Penulis Topik: Ternyata Empu-nya Pacaran "Islami" Itu PENGECUT!!!!  (Dibaca 2783 kali)


Offline Akhina Ifa

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 809
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • I Love Allah...
    • Lihat Profil
    • Lembaran-lembaran Hati
« pada: 16 Juli 2008, 15:47:25 »
Assalmualaikum.. maaf aku boleh curhat khan..
Gini lho, aku khan posting di  web ini emg sih aku tahu bahwa disini tuh dilarang posting sesuatu yang bertentangan, karena telah terdapat alternatifnya. Namun disini aku melihat banyak sekali para orang "awam" yang dijadikan objek, oleh karena itu aku protes... . Di tempat alternatif juga aku simpan beberapa sanggahan, ternyata dari kemaren hingga hari ini belum digubris. eh ngak tahunya pesanku yang berada di web utamanya itu malah ada yang dihapus dan bukan hanya di web itu saja, namun juga di sini kecuali pesanku yang dikomentari olehnya dan temannya. Emg sih aku terlihat agak kasar dengannya, abis aku merasa kurang nyaman jika harus debat di tempat yang terbatas itu, bayangkan dia adalah administratornya.. bisa aja pesan2x org lain dapat dihapus olehnya. Nah disitulah aku sangat kecewa olehnya. Kirain cuma pesan yang kasar saja yang di hapus, ternyata pesan dari hati kupun juga dihapus.(entahlah mungkin dia illfeel denganku :( (Karena terlalu banyak protes kalih )) Manalagi aku ajak diskusi, dia menolaknya lantaran dia menganggap bahwa itu adalah perdebatan.(Lah emg dari dulu dia ngapain sama para object lainnya?? (ber-Omong kosong kah?) Ok lah ternyata aku baru tahu bahwa sang penulis buku semacam pacaran "islami" itu adalah seorang pengecut. Perlukah kita mempublikasikannya??

Aku berani bilang bahwa:

Muhammad Shodiq bin Tamsir bin Ismail bin Khusban bin Adam.

PENGECUT!!!

Tenang, aku punya alasannya:

  • Ada pesanku yang dihapus dan tidak dikomentari.
  • Alasan alternatif untuk berdiskusi dia menolaknya padahal dia juga sibuk dengan blognya.. lantas klo dia benar mengapa dia menolaknya?
  • Hanya pesan2x yang dapat di jawab olehnya yang ditampilkan.


Salah satu pesanku olehnya yang terhapus adalah:

TIDAK ADA SATUPUN AYAT YANG MENJELASKAN TENTANG PERTALIAN DILUAR NIKAH SEPERTI PACARAN.
YANG SAYA TAHU PACARAN ADALAH ADAT ISTIADAT NON ISLAM.


“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut” (HR. Abu Dawud (4031), Ahmad (5114), Ath-Thobroniy dalam Al-Ausath (8327), Ibnu Manshur dalam As-Sunan (2370). Di-hasan-kan oleh Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (4347)

Afwan..
Yaa Alloh, Jauhkanlah kami dari apa2x yang Engkau Benci :)
« Edit Terakhir: 16 Juli 2008, 21:35:15 oleh Akhina Ifa »

This Group on Facebook | Ikutan Gabung yha... ^^

.::Yaa Allah... Aku Melaksanakan ini KarenaMu, Karena Aku MencintaiMu::.

Offline Akhina Ifa

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 809
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • I Love Allah...
    • Lihat Profil
    • Lembaran-lembaran Hati
« Jawab #1 pada: 16 Juli 2008, 15:54:12 »
Jika sang Author buku ini bertanya kepadaku tentang dalil pacaran "islami", maka aku akan menjawab:

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. (Al Araf:27)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. (AnNur:21)

Mungkin sang autor buku itu tidak tahu bahwa sebenarnya Nabi adam yang sudah melihat Iblis saja bisa tertipu sehingga Nabi Adam harus keluar dari syurga, nah, gimana objectnya yang "lemah" itu(baca: orang awam) dapat mempertahankannya ke-izzah-an hijab?? :D Bayangkan objeaknya itu bukanlah nabi dan belum tentu pernah melihat iblis apalagi pemahaman Agamanya kurang. Gimana kah org awam itu dapat bertahan :D Sedangkan yang merasa punya ilmu saja sangat sedih dan merasa terancam dengan masalah pacaran itu sendiri.
Apa sang author tidak berfikir sampai ke sini ya?? :ngikik:

dalilnya si Author cuma satu:

“Segala yang tidak Dia singgung tergolong dalam hal-hal yang dibolehkan-Nya.” (Shahih al-Jami’ ash-Shaghir, hadits no. 3190).

Klo begitu saya juga boleh bilang dong, klo Al Kohol itu boleh :D (kan ngak ada yang meminumnya pada jaman nabi :D )

Inilah bukti bahwa ada org yang di dunia ini mengambil hukum tidak melalui Ijtihat... Dia bisa memproyeksikan sesuatu namun dia belum tentu bisa mengetahui dampak dari apa yang dia buat.
« Edit Terakhir: 16 Juli 2008, 16:05:21 oleh Akhina Ifa »

This Group on Facebook | Ikutan Gabung yha... ^^

.::Yaa Allah... Aku Melaksanakan ini KarenaMu, Karena Aku MencintaiMu::.

Offline rose

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 179
  • Lokasi: fukuoka
  • Jenis kelamin: Wanita
  • the power hope
    • Lihat Profil
    • cherry blossom
« Jawab #2 pada: 16 Juli 2008, 17:37:15 »
ehm....kalau masalah posting yang diedit, itu emang resiko kalau diskusi atau debat dengan si admin ato moderator. Saya juga sering dibegitukan di milis, jadi sang moderator yang notabene kakak angkatan(beda 20 tahun kali yah), sering meniadakan postingan saya. Bahkan udah saya ulang berkali2 pun..... :toe:
Sampai saya kirim pesan pribadi.

Waktu masalah FPI kemarin, juga sampai2 beberapa kakak kelas abis2an menghujat FPI dan sampai ke Islamnya. Saya berusaha untuk konfirmasi berkali2 dan tetep aja semua disensor.......rasanya gimana gitu.... :tembakin:
皆さん。。がんばって ください ね。。。。
Festival musim panas-> http://rosmalini.blogspot.com/

Offline Akhina Ifa

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 809
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • I Love Allah...
    • Lihat Profil
    • Lembaran-lembaran Hati
« Jawab #3 pada: 16 Juli 2008, 17:56:23 »
Kutip
ehm....kalau masalah posting yang diedit, itu emang resiko kalau diskusi atau debat dengan si admin ato moderator.
Resiko ya... tapi emg bener2x ngak leluasa, gimana ngak. Dikandang dia, bisa saja sesuatu yang dia ingini terjadi, eh ketika diajak diskusi malah komentarnya menyalahkan... namun ngotot banget bikin buku :D Ironis, (apa sang penulis itu tidak merasa kerepotan jika nantinya banyak sekali "BUG" dalam buku itu ketika buku itu telah "laris" terjual :D ) (Tapi saya yakin, sepertinya sang Author buku dalam menerbitkan bukunya itu, bertujuan agar bukunya di sangkal di kemudian hari )

Kutip
Saya berusaha untuk konfirmasi berkali2 dan tetep aja semua disensor.......rasanya gimana gitu....
Ya begitulah, jika hidup dalam "kesukaan hati"
Apalagi setelah saya tahu bahwa Author pernah menulis ini:

Oh ya, ana sudah pamitan kok masih diajak diskusi lagi? Kalo memang suka diskusi dengan ana, silakan kunjungi blog ana.

This Group on Facebook | Ikutan Gabung yha... ^^

.::Yaa Allah... Aku Melaksanakan ini KarenaMu, Karena Aku MencintaiMu::.

Offline Akhina Ifa

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 809
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • I Love Allah...
    • Lihat Profil
    • Lembaran-lembaran Hati
« Jawab #4 pada: 16 Juli 2008, 18:31:49 »
Bagiku sungguh aneh jika hadist ini (mungkin)tidak dilampirkan di buku tersebut nantinya

“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut” (HR. Abu Dawud (4031), Ahmad (5114), Ath-Thobroniy dalam Al-Ausath (8327), Ibnu Manshur dalam As-Sunan (2370). Di-hasan-kan oleh Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (4347)

Jika demikian sepertinya aku jadi ingat dengan Ayat ini:

“…Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela’nati.” (Al Baqoroh: 159)

Iya sih, hadist bukanlah Al Quran, namun mengapa Author buku tersebut (mungkin)tidak melampirkan 2 ayat AlQuran di atas Senyum manis

Klo enggak yang ini deh:

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (AtTahrim:6)

This Group on Facebook | Ikutan Gabung yha... ^^

.::Yaa Allah... Aku Melaksanakan ini KarenaMu, Karena Aku MencintaiMu::.

Offline h4r33z

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 189
  • Lokasi: Surabaya
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 16 Juli 2008, 18:40:57 »
wah2 di forum ini koq jelek2an yah :mewe:

wallohu 'alam bis shawab

memang sih dalam islam ga ad istilah pacaran tp beliau mengambil sudut prespektif lain (menurut saya aliran tasawuf nih afwan)

menurut saya jgn lah sesama islam saling menjelek-jelekan apa ini ciri kerusakan islam

dari ummat islam sendiri yang saling bermusuhan

byak koq yang menggunakan istilah pacaran ad buku "nikmatnya menikah setelah pcaran"

skali lagi ana afwan karna ana bkn ulama wallohu 'alam bis shawab

back to the Al-qur'an and sunnah
"sungguh tidak ada manusia yang dapat membalas Ar-Rahman dan Ar-Rahim Allah"

Offline h4r33z

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 189
  • Lokasi: Surabaya
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 16 Juli 2008, 18:43:36 »
ingat setiap buku pasti memiliki kelemahan !!
"sungguh tidak ada manusia yang dapat membalas Ar-Rahman dan Ar-Rahim Allah"

Offline Akhina Ifa

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 809
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • I Love Allah...
    • Lihat Profil
    • Lembaran-lembaran Hati
« Jawab #7 pada: 16 Juli 2008, 18:49:11 »
Iya yah.. kenapa ku lupa.. sepertinya aku sedang mengejek saudaraku :(
Abis gimana... emosi juga nanggepinnya.. :(
Biarlah yang Hak menjadi hak dan yang bathil menjadi Bathil
Dan yang hak itu tidak akan pernah bercampur dengan sesuatu yang bathil.
karena yang hak akan tetap menjadi hak... dan bathil akan hilang bagaikan buih... :)
Makasih akhi atas perncerahannya :)
Tapi ana pgn banget nulis uneg2x lagi nih, insya Alloh ngak menyakiti hatinya atau mengejeknya lagi...
(mo nanya.. apa perlu kata Pengecut itu kita ubah? )
ko ya,, akan aku hapus dan ku ganti...
abis aku pgn banget negluarin uneg2x nih... :)

This Group on Facebook | Ikutan Gabung yha... ^^

.::Yaa Allah... Aku Melaksanakan ini KarenaMu, Karena Aku MencintaiMu::.

Offline Akhina Ifa

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 809
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • I Love Allah...
    • Lihat Profil
    • Lembaran-lembaran Hati
« Jawab #8 pada: 16 Juli 2008, 18:55:39 »
Aku binun, apa sih dasarnya adanya pacaran islami itu :(

Perasaan setahu aku:

"...(Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kemasyakatan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antara kamu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (AnNisa:25)

dari ayat diatas, apakah ada pertalian diluar pernikahan??. Khan tujuan menikah untuk menjaga diri :)

This Group on Facebook | Ikutan Gabung yha... ^^

.::Yaa Allah... Aku Melaksanakan ini KarenaMu, Karena Aku MencintaiMu::.

Offline h4r33z

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 189
  • Lokasi: Surabaya
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 16 Juli 2008, 19:05:19 »
ilmu aq masi dikiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit bget  jd ya tnya ja

wallohu 'alam

yah mnurut q kata2 yg bisa di trima tu kaya' pacaran setelah nikah, mngkin ukhti pernah bc

beliau yang ukhti blg tu cman membuat dgn sdikit kata berbeda dia ingin menjelaskan tntang ta'aruf, tanazhur (ju2r aja ane br tw istilah tanazhur dr situ)

afwan kalo ana cmn bs jwb sbatas itu

tp ana jgn dkatain kayak gtu ya  %peace%
"sungguh tidak ada manusia yang dapat membalas Ar-Rahman dan Ar-Rahim Allah"

Offline Akhina Ifa

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 809
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • I Love Allah...
    • Lihat Profil
    • Lembaran-lembaran Hati
« Jawab #10 pada: 16 Juli 2008, 19:24:36 »
Afwan akhi, memang aku ngatain apa lagi :-O

Akhi afwan, jgn manggil ana ukhti dong, ana khan ikhwan :) lhat aja gender nya :)

This Group on Facebook | Ikutan Gabung yha... ^^

.::Yaa Allah... Aku Melaksanakan ini KarenaMu, Karena Aku MencintaiMu::.

Offline h4r33z

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 189
  • Lokasi: Surabaya
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 16 Juli 2008, 19:26:19 »
he2 salah y jd malu huhuhu

cz liat namanya aja ifa ama kyak tmen akhwat he2
"sungguh tidak ada manusia yang dapat membalas Ar-Rahman dan Ar-Rahim Allah"

Offline Akhina Ifa

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 809
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • I Love Allah...
    • Lihat Profil
    • Lembaran-lembaran Hati
« Jawab #12 pada: 16 Juli 2008, 19:40:39 »
apakah semua yang "dapat" di islamisasikan itu akan menjadi sesuatu yang diperbolehkan?
Coba kita teliti sama2x:
Misal:
Kita tahu bahwa daging bab* itu dilarang dimakan. Kok demikian? karena Ketika diteliti ternyata ada sumber penyakit yang terkandung di daging tersebut yaitu cacing pita. Berarti mungkin alasannya Alloh untuk melarang kita yaitu karena terdapat sumber penyakit di dalamnya. Nah, bagaimana jika ada ilmuan muslim yang berhasil memisahkan cacing pita tersebut dari daging bab* itu? Apakah itu adalah tindakan islamisai yang dapat menghalalkan daging babi?. Ya jelas tidak lah, setahu aku dilarangnya daging bab* itu bukan karena daging itu mengandung sumber penyakit, melainkan itulah syariahnya. Jadi salah besar jika ada orag yang beranggapan bahwa dengan mengurangi itensitas zinah dengan "proyek" pengislamisasian sehingga menciptakan sesuatu yang dibolehkan tetap saja tidak bisa, mau itu zinah kecil atau besar tetap saja dosa, jangankan itu mendekatinya pun juga berdosa, mau itu sedikit atau sepenuhnya. Karena bukan sedikit atau banyaknya, melainkan kita disyariahkan untuk menjauhi dirio dari zinah.

Afwan..
CMIIW

This Group on Facebook | Ikutan Gabung yha... ^^

.::Yaa Allah... Aku Melaksanakan ini KarenaMu, Karena Aku MencintaiMu::.

Offline Akhina Ifa

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 809
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • I Love Allah...
    • Lihat Profil
    • Lembaran-lembaran Hati
« Jawab #13 pada: 16 Juli 2008, 19:43:07 »
Sekali lagi Kebathilan adalah kebatilan dan Hak adalah hak oleh karena itu kedua-diuanya itu tidak bisa disatukan karena hak akan selalu menjadi sesuatu yang hak. :)


This Group on Facebook | Ikutan Gabung yha... ^^

.::Yaa Allah... Aku Melaksanakan ini KarenaMu, Karena Aku MencintaiMu::.

Offline Kaezzar

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 1.890
  • --- Revealing the truth behind the dark ---
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 16 Juli 2008, 20:21:19 »
wah2 di forum ini koq jelek2an yah :mewe:

wallohu 'alam bis shawab

memang sih dalam islam ga ad istilah pacaran tp beliau mengambil sudut prespektif lain (menurut saya aliran tasawuf nih afwan)

menurut saya jgn lah sesama islam saling menjelek-jelekan apa ini ciri kerusakan islam

dari ummat islam sendiri yang saling bermusuhan

byak koq yang menggunakan istilah pacaran ad buku "nikmatnya menikah setelah pcaran"

skali lagi ana afwan karna ana bkn ulama wallohu 'alam bis shawab

back to the Al-qur'an and sunnah

@Akhina Afi
Ini salah satu alasan kenapa saya cenderung untuk menghindari diskusi panjang lebar lagi, selaen udh pernah dibahas sebelomnya...
Setiap orang punya kerangka berpikir sendiri, dasar dan pemahaman yg berbeda
Saran saya cuma satu...kalo anda mau meluangkan waktu, siilahkan tengok blog yg bersangkutan dan bacalah...kalo perlu sampe diskusi di bagian komennya
Banyak sekali pertanyaan2 yg anda lontarkan sudah dijawab berulangkali di situ

Masalah posting yg disensor, biasany itu dilakukan kalo isinya g sesuai sama topik posting ataw OOT...
Jika anda ingin memposting pendapat yg berlawanan, saya kita mampu untuk mengungkapkan itu dgn cara yg santun dan baik
Coba anda nilai sendiri posting pertama anda...anda menyebut nama seseorang, dan dibawahnya anda tulis2 dgn font yg sangat besar + dibold + caps lock...pengecut
Apakah dari segi penulisan ini dapat dikatakan etis?
Pernahkah anda terbayang jika saat zaman Rasul dulu sudah ada internet, lalu Rasul akan menulis dgn tulisan seperti yg anda lakukan...walaupun itu untuk mengungkapkan ketidaksetujuan beliau?

Saya akui, saya sendiri pun kadang terbawa emosi dalam berdiskusi, tapi satu hal yg saya hindari dalam berdiskusi adalah melakukan penyerangan ke personal lawan diskusi
I don't like shoot the messenger, because my "target" is his/her message
Mari saling mengingatkan...:)

Bwt saya, dalam sebuah diskusi, ada yg jauh lebih penting dibanding siapa yg benar ataw salah...yaitu ilmu, ukhuwah dan menyikapi perbedaan :)

Wassalam
« Edit Terakhir: 16 Juli 2008, 20:25:22 oleh Kaezzar »
The truth is all around us, all you have to do is thinking