Penulis Topik: AIRMATA RASULULLAH SAW...  (Dibaca 274 kali)


Offline singsot

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 903
  • Lokasi: Jakarta-Manado-Medan-S'pore-Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Memandang hari esok dengan senyum...
    • Lihat Profil
« pada: 07 Juli 2008, 00:05:46 »
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan
salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya
masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam", kata Fatimah yang membalikkan
badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan
bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"
"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,"
tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan
pandangan yang menggetarkan.

Seolah-olah bahagian demi! bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang
memisahkan pertemuan di dunia.
Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan
tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan
kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit
dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?", tanya Rasululllah
dengan suara yang amat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
"Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh
kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?", tanya Jibril lagi.
"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan  khawatir, wahai Rasul ! Allah, aku pernah mendengar Allah
berfirman kepadaku: "Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat
Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh
Rasulullah ditarik.

Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya
menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya
menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?"
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata
Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak
tertahankan lagi.

"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini
kepadaku, jangan pada umatku."
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera
mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku"
"peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."


Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan
telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

"Ummatii,ummatii,ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.

Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi

Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.


NB. Sumbernya Aq sudah lupa, karena sudah lama juga ada dalam fileQ
      disini Aq hanya ingin berbagi....
      karena setiap membacanya, aq selalu menangis.......
      Aq selalu bertanya dalam hatiQ....
      bisakah aq mencintai Rasulullah sebagaimana halnya beliau mencintai umatnya..
:mewe: :mewe:
     
     


Melangkah kedepan untuk yang pasti..!!

Offline Hakeem bin Zain

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.464
  • Lokasi: Bandung Kota Kembang
  • Jenis kelamin: Pria
  • Patuh pada kehendak Tuhan-nya
    • Lihat Profil
    • Catatan kecil untuk kearifan bersama
« Jawab #1 pada: 07 Juli 2008, 09:23:38 »
Dari hadits Abdullah bin Aun dari Ibrahim at-Taimi dari al-Aswad, dia berkata, Ditanyakan kepada Aisyah, mengenai perkataan orang-orang yang menerangkan bahwa Rasulullah saw telah memberikan wasiat kepada Ali maka ia berkata, "Apa yang diwasiatkan Rasulullah kepada Ali ?" Aisyah menjawab, "Beliau (Rasulullah) menyuruh agar bejana tempat buang air kecil dibawakan, kemudian ia bersandar dan akulah yang menjadi tempat sandarannya, tak lama kepala beliau terkulai jatuh dan ternyata beliau telah wafat tanpa aku ketahui. Jadi bagaimana mungkin orang-orang itu mengatakan bahwa Rasulullah saw memberikan wasiat kepada Ali ?" [Shahih al-Bukhari, kitab al-Wasaya 5/356 dari Fathul Baari, dan Muslim, kitab al-Wasiyah hadits no.1637]. Hadits tersebut ada didalam kitab Al-Bidayah wan Nihayah yang ditulis oleh Ibnu Katsir, terbitan Darul Haq, Jakarta, Cetakan pertama tahun 2004  halaman 58.


Sumber memang penting mas, apalagi ini menyangkut Rasulullah sallallahu 'alayhi wa sallam, Bukankah mengatakan dusta tentang Rasulullah itu sama saja dengan menyiapkan tempat duduknya di neraka?
"Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang berdusta tentang aku secara sengaja, maka hendaklah dia menyiapkan tempat duduknya di neraka". (HR Muttafaqun 'alaihi)."
kalau bisa sih di cari sumbernya, setahu saya memang cerita di atas memang sudah menyebar
via forward. Kalaupun TS tidak mengetahui sumbernya, alangkah lebih baik jika TS sekalian menanyakan sumbernya dari mana, biar ada klarifikasi setelah itu

jujur saja, saya juga tidak tahu sumbernya

Offline singsot

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 903
  • Lokasi: Jakarta-Manado-Medan-S'pore-Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Memandang hari esok dengan senyum...
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 07 Juli 2008, 16:40:40 »
Sumber memang penting mas, apalagi ini menyangkut Rasulullah sallallahu 'alayhi wa sallam, Bukankah mengatakan dusta tentang Rasulullah itu sama saja dengan menyiapkan tempat duduknya di neraka?
"Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang berdusta tentang aku secara sengaja, maka hendaklah dia menyiapkan tempat duduknya di neraka". (HR Muttafaqun 'alaihi)."
kalau bisa sih di cari sumbernya, setahu saya memang cerita di atas memang sudah menyebar
via forward. Kalaupun TS tidak mengetahui sumbernya, alangkah lebih baik jika TS sekalian menanyakan sumbernya dari mana, biar ada klarifikasi setelah itu

jujur saja, saya juga tidak tahu sumbernya

Aq juga berusaha mencari dari mana sumbernya, hanya seingatQ didapat dari milis teman sekitar tahun 2002-2003an deh.... :) Karena menarik aq simpan jadi file pribadi.
tapi aq juga barusan menemukan di http://www.dudung.net/artikel-islami/airmata-rasulullah-saw.html
hanya saja sumbernya juga ga jelas.
Terima kasih atas sarannya.... O0 %peace%


Melangkah kedepan untuk yang pasti..!!