Penulis Topik: Berita, Ghossip, Kabar Bohong, Isu, Sampai Fitnah Dimasa Susah  (Dibaca 260 kali)


Offline atmonadi

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 428
  • Lokasi: Disini dan Disana
  • Jenis kelamin: Pria
  • Assalammualaikum. Wr. Wb
    • Lihat Profil
    • myQuran
« pada: 04 Juli 2008, 20:57:47 »
Dalam suatu ayat al-Qur’an disebutkan bahwa kita harus berhati-hati kalau mendengar kabar dari orang munafik  :ehm:. Kabar yang dimaksud tentunya berbagai macam kabar. Baik itu kabar yang berhubungan dengan masalah politik, sosial, budaya, ekonomi, militer, organisasi, sampai kabar berupa isu-isu yang berhubungan dengan peristiwa maupun tentang seseorang.

Orang munafik sebenarnya jelas disebutkan dalam kitab suci al-Qur’an di beberapa ayat sebagai orang yang berkarakter lemah dimana ia digambarkan sebagai tidak mempunyai keyakinan, imannya lemah - umumnya beriman sebatas keuntungan diri sendiri, plin-plan, hobi bermanis-muka, dan tentunya omongannya tidak dapat dipercaya alias PENDUSTA karena kurangnya amanah. Amanah tentunya kepercayaan yang lurus dan ikhlas. Baik kepercayaan yang penting sekali maupun kepercayaan yang sebenarnya tidak terlalu penting.

Kenapa al-Qur’an perlu memberikan peringatan tentang kabar dari kaum munafik ini secara berulang-ulang di beberapa surat dan ayat? Tentu ada sebabnya. Kalau kita tinjau secara historis, sebab musababnya banyak berhubungan dengan kebiasaan berbohong dan membual di masyarakat Arab jahiliyah yang umumnya suka memamerkan golongannya, keluarganya, hartanya, pengetahuannya, sampai memamerkan kehebatannya. Baik kehebatan pemimpinnya maupun dirinya sendiri.

Dalam memamerkan kehebatan sendiri ini maka orang pun seringkali membual dan berbohong dengan membuat tulisan/berita penuh dusta, atau pun menyewa penyair-penyair yang pandai melambungkan kata-kata dengan metafora yang membumbung tinggi. Baik membual tentang kebaikan dirinya maupun membual tentang kejelekan orang lain. Pendek kata banyak bumbu penyedapnya maupun bumbu beracunnya.

Hasil akhir dari kesombongan dengan membual kehebatan diri adalah munculnya kultus individu atas golongan, seseorang maupun fitnah yang ditudingkan pada seseorang, kelompok orang, ataupun suatu organisasi dengan keji. Jadi, sifat orang munafik dan sifat dari informasi yang disampaikannya mempunyai dampak yang merusak ke semua arah dan tentunya kalau orang yang membaca TIDAK KRITIS dan sama-sama bodoh dan sombong akan gampang termakan juga oleh cerita palsunya.

Meskipun mungkin ada keinginan berlebih untuk mengagungkan seseorang, bualan atau kebohongan pada akhirnya akan jatuh menjadi fanatisme buta. Ataupun kalau bualannya itu berhubungan dengan tujuan mecelakai atau menjatuhkan seseorang atau suatu kelompok maka hasil akhirnya adalah "fitnah" yang dikatakan “lebih keji daripada pembunuhan” yaitu dengan pembunuhan karakter dari orang yang menjadi sasaran fitnah ataupun sekelompok orang.

Tidak heran kalau ada suatu ungkapan yang banyak dikenal orang, fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Fitnah atau pun isu miring ini bukanlah sekedar komoditas orang munafik yang berasal dari kaum jahiliyah (Tentang Kejahiliyahan simak tulisan saya di : http://atmonadi.wordpress.com/2008/06/11/lingkaran-setan-jahiliyah-eksklusifitas-kekerasan-dan-solidaritas-jahiliyah/). Banyak juga fitnah atau isu miring yang merugikan beredar dari mulut ke mulut dalam suatu organisasi yang mengaku sudah bukan jahiliyah lagi. Entah itu organisasi masyarakat, sosial politik, militer, keagamaan, kelompok tariqah, spiritual, sekolahan anak-anak sampai perkumpulan RT /RW di masyarakat.

Kalau kita merujuk perkembangan sekarang, memfitnah atau membuat kabar kabur yang tidak benar mudah sekali dilakukan karena berkembangnya media elektronik. Mulai dari radio, tv, surat kabar, sampai jaman internet yang distribusi informasinya mudah , meluas dan cepat, fitnah atau kabar kabur yang penuh kebohongan dan intrik semakin hari semakin menjadi-jadi. Sasarannya pun tidak pandang bulu, bisa saja seorang kepala negara, agamawan, profesional, politikus, artis (apalagi), maupun orang biasa. Bahkan jangkauan sasaran ini tidak lah kecil karena bisa meluas di dalam suatu masyarakat dalam suatu negara sampai akhirnya muncul perang saudara yang berdarah-darah.

Karena itu untuk menetralisir supaya kita tidak terjebak menjadi bagian dari jejaring fitnah tanpa sadar adalah dengan tidak menerima begitu saja suatu kabar atau informasi. Tidak taklid buta, hati-hati, dan kritis. Apalagi kalau sumbernya tidak jelas atau kalau penyampainya dikenal sebagai si pandai omong yang mulutnya hanya bisa mengucapkan petai-hampa, tukang kibul, pembual, dan pendusta. Harus lebih hati-hati lagi kalau sumbernya dikenal sebagai orang yang pandai mencari muka dan kurang amanah. Dan paling hati-hati adalah kalau infomasinya berasal dari tangan yang sudah tidak jelas dari mana asalnya alias gosip yang digosok semakin sip.

Dampak fitnah dan kabar bohong di era modern jauh lebih hebat di masa lampau karena sarana telekomunikasi berkembang pesat. Bahkan di era dijital ini bukan saja kabar bohong yang berbahaya danmerusak, fakta yang benar pun dapat digunakan untuk membangun imej bohong dan menyesatkan. Sebut saja film FITNA yang jelas-jelas dimaksudkan sesuai dengan tujuan judul film propaganda tersebut yaitu untuk menjatuhkan Islam sebagai suatu ikatan kelompok masyarakat beragama. Belum lagi lelucon berupa gambar kartun iamjinatif ataupun tulisan lainnya yang jauh-jauh hari sebelum film FITNA dikeluarkan sudah terjadi.

Pendek kata, dibanding zaman kuda dan onta gigit besi, di era jalan raya informasi bebas hambatan ini, fitnah terhadap Umat Islam semakin menjadi-jadi. Meskipun sebenarnya informasi tentang Islam yang benar sudah banyak juga beredar tapi hal itu tidak mengurangi serangan kabar bohong dan dusta tentang Agama Islam. Namun karena kita umumnya cenderung terprovokasi oleh berita minor tapi digembar gemborkan maka nila setitik pun merusak susu sebelanga. Kemalasan orang untuk menjejaki sumber asal, maksud, serta latar belakang informasi seringkali menyebabkan orang mudah saja termakan isu dan gosip sampai akhirnya emosi dan nafsu pun tersulut api menjadi api amarah membara bagai jilatan api neraka yang menyambar-nyambar muka hingga menjadi angus dan gosong.

Seorang pakar informasi dari ITB menyebutkan kalau di era informasi ini manusia umumnya menjadi homo informaticus. Terutama informasi yang “aneh” dan “mengejutkan” atau “yang ajaib-ajaib” (Blognya dapat dilihat di http://suksmono.wordpress.com/2008/04/17/homo-informaticus-mengapa-manusia-suka-gosip/). Tentunya hal ini tidak lepas dari mimpi moyang kita yang seringkali khayalannya melambung tinggi. Saking tingginya maka manusia pun membangun imajinasi yang luar biasa anehnya. Baik tentang imej manusia hebat maupun imej manusia jahat. Secara umum, diera dijital, manusia condong sebagai makhluk pelahap informasi. Yang mengherankan, meskipun iptek sudah berkembang dan rasionalisme manusia menguasai, manusia tetap merindukan “info aneh” dan “nyleneh”. . Bahkan, meskipun seringkali informasi itu tidak jelas, sekedar gosip, kebohongan, fitnah, atau pun hanya desas-desus tak jelas tapi nampak sangat heboh dan enak untuk disebarkan dan digosipkan kembali (semisal "SMS yang bisa membunuh yang belakangan ini lagi digunjingkan. Padahal kalau orang tahu pola sms ngawur itu mirip surat berantai dengan iming-iming yang aneh2 yang sudah lama beredar di pasaran gosip dan isu ngawur). Tentu dengan dukungan jaringan media, berita yang minor dari seseorang tak dikenal bisa menjadi mayor dan membuat heboh seperti film Fitna, Kartun Denmark, maupun peristiwa sebelumnya misalnya Novel Satanik Verse karya Salman Rushdi. Jadi, jelas di era informasi yang serba cair ini, kita mestinya justru lebih kaya informasi dan bisa lebih mampu memverifikasikannya apakah informasi itu benar atau tidak. Jangan-jangan memang hanya sekedar gosip atau fitnah keji semata karena kebencian yang amat sangat.

Mudahnya kita bergosip dan bergunjing sampai memfitnah tidak lepas dari hawa nafsu liar yang tidak bisa dikendalikan. Nafsu, sekali lagi nafsulah akhirnya sumber semua persoalan gunjang dan gunjing, desas desus, gosip dan fitnah. Karena itu TIDAK ADA KEMULIAAN BAGI MEREKA YANG SUKA DISELIMUTI HAWA NAFSU MESKIPUN MEREKA MEMBEDAKINYA DENGAN NAMA, TAMPILAN, KESUCIAN PALSU MAUPUN KEMEGAHAN DAN GEMERLAP TAMPILAN DUNIA LAINNYA.

Di masa sekarang, dengan cuaca panas-dingin silih berganti, naik turun tidak menentu, kitapun melihat aura nafsu yang semakin meluas dimana-mana. Kericuhan karena ketidakmampuan kita mengendalikan hawa nafsu pun merebak tanpa malu-malu di berbagai strata kehidupan masyarakat; baik itu masyarakat awam yang suka berebutan rezeki sekedarnya semisal rebutan jatah sembako, maupun kelompk yang mengaku elit politik dan elit agama yang nampak suci mewangi dengan jubah, jas dan mobil mewah yang menjadi andalannya. Namun apa daya, fakta berbicara lain, di masa yang kurang menguntungkan dalam banyak hal ini gejolak nafsu manusia ternyata lebih menonjol ketimbang kemampuannya untuk mengendalikan nafsu tersebut.

Sehingga tak ada lagi nafsu yang bisa disembunyikan baik dikalangan rayat bawah maupun rakyat yang mengaku ada diatas. Kerendahan nafsu tiba-tiba mencuat membuka topeng kemunafikan, kekejian dan ketamakan. Nah, itulah sebabnya kenapa al-Qur’an diakhiri dengan surat An-Nass yang berbicara tentang nafsu manusia yang berpangkal pada was-washil khonnas. Seolah-olah al-Qur’an mengingatkan bahwa meskipun orang sudah khatam al-Qur’an dan sampai di surat terakhir, penyakit utama manusia itu tetap ada yaitu nafsu dengan was-washilkonnasnya. Karen aitu Umat islam esti waspada dengan nafsunya sendiri.

Belakangan ini, kitapun melihat akibat inflasi, kenaikan harga BBM, elpiji, Korupsi, ujian nasional, upah buruh, dan lain sebagainya tiba-tiba semakin menggelorakan nafsu-nafsu kita seolah dengan sengaja Allah mempertontonkan KemahamenghinaanNya tanpa pandang bulu. Kalau saja kita awas dan mampu menangkap sasmita kehidupan, maka jelas bahwa di masa sekaranglah saatnya Umat Islam yang pengajarannya berpokok pada Iqra dan Menyucikan Jiwa harus bangkit dengan kembali kepada sumber asalnya untuk mengendalikan hawa nafsu atau Wa Nafsi supaya tidak terjadi tranformasi terbalik dimana Umat Islam yang mulia jatuh menjadi Umat yang tercela, jatuh menjadi kaum Yakjuj Makjuj atau Yajou Majou yaitu Umat Manusia yang tidak mampu mengendalikan nafsunya sendiri hingga menjadi kuda liar yang berlari kencang. Kuda liar hawa nafsu yang menabrak dan merubuhkan semua rambu keseimbangan dan keadilan yang dinyatakan oleh Allah SWT dengan jelas karena PengetahuanNya sejatinya sangat jelas dan sering berulang kali diperlihatkan dihadapan semua manusia dengan bukti-bukti nyata.

Kini, saatnya kita menoleh kembali dengan sungguh-sungguh dan tulus kepengajaran agung Nabi Muhammad SAW dengan Iqra dan Menyucikan Jiwa agar menjadi manusia yang berakhlak mulia sesuai dengan sunnatullah yaitu sesuai dengan zaman dan ruang-waktu hidupnya maupun lokalitas dan globalitasnya sebagai Hamba Allah yang ridho dengan semua KetentuanNya. %peace%



Atmnd114912,Bekasi, dibuat jam 10:49, Hari Rabu, 7/5/2008
[di posting sejak 7/5/08 di http://atmonadi.wordpress.com, http://atmoon.multiply.com dan sejak 04/07/08 http://www.myquran.org dan http://atmoon.blogsome.com]

Berpikir itu mudah, tapi untuk menjadikannya suatu aksi susah. Lebih susah lagi kalau ingin mewujudkan apa yang kita pikirkan, kita tuliskan, kita diskusikan, dan kita harapkan menjadi kenyataan. So, don't give up!!!

@moon

Offline ARS

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 22.004
  • Lokasi: Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat
  • Jenis kelamin: Pria
  • !..Karena Korupsi Bukanlah Budaya!..!
    • Lihat Profil
    • Apa Dong (dot) Com
« Jawab #1 pada: 04 Juli 2008, 21:06:23 »
wow... akhirnya dedengkotnya turun gunung :topOK:

ikut ngomongin soal fitnah ya mbah (meski gaya tulisannya ga semanteb di atas :malu:)

Kutip
Fenomena Artis Berjilbab dan Fitnah Terhadap Islam


Kita memang patut bersyukur dan bangga dengan makin maraknya artis-artis nasional yang mengenakan jilbab, entah karena kesadarannya yang tulus atau sekedar ikut-ikutan. Setidaknya hal ini masih jauh lebih baik ketimbang mereka mengenakan pakaian setengah jadi seperti kebanyakan yang lain.

Tapi, baru-baru ini di milis ataupun forum Islam yang saya ikuti sedang santer isu beredarnya foto-foto seorang artis berjilbab sedang merokok. Padahal ia cukup memiliki reputasi positif lantaran kerap membintangi film/sinetron relijius. Disebutkan disana bahwa foto itu diambil di tengah break syuting bersama sutradara yang baru-baru ini juga namanya melejit dari film Islami yang cukup fenomenal.

Sampai saat ini belum ada pihak terkait yang memberikan klarifikasi secara langsung benar atau tidaknya foto tersebut. Namun seorang kawan dari sebuah forum yang kebetulan juga berprofesi sebagai desainer grafis mengatakan foto-foto tersebut telah banyak mengalami editing sehingga sulit untuk mengatakan bahwa foto-foto itu adalah foto asli.

Yang saya sayangkan… justru isu ini diangkat-angkat oleh rekan-rekan yang bisa dibilang pengetahuan keislamannya cukup baik dan di milis/forum Islam pula sebelum ada kepastian benar/tidaknya foto tersebut. Ironi!

Lalu dimana ayat ini ditempatkan?
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”
(Q.S. Al Hujuraat, 049:006)

Kenapa sih harus latah memberitakan isu-isu kacangan seperti ini? Yang saya khawatirkan isu ini sengaja dihembuskan oleh segelintir orang atau kelompok yang memang tidak suka terhadap Islam.

Mereka dengan sengaja menebar fitnah lewat sosok artis yang selama ini dicap sebagai seorang Muslimah yang baik dengan segala atribut kemuslimahannya. Namun, begitu masyarakat dicekoki dengan foto-foto negatif tentangnya, penilaian itu bisa berbalik.

“Oo…begini tho kelakuan muslimah yang baik itu. Ternyata, kelakuan perempuan berjilbab pun sama bejatnya!”

Maka apa yang terjadi? Stempel negatif itu tidak hanya melekat pada pribadi artis tersebut, tapi juga pada jilbab yang dikenakannnya, dan tentu saja.. itulah ISLAM!

Parahnya, di salah satu situs yang konon bertajuk “suara muslim” dengan arogannya sang penulis yang namanya tertera sebagai admin di situs tersebut menyematkan kalimat “Awas Bahaya Liberal di Tengah Keluarga Muslim” pada artikel yang berisi isu ini. Padahal, dengan jelas dia sendiri menuliskan bahwa belum ada komentar resmi dari pihak yang diisukan dan foto-foto yang ditampilkan pun hanya dicomot dari internet yang tidak jelas sumbernya.

Lihat saja gaya tulisannya:

Kutip
Jika selama ini *** selalu tampil kalem dalam setiap peran yang dilakoninya, artis berjilbab ini kedapatan tengah menikmati sebatang rokok di sela-sela syuting sebuah sinetron.

Dalam beberapa foto yang tersebar di internet, bintang *** ini tengah duduk bersama **, **, dan * tampak sangat menikmati rokoknya, terlihat dari caranya menyedot dan memegang rokok.

Di tiga foto tersebut, * mengenakan baju dan kerudung warna ungu, tengah memegang kertas dan ngobrol bareng * dan *.

Sementara di sebuah foto lain, * berfoto bersama * dan seorang pria. Mengenakan baju kotak-kotak coklat, * tampak akrab dengan *, sutradara yang selama ini digosipkan jalan bareng dirinya.

Sampai saat ini, * belum bisa dijumpai dan tak bisa memberikan komentar dengan foto-foto tersebut.

Lalu apa bedanya gaya tulisan seperti itu dengan situs atau tontonan infotainment lainnya? Padahal mereka paham infotainment itu haram karena sarat ghibah dan fitnah, tapi nyatanya mereka sendiri berbuat seperti itu.
وَمَنْ يَكْسِبْ خَطِيئَةً أَوْ إِثْمًا ثُمَّ يَرْمِ بِهِ بَرِيئًا فَقَدِ احْتَمَلَ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata.”
(Q.S. An Nisaa’, 004:112)

Maka, sebelum berita ini bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, saya mengajak rekan-rekan semua untuk tidak latah mengumbar isu-isu seperti ini agar tidak membunuh saudara-saudara muslim/ah kita dengan memfitnah mereka (Q.S. Al Baqarah, 002:191). Apalagi ini menyangkut urusan agama yang dosanya jauh lebih besar (Q.S. Al Baqarah, 002:217).

Lalu bagaimana jika kemudian foto-foto ternyata benar adanya dan bukanlah rekayasa? Memberi nasihat dan mengajaknya kembali pada aturan syari’at adalah jauh lebih baik ketimbang mewartakan aib saudara kita di khalayak umum.
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Alloh, mengerjakan amal saleh dan berkata: ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri’?”
(Q.S. Al Fussilat, 041:033)

Coba seandainya kita berada posisinya? Relakah keburukan Anda diperbincangkan banyak orang? Silahkan direnungkan sendiri…

Semoga Alloh menilai tulisan ini sebagai bentuk perlawanan terhadap kaum pemfitnah (Q.S. Al Baqarah, 002:193)..

Ditulis di: http://apadong.com/2008/07/03/fenomena-artis-berjilbab-dan-fitnah-terhadap-islam/
█ Apa Dong (dot) Biz @ www.apadong.biz
█ 24x7x365 Support - Free Services+Bon

Offline Viozaax

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 974
  • Lokasi: Bumi
  • Jenis kelamin: Pria
  • Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu
    • Lihat Profil
    • Era Muslim
« Jawab #2 pada: 04 Juli 2008, 21:53:31 »
Wah petinggi2 pada ngumpul.
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Nabi saw. bersabda : "Bertutur kata yang baik adalah sedekah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Offline yusuff

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2007
  • Tulisan: 1.773
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 05 Juli 2008, 07:15:16 »
gosip gosip gosip..
nick ini sudah di batalkan.

Offline atmonadi

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 428
  • Lokasi: Disini dan Disana
  • Jenis kelamin: Pria
  • Assalammualaikum. Wr. Wb
    • Lihat Profil
    • myQuran
« Jawab #4 pada: 07 Juli 2008, 09:40:05 »
Ya, sebenarnya tulisan itu sudah di publikasikan di awal Mei di blog saya. Cuma memang bukan dimaksudkan untuk menanggapi satu menomena saja semisal artis, penggunaan identitas muslim, sms gosip. atau yang lainnya. Jadi itu untuk menanngapi suatu karakter manusia yang dapat kita temukan dimana saja. Setidaknya untuk mengingatkan dan introspeksi diri jangan sampai kita menjadi bagian dari jejaring fitnah ataupun gosip. Apalagi kalau misalkan mendeskriditkan suatu kekompok atau seseorang tanpa tahu duduk perkaranya.
Berpikir itu mudah, tapi untuk menjadikannya suatu aksi susah. Lebih susah lagi kalau ingin mewujudkan apa yang kita pikirkan, kita tuliskan, kita diskusikan, dan kita harapkan menjadi kenyataan. So, don't give up!!!

@moon

Offline muhshodiq

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 133
  • Lokasi: Solo & Yogyakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Berkatalah baik-baik atau [lebih baik] diam!
    • Lihat Profil
    • Muslim Moderat
« Jawab #5 pada: 24 Juli 2008, 12:52:32 »
.... jangan sampai kita menjadi bagian dari jejaring fitnah ataupun gosip. Apalagi kalau misalkan mendeskriditkan suatu kekompok atau seseorang tanpa tahu duduk perkaranya.
Bismillaahir rahmaanir rahiim.

Dengan ini kami melaporkan adanya fitnah yang dihembuskan di forum MyQuran terhadap diri kami dan/atau tulisan kami. Sebenarnya, fitnahnya sudah berulang kali dilakukan, tetapi yang kami angkat di sini sebagai contoh cukuplah satu saja. Di http://myquran.org/forum/index.php/topic,41290.msg1215171.html#msg1215171 saya dan salah satu blog kami difitnah dengan kata-kata bahwa di blog kami itu “ada misi untuk menghancurkan tuntunan Islam”. Yang lebih mengherankan kami, ternyata orang yang menyiarkan fitnah itu merupakan seorang moderator di forum MyQuran. Padahal, MyQuran ini bukan media fitnah, ‘kan?

Kami mengharap persoalan fitnah ini kita selesaikan secara kekeluargaan dengan penuh rasa ukhuwah. Oleh karena itu, kami menuntut pejabat MyQuran “secara terbuka” (di MyQuran dan di salah satu blog kami) menyatakan penyesalan atas ditayangkannya fitnah tersebut di forum MyQuran. Lalu secara terbuka pula pejabat MyQuran berjanji takkan mengulang penayangan fitnah terhadap kami dan/atau tulisan kami. Karena yang melakukan fitnah itu menjadi moderator di forum MyQuran, maka yang kami tuntut untuk menyatakan penyesalan dan janji itu adalah orang yang posisinya di forum MyQuran di atasnya.

Kami percaya bahwa para pengurus MyQuran akan bertindak dengan bijaksana. Namun kalau persoalan fitnah ini tidak diselesaikan, maka tidak tertutup kemungkinan bahwa kami akan mengambil tindakan yang lebih tegas dalam menuntut keadilan.

Demikianlah PROTES KERAS dari kami mengenai fitnah terhadap diri kami di forum MyQuran.
M Shodiq Mustika, penulis buku & mubalig Muhammadiyah


Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 11.600
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 24 Juli 2008, 17:55:00 »
mungkin saya dimaksud pak muhshodiq adalah postingan saya yang ini ya?

Kutip
@atas

Bahkan penulis blog tersebut membid'ahkan taaruf. saya yakin ada misi untuk menghancurkan tuntunan Islam.
Yang salah dibenarkan, yang benar disalahkan...

Dan mungkin juga postingan saya diblog pak muhshodiq yang menyatakan bahwa kaum liberal berupaya menghancurkan Islam dari dalam. %peace%

@Bu Moderator,

Bisa dipisahkan masalah ini agar jadi topik tersendiri, dan insya Allah bisa kita diskusikan apakah kaum liberal itu ingin menghancurkan Islam atau tidak. Agar jelaslah nantinya bahwa yang fitnah itu adalah fitnah, dan yang haq itu adalah haq adanya.

%peace% %peace%


ps: sedikit permasalah pacaran Islami, baca di sini
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline ARS

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 22.004
  • Lokasi: Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat
  • Jenis kelamin: Pria
  • !..Karena Korupsi Bukanlah Budaya!..!
    • Lihat Profil
    • Apa Dong (dot) Com
« Jawab #7 pada: 24 Agustus 2008, 05:58:29 »
^
^
wueleh... bisa melebar ke thread macem2 ginih... :toe:
█ Apa Dong (dot) Biz @ www.apadong.biz
█ 24x7x365 Support - Free Services+Bon