Bismillahirrahmaanirrahiim...
4 April 2008, dimulai pukul 00:23
"Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad saw, keluarga dan para Sahabatnya, serta setiap mukmin yang berpegang teguh dalam Jalan Kebenaran"
Beberapa hari yang lalu, Saya membaca sebuah buku yang dipinjam dari Perpus Kampus, didalamnya terdapat banyak puisi yang bertemakan cinta...
"Rinduku Tertambat di batas waktu!
Kata hati menangis dan meraung
Aroma mawar usik batinku
Lihat bintang di ufuk sana!
Tahukah kau kapan sinarkan cahyanya?
Kasihmu tulus dan Rindumu suci
Tunggulah kawan...
Takkan ada penantian cinta buahkan duka"
Barisan kata diatas, sangat cocok untuk menggambarkan topik yang akan Saya bahas pada artikel ini.
Ya, kerlipan cinta. Mungkin sekilas, kerlipan cinta yang Saya meksud disini bermakna negatif. Hayo, sebaiknya dihilangkan dulu pikiran negatifnya (Insya4JJ1, Saya berusaha untuk tidak menyalahgunakan blog ini, karena tujuan Saya membuat blog adalah untuk berdakwah lewat dunia maya. Amiin...)
Kembali ke Topik...
Kerlipan cinta yang akan Saya paparkan adalah metafor dari "Hidayah" yang merupakan hak Preogatif 4JJ1.
Saya sering mendengar komentar tentang hidayah dari beberapa orang teman, berikut cuplikannya...
" X : woi! udah sore nih! Shalat yuk!
Y : ah..., ntar deh! Nunggu dapet hidayah dulu!"
Apa benar, hidayah datang begitu saja?
oke..sekarang akan Saya paparkan, apa itu hidayah dan bagaimana cara mendapatkannya...
Apa itu Hidayah?
Hidayah adalah terbukanya hati untuk menerima 4JJ1 dan lapangnya dada untuk meyakini kebenaran agama Islam.
فَمَن يُرِدِ اللّهُ أَن يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلإِسْلاَمِ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاء كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ
"Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya , niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman." Q.S Al-An'aam:125
Dengan kata lain, 4JJ1 membuka hatimu dan memberikan kelapangan dalam menerima Islam didalamnya.
َفَمَن شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَى نُورٍ مِّن رَّبِّهِ فَوَيْلٌ لِّلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُم مِّن ذِكْرِ اللَّهِ أُوْلَئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya ? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata..Q.S Az-Zumar:22
َكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاء وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk." Q.S Al-Qhashshas:56
Jika seseorang sudah mendapat Hidayah, maka hidayah tersebut akan mendorongnya kedalam keta'atan kepada 4JJ1 dan membenci hal-hal yang dilarang olehNya. Oleh karena hidayah adalah barang langka yang tidak diperjualbelikan, kecuali karena nikmat 4JJ1, maka dibawah ini terdapat beberapa cara untuk menggapainya, insya4JJ1...
Pekerjaan awal yang harus dilakukan untuk mendapatkan sebuah hidayah adalah bertaubat!
Taubat adalah menyesal dan berjanji serta mewujudkan janji tersebut dalam prilaku keseharian, untuk tidak mengulangi hal-hal yang sia-sia, bersenang-senang dan jauh dari 4JJ1, menuju kehidupan yang dipenuhi keimanan.
َقُولُ الَّذِينَ كَفَرُواْ لَوْلاَ أُنزِلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِّن رَّبِّهِ قُلْ إِنَّ اللّهَ يُضِلُّ مَن يَشَاء وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ أَنَابَ
"Orang-orang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya tanda dari Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya"," Q.S. Ar-Ra'd:27
Taubat adalah akar dari hidayah. Tidak mungkin seseorang mendapatkan hidayah jika ia tidak berusaha untuk mendekatkan diri kepada4JJ1 dan tidak melangkahkan kaki menuju jalanNya.
Lanjut..
Hal kedua yang harus dijalankan adalah...BerIlmu!
Tiada sempurna sebuah ibadah jika tidak dilandasi ilmu,betul khan? Bisa jadi, ibadah yang dilakukan malah "asal-asal-an", karena tidak mengetahui hukum dari ibadah tersebut.
Islam adalah agama yang sangat memperhatikan ilmu, karena Ilmu adalah cahaya dan hidup tanpa ilmu berarti rela hidup dalam kegelapan.
َفَمَن يَعْلَمُ أَنَّمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَى إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُواْ الأَلْبَابِ
"Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran" Q.S. Ar-Ra'd:19
Seorang muslim tidak pantas bodoh, karena merupakan suatu aib bagi seorang hamba yang menghadap Tuhannya dalam keadaan bodoh". Oleh karena itu, Muslim diwajibkan untuk menuntut ilmu mulai dari buaian hingga ke liang lahat. Hayo, ramai-ramai menuntut ilmu!
Lanjut lagi...
Kita harus percaya, bahwa hidayah adalah sebuah kebenaran yang tidak mustahil sifatnya. Percaya dan yakin, disebut juga Iman. Tanpa adanya keimanan, maka mustahil akan terwujudnya jalan menuju kebenaran.
مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
"Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." Q.S. At-Taghabuun:11
Setelah BerIman, BerIlmu dan BerTaubat, maka step selanjutnya adalah, Berpegang teguh pada Tali 4JJ1
Tali disini bukan berarti tali yang sebenarnya, ya. Tali yang dimaksud adalah Agama 4JJ1, diibaratkan seperti tali karena ia lurus dan terikat dengan eratnya.
َيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنتُمْ تُتْلَى عَلَيْكُمْ آيَاتُ اللّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُ وَمَن يَعْتَصِم بِاللّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ
"Bagaimanakah kamu menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus." Q.S. Ali Imran:101
Jangan lupa, untuk memperlancar semuanya, kita perlu berDo'a!. Jangan menganggap remeh do'a ya, karena do'a adalah cara yang paling kuat untuk mendapat hidayah. 4JJ1 tidak akan menolak orang yang memohon kepadaNya, selama permohonannya itu bukan untuk melukai oranglain dan bukan sebuah do'a yang dzholim.
قَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
"Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". Q.S. Al-Mu'min:60
Jangan lupa mengikuti petunjuk A-Qur'an dan As-Sunnah, karena barang siapa yang mengikuti kitab 4JJ1 dan Sunnah Rasulullah saw serta mengamalkannya niscaya 4JJ1 akan memberinya petunjuk.
ِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ أُوْلَئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ وَأُوْلَئِكَ هُمْ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ
"yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya . Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal." Az-Zumar:18
Selain semua keterangan diatas, masih ada beberapa tahapan lagi, yaitu:
Bersungguh-sungguh dalam berjuang melawan kemalasan pada diri sendiri, setan dan antek-anteknya.
Akan Saya jabarkan sebagai berikut...
1.Bersungguh-sungguh terhadap diri sendiri
dapat dilakukan dengan cara, Memaksakan diri untuk mencari ilmu dan mengamalkannya, tidak memanjakan diri dalam beribadah, terus berdakwah, dan bersabar atas segala siksaan yang diderita saat berdakwah.
2.Bersunnguh-sungguh melawan tipu daya Syaithan
cobalah untuk menangkis keraguan yang muncul dalam masalah aqidah dan agama, dengan cara bertanya kepada yang lebih paham, jangan berasumsi sendiri, dan jangan ikuti keinginan syahwat!ok?!.
3. Bersungguh-sungguh melawan orang munafik dan melawan orang kafir dengan persenjataan, perang pemikiran dan berdakwah. Semua dilakukan untuk menghalau masuknya syubhat kekufuran dan trik-triknya.
Sudahkah Anda berShalat? Kalau belum, mari tegakkan Islam dengan Shalat, karena Shalat adalah pintu utama dan faktor pokok mempercepat dapatnya Hidayah.
Ternyata, lingkungan pergaulan adalah salah satu faktor yang cukup besar yang dapat mempengaruhi mudah atau sulitnya mendapat hidayah. Olehkarenanya, Bertemanlah dengan Orang-orang yang shaleh dan jauhi teman-teman yang berperangai buruk.
Teman yang berperangai buruk, biasanya menyeru kepada kesesatan. Mereka lebih berbahaya dari pada penyakit.Berikut kutipan dalilnya;
وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّى يَخُوضُواْ فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ وَإِمَّا يُنسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلاَ تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَى مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
"Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa , maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat ". Q.S. Al-An'am:68
Ingat, jangan salah memilih teman, karena perumpamaan antara orang yang berteman dengan orang yang baik dan orang yang buruk adalah seperti pembawa minyak misk dan peniup tungku.
Dari beberapa tips diatas,adakah kesulitan untuk menjalaninya?Tentu tidak, dong?!
Ingat, hidayah ndak datang begitu saja. Perlu usaha ekstra keras untuk meraihnya. Ya ndak apalah bersusah-susah di dunia,yang penting dapat bersenang-senang di Akhirat, karena orang-orang yang berhasil masuk kedalam Syurga adalah orang-orang yang menerima Hidayah (amiin, semoga kita termasuk di dalamnya)...
"Hidayah .. Kerlipan Cipta Cintaku
Harum Rembulan Mawar
Dingin Dihakis Keseorangan ....
Aku masih menghitung diri ..
Kesiangan yang panjang
Ingin mengisi hati
Padamu kasih
satukan aku
Dengan rahmatmu
Dengan Kalimah
Malam Siangku
Berliku liku
Duri Dugaan
Siratan Cinta
Biar di jemala mentari
Biar di bahu gunung berapi
pasrahku abadi untukmu ..untukmu
Ku kembara setia disisinya ...
Ku inginkan Bahagia abadi
ku impikan sentosa dibawaha naungannya
selamanya"
Afwan Minkum..
Yang benar berasal dari 4JJ1, dan segala kesalahan yang terdapat dalam tulisan ini, semua berasal dari Saya.
Al-Faqir Adh-Dho'if
Calon_akhwat
Wassalamu'alaaykum.wr.wb
Selesai pukul 15:31
~menataplayaryangmembosankan~
Sumber:untuk Dalil:http://www.oneummah.net/quran/quran.html
untuk tulisan:buku Sa'id Musfar Al-Qahthani
*diambil dari blog saya*