Al Qur’an merupakan salah satu mu’jizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang keasliannya akan terus terjaga. Bukan main-main, Allah SWT sendiri yang menjamin kemurnian Al-Qur'an hingga akhir zaman.
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya(QS. Al Hijr:9)
Al-Qur’an merupakan sebuah kitab yang unik. Orang yang sering membaca Al-Qur’an akan tampak sangat berbeda dengan orang yang jarang atau bahkan tidak pernah sama sekali membacanya. Ketika Al-Qur’an dihafal, maka --dengan izin Allah-- mu'jizat itu pun akan selalu menyertai orang yang menghafalnya.
Sebagian orang beranggapan bahwa menghafal Al-Qur’an adalah pekerjaan yang berat dan sulit. "Mana mungkin kitab setebal itu bisa masuk ke dalam otak" demikian kata mereka. Padahal saya yakin orang yang mengatakan demikian itu belum pernah mencoba dengan sungguh-sungguh menghafal Al-Qur'an. Karena Allah SWT sendiri yang menyatakan bahwa Al-Qur'an telah dipermudah. Sebuah tawaran yang datang langsung dari Sang Pemilik firman. Akan tetapi pertanyaanya adalah, siapakah orang yang mau menerima tawaran tersebut?
Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran (adz-Dzikr), maka adakah orang yang mengambil pelajaran?(Al Qamar:17)
Perhatikan ungkapan adz-Dzikr dalam ayat tersebut. Adz-dzkir sering diartikan pelajaran atau ibroh. Namun dalam bahasa Arab Adz-Dzikr dapat berarti mengingat, menghafal atau menjaga (sesuatu) [lisanul Arab, dza-ka-ra].
Kendatipun demikian, bukan berarti menghafal Al-Qur'an dapat dilakukan dengan bersantai-santai. Karena, terkadang ditemukan beberapa ayat yang mirip sehingga sering terjadi kekeliruan. Hal ini menuntut kita agar lebih berhati-hati dan berkonsentrasi dalam menghafal ayat-ayat Al-Qur’an.
Menghafal Al-Qur’an juga dapat menaikkan IQ seseorang. Sewaktu melaksanakan program Kuliyatul Qur’an wal Hadits, PPMI Assalaam melakukan studi banding ke Ma’had Isy Karima yang terletak di Karanganyar. Di sana, kami diberi wejangan oleh Ust. Al Hafizh Syihabuddin AM, Lc selaku Mudir 'Am Ma'had Isy Karima (Direktur Pesantren). Beliau menceritakan kepada kami bahwa dahulu beliau memiliki seorang teman yang waktu kecilnya dia sangat bodoh. Hingga saat memasuki SMA dia bertekad bahwa walaupun bodoh dia harus memiliki kelebihan. Mulailah dia menghafal Qur’an dan menyetorkannya secara sembunyi-sembunyi. Ternyata dia memiliki kelebihan dalam menghafal. Dalam 2 tahun dia bisa khatam. Saat dia mengadakan khataman, tetangganya di desa tidak percaya bahwa Yasir adalah Hafidz Quran. Setelah itu dia menyadari bahwa sebenarnya yang bodoh bukanlah dirinya, melainkan mentalnya. Setelah dia memasuki Perguruan Tinggi, dia mendebat dosen-dosennya dan tidak ada yang bisa menjawabnya. Akhirnya, pada semester ke-5 dia sudah mengajar di Perguruan Tinggi. Itu adalah salah satu kisah menakjubkan bahwa ternyata menghafal Qur’an tidak akan menurunkan tingkat kecerdasan seseorang, bahkan sebaliknya.
Menurut penelitian di Universitas Munich, Jerman. Menghafal Qur’an dapat mengembangkan saraf otak. Selain itu, penghafal Al-Qur’an juga lebih sabar daripada orang yang tidak menghafal, karena untuk menghafal Qur’an diperlukan kesabaran yang tinggi.
So, mulailah menghafal dari sekarang. Tidak ada kata terlambat untuk menghafal Qur’an, dan jangan lupa untuk menyetorkan hafalan anda kepada ustadz guna menjaga keshohihan bacaan anda.
Selamat mencoba.
Sumber inspirasi:
http://suntree.blogsome.com/2007/09/03/menghafal-quran/