dari makna bahasa (bukan istilah) yg bisa bermakna baik bisa bermakna buruk..

Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 31 Mei 2008, 10:09:36 »
salaf dalam hadist itu adalah pendahulu.
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)

Offline fei shin muslim

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.440
  • Lokasi: klaten-bandung-jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hanya manusia biasa
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 31 Mei 2008, 11:27:01 »
yang pasti pengertian salaf secara syar'i.....ya kan......

TS.....,adakah dalil dari menamakan diri Sunni ?......kita sebagai ahlusunnah wal jama'ah menyebut diri kita sunni.....,adakah dalilnya...?

TS benci banget sama salafy yah......

Karena Al Haq itu Lebih kami Cintai

Akan lahir dari ilmu: kemuliaan walaupun orangnya hina, kekuatan walaupun orangnya lemah, kedekatan walaupun orangnya jauh, kekayaan walaupun orangnya fakir, dan kewibawaan walaupun orangnya tawadhu'

Wahab bin Munabbih - rahimahullah

Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 31 Mei 2008, 12:57:44 »

TS benci banget sama salafy yah......


saya yakin TS juga salafy ... cuma beda guru ngaji dengan ente
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)

Offline Dzluqarnain

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 492
  • Dia telah menamai kamu sekalian "Muslim" dari dulu
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 31 Mei 2008, 15:51:50 »
klo antum telusuri juga dari thread sebelah,. itu bagian dari makna bahasa (bukan istilah) yg bisa bermakna baik bisa bermakna buruk..

Bisa baik bisa buruk. Karena banyak juga yang buruk.
Jika secara bahasa adalah yang terdahulu maka tentulah lebih baik sebagai pengikut salaf shalih...

Kalau sekarang diistilahkan sebagai salafi harusnya ditambah menjadi salafi shalih pula. Salafi Shalih?  :D apa ada yang berani mengaku diri sebagai salafi shalih?

Karena kelihatannya ada juga istilah salafi extrem  :o

saya yakin TS juga salafy ... cuma beda guru ngaji dengan ente

Insya Allah kita semua bermanhaj salaf shalih,  ^-^

Offline fiqhan arsya adenoval

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 6
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 31 Mei 2008, 17:09:24 »
pemuda anshor yg d NU kalau u nama lebih salaf dr antum smua, yg penting kt smua berusaha lbih taqwa dgan mengikuti qur'an dan sunnah.
 %peace%

Offline Abu Rosyad

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2007
  • Tulisan: 34
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 01 Juni 2008, 11:51:59 »
Saya sih khalafi tulen, ummat akhir zaman, masih musyrik wong Tauhid Rubbubiyah saja belum faham, tapi mau belajar supaya imannya betul. Kalau Imannya betul Insya Allah, Ibadahnya, Muamalahnya, muasyarahnya serta Akhlaqnya akan menjadi baik.

Wallahu a'lam

Silahkan dilanjut jidalnya, semoga Allah memberi Hidayah, memaafkan dan mengampuni kita semua.

Offline dowi_ax

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 2.582
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 01 Juni 2008, 12:32:05 »
Kalau dalam Qur'an (yakni sebagai sumber yang syar'i) memberi sebutan kehormatan bagi para pionir pendahulu (salaf) itu dengan istilah as sabiquuna bil khoir atau as saabiquuna-saabiqun atau muqorrobun. Tapi siapa yang berani mengklaim diri termasuk golongan mereka yang mulia ini ? :)

Offline bakekok

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 1.554
  • TONG NUNGGUAN "UCING ENDOGAN, HAYAM ANAKAN"
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 01 Juni 2008, 22:29:43 »
saya yakin TS juga salafy ... cuma beda guru ngaji dengan ente

Disebut Guru sih ngga (wahh bangga banget ane klo jd muridnya syaikh),..

Tapi Wallahi!!.. ana dengar langsung (bertatap muka langsung) dgn Syaikh Muhammad bin Salim addausary ketika ana tanya : " Yaaa Syaikh hal wajaba 'alaina li nusamma nahnu assalafy??..

beliau menjawab,. "AINA adDALILL???" 

hampir sebulan ana menemani beliau, dan ana menyimpulkan karakter beliau ketika agak marah berkaitan dengan syar'i?.. dengan ucapan "aina Dalil?"

Ketika menyebut diri sunni, antum jgn tanya,.. kerna dalilnya banyak sekali memerintahkan kita utk berpegang kpd sunnah,.. begitu juga al jama'ah juga ada.. Walau pun itupun baru pengakuan,.. alias blon tentu menjadi bukti bahwa seseoragn berpegang teguh kpd sunnah.

nah kalau toh hanya sekedar pengakuan (assalafy),.. wajarkan ana bertanya sebgaimana Syaikh adDausary agak marah kpd ane,.. Aina AdDalill??.

Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 02 Juni 2008, 07:16:00 »
@AKH BA'KEKOK

antum dulu salafy yaa? ehh, maksudnya ngaji sama "mereka" yang meng-klaim the only salafy?
???
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)

Offline mambaus

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 133
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 02 Juni 2008, 08:05:54 »
Assalamu'alaikum wr.wb.

Bismillah,
mmmm... an awam nih masalah dalil men-dalil,
tp ga mesti hrs jd salafy kan tuk dapetkan syurga??
Bukannya yg nentuin qt ke syurga tu adalah haknya Allah??
Bahkan se-level ustadz yg kaya dalil pun blm tentu dapet syurga kan...

Rumus Ikhlas, zuhud, syukur,  dll coba qt terapkan ke diri qt yuks... ^-^
So, mari perbaiki diri lebih utama sambil perbaiki ummat  O0

Offline fei shin muslim

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.440
  • Lokasi: klaten-bandung-jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hanya manusia biasa
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 02 Juni 2008, 10:25:39 »
TS udah tau pernyataan ini :
kita harus memiliki nama yang membedakan antara yang haq dan batil di jaman ini. Belum cukup kalau kita hanya mengucapkan :”Saya seorang muslim (saja) atau bermadzhab Islam. Sebab semua firqah juga mengaku demikian baik Syiah, Ibadhiyyah (salah satu firqah dalam Khawarij), Ahmadiyyah dan yang lain. Apa yang membedakan kita dengan mereka ..? Kalau kita berkata : Saya seorang muslim yang memegangi Al-Kitab dan As-Sunnah. ini juga belum memadai. Karena firqah-firqah sesat juga mengklaim ittiba’ terhadap keduanya. Tidak syak lagi, nama yang jelas, terang dan membedakan dari kelompok sempalan adalah ungkapan : “Saya seorang muslim yang konsisten dengan Al-Kitab dan As-Sunnah serta bermanhaj Salaf”, atau disingkat “Saya Salafi”. Kita harus yakin, bersandar kepada Al-Kitab dan As-Sunnah saja, tanpa manhaj Salaf yang berperan sebagai penjelas dalam masalah metode pemahaman, pemikiran, ilmu, amal, dakwah, dan jihad, belumlah cukup. Kita paham para sahabat tidak berta’ashub terhadap madzhab atau individu tertentu. Tidak ada dari mereka yang disebut-sebut sebagai Bakri, Umari, Utsmani atau Alawi (pengikut Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali). Bahkan bila seorang di antara mereka bisa bertanya kepada Abu Bakar, Umar atau Abu Hurairah maka bertanyalah ia. Sebab mereka meyakini bahwa tidak boleh memurnikan ittiba’ kecuali kepada satu orang saja yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang tidak berkata dengan kemauan nafsunya, ucapannya tiada lain wahyu yang diwahyukan. Taruhlah misalnya kita terima bantahan para pengkritik itu, yaitu kita hanya menyebut diri sebagai muslimin saja tanpa penyandaran kepada manhaj Salaf ; padahal manhaj Salaf merupakan nisbat yang mulia dan benar. Lalu apakah mereka (pengkritik) akan terbebas dari penamaan diri dengan nama-nama golongan madzhab atau nama-nama tarekat mereka .? Padahal sebutan itu tidak syar’i dan salah ..!?.

Allah adalah Dzat Maha pemberi petunjuk menuju jalan lurus. Wallahu al-Musta’in.Istilah Salaf bukan menunjukkan sikap fanatik atau ta’assub pada kelompok tertentu, tetapi menunjukkan pada komitmennya untuk mengikuti Manhaj Salafus Shalih dalam memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah. Wallahu Waliyyut-Taufiq.

Karena Al Haq itu Lebih kami Cintai

Akan lahir dari ilmu: kemuliaan walaupun orangnya hina, kekuatan walaupun orangnya lemah, kedekatan walaupun orangnya jauh, kekayaan walaupun orangnya fakir, dan kewibawaan walaupun orangnya tawadhu'

Wahab bin Munabbih - rahimahullah